solid-state

Top PDF solid-state:

Sintesis Bahan Piezoelektrik Ramah Lingkungan Berbasis Bi0,5 Na0,5 TiO3 Menggunakan Metode Solid State Reaction Dengan Penambahan Dopan Ta2O5

Sintesis Bahan Piezoelektrik Ramah Lingkungan Berbasis Bi0,5 Na0,5 TiO3 Menggunakan Metode Solid State Reaction Dengan Penambahan Dopan Ta2O5

SINTESIS BAHAN PIEZOELEKTRIK RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS Bi0,5 Na0,5TiO3 MENGGUNAKAN METODE SOLID STATE REACTION DENGAN PENAMBAHAN DOPAN Ta2O5 ABSTRAK Telah dilakukan sintesis ba[r]

2 Baca lebih lajut

SINTESIS BAHAN PIEZOELEKTRIK BNT-BT DENGAN PENAMBAHAN TA2O5 MENGGUNAKAN METODE SOLID STATE REACTION

SINTESIS BAHAN PIEZOELEKTRIK BNT-BT DENGAN PENAMBAHAN TA2O5 MENGGUNAKAN METODE SOLID STATE REACTION

metode solid state reaction. Pada metode ini dilakukan penggerusan selama 4 jam, kompaksi dengan tekanan 5000 psi, kalsinasi selama 1 jam pada suhu 300 o C dan sintering pada suhu 1000 o C selama 4 jam. Pada penelitian ini, dilakukan variasi terhadap penambahan BaTiO3 sebesar 3%, 5%, 7% dan 9%. Sampel dikarakterisasi menggunakan XRD dan SEM. Berdasarkan XRD, diperoleh bahwa bahan BNT-BT-Ta memiliki struktur tetragonal karena menghasilkan parameter kisi a dan b sebesar 3,87; 3,88; 3,89; 3,90 dan nilai c sebesar 3,88; 3,89; 3,90; 3,91 dengan sudut α,β dan γ adalah 90 o . Bentuk morfologi dari bahan BNT-BT-Ta berbentuk jarum, tetapi pada saat penambahan 9% BT, bentuk mikrograf dari bahan tidak terlihat jelas karena butiran-butiran kristal bergabung dan tidak teratur.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

INVERTASE DARI Aspergillus niger DENGAN METODE SOLID STATE FERMENTATION DAN APLIKASI DI INDUSTRI: KAJIAN PUSTAKA Invertase of Aspergillus niger With Solid State Fermentation Method And The Application In Industry: A Review

INVERTASE DARI Aspergillus niger DENGAN METODE SOLID STATE FERMENTATION DAN APLIKASI DI INDUSTRI: KAJIAN PUSTAKA Invertase of Aspergillus niger With Solid State Fermentation Method And The Application In Industry: A Review

Invertase merupakan salah satu enzim yang dapat menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Invertase dapat diperoleh dari Aspergillus niger. Aspergillus niger dipilih karena mikroorganisme jenis ini mudah ditumbuhkan, aman untuk penggunaannya, dan aktivitas enzim yang dihasilkan tinggi. Metode fermentasi yang sering digunakan ada dua jenis,Solid State Fermentation (SSF) dan Submarged Fermentation (SmF). SSF jauh lebih unggul dari SmF. Keuntungan dari sisi ekonomi diantaranya adalah medium fermentasi yang lebih murah (berasal dari limbah pertanian), peralatan dan pengaturan operasi sederhana, jumlah produk yang dihasilkan lebih tinggi, kebutuhan energi yang rendah, proses scaling up yang lebih mudah, stabilitas produk yang lebih tinggi dan pengendalian kontaminasi lebih mudah karena rendahnya kadar air saat fermentasi berlangsung. Invertase juga banyak diaplikasikan di industri, terutama industri pangan untuk pembuatan gula invert dan HFS.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

AKTIVITAS KERATINOLITIK Aspergillus niger PADA TEPUNG BULU AYAM MENGGUNAKAN SOLID STATE FERMENTATION (SSF)

AKTIVITAS KERATINOLITIK Aspergillus niger PADA TEPUNG BULU AYAM MENGGUNAKAN SOLID STATE FERMENTATION (SSF)

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Aktivitas Keratinolitik Aspergillus niger Pada Tepung Bulu Ayam Menggunakan Solid State Fermentation (SSF)” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsaha dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

52 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON

UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON

Enzim kitinase dapat diproduksi oleh mikroorganisme kitinolitik, salah satunya adalah actinomycetes, karena actinomycetes ini mampu untuk mensintesis metabolit senyawa yang memiliki aktivitas biologis dan spora dari actinomycetes sangat esensial untuk biokonversi (Xu et al., 1996). Actinomycetes merupakan mikroorganisme yang paling efisien dalam menggunakan substrat bagi kelangsungan hidupnya. Substrat kitin mudah dihidrolisis oleh actinomycetes menjadi karbohidrat yang lebih sederhana, selanjutnya karbohidrat ini akan digunakan dalam memproduksi etanol dengan bantuan fermentasi (Samsuri, 2007). Proses hidrolisis dan fermentasi ini dapat dilakukan dalam satu tempat, dimana proses ini disebut sebagai proses fermentasi keadaan padat atau disebut Solid State Fermentation (SSF).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Kinerja Solid State Dye Sensitized Solar Cell (SSDSSC) Berbasis pn Junction dengan TiO2 Nanorods sebagai Fotoanoda dan CuSCN sebagai Hole Transport Material (HTM).

Kinerja Solid State Dye Sensitized Solar Cell (SSDSSC) Berbasis pn Junction dengan TiO2 Nanorods sebagai Fotoanoda dan CuSCN sebagai Hole Transport Material (HTM).

iii PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “KINERJA SOLID STATE DYE SENSITIZED SOLAR CELL SSDSSC BERBASIS p-n JUNCTION DENGAN TiO2 NANORODS SEBAGAI [r]

15 Baca lebih lajut

Synthesis of Vanadium (III) Doped Anatase TiO2 by Solid State Reaction Method

Synthesis of Vanadium (III) Doped Anatase TiO2 by Solid State Reaction Method

has crystallite size about 53.21 nm. When sintering process applied to doped material, the crystallite size increased to 59.59 nm for 0.3% dopant and 59.53 nm for 0.7% dopant. However the crystallite size of 0.5% doped material slightly unchanged comparing to undoped material. This varied crystallite size probably also contributed by unhomogenous of manual grinding in solid state method.

5 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON

UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON

Proses SSF ini, pertama kali dikenalkan oleh Takagi et al. (1977), yang berhasil mengkombinasikan enzim kitinase dan yeast S. cerevisiae untuk fermentasi gula menjadi etanol. Menurut Moo – Young et al (1983), fermentasi keadaan padat (solid state fermentation) merupakan proses fermentasi yang melibatkan zat padat dalam suatu fasa cair. Dalam penerapan bioteknologi alternatif, pemanfaatan SSF menggunakan actinomycetes pendegradasi kitin pada udang dapat digunakan sebagai bioenergi dan bioproduk yang bermanfaat dengan biaya produksi yang murah (Angenent et al., 2004, Das dan Singh 2004).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KATALIS TiO2 / KARBON AKTIF DENGAN METODE SOLID STATE DAN UJI AKTIFITAS KATALITIKNYA PADA DEGRADASI RHODAMIN B.

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KATALIS TiO2 / KARBON AKTIF DENGAN METODE SOLID STATE DAN UJI AKTIFITAS KATALITIKNYA PADA DEGRADASI RHODAMIN B.

Dari penjelasan di atas, maka dalam penelitian ini dilakukan sintesis katalis TiO2 yang didukung karbon aktif dengan metode solid state, kemudian katalis dikarakterisasi dengan FTIR Fo[r]

6 Baca lebih lajut

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KATALIS TiO2 / KARBON AKTIF DENGAN METODE SOLID STATE DAN UJI AKTIFITAS KATALITIKNYA PADA DEGRADASI RHODAMIN B.

PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KATALIS TiO2 / KARBON AKTIF DENGAN METODE SOLID STATE DAN UJI AKTIFITAS KATALITIKNYA PADA DEGRADASI RHODAMIN B.

Dari penjelasan di atas, maka dalam penelitian ini dilakukan sintesis katalis TiO2 yang didukung karbon aktif dengan metode solid state, kemudian katalis dikarakterisasi dengan FTIR Fo[r]

11 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DALAM BENTUK SLURRY MENGGUNAKAN Saccharomyces Cereviae DENGAN METODE (SOLID STATE FERMENTATION)SSF

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DALAM BENTUK SLURRY MENGGUNAKAN Saccharomyces Cereviae DENGAN METODE (SOLID STATE FERMENTATION)SSF

Increasing of world energy consumption and depleted of availability fossil fuel caused the development of energy goes thru renewable fuel and anvironment-friendly. Waste of agriculture such as pienapple peel can be utilized as raw material to produce bioethanol through fermentation. The aim of this research are to know the process of bioethanol production throuh solid state fermentation (SSF) from pienapple peel and to determine the yield of bioethanol produced using Saccharomyces Cereviae with various inoculum volume 10, 15 and 20 ml abd various fermentation time 18, 24 and 30 hours. Fermentation process conducted using Saccharomyces Cereviae because it has several advantages such as resistent to high concentration of ethanol, more tolerant to temperature and low pH.the result shows that the higher inoculum volume that inoculated to substrate the higher ethanol produced. The highest yield of bioethanol is 30,3819%v. At inoculum 20 ml. The optimum fermentation time obtained is 18 hours to all various inoculum volume.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

DEVELOPMENT OF SOLID STATE DYE-SENSITIZED SOLAR CELL BASED ON NITROGEN-DOPED TiO2.

DEVELOPMENT OF SOLID STATE DYE-SENSITIZED SOLAR CELL BASED ON NITROGEN-DOPED TiO2.

Dye-sensitized solar cells have numerous advantages such as cheap materials, simple manufacturing process, lightweight, and environmental-friendly technology, etc. However, liquid electrolyte-based devices have not attained wide-spread applications in the commercial market due to concerns of solvent leakage and corrosion problems from the iodide/triiodide redox couple. Many approaches to replace liquid electrolyte have been researched, for instance polymer electrolyte, ionic liquids, p-type semiconductors such as CuI or CuSCN and organic hole conductors (Moon, 2011). Recently, the conversion efficiency of the SSDSC based on an organic hole conductor have achieved over 8 % PCE (Zhang et al., 2010). These interesting results have stimulated research on the SSDSC. It was Tennakone et al. (1988) reported for the first time a solid-state dye-sensitized heterojunction between TiO 2 and
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

DEVELOPMENT OF SUPERIONIC CONDUCTING GLASSES FOR SOLID STATE RECHARGEABLE BATTERY - e-Repository BATAN

DEVELOPMENT OF SUPERIONIC CONDUCTING GLASSES FOR SOLID STATE RECHARGEABLE BATTERY - e-Repository BATAN

The study of superionic solids or solid state ionics is a new field of materials science and technology. Most of the solid state devices developed in the last three decades are based on the motion of electrons (particularly in semiconductors), and this field is called electronics. In contrast, ionic solids have received little attention in the past. The field where the movement of ions is done in solids, it is called solid state ionics. Solid with high ionic conductivity are termed as “superionic solids” or “solid electrolyte” [1]. Since then, a large number of such solids have been discovered and numerous applications have been found, such as solid state batteries, fuel cells, memory devices, display panels, etc. In the future, the development of high density battery for vehicular traction and low density miniaturized batteries for device applications will be the most important impact of the research.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Temperatur Kalsinasi pada Pembentukan Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan Metode Solid State

Pengaruh Temperatur Kalsinasi pada Pembentukan Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan Metode Solid State

Abstrak —Sebuah sintesis material katoda Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan metode solid state telah selesai dilakukan. Bahan dasar yang digunakan adalah serbuk Lithium Carbonate sebagai sumber ion Li, Iron(III) Chloride Hexahydrate sebagai ion Fe, Di-ammonium Hydrogen Phosphate sebagai ion phosphate. Pada penelitian ini digunakan variasi temperatur kalsinasi yaitu 500°C, 550°C, 600°C, dan 700°C dengan waktu penahanan selama 10 jam. Karakterisasi dilakukan dengan mengunakan pengujian Difraktometer Sinar-X (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), Particle Size Analyzer (PSA), dan LCR Two Probe. Analisis data XRD dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak X’pert High Score Plus (HSP). Hasil analisis menunjukkan bahwa prosentase fasa olivine dan konduktivitas listrik tertinggi, yaitu 35% dan 0,0769 S/cm terbentuk pada temperatur kalsinasi 700 o C. Partikel material katoda LFP berukuran mikron dalam rentang 0,8 – 1,3μm seperti yang ditunjukkan berdasarkan pengujian Particle Size Analyzer (PSA).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

LITHIUM FERRO PHOSPHATEGRAFITE DENGAN VARIASI FRAKSI BERAT GRAFITE MELALUI PROSES SOLID STATE

LITHIUM FERRO PHOSPHATEGRAFITE DENGAN VARIASI FRAKSI BERAT GRAFITE MELALUI PROSES SOLID STATE

Metode solid-state reaction merupakan pencampuran bahan-bahan dasar dalam keadaan padat (serbuk) tanpa menggunakan pelarut. Reaksi ini memungkinkan reaktan dapat mengalami reaksi kimia tanpa pelarut. Reaksi solid- state lebih ekonomis, mudah dilakukan dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan pelarut sehingga tidak menimbulkan limbah sisa pelarutan. Namun dalam sintesis dengan menggunakan metode solid state akan memeperoleh struktur khusus dimana reaksi terjadi dalam fasa padat yang membutuhkan temperatur kalsinasi yang tinggi, energi yang tinggi, waktu proses pemanasan yang panjang dan dalam lingkungan atmosfer tertentu. Hal ini bertujuan agar bahan dasar atau bahan baku seluruhnya bereaksi menjadi material Lithium ferro phospate tanpa adanya pengotor (Toprakci, 2010).
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

BIO-DEGRADASI SELULOSA HASIL BIO-PRETREATMENT JERAMI PADI SECARA FERMENTASI PADAT MENGGUNAKAN ISOLAT ACTINOMYCETES AcP-1 DAN AcP-7 (BIODEGRADATION OF CELLULOSE IN SOLID STATE FERMENTATION PRE-TREATED RICE STRAW BY ACTINOMYCETES AcP-1 AND AcP-7 ISOLATE

BIO-DEGRADASI SELULOSA HASIL BIO-PRETREATMENT JERAMI PADI SECARA FERMENTASI PADAT MENGGUNAKAN ISOLAT ACTINOMYCETES AcP-1 DAN AcP-7 (BIODEGRADATION OF CELLULOSE IN SOLID STATE FERMENTATION PRE-TREATED RICE STRAW BY ACTINOMYCETES AcP-1 AND AcP-7 ISOLATE

Fermentasi fase padat atau sering disebut Solid State Fermentation (SSF) pertama kali dikenalkan oleh Takagi et al., (1977), yang telah berhasil mengkombinasikan enzim selulase dan yeast Sacharomyces cerevisiae untuk fermentasi gula menjadi etanol. Fermentasi fase padat dapat didefinisikan sebagai proses fermentasi yang melibatkan zat padat dalam suatu fasa cair (Moo-Young et al., 1983). Proses SSF sebenarnya hampir sama dengan proses hidrolisis dan proses fermentasi, tetapi proses hidrolisis dan fermentasi pada SSF dilakukan dalam satu tempat. Proses SSF membutuhkan bahan mentah alami sebagai sumber karbon dan bahan inert sebagai matriks padatan. Substrat padat (matrik) harus cukup akan kelembaban dan memiliki area permukaan substrat yang lebar.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Pembuatan dan Pencirian Poli(Asam Glikolat) Dengan Metode Solid State Polymerization

Pembuatan dan Pencirian Poli(Asam Glikolat) Dengan Metode Solid State Polymerization

medis sebagai mikrosfer dan benang jahit dalam pembedahan. Selain itu polisamglikolat juga dapat dibuat dengan metode polimerisasi kondensasi dari asam glikolat dan seperti yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode solid state polymerization dengan menggunakan garam natrium kloroasetat sebagai monomer. Pencirian dengan FTIR menunjukkan spektrum-spektrum yang diduga sebagai PGA (variasi 2) yaitu, uluran C-H pada bilangan gelombang 2993,3 cm -1 , C=O (gugus akhir asetat) 1631,7 cm -1 , C=O ester pada 1747,4 cm -1 , COO, C-H pada 1419,5 cm -1 , C-O (ester) pada 1245,9 cm -1 , dan C-OH (gugus akhir) pada 1095,5 cm -1 sedangkan untuk PGA variasi 8, tampak uluran C-H pada bilangan gelombang 2993,3 cm -1 , C=O (gugus akhir asetat) 1627,8 cm -1 , C=O ester pada 1743,5 cm -1 , COO, C-H pada 1419,5 cm -1 , C-O (ester) pada 1249,8 cm -1 , dan C-OH (gugus akhir) pada 1095,5 cm -1 . Informasi yang dapat diperoleh dari analisis termal dengan differential scanning calorymeter (DSC), PGA mempunyai titik transisi kaca 45- 50 o C dan titik leleh 200-230 o C. Berdasarkan analisis XRD, PGA yang dihasilkan mempunyai struktur berupa kristal.Penentuan viskositas intrinsik dilakukan dengan metode viskometri. PGA pada variasi 8 mempunyai viskositas intrinsik yang lebih tinggi dibandingkan dengan PGA variasi 2.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Modification of Pseudobrookite Fe2 XMnxTiO5 with Solid State Reaction Method using a Mechanical Milling

Modification of Pseudobrookite Fe2 XMnxTiO5 with Solid State Reaction Method using a Mechanical Milling

materials by solid-state reaction using a wet milling process. The addition of nickel (Mn) atoms is expected able to replace most of the position of the iron (Fe) atoms so that the interaction between the magnetic spin Fe 3+ ions with Mn 3+ occur it and can affect the magnetic properties of this material. Thus, the aim of this study is to synthesize and characterize pseudobrookite Fe 2-x Mn x TiO 5 material

13 Baca lebih lajut

Cr-DOPED ZnO Prepared by Solid State Reaction Method

Cr-DOPED ZnO Prepared by Solid State Reaction Method

In this paper, the effect of doped concentrations of Cr at ZnO powder has been studied using structur, magnetic and electrical properties has been investigated by X-Ray Diffractometer (XRD), Vibrating Sample Magnetometer (VSM), I-V and C-V measurements. The preparation of doped ZnO was using solid state reaction method with high speedshaker mill and continued with sintering at 900 0 C for 4 hours. Samples doped with Cr

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Doping Strontium (Sr) Pada Barium TItanat (BaTiO3) Terhadap Sifat Listrik Menggunakan Metode Solid State Reaction.

Pengaruh Doping Strontium (Sr) Pada Barium TItanat (BaTiO3) Terhadap Sifat Listrik Menggunakan Metode Solid State Reaction.

Alhamdulillahirabbil’alamin, Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala berkah, rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian serta penyusunan tesis dengan judul: “Pengaruh Doping Strontium (Sr) Pada Barium Titanat (BaTiO 3 ) Terhadap Sifat Listrik Menggunakan Metode Solid State Reaction ” yang

16 Baca lebih lajut

Show all 5156 documents...