Strategi Probing Prompting

Top PDF Strategi Probing Prompting:

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA MELALUI BLENDED- LEARNING DENGAN STRATEGI PROBING-PROMPTING

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA MELALUI BLENDED- LEARNING DENGAN STRATEGI PROBING-PROMPTING

Blended learning adalah metode belajar yang menggabungkan dua atau lebih metode pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis mahasiswa calon guru matematika, melalui Blended Learning dengan strategi pembelajaran Probing- prompting. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, dengan membagi objek penelitian menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok kelas eksperimen yaitu kelompok mahasiswa calon guru yang mendapatkan Blended Learning dengan Strategi Probing-Prompting dan kelompok kedua adalah kelompok kontrol; yaitu mahasiswa calon guru yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa calon guru semester 6 dari salah satu universitas di Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa: kelompok kelas eksperimen; yaitu kelompok mahasiswa calon guru yang mendapatkan Blended Learning memiliki peningkatan kemampuan penalaran matematis yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kelas kontrol. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil perhitungan gain ternormalisasi kelas eksperimen mencapai rata-rata 0,50 sementara gain ternormalisasi kelas kontrol mencapai rata-rata 0,34. Meskipun keduanya masih dalam kategori sedang, namun berdasarkan hasil uji-t dua pihak didapatkan bahwa dalam peningkatan tersebut terdapat perbedaan yang signifikan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI  STRATEGI PROBING PROMPTING DAN  Implementasi Strategi Probing Prompting Dan Time Token Dalam Pembelajaran Biologi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 2 Mojogedang Tahun Ajaran 2011/2012.

IMPLEMENTASI STRATEGI PROBING PROMPTING DAN Implementasi Strategi Probing Prompting Dan Time Token Dalam Pembelajaran Biologi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 2 Mojogedang Tahun Ajaran 2011/2012.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi antara siswa yang diajar melalui strategi pembelajaran Probing Prompting dengan strategi pembelajaran Time Token. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Mojogedang Tahun Ajaran 2011/2012, yang terdiri dari 6 kelas. Sampel yang digunakan yaitu 2 kelas dengan jumlah total kedua kelas tersebut 79 siswa, yaitu kelas E sebagai kelompok eksperimen I dengan strategi pembelajaran Probing Prompting dan kelas A sebagai kelompok eksperimen II dengan strategi pembelajaran Time Token. Uji coba instrumen dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kerjo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah clutser random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes sebagai metode pokok, dan dokumentasi dan observasi sebagai metode bantu. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji t. Hasil analisis data dengan   5 % diperoleh t 0,05 > t obs (1,991 > 0,302).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI  STRATEGI PROBING PROMPTING DAN  Implementasi Strategi Probing Prompting Dan Time Token Dalam Pembelajaran Biologi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 2 Mojogedang Tahun Ajaran 2011/2012.

IMPLEMENTASI STRATEGI PROBING PROMPTING DAN Implementasi Strategi Probing Prompting Dan Time Token Dalam Pembelajaran Biologi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 2 Mojogedang Tahun Ajaran 2011/2012.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi antara siswa yang diajar melalui strategi pembelajaran Probing Prompting dengan strategi pembelajaran Time Token . Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Mojogedang Tahun Ajaran 2011/2012, yang terdiri dari 6 kelas. Sampel yang digunakan yaitu 2 kelas dengan jumlah total kedua kelas tersebut 79 siswa, yaitu kelas E sebagai kelompok eksperimen I dengan strategi pembelajaran Probing Prompting dan kelas A sebagai kelompok eksperimen II dengan strategi pembelajaran Time Token . Uji coba instrumen dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kerjo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah clutser random sampling . Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes sebagai metode pokok, dan dokumentasi dan observasi sebagai metode bantu. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji t. Hasil analisis data dengan   5 % diperoleh t 0,05 > t obs (1,991 > 0,302).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

S IPS 1101819 Chapter1

S IPS 1101819 Chapter1

Pada penelitian ini peneliti memilih teknik probing-prompting sebagai salah satu teknik dari metode tanya jawab. Teknik probing-prompting merupakan pembelajaran dengan mengajukan serangkaian pertanyaan kepada siswa yang bersifat menuntun dan menggali sehingga siswa mendapatkan pengetahuan baru dan melibatkan siswa pada proses pembelajaran karena jika siswa tidak mampu menjawab, guru akan memberikan pertanyaan – pertanyaan berikutnya sampai siswa mampu menjawab pertanyaan awal yang diajukan oleh guru, sejalan dengan pendapat Suherman (2002, hlm. 190) yang mengemukakan teknik probing- prompting adalah sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

proposal pembelajaran probing-prompting\rpp siklus 1 pertemuan 2

proposal pembelajaran probing-prompting\rpp siklus 1 pertemuan 2

tentang jawaban tersebut untuk meyakinkan bahwa seluruh siswa terlibat dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Namun, jika siswa tersebut mengalami kemacetan jawaban atau jawaban yang diberikan kurang tepat, tidak tepat, atau diam, maka guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain yang jawabannya merupakan petunjuk jalan penyelesaian jawaban. Kemudian, guru memberikan pertanyaan yang menuntut siswa berpikir pada tingkat yang lebih tinggi, sehingga siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator. Pertanyaan yang diajukan pada langkah keenam ini sebaiknya diberikan pada beberapa siswa yang berbeda agar seluruh siswa terlibat dalam kegiatan probing- prompting.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBING-PROMPTING DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2014/2015)

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBING-PROMPTING DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2014/2015)

Penelitian ini merupakan suatu kuasi eksperimen yang menguji model probing- prompting dalam pembelajaran matematika. Karena peneliti ingin mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, di mana variabel bebasnya adalah model probing-prompting dan variabel terikatnya adalah kemampuan ber- pikir kritis. Desain penelitian ini adalah one shot case study, menggunakan satu kelompok dengan diberi satu kali perlakuan dan satu kali pengukuran. Berikut Tabel garis besar pelaksanaan penelitian menurut Arikunto (2006: 85):
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI PENDEKATAN PROBING-PROMPTING.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI PENDEKATAN PROBING-PROMPTING.

Cara pembelajaran dengan pendekatan probing-prompting hampir serupa dengan metode penemuan (Joyce dan Weil, 2000: 98). Namun yang membedakannya adalah pada pendekatan probing-prompting siswa belajar menemukan jawaban secara bebas, namun tetap diarahkan oleh guru melalui serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali suatu informasi agar hasil belajar yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan pada metode penemuan lebih menekankan pada pengalaman langsung siswa dan lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar. Ini sesuai dengan NCTM (2000: 262) menyatakan mahir dalam bernalar matematika merupakan tujuan dari pemahaman matematika.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pembelajaran Matematika Melalui Strategi Pembelajaran Problem Posing Dan Probing- Prompting Ditinjau Dari Keaktifan Belajar Siswa Mtsn Ngawi.

PENDAHULUAN Pembelajaran Matematika Melalui Strategi Pembelajaran Problem Posing Dan Probing- Prompting Ditinjau Dari Keaktifan Belajar Siswa Mtsn Ngawi.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti mengadakan penelitian tentang penerapan strategi pembelajaran problem posing dan probing-prompting terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari keaktifan belajar siswa. Peneliti berharap strategi problem posing dan probing-prompting dapat menjadi salah satu strategi alternatif yang dapat dipilih oleh guru agar menjadikan siswa aktif di dalam kelas, sehingga hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika menjadi maksimal.

6 Baca lebih lajut

t mtk 1009503 chapter1

t mtk 1009503 chapter1

Cara pembelajaran dengan pendekatan probing-prompting hampir serupa dengan metode penemuan (Joyce dan Weil, 2000: 98). Namun yang membedakannya adalah pada pendekatan probing-prompting siswa belajar menemukan jawaban secara bebas, namun tetap diarahkan oleh guru melalui serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali suatu informasi agar hasil belajar yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan pada metode penemuan lebih menekankan pada pengalaman langsung siswa dan lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar. Ini sesuai dengan NCTM (2000: 262) menyatakan mahir dalam bernalar matematika merupakan tujuan dari pemahaman matematika.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

proposal pembelajaran probing-prompting\KISI SIKLUS 1 PART 1

proposal pembelajaran probing-prompting\KISI SIKLUS 1 PART 1

Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis, dan bidang dalam ruang dimensi tiga.. Menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang.[r]

1 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN METODE PROBING-PROMPTING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA.

PENGGUNAAN METODE PROBING-PROMPTING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA.

Pre-test dilakukan pada awal pertemuan sebelum diberikannya treatment berupa metode probing-prompting. Pre-test dilakukan dengan menggunakan test secara lisan atau wawancara. Dalam pre- test ini terdapat 5gambar yang temanya telah ditentukan sebelumnya, kemudian5 gambar tersebut diberikan kepada siswa agar siswa dapat menjawab secara lisan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan penulis terkait dengan gambar tersebut.

35 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Probing Prompting dengan Media Realia Siswa Kelas IV SDN Purworejo Kec. Suruh Kab. Semarang Semester

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Probing Prompting dengan Media Realia Siswa Kelas IV SDN Purworejo Kec. Suruh Kab. Semarang Semester

Metode probing prompting diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar dan menarik perhatian siswa, karena metode probing prompting merupakan sebuah kegiatan pembelajaran yang menyajikan serangkaian pertanyaan yang bersifat menggali dan menuntun sehingga akan terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan yang telah dipelajari dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH TEKNIK PROBING PROMPTING DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMK ISLAM 2 DURENAN - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH TEKNIK PROBING PROMPTING DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMK ISLAM 2 DURENAN - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6. Jika jawabannya tepat, guru meminta tanggapan kepada siswa lain tentang jawaban tersebut untuk meyakinkan bahwa seluruh siswa terlibat dalam kegiatan yang sedang berlangsung.namun, jika siswa tersebut mengalami kemacetan jawaban, dalam hal ini jawaban diberikan kurang tepat, tidak tepat, atau diam, guru mengajukan pertanyaan lain yang merupakan jawabannnya merupakan petunjuk jalan penyelesaian jawaban. Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan yang menuntut siswa berfikir pada tingkat yang lebih tinggi, sampai dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator. Pertanyaan yang dilakukan pada langkah keenam ini sebaiknya diajukan pada bebeapa siswa yang berbeda agar seluruh siswa terlibat dalam seluruh kegiatan probing prompting.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Praktikalitas dan Keefektifan Modul Kalkulus 2 Berbasis Probing Prompting Asmaul Husna

Praktikalitas dan Keefektifan Modul Kalkulus 2 Berbasis Probing Prompting Asmaul Husna

Oleh karena itu dalam penelitian terdahulu, peneliti telah mengembangakan modul kalkulus 2 berbasis probing prompting yang telah diuji kevalidannya oleh 2 validator. Hasil penilaian kualitas modul dari 2 validator yang meliputi aspek kelayakan isi/materi, aspek kelayakan penyajian, aspek kelayakan bahasa, aspek penilaian probing prompting dan aspek kelayakan media berturut-turut diperoleh persentase pencapaian skor adalah 81,25%, 85%, 83,33%, 87,5% dan 94,44%. Untuk keseluruhan kelayakan modul persentase pencapaian skor untuk validator materi 83,33% dengan kategori baik, validator media 94,44% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian modul yang telah dihasilkan telah valid dan layak digunakan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING DENGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI KELAS XI-AK SMK HARAPAN STABAT TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING DENGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI KELAS XI-AK SMK HARAPAN STABAT TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran disekolah guru mempunyai pengaruh yang sangat penting. Guru haruslah menciptakan interaksi yang baik dalam proses pembelajaran dan membuat siswanya ikut berperan aktif dalam pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran adalah salah satu alternatif yang sering dilakukan oleh guru dalam proses belajar mengajar dan faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, guna tercapainya tujuan pembelajaran yang sejalan dengan kemampuan yang dimiliki siswa.

29 Baca lebih lajut

PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MENERAPKAN TEORI KELISTRIKAN DAN MENGGUNAKAN ALAT UKUR SISWA KELAS X PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK NEGERI 2 BINJAI TAHUN AJARAN 2

PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MENERAPKAN TEORI KELISTRIKAN DAN MENGGUNAKAN ALAT UKUR SISWA KELAS X PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK NEGERI 2 BINJAI TAHUN AJARAN 2

Bila dibandingkan dengan model pembelajaran yang digunakan saat ini disekolah, siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar, karena model konvensional pada dasarnya hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Tingkatan belajar siswa terendah adalah mendengar dan tingkatan ini ada pada proses belajar mengajar yang menggunakan cara ceramah. Tingkatan berikutnya adalah melihat dan tingkatan berikutnya adalah melakukan. Pada model pembelajaran, tingkatan belajar yang diterapkan mencakup mendengar dan melihat. Dengan begitu, perbandingan antara model probing prompting dan konvensional dapat terlihat dengan jelas dilihat dari tingkatan belajarnya.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SDN 101775 SAMPALI TAHUN AJARAN 2016/2017.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SDN 101775 SAMPALI TAHUN AJARAN 2016/2017.

Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah di atas, maka yang akan menjadi rumusan mas alah pada penelitian ini adalah: “Apakah model pembelajaran Probing Prompting dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPA materi Gaya dan Pengaruhnya? ”.

28 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X.5 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMA N 1 BANGSRI KABUPATEN JEPARA

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X.5 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMA N 1 BANGSRI KABUPATEN JEPARA

Sesuai dengan kondisi lapangan di SMA N 1 Bangsri, guru memberikan materi pelajaran dengan ceramah bervariasi dan juga dengan berbagai media pembelajaran agar memberikan efek tidak jenuh kepada siswanya. Selain didukung media pembelajaran guru juga harus memperhatikan kondisi siswanya apakah dalam pembelajaran siswa mendapatkan hasil yang memenuhi target. Karena pembelajaran sejarah masih terpusat oleh guru, sehingga siswa masih terpaku materi-materi yang disampaikan oleh guru dan siswa belum bisa mandiri. Dengan model probing-prompting siswa dapat merangsang pikiran untuk memberikan pendapatnya dan tidak malu untuk menyampaikannya, sehingga anak akan lebih berpikir kritis dalam menghadapi masalah. Berdasarkan hasil observasi dan informasi yang diperoleh dari guru sejarah di kelas X.5 SMA Negeri 1 Bangsri Kabupaten Jepara, diketahui bahwa suasana pembelajaran di kelas masih kurang kondusif.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING DAN  PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING DAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT (PT

PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING DAN PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING DAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT (PT

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peningkatan kedisiplinan belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran probing-prompting dan metode cooperative script, (2) untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran probing-prompting dan metode cooperative script. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Colomadu tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 34 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, catatan lapangan, wawancara, dokumentasi, dan review. Untuk menjamin validitas data digunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif dilaksanakan dengan metode alur. Hasil penelitian ini adalah 1) Ada peningkatan kedisiplinan, dapat dilihat dari banyaknya siswa yang: (a) Mendengarkan penjelasan guru sebelum tindakan 44,12% dan setelah tindakan 73,53%, (b) Datang tepat waktu sebelum tindakan 29,41% dan setelah tindakan 88,24%, (c) Menyelesaikan tugas tepat waktu sebelum tindakan 26,47% dan setelah tindakan 82,35%, (d) Menyelesaikan PR sebelum tindakan 61,76% dan setelah tindakan 88,24%. 2) Ada peningkatan prestasi, yaitu: nilai siswa di atas kriteria ketuntasan minimum (KKM ≥ 65) sebelum tindakan 29,41% dan setelah tindakan 76,47%. Dengan demikian, ada peningkatan kedisiplinan dan prestasi siswa melalui penerapan model pembelajaran probing-prompting dan metode cooperative script pada pokok bahasan lingkaran kelas VIIIC .
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING DAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT (PTK di SMPN 3 Colomadu Pada Pokok Bahasan Lingkaran Kelas VIII Tahun 2010/2011).

PENDAHULUAN PENINGKATAN KEDISIPLINAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING DAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT (PTK di SMPN 3 Colomadu Pada Pokok Bahasan Lingkaran Kelas VIII Tahun 2010/2011).

Model pembelajaran probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berfikir yang mengaitkan pengetahuan siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa mengkontruksi konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberikan. Model pembelajaran ini, tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...