stres remaja

Top PDF stres remaja:

Studi Deskriptif Tingkat Stres Remaja Putri Yang Mengalami Keputihan Di SMA Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Studi Deskriptif Tingkat Stres Remaja Putri Yang Mengalami Keputihan Di SMA Negeri 2 Ungaran Kabupaten Semarang - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat stres remaja putri yang mengalami keputihan yang berada pada tingkat ringan sebanyak 67 remaja 48,9%, tingkat sedang sebanyak 70 remaja 51,1% da[r]

2 Baca lebih lajut

Studi Deskriptif Mengenai Gambaran Derajat Stres Dan Strategi Koping Stres Remaja 13-18 Tahun Dengan Saudara Kandung Penyandang Down Syndrome Di Potads Bandung.

Studi Deskriptif Mengenai Gambaran Derajat Stres Dan Strategi Koping Stres Remaja 13-18 Tahun Dengan Saudara Kandung Penyandang Down Syndrome Di Potads Bandung.

Berdasarkan pemaparan fenomena dan penelitian sebelumnya, diperoleh bahwa masing-masing remaja menilai situasi memiliki saudara kandung Down Syndrome dan menggunakan strategi kopingnya secara berbeda. Penelitian dari dalam maupun luar negeri mengenai stres dan strategi koping stres sudah berkembang namun di Universitas Padjadjaran sendiri belum ada penelitian terkait derajat stres dan koping stres pada remaja yang memiliki saudara kandung Down Syndrome . Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti ingin mengetahui bagaimana gambaran derajat stres dan strategi koping stres remaja berusia 13-18 tahun dengan saudara kandung penyandang Down Syndrome di POTADS Bandung.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

STRES REMAJA DALAM KELUARGA DITINJAU DARI KOMUNIKASI DENGAN ORANGTUA - Unika Repository

STRES REMAJA DALAM KELUARGA DITINJAU DARI KOMUNIKASI DENGAN ORANGTUA - Unika Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal remaja dan orangtua dengan stres remaja dalam keluarga. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara komunikasi interpersonal remaja dan orangtua dengan stres remaja dalam keluarga. Populasi adalah siswa kelas XII SMK Negeri 11 Semarang yang hidup bersama dengan orangtua (bapak dan ibu). Sampel penelitian berjumlah 130 siswa, yang diambil dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Stres Remaja dalam Keluarga dan Skala Komunikasi Interpersonal Remaja dengan Orangtua. Pengujian hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment. Hipotesis penelitian diterima dengan hasil menunjukan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara komunikasi interpersonal remaja dan orangtua dengan stres remaja dalam keluarga (r xy = -0.592, p < 0.01).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Orientasi Kancah - 13.40.0283 Theresia Dwi Okta AP   BAB IV

BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Orientasi Kancah - 13.40.0283 Theresia Dwi Okta AP BAB IV

Setelah selesai mengisi skala stres remaja dalam keluarga, peneliti membagikan skala komunikasi interpersonal remaja dan orangtua. Peneliti juga mengingatkan kembali cara pengisian skala. Menjelaskan bahwa pengisian skala disesuaikan dengan keadaan yang dialami, serta memita siswa untuk meletakan skala yang telah terisi di pojok kanan meja.

11 Baca lebih lajut

Hubungan antara Self-Disclosure dengan Stres pada Remaja Siswa SMP Negeri 8 Surakarta

Hubungan antara Self-Disclosure dengan Stres pada Remaja Siswa SMP Negeri 8 Surakarta

pelajar. Tekanan untuk berprestasi mulai mempengaruhi banyak remaja yang sedang menempuh pendidikan. Sepanjang masa kanak- kanak, orang tua dan guru memegang peranan penting dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi individu. Ketika beranjak remaja, individu merasa harus dapat menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan orang tua maupun guru. Saat mengalami kesulitan kebanyakan remaja enggan meminta bantuan orang yang lebih tua. Banyaknya tugas sekolah, tugas rumah, dan kegiatan ekstrakurikuler membuat remaja tak lagi dapat memiliki banyak waktu bermain. Berkurangnya waktu untuk dapat berekreasi seperti pada masa kanak-kanak menjadi tekanan tersendiri bagi mereka. Remaja sekarang banyak yang merasa kesepian, stres menghadapi pelajaran dan putus asa karena persaingan yang terjadi di sekolah. Selain itu, stres remaja dapat juga disebabkan karena tuntutan dari orang tua dan masyarakat (Nasution, 2007). Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Walker (2002) di Amerika terhadap 60 orang remaja mengungkapkan bahwa penyebab utama stres dan masalah yang ada pada remaja berasal dari hubungan dengan teman dan keluarga, tekanan serta harapan dari diri sendiri dan orang lain, tekanan di sekolah oleh guru dan pekerjaan rumah, tekanan ekonomi dan tragedi yang ada dalam kehidupan mereka, misalnya kematian, perceraian orang tua dan penyakit yang dideritanya atau anggota keluarga. Remaja masa kini tidak hanya menghadapi perubahan dalam dirinya terkait dengan perkembangannya, namun juga
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DAN TINGKAT STRES PADA REMAJA SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DAN TINGKAT STRES PADA REMAJA SKRIPSI

Perilaku asertif pada masa remaja juga dapat menolong remaja untuk memperoleh bantuan saat mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan fisiknya maupun saat menghadapi tantangan tugas perkembangannya karena perilaku asertif memungkinkan remaja untuk meminta pertolongan kepada orang lain. Hardjana (1994) mengemukakan bahwa terkadang stres yang dihadapi oleh seorang individu terlalu sulit untuk dapat di atasi seorang diri sehingga diperlukan bantuan dari orang lain. Oleh karena itu, meminta bantuan kepada orang lain merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi stres. Remaja yang tidak mampu secara jujur meminta bantuan kepada orang lain akan lebih berpeluang untuk menyerah dalam menghadapi masalah dan tuntutan perkembangan pada masa remaja. Kegagalan dalam mengatasi dan menyelesaikan tugas perkembangan ini akan menimbulkan tekanan dan berdampak buruk pada tahap perkembangan hidup selanjutnya.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

BAB V PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi - 13.40.0283 Theresia Dwi Okta AP   BAB V

BAB V PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Asumsi - 13.40.0283 Theresia Dwi Okta AP BAB V

Penelitian ini sesuai dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan, seperti penelitian Kamumu (2013) dimana menunjukan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara komunikasi interpersonal remaja dan orangtua dengan stres remaja. Wahyuningsih (2016) juga membuktikan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan stres.

8 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian - 13.40.0283 Theresia Dwi Okta AP   BAB III

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian - 13.40.0283 Theresia Dwi Okta AP BAB III

Dalam penelitian ini, jenis validitas yang digunakan adalah validitas konstrak. Untuk uji validitas konstrak skala stres remaja dalam keluarga dengan skala komunikasi interpersonal remaja dan orangtua dilakukan uji korelasi antara item dengan total pada masing-masing skala. Dimana koefisien korelasi antara item dengan total diuji dengan korelasi product moment. Korelasi tersebut mengalami kelebihan bobot. Untuk itu dilakukan koreksi dengan menggunakan teknik Part Whole. Perhitungan tersebut akan diolah dengan menggunakan Program Statistical Package for Social Science (SPSS) for Windows Release 16.00.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN INTENSI MEROKOK PADA REMAJA

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN INTENSI MEROKOK PADA REMAJA

Ketika remaja menggunakan rokok untuk menghadapi stres, remaja seringkali kehilangan keyakinan atau kepercayaan diri sehingga timbul niat untuk melakukan sesuatu yang bisa membangkitkan rasa ketidakpercayaan terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya dengan cara merokok. Mungkin beberapa orang akan dapat meredakan dengan cara yang tepat, tetapi tidak jarang ada yang memilih cara yang kurang tepat, seperti merokok, minum alkohol berlebihan, dan menggunakan narkoba secara bebas (termasuk obat tidur dan penenang yang diberikan oleh dokter, yang tidak digunakan berdasarkan aturan pemakaian).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PERAN KELUARGA TERHADAP STRESS AKIBAT PERNIKAHAN DINI   Coping Stress Pada Remaja Yang Menikah Di Usia Dini.

PERAN KELUARGA TERHADAP STRESS AKIBAT PERNIKAHAN DINI Coping Stress Pada Remaja Yang Menikah Di Usia Dini.

anak hingga masalah ekonomi yang kurang mencukupi dialami oleh ketiga informan yang menikah karena hamil terlebih dahulu (LE, DR, NY) sedangkan permasalahan eksternal yang dialami oleh remaja yang menikah karena keinginannya sendiri sebatas pertengkaran kecil dengan suami. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Wilis (2011) yang membagi dua faktor besar dalam keretakan keluarga yakni faktor internal seperti tafsiran perilaku marah-marah, sikap egois dan kurang demokratis sedangkan faktir eksternalnya antara lain campur tangan pihak ketiga dalam masalah keluarga serta pergaulan negatif dari anggota keluarga. Berikut ditampilakn tabel mengenai permasalahan yang dialami remaja yang menikah dini berdasar latar belakangnya
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

gunadarma 10504211 ssm fpsi

gunadarma 10504211 ssm fpsi

GAMBARAN STRES DAN KOPING STRES PADA REMAJA YANG ORANGTUANYA BERCERAI Riza Yulian, Betty Yuliani, S.Psi., M.Si Penulisan Ilmiah, Fakultas Psikologi, 2007 Universitas Gunadarma http:/[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT STRES PADA REMAJA (USIA 12-15 TAHUN)Study di SMPN 3 Jombang - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT STRES PADA REMAJA (USIA 12-15 TAHUN)Study di SMPN 3 Jombang - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

Masa remaja awal merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan pada dirinya baik secara fisik, psikis, maupun emosional (Sarwono, 2011). Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja baik eksternal maupun internal misalnya di lingkungan akademik, stres merupakan pengalaman yang sering terjadi pada remaja yang bersumber dari proses belajar mengajar atau hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar dan teman sebaya.Tekanan akademik berupa lamanya berada disekolah, kecemasan dalam menghadapi ujian, tugas sekolah dan lain sebagainya. Menurut Greenberd (2007) berpendapat bahwa stres akademik yang sering terjadi pada remaja, Salah satu penyebab adalah sekolah yang menerapkan sistem Full Day School sehingga remaja lebih lama berada di lingkungan sekolah, beban tugas, waktu belajar yang panjang. Tehnik untuk mengurangi stres dengan melakukan tehnik Brain Gym. Gerakan-gerakan pada Brain Gym (senam otak) ini dapat mengaktifkan neocortex dan saraf parasimpatik untuk mengurangi peningkatan hormon adrenalin dalam tubuh sehingga tubuh menjadi rileks dan seimbang (Dennison, 2009).
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

PROSIDING HEFA (Health Events for All)

PROSIDING HEFA (Health Events for All)

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sulaeman 2014, sebanyak 36 orang siswa remaja mengalami stres, mereka tidak sanggup menanggung beban tuntutan pondok pesantren, Sebanyak 14 orang siswa merasa terbebani dengan banyaknya mata pelajaran yang harus mereka kuasai, mereka juga mengeluhkan terlalu banyaknya hafalan Al- Qur’an yang harus mereka hafalkan setiap hari (Sulaeman & Joefiani, 2014). Melihat stres yang dialami oleh santri remaja di pondok pesantren, santri diharapkan mampu membangun strategi koping yang tepat sebagai upaya untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap masalah dan tekanan tersebut.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN  PERILAKU  TEMAN  DAN  STRES  DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI KELURAHAN  Hubungan Perilakuteman Dan Stres Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Di Kelurahan Dukuh, Sukoharjo.

HUBUNGAN PERILAKU TEMAN DAN STRES DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI KELURAHAN Hubungan Perilakuteman Dan Stres Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Di Kelurahan Dukuh, Sukoharjo.

Menurut Rey (2002) bahwa sebagian dari remaja mampu untuk mengatasi transisi perubahan dari usia anak ke remaja dengan baik, namun beberapa remaja malah mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosialnya. Apabila remaja tidak mampu untuk mengatasi perubahan - perubahan tersebut dengan baik dan terjadi ketidaksesuaian antara perkembangan psikis dan sosial, hal tersebut dapat menyebabkan remaja berada pada kondisi di bawah tekanan atau stres. Dan hal tersebut juga bisa menyebabkan permasalahan lainnya seperti mengakibatkan perilaku – perilaku negatif. Beberapa permasalahan remaja yang biasanya muncul yaitu berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Remaja sering melakukan hal-hal yang berisiko diantaranya adalah penggunaan alkohol, rokok dan narkoba.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STRES MAHASISWA DALAM MENYUSUN SKRIPSI DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL TEMAN - Unika Repository

STRES MAHASISWA DALAM MENYUSUN SKRIPSI DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL TEMAN - Unika Repository

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara dukungan sosial teman dengan stres mahasiswa dalam menyusun skripsi. Hal ini dapat dilihat dari nilai r xy = -0, 387 dengan p < 0,01,

14 Baca lebih lajut

T1 132008002 Daftar Pustaka

T1 132008002 Daftar Pustaka

Perbedaan Coping Stres pada Remaja Akhir Dalam Berpacaran Ditinjau Dari Kepribadian Tipe A dan Tipe B.. Skripsi tidak diterbitkan.[r]

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT STRES IBU DAN PENGASUHAN PENERIMAAN- PENOLAKAN DENGAN KONSEP DIRI REMAJA PADA KELUARGA BERCERAI

HUBUNGAN TINGKAT STRES IBU DAN PENGASUHAN PENERIMAAN- PENOLAKAN DENGAN KONSEP DIRI REMAJA PADA KELUARGA BERCERAI

Tingkat stres ibu berhubungan positif signifikan dengan lama perceraian. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin lama perceraian yang dilalui ibu maka semakin tinggi stress yang dialami ibu bercerai. Setelah terjadi perceraian, tugas pengasuhan yang sepenuh- nya diserahkan kepada ibu cenderung meningkatkan tekanan stres dan depresi. Namun, ibu tidak dapat secara penuh mengisi tugasnya karena harus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi ini seringkali membuat ibu merasa bersalah karena tidak dapat memenuhi tuntutan anak- anaknya. Turner (2006) dalam penelitiannya menemukan bahwa ibu yang bercerai mengalami stres bukan hanya diakibatkan oleh tekanan keuangan, namun juga tekanan kehidupan. Faktor lingkungan sosial juga ikut memengaruhi kondisi mental ibu setelah bercerai. Namun, hasil sebaran gejala stres yang dialami ibu menunjukkan bahwa sebanyak dua persen ibu memilih sangat sering berkeinginan untuk menghindar dari orang lain. Burke, McIntosh, dan Gridley (2009) menuliskan bahwa perceraian berdampak pada hubungan sosial seseorang seperti kehilangan atau perubahan teman, serta putusnya hubungan dengan kerabat.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

TAP.COM -   HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI ... 13 315 2 PB

TAP.COM - HUBUNGAN TINGKAT STRES TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI ... 13 315 2 PB

Penelitian menunjukkan bahwa responden yang dismenore paling banyak mengalami stres sedang (19,6 %). Pada penelitian terdahulu tentang Pengaruh Stres Terhadap Tingkat Dismenore Primer Pada Siswi Kelas VIII SMP Negeri 1 Kutorejo- Mojokerto tahun 2013 dengan jumlah sampel 86 responden di dapatkan hasil yaitu sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang sebanyak 53 responden (61,6%) (Oktavina, 2013). Responden yang mengalami dismenore primer paling banyak mengalami gejala stres psikologis (23,9 %). Berdasarkan uji Chi Square diperoleh hasil perhitungan dengan nilai X 2 Hitung = 9,17 sedangkan X 2 tabel = 7,815
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...