Steinernema Sp

Top PDF Steinernema Sp:

Uji Efektifitas Nematoda Entomopatogen Steinernema sp. Pada Hama Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hamperi Ferr. (Coleoptera: Scolytidae) Di Laboratorium

Uji Efektifitas Nematoda Entomopatogen Steinernema sp. Pada Hama Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hamperi Ferr. (Coleoptera: Scolytidae) Di Laboratorium

The results showed that treatment of entomopathogenic nematodes Steinernema sp. with various level gave significantly differend on mortality rate Hypothenemus hampei Ferr. the level of treatment N3 (208JI / ml) at 24 JSI - 48 JSI. In the study, entomopathogenic nematodes Steinernema sp. also showing signs of significant Hypothenemus hampei Ferr.

12 Baca lebih lajut

Potensi Pemanfaatan Steinernema sp. Isolat Lokal terhadap Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium dan Lapangan

Potensi Pemanfaatan Steinernema sp. Isolat Lokal terhadap Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium dan Lapangan

Pengujian mengenai nematoda entomopatogen masih sedikit dilakukan dan pemanfaatan nematoda entomopatogen sebagai agens hayati untuk mengendalikan H. hampei di Sumatera Utara belum pernah dilaporkan. Penulis merasa tertarik melakukan penelitian tentang potensi pemanfatan nematoda entomopatogen Steinernema sp. untuk mengendalikan serangan H. hampei. Kajian dalam penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternatif pengendalian dalam sistem pengendalian hama terpadu (PHT) kopi di Sumatera Utara. Penggunaan nematoda entomopatogen Steinernema sp. yang berasal dari daerah setempat (lokal) diharapkan dapat memberikan tingkat penekanan yang tinggi terhadap H. hampei.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

UJI TOKSISITAS NEMATODA Steinernema sp. (ISOLAT TULUNGAGUNG) PADA HAMA TANAMAN SAWI (Brassica juncea) DI LABORATORIUM.

UJI TOKSISITAS NEMATODA Steinernema sp. (ISOLAT TULUNGAGUNG) PADA HAMA TANAMAN SAWI (Brassica juncea) DI LABORATORIUM.

dilakukan terhadap larva Spodoptera litura, masing-masing larva diletakkan dalam vial berdiameter 5 cm yang telah dilapisi kertas saring lembab (kertas saring telah ditetesi air steril 200l), dan diberi daun sawi sebagai pakan. Larva dalam vial diaplikasi nematoda entomopatogen Steinernema sp. (Isolat Tulungagung) dengan konsentrasi 50, 100, 200, 400 dan 800 IJ/ml. Pada perlakuan kontrol, larva Spodoptera litura diaplikasi dengan air steril. Percobaan ini menggunakan 10 ekor larva Spodoptera litura instar II pada masing-masing konsentrasi dan diulang sebanyak 5 kali (n=50). Persentase mortalitas larva dihitung 72 jam setelah aplikasi. Penentuan nilai LC 90 dilakukan
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

Potensi Pemanfaatan Steinernema sp. Isolat Lokal terhadap Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium dan Lapangan

Potensi Pemanfaatan Steinernema sp. Isolat Lokal terhadap Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium dan Lapangan

Potensi nematoda entomopatogen Steinernema sp. terhadap penggerek buah kopi, Hypothenemus hampei di Sumatera Utara belum pernah dilaporkan. Untuk itu telah dilakukan uji mortalitas Steinernema sp. isolat lokal terhadap H. hampei di laboratorium dan lapangan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi Steinernema sp. isolat lokal yang tepat terhadap H. hampei di laboratorium dan lapangan. Penelitian dilakukan di laboratorium lapangan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan dan kebun kopi petani di Kecamatan Habinsaran Kebupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian di laboratorium adalah kerapatan nematoda terhadap larva, pupa dan imago H. hampei dengan berbagai konsentrasi yaitu 4500, 5000, 5500, 6000 juvenil infektif (ji)/ml air steril dan kontrol (tanpa perlakuan). Perlakuan yang dicobakan di lapangan adalah kerapatan nematoda dengan tingkat konsentrasi 5000, 5500, 6000, 6500 ji/ml air steril dan kontrol (tanpa perlakuan). Aplikasi dilakukan dengan menyemprotkan suspensi ke buah-buah kopi matang yang terserang H. hampei. Perbanyakan nematoda dilakukan secara in vivo menggunakan ulat hongkong (Tenebrio molitor). Hasil penelitian menunjukkan pada pengujian di laboratorium mortalitas larva H. hampei tertinggi terdapat pada perlakuan 5000 ji/ml air steril sebesar 37,58, pupa 35,69 dan imago 32,55%. Mortalitas larva, pupa dan imago H. hampei di lapangan tertinggi pada perlakuan 6000 ji/ml air steril masing-masing sebesar 33,13, 33,29 dan 39,53 %. Mortalitas H. hampei meningkat seiring dengan bertambahnya kerapatan nematoda.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Uji Efektifitas Nematoda Steinernema sp. Isolat Lokal Untuk Mengendalikan Ulat kantong (Metisa plana) (Lepidoptera: Psychidae) di Laboratorium dan Lapangan

Uji Efektifitas Nematoda Steinernema sp. Isolat Lokal Untuk Mengendalikan Ulat kantong (Metisa plana) (Lepidoptera: Psychidae) di Laboratorium dan Lapangan

Guntoro, 2013. The Test of the effectiveness of local isolate nematode Steinernema sp. for control bagworm (Metisa plana) (Lepidoptera: Psychidae) in the Laboratory and in the Field. Under the supervision of Maryani Cyccu Tobing and Lisnawita. The research in the laboratory was aimed to identify nematode entomophatogen Steinernema sp. from Langkat District, Deli Serdang and from Serdang Bedagai and to find the right dosage in control M.plana larvae in the field. The research conducted in the laboratory used factorial RAL (Complete random Design) with two factors and four repetitions. The first factor, juvenile infective (ji), consisted of 0, 90,180, and 270 ji and the second factor, M.plana larvae, consisted of ten instar I, II, and III larvae. The research conducted in the field used factorial RAK (Cluster Random Design) with two factors and four replications. The first factors consisted of 0, 200, 400, and 600 ji and the second factor, M.plana larvae, consisted of instar I, II, and III larvae. The result of the research conducted in the laboratory showed that Steinernema sp. genus was found in the three locations where the samples were taken, and the result of the research conducted in the field showed that highest mortality rate (100%) was three days after the application with the density of Steinernema sp. 600 ji.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Potensi Pemanfaatan Steinernema sp. Isolat Lokal terhadap Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium dan Lapangan

Potensi Pemanfaatan Steinernema sp. Isolat Lokal terhadap Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium dan Lapangan

Potensi nematoda entomopatogen Steinernema sp. terhadap penggerek buah kopi, Hypothenemus hampei di Sumatera Utara belum pernah dilaporkan. Untuk itu telah dilakukan uji mortalitas Steinernema sp. isolat lokal terhadap H. hampei di laboratorium dan lapangan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi Steinernema sp. isolat lokal yang tepat terhadap H. hampei di laboratorium dan lapangan. Penelitian dilakukan di laboratorium lapangan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan dan kebun kopi petani di Kecamatan Habinsaran Kebupaten Toba Samosir Provinsi Sumatera Utara. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian di laboratorium adalah kerapatan nematoda terhadap larva, pupa dan imago H. hampei dengan berbagai konsentrasi yaitu 4500, 5000, 5500, 6000 juvenil infektif (ji)/ml air steril dan kontrol (tanpa perlakuan). Perlakuan yang dicobakan di lapangan adalah kerapatan nematoda dengan tingkat konsentrasi 5000, 5500, 6000, 6500 ji/ml air steril dan kontrol (tanpa perlakuan). Aplikasi dilakukan dengan menyemprotkan suspensi ke buah-buah kopi matang yang terserang H. hampei. Perbanyakan nematoda dilakukan secara in vivo menggunakan ulat hongkong ( Tenebrio molitor ). Hasil penelitian menunjukkan pada pengujian di laboratorium mortalitas larva H. hampei tertinggi terdapat pada perlakuan 5000 ji/ml air steril sebesar 37,58, pupa 35,69 dan imago 32,55%. Mortalitas larva, pupa dan imago H. hampei di lapangan tertinggi pada perlakuan 6000 ji/ml air steril masing-masing sebesar 33,13, 33,29 dan 39,53 %. Mortalitas H. hampei meningkat seiring dengan bertambahnya kerapatan nematoda.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Potensi Pemanfaatan Steinernema sp. Isolat Lokal terhadap Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium dan Lapangan

Potensi Pemanfaatan Steinernema sp. Isolat Lokal terhadap Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium dan Lapangan

Efektivitas Steinernema sp. dalam pengendalian hama berbeda tergantung patogenitasnya, sedangkan patogenitas dipengaruhi oleh mekanisme infeksi. Infeksi Steinernema sp. dilakukan oleh stadium larva instar III atau juvenil infektif III (Ji III) yang masuk melalui mulut, anus, spirakel atau penetrasi langsung melalui membran intersegmental integumen yang lunak. Setelah berada di dalam haemocoel serangga, bakteri simbion yang dibawa akan dilepaskan ke dalam hemolimfa untuk berkembangbiak dan memproduksi toksin yang mematikan (Nugrohorini, 2012).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Uji Efektifitas Nematoda Entomopatogen Steinernema sp. Pada Hama Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hamperi Ferr. (Coleoptera: Scolytidae) Di Laboratorium

Uji Efektifitas Nematoda Entomopatogen Steinernema sp. Pada Hama Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hamperi Ferr. (Coleoptera: Scolytidae) Di Laboratorium

Prabowo, H. dan I. Indrayani., 2012. Viabilitas dan Efektivitas Formula Nematoda steinernema sp. Terhadap hama penggerek buah kapas helicoverpa armigera hubner. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. Malang. Jurnal Littri 18(4), Desember 2012. Hlm. 151-155.

3 Baca lebih lajut

Uji Efektifitas Nematoda Entomopatogen Steinernema sp. Pada Hama Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hamperi Ferr. (Coleoptera: Scolytidae) Di Laboratorium

Uji Efektifitas Nematoda Entomopatogen Steinernema sp. Pada Hama Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hamperi Ferr. (Coleoptera: Scolytidae) Di Laboratorium

Penggunaan Steinernema sp. sebagai agensia hayati semakin banyak dikembangkan di berbagai belahan dunia karena berbagai keunggulannya, yaitu mudah diperoleh, ramah lingkungan, mudah diproduksi massal, toleran terhadap berbagai macam pestisida, dapat aktif mencari serangga sasaran, tidak menyerang vertebrata, dan dapat diaplikasikan dengan alat semprot standar. Namun, kendalanya adalah Steinernema sp.tidak dapat disimpan lama karena tidak mempunyai struktur istirahat (Shapiro-Ilan et al., 2002). Untuk mendukung kelangsungan hidup di luar habitatalaminya, Steinernema sp.Sangat pada air dan cadangan makanan sebagai sumber energi (Prabowo dan Indrayani, 2012).
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Uji Efektifitas Nematoda Entomopatogen Steinernema sp. Pada Hama Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hamperi Ferr. (Coleoptera: Scolytidae) Di Laboratorium

Uji Efektifitas Nematoda Entomopatogen Steinernema sp. Pada Hama Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hamperi Ferr. (Coleoptera: Scolytidae) Di Laboratorium

The results showed that treatment of entomopathogenic nematodes Steinernema sp. with various level gave significantly differend on mortality rate Hypothenemus hampei Ferr. the level of treatment N3 (208JI / ml) at 24 JSI - 48 JSI. In the study, entomopathogenic nematodes Steinernema sp. also showing signs of significant Hypothenemus hampei Ferr.

2 Baca lebih lajut

Uji Efektifitas Nematoda Entomopatogen Steinernema sp. Pada Hama Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hamperi Ferr. (Coleoptera: Scolytidae) Di Laboratorium

Uji Efektifitas Nematoda Entomopatogen Steinernema sp. Pada Hama Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hamperi Ferr. (Coleoptera: Scolytidae) Di Laboratorium

untuk berkembang biak dan memproduksi toksin yang mematikan serangga. Steinernema sp. sendiri juga mampu menghasilkan toksin yang mematikan. Dua faktor ini yang menyebabkan Steinernema sp. mempunyai daya bunuh yang sangat cepat. Serangga yang terinfeksi Steinernema sp. dapat mati dalam waktu 24–48 jam setelah infeksi (Brown et aldalam Safitriet al., 2013).

9 Baca lebih lajut

Efikasi Nematoda Entomopatogen Heterorhabditis sp. dan Steinernema sp. Isolat Bogor Sebagai Bioinsektisida Terhadap Rayap Tanah Coptothermes curvignathus Holmgren (Isoptera : Rhinotermitidae)

Efikasi Nematoda Entomopatogen Heterorhabditis sp. dan Steinernema sp. Isolat Bogor Sebagai Bioinsektisida Terhadap Rayap Tanah Coptothermes curvignathus Holmgren (Isoptera : Rhinotermitidae)

Analisis keragaman menunjukkan bahwa kerapatan nematode memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap mortalitas rayap tanah C. curvignathus, baik karena Steinernema sp. maupun Heterorhabditis sp. (Lampiran 5 dan 6). Dari hasil uji Tukey didapatkan bahwa kerapatan nematoda Steinemema sp. dan Heterorhabditis sp. sebesar 500 IJ/ml dan 600 IJ/ml mampu memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas rayap. Hal ini berarti kerapatan nematoda sebesar 600 IJ/ml masih belum melebihi batas kompetisi nematoda pada suatu aplikasi. Menurut Kaya dan Koppenhofer (1996), pada jenis nematoda tertentu, kerapatan nematoda yang melebihi batas optimalnya akan menciptakan suatu kompetisi dalam hal ruang dan makanan antar nematoda itu sendiri. Apabila dibandingkan dengan kontrol maka hanya perlakuan dengan kerapatan 100 IJ/ml dan 200 IJ/ml yang belum memberikan pengaruh nyata sedangkan untuk kerapatan 300 IJ/ml hingga kerapatan 600 IJ/ml memberikan pengaruh yang nyata.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI NEMATODA ENTOMOPATOGEN (Steinernema sp) TERHADAP MORTALITAS LARVA Spodoptera exiqua Hubner | Ria | AGROTEKBIS 1329 4072 1 PB

EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI NEMATODA ENTOMOPATOGEN (Steinernema sp) TERHADAP MORTALITAS LARVA Spodoptera exiqua Hubner | Ria | AGROTEKBIS 1329 4072 1 PB

Salah satu kendala dalam usaha peningkatan produksi bawang merah adalah serangan ulat bawang Spodoptera exiqua. Tanpa usaha pengendalian terhadap hama tersebut dapat menyebabkan kegagalan panen. Pengendalian yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan insektisida kimia dengan frekuensi penyemprotan dan dosis tinggi. Hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi pemakai dan lingkungan. Untuk mengurangi dampak negatif penggunaan insektisida kimia tersebut perlu dilakukan alternatif pengendalian, Selama ini masyarakat belum mengetahui kalau didalam bumi di sekitar kita terdapat agens hayati yang berpotensi sebagai biopestisida. Agens hayati tersebut adalah nematoda entomopatogen Steinernema sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi nematoda entomopatogen steinernema sp. Yang efektif dan efisien untuk digunakan sebagai pengendalian S. Exiqua. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan oktober 2012, bertempat di Laboratorium UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Sulawesi Tengah di Biromaru Kec. Sigi Biromaru Kab. igi Propinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 6 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali sehingga akan menghasilkan 24 unit percobaan. Nematoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah juvenil Infektif instar II. Adapun susunan perlakuan sebagai berikut : P0 = Kontrol 0 JI / 2 ml air, P1 = Konsentrasi Nematoda 200 JI / 2 ml air, P2 = Konsentrasi Nematoda 400 JI / 2 ml air, P3 =Konsentrasi Nematoda 600 JI / 2 ml air, P4 = Konsentrasi Nematoda 800 JI / 2 ml air P5 =Konsentrasi Nematoda 1000 JI/ 2ml air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi Nematoda 600 JI/2 ml air merupakan konsentrasi yang dapat mematikan 83,4% larva S. exiqua dalam waktu 6 hari, sehingga aplikasi ini sangat efektif dan efisien untuk digunakan dalam mengendalikan larva ulat bawang S.exiqua.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PATHOGENICITY, DEVELOPMENT AND REPRODUCTION OF THE ENTOMOPATHOGENIC NEMATODE Steinernema sp., IN MEALWORM Tenebrio molitor

PATHOGENICITY, DEVELOPMENT AND REPRODUCTION OF THE ENTOMOPATHOGENIC NEMATODE Steinernema sp., IN MEALWORM Tenebrio molitor

The pathogenicity, development and reproduction of Steinernema sp., isolate Skpr-20/Str, were studied using Tenebrio molitor. Results revealed that pathogenicity, development and reproduction were significantly influenced by nematode doses. Although the number of invading IJs increased with increasing dose, percentage penetration declined. The IJs reached adulthood within 3 days. Females laid eggs from day 4-7. All eggs remaining inside uterus develop inside the maternal body. The first female bearing endotokia matricida was observed on day 5. In a sand- based assay, nematode was more pathogenic at lower dose instead of higher ones, where optimum dose was 80 nematodes per larva and average number of progeny per female was 5438. Under crowded conditions, development proceeds to IJ stage instead of the J3. The average length and width decreased with increasing of nematode doses. The IJ produced in cadavers infested with 640 nematodes per larva was significantly smaller (492 ± 6.4 µm) than offspring from other doses. The number of days which nematodes first emerged from the cadavers decreased with increasing dose. IJ first emerged at the average of 10-13 days at high IJ densities. It is concluded that the wide experimental characteristic of EPNs is also true for Steinernema sp., isolate Skpr-20/Str.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ATOGENESITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA Steinernema sp. PADA BEBERAPA MEDIA PERBANYAKAN MASSAL

ATOGENESITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA Steinernema sp. PADA BEBERAPA MEDIA PERBANYAKAN MASSAL

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul : PATOGENESITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA Steinernema sp. PADA BEBERAPA MEDIA PERBANYAKAN MASSAL adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

15 Baca lebih lajut

Uji Efektifitas Nematoda Steinernema sp. Isolat Lokal Untuk Mengendalikan Ulat kantong (Metisa plana) (Lepidoptera: Psychidae) di Laboratorium dan Lapangan

Uji Efektifitas Nematoda Steinernema sp. Isolat Lokal Untuk Mengendalikan Ulat kantong (Metisa plana) (Lepidoptera: Psychidae) di Laboratorium dan Lapangan

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas kehendakNya penulis dapat menyelesaikan tesis ini yang berjudul “UJI EFEKTIFITAS NEMATODA Steinernema sp. ISOLAT LOKAL UNTUK MENGENDALIKAN ULAT KANTONG (Metisa plana) (Lepidoptera: Psychidae) DI LABORATORIUM DAN LAPANGAN” yang merupakan salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar Magister Pertanian pada Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara, Medan.

14 Baca lebih lajut

Efikasi Nematoda Entomopatogen Heterorhabditis sp. dan Steinernema sp. Isolat Bogor Sebagai Bioinsektisida Terhadap Rayap Tanah Coptothermes curvignathus Holmgren

Efikasi Nematoda Entomopatogen Heterorhabditis sp. dan Steinernema sp. Isolat Bogor Sebagai Bioinsektisida Terhadap Rayap Tanah Coptothermes curvignathus Holmgren

Analisis keragaman menunjukkan bahwa kerapatan nematode memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap mortalitas rayap tanah C. curvignathus, baik karena Steinernema sp. maupun Heterorhabditis sp. (Lampiran 5 dan 6). Dari hasil uji Tukey didapatkan bahwa kerapatan nematoda Steinemema sp. dan Heterorhabditis sp. sebesar 500 IJ/ml dan 600 IJ/ml mampu memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas rayap. Hal ini berarti kerapatan nematoda sebesar 600 IJ/ml masih belum melebihi batas kompetisi nematoda pada suatu aplikasi. Menurut Kaya dan Koppenhofer (1996), pada jenis nematoda tertentu, kerapatan nematoda yang melebihi batas optimalnya akan menciptakan suatu kompetisi dalam hal ruang dan makanan antar nematoda itu sendiri. Apabila dibandingkan dengan kontrol maka hanya perlakuan dengan kerapatan 100 IJ/ml dan 200 IJ/ml yang belum memberikan pengaruh nyata sedangkan untuk kerapatan 300 IJ/ml hingga kerapatan 600 IJ/ml memberikan pengaruh yang nyata.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Potensi Pemanfaatan Steinernema sp. Isolat Lokal terhadap Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium dan Lapangan

Potensi Pemanfaatan Steinernema sp. Isolat Lokal terhadap Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium dan Lapangan

hampei pada 4-72 jam setelah aplikasi KS4000 Waktu kontak jsa Jumlah larva mati pada ulangan ekor Rerata larva mati ekor Tabel 19.. hampei dengan berbagai kerapatan Steinernema sp.[r]

32 Baca lebih lajut

AGENS PENGENDALI HAYATI RAMAH LINGKUNGAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN Heterorhabditis sp. DAN Steinernema sp. SEBAGAI PENGENDALI HAMA RAYAP TANAH Coptotermes sp. DAN Microtermes sp. DI KABUPATEN LUMAJANG

AGENS PENGENDALI HAYATI RAMAH LINGKUNGAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN Heterorhabditis sp. DAN Steinernema sp. SEBAGAI PENGENDALI HAMA RAYAP TANAH Coptotermes sp. DAN Microtermes sp. DI KABUPATEN LUMAJANG

Salah satu alternatif pengendalian hayati adalah dengan memanfaatkan Nematoda Entomopatogen (NEP) dari genus Steinernema sp. dan Heterorhabditis sp. yang sangat potensial untuk mengendalikan serangga hama dari ordo Lepidoptera, Coleoptera dan Diptera (Poinar, 1979). Kaya dan Gaugler (1993) mengatakan bahwa nematode entomopatogen mempunyai beberapa kelebihan yaitu bersifat virulen terhadap inangnya, membunuh serangga inang dengan cepat, mempunyai kisaran inang yang luas, tidak berbahaya bagi serangga bukan sasaran dan mudah dibiakkan secara in vivo maupun in (Sulistyanto, D., 2013).
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Show all 6658 documents...