stroke non hemoragik

Top PDF stroke non hemoragik:

ASUHAN KEPERAWATAN  PADA Tn. H  DENGAN STROKE NON HEMORAGIK   Asuhan Keperawatan Pada Tn. H Dengan Stroke Non Hemoragik Di ICU Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. H DENGAN STROKE NON HEMORAGIK Asuhan Keperawatan Pada Tn. H Dengan Stroke Non Hemoragik Di ICU Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar.

Dari Data Rekam Medik Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar khususnya di ruang ICU, kasus stroke merupakan peringkat pertama untuk 5 tahun terakhir. Sedangkan pada tahun 2011 periode bulan Januari-November tercatat 74 klien. Kasus ini merupakan kasus terbesar di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar pada sepanjang tahun ini dibandingkan dengan penyakit lainnya. Tujuan umum penulisan ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan asuhan keperawatan pada klien dengan stroke non hemoragik baik secara praktek dan teori. Metode yang diambil adalah wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumenter.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Fisioterapi Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Penderita Stroke Non Hemoragik

Pengaruh Fisioterapi Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Penderita Stroke Non Hemoragik

Populasi pada penelitian ini adalah semua penderita stroke non hemorargik periode Januari-Desember 2009 yang mendapat fisioterapi dan diukur dengan penilaian kekuatan otot dan mendapatkan terapi medikamentosa standart meliputi neuroprotektan dan ASA di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Sampel penelitian meliputi seluruh populasi yang ada dan memenuhi kriteria, yaitu kriteria Inklusi meliputi: penderita stroke non hemoragik yang mendapat fisioterapi dan diukur menggunakan penilaian kemampuan otot, berusia 40-60 tahun, stroke yang pertama kali, hemipharesis, rawat inap, terapi standard stroke (neuroprotektan dan ASA). Kriteria eksklusi meliputi hasil pemeriksaan dengan Glasgow Coma Scale (GCS) < 15, terjadi penurunan kesadaran, bilateral hemipharesis, pasien dengan riwayat amputasi, pasien dengan keadaan depresi serta pasien dengan aphasia sensorik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. SDENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN: STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG CEMPAKA III  Asuhan Keperawatan Pada Tn.S Dengan Gangguan Sistem Persarafan:Stroke Non Hemoragik Di Ruang Cemapaka III RSUD Pandan Arang Boyolaluli.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. SDENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN: STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG CEMPAKA III Asuhan Keperawatan Pada Tn.S Dengan Gangguan Sistem Persarafan:Stroke Non Hemoragik Di Ruang Cemapaka III RSUD Pandan Arang Boyolaluli.

Latar Belakang : Stroke merupakan penyakit otak karena adanya sumbatan atau perdarahan dengan gejala lemas, lumpuh sesaat atau gejala berat sampai kehilangan kesadaran dan kematiaan. Stroke penyebab kematian nomor tiga di negara maju setelah penyakit jantung dan kanker sedangkan stroke di indonesia menduduki peringkat pertama, penderita stroke mengalami kelemahan yang memerlukan perawatan. Penyakit ini juga menimbulkan kecacatan terbanyak pada kelompok usia dewasa yang masih produktif. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan stroke non hemoragik yang meliputi pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan.Metode : Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan studi kasus yaitu metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan data.Hasil : Diagnosa yang muncul pada kasus adalah ketidakefektifan perfusi jaringan serebral, gangguan mobilitas fisik dan hambatan komunikasi verbal. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan hasil tidak terjadinya peningkatan intra kranial, gangguan mobilitas fisik berkurang, hambatan komunikasi verbal berkurang. Kesimpulan: Dalam melakukan asuhan keperawatan masalah hambatan komunikasi verbal teratasi, masalah ketidak efektifan perfusi jaringan serebral dan gangguan mobilitas fisik teratasi sebagian sehingga membutuhkan perawatan lebih lanjut dan kerja sama dengan tim medis lain, pasien, serta keluarga sangat diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Laporan Pendahuluan Stroke non hemoragik

Laporan Pendahuluan Stroke non hemoragik

perdarahan yang masif, pdf skripsi terbaru stroke 2016, pathway intoleransi aktivitas pada cva bleeding, pathway jelas stroke non hemoragi, pathway keperawatan stroke iskemik, pathway ketidakefektifan pola napas penyakit ginjal kronik, pathway mci menurut muraqin, pathways stroke non hemoragik, laporan pendahuluan askep non hemoragik stroke, download askep str, contoh skripsi stroke non hemoragik lengkap full, contoh pathway tentang strok, contoh pathway stroke, contoh mekanisme emboli, contoh laporan stroke non hemoragik, contoh laporan pendahuluan stroke iskemik lengkap nic noc, contoh kasus stroke non hemoragik, download laporan pendahuluan cva non hemoragic, fathway disfagia, Foto kartun lansia stroke, jurnal patofisiologi stroke non hemoragik tentang pola napas tidakefektif, jurnal laporan keperawatan SNH pdf menurut who, gambar trombosis serebri pdf, gambar gerontik kartun, gambar embolisme serebri pdf, gambar emboli serebri pdf, gambar emboli serebral pdf, gambar animasi terjadinya CHF, contoh gambar stroke hemoragik dan nonhemoragik pdf, contoh asuhan keperawatan stroke non hemoragik noc nic, askep stroke non hemoragik, askep snh pdf, askep SNH, askep non bedah PDF, askep keperawatan KLA, askep kasus nhs lengkap patway, askep dan lp nhs, askep cva non hemoragik pdf, askep stroke non hemoragik lengkap, askep stroke non hemoragik pdf free, askep terbaik tentang struk non hemorogik, contoh asuhan keperawatan stroke non hemoragik dengan nanda nic noc, contoh askep cva kasus nyeri sma nic noc, buku stroke non hemoragik pdf, anemis adalah, Buku ajar keperawatan medikal bedah fokus sitem persyarafan oleh brunner, asuhan keperawatan stroke non hemoragik pdf download, ASUHAN KEPERAWATAN STROKE NON HEMORAGIK, asuhan keperawatan stroke iskemik akut pdf, animasi gambar trauma tumpul abdomen, laporan pendahuluan askep snh, lp stroke 2016, lp
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

L P STROKE NON HEMORAGIK

L P STROKE NON HEMORAGIK

Stroke non hemoragik adalah sindroma klinis yang awalnya timbul mendadak, progresi cepat berupa deficit neurologis ybfokal atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbul kematian yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non straumatik (Arif Mansjoer, 2000)

11 Baca lebih lajut

PATOFISIOLOGI STROKE NON HEMORAGIK AKIBA

PATOFISIOLOGI STROKE NON HEMORAGIK AKIBA

Stroke adalah suatu tanda klinis yang ditandai defisit neurologi fokal atau global yang berlangsung mendadak selama 24 jam atau lebih atau kurang dari 24 jam yang dapat menyebabkan kematian, yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah. 1 Pada tahun 2000, penderita stroke di Amerika Serikat menghabiskan biaya sebesar 30 milyar dolar Amerika untuk perawatan. 1,2 Stroke telah menjadi beban global dalam bidang kesehatan. Data mengenai penyebab kematian di dunia yang dimulai pada tahun 1990-an menyebutkan bahwa stroke merupakan penyebab kematian utama di dunia. Stroke merupakan penyebab kematian utama pada semua umur, dengan proporsi sebesar 15,4%. 2,3 Stroke dapat dibagi menjadi dua, yaitu stroke non hemoragik dan stroke hemoragik. Sebagian besar (80%) disebabkan oleh stroke non hemoragik. 2 Stroke non hemoragik dapat disebabkan oleh trombus dan emboli. Stroke non hemoragik akibat trombus terjadi karena penurunan aliran darah pada tempat tertentu di otak melalui proses stenosis. 3 Mekanisme patofisiologi dari stroke bersifat kompleks dan menyebabkan kematian neuronal yang diikuti oleh hilangnya fungsi normal dari neuron yang terkena. 1 Memahami patofisiologi stroke non hemoragik akibat trombus penting dalam penatalaksanaan pasien, khususnya dalam memberikan terapi secara tepat. 3
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN CT-SCAN (COMPUTED  Perbedaan Hasil Pemeriksaan CT-Scan (Computed Tomography Scan) Kepala Antara Stroke Hemoragik dan Stroke Non-Hemoragik Pada Penderita Hipertensi di RSUD. Dr.Moewardi Surakarta.

PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN CT-SCAN (COMPUTED Perbedaan Hasil Pemeriksaan CT-Scan (Computed Tomography Scan) Kepala Antara Stroke Hemoragik dan Stroke Non-Hemoragik Pada Penderita Hipertensi di RSUD. Dr.Moewardi Surakarta.

Skripsi dengan judul ” Perbedaan Hasil Pe meriksaan CT-Scan (Computed Tomography Scan) Kepala Antara Stroke Hemoragik dan Stroke Non-Hemoragik Pada Penderita Hipertensi di RSUD. Dr. Moewardi Surakarta” ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Mobilitas Fisik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik.

Upaya Peningkatan Mobilitas Fisik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik.

Stroke atau serangan otak adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif, cepat, berupa defisit neurologis fokal dan atau global, yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian, dan sematamata di sebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non traumatik. Stroke non hemoragik didefinisikan sebagai sekumpulan tanda klinik yang berkembang oleh sebab vaskular. Gejala ini berlangsung 24 jam atau lebih pada umumnya terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otak, yang menyebabkan cacat atau kematian (PERDOSSI, 2007). Menurut taksiran WHO, sebanyak 20,5 juta jiwa di dunia sudah terjangkit stroke tahun 2011. Dari jumlah tersebut 5,5 juta jiwa telah meninggal dunia. Penyakit darah tinggi atau hipertensi menyumbangkan 17,5 juta kasus stroke di dunia. Di Indonesia penyakit ini menduduki posisi ketiga setelah jantung dan kanker. Sebanyak 28,5% penderita meninggal dunia dan sisanya menderita kelumpuhan sebagian atau total. Hanya15% saja yang dapat sembuh total dari serangan stroke dan kecacatan (Lloyd et al, 2009).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Perbedaan hitung hematokrit pada penderita stroke hemoragik dan stroke non hemoragik di RSUD DR. Moewardi Surakarta

Perbedaan hitung hematokrit pada penderita stroke hemoragik dan stroke non hemoragik di RSUD DR. Moewardi Surakarta

Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan di unit rawat inap bagian penyakit saraf di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada bulan oktober-november 2009 diperoleh jumlah pasien stroke yang mempunyai nilai hematokrit di bawah harga rujukan adalah 13 orang dari 30 sampel penelitian. Sebanyak 11 orang (84,62%) dari pasien stroke hemoragik lebih banyak daripada jumlah pasien stroke non hemoragik yaitu sebanyak 2 orang (15,28%). Sedang 17 orang mempunyai nilai hematokrit sesuai dengan harga rujukan. Sebanyak 4 orang (23,53%) sampel dengan hasil hitung hematokrit sesuai dengan harga rujukan adalah penderita stroke hemoragik dan 13 penderita (76,47%) sampel dengan hasil hitung hematokrit sesuai dengan harga rujukan adalah penderita stroke non hemoragik. Sedangkan dari hasil analisis data didapatkan hasil t = 4,173, SDbM = 1,2765 dan Kemaknaan = 0,001. Sehingga dapat disimpulkan secara statistik, bahwa terdapat perbedaan dalam hitung hematokrit pada penderita stroke hemoragik dan non hemoragik.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEMAMPUAN MELAKUKAN AKTIVITAS SEHARI- HARI PADA LANSIA PASCA STROKE NON HEMORAGIK DI POLIKLINIK NEUROLOGI DI RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI TAHUN 2014 - Repositori Universitas Andalas

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEMAMPUAN MELAKUKAN AKTIVITAS SEHARI- HARI PADA LANSIA PASCA STROKE NON HEMORAGIK DI POLIKLINIK NEUROLOGI DI RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI TAHUN 2014 - Repositori Universitas Andalas

SKRIPSI PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEMAMPUAN MELAKUKAN AKTIVITAS SEHARI- HARI PADA LANSIA PASCA STROKE NON HEMORAGIK DI POLIKLINIK NEUROLOGI DI RUMAH SAKIT STROKE NAS[r]

1 Baca lebih lajut

Pola Penggunaan Obat pada Penderita Stroke Non Hemoragik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang Periode Bulan Januari Sampai Juni 2004 - Ubaya Repository

Pola Penggunaan Obat pada Penderita Stroke Non Hemoragik Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang Periode Bulan Januari Sampai Juni 2004 - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai Pola Penggunaan Obat Stroke pada penderita stroke non hemoragik rawat inap di Rumah Sakit Umum daerah Jombang. Pengamatan dilakukan terhadap rekam medik penderita selama bulan Januari sampai Juni tahun 2004 sebanyak 130 kasus. Untuk penelitian ini diambil 100 rekam medik dari 130 rekam medik. Data menunjukkan bahwa penderita stroke non hemoragik terbanyak pada kelompok usia lanjut ( ≥ 60 tahun) sebanyak 57%. Dilihat dari jenis kelaminnya menunjukkan bahwa jumlah penderita dengan jenis kelamin laki-laki (50%) sama banyak dengan jenis kelamin perempuan (50%). Berdasarkan angka kematiannya, dari 100 penderita yang diamati sebanyak 6% penderita mengalami kematian. Rata-rata lama perawatan tiap penderita dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang 9 hari. Risiko yang paling dijumpai pada penderita stroke non hemoragik adalah Hipertensi (58%), diikuti oleh Diabetes melitus (21%), Dislipidemia (17%), penyakit jantung koroner (2%), dan atrial fibrilation (2%). Penderita stroke non hemoragik rata-rata mempunyai 1 macam faktor risiko, dimana faktor risiko tersebut merupakan suatu kondisi yang dapat memperburuk keadaan penderita stroke non hemoragik. Kelas terapi obat stroke yang paling banyak digunakan di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang pada 100 penderita stroke non hemoragik adalah suplemen (100%), diikuti vasodilator (30%) dan antiplatelet (24%). Obat yang termasuk dalam kelas terapi suplemen adalah Piracetam (129%), kemudian diikuti Citikolin (95%), Ginko Biloba (5%), Hydergin (2%), dan Pyritinol (1%). Obat yang termasuk dalam kelas terapi vasodilator adalah Naftidrofuryl (30%). Obat yang termasuk dalam kelas terapi antiplatelet adalah Acetyl salicylic acid (22%). Pengobatan majemuk yang paling banyak diberikan pada 45 penderita stroke non hemoragik adalah suplemen-vasodilator perifer (55,56%), kemudian diikuti suplemen- antiplatelet (33,33%) dan suplemen-antiplatelet-vasodilator (11,11%). Keberhasilan terapi obat stroke tersebut pada penderita stroke non hemoragik dengan kriteria pulang setelah mendapatkan ijin dari dokter dapat dilihat dengan 3 penderita stroke non hemoragik yang pulang dalam keadaan sembuh dan 65 penderita stroke non hemoragik yang pulang dalam keadaan membaik.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

STROKE NON HEMORAGIK PADA LAKI LAKI USIA

STROKE NON HEMORAGIK PADA LAKI LAKI USIA

Latar Belakang. Stroke adalah gangguan fungsi otak baik lokal maupun menyeluruh, karena pasokan darah ke otak terganggu, yang terjadi secara cepat dan berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan kematian. Berdasarkan penelitian epidemiologi, sebagian besar kasus dijumpai pada orang-orang yang berusia di atas 40 tahun dan lebih banyak diderita laki-laki daripada perempuan. Faktor resiko terjadinya stroke non hemoragik, antara lain hipertensi, diabetes mellitus (DM), penyakit jantung, hiperkolesterolemi, merokok. Tujuannya adalah teridentifikasinya faktor risiko terjadinya penyakit pada pasien dan penatalaksanaan berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperoleh. Kasus. Tn. N, usia 65 tahun mengeluh lengan dan tungkai kiri tidak dapat digerakkan disertai berbicara pelo yang dirasakan 5 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Pasien memiliki riwayat hipertensi sudah 6 bulan. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 160/90 mmHg, mulut tertarik ke arah sebelah kanan, lidah mengalami lateralisasi ke kiri, ekstremitas superior dan inferior sinistra tidak dapat degerakkan, ditemukkan refleks patologis babinsky ekstremitas inferior, refleks Schaefer, Chaddock dan Gordon pada ekstremitas inferior sinistra. Simpulan. Riwayat hipertensi merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stroke non hemoragik dan berdasarkan penelitian epidemiologi laki-laki lebih banyak terkena stroke dibandingkan perempuan dengan usia diatas 40 tahun.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA PENDERITA DM TIPE 2 DENGAN KEJADIAN STROKE NON HEMORAGIK DAN  Hubungan Kadar Asam Urat Serum pada Penderita DM Tipe 2 dengan Kejadian Stroke Non Hemoragik di RSUD Dr. Moewardi.

PERBEDAAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA PENDERITA DM TIPE 2 DENGAN KEJADIAN STROKE NON HEMORAGIK DAN Hubungan Kadar Asam Urat Serum pada Penderita DM Tipe 2 dengan Kejadian Stroke Non Hemoragik di RSUD Dr. Moewardi.

Pada pasien hipertensi tanpa pengobatan, kadar insulin darah meningkat setelah pembebanan glukosa pada tes toleransi glukosa oral yang sejalan dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pada penelitian oleh Purwaningsih (2010), didapatkan hasil bahwa responden yang mengalami peningkatan tekanan darah hingga ≥140/90 mmHg akan berisiko menderita hiperurisemia sebesar 5,2 kali lipat dibandingkan responden yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah. Dapat dijelaskan bahwa pada penderita hipertensi akan mengalami penurunan aliran glomerulus dan penurunan tekanan arteriol aferen glomerulus yang dapat menyebabkan ekskresi renin sehingga memicu reabsorbsi natrium dan peningkatan resistensi perifer, serta penurunan aliran darah ginjal. Kondisi tersebut yang menjadi penyebab penurunan ekskresi asam urat melalui ginjal sehingga terjadilah keadaan hiperurisemia. Hiperurisemia juga dapat memicu hipertensi dengan peranannya dalam mengaktifkan sistem renin7angiotensin. Apabila tekanan darah meningkat cukup tinggi dan berlangsung cukup lama, akan menyebabkan disfungsi endotel yang menyebabkan dinding pembuluh darah tipis dan rapuh. Bila terjadi kenaikan tekanan darah sistemik, maka tekanan perfusi pada dinding kapiler menjadi tinggi. Pembuluh darrah dapat pecah dan terjadi perdarahan, terutama pembuluh darah kecil seperti pada otak (Sherwood, 2001). Hiperurisemia yang umum ditemukan pada pasien DM tipe 2 dan kecenderungan hiperurisemia serta pasien DM tipe 2 untuk mengalami hipertensi, memang tidak dapat lepas dari kemungkinan memiliki komplikasi stroke. Aterosklerosis yang merupakan komplikasi dari DM tipe 2 dan juga berperan dalam terjadinya hipertensi, juga turut menyumbang risiko untuk terjadinya stroke. Kondisi inilah yang kemungkinan menjadi sebab tidak adanya perbedaan yang signifikan antara kadar asam urat serum pada penderita DM tipe 2 dengan kejadian stroke non hemoragik dan stroke hemoragik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STROKE NON HEMORAGIK DENGAN FIBROMA VENTRIKEL KIRI ipi13211

STROKE NON HEMORAGIK DENGAN FIBROMA VENTRIKEL KIRI ipi13211

Pada hari ke-3 dirawat, pasien diekokardiografi , dengan hasil dilatasi ventrikel dan atrium kiri disertai observasi tumor ventrikel kiri et causa susp myxoma kardiak, dan adanya disfungsi ventrikel kiri sistolik dan diastolik dengan global ejection fraction 48%. Dari CT Scan kepala ulangan pertama, didapatkan adanya infark hemoragik di daerah kapsula interna subkorteks hemisfer kiri. Pasien didagnosis obs tumor ventrikel kiri et causa suspek myxoma, PJK/OMI inferior/FC II, dan stroke non hemoragik.

7 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Mobilitas Fisik Pada Keluarga Dengan Stroke Non Hemoragik.

Upaya Peningkatan Mobilitas Fisik Pada Keluarga Dengan Stroke Non Hemoragik.

Stroke merupakan masalah yang serius di dunia karena dapat menyebabkan kecatatan fisik dalam jangka waktu yang lama dan kematian secara tiba-tiba. Penyebab stroke adalah pecahnya (rupture) pembuluh darah di otak dan atau terjadi thrombosis dan emboli. Akibatnya fungsi otak berhenti dan terjadi penurunan fungsi otak. Prevalensi stroke di Indonesia juga terus mengalami peningkatan, faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya stroke terdiri dari dua macam, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin, ras, serta riwayat keluarga dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, dislipidemia, anemia sel sabit, diet yang buruk, obesitas, kebiasaan merokok, serta pola hidup sedentary. Karya tulis ilmiah ini penulis susun menggunakan metode deskriptif dengan pedekatan studi kasus yaitu metode ilmiah dengan pendekatan proses keperawatan yang bersifat mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan data. Penulisan karya tulis ilmiah ini mengambil kasus dilingkup wilayah Puskesmas Sukoharjo di Desa Gatak pada tanggal 11 februari 2017 – 24 februari 2017. Dalam memperoleh data penulis menggunakan beberapa cara di antaranya sebagai berikut: wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi dari jurnal maupun buku. Di dukung dengan hasil jurnal – jurnal yang mempunyai tema yang berkaitan dengan pemberian asuhan keperawatan yang dilakukan penulis. Riwayat penyakit Ny. S mengatakan mulai terjadinya stroke dikarenakan Ny.SS sedang melakukan sholat tahajud tiba tiba setengah badan terasa lemas dan sulit untuk digerakkan. Saat itu juga Ny. SS tidak bisa berjalan, Sehingga Ny. SS langsung dibawa ke RS Moewardi Surakara dan disarankan untuk opname. Disana mendapatkan perawatan selama 7 hari, lalu Ny.SS. Untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan stroke non hemoragik yang meliputi pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan proses asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 8 x kunjungan masalah gangguan mobilitas fisik teratasi sebagian.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN MOBILISASI DINI PADA STROKE NON HEMORAGIK KONDISI AKUT  pengaruh pemberian mobilisasi dini pada stroke non hemoragik kondisi akut terhadap kemampuan fungsional.

PENGARUH PEMBERIAN MOBILISASI DINI PADA STROKE NON HEMORAGIK KONDISI AKUT pengaruh pemberian mobilisasi dini pada stroke non hemoragik kondisi akut terhadap kemampuan fungsional.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmah dan Hidayah-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul : “PENGARUH PEMBERIAN MOBILISASI DINI PADA STROKE STROKE NON HEMORAGIK KONDISI AKUT TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL”, sebagai prasyarat untuk memperoleh gelar sarjana jurusan fisioterapi di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbedaan Hasil Pemeriksaan CT-Scan (Computed Tomography Scan) Kepala Antara Stroke Hemoragik dan Stroke Non-Hemoragik Pada Penderita Hipertensi di RSUD. Dr.Moewardi Surakarta.

PENDAHULUAN Perbedaan Hasil Pemeriksaan CT-Scan (Computed Tomography Scan) Kepala Antara Stroke Hemoragik dan Stroke Non-Hemoragik Pada Penderita Hipertensi di RSUD. Dr.Moewardi Surakarta.

Penyakit ini dapat terjadi pada setiap kelompok umur, tetapi lebih sering terjadi pada orang tua antara umur 55-85 tahun dengan angka kematian meningkat dua kali lipat tiap 10 tahun. Pengklasifikasian stroke adalah menjadi stroke non-hemoragik dan stroke hemoragik. Hampir 85% merupakan stroke non-hemoragik dan 15% adalah stroke hemoragik (Morris D.L and Schroeder E.B., 2000).

6 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN STROKE NON HEMORAGIK (1)

LAPORAN PENDAHULUAN STROKE NON HEMORAGIK (1)

Stroke  trombotik  terjadi  karena  adanya  penggumpalan  pada  pembuluh  darah  di  otak. Trombotik dapat terjadi pada pembuluh darah yang besar dan pembuluh darah yang kecil. Pada  pembuluh  darah  besar  trombotik  terjadi  akibat  aterosklerosis  yang  diikuti  oleh terbentuknya  gumpalan  darah  yang  cepat.  Selain  itu,  trombotik  juga  diakibatkan  oleh tingginya  kadar  kolesterol  jahat  atau  Low  Density  Lipoprotein(LDL).  Sedangkan  pada pembuluh darah kecil, trombotik terjadi karena aliran darah ke pembuluh darah arteri kecil terhalang. Ini terkait dengan hipertensi dan merupakan indikator penyakit aterosklerosis. b.     Stroke Emboli/Non Trombotik
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

GAMBARAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN STROKE NON HEMORAGIK

GAMBARAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN STROKE NON HEMORAGIK

Di seluruh dunia stroke merupakan penyakit yang terutama mengenai populasi usia lanjut. Insident pada usia 75-84 tahun sekitar 10 kali dari populasi berusia 55-64 tahun. Di Inggris stroke merupakan penyakit ke-2 setelah infark miokard akut sebagai penyebab kematian utama. Sedangkan di Amerika stroke masih merupakan penyebab kematian ke-3. Di Prancis stroke disebut sebagai serangan otak (attaque cerebrale) yang menunjukkan analogi kedekatan stroke dengan serangan jantung (Sudoyo, dkk, 2006 : 1411).

8 Baca lebih lajut

MANAJEMEN UMUM STROKE non hemoragik

MANAJEMEN UMUM STROKE non hemoragik

NIHSS National Institute of Health Stroke Scale • Mrpkn suatu skala penilaian yg dilakukan pd pasien stroke utk melihat kemajuan hsl perawat fase akut akibat impairment.. • Penilaian[r]

47 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...