stroke non hemoragik

Top PDF stroke non hemoragik:

PERBEDAAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA PENDERITA DM TIPE 2 DENGAN KEJADIAN STROKE NON HEMORAGIK DAN  Hubungan Kadar Asam Urat Serum pada Penderita DM Tipe 2 dengan Kejadian Stroke Non Hemoragik di RSUD Dr. Moewardi.

PERBEDAAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA PENDERITA DM TIPE 2 DENGAN KEJADIAN STROKE NON HEMORAGIK DAN Hubungan Kadar Asam Urat Serum pada Penderita DM Tipe 2 dengan Kejadian Stroke Non Hemoragik di RSUD Dr. Moewardi.

Pada pasien hipertensi tanpa pengobatan, kadar insulin darah meningkat setelah pembebanan glukosa pada tes toleransi glukosa oral yang sejalan dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pada penelitian oleh Purwaningsih (2010), didapatkan hasil bahwa responden yang mengalami peningkatan tekanan darah hingga ≥140/90 mmHg akan berisiko menderita hiperurisemia sebesar 5,2 kali lipat dibandingkan responden yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah. Dapat dijelaskan bahwa pada penderita hipertensi akan mengalami penurunan aliran glomerulus dan penurunan tekanan arteriol aferen glomerulus yang dapat menyebabkan ekskresi renin sehingga memicu reabsorbsi natrium dan peningkatan resistensi perifer, serta penurunan aliran darah ginjal. Kondisi tersebut yang menjadi penyebab penurunan ekskresi asam urat melalui ginjal sehingga terjadilah keadaan hiperurisemia. Hiperurisemia juga dapat memicu hipertensi dengan peranannya dalam mengaktifkan sistem renin7angiotensin. Apabila tekanan darah meningkat cukup tinggi dan berlangsung cukup lama, akan menyebabkan disfungsi endotel yang menyebabkan dinding pembuluh darah tipis dan rapuh. Bila terjadi kenaikan tekanan darah sistemik, maka tekanan perfusi pada dinding kapiler menjadi tinggi. Pembuluh darrah dapat pecah dan terjadi perdarahan, terutama pembuluh darah kecil seperti pada otak (Sherwood, 2001). Hiperurisemia yang umum ditemukan pada pasien DM tipe 2 dan kecenderungan hiperurisemia serta pasien DM tipe 2 untuk mengalami hipertensi, memang tidak dapat lepas dari kemungkinan memiliki komplikasi stroke. Aterosklerosis yang merupakan komplikasi dari DM tipe 2 dan juga berperan dalam terjadinya hipertensi, juga turut menyumbang risiko untuk terjadinya stroke. Kondisi inilah yang kemungkinan menjadi sebab tidak adanya perbedaan yang signifikan antara kadar asam urat serum pada penderita DM tipe 2 dengan kejadian stroke non hemoragik dan stroke hemoragik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN MOBILISASI DINI PADA STROKE NON HEMORAGIK KONDISI AKUT  pengaruh pemberian mobilisasi dini pada stroke non hemoragik kondisi akut terhadap kemampuan fungsional.

PENGARUH PEMBERIAN MOBILISASI DINI PADA STROKE NON HEMORAGIK KONDISI AKUT pengaruh pemberian mobilisasi dini pada stroke non hemoragik kondisi akut terhadap kemampuan fungsional.

Latar Belakang: Stroke memberikan pengaruh atau dampak yang tidak baik bagi pasien yaitu ketergantungan activities of daily living (ADL) yang sangat tinggi dan penurunan aktivitas itu terjadi sangat signifikan serta cepat. Mobilisasi dini adalah salah satu penanganan untuk meningkatkan kemampuan fungsional pasien pasca serangan stroke.

13 Baca lebih lajut

ASKEP STROKE NON I HEMORAGIK

ASKEP STROKE NON I HEMORAGIK

Stroke non hemoragik adalah sindroma klinis yang awalnya timbul mendadak, progresi cepat berupa deficit neurologis fokal atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbul kematian yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non straumatik (Arif Mansjoer, 2000)

Baca lebih lajut

L P STROKE NON HEMORAGIK

L P STROKE NON HEMORAGIK

Pada tingkatan makroskopik, stroke non hemoragik paling sering disebabkan oleh emboli ektrakranial atau trombosis intrakranial. Selain itu, stroke non hemoragik juga dapat diakibatkan oleh penurunan aliran serebral. Pada tingkatan seluler, setiap proses yang mengganggu aliran darah menuju otak menyebabkan timbulnya kaskade iskemik yang berujung pada terjadinya kematian neuron dan infark serebri.

11 Baca lebih lajut

PATOFISIOLOGI STROKE NON HEMORAGIK AKIBA

PATOFISIOLOGI STROKE NON HEMORAGIK AKIBA

Stroke trombotik dapat dibagi menjadi stroke pada pembuluh darah besar (termasuk sistem arteri karotis) dan pembuluh darah kecil (termasuk sirkulus Willisi dan sirkulus posterior). 7 Tempat terjadinya trombosis yang paling sering adalah titik percabangan arteri serebral utamanya pada daerah distribusi dari arteri karotis interna. 8 Adanya stenosis arteri dapat menyebabkan terjadinya turbulensi aliran darah. Energi yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan neuronal berasal dari metabolisme glukosa dan disimpan di otak dalam bentuk glukosa atau glikogen untuk persediaan pemakaian selama 1 menit. Bila tidak ada aliran darah lebih dari 30 detik gambaran EEG akan mendatar, bila lebih dari 2 menit aktifitas jaringan otak berhenti, bila lebih dari 5 menit maka kerusakan jaringan otak dimulai, dan bila lebih dari 9 menit manusia dapat meninggal. 2,3
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan tingkat kemandirian activity of daily living antara pasien paska stroke hemoragik dengan non hemoragik 2. Kelengkapan

Hubungan tingkat kemandirian activity of daily living antara pasien paska stroke hemoragik dengan non hemoragik 2. Kelengkapan

Salsha Amalia, G0012203, 2016. Hubungan Tingkat Kemandirian Activity of Daily Living antara Pasien Paska Stroke Hemoragik dengan Non Hemoragik. Latar Belakang: Stroke mempengaruhi 15 juta orang pertahun di seluruh dunia, kurang lebih 87% dari seluruh kejadian stroke berupa stroke non hemoragik dan 13% berupa stroke hemoragik. Pasien paska stroke mengalami berbagai masalah kecacatan fisik seperti kelemahan atau kelumpuhan separuh badan, kesulitan berjalan atau gangguan keseimbangan, mandi, makan dan inkontinensia urin. Gangguan akibat stroke sering menimbulkan gejala sisa yang dapat menjadi kecacatan menetap yang selanjutnya membatasi fungsi seseorang dalam Activity of Daily Living (ADL) atau aktivitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan tingkat kemandirian dalam Activity of Daily Living antara pasien paska stroke hemoragik dengan non hemoragik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

STROKE NON HEMORAGIK PADA LAKI LAKI USIA

STROKE NON HEMORAGIK PADA LAKI LAKI USIA

Latar Belakang. Stroke adalah gangguan fungsi otak baik lokal maupun menyeluruh, karena pasokan darah ke otak terganggu, yang terjadi secara cepat dan berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan kematian. Berdasarkan penelitian epidemiologi, sebagian besar kasus dijumpai pada orang-orang yang berusia di atas 40 tahun dan lebih banyak diderita laki-laki daripada perempuan. Faktor resiko terjadinya stroke non hemoragik, antara lain hipertensi, diabetes mellitus (DM), penyakit jantung, hiperkolesterolemi, merokok. Tujuannya adalah teridentifikasinya faktor risiko terjadinya penyakit pada pasien dan penatalaksanaan berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperoleh. Kasus. Tn. N, usia 65 tahun mengeluh lengan dan tungkai kiri tidak dapat digerakkan disertai berbicara pelo yang dirasakan 5 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Pasien memiliki riwayat hipertensi sudah 6 bulan. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 160/90 mmHg, mulut tertarik ke arah sebelah kanan, lidah mengalami lateralisasi ke kiri, ekstremitas superior dan inferior sinistra tidak dapat degerakkan, ditemukkan refleks patologis babinsky ekstremitas inferior, refleks Schaefer, Chaddock dan Gordon pada ekstremitas inferior sinistra. Simpulan. Riwayat hipertensi merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stroke non hemoragik dan berdasarkan penelitian epidemiologi laki-laki lebih banyak terkena stroke dibandingkan perempuan dengan usia diatas 40 tahun.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Laporan Pendahuluan Stroke non hemoragik

Laporan Pendahuluan Stroke non hemoragik

perdarahan yang masif, pdf skripsi terbaru stroke 2016, pathway intoleransi aktivitas pada cva bleeding, pathway jelas stroke non hemoragi, pathway keperawatan stroke iskemik, pathway ketidakefektifan pola napas penyakit ginjal kronik, pathway mci menurut muraqin, pathways stroke non hemoragik, laporan pendahuluan askep non hemoragik stroke, download askep str, contoh skripsi stroke non hemoragik lengkap full, contoh pathway tentang strok, contoh pathway stroke, contoh mekanisme emboli, contoh laporan stroke non hemoragik, contoh laporan pendahuluan stroke iskemik lengkap nic noc, contoh kasus stroke non hemoragik, download laporan pendahuluan cva non hemoragic, fathway disfagia, Foto kartun lansia stroke, jurnal patofisiologi stroke non hemoragik tentang pola napas tidakefektif, jurnal laporan keperawatan SNH pdf menurut who, gambar trombosis serebri pdf, gambar gerontik kartun, gambar embolisme serebri pdf, gambar emboli serebri pdf, gambar emboli serebral pdf, gambar animasi terjadinya CHF, contoh gambar stroke hemoragik dan nonhemoragik pdf, contoh asuhan keperawatan stroke non hemoragik noc nic, askep stroke non hemoragik, askep snh pdf, askep SNH, askep non bedah PDF, askep keperawatan KLA, askep kasus nhs lengkap patway, askep dan lp nhs, askep cva non hemoragik pdf, askep stroke non hemoragik lengkap, askep stroke non hemoragik pdf free, askep terbaik tentang struk non hemorogik, contoh asuhan keperawatan stroke non hemoragik dengan nanda nic noc, contoh askep cva kasus nyeri sma nic noc, buku stroke non hemoragik pdf, anemis adalah, Buku ajar keperawatan medikal bedah fokus sitem persyarafan oleh brunner, asuhan keperawatan stroke non hemoragik pdf download, ASUHAN KEPERAWATAN STROKE NON HEMORAGIK, asuhan keperawatan stroke iskemik akut pdf, animasi gambar trauma tumpul abdomen, laporan pendahuluan askep snh, lp stroke 2016, lp
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perbedaan hitung hematokrit pada penderita stroke hemoragik dan stroke non hemoragik di RSUD DR. Moewardi Surakarta

Perbedaan hitung hematokrit pada penderita stroke hemoragik dan stroke non hemoragik di RSUD DR. Moewardi Surakarta

Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan di unit rawat inap bagian penyakit saraf di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada bulan oktober-november 2009 diperoleh jumlah pasien stroke yang mempunyai nilai hematokrit di bawah harga rujukan adalah 13 orang dari 30 sampel penelitian. Sebanyak 11 orang (84,62%) dari pasien stroke hemoragik lebih banyak daripada jumlah pasien stroke non hemoragik yaitu sebanyak 2 orang (15,28%). Sedang 17 orang mempunyai nilai hematokrit sesuai dengan harga rujukan. Sebanyak 4 orang (23,53%) sampel dengan hasil hitung hematokrit sesuai dengan harga rujukan adalah penderita stroke hemoragik dan 13 penderita (76,47%) sampel dengan hasil hitung hematokrit sesuai dengan harga rujukan adalah penderita stroke non hemoragik. Sedangkan dari hasil analisis data didapatkan hasil t = 4,173, SDbM = 1,2765 dan Kemaknaan = 0,001. Sehingga dapat disimpulkan secara statistik, bahwa terdapat perbedaan dalam hitung hematokrit pada penderita stroke hemoragik dan non hemoragik.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN STROKE NON HEMORAGIK (1)

LAPORAN PENDAHULUAN STROKE NON HEMORAGIK (1)

Stroke  trombotik  terjadi  karena  adanya  penggumpalan  pada  pembuluh  darah  di  otak. Trombotik dapat terjadi pada pembuluh darah yang besar dan pembuluh darah yang kecil. Pada  pembuluh  darah  besar  trombotik  terjadi  akibat  aterosklerosis  yang  diikuti  oleh terbentuknya  gumpalan  darah  yang  cepat.  Selain  itu,  trombotik  juga  diakibatkan  oleh tingginya  kadar  kolesterol  jahat  atau  Low  Density  Lipoprotein(LDL).  Sedangkan  pada pembuluh darah kecil, trombotik terjadi karena aliran darah ke pembuluh darah arteri kecil terhalang. Ini terkait dengan hipertensi dan merupakan indikator penyakit aterosklerosis. b.     Stroke Emboli/Non Trombotik
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

A.  Tinjauan Pustaka  Hubungan Antara Hipertensi Dan Kejadian Stroke Di Rsud Kraton Kabupaten Pekalongan.

A. Tinjauan Pustaka Hubungan Antara Hipertensi Dan Kejadian Stroke Di Rsud Kraton Kabupaten Pekalongan.

stroke ditentukan oleh area otak yang terpengaruh. Salah satu tipe stroke yang paling umum adalah terjadinya penghambatan pada salah satu arteri serebralis medialis yang mensuplai bagian tengah salah satu hemisfer otak. Sebagai contoh; jika arteri serebralis medialis dihambat pada sisi kiri otak, maka orang tersebut hampir secara total cenderung menjadi gila karena hilangnya fungsi area pemahaman bicara Wernicke; dia juga tidak mampu untuk mengucapkan kata-kata karena hilangnya area motorik broca untuk pembentukan kata-kata. Selain itu, hilangnya fungsi area pengatur saraf motorik lainnya pada hemisfer kiri dapat menimbulkan paralisis spastik pada semua atau sebagian besar otot- otot dari sisi tubuh yang berlawanan (Guyton, 1997).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN GERAK TERHADAP KESEIMBA

PENGARUH LATIHAN GERAK TERHADAP KESEIMBA

Abnormalitas tonus merupakan salah satu yang harus diperhatihan dalam pemberian terapi pada pasien stroke. Untuk menimbulkan gerakan disadari kearah normal, tahapan per- tama kali yang dilakukan adalah memperbaiki tonus otot maupun refl eks tendon ke arah nor- mal, yaitu dengan cara memberikan stimulus terhadap otot maupun proprioceptor dipersen- dian yaitu melalui approksimasi (Madjono dan Sidharta, 2000), tetapi perlu diperhatikan pula bahwa didalam proses perbaikan tonus perlu dikontrol agar tidak muncul secara berlabihan melalui posisioning (Soehardi, 1992). Disam- ping itu menurut Davies (1990), pemulihan harus didasarkan juga pada mekanisme-me- kanisme sikap tubuh sebagai latar belakang untuk fungsi motor. Dengan adanya perbai- kan dari tonus postural melalui stimulasi atau rangsangan proprioceptif berupa tekanan pada persendian, akan merangsang otot-otot di seki- tar sendi untuk berkontraksi mempertahankan posisi (Mardjono dan Sidharta, 2000). Dari sini aktifi tas eff erent dari muscle spindle dan golgi tendon akan meningkat sehingga informasi akan sampai pada saraf pusat dan muncullah proses fasilitasi dan inhibisi serta reduksi dari kemampuan otot dalam melakukan gerakan yang disadari (Kuntono, 2002).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Stroke Hemoragik (SH) Rawat Inap di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi Tahun 2015

Karakteristik Penderita Stroke Hemoragik (SH) Rawat Inap di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi Tahun 2015

Berdasarkan data WHO tahun 2008 jumlah kematian di dunia sekitar 57 juta dan 6,15 juta meninggal akibat stroke dengan Proportional Mortality Rate stroke sebesar 10,78%. Insidensi stroke sangat bergantung pada usia, jenis kelamin, ras, dan status sosioekonomi. Pada penelitian yang dilakukan oleh AHA di Amerika Serikat insiden stroke hemoragik 1,4 kali lebih tinggi pada orang kulit hitam dan 2,5 kali lebih tinggi pada perokok. Penelitian yang dilakukan oleh Chong dan Ralph Columbia University Neurological Institute tahun 2005 Case Fatality Rate stroke hemoragik pada orang berkulit hitam mencapai 67%
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Stroke Hemoragik | Karya Tulis Ilmiah

Stroke Hemoragik | Karya Tulis Ilmiah

Serangan stroke hemoragik seringkali berlangsung sangat mendadak, pada saat klien sedang melakukan aktivitas. Biasanya terjadi nyeri kepala, mual, muntah bahkan kejang sampai tidak sadar, disamping gejala kelumpuhan separoh badan atau gangguan fungsi otak yang lain. (Siti Rochani, 2000)

Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Stroke 2.1.1. Definisi Stroke - Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga terhadap Kejadian Stroke Berulang di RSUD dr. Pirngadi Medan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Stroke 2.1.1. Definisi Stroke - Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga terhadap Kejadian Stroke Berulang di RSUD dr. Pirngadi Medan

Sangat diharapkan bahwa keluarga dapat membantu pemulihan penderita stroke. Untuk itu terlebih dahulu diperlukan sikap saling pengertian antara dokter, perawat, fisioterapist, tim rehabilitasi lainnya dengan keluarga perihal keadaan penderita. Tidak jarang terjadi keadaan buntu yang mengakibatkan pulang paksa, keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Yang sering terjadi adalah dana yang kurang untuk membiayai pengobatan. Biasanya hal ini berakhir pada hak sepenuhnya pada penderita atau keluarga (Harsono, 2000).

Baca lebih lajut

STROKE NON HEMORAGIK DENGAN FIBROMA VENTRIKEL KIRI ipi13211

STROKE NON HEMORAGIK DENGAN FIBROMA VENTRIKEL KIRI ipi13211

Pada bulan kedua setelah serangan stroke, pasien masuk ke rumah sakit lagi untuk dilakukan reseksi tumor. Dari pemeriksaan laboratorium, pasien didapatkan hiperurikemia, tanpa ada kelainan di organ lain. Dilakukan reseksi tumor jantung ventrikel kiri dengan teknik open heart, yaitu membuka atrium kiri, lalu melalui septal menuju ke ventrikel kiri. Dari hasil pemeriksaan histologis, didapatkan gambaran makroskopis massa padat berwarna putih, dan dari mikroskopis didapatkan jaringan ikat dengan fokus- fokus kalsifi kasi pada tepi jaringan yang mengelilingi daerah nekrosis koagulatif (Gambar 1 dan 2). Pasien dipulangkan dalam keadaan membaik dengan terapi vitamin B1, B6, B12 2 x 1 tablet, asetosal 1 x 100 mg, dan captopril 3 x 6,25 mg.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

GAMBARAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN STROKE NON HEMORAGIK

GAMBARAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN STROKE NON HEMORAGIK

Stroke merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan cacat berupa kelumpuhan anggota gerak, gangguan bicara, proses berpikir daya ingat, dan bentuk – bentuk kecacatan sebagai akibat dari gangguan fungsi otak. Di Indonesia pengumpulan data dari 28 rumah sakit didapatkan usia rata-rata pasien stroke adalah 58,8 tahun, 38,8 % di antaranya berumur diatas 65 tahun, 12,9 % berumur di bawah 45 tahun. Kecenderungan kenaikan penderita stroke terutama pada usia muda. Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan Ny. D dengan Strok Non Hemoragik (SNH) Pengkajian dilakukan pada tanggal 16 April 2014 sampai tanggal 18 April 2014 di Bangsal Anggrek II RSUD. Dr. Moewardi Surakarta. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan pada Asuhan Keperawatan pada Ny. D yaitu pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan fungsi saraf, perubahan perfusi jaringan otak berhubungan dengan suplai oksigen yang tidak adekuat, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan hemiparase, defisit perawatan diri berhubungan dengan penurunan kekuatan otot. Tidak semua pasien stroke mempunyai masalah seperti tercantum di tinjauan pustaka. Masalahnya bisa berbeda karena tergantung dari kodisi pasien sehingga sebagian dari diagnosa keperawatan tidak dapat ditegakkan pada tinjauan kasus. Evaluasi dari masalah pola nafas tidak efektif dapat teratasi keseluruhan, sedangakan masalah perubahan perfusi jaringan otak, gangguan mobilitas fisik, dan defisit perawatan diri dapat teratasi sebagian.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Mobilitas Fisik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik.

Upaya Peningkatan Mobilitas Fisik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik.

LATAR BELAKANG : Stroke atau serangan otak adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif, cepat, berupa defisit neurologis fokal dan atau global, yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian, dan sematamata di sebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik. Stroke non hemoragik didefinisikan sebagai sekumpulan tanda klinik yang berkembang oleh sebab vaskular. Gejala ini berlangsung 24 jam atau lebih pada umumnya terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otak, yang menyebabkan cacat atau kematian . Menurut taksiran WHO, sebanyak 20,5 juta jiwa di dunia sudah terjangkit stroke tahun 2011. Dari jumlahtersebut 5,5 juta jiwa telah meninggal dunia. Penyakit darah tinggi atau hipertensi menyumbangkan 17,5 juta kasus stroke di dunia.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Mobilitas Fisik Pada Keluarga Dengan Stroke Non Hemoragik.

Upaya Peningkatan Mobilitas Fisik Pada Keluarga Dengan Stroke Non Hemoragik.

Sebagian besar penderita stroke kondisinya tidaklah sama seperti sediakala. Stroke hemoragik maupun stroke non hemoragik dapat menyebabkan kerusakan pada otak yang mempengaruhi fungsi fisik dan sensorik, fungsi kognitif, cara berkomunikasi dan atau psikis penderita tersebut. Gangguan vaskularisasi otak ini memunculkan berbagai manifestasi klinis seperti kesulitan berbicara, kesulitan berjalan dan mengkoordinasikan bagian bagian tubuh, sakit kepala, kelemahan otot wajah, gangguan penglihatan, gangguan sensori, gangguan pada proses berpikir dan hilangnya kontrol terhadap gerakan motorik yang secara umum dapat dimanifestasikan dengan disfungsi motorik seperti hemiplegia (paralisis pada salah satu sisi tubuh) atau hemiparesis (kelemahan yang terjadi pada satu sisi tubuh) (Brunner & Suddarth.2002). Masalah yang berhubungan dengan kondisi imobilisasi pada pasien stroke dinyatakan sebagai diagnosa keperawatan. Diagnosa keperawatan utama yang sesuai dengan masalah imobilisasi pada pasien stroke adalah gangguan mobilitas fisik. Diagnosis ini didefinisikan sebagai keterbatasan dalam melakukan pergerakan fisik pada satu atau lebih ekstremitas secara mandiri dan terarah. (Herdman Heather.2012)
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Perbandingan Waktu Onset Stroke Iskemik dengan Hemoragik di IGD dan Rawat Inap RSUP H. Adam Malik Tahun 2014

Perbandingan Waktu Onset Stroke Iskemik dengan Hemoragik di IGD dan Rawat Inap RSUP H. Adam Malik Tahun 2014

Background: Stroke is defined as a brain functional disorder that occurs suddenly with sign and clinical symptome both focal or global that lasted more than 24 hours, or can lead to death, caused by circulatory disorder of the brain. The aim of the study is to known the comparison of the onset between ischemic and hemorrhage stroke at RSUP H. Adam Malik Medan, 2014.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...