SOLID STATE FERMENTATION (SSF)

Top PDF SOLID STATE FERMENTATION (SSF):

INVERTASE DARI Aspergillus niger DENGAN METODE SOLID STATE FERMENTATION DAN APLIKASI DI INDUSTRI: KAJIAN PUSTAKA Invertase of Aspergillus niger With Solid State Fermentation Method And The Application In Industry: A Review

INVERTASE DARI Aspergillus niger DENGAN METODE SOLID STATE FERMENTATION DAN APLIKASI DI INDUSTRI: KAJIAN PUSTAKA Invertase of Aspergillus niger With Solid State Fermentation Method And The Application In Industry: A Review

Enzim invertase merupakan salah satu jenis enzim hidrolase yang dapat menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim invertase telah banyak digunakan dalam industri pangan untuk produksi gula invert. Gula invert dijadikan sebagai bahan untuk produk coklat, permen, selai, madu buatan, dan pembuatan sirup invert (HFS). Enzim invertase juga digunakan dalam fermentasi molase menjadi etanol. Enzim invertase dapat diproduksi dari tanaman ataupun mikroorganisme. Mikroorganisme lebih dipilih karena biaya yang lebih murah, proses produksi cepat dan mudah dimodifikasi. Salah satu jenis mikroorganisme penghasil invertase yaitu Aspergillus niger. Enzim invertase memiliki karakteristik yang berbeda bergantung pada lingkungan mikroorganisme berasal. Aktivitas optimal enzim invertase berada pada kisaran suhu 25-60 0 C dan pH 4.00-5.50 Metode fermentasi yang sering digunakan dalam memproduksi invertase ada dua macam, yaitu Submerged (SmF) dan Solid State Fermentation (SSF). Produksi invertase ekstraselullar dengan metode SSF lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan produksi invertase dengan metode SmF.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DALAM BENTUK SLURRY MENGGUNAKAN Saccharomyces Cereviae DENGAN METODE (SOLID STATE FERMENTATION)SSF

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DALAM BENTUK SLURRY MENGGUNAKAN Saccharomyces Cereviae DENGAN METODE (SOLID STATE FERMENTATION)SSF

Increasing of world energy consumption and depleted of availability fossil fuel caused the development of energy goes thru renewable fuel and anvironment-friendly. Waste of agriculture such as pienapple peel can be utilized as raw material to produce bioethanol through fermentation. The aim of this research are to know the process of bioethanol production throuh solid state fermentation (SSF) from pienapple peel and to determine the yield of bioethanol produced using Saccharomyces Cereviae with various inoculum volume 10, 15 and 20 ml abd various fermentation time 18, 24 and 30 hours. Fermentation process conducted using Saccharomyces Cereviae because it has several advantages such as resistent to high concentration of ethanol, more tolerant to temperature and low pH.the result shows that the higher inoculum volume that inoculated to substrate the higher ethanol produced. The highest yield of bioethanol is 30,3819%v. At inoculum 20 ml. The optimum fermentation time obtained is 18 hours to all various inoculum volume.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON

UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON

Proses SSF ini, pertama kali dikenalkan oleh Takagi et al. (1977), yang berhasil mengkombinasikan enzim kitinase dan yeast S. cerevisiae untuk fermentasi gula menjadi etanol. Menurut Moo – Young et al (1983), fermentasi keadaan padat (solid state fermentation) merupakan proses fermentasi yang melibatkan zat padat dalam suatu fasa cair. Dalam penerapan bioteknologi alternatif, pemanfaatan SSF menggunakan actinomycetes pendegradasi kitin pada udang dapat digunakan sebagai bioenergi dan bioproduk yang bermanfaat dengan biaya produksi yang murah (Angenent et al., 2004, Das dan Singh 2004).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DALAM BENTUK SLURRY MENGGUNAKAN Zymomonas Mobilis DENGAN METODE SOLID STATE FERMENTATION(SSF)

PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DALAM BENTUK SLURRY MENGGUNAKAN Zymomonas Mobilis DENGAN METODE SOLID STATE FERMENTATION(SSF)

telahmemberikankesehatan, rahmatdankarunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Laporan Akhir yang berjudul “Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Nanas dalam Bentuk Slurry dengan Menggunakan Zymomonas Mobilis dengan Metode Solid State Fermentation (SSF) ” dengan baik dan tepat pada waktunya.Shalawat dan salam penulis haturkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW.

12 Baca lebih lajut

BIO-DEGRADASI SELULOSA HASIL BIO-PRETREATMENT JERAMI PADI SECARA FERMENTASI PADAT MENGGUNAKAN ISOLAT ACTINOMYCETES AcP-1 DAN AcP-7 (BIODEGRADATION OF CELLULOSE IN SOLID STATE FERMENTATION PRE-TREATED RICE STRAW BY ACTINOMYCETES AcP-1 AND AcP-7 ISOLATE

BIO-DEGRADASI SELULOSA HASIL BIO-PRETREATMENT JERAMI PADI SECARA FERMENTASI PADAT MENGGUNAKAN ISOLAT ACTINOMYCETES AcP-1 DAN AcP-7 (BIODEGRADATION OF CELLULOSE IN SOLID STATE FERMENTATION PRE-TREATED RICE STRAW BY ACTINOMYCETES AcP-1 AND AcP-7 ISOLATE

Fermentasi fase padat atau sering disebut Solid State Fermentation (SSF) pertama kali dikenalkan oleh Takagi et al., (1977), yang telah berhasil mengkombinasikan enzim selulase dan yeast Sacharomyces cerevisiae untuk fermentasi gula menjadi etanol. Fermentasi fase padat dapat didefinisikan sebagai proses fermentasi yang melibatkan zat padat dalam suatu fasa cair (Moo-Young et al., 1983). Proses SSF sebenarnya hampir sama dengan proses hidrolisis dan proses fermentasi, tetapi proses hidrolisis dan fermentasi pada SSF dilakukan dalam satu tempat. Proses SSF membutuhkan bahan mentah alami sebagai sumber karbon dan bahan inert sebagai matriks padatan. Substrat padat (matrik) harus cukup akan kelembaban dan memiliki area permukaan substrat yang lebar.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Characterization of Aspergillus Niger 65i6 lipase from solid-state fermentation using Jatropha seed cake medium | Hidayat | Indonesian Journal of Biotechnology 24195 48078 1 SM

Characterization of Aspergillus Niger 65i6 lipase from solid-state fermentation using Jatropha seed cake medium | Hidayat | Indonesian Journal of Biotechnology 24195 48078 1 SM

In enzyme production, the cost of m e d i u m s h o u l d a l s o b e t a k e n i n t o consideration. Agro-industrial wastes including wheat bran (Mahadik et al., 2002; Mahapatra et al., 2011), sugarcane bagasse (Rodriguez et al., 2006), and babassu cake (Silva et al., 2011) have been used as alternative media for the production of lipase using solid-state fermentation (SSF). Jatropha curcas seed cake is the by-product of oil extraction, containing a high concentration of protein and carbohydrates. It is very potential to be used as a source medium for C and N in the production of enzymes, especially lipase. Mahanta et al. (2008) used Jatropha curcas seed cake as a medium for lipase production from the bacteria Pseudomonas aeruginosa. However, fungi are much more suitable for solid-state fermentation since it creates a restricted condition that is almost similar to their natural environment.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON

UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON

Proses SSF ini, pertama kali dikenalkan oleh Takagi et al. (1977), yang berhasil mengkombinasikan enzim kitinase dan yeast S. cerevisiae untuk fermentasi gula menjadi etanol. Menurut Moo – Young et al (1983), fermentasi keadaan padat (solid state fermentation) merupakan proses fermentasi yang melibatkan zat padat dalam suatu fasa cair. Dalam penerapan bioteknologi alternatif, pemanfaatan SSF menggunakan actinomycetes pendegradasi kitin pada udang dapat digunakan sebagai bioenergi dan bioproduk yang bermanfaat dengan biaya produksi yang murah (Angenent et al., 2004, Das dan Singh 2004).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh volume inokulum pada produksi bioetanol dari kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L. var. kapok kuning) menggunakan Zymomonas mobilis dengan metode Solid State Fermentation (SSF).

Pengaruh volume inokulum pada produksi bioetanol dari kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L. var. kapok kuning) menggunakan Zymomonas mobilis dengan metode Solid State Fermentation (SSF).

Berdasarkan hasil analisa didapatkan etanol dari fermentasi kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) varietas kuning dengan metode Solid State Fermentation (SSF) tertinggi dengan kadar 27,22% dengan volume inokulum sebanyak 20 ml. Kadar etanol yang dihasilkan bergantung pada kadar glukosa dalam hal ini gula reduksi sehingga sebelum dilakukan fermentasi, peneliti berinisiatif untuk menambahkan konsentrasi glukosa sebanyak 100gram/L. Peneliti juga melakukan fermentasi pada bubur kulit pisang kepok tanpa menambahkan glukosa (kontrol) dengan volume inokulum sebanyak 20 ml sebagai pembanding pada perlakukan variasi volume inokulum 20 ml, setelah dilakukan pengujian ternyata kadar etanol 2,09% (Lampiran 4). Hal ini menunjukkan bahwa kadar etanol yang dihasilkan suatu bahan akan meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi glukosa begitupun sebaliknya.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

AKTIVITAS KERATINOLITIK Aspergillus niger PADA TEPUNG BULU AYAM MENGGUNAKAN SOLID STATE FERMENTATION (SSF)

AKTIVITAS KERATINOLITIK Aspergillus niger PADA TEPUNG BULU AYAM MENGGUNAKAN SOLID STATE FERMENTATION (SSF)

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Aktivitas Keratinolitik Aspergillus niger Pada Tepung Bulu Ayam Menggunakan Solid State Fermentation (SSF)” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsaha dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

52 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sumber Bahan Baku Bioetanol - PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DALAM BENTUK SLURRY MENGGUNAKAN Saccharomyces Cereviae DENGAN METODE (SOLID STATE FERMENTATION)SSF - POLSRI REPOSITORY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sumber Bahan Baku Bioetanol - PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT NANAS DALAM BENTUK SLURRY MENGGUNAKAN Saccharomyces Cereviae DENGAN METODE (SOLID STATE FERMENTATION)SSF - POLSRI REPOSITORY

2.8 Distilasi Distilasi adalah suatu metode operasi yang digunakan pada proses pemisahan suatu komponen dari campurannya berdasarkan titik didih masing-masing komponen dengan menggunak[r]

19 Baca lebih lajut

Pembuatan Bioetanol Dari Eceng Gondok Dengan Proses Hidrolisis, Fermentasi, Dan Ekstraksi Secara Terpadu

Pembuatan Bioetanol Dari Eceng Gondok Dengan Proses Hidrolisis, Fermentasi, Dan Ekstraksi Secara Terpadu

Sari E, Syamsiah S, Sulistyo H, dan Muslikin. “The Kinetic of Biodegradation Lignin in Water Hyacinth (Eichhornia Crassipes) by Phanerochaete Chrysosporium using Solid State Fermentation (SSF) Method for Bioethanol Production, Indonesia”. World Academy of Science, Engineering and Technology. Vol. 54, 2011: 249 – 252.

10 Baca lebih lajut

The Production of Tannin Acyl Hydrolase from Aspergillus niger

The Production of Tannin Acyl Hydrolase from Aspergillus niger

Hatamoto O, Watarai T, Kikuchi K, Misusawa HS. 1996. Cloning and sequencing of the gene encoding tannase and structural study of the tannase subunit from Aspergillus oryzae. Gene 175:215-221. Holker U, Hofer M, Lenz J. 2004. Biotechnological advantages of laboratory scale solid state fermentation with fungi. Appl Microbiol Biotechnol 64:175-186.

4 Baca lebih lajut

Print this article 177 751 2 PB

Print this article 177 751 2 PB

For instance, the rapeseed peptides using solid state fermentation method displayed high activities of scavenging free radicals, which exists glutamic acid 19.5%, lysine 7.6% and proline[r]

10 Baca lebih lajut

Tropical wood-decaying fungi as a means of conversion of agricultural plant residues: Influence of the incubation temperature on the activities of ligninolytic enzymes

Tropical wood-decaying fungi as a means of conversion of agricultural plant residues: Influence of the incubation temperature on the activities of ligninolytic enzymes

ligninolytic microorganisms in a solid state fermentation process may help to overcome this problem. The aim of this work was to determine the influence of the incubation temperature on the production of extracellular ligninolytic enzymes and the degradation of lignocellulose by selected tropical fungi. Four wood-inhabiting fungi, Auricularia sp., Coriolus versicolor, Lentinus edodes and Polyporus sp., were grown on wheat straw for five weeks at 18°C, 25°C or 30°C, respectively. The activities of extracellular

6 Baca lebih lajut

Print this article 156 736 1 PB

Print this article 156 736 1 PB

Indonesian people have local wisdom in processing cassava. Various traditional processing process commonly done by the community is making cassava tape, growol, tiwul, gatot, kabuto, etc. Some of the traditional processing is a fermentation process involving various microbes such as bacteria, yeasts, and molds. One of the local isdo of processi g is gadu ga pohu g processing. Gadu ga pohu g processi g consists of soaking cassava chips followed by solid fermentation (solid state fermentation). This processing produces a white cassava product. Cassava bitter can be processed through gadu ga pohung so it is safe for consumption (Harijono and Wulan, 2008).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Temperatur Kalsinasi pada Pembentukan Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan Metode Solid State

Pengaruh Temperatur Kalsinasi pada Pembentukan Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan Metode Solid State

Abstrak —Sebuah sintesis material katoda Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan metode solid state telah selesai dilakukan. Bahan dasar yang digunakan adalah serbuk Lithium Carbonate sebagai sumber ion Li, Iron(III) Chloride Hexahydrate sebagai ion Fe, Di-ammonium Hydrogen Phosphate sebagai ion phosphate. Pada penelitian ini digunakan variasi temperatur kalsinasi yaitu 500°C, 550°C, 600°C, dan 700°C dengan waktu penahanan selama 10 jam. Karakterisasi dilakukan dengan mengunakan pengujian Difraktometer Sinar-X (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), Particle Size Analyzer (PSA), dan LCR Two Probe. Analisis data XRD dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak X’pert High Score Plus (HSP). Hasil analisis menunjukkan bahwa prosentase fasa olivine dan konduktivitas listrik tertinggi, yaitu 35% dan 0,0769 S/cm terbentuk pada temperatur kalsinasi 700 o C. Partikel material katoda LFP berukuran mikron dalam rentang 0,8 – 1,3μm seperti yang ditunjukkan berdasarkan pengujian Particle Size Analyzer (PSA).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Producing CaCu3Ti4O12 Doped Lanthanum (III) Acetate Hydrate Via Solid State Reactions.

Producing CaCu3Ti4O12 Doped Lanthanum (III) Acetate Hydrate Via Solid State Reactions.

materials developed for La doped CCTO will also covered. In the previous research done the other researchers in produce CCTO, Calcium (Ca) is used as base material. This purpose of research studies will try to doping the base materials alternatively use La and to get a result whether dielectric materials can be produce, in other hands to get a better dielectric material than CCTO. The properties in this compound will have a differential then others doped CCTO produce with other researchers, because it depending on the parameters or doping materials state by the researcher.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 5526 documents...