SMP Negeri 3 Pajangan

Top PDF SMP Negeri 3 Pajangan:

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU HYGIENE MENSTRUASI PADA SISWI KELAS VII SMP NEGERI 3 PAJANGAN BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Dengan Perilak

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU HYGIENE MENSTRUASI PADA SISWI KELAS VII SMP NEGERI 3 PAJANGAN BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Dengan Perilak

Berdasarkan studi pendahuluan tanggal 7 dan 19 Februari 2013 menggunakan 10 pertanyaan yang ditanyakan kepada 15 siswi kelas VII SMP Negeri 3 Pajangan Bantul Yogyakarta, menemukan jumlah 6 siswi bahwa mereka tidak mendapatkan informasi mengenai kebersihan organ genital dari orang tua mereka masing-masing dan hanya menjelaskan tentang menggunakan pembalut saja serta sering merasa gatal-gatal di area genital. Merasa malu mengungkapkan kepada orang tua berjumlah 5 siswi, serta tidak mengganti celana dalam dan cebok dari belakang ke depan berjumlah 4 siswi. Menurut sumber yang berwenang yaitu Guru BK, SMP ini baru satu kali mendapatkan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi remaja tahun 2011 dari Puskesmas Pajangan tetapi hanya perwakilan anggota OSIS dan pelajaran biologi hanya mempelajari organ-organ reproduksi. Hal tersebut mendorong penulis untuk meneliti hubungan peran orang tua dalam pendidikan kesehatan reproduksi dengan perilaku menstruasi pada siswi kelas VII SMP Negeri 3 Pajangan Bantul Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMP NEGERI 3 PAJANGAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMP NEGERI 3 PAJANGAN.

Pelaksanaan kegiatan PPL di SMP Negeri 3 Pajangan secara umum berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana program yang telah disusun dari awal. Program kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program yang sangat penting untuk diikuti oleh para calon guru. Teori yang di dapat di kampus tidaklah cukup menjadi bekal untuk menjadi guru yang kompeten dan profesional. Melalui program PPL ini mahasiswa praktikan dapat mencari pengalaman langsung dengan pembelajaran real di lapangan, melihat dan merasakan langsung bagaimana menjadi guru yang sesungguhnya serta pelajaran baru yang tidak dapat diperoleh di kampus. Diantaranya yaitu :
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMP NEGERI 3 PAJANGAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMP NEGERI 3 PAJANGAN.

Pelaksanaan Praktik Pengalaman Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta Semester Khusus Tahun 2016 yang berlokasi di SMP Negeri 3 Pajangan mulai dilaksanakan pada tanggal 15 Juli sampai dengan 15 September 2016. SMP Negeri 3Pajangan terpilih sebagai salah satu tempat dilakasanakannya PPL bagi mahasiswa UNY tahun 2016. Tujuan dari PPL adalah agar mahasiswa calon pendidik mempunyai kecakapan dan pengalaman yang cukup di dunia pendidikan, agar ketika mereka lulus mereka dapat menjadi tenaga pendidik yang handal, professional, dan memenuhi kualifikasi yang diharapkan oleh semua pihak yang berkompeten di dunia pendidikan. Program yang dilaksanakan selama PPL yaitu mengajar dan non mengajar. Praktikan adalah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan. Kegiatan pengajaran praktikan dilaksanakan oleh praktikan di kelas VII B, VII C. Ada beberapa program kerja PPL yang diprogramkan oleh praktikan antara lain pendampingan ekstrakurikuler (tari), piket guru, Upacara 17 Agustus. Sedangkan untuk program PPL individu adalah penyusunan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan media pembelajaran, praktik mengajar terbimbing, serta menyusun dan mengembangkan instrumen evaluasi berupa soal ulangan, kisi – kisi dan rubrik penilaian.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE-AUDIENCE- FORMAT-TOPIC (RAFT) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS BERITA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 PAJANGAN BANTUL.

KEEFEKTIFAN STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE-AUDIENCE- FORMAT-TOPIC (RAFT) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS BERITA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 PAJANGAN BANTUL.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan rancangan pre-test post-test control group design. Variabel dalam penelitian ini ada dua, yaitu variabel bebas berupa strategi pembelajaran RAFT dan variabel terikat berupa keterampilan menulis berita. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Pajangan. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, ditetapkan Kelas VIII B sebagai kelompok eksperimen dan Kelas VIII C sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, yaitu berupa tes menulis berita. Validitas instrumen yang digunakan adalah validitas isi dengan dikonsultasikan kepada ahlinya (expert judgement). Analisis data dengan menggunakan teknik statistik uji-t dengan taraf signifinkasi 5%. Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat data yang berupa uji normalitas dan uji homogenitas.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

Perbedaan Efektivitas Penggunaan Metode Mind Mapping Dan Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah) Dalam Meningkatkan Kreativitas Pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Pajangan.

Perbedaan Efektivitas Penggunaan Metode Mind Mapping Dan Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah) Dalam Meningkatkan Kreativitas Pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Pajangan.

Melalui metode Mind Mapping daya kreativitas peserta didik dapat dirangsang sesuai dengan materi pelajaran yang diterimanya. Konsep kegiatan berpikir ke segala arah seperti yang menjadi esensi dari metode pembelajaran Mind Mapping, maka dorongan atau rangsangan untuk berpikir kreatif dalam diri setiap peserta didik akan terus mengalami peningkatan selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini didukung hasil penelitian yang dilakukan Yumi Hartanti (2012) bahwa penerapan metode Mind Mapping terbukti mampu meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran. Hasil penelitiannya memperlihatkan bahwa melalui metode Mind Mapping kreativitas siswa kelas VII C SMP Negeri 4 Wonosari pada pembelajaran IPS meningkat.
Baca lebih lanjut

185 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE OUTDOOR STUDY UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP IPS DI KELAS VII D SMP NEGERI 3 PAJANGAN.

PENERAPAN METODE OUTDOOR STUDY UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP IPS DI KELAS VII D SMP NEGERI 3 PAJANGAN.

permukiman penduduk. Setiap dua kelompok siswa diawasi oleh satu guru atau observer. Salah seorang siswa bertanya pada seorang warga yakni Bu Marni yang sedang berladang di pekarangan, Bu Marni adalah seorang rumah tangga yang menanam tanaman di pekarangannya antara lain tanaman sayuran seperti cabai, bayam, kangkung. Ada beberapa siswa yang mangamati para petani yang sedang menanam di sawah. Kelompok 2 dan 5 mengamati para pengrajin batu, siswa mengumpulkan informasi lebih dengan mewawancarai. Kelompok 3 dan 4 yang mengamati pola permukiman penduduk yakni dengan melihat rumah-rumah penduduk dalam perjalanan. Siswa terlihat aktif dalam kegiatan ini, siswa saling berdiskusi dan bertanya jawab kepada narasumber yang terkait. Namun ada beberapa siswa yang terlihat lelah karena perjalanan cukup jauh, sebagian siswa meminum minuman yang telah disediakan. Diawasi oleh observer dan guru siswa sibuk mengamati kegiatan ekonomi dan menjawab dalam LKS.
Baca lebih lanjut

188 Baca lebih lajut

LAPORAN KEGIATAN PPL SMP N 3 PAJANGAN.

LAPORAN KEGIATAN PPL SMP N 3 PAJANGAN.

SMP Negeri 3 Pajangan terletak di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta. Walaupun berada di daerah dataran tinggi, SMP Negeri 3 Pajangan masih dapat dijangkau dengan mudah. Suasana di SMP Negeri 3 Pajangan cukup kondusif untuk dijadikan kegiatan belajar mengajar karena tidak terlalu ramai dan udara juga terasa sejuk walaupun saat siang hari karena terdapat pohon-pohon yang rindang di sekitar sekolah. Selain itu, terdapat halaman, lapangan upacara dan juga taman sekolah yang membuat pandangan mata menjadi lebih luas dan nyaman untuk proses belajar.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

514 Dwiningsih G2C006018

514 Dwiningsih G2C006018

5 Penelitian yang dilakukan tahun 2007 pada remaja di SMP Negeri 3 Semarang ditemukan kejadian obesitas sebesar 6,7%. 10 SMP Negeri 3 Semarang ini merupakan sekolah yang sebagian besar muridnya berasal dari kalangan menengah ke atas dan lokasi sekolah ini terletak di tengah kota dimana tempat-tempat jajanan mudah ditemui serta pusat perbelanjaan seperti mall dan counter-counter penjualan fast food mudah dikunjungi dan jumlahnya sangat bervariasi. 14 Dilain pihak SMP Negeri 3 Mojogedang, Karanganyar merupakan sekolah menengah pertama yang terletak di daerah yang tergolong masih pedesaan. Di SMP Negeri 3 Mojogedang ini belum pernah ada yang melakukan penelitian tentang kejadan obesitas terhadap siswanya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Quick On The Draw Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Matematika (PTK di Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 3 Jatiyoso Tahun 2011/2012).

PENDAHULUAN Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Quick On The Draw Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Matematika (PTK di Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 3 Jatiyoso Tahun 2011/2012).

Rendahnya keaktifan belajar matematika juga dialami siswa SMP Negeri 3 Jatiyoso kelas VIII A Faktor yang menyebabkan rendahnya keaktifan dan hasil belajar matematika di SMP Negeri 3 Jatiyoso Kelas VIII.A diantaranya adalah guru matematika yang kurang menarik dalam memberikan materi sehingga membuat siswa menjadi bosan dengan pelajaran matematika, kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif, menganggap matematika adalah suatu yang sudah jadi, penyampaian materi cenderung monoton dan kurang bervariasi, akibatnya keaktifan belajar matematika kurang optimal serta perilaku belajar yang lain seperti suasana kelas yang menyenangkan dalam pembelajaran matematika hampir tidak tampak.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

 SK Supervisi Kelas SD SMP SMA SMK SK SUPERVISI 2016

SK Supervisi Kelas SD SMP SMA SMK SK SUPERVISI 2016

14. Permendikbud Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Isi 15. Permendikbud Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar SKL 16. Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses 17. Permendikbud Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian 18. Hasil Rapat Guru dan Staf Tata Usaha SMPN 3 Rambang Dangku tanggal 22 Juni 2016.

6 Baca lebih lajut

d ips 019816 chapter3

d ips 019816 chapter3

satu kelas. Ujicoba model dilakukan oleh guru mata pelajaran sejarah. Sebelum pelaksanaan ujicoba dilakukan diskusi antara guru dengan peneliti tentang pelaksanaan ujicoba. Selama ujicoba peneliti melakukan pengamatan dan mencatat kemajuan, kesulitan serta hambatan-hambatan Selesai ujicoba langkah pertama diadakan diskusi dengan guru tentang hasil pengamatan peneliti, serta menyempurnakan model. Penyempurnaan terus dilakukan pada beberapa topik dan langkah sampai ditemukan proses dan hasil maksimal. Ujicoba lebih luas adalah kelanjutan ujicoba terbatas dengan jumlah sekolah dan atau kelasnya ditambah, dengan tiga sekolah dengan jumlah satu kelas tiap sekolah. Ujicoba luas menghasilkan model final bersifat hipotesis yang perlu diuji validitasnya. 3. Validasi model dilakukan melalui eksperimen, menggunakan randomise control
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

S SMS 1005893 Chapter1

S SMS 1005893 Chapter1

Berdasarkan pengalaman peneliti saat praktek mengajar di SMP Negeri 3 Lembang pada mata pelajaran seni budaya, ditemukan beberapa permasalahan dalam proses belajar mengajar, yaitu murid sulit mempraktekan apa yang telah dijelaskan dan dicontohkan oleh guru dan kurangnya apresiasi murid dalam bidang kesenian. Di karnakan guru terlalu mendominasi dengan metode ceramah dan tidak adanya pengalaman estetis bagi siswa. Dalam pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan khususnya di kelas VII SMP Negeri 3 Lembang, suasana kelas dan keadaan siswa sangat kurang antusias dalam menghadapi pembelajaaran tersebut. Dengan cara mengajar peneliti pada saat itu hanya menggunakan bahan, media dan metode yang kurang untuk meningkatkan antusias anak dalam pembelajaran SBK.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SD NEGERI SENDANGSARI PAJANGAN.

IMPLEMENTASI SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SD NEGERI SENDANGSARI PAJANGAN.

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 April – 3 Mei 2014 di SD Negeri Sendangsari Kecamatan Pajangan, Kebupaten Bantul, Yogyakarta. SD Sendangsari adalah salah satu sekolah dasar di Kecamatan Pajangan yang merupakan tempat penelitian ini dilaksanakan. Sekolah ini berada dalam pedukuhan manukan desa Sendangsari Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kecamatan Pajangan merupakan sebuah kawasan yang tidak begitu ramai dan minin sekali kendaraan berlalu lalang. Selain sepi wilayah ini juga maisih asri dengan banyaknya pohon yang tumbuh disekitanya. Hal ini tentu memberikan dampak yang positif dalam proses pembelajaran yang berlangsung pada instansi pendidikan. Posisi bangunan SD Sendangsari menghadap ke selatan tepat disis jalan utama pajangan yang merupakan jalan penghubung antara Sedayu dan Srandakan. Di sisi barat SD Sendangsari adalah SMP N 1 Pajangan dengan sebuah lapangan yang cukup besar yang terletak diantara kedua sekolah tersebut. Lapangan tersebut memberikan ruang bermain yang luas baik bagi siswa SD maupun SMP. Sementara itu dibagian timur dan utara SD merupakan pemukiman penduduk. wilayah disekitar sekolah sangat kental dengan kearifan lokalnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengrajin keramik kurang lebih 100m disebelah barat SD, pengrajin batik 500m disebelah timur, dan terdapat beberapa warung yang membuat emping mlinjo.
Baca lebih lanjut

320 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL BATIK DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 MLATI SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015.

PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL BATIK DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 MLATI SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015.

Berdasarkan hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran muatan lokal batik diawali dengan menyiapkan silabus, membuat RPP, menyiapkan sumber belajar, menyiapkan sarana dan prasarana, media, merancang metode, kegiatan pembelajaran, dan penilaian; (2) pelaksanaan pembelajaran muatan lokal batik dilaksanakan setiap hari senin dan dilakukan sebanyak empat belas tatap muka, dengan rincian setiap tatap muka diawali kegiatan pendahuluan (yang terdiri dari kegiatan doa, salam, motivasi dan menanyakan materi minggu sebelumnya), kegiatan inti (yang terdiri eksplorasi, elaborasi, konfirmasi), kegiatan penutup (diantaranya evaluasi pada saat pembelajaran selesai, memberikan tugas, memberikan informasi materi minggu depan, salam); (3) evaluasi pembelajaran muatan lokal batik, dilakukan pada saat pembelajaran selesai, memberikan tugas, memberikan informasi materi minggu depan. Dalam aspek penilaian yang dilakukan guru dititik beratkan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tindak lanjut dari penilaian di bawah KKM, guru melakukan program pengayaan dan remedial.
Baca lebih lanjut

277 Baca lebih lajut

GAYA HIDUP KARAKTER ANTI KORUPSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA                       Gaya Hidup Karakter Anti Korupsi Dalam Pembelajaran Matematika Siswa SMP Negeri 3 Colomadu (Studi Fenomenologi di SMP Negeri 3 Colomadu).

GAYA HIDUP KARAKTER ANTI KORUPSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA Gaya Hidup Karakter Anti Korupsi Dalam Pembelajaran Matematika Siswa SMP Negeri 3 Colomadu (Studi Fenomenologi di SMP Negeri 3 Colomadu).

6. Suparto, S.H, M.Pd selaku kepala SMP Negeri 3 Colomadu dan Drs. Sugeng S.Pd, ibu Sri Sejati, S.Pd dan ibu Caecilia Triningsih, S.Pd sebagai guru matematika di SMP Negeri 3 Colomadu yang telah memberikan izin kepada penulis dalam melakukan penelitian, sehingga dapat menyusun skripsi ini. 7. Ibunda dan Ayahanda terhormat dan terc inta yang telah memberikan do’a

15 Baca lebih lajut

ppm di pajangan bantul

ppm di pajangan bantul

3. Cookies Jagung : Cookies jagung mengguakan bahan dasar dari tepung jagung atau maizena yang banyak dijual dipasaran. Cookies jagung biasa disebut sebagai kue semprit karena dibuat dengan cara ditekan atau disemprotkan. Umumnya kue kering semprit dibuat dengan creaming methode, maksudnya adalah mentega/margarin dikocok bersama gula. Adapun bahan yang digunakan untuk membuat cookies jagung adalah tepung terigu, tepung jagung, mentega, gula pasir halus, soda kue, vanilla dan berbagai manisan buah kering (sukade) untuk mempercantik bentuk kue. 1. Kastengels Jagung : Dalam mengembangkan olahan jagung dari bahan baku
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

panggilan smp mtk diy

panggilan smp mtk diy

Dengan hormat kami sampaikan bahwa, dalam rangka Implementasi Kurikulum 2013, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika akan melaksanakan Pelatihan Kurikulum 2013 bagi Guru Mata Pelajaran Matematika SMP Provinsi DIY. Tujuan pelatihan tersebut adalah untuk mempersiapkan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan kompetensi Kurikulum 2013.

5 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian - IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI PADA SMP NEGERI PILOT PROYEK KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN PATI (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 PATI DAN SMP NEGERI 1 JUWANA) - STAIN

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian - IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI PADA SMP NEGERI PILOT PROYEK KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN PATI (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 PATI DAN SMP NEGERI 1 JUWANA) - STAIN

1. Pembelajaran yang dibuat dan digunakan oleh guru berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti pada SMP Negeri 3 Pati dan SMP Negeri 1 Juwana. Menurut Guba dan Lincoln dalam Moleong 2 alasan mengapa dokumen bisa menjadi salah satu sumber data dikarenakan beberapa hal:

10 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN BANK SAMPAH SEBAGAI PENGEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SMP NEGERI 3 PATI

PENGELOLAAN BANK SAMPAH SEBAGAI PENGEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SMP NEGERI 3 PATI

Sedangkan menurut Daryanto dan Darmiatun (2013: 43), Pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Dalam hal ini, guru membantu membentuk watak peserta didik yang mencakup keteladanan, seperti bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya. Pendidikan karakter harus diberikan pada pendidikan formal khususnya lembaga pendidikan seperti TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, MAK, dan Perguruan Tinggi melalui pembelajaran, ekstrakurikuler, penciptaan budaya satuan pendidikan, maupun pembiasaan.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGGUNAAN JENIS MEDIA MASSA DENGAN KEJADIAN DATING VIOLENCE PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PAJANGAN BANTUL YOGYAKARTA - DIGILIB UNISAYOGYA

HUBUNGAN PENGGUNAAN JENIS MEDIA MASSA DENGAN KEJADIAN DATING VIOLENCE PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PAJANGAN BANTUL YOGYAKARTA - DIGILIB UNISAYOGYA

The study aimed to determine the correlation between the use of mass media and dating violence occurrence on teenagers at State Senior High School 1 Pajangan Bantul Yogyakarta. The correlation study used cross sectional approach. The numbers of the samples were 108 students (total sampling). The measuring instruments were checklists and questionnaires. The data were analyzed using Chi Square. That was indicated by the value x 2 (12.531) with the significant value (p = 0.002 <0.05), and the contingency coefficient (0,322). There was a correlation between the use of mass media and dating violence occurrence on teenagers at State Senior High School 1 Pajangan Bantul Yogyakarta. It is expected that teenagers do not date in order to avoid the incidence of dating violence and are able to use information technology properly and appropriately.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...