Student Centered Learning

Top PDF Student Centered Learning:

Dari Teacher Centered Leraning Menuju Student Centered Learning ( Studi Kasus Tentang Proses Pembelajaran Di SMA N I Manyaran ) | Rudatin | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 6406 13613 1 SM

Dari Teacher Centered Leraning Menuju Student Centered Learning ( Studi Kasus Tentang Proses Pembelajaran Di SMA N I Manyaran ) | Rudatin | SOSIALITAS; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 6406 13613 1 SM

Penelitian ini menghasilkan simpulan sebagai berikut : (1) Pendidik di SMA Negeri 1 Manyaran memahami bahwa proses pembelajran student centered learning adalah proses yang membutuhkan kreatifitas siswa, kesadaran siswa serta perlunya dilakukan dengan penuh motivasi sehingga tujuan pembelajaran dapat sampai kepada peserta didik. Dan guru disini berkedudukan sebagai fasilitator, tidak perlu berbicara namun dapat memberikan kesimpulan yang relevan dalam proses pembelajarannya. (2) Dalam proses pembelajaran student centered learning di SMA Negeri I Manyaran telah banyak guru yang menjadi fasilitator namun, proses tersebut belum dapat dikatakan sebagai student centered learning (3) Untuk kesiapan peserta didik terbagi menjadi dua kelompok. Yang pertama adalah siswa yang mampu mengikuti proses pembelajaran atau dapat dikatakan sebagai siswa aktif. Dan siswa yang hanya menjadi penonton atau siswa pasif. Hal iini disebabkan dari faktor kesiapan peserta didik itu sendiri, dikarenakan belum memiliki sumber materi yang cukup.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PERPUSTAKAAN STUDENT CENTERED LEARNING UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

PERPUSTAKAAN STUDENT CENTERED LEARNING UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Abstract : Student Centered Learning Library Building of Atma Jaya Yogyakarta University which is located on Babarsari street is a project of the new Atma Jaya Yogtakarta University Library that aims to facilitate the process of learning and searching information for all the students of the University of Atma Jaya Yogyakarta. Library building in accordance with the standards of college library and the increasing number of students every year, especially the students of the University of Atma Jaya Yogyakarta become the background for Student Centered Learning Library of Atma Jaya Yogyakarta University project embodiment. Student Centered Learning Library of Atma Jaya Yogyakarta University with Focused Educative and Interactive Interior Design through Architecture and Human Behavior Approach become the issues which is solved in the project with additional literature sources, references, operational hours, availability room spaces for the students, and application of Student Centered Learning. Keyword : Library, Student Centered Learning, Interior Design, Educative, Interactive, Architecture and Human Behaviour
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

STUDENT CENTERED LEARNING DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN ABSTRACT - STUDENT CENTERED LEARNING

STUDENT CENTERED LEARNING DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN ABSTRACT - STUDENT CENTERED LEARNING

Proses pembelajaran secara konvensional menempatkan guru atau dosen sebagai sumber belajar yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa atau mahasiswa. Perkembangan penelitian mengena i bagaimana seseorang belajar mempengaruhi proses pembelajaran konvensional yang menempatk an guru sebagai pusat belajar. Kunci perubahan tersebut terdapat pada pemikiran bahwa siswa secara aktif membentuk pengetahuannya sendiri, yang dikenal sebagai pemikiran konstruktivisme. Pendekatan konstruktivisme tersebut dalam implementasinya melahirkan pendekatan Student Centered Learning (SCL) yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Perbedaan Kecemasan Komunikasi antara Mahasiswa yang Mengikuti Pendekatan Pembelajaran Student Centered Learning dengan Teacher Centered Learning

Perbedaan Kecemasan Komunikasi antara Mahasiswa yang Mengikuti Pendekatan Pembelajaran Student Centered Learning dengan Teacher Centered Learning

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat yang diungkapkan oleh Tanian (2002) bahwa pendekatan pembelajaran yang lebih berfokus pada mahasiswa untuk aktif dalam belajar dapat mengurangi kecemasan komunikasi mahasiswa tersebut. Pendekatan student centered learning membuat mahasiswa aktif berkomunikasi dalam proses pembelajaran, sehingga mahasiswa dapat berlatih untuk melakukan komunikasi, baik dengan dosen maupun dengan mahasiswa lainnya ataupun berkomunikasi di depan orang banyak. Mahasiswa yang didorong untuk terbiasa melakukan komunikasi akan dapat mengurangi kecemasan mereka dalam melakukan komunikasi karena terbiasa melakukan komunikasi, dengan banyaknya komunikasi yang dilakukan dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak merasa cemas ataupun merasa takut ketika dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan komunikasi.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

SARANA PEMBELAJARAN DENGAN SISTEM “STUDENT CENTERED LEARNING” SEHINGGA MAHASISWA AKAN AKTIF

SARANA PEMBELAJARAN DENGAN SISTEM “STUDENT CENTERED LEARNING” SEHINGGA MAHASISWA AKAN AKTIF

Pada kesempatan ini, difokuskan pada penyusunan lembaran kerja sebagai salah satu komponen modul. Untuk mengubah proses pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik dapat disusun Lembaran Kerja/Worksheet, sedang sumber materi tetap menggunakan buku sumber (referensi): e-learning atau sumber lainnya yang biasa digunakan.

Baca lebih lajut

Penerapan Student Centered Learning SCL (1)

Penerapan Student Centered Learning SCL (1)

Dalam blognya Santoso (2011) menuliskan bahwa pembelajaran Student- Centered Learning (selanjutnya disingkat SCL) menekankan pada minat, kebutuhan dan kemampuan individu, menjanjikan model belajar yang menggali motivasi intrinsik untuk membangun masyarakat yang suka dan selalu belajar. Model belajar ini sekaligus dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan masyarakat seperti kreativitas, kepemimpinan, rasa percaya diri, kemandirian, kedisiplinan, kekritisan dalam berpikir, kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim, keahlian teknis, serta wawasan globaluntuk dapat selalu beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan (2006).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Dari Teacher Centered Learning menuju Student Centered Learning (studi kasus tetntang proses pembelajaran di SMAN N I MANYARAN ).

Dari Teacher Centered Learning menuju Student Centered Learning (studi kasus tetntang proses pembelajaran di SMAN N I MANYARAN ).

The objectives of research were: (1) to be input to the school in the term of learning system and appropriate learning system application. To give alternative solution to the deadlock occurring in education practice, (2) to explain the Freie’s liberation education theory that successfully deconstructs the well-established education practices so far held by most countries in the world (including Indonesia), in which education practice only perpetuates the ruling class’ domination.

14 Baca lebih lajut

PENDEKATAN STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) DALAM PROSES PEMBELAJARAN

PENDEKATAN STUDENT CENTERED LEARNING (SCL) DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Sistem pendidikan kita saat ini dibangun dengan mengacu pada tujuan dari para pendidik, bukan peserta didik. Tujuan, materi dan metode pendidikan ditetapkan berdasarkan pada apa yang diinginkan dan dianggap perlu diketahui dan dipelajari oleh peserta didik secara seragam, tanpa memperdulikan keanekaragaman kebutuhan, minat, kemampuan serta gaya belajar tiap peserta didik. 2) . Oleh karena itu harus ada paradigma baru dalam proses pembelajaran yang lebih berpusat kepada aktivitas dan kreativitas mahasiswa. Student Centered Learning (SCL) merupakan metode pembelajaran yang dipercaya dapat memunculkan sikap sikap mampu menerima, menanggapi dan menghargai pendapat orang lain, mampu mengelola pribadi dan pemikirannya sehingga memunculkan karakter yang mampu berpikir analitis dan logis, dapat bekerja mandiri maupun dalam tim serta mampu berkomunikasi baik lisan maupun tulisan. Atas dasar hal inilah, diperlukan suatu model pembelajaran yang lebih dapat menyatukan ranah kognitif, psikomotorik dan afektif. Model pembelajaran yang berpusat kepada aktivitas peserta didik diharapkan dapat lebih memotivasi peserta didik untuk tidak “sekadar mendapatkan nilai bagus”, tetapi dapat memberikan bekal kepada peserta didik untuk berkehidupan dan bermasyarakat. Kunci perubahan tersebut terdapat pada pemikiran bahwa mahasiswa secara aktif membentuk pengetahuannya sendiri, yang dikenal dengan pemikiran konstruktivisme 3) .
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pembelajaran ilmu metrologi industri dengan student centered learning dan multimedia.

Pembelajaran ilmu metrologi industri dengan student centered learning dan multimedia.

Proses pembelajaran pada kurikulum berbasis kompetensi menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performan tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Metode dan model pembelajaran adalah SCL (Student Centered Learning) dimana pusat pembelajaran adalah mahasiswa dan dosen sebagai pasilitator dan motivator. Ilmu Metrologi memberikan pengetahuan tentang besaran teknik, termasuk teknologi dan kegiatan yang berkaiatan dengan pengukuran. Permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran mata kuliah Metrologi Industri adalah sulitnya mahasiswa mengimajinasikan alat ukur seperti mikrometer, jangka sorong, jam ukur dan blok ukur. Sedang untuk dosen kesulitan dalam mengkomunikasikan secara detail terutama yang menyangkut bentuk real alat ukur. Disamping itu juga mengenai set up, pemeliharaan dan penyimpanan saat pengukuran.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

JURNAL  Implementasi Student Centered Learning Dengan Memanfaatkan Media

JURNAL Implementasi Student Centered Learning Dengan Memanfaatkan Media

Pada era digital saat ini terjadi perubahan yang pada sistem pembelajaran. Ada jurang yang terjadi antara generasi peserta didik dan generasi pengajar. Pembelajaran bergeser dari Teacher Centered Learning (TCL) menjadi Student Centered Learning (SCL). Teknologi Informasi dan Internet mengubah baik cara belajar maupun cara mengajar. Pembelajaran sudah tidak terbatas di dalam ruang kelas namun sudah tidak terbatas. Demikian halnya dengan media pembelajaran sudah bergeser dari media kertas menjadi media digital. Namun demikian ada masalah yang tetap terjadi dalam proses pembelajaran yaitu adanya perbedaan kemampuan akademis, kemampuan menyerap materi dan pengetahuan sebelumnya dari peserta didik didalam satu kelas. Pada umumnya berdasarkan ketiga hal diatas siswa dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok: rendah, sedang dan tinggi. Hal tersebut merupakan tantangan bagi pengajar untuk dapat mengakomodasi ketiga kelompok tersebut. Metode Flipped Classroom mencoba mengatasi masalah tersebut dengan memanfaatkan media pembelajaran digital, yaitu video pembelajaran. Media video mempunyai merupakan media audio- visual yang dapat ditayangkan berulang-ulang. Hal ini akan membantu siswa untuk belajar sesuai dengan irama dan kemampuan belajarnya. Pada tulisan ini dijelaskan mengenai cara melaksanakan metode Flipped Classroom, keuntungan dan tantangan dalam pelaksanaanya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbandingan Strategi Pembelajaran Teacher Centered Learning Dengan Student Centered Learning Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Tarikh Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Surakarta.

PENDAHULUAN Perbandingan Strategi Pembelajaran Teacher Centered Learning Dengan Student Centered Learning Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Tarikh Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Surakarta.

Penelitian ini diharapkan dapat memberi, menambah, serta mengembangkan khasanah keilmuan dan pengetahuan dunia pendidikan pada umumnya, dan khususnya pada perbandingan strategi pembelajaran Teacher Centered Learning dan Student Centered Learning pada mata pelajaran PAI khususnya Tarikh.

4 Baca lebih lajut

STUDENT CENTERED LEARNING DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN

STUDENT CENTERED LEARNING DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN

Untuk dapat mengimplementasikan SCL dengan baik maka strategi belajar mengajar harus diadaptasikan atau dipilih dari berbagai alternatif yang ada. Strategi yang dipilih tentunya yang menekankan dan mendorong siswa lebih aktif dalam mendapatkan dan menguasai pengetahuan dan keterampilan. Hal tersebut antara lain dapat dilakukan melalui latihan di kelas, studi lapangan, penggunaan paket computer assisted learning (CAL), dan belajar mandiri sebagaimana praktek yang dilakukan dalam pendidikan jarak jauh (PJJ). Selain itu strategi tersebut akan membuat siswa lebih sadar tentang apa yang mereka lakukan dan mengapa mereka melakukan kegiatan belajar tersebut. Sebagai tambahan perlu dipertimbangkan pula kegiatan yang mendorong interaksi siswa dalam kerjasama kelompok (O’Neill & McMahon, 2005).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning (SCL)

Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning (SCL)

selangkah. Metode Direct Intruction merupakan suatu metode mengajar yang dapat membantu siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Metode mengajar ini sering disebut Metode Pengajaran Langsung (Kardi dan Nur:2000). Arends (2001) juga mengatakan hal yang sama yaitu : "A teaching model that is aimed at helping student learn basic skills and knowledge that can be taught in a step-by-step fashion. For our purposes here, the model is labeled the direct instruction model". Apabila guru menggunakan metode pengajaran langsung ini, guru mempunyai tanggung jawab untuk mengudentifikasi tujuan pembelajaran dan tanggung jawab yang besar terhadap penstrukturan isi/materi atau keterampilan, menjelaskan kepada siswa, pemodelan (mendemonstrasikan yang dikombinasikan dengan latihan, memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih menerapkan konsep atau keterampilan yang telah dipelajari serta memberikan umpan balik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ISEL 2005 Issues and Strategies to Develop LMS and Content

ISEL 2005 Issues and Strategies to Develop LMS and Content

Faculty of Computer Science, University of Indonesia (Fasilkom-UI) experiences the development of Student Centered E-Learning Environment (SCELE) as A Learning Management System (LMS), and Contents that are conform to SCELE. This study addressed several issues and strategies concerning the development, implementation, deployment, and evaluation of the systems. A holistic approach of methodology is used to develop the systems. Supporting systems, such as Online Academic Information Systems and Digital Library are also integrated in this SCELE. Combinations of online delivery and face-to-face teaching and learning method enhanced the quality of e-learning. Legal aspects and endorsements from the authority should be provided. Preliminary evaluation results show that the e-learning systems can be used to enhance the conventional teaching and learning. Future work is to deliver this e-learning system for credit earning program toward a degree programs.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kata kunci : Student-Centered Learning, Structural equation modeling,

Kata kunci : Student-Centered Learning, Structural equation modeling,

Metode pembelajaran berpusat pada siswa (Student-Centered Learning) memberikan ruang gerak lebih bagi mahasiswa untuk dapat berpartisipasi aktif dalam aktivitas perkuliahan di Perguruan Tinggi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Untuk mendukung penerapan Student- Centered Learning ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) dalam berbagai macam strategi pembelajaran. Pada makalah ini disajikan penelitian peningkatan pembelajaran dengan indikator Materi Via Blog/Wordpress, Grup Diskusi di facebook, Video Tutorial, Download Jurnal Online, dan Download ebook. Dengan analisys SEM (Structural equation modeling) diperoleh ada hubungan yang nyata antara Grup Diskusi di facebook (V2) dengan Peningkatan Pemahaman, demikian hubungan nyata antara Download ebook (V5) dengan Peningkatan Pemahaman (PP). Sedangkan Video Tutorial (V3) dan Download Jurnal Online(V4) tidak terlalu perpengaruh atau tidak ada hubungan nyata dengan Peningkatan Pemahaman (PP). Sedangkan hubungan variabel mencari Materi via Blog/Wordpress dengan Peningkatan Pemahaman sangat kuat dengan nilai estimasi 1. Kata kunci : Student-Centered Learning, Structural equation modeling,
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Panduan SCL

Panduan SCL

 Dalam upaya untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tersebut, Surat Keputusan Senat Akademik Nomor 11/SK/I1-SA/OT/2012 tentang Pedoman Kurikulum 2013-2018 ITB menetapkan empat paradigma sebagai berikut: a. Pendidikan yang berbasiskan capaian ( Outcomes based education - OBE), b. Pendidikan yang berpusat pada pembelajar ( Learner centered education -

Baca lebih lajut

Student-centered learning approach in teaching basic grammar

Student-centered learning approach in teaching basic grammar

In brief, the Student-Centered method is based on the hypothesis that students who are given the freedom to explore areas based on their personal interests, and who are accompanied in their striving for solutions by a supportive, understanding facilitator not only achieve higher academic results but also experience an increase in personal values, such as flexibility, self- confidence, and social skills. This method, also known as experiential learning, requires specific personal attitudes on the side of the instructor who takes over the role of a facilitator. These attitudes are highly transparent, open communication, positive regard towards students and the seeking for deep understanding (Rodgers, 2013, p. 125).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Buku Pegangan Guru IPA SMP Kelas 9 Kurik

Buku Pegangan Guru IPA SMP Kelas 9 Kurik

Teori Bruner atau belajar penemuan (discovery learning) menekankan pentingnya pemahaman tentang struktur materi ilmu yang dipelajari, perlunya belajar aktif, dan berpikir secara induktif dalam belajar. Bruner mengemukakan bahwa mata pelajaran dapat diajarkan secara efektif jika kompleksitas materi yang dibelajarkan sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Pada tahap awal, materi pembelajaran dapat diberikan dengan PHPEHULNDQ FRQWRKFRQWRK VHGHUKDQD DWDX IHQRPHQD NRQWHNVWXDO \DQJ dilanjutkan dengan fenomena yang lebih kompleks. Belajar melalui penemuan memberi peluang pada guru untuk memberikan contoh dan bukan contoh pada pembelajaran terutama pada kegiatan awal atau apersepsi. Contoh dan bukan contoh tersebut memancing peserta didik berpikir menemukan hubungan antara bagian dari suatu struktur materi melalui pengajuan pertanyaan dan mencari jawaban pertanyaan tersebut. Cara demikian mengajar peserta didik berpikir induktif untuk menemukan hubungan antar konsep berdasarkan informasi faktual.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

STUDENT-CENTERED LEARNING: SELF-REGULATED LEARNING.

STUDENT-CENTERED LEARNING: SELF-REGULATED LEARNING.

Provision for teachers to be able to perform its role as fasititator one of which is to understand the principles of student-centered learning. There are five important factors dipematikan the psychological principles of student-centered learning, namely: (a) Metacognitive and cognitive factors that describe how students think and remember, as well as depictions of the factors involved in the process of establishing the meaning of information and experience; (b) Affective factors that would draw how beliefs, emotions, and motivations influence the way a person accepts the teaching situation, how many people to learn, and they do attempt to keep learning. Person's emotional state, beliefs about personal competence, expectations of success, personal interests, and learning objectives, all of it affects how students' motivation to learn; (c) Factors which illustrates that the development of physical, intellectual, emotional, social and genetic factors influenced deh dai unique environmental factors; (d) Personal and social factors that describe how others play a role in the learning process and the ways people learn in groups. This principle reflects that in social interaction, people will learn from each other and can help each other through sharing of individual perspectives; (e). Individual Differences Factors that describes how the individual's unique background and capacity of each effect in learning. This principle helps explain why individuals learn something different, a different time, and in ways different Here will be described the translation of each factor adopted from American Psychological Association (1997).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Keywords : Student-Centered Learning, Structural equation modeling

Keywords : Student-Centered Learning, Structural equation modeling

Terminologi pembelajaran berpusat pada mahasiswa (Student Centred Learning/SCL) pada literatur merupakan kata yang bersifat luas yang biasanya dikaitkan dengan pembelajaran fleksibel, pembelajaran berbasis pengalaman, atau self directed learning. Harden dan Crosby [2] menjelaskan bahwa SCL menekankan pada mahasiswa sebagai pembelajar dan apa yang dilakukan mahasiswa untuk sukses dalam belajar dibanding dengan apa yang dilakukan oleh dosen. Pengertian ini menunjukkan bahwa SCL menekankan pada apa yang dilakukan oleh mahasiswa. Pembelajaran berbasis SCL telah menjadi pendekatan baru yang mulai banyak dilaksanakan di beberapa perguruan tinggi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...