status identitas diri

Top PDF status identitas diri:

PENCAPAIAN STATUS IDENTITAS DIRI PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN

PENCAPAIAN STATUS IDENTITAS DIRI PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN

Identitas diri remaja adalah gagasan, pendapat, penilaian seseorang tentang siapa dirinya apakah seseorang yang sukses menjalankan tugas perkembangan sebagai remaja, bagaimana individu mengidentifikasikan dirinya dan apa perannya dalam masyarakat. Status identitas diri remaja adalah kategori pencapaian tahapan identitas pada seorang remaja. Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Remaja sedang mengalami berbagai

2 Baca lebih lajut

Status identitas diri remaja wanita pekerja seks

Status identitas diri remaja wanita pekerja seks

vii Irene Putri Larasati ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang status identitas diri remaja wanita pekerja seks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan data pendukung melalui tes grafis dengan subjek yang berjumlah tiga orang. Gambaran tentang identitas diri remaja wanita pekerja seks meliputi status dalam identitas okupasi, relasi sosial, religius dan seksual. Status identitas terdiri dari empat macam status yaitu penyebaran identitas, pencabutan identitas, penundaan identitas, dan pencapaian identitas. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa identitas seksual remaja wanita pekerja seks memiliki status identitas diri yang sama yaitu penundaan identitas. Sementara itu pada identitas yang lain (okupasi, relasi sosial dan religius) memiliki status yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas diri remaja wanita pekerja seks secara keseluruhan adalah tingkat pendidikan, pola asuh orang tua, lingkungan tempat tinggal, teman sebaya dan kepribadian subjek.
Baca lebih lanjut

325 Baca lebih lajut

Status identitas diri remaja wanita pekerja seks.

Status identitas diri remaja wanita pekerja seks.

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang status identitas diri remaja wanita pekerja seks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan data pendukung melalui tes grafis dengan subjek yang berjumlah tiga orang. Gambaran tentang identitas diri remaja wanita pekerja seks meliputi status dalam identitas okupasi, relasi sosial, religius dan seksual. Status identitas terdiri dari empat macam status yaitu penyebaran identitas, pencabutan identitas, penundaan identitas, dan pencapaian identitas. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa identitas seksual remaja wanita pekerja seks memiliki status identitas diri yang sama yaitu penundaan identitas. Sementara itu pada identitas yang lain (okupasi, relasi sosial dan religius) memiliki status yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas diri remaja wanita pekerja seks secara keseluruhan adalah tingkat pendidikan, pola asuh orang tua, lingkungan tempat tinggal, teman sebaya dan kepribadian subjek.
Baca lebih lanjut

327 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENCAPAIAN STATUS IDENTITAS DIRI ACHIEVEMENT DENGAN KENAKALAN REMAJA PADA KOMUNITAS PUNK

HUBUNGAN ANTARA PENCAPAIAN STATUS IDENTITAS DIRI ACHIEVEMENT DENGAN KENAKALAN REMAJA PADA KOMUNITAS PUNK

Pengambilan data dilakukan satu kali pada tanggal 3-5 agustus 2012 terhadap 50 subjek remaja komunitas punk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kenakalan remaja dengan pencapaian status identitas diri achievement pada komunitas punk. Hal ini sesuai dengan pendapat Erikson dalam Santrock (2003 : 523) bahwa delinkuensi pada remaja ditandai dengan kegagalan remaja untuk mencapai integrasi yang melibatkan aspek-aspek peran identitas. Ia mengatakan bahwa remaja yang memiliki masa balita, masa kanak- kanak atau masa remaja yang membatasi mereka dari berbagai peranan sosial yang dapat diterima atau yang membuat mereka merasa tidak mampu memenuhi tuntutan yang dibebankan pada mereka, mungkin akan memiliki perkembangan identitas yang negatif. Beberapa dari remaja ini mungkin akan mengambil bagian dalam tindak kenakalan, oleh karena itu bagi Erikson, kenakalan adalah suatu
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Status Identitas Diri Terhadap Prestasi Akademik Remaja Di Wilayah Perdesaan

Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Status Identitas Diri Terhadap Prestasi Akademik Remaja Di Wilayah Perdesaan

Status identitas diri adalah perkembangan ego yang ditentukan berdasarkan kehadiran atau ketidakhadiran dari krisis dan komitmen (Marcia 1980). Krisis seringkali disebut eksplorasi yaitu periode saat individu memilih dari berbagai alternatif sedangkan komitmen adalah ketika individu sudah membuat keputusan dari berbagai alternatif (Marcia 1966). Tabel 5 menunjukkan lebih dari separuh remaja berstatus identitas moratorium (65.2%). Artinya, kebanyakan remaja berada pada krisis yang menuju pada komitmen. Dengan kata lain remaja di perdesaan telah melakukan eksplorasi dan memiliki pengalaman terhadap pekerjaan, gaya hidup, pertemanan, kencan, peran gender, dan rekreasi namun belum membuat komitmen tentang pilihan mereka. Hasil ini mendukung teori perkembangan psikososial Erikson (1950, 1968) dalam Santrock 2007) yaitu pada saat remaja akan terjadi kebingungan identitas. Artinya, remaja akan bereksplorasi dengan mencari informasi dan mencoba hal baru untuk mendapatkan pengalaman yang kemudian akan dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan komitmen. Marcia (1980) menjelaskan bahwa moratorium adalah individu yang berada dalam masa krisis dan atau mereka yang sedang berjuang terhadap isu terkait ideologi dan pekerjaan. Lebih lanjut Santrock (2012) menyatakan bahwa moratorium merupakan fase individu yang berada pada pertengahan krisis tetapi belum memiliki komitmen.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Asosiasi Antara Gaya Pengasuhan Dan Status Identitas Diri Remaja Etnis Jawa - Ubaya Repository

Asosiasi Antara Gaya Pengasuhan Dan Status Identitas Diri Remaja Etnis Jawa - Ubaya Repository

Hasil penelitiao menunjukkan ada asosiasi gaya pengasuhan orang tua dengao status identitas diri remaja etnis Jawa dimensi okupasi dao dating.. Asosiasi lain tampak pada pengasu[r]

1 Baca lebih lajut

Perbedaan dukungan sosial teman sebaya antar tahap pencapaian status identitas diri pada remaja akhir.

Perbedaan dukungan sosial teman sebaya antar tahap pencapaian status identitas diri pada remaja akhir.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dukungan sosial teman sebaya antar tahap pencapaian status identitas diri pada remaja akhir. Status Identitas terdiri dari status identity diffusion, moratorium, foreclosure, dan achievement. Subjek penelitian terdiri dari 199 mahasiswa dan pelajar SMA yang berusia 17-21 tahun pengumpulan data dengan menggunakan metode quota sampling. Pengumpulan data berbentuk skala. Skala penelitian ini terdiri dari skala identitas diri dan skala dukungan sosial teman sebaya. Koefisien reliabilitas pada identitas diri dari yang tinggi hingga terendah adalah identity foreclosure 0,682, identity diffusion 0,656, identity achievement 0,564, dan identity moratorium 0,458. Pada skala dukungan sosial teman sebaya sebesar 0,909. Analisis data menggunakan One Way Anova menghasilkan sig sebesar 0,777 (p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dukungan sosial teman sebaya antar tahap pencapaian status identitas diri pada remaja akhir. Kata Kunci : remaja akhir, status identitas diri, dukungan sosial teman
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

PENCAPAIAN STATUS IDENTITAS DIRI PADA REMAJA CINA DAN REMAJA JAWADI SMAK COR JESU MALANG

PENCAPAIAN STATUS IDENTITAS DIRI PADA REMAJA CINA DAN REMAJA JAWADI SMAK COR JESU MALANG

Instrumen pengumpulan data adalah skala status identitas diri. Uji validitas menggunakan product momen dikorelasikan dengan part whole dan uji reliabilitas dilakukan dengan teknik alpha. Sedangkan analisa data menggunakan analisis deskriptif dengan cara prosentase dan diperjelas oleh uji chi-square.

2 Baca lebih lajut

Pengaruh status identitas diri terhadap orientasi masa depan siswa kelas 2 MAN 2 Pasuruan

Pengaruh status identitas diri terhadap orientasi masa depan siswa kelas 2 MAN 2 Pasuruan

Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh yang terjadi antara status identitas diri foreclosure dengan orientasi masa depan, dan hubungan yang diberikan positif, ini dilihat dari nilai pearson correlation dari kedua variabel bernilai 0,254 yang menjelaskan bahwa hubungan yang terjadi antara status identitas diri foreclosure dengan orientasi masa depan bernilai positif . Artinya semakin tinggi status identitas forclosure maka semakin tinggi orientasi masa depan dan sebaliknya. Seperti Adanya pengaruh orientasi masa depan terhadap status identity foreclosure disebabkan karena individu dalam status ini tidak melakukan eksplorasi namun telah memiliki komitmen terhadap sesuatu yang telah dianjurkan oleh orang tua, sahabat, atau figur otoritas yang lain. Siswa dengan status ini memungkinkan untuk merencanakan, merealisasikan, dan mempunyai pandangan untuk orientasi masa depan. Seperti yang diungkapkan oleh Nauta dan Kahn (dalam Sawitri, 2009) bahwa komitmen apapun bahkan tanpa eksplorasi, akan meningkatkan keyakinan individu untuk melakukan tugas- tugas yang berkaitan dengan pengambilan keputusan karir.
Baca lebih lanjut

210 Baca lebih lajut

Status identitas diri remaja tunanetra non genetik.

Status identitas diri remaja tunanetra non genetik.

Identitas diri pada seorang remaja menjadi suatu landasan bagi perkembangan psikososial dan relasi interpersonal pada masa dewasa (Jones & Hartmann, 1988). Erikson juga berpendapat bahwa salah satu proses sentral pada remaja adalah pembentukkan identitas diri. Identitas diri adalah kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian, yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh (Stuart & Sundeen, 1991). Erikson menjelaskan bahwa pada tahap remaja akan mengalami identitas versus kebingungan identitas. Menurut Erikson (dalam Kimmel & Weiner, 1995), jika seorang remaja belum mencapai identitas dirinya, maka ia akan mengalami kebingungan dalam menjalani kehidupan yang ia hadapi, entah dalam memilih dan menentukan masa depannya ataupun ketika menjalani hidup di dalam relasi sosialnya. Erikson juga mengatakan bahwa seorang remaja yang belum dapat melewati krisis identitas, dirinya akan merasa cemas akan kehidupan dan relasinya, tidak memiliki pandangan hidup kedepan dan cenderung tidak memiliki hubungan yang hangat dengan sosialnya.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Status Identitas Diri Remaja

Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Status Identitas Diri Remaja

Pattern of guidance parents is the way parents providing guidance or instruction to adolescent in accordance with the norms and values in society. Pattern of guidance parents is one of the determining factors of identity in adolescent. The aim of this research was identify the correlation between pattern of guidance parents with adolescent identity in SMAN 6 Pekanbaru. The design research was correlation descriptive with cross sectional approach. The total sample in the research was 87 adolescences using stratified random sampling technique. The instrument used was a questionnaire pattern of guidance parents 18 statements and adolescent identity questionnaire 20 statements which has been tested for validity and reliability. The data was analized by univariat with frequency distribute and bivariat analysis with Chi Square. The result showed there were 28,7% adolescences with democratic parenting and 74.7% adolescences were in active identity status. This research found an correlation between pattern of guidance parents with adolescent (p value 0,000 < 0,05). The result of this research recommend to the school and parents can collaborateto monitor the growth and development in adolescent in achieving a active identity.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Gambaran Proses Pencapaian Status Identitas Diri Remaja Yang Mengalami Kekerasan Fisik Pada Masa Kanak-Kanak

Gambaran Proses Pencapaian Status Identitas Diri Remaja Yang Mengalami Kekerasan Fisik Pada Masa Kanak-Kanak

“Kubukalah handphone ku kan kak, kubilang liatlah ada sms lucu. Itulah jadi beralih lah kak pembicaraannya” (R2.W4/b.188-190/hal.127) Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan Lina mencapai status identity diffusion pada domain hubungan dengan pacar/kekasih. Ia tidak melakukan eksplorasi dan mempertimbangkan pendekatan yang dilakukan oleh beberapa laki-laki yang tertarik padanya. Ia memilih tidak memberikan respon pada mereka dan menghindari topik-topik yang berhubungan dengan perasaan dan kedekatannya dengan laki-laki itu ketika mereka sedang bertemu. Saat ini, ia merasa belum waktunya memikirkan untuk menjalin hubungan berpacaran. Ia juga masih canggung dan merasa lucu jika harus berdiskusi tentang hubungan berpacaran dan menceritakan tentang kedekatannya dengan laki-laki. Lina juga jarang mencari tahu atau berbagi dengan teman-temannya tentang hal ini. Untuk kriteria calon pacar yang diinginkannya, ia menginginkan seseorang yang bisa memanajemen emosinya dengan baik, agar tidak menunjukkan perilaku seperti ayahnya.
Baca lebih lanjut

197 Baca lebih lajut

Perbedaan kemandirian pada remaja akhir di Indonesia dilihat dari status identitas James Marcia.

Perbedaan kemandirian pada remaja akhir di Indonesia dilihat dari status identitas James Marcia.

Selain adanya faktor-faktor yang mendahului pembentukan identitas diri, identitas diri juga berkaitan dengan berbagai macam domain yang terdapat dalam masyarakat. Domain merupakan area yang mewakili tingkat eksplorasi dan komitmen pada status identitas diri seseorang. Menurut Erikson (dalam The OMEIS, 1998), ada dua komponen yang merupakan formasi dari status identitas yaitu ego- identity dan self identity. Ego-identity merujuk kepada komitmen, seperti dalam masalah pekerjaan, dan nilai ideologi berhubungan dengan politik, agama, filosofi kehidupan, dan lain-lain, sedangkan self-identity dapat diilustrasikan dari formasi identitas yang jelas terlihat seperti hubungan sosial dengan sesama, misalnya di Indonesia remaja sudah mulai ikut serta melaksanakan pemilu dengan memilih salah satu partai politik yang sesuai dengan pemikirannya.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN JENIS ANDROGINI DENGAN PENCAPAIAN STATUS IDENTITAS ACHIEVEMENT MAHASISWI

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN JENIS ANDROGINI DENGAN PENCAPAIAN STATUS IDENTITAS ACHIEVEMENT MAHASISWI

Mahasiswi dengan persepsi positif terhadap peran jenis androgini diharapkan dapat mencapai tahap achievement of identity, yang ditandai dengan kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dengan tegas tentang pendidikan dan pekerjaan yang nantinya akan dilakukan. Individu itu yakin bahwa keputusan-keputusan itu dibuat berdasarkan pertimbangan yang matang. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi terhadap peran jenis androgini dengan pencapaian status identitas diri achievement mahasiswi?
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STATUS IDENTITAS DAN SPIRITUALITAS REMAJA

STATUS IDENTITAS DAN SPIRITUALITAS REMAJA

Tujuan penelitian ini ingin mengetahui hubungan status identitas dengan spiritualitas, kaitannya dengan variabel demografis: jenis kelamin, usia, tingkatan kuliah, perasaan akan pentingnya menjadi religius, perasaan akan pentingnya menjadi spiritual., serta mengetahui perbedaan pengalaman spiritualitas antar remaja dengan status yang berbeda. Subyek penelitiannya adalah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia dengan rincian perwakilan dari setiap fakultasnya sebagai berikut: Ilmu Pendidikan 74 orang, Pendidikan Ekonomi dan Bisnis 63 orang, Pendidikan Bahasa dan Seni 67 orang, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial 64 orang, Pendidikan Olahraga dan Kesehatan 60 orang, Pendidikan Tekonologi dan Kejuruan 70 orang, Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 68 orang. Pendekatan penelitian dilakukan secara kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan desain cross-sectional dan deskriptif, dengan tiga instrumen kuesioner, yaitu 1) kuesioner untuk mengungkap informasi demografis dari partisipan, 2) Ego Identity Process Questionnaire (EIPQ, Balistreri dkk., 1995), dan 3) Human Spiritual Scale (Wheat, 1991). Desain survey meneliti sebuah sampel dari sebuah populasi untuk memperoleh deskripsi kuantitatif tentang kecenderungan, sikap, atau opini sebuah populasi. Survey digunakan di banyak bidang ilmu, termasuk poendidikan, kesehatan, ekonomi, dan psikologi (Fink, 2003). Survey yang baik memiliki enam karakter, tujuan yang bisa dicapai dan spesifik, desain penelitian yang jelas, populasi dan sampel yang bisa dijangkau, instrumen yang reliabel dan valid, analisis yang tepat, dan pelaporan hasil yang akurat (Fink, 2003). Ada beberapa analisis yang digunakan dalam penelitian ini: 1) Analisis deskriptif, 2) Uji korelasi, 3) Melakukan uji beda tingkat spiritualitas untuk antar status identitas, jenis
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Deskrpsi Status Identitas Remaja - Ubaya Repository

Deskrpsi Status Identitas Remaja - Ubaya Repository

Status identitas adalah segala hal yang berkaitan dengan tujuan, nilai-nilai, dan kepercayaan yang dianut oleh seseorang untuk menentukan komitmen. Hal tersebut dinilai penting bagi remaja untuk mengetahui remaja dalam menghadapi krisis (eksplorasi) dan menentukan komitmen. Pada tahap remaja, krisis yang dialami yaitu identitas versus kekacauan identitas. Terdapat empat jenis status identitas yaitu status identitas diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement. Sebelumnya telah terdapat penelitian status identitas remaja di kota besar yaitu Surabaya. Oleh karena itu penelitan ini untuk mendeskripsikan status identitas remaja.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Profil Status Identitas Religius pada Remaja Akhir

Profil Status Identitas Religius pada Remaja Akhir

Menurut Kroger (2007) individu yang tergolong sebagai remaja akhir berada dalam rentang usia 17-24 tahun. Pada masa ini pengembangan identitas menjadi salah satu fokus utama yang dialami remaja dan juga dewasa awal (Kroger, Martinussen, & Marcia dalam Santrock, 2011). Sebagai upaya dari pencarian identitas, remaja maupun dewasa awal mulai bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih filosofis, seperti “Mengapa saya ada di dunia ini?” “Apakah Tuhan benar-benar ada?” “Apakah agama yang saya anut saat ini merupakan agama warisan saja?” Ditinjau dari perkembangan kognitifnya, individu dalam masa remaja berpikir lebih abstrak, lebih idealis, dan lebih logis dibanding individu dalam masa kanak-kanak. Cara berpikir abstrak yang lebih meningkat ini membuat remaja mulai memikir- kan konsep-konsep tentang religiusitas dan spiritualitas. Selain itu kemampuan remaja untuk berpikir secara lebih logis membuat remaja mampu mengembangkan hipotesis dan memilih secara sistematis jawaban-jawaban atas berba- gai pertanyaan spiritual mereka (Good & Willoughby,dalam Santrock, 2011). Oleh karena itu, perkembangan identitas pada masa remaja akhir yang positif akan menjadi dasar bagi perkembangan dewasa yang positif pula.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH STATUS IDENTITAS TERHADAP ORIENTASI MASA DEPAN AREA PEKERJAAN

PENGARUH STATUS IDENTITAS TERHADAP ORIENTASI MASA DEPAN AREA PEKERJAAN

memberikan pengaruh terhadap orientasi masa depan area pekerjaan. Menurut Santrock (2012) identitas achievement status individu yang sudah mengalami krisis dan sudah membuat komitmen. Hasil skor dari uji t diperoleh = 0,00< 0,05 dan koefisien korelasi dengan orientasi masa depan 0,465. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa identitas achievement memberikan pengaruh yang signifikan terhadap orientasi masa depan dan memiliki hubungan yang positif meskipun korelasinya lemah. Artinya semakin tinggi identitas achievement maka semakin tinggi orientasi masa depan dan begitu pula sebaliknya. Seseorang yang memiliki identitas achievement tinggi sudah bisa menantukan komitmennya melalui hasil eksplorasinya. Hal ini tentunya mempengaruhi pemilihan karir mereka, pembuatan perencanaan dan mereka sudah dapat melakukan evaluasi- evaluasi terhadap perncanaannya. Sejalan dengan Marcia dan Archer (Marcia, 1993) yang menyatakan orang yang memiliki identitas achievement akan dengan serius melakukan eksplorasi paling tidak pada satu alternatif pada pekerjaan yang dippilih dan akan mulai berpikir bahwa diri mereka menjabat suatu pekerjaan tertentu (misal: guru, dokter, dll).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Perbedaan Intimacy dalam Berpacaran Ditinjau dari Status Identitas pada Mahasiswa

Perbedaan Intimacy dalam Berpacaran Ditinjau dari Status Identitas pada Mahasiswa

Mahasiswa sering dipenuhi konflik dan tantangan tentang masa depan. (Aryatmi dalam Kartono, 1985). Erikson (dalam Kroger, 2001) mendefinisikan keintiman mengacu pada perasaan saling percaya dan saling berbagi dalam suatu hubungan. Keintiman dapat terjadi karena kita telah mengenal diri kita dan merasa cukup aman dengan identitas yang kita miliki. Ketika kita mengenali diri kita, mengetahui pilihan apa yang kita ambil, dalam hal memilih pasangan juga sama halnya. Seperti pada kasus YR yang tidak meyakini pilihannya sendiri dan hanya memilih pasangan berdasarkan penilaian teman-temannya. Hal ini mengindikasikan YR belum mengenali dengan benar pilihan yang akan diambilnya dan belum memiliki identitas diri yang baik. Individu yang bertanggung jawab dan mandiri akan memiliki keintiman yang lebih baik karena bertanggung jawab terhadap pilihan yang diambil serta memiliki kesadaran yang jelas mengenai dirinya.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Hubungan antara status identitas kategori Identity Achievement dengan komitmen organisasi

Hubungan antara status identitas kategori Identity Achievement dengan komitmen organisasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan positif antara status identitas kategori identity achievement dengan komitmen organisasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 48 orang yang merupakan karyawan DLBS (Dexa Laboratories of Biomolecular Science) dan dipilih dengan metode purposive sampling, yaitu hanya subjek dengan status identitas identity achievement. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner untuk kedua variabel yang akan diuji hubungannya, yaitu status identitas kategori identity achievement (koefisien reliabilitas Alpha (α) Cronbach 0,811) dan komitmen organisasi (koefisien reliabilitas Alpha (α) Cronbach= 0,878). Karena hasil data penelitian menunjukkan hubungan yang tidak linear, maka metode analisa yang digunakan adalah Teknik Korelasi Spearman dengan bantuan software SPSS (Statistical Packages for Social Sciences) 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan positif antara status identitas kategori identity achievement ( X = 20,5) dengan komitmen organisasi ( X = 69,85). Hal ini dibuktikan dengan hasil analisa korelasi antar variabel, nilai korelasi yang diperoleh sebesar r=0,065 dengan nilai signifikansi sebesar p=0,663 (p>0,01). Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya perubahan di era organisasi modern dalam rangka mengatasi lingkungan yang kompleks dan bergolak. Perubahan tersebut menyebabkan definisi terkait identifikasi seseorang terhadap organisasinya, yang merupakan faktor penentu komitmen seseorang pada organisasi, juga berubah. Hasil penelitian ini menyarankan peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian terkait status identitas menggunakan metode pengumpulan data wawancara terstruktur untuk mendapatkan hasil status identitas yang lebih tepat. Selain metode pengambilan data, perbaikan juga dapat dilakukan dengan menambah jumlah subjek dari organisasi yang beragam. Peneliti menggunakan korelasi aitem total untuk memilih 7 aspek identitas yang dipakai sebagai item-item kuesioner. Penggunaan metode pemilihan lainnya, seperti analisis faktor, lebih direkomendasikan.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...