Status mutu air

Top PDF Status mutu air:

Penentuan Status Mutu Air Kali Wonokromo Dengan Metode Storet Dan Indeks Pencemar - ITS Repository

Penentuan Status Mutu Air Kali Wonokromo Dengan Metode Storet Dan Indeks Pencemar - ITS Repository

Menurut MetCalf (Cairns dan Pratt, 1993) hakekat dan tujuan dari pemantauan lingkungan adalah bukan untuk mendeteksi fluktuasi minor yang secara cepat hilang tetapi untuk mendeteksi perubahan signifikan dalam ekosistem, sehingga kualitas air perlu diukur secara spasial dan temporal (periodik dan deret waktu). Hal ini dikarenakan parameter kualitas air mempunyai variabilitas sangat tinggi yang dipengaruhi oleh fenomena iklim dan siklus hidrologi, kondisi geografi, siklus nutrien, kehidupan organisme air serta gangguan alamiah dan antrophogenik (Lewis, 2008). Selain itu menurut kajian sensitivitas yang dilakukan oleh Saraswati dkk, (2014), dengan sedikit atau banyaknya parameter kualitas air tidak cukup sensitive dalam menyimpulkan status mutu air dalam setiap pengambilan sampel IP. Hal ini menyebabkan perbedaan hasil status mutu antara metode STORET dan IP pada Kali Wonokromo.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

4. KEPMEN NO 115 TAHUN 2003 PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR 2003

4. KEPMEN NO 115 TAHUN 2003 PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR 2003

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air maka dipandang perlu menetapkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air;

15 Baca lebih lajut

kep menlh no 115 2003 tentang pedoman penentuan status mutu air

kep menlh no 115 2003 tentang pedoman penentuan status mutu air

b. Status mutu air adalah tingkat kondisi mutu air yang menunjukkan kondisi cemar atau kondisi baik pada suatu sumber air dalam waktu tertentu dengan membandingkan dengan baku mutu air yang ditetapkan. c. Sumber air adalah wadah air yang terdapat di atas dan di bawah

15 Baca lebih lajut

STUDI PENENTUAN STATUS MUTU AIR DI SUNGAI SURABAYA UNTUK KEPERLUAN BAHAN BAKU AIR MINUM

STUDI PENENTUAN STATUS MUTU AIR DI SUNGAI SURABAYA UNTUK KEPERLUAN BAHAN BAKU AIR MINUM

Penelitian ini dilakukan dengan cara pengum- pulan data-data yang dibutuhkan kemudian melaku- kan uji homogenitas. Setelah data yang akan digu- nakan homogen maka dapat dilakukan analisa sta- tus mutu air dengan menggunakan metode STORET dan Indeks Pencemaran. Selanjutnya adalah penen- tuan trend dari status mutu air metode STORET dan metode Indeks Pencemaran pada tiap-tiap stasiun monitoring.

8 Baca lebih lajut

Penentuan Status Mutu Air Sungai Kalimas Dengan Metode Storet Dan Indeks Pencemaran - ITS Repository

Penentuan Status Mutu Air Sungai Kalimas Dengan Metode Storet Dan Indeks Pencemaran - ITS Repository

Berdasarkan pengukuran, nilai fosfat memenuhi baku mutu air kelas II karena konsentrasinya tidak ada yang mencapai 0,2 mg/l. Konsentrasi fosfat berfluktuasi antara lain terdapat peningkatan rata-rata di Titik 3 yang disebabkan karena input air limbah di sekitar Titik 3 yang merupakan kawasan pemukiman. Fosfat memasuki sungai melalui bahan buangan detergen, tinja dan sisa maknan (Haryadi, 2001). Penurunan konsentrasi fosfat terjadi pada Titik 6 yang juga berkorelasi dengan penurunan konsentrasi nitrat (Gambar 4.14). Penurunan ini dikarenakan adanya proses degradasi organik oleh mikroorganisme perairan dimana fosfat berfungsi sebagai nutrient bersamaan dengan nitrat. Senyawa fosfat dan nitrat diserap oleh tumbuhan dan ganggang untuk proses pertumbuhan (Brahmana dkk, 2010). 4.4 Penentuan Status Mutu Air Sungai Kalimas dengan
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

KAK Pengkajian Penetapan Status Mutu Air Sungai Lintas Kabupaten Kota

KAK Pengkajian Penetapan Status Mutu Air Sungai Lintas Kabupaten Kota

Salah satu upaya untuk mengetahui kualitas air sungai dapat dikatakan baik dan masih dapat menampung beban limbah, bisa dilakukan netralisasi oleh sungai itu sendiri yaitu dengan melakukan perhitungan status mutu air sungai sebagaimana yang diamanatkan Peraturan Pemerintah 82 Tahun 2001 tentang Pengendalian Pencemaran Air dan Pengelolaan Kualitas Air pada pasal 14 dan 20. Adapun sasaran sungai yaitu sungai lintas kabupaten/kota yang pada tahun 2017 ini ditetapkan Sungai Batang Masang Gadang yang merupakan salah satu sungai yang telah ditetapkan klasifikasi air sungai yang mengacu kepada PP 82 Tahun 2001.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUMUR DENGAN METODE STORET DI WILAYAH KAMPUNG BATIK LAWEYAN

PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUMUR DENGAN METODE STORET DI WILAYAH KAMPUNG BATIK LAWEYAN

Budiyono. 2013. Penentuan Status Mutu Air Sumur dengan Metode Storet di Wilayah Kampung Batik Laweyan. TESIS. Pembimbing I: Prof. Dr. H. Ashadi, II: Dr. Prabang Setiyono, M.Si. Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

14 Baca lebih lajut

Status Mutu Air dan Sedimen Perairan Desa Sukolilo Kec. Labang Kabupaten Bangkalan

Status Mutu Air dan Sedimen Perairan Desa Sukolilo Kec. Labang Kabupaten Bangkalan

Kualitas perairan pesisir yang baik sangat penting dalam menunjang kehidupan organisme yang berada didalamnya. Adanya beban masukan dari daratan akan menyebabkan perubahan pada kualitas perairan baik pada badan air maupun pada dasar perairannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status mutu air dan sedimen perairan Desa Sukolilo Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan. Metode penelitian menggunakan pengambilan data dengan metode purposive sampling dimana lokasi pengambilan sampel adalah area penangkapan kerang simping. Pengambilan sampel air dan sedimen dilakukan pada 3 titik di perairan desa Sukolilo Kec. Labang Kab. Bangkalan. Pengukuran parameter fisika kimia perairan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Status mutu air dan sedimen ditentukan dengan menghitung Indek Pencemaran berdasarkan Kepmen LH No.115 tahun 2003 dengan nilai baku mutu untuk biota laut berdasar pada Kepmen LH No.51 tahun 2004 dan CCME tahun 2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Pencemaran air berkisar 5,662-6,269 dengan status mutu tercemar sedang, sedangkan pada sampel sedimen mempunyai nilai Indeks Pencemaran berkisar 8,834-9,474 dengan status mutu tercemar sedang.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Studi Status Mutu Air Sungai Belawan Sebelum Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal Dan Sebelum Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hamparan Perak Untuk Pemanfaatan Sumber Air Bersih

Studi Status Mutu Air Sungai Belawan Sebelum Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal Dan Sebelum Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hamparan Perak Untuk Pemanfaatan Sumber Air Bersih

air, dapat digunakan pula cara yang lainnya yaitu indeks Fisiki-Kimia yang telah dicoba pada Daerah Aliran Sungai Citarum oleh peneliti Balai Lingkungan Keairon, Pusat Litbang SDA. Klasifikasi ini diharapkan dapat menyajikan kondisi yang lebih realistis sesuai dengan kondisi lapangan yaitu dengan tujuh kelas yaitu sangat baik, baik, agak baik, sedang, agar tercemar, tercemar, dan sangat tercemar. Indeks Kimia Fisika merupakan salah satu cara untuk menilai kualitas air sungai atau suatu sumber air. Nilai indeks kimia Fisika dihitung berdasarkan 8 parameter kualitas air yaitu : persen kejenuhan oksigen, BOD, pH, Daya Hantar Listrik, Temperatur, amonium, Nitrat dan Fosfat. Dari hasil kajian status mutu air menunjukkan bahwa sumber- sumber air untuk Sungai Citarum pada Orde-I telah tercemar berat hampir disepanjang ruas sungainya. Hal ini disebabkan karena terlampauinya daya tampung beban pencemaran airnya. Tetapi untuk anak-anak sungai Citarum yang berada pada Orde-2 dan seterusnya, umumnya masih berstatus tercemar ringan (Pusat Litbang SDA, 2004).
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

PENENTUAN STATUS MUTU AIR DENGAN MENGGUN

PENENTUAN STATUS MUTU AIR DENGAN MENGGUN

Metode Storet merupakan salah satu metoda untuk penentuan status mutu air yang umum digunakan. Dengan metoda Storet ini dapat diketahui parameter-parameter yang telah memenuhi atau melampaui baku mutu air. Secara prinsip metoda Storet adalah membandingkan antara data kualitas air dengan baku mutu air yang disesuaikan dengan peruntukan guna menentukan status mutu air. Apabila hasil pengukuran mutu air memenuhi baku mutu airnya yaitu bila hasil pengukuran < baku mutu, maka diberi nilai 0, apabila hasil pengukuran tidak memenuhi baku mutu air yaitu bila hasil pengukuran > baku mutu air, maka diberi skor:
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

PO Pengkajian Penetapan Status Mutu Air Sungai Lintas Kabupaten Kota

PO Pengkajian Penetapan Status Mutu Air Sungai Lintas Kabupaten Kota

9. Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat Anggota 10. UPTD. Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Anggota 11. Instansi Lingkungan Hidup Kab. Pasaman Anggota 12. Instansi Lingkungan Hidup Kab. Pasaman Barat Anggota

10 Baca lebih lajut

Penentuan Status Mutu Air Sumur Dengan Metode Storet Di Wilayah Kampung Batik Laweyan bab 1

Penentuan Status Mutu Air Sumur Dengan Metode Storet Di Wilayah Kampung Batik Laweyan bab 1

keluhan masyarakat di wilayah kampung batik bahwa air sumur berwarna dan muncul bau. Mengingat air tanah masih digunakan oleh sebagian masyarakat di Kampung Batik Lawayen untuk memenuhi kebutuhan domestiknya, maka dapat dikatakan bahwa telah terjadi penurunan kualitas air tanah.

7 Baca lebih lajut

BAHAN DAN METODE

BAHAN DAN METODE

Metode Storet merupakan salah satu metode untuk menentukan status mutu air yang umum digunakan. Metode Storet ini dapat diketahui parameter- parameter yang telah memenuhi atau melampaui baku mutu air. Secara prinsip, metode Storet adalah membandingkan antara data kualitas air dengan baku mutu air yang disesuaikan dengan peruntukannya guna menentukan status mutu air. Cara untuk menentukan status mutu air adalah dengan menggunakan sistem nilai dari US-EPA (Environmental Protection Agency) dengan mengklasifikasikan sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

METODE DAN ANALISA PENGUKURAN MUTU AIR

METODE DAN ANALISA PENGUKURAN MUTU AIR

Mutu air adalah suatu kondisi kualitas air yang diukur atau diuji berdasarkan parameter-parameter tertentu dan metode tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Status mutu air dapat mengindikasikan keadaan air dalam kondisi tercemar atau bebas dari pencemaran dalam waktu tertentu dengan membandingkan dengan baku mtu yang ditetapkan. 2. Kualitas dan Kuantitas Air Bersih

1 Baca lebih lajut

View of Sinkronisasi Status Mutu Dan Daya Tampung Beban Pencemaran Air Sungai Metro

View of Sinkronisasi Status Mutu Dan Daya Tampung Beban Pencemaran Air Sungai Metro

Abstrak. Pembuangan limbah yang belum dikelola dengan baik mengakibatkan pencemaran sungai yang berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Pembuatan jaringan pembuangan limbah batik dan permodelan secara berfungsi sebagai basis data distribusi pembuangan limbah untuk mengetahui luasan area yang terkena pencemaran limbah cair yang berasal dari pabrik tersebut. Untuk mengetahui klasifikasi pencemaran yang terjadi digunakan Metode Indeks Pencemaran berdasarkan Kep-MENLH N0.115 tahun 2003. Selanjutnya untuk menganalisis area yang tercemar digunakan software ArcGIS sehingga mendapatkan area yang mengalami pencemaran. Data yang digunakan antara lain nilai BOD (Biochemical Oksigen Demand), dan COD (Chemical Oksigen Demand) insitu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi tingkat pencemaran yang terjadi dan memetakan sebaran spasial daerah yang mengalami pencemaran pada tahun 2015 disajikan sebagai model spasial dalam SIG (Sistem Informasi Geografis). Metode penelitian adalah observasi lapangan dan pengukuran kualitas air sungai metro dan air limbah industri sekitar lokasi penelitian, Analisis Status Mutu Air Sungai, Analisis Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai, Interpolasi Metode Invers Distance Weighted. Asumsi dari metode ini adalah nilai interpolasi akan lebih mirip pada data sampel yang dekat daripada yang lebih jauh. Bobot (weight) akan berubah secara linear sesuai dengan jaraknya dengan data sampel. Bobot ini tidak akan dipengaruhi oleh letak dari data sampel. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa daya tampung beban pencemaran paling besar Sungai Metro adalah pada lokasi sungai yang mendapatkan input material pencemar ditandai dengan tingginya kadar BOD, kadar COD Untuk mendapatkan daya tampung beban pencemaran sungai yang ideal, maka perlu dilakukan penurunan beban pencemaran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SINKRONISASI STATUS MUTU DAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN AIR SUNGAI METRO

SINKRONISASI STATUS MUTU DAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN AIR SUNGAI METRO

jumlah yang besar maka kemampuan tersebut menjadi tidak terlalu berarti dalam mengembalikan sungai dalam kondisi semula. Menurut Linsty, 1998 [3]], lingkungan perairan bereaksi terhadap masuknya bahan pencemar sebagai mekanisme alami untuk kembali pada kualitas air semula, proses ini disebut self purification. Kemampuan alamiah sungai inilah yang membatasi daya tampung sungai terhadap pencemar. Perhitungan daya tampung beban pencemaran diperlukan untuk mengendalikan zat pencemar yang berasal dari sumber pencemar yang masuk ke dalam sungai dengan mempertimbangkan kondisi intinsik sungai dan baku mutu air yang ditetapkan. Tujuan penelitian yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Menganalisis kondisi kualitas air di Sungai Metro dan Menganalisis status mutu air dan daya tampung beban pencemaran air sungai di Sungai Metro.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Evaluasi Tingkat Pencemaran Air Pembuangan Limbah Cair Pabrik Kertas di Sungai Klinter Kabupaten Nganjuk

Evaluasi Tingkat Pencemaran Air Pembuangan Limbah Cair Pabrik Kertas di Sungai Klinter Kabupaten Nganjuk

Hasil analisa Status Mutu Air menunjukkan kondisi kualitas air Sungai Klinter selama penelitian (musim kemarau) untuk baku mutu peruntukan air Kelas IV dapat dikategorikan sebagai tercemar ringan dengan nilai Indeks Pencemaran antara 1-5 (Gambar 7). Nilai IP mengalami penurunan dari titik 1 sebesar 3.46, titik 2 sebesar 2.71, titik 3 sebesar 2.4 dan titik 4 sebesar 1.89. Titik 1 mempunyai nilai IP paling tinggi (3.46) dibandingkan dengan titik lainnya, hal ini selain disebabkan oleh adanya kandungan bahan organik dari pembuangan limbah domestik, sisa-sisa tanaman dan jasad renik yang berasal dari hulu aliran sungai, juga sangat dipengaruhi oleh buangan limbah industri kertas serta kecilnya debit air pada musim kemarau. Nilai IP ini semakin ke hilir akan mengalami penurunan sehubungan dengan berkurangya beban
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DPA Dinas LH TA 2017 10.06.rpt-dpa_ok

DPA Dinas LH TA 2017 10.06.rpt-dpa_ok

110.000.000,-Keluaran Jumlah sungai yang ditetapkan status mutunya Pergub Status Mutu Air Sungai Batang Lampasi, Batang Mangor dan Batang Sinamar 1 sungai Batang Masang Gadang 1 Pergub[r]

2 Baca lebih lajut

Kajian kualitas perairan Teluk Gorontalo dengan menggunakan metode STORET | Kadim | DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan 8442 21237 1 PB

Kajian kualitas perairan Teluk Gorontalo dengan menggunakan metode STORET | Kadim | DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan 8442 21237 1 PB

Salah satu cara untuk mengontrol pencemaran suatu ekosistem dapat dilakukan dengan pemantauan kualitas air dalam jangka waktu tertentu, sehingga diketahui status mutu perairan tersebut. Apabila terjadi pencemaran segera dilakukan pencegahan dan penanggulangan sesuai tingkat pencemarannya (Matahelumual, 2007). Metode STORET merupakan salah satu metode untuk menentukan status mutu air yang umum digunakan. Secara prinsip metode ini membandingkan antara data kualitas air dengan baku mutu air sesuai dengan peruntukannya (KEPMEN-LH, 2003). Hasil perbandingan dari masing-masing parameter tersebut diberi nilai (scoring), sehingga nilai (score) keseluruhan parameter menjadi suatu indeks yang menyatakan tingkat kualitas air. baku mutu yang digunakan adalah baku mutu untuk peruntukan biota air (perikanan). Apabila berdasarkan studi rona awal diketahui bahwa parameter tertentu melebihi baku mutu tetapi merupakan kondisi alami setempat, maka nilai kondisi alami tersebut yang dijadikan acuan. Penilaian tingkat kualitas air dengan pendekatan metode STORET ini, memang tidak ditetapkan berapa parameter dan parameter apa saja yang harus digunakan. Selama parameter kualitas air yang ada dapat dibandingkan dengan baku mutunya (ada baku mutunya), maka dapat ditentukan indeks tingkat kualitasnya dengan metode STORET (Hariyadi dan Effendi, 2016).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...