Stabilisasi tanah dengan semen

Top PDF Stabilisasi tanah dengan semen:

Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Semen Dan Pasir Laut

Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Semen Dan Pasir Laut

Sedangkan penelitian tanah lempung dengan pencampuran semen dan pasir laut belum pernah di teliti dan penelitian ini masih bersifat asli. Dalam hal ini diperlukan penelitian pengaruh penambahan semen dan pasir laut pada sifat-sifat mekanis tanah lempung. Pembahsan pada tulisan ini dibatasi pada “stabilisasi tanah lempung dengan semen dan pasir laut” dengan perhitungan – perhitungan kesetabilan tanah lempung ekspansif tersebut bila di tambah dengan semen dan pasir laut. Dalam penulisan ini penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan semendan pasir laut pada sifat – sifat mekanis tanah lempung. Manfaat penelitian ini adalah 1)Menambah pengetahuan penulis tantang kestabilan tanah lempung bila di campur dengan semen dan pasir laut. 2)Membantu mempermudah mengatasi salah satu permasalahan dalam pembangunan jalan, dengan menyetabilkan tanah lempung yang di temui dalam pembangunan suatu jalan.
Show more

7 Read more

Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Semen dan Renolith

Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Semen dan Renolith

Tanah pada Universitas Islam “45” Bekasi merupakan jenis tanah lempung yang mempunyai nilai CBR yang rendah sehingga secara strukturil tanah tersebut tidak layak diadakan suatu pembangunan. Upaya meningkatkan kualitas tanah salah satunya yaitu stabilisasi tanah menggunakan semen dan renolith. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pengujian tanah secara langsung di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Islam “45” Bekasi. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanah, berat jenis tanah, indeks plastisitas, CBR, UCS dan direct shear tanah asli dan tanah stabilisasi. Proses stabilisasi tanah ini dilakukan dengan cara mencampur tanah asli menggunakan semen dan renolith dengan variasi persentase 10% semen dan renolith 3%, 6 % terhadap berat kering tanah. Nilai CBR tertinggi didapat pada variasi 10% semen tanpa renolith dengan peningkatan nilai CBR sebesar 552,35% terhadap nilai CBR tanah asli. Begitu pula pada nilai UCS, peningkatan nilai UCS tertinggi terdapat pada variasi 10% semen tanpa renolith yaitu sebesar 163,33% terhadap nilai UCS tanah asli. Hasil pengujian direct shear menunjukkan peningkatan nilai sudut geser sebesar 1% terhadap tanah asli pada variasi 10% semen dan 6% renolith. Dengan adanya penambahan semen dan renolith mampu meningkatkan nilai mekanik tanah sehingga dapat digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah untuk subgrade jalan raya.
Show more

16 Read more

STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN SEMEN DAN PASIR LAUT

STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN SEMEN DAN PASIR LAUT

Kunci Utama : Stabilisasi, Tanah Lempung, semen dan pasir Abstract: Based on the times the need for careful consideration of the environment around us. Both in the review in terms of economy, industry, agriculture, social, cultural and defense security to be leveling development outcomes will be achieved. Factors supporting these areas is the availability of an adequate road traffic in order to smooth transportation of goods and people. On the other hand to meet the needs of road infrastructure should be review or analysis back when confronted with clay soil stabilization conditions is low, so the cost of which is issued for road maintenance will be higher. Therefore in need through quality improvement efforts penghemetan Yanah on its use for road construction, especially road base by way of mixing the soil with cement and sand. research that we have done with mnggunakan addition of cement and sand and the sea, with a cement content of 8%, 10%, 12%, 14%, and 16% can result in the addition of as much as 14% cement content is the addition that produces the best quality.
Show more

7 Read more

STABILISASI TANAH SEMEN DAN TANAH KAPUR DENGAN VARIASI INDEKS PLASTISITAS

STABILISASI TANAH SEMEN DAN TANAH KAPUR DENGAN VARIASI INDEKS PLASTISITAS

Dari grafik 2 terlihat bahwa pada stabilisasi tanah-semen, nilai UCS menurun sejalan dengan peningkatan nilai PI tanah pada kadar semen yang sama. Hal ini disebabkan oleh tanah dengan PI yang lebih tinggi, jumlah butirnya lebih banyak dan permukaan bidang sentuh antar butir 2(3CaO.SiO 2 ) + 6H 2 O

6 Read more

EFEKTIFITAS PENAMBAHAN PASIR SEMEN DAN STABILIZER PADA STABILISASI TANAH

EFEKTIFITAS PENAMBAHAN PASIR SEMEN DAN STABILIZER PADA STABILISASI TANAH

Tanah lanau berplastisitas tinggi umumnya memiliki daya dukung rendah. Pemadatan, penambahan pasir untuk memperbaiki gradasi dan semen merupakan metode stabilisasi yang sering dilakukan pada tanah dengan daya dukung rendah. Zat tambahan sering ditambahkan untuk memaksimalkan hasil stabilisasi tanah-semen dan disebut sebagai stabilizer. Seta, 2006 menunjukkan bahwa penambahan 50 % pasir pada tanah lempung ekpansif mampu meningkatkan nilai CBR terendam dari 1,3 % menjadi 2,1 %, namun demikian potensi mengembang meningkat dari 13,7 % menjadi 17,4 %. Penambahan semen akan meningkatkan ikatan antar partikel dan nilai kuat tekan bebas (Unconfine Compression Test, UCS) tanah-semen, namun demikinan bertambahnya jumlah butiran halus tanah akan menurunkan nilai UCS tanah-semen (Tatt dan Ali, 2004). Menurut Noor, 1994 perbaikan gradasi dengan cara menambahkan pasir pada akan meningkatkan kinerja stabilisasi semen pada tanah tanah lempung. Stabiliasi semen juga efektif untuk tanah lanau berpasir (Sen, dkk., 2011). Widodo, dan Qosari, 2011 menunjukkan penambahan
Show more

7 Read more

STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN CAMPURAN SEMEN DAN FLY ASH

STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN CAMPURAN SEMEN DAN FLY ASH

Pada penelitian ini, peneliti akan menggunakan semen dan fly ash sebagai bahan tambah stabilisasi tanah lempung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan sifat fisik pada tanah lempung di Tenayan Raya, Pekanbaru dan mengetahui pengaruh penambahan semen dan fly ash terhadap tanah lempung.

10 Read more

STABILISASI TANAH LEMPUNG DESA NIUKBAUN MENGGUNAKAN CAMPURAN TANAH KAPUR DAN SEMEN

STABILISASI TANAH LEMPUNG DESA NIUKBAUN MENGGUNAKAN CAMPURAN TANAH KAPUR DAN SEMEN

Sir, T. M. W., et.al., “Stabilisasi Tanah Lempung Desa Niukbaun dengan Menggunakan Campuran Tanah Kapur dan Semen” 180 PENDAHULUAN Latar Belakang Tanah lempung merupakan tanah dengan ukuran mikroskopis sampai dengan sub mikroskopis yang berasal dari pelapukan unsur-unsur kimiawi penyusun batuan. Tanah lempung sangat keras dalam keadaan kering, dan bersifat plastis pada kadar air sedang, sedangkan pada kadar air yang lebih tinggi tanah lempung akan bersifat lengket (kohesif) dan sangat lunak (Ningsih D, 2016). Sifat-sifat yang dimiliki tanah lempung yaitu antara lain ukuran butiran halus lebih kecil dari 0,002 mm, permeabilitas rendah,kenaikan air kapiler tinggi, bersifat sangat kohesif, kadar kembang susut yang tinggi dan proses konsolidasi lambat (Hardiyatmo, 2006).Tanah yang akan dipergunakan dalam pekerjaan Teknik Sipil memiliki beberapa kriteria, di antaranya haruslah mempunyai indeks plastisitas <17% (Hardiyatmo, 1992), karena tanah yang mempunyai indeks plastisitas >17% dapat mempengaruhi masalah teknis, sifat tanah ini mudah menyerap air dan menyebabkan kembang susut yang besar.Tanah dengan indeks plastis >17% dikategorikan sebagai tanah lempung (Hardiyatmo, 2006). Selain indeks plastisitas, harga CBR juga sangat berpengaruh terhadap daya dukung tanah sebagai lapisan tanah dasar/subgrade. Makin besar harga CBR tanah maka makin besar kemampuan tanah untuk mendukung beban kendaraan tanpa mengalami deformasi berarti. Depertemen Pekerjaan Umum telah memberi batasan nilai kekuatan CBR untuk tanah dasar subgrade minimal 3% untuk CBR terendam dan 6% untuk CBR tak terendam (Wesley, 2010).Jenis tanah di Desa Niukbaun Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang yang diklasifikasi menurut USCS termasuk kelompok CH yang merupakan tanah lempung tak organik dengan plastisitas tinggi
Show more

14 Read more

PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI PENGGANTI SEMEN PADA METODA STABILISASI TANAH SEMEN Idharmahadi Adha

PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI PENGGANTI SEMEN PADA METODA STABILISASI TANAH SEMEN Idharmahadi Adha

Penambahan abu sekam padi pada tanah cenderung meningkatkan daya dukung tanah, karena sekam masih dapat berfungsi sebagai pengikat antara partikel-partikel tanah dengan senyawa kimia yang terkandung pada abu sekam padi. Ikatan antara partikel pada tanah menyebabkan rongga pada tanah semakin kecil sehingga menguatkan daya dukung pada tanah tersebut. Oleh karena itu, abu sekam padi merupakan zat pencampur yang cukup baik untuk memperkuat daya dukung tanah tetapi memerlukan bahan pencampuran lain untuk lebih meningkatkan nilai CBR sesuai yang diinginkan seperti semen dan kapur. Pada penambahan semen dan abu sekam padi (abu sekam padi sebagai pengganti semen), secara bertahap nilai CBR meningkat seiring penambahan kadar campuran tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa bila sebahagian semen diganti dengan abu sekam padi, maka tingkat daya dukung campuran tanah tetap tinggi. Dalam penelitian ini, sepertiga bagian semen yang digunakan digantikan oleh abu sekam padi. Ternyata bahwa pada penambahan kadar campuran 9% (3% abu sekam padi dan 6% semen), nilai CBR mencapai 120% atau lebih dari 100% untuk memenuhi persyaratan minimal spesifikasi teknis stabilisasi tanah sebagai lapis pondasi pada konstruksi jalan raya. Hal ini dimungkinkan terjadi, karena sebahagian unsur-unsur yang terkandung dalam abu sekam padi seperti Silika Oksida (SiO2), Calcium Oksida (CaO), Alumunium Oksida (Al2O3) dan Magnesium Oksida (MgO) ada terkandung dalam komposisi pembentuk semen, sehingga walaupun terjadi pengurangan kadar semen, abu sekam padi tetap memberi kontribusi terhadap proses sementasi pada sementasi pengikatan senyawa kimia.
Show more

8 Read more

Pengaruh Penambahan Semen Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Terhadap Kecepatan Permeabilitas Pada Tanah Pasir Kelempungan

Pengaruh Penambahan Semen Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Terhadap Kecepatan Permeabilitas Pada Tanah Pasir Kelempungan

Stabilisasi tanah dilakukan untuk meningkatkan mutu tanah tersebut, yang diharapkan hasilnya akan mengikat dan sesuai ketentuan disatukan partikel material yang ada.. Karakteristik dari tanah pasir kelempungan yang berbeda dari tanah jenis lainnya, permeabilitas tinggi, ukuran butir yang relatif seragam serta daya ikat butiran yang lemah. Oleh sebab itu dilakukan stabilisasi tanah pasir kelempungan dengan bahan campur semen dalam beberapa variasi; 2%, 4% dan 6%. yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kecepatan permeabiltas tanah pasir kelempungan setelah ditambahkan semen portland sebagai bahan tambah untuk stabilisasi.
Show more

5 Read more

PENGARUH PENAMBAHAN BENTONITE DAN SEMEN DALAM PROSES STABILISASI TANAH DASAR(SUBGRADE)

PENGARUH PENAMBAHAN BENTONITE DAN SEMEN DALAM PROSES STABILISASI TANAH DASAR(SUBGRADE)

Kegagalan konstruksi jalan raya yang banyak terjadi, salah satunya akibat buruknya kualitas tanah dasar (subgrade). Diperlukan proses stabilisasi untuk memperbaiki kualitas tanah. Diharapkan dengan adanya tambahan bentonite sebesar 4%, 8%, dan 12% pada campuran tanah dan semen 2%. mampu memperbaiki karakteristik fisik dan mekanik tanah. Metode pengujian laboratorium yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan SNI dan ASTM. Permasalahan, sampai sejauh mana pengaruh bentonite sebagai bahan stabilisasi? Hasil Penelitian menunjukkan ketika tanah asli ditambahkan semen 2%, kualitas karakteristik fisik dan mekanik tanah mengalami peningkatan. Terlihat dari naiknya berat jenis sebesar 10%, Indeks Plastis turun 11% , kadar air optimum turun 5%, Qu naik 80%, harga CBR naik 100%, dan swelling potential mengalami penurunan sebesar 4% dari tanah asli. Dengan penambahan bentonite dan semen 2%pada tanah asli mengalami penurunankualitas karakteristik fisik dan mekanik. Berat jenis turun sebesar 4%, Indeks Plastisitas (IP) bertambah 35%, kadar air optimum mengalami peningkatan11%, berat isi kering (γd) turun 1,4%, nilai CBR naik 100%, swelling potensialmengalami peningkatan 30% dan nilai Qu pada penelitian UCS mengalami kenaikan 82%.Berdasarkan hasil analisis, maka material stabilisasi tanah dasar (subgrade) sebaiknya hanya dengan menggunakan semen saja.Penambahan bentonite tidak membantu menstabilkan tanah, karena daya serap bentonite terhadap air yang tinggi sehingga tingkat plastis dan kembang susutnya tinggi. Jadi bentonite hanya dapat digunakan sebagai fuller atau bahan pengisi.
Show more

10 Read more

Analisis Perbandingan Penggunaan Limbah Gypsum Dengan Semen Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung

Analisis Perbandingan Penggunaan Limbah Gypsum Dengan Semen Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung

Dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi sipil dilapangan sering dijumpai masalah- masalah teknis yang berkaitan dengan tanah. Tanah harus mampu menahan beban yang akan bekerja diatasnya. Salah satu jenis tanah yang kurang menguntungkan adalah tanah lempung karena permeabilitasnya rendah sehingga proses konsolidasi terjadi dalam waktu lama, sifat kembang susut tinggi dan sangat berpengaruh terhadap perubahan kadar air. Tingginya nilai plastisitas mengakibat tanah lempung memiliki daya dukung yang rendah dan mudah mengalami perubahan bentuk sehingga terjadi penurunan (settlement) yang tidak merata. Ada beberapa metode perbaikan tanah yang sering digunakan untuk meningkatkan kapasitas daya dukung tanah, yaitu stabilisasi secara mekanis dan kimiawi (bahan tambah). Bahan tambah yang sering digunakan untuk bahan stabilisasi adalah semen, kapur, abu terbang, bitumen, dan bahan kimia lainnya. Penggunaan semen sebagai bahan stabilisasi telah banyak diterapkan karena semen mudah didapatkan. Akan tetapi harga semen relatif mahal sehingga diperlukan bahan alternatif lain sebagai bahan stabilisasi tanah untuk memperkecil biaya penggunaan bahan stabilisasi. Pada penelitian ini digunakan limbah gypsum sebagai bahan stabilisasi untuk meningkatkan stabilitas tanah lempung diwilayah Kelurahan Selindung, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. Penambahan limbah gypsum ini diharapkan dapat mempercepat proses penurunan konsolidasi tanah
Show more

16 Read more

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN LIMBAH GYPSUM DENGAN SEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN LIMBAH GYPSUM DENGAN SEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG

Tanah lempung merupakan tanah yang banyak bermasalah karena mempunyai plastisitas yang tinggi dan permeabilitas yang rendah sehingga proses konsolidasi membutuhkan waktu yang lama. Sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah dengan proses stabilisasi. Pada penelitian ini, stabilisasi untuk tanah lempung menggunakan limbah gypsum dengan tiga variasi campuran yaitu 5%, 10% dan 15% dari berat tanah kering. Tanah lempung yang telah dicampur dengan limbah gypsum diperam selama 7 hari, kemudian dilakukan pengujian konsolidasi satu dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah gypsum terhadap parameter hasil uji konsolidasi dan perbandingan penggunaan limbah gypsum dengan semen sebagai bahan stabilisasi tanah lempung ditinjau dari parameter hasil uji konsolidasi, penurunan konsolidasi dan biaya yang yang harus dikeluarkan. Dari hasil pengujian konsolidasi tanah asli didapat nilai koefisien konsolidasi (C v ) sebesar 0,0318 cm
Show more

15 Read more

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN LIMBAH GYPSUM DENGAN SEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN LIMBAH GYPSUM DENGAN SEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG

PENDAHULUAN Dalam pelaksanaan pekerjaan kontruksi sipil dilapangan sering dijumpai masalah- masalah teknis yang berkaitan dengan tanah. Tanah harus mampu menahan beban yang akan bekerja diatasnya. Salah satu jenis tanah yang kurang menguntungkan adalah tanah lempung karena permeabilitasnya rendah sehingga proses konsolidasi terjadi dalam waktu lama, sifat kembang susut tinggi dan sangat berpengaruh terhadap perubahan kadar air. Tingginya nilai plastisitas mengakibat tanah lempung memiliki daya dukung yang rendah dan mudah mengalami perubahan bentuk sehingga terjadi penurunan (settlement) yang tidak merata. Ada beberapa metode perbaikan tanah yang sering digunakan untuk meningkatkan kapasitas daya dukung tanah, yaitu stabilisasi secara mekanis dan kimiawi (bahan tambah). Bahan tambah yang sering digunakan untuk bahan stabilisasi adalah semen, kapur, abu terbang, bitumen, dan bahan kimia lainnya. Penggunaan semen sebagai bahan stabilisasi telah banyak diterapkan karena semen mudah didapatkan. Akan tetapi harga semen relatif mahal sehingga diperlukan bahan alternatif lain sebagai bahan stabilisasi tanah untuk memperkecil biaya penggunaan bahan stabilisasi. Pada penelitian ini digunakan limbah gypsum sebagai bahan stabilisasi untuk meningkatkan stabilitas tanah lempung diwilayah Kelurahan Selindung, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang. Penambahan limbah gypsum ini diharapkan dapat mempercepat proses penurunan konsolidasi tanah
Show more

16 Read more

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN LIMBAH GYPSUM DENGAN SEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN LIMBAH GYPSUM DENGAN SEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG

Tanah lempung merupakan tanah yang banyak bermasalah karena mempunyai plastisitas yang tinggi dan permeabilitas yang rendah sehingga proses konsolidasi membutuhkan waktu yang lama. Sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah dengan proses stabilisasi. Pada penelitian ini, stabilisasi untuk tanah lempung menggunakan limbah gypsum dengan tiga variasi campuran yaitu 5%, 10% dan 15% dari berat tanah kering. Tanah lempung yang telah dicampur dengan limbah gypsum diperam selama 7 hari, kemudian dilakukan pengujian konsolidasi satu dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah gypsum terhadap parameter hasil uji konsolidasi dan perbandingan penggunaan limbah gypsum dengan semen sebagai bahan stabilisasi tanah lempung ditinjau dari parameter hasil uji konsolidasi, penurunan konsolidasi dan biaya yang yang harus dikeluarkan. Dari hasil pengujian konsolidasi tanah asli didapat nilai koefisien konsolidasi (C v ) sebesar 0,0318 cm 2 /detik, nilai indeks kompresi (C c ) sebesar 0,0086 dan
Show more

12 Read more

STUDI STABILISASI TANAH LUNAK MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU BATU GUNUNG DAN SEMEN

STUDI STABILISASI TANAH LUNAK MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU BATU GUNUNG DAN SEMEN

Kata Kunci : Stabilisasi tanah, semen, abu batu gunung, UCT (Unconfined Compression Test) A. PENDAHULUAN Beberapa kontruksi jalan raya dibangun di atas tanah lunak. Daya dukung tanah yang berkadar lunak tinggi sangat sensitif terhadap pengaruh air, dalam keadaan kering mempunyai daya dukung tinggi dan dalam keadaaan jenuh akan mempunyai daya dukung yang rendah serta kuat geser tanah turun. Akibat perilaku tersebut, jalan yang dibangun di atas tanah lunak sering mengalami kerusakan, misalnya jalan retak dan bergelombang maupun penurunan badan jalan sebelum mencapai umur rencana.
Show more

10 Read more

PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI PENGGANTI SEMEN PADA METODA STABILISASI TANAH SEMEN. Idharmahadi Adha 1. Abstract

PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI PENGGANTI SEMEN PADA METODA STABILISASI TANAH SEMEN. Idharmahadi Adha 1. Abstract

Gambar 1. Perbandingan Nilai CBR Tanah Campuran Penambahan abu sekam padi pada tanah cenderung meningkatkan daya dukung tanah, karena sekam masih dapat berfungsi sebagai pengikat antara partikel-partikel tanah dengan senyawa kimia yang terkandung pada abu sekam padi. Ikatan antara partikel pada tanah menyebabkan rongga pada tanah semakin kecil sehingga menguatkan daya dukung pada tanah tersebut. Oleh karena itu, abu sekam padi merupakan zat pencampur yang cukup baik untuk memperkuat daya dukung tanah tetapi memerlukan bahan pencampuran lain untuk lebih meningkatkan nilai CBR sesuai yang diinginkan seperti semen dan kapur. Pada penambahan semen dan abu sekam padi (abu sekam padi sebagai pengganti semen), secara bertahap nilai CBR meningkat seiring penambahan kadar campuran tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa bila sebahagian semen diganti dengan abu sekam padi, maka tingkat daya dukung campuran tanah tetap tinggi. Dalam penelitian ini, sepertiga bagian semen yang digunakan digantikan oleh abu sekam padi. Ternyata bahwa pada penambahan kadar campuran 9% (3% abu sekam padi dan 6% semen), nilai CBR mencapai 120% atau lebih dari 100% untuk memenuhi persyaratan minimal spesifikasi teknis stabilisasi tanah sebagai lapis pondasi pada konstruksi jalan raya. Hal ini dimungkinkan terjadi, karena sebahagian unsur-unsur yang terkandung dalam abu sekam padi seperti Silika Oksida (SiO2), Calcium Oksida (CaO), Alumunium Oksida (Al2O3) dan Magnesium Oksida (MgO) ada terkandung dalam komposisi pembentuk semen, sehingga walaupun terjadi pengurangan kadar semen, abu sekam padi tetap memberi kontribusi terhadap proses sementasi pada sementasi pengikatan senyawa kimia.
Show more

8 Read more

PENDAHULUAN  Pemanfaatan Campuran Pasir Dan Semen Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Tanon Sragen.

PENDAHULUAN Pemanfaatan Campuran Pasir Dan Semen Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Tanon Sragen.

sebagaimana data diatas adalah merupakan tanah yang tidak baik apabila digunakan sebagai pondasi jalan raya, selain kuat dukungnya rendah juga dapat sensitif jika terjadi perubahan kadar air, sehingga kondisi tanah tidak stabil. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan pencampuran pasir dan semen sebagai bahan stabilisasi tanah lempung tersebut.

5 Read more

Stabilisasi Tanah Dengan Fly Ash Dan Semen Untuk Badan Jalan Pltu Asam-asam

Stabilisasi Tanah Dengan Fly Ash Dan Semen Untuk Badan Jalan Pltu Asam-asam

Pemanfaatan limbah batubara (fly ash) yang sangat besar jumlahnya dari PLTU Asam-Asam sebagai bahan stabilisasi tanah yang kurang baik pada badan jalan di PLTU Asam-Asam. Hasil CBR tanah asli kondisi rendam sebesar 3,52 %. Nilai CBR tanah asli tersebut tidak memenuhi batas minimum yang ditetapkan dalam SNI 03-1744-1989 yaitu sekurang-kurangnya 6%. Selain sebagai stabilisasi tanah dapat digunakan untuk mengatasi pencemaran lingkungan, tetapi tepatnya berapa banyak fly ash yang digunakan agar tidak mencemari lingkungan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Dalam penelitian ini metode stabilisasi kimiawi digunakan sebagai cara untuk memperbaiki kondisi tanah dasar yaitu dengan mencampur tanah asli dengan stabilizing agent berupa campuran semen dan fly ash kelas F dalam berbagai variasi yaitu 4%PC+5%FA, 4%PC+8%FA, 4%PC+10%FA, 2%PC+7%FA, dan 4.5%PC+ 8%FA terhadap berat kering tanah. Hasil pengujian tanah dalam kondisi asli menunjukkan bahwa tanah diklasifikasikan sebagai tanah lempung dengan plastisitas tinggi / kelompok CH menurut Unified System dan A-7-6 menurut AASHTO. Hasil uji CBR dengan berbagai variasi campuran dalam kondisi rendam (soaked) dan waktu peram 0 hari, 4 hari dan 7 hari menunjukkan adanya kenaikan berkisar antara (5,51 ± 16,31)%. Dipilih campuran optimum 4%PC+8%FA peram 4 hari yang menghasilkan nilai CBR sebesar 14,80% meskipun lebih kecil 2.5% dibandingkan nilai CBR maksimum pada campuran 4.5%PC+8%FA peram 4 hari sebesar 16.31% dengan pertimbangan penggunaan semen efisien. Disimpulkan bahwa campuran 4%PC + 8%FA dapat digunakan sebagai stabilizing agent pada subgrade badan jalan PLTU Asam-Asam sekaligus untuk mengurangi limbah batubara.
Show more

8 Read more

STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0 DAN 0.25 MENGGUNAKAN SEMEN

STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0 DAN 0.25 MENGGUNAKAN SEMEN

Ghosh dkk (2011), telah melakukan penelitian tentang stabilisasi tanah menggunakan semen dengan cara Deep Cement Mixing (DCM). DCM adalah cara umum yang digunakan untuk mengurangi kompresibilitas dan meningkatkan nilai tegangan pada tanah lempung di lapangan. Pengujian ini dilakukan untuk mengestimasi kekuatan dari stabilisasi semen-tanah. Sampel tanah diambil dari empat daerah di India, yaitu daerah Cochin, Bhavnagar, Haldia dan Chennai. Tipe tanah dari setiap daerah diklasifikasikan sebagai CH, CH-MH, MH dan CH-MH. Lempung distabilisasi dengan variasi proporsi semen dan variasi masa perawatan. Variasi proporsi semen yang digunakan yaitu 8% sampai 15%. Proporsi semen dicampur dengan berat kering tanah dan dikondisikan pada kadar air batas cair. Pengujian kuat tekan silinder hasil stabilisasi tanah-semen dilakukan pada 7, 14, 28 dan 56 hari. Dari hasil pengujian diketahui bahwa kadar air sangat mempengaruhi kekuatan tanah. Dimana kekuatan akan menurun seiring meningkatnya kadar air dalam tanah. Untuk efek dari masa perawatan menunjukkan bawah kekuatan yang dihasilkan dari uji UCS dapat meningkat seiring bertambahnya masa perawatan pada empat jenis smpel tanah yang digunakan.
Show more

5 Read more

STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 1 DAN 1.25 MENGGUNAKAN SEMEN

STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 1 DAN 1.25 MENGGUNAKAN SEMEN

Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekuatan dan memperbaiki karakteristik dari lempung plastisitas tinggi. Pada penelitian ini, terfokus pada stabilisasi tanah menggunakan semen dengan Faktor Air Semen (FAS) 20%, mengkontrol kadar air pada indeks likuiditas (LI) = 1 dan LI = 1.25 dan variasi semen:tanah (5%, 10%, dan 15%). Pada hasil stabilisasi dilakukan perawatan selama 0, 3, 7 dan 14 hari pada keadaan tak-terendam dan terendam, kemudian dilakukan pengujian kuat tekan silinder (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan tanah meningkat dengan meningkatnya proporsi semen:tanah dan meningkatnya masa perawatan, kemudian menurun dengan meningkatnya kadar air tanah. Ini terbukti bahwa penggunaan semen dengan variasi semen:tanah dapat meningkatkan kekuatan tanah pada tanah lempung plastisitas tinggi.
Show more

5 Read more

Show all 10000 documents...