Subsektor tanaman pangan

Top PDF Subsektor tanaman pangan:

SURVEI HARGA PRODUSEN PERDESAAN (Subsektor Tanaman Pangan)

SURVEI HARGA PRODUSEN PERDESAAN (Subsektor Tanaman Pangan)

Tujuan pencacahan HD-1 adalah untuk mencatat/mengetahui harga komoditas yang diproduksi petani dan harga yang dibayar petani untuk keperluan biaya produksi pada Subsektor Tanaman Pangan, juga untuk menyusun Indeks Harga yang Diterima Petani, Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal serta Nilai Tukar Petani.

12 Baca lebih lajut

STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN KUDUS

STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN KUDUS

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi peningkatan produksi subsektor tanaman di Kabupaten Kudus dengan menggunakan analisis lingkungan internal dan eksternal. Hasil analisis ini akan digunakan untuk menemukan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus untuk meningkatkan produksi subsektor tanaman pangan. Di dalam menganalisa faktor internal dan eksternal, peneliti menggunakan alat analisis SWOT (strenghts, Weakness, Opportunities, Treats). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan informasi dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan serta para petani tanaman pangan di Kabupaten Kudus.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Strategi Peningkatan Produksi Subsektor Tanaman Pangan Di Kabupaten Kudus

Strategi Peningkatan Produksi Subsektor Tanaman Pangan Di Kabupaten Kudus

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi peningkatan produksi subsektor tanaman di Kabupaten Kudus dengan menggunakan analisis lingkungan internal dan eksternal. Hasil analisis ini akan digunakan untuk menemukan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus untuk meningkatkan produksi subsektor tanaman pangan. Di dalam menganalisa faktor internal dan eksternal, peneliti menggunakan alat analisis SWOT (strenghts, Weakness, Opportunities, Treats). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan informasi dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan serta para petani tanaman pangan di Kabupaten Kudus.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KOMODITAS UNGGULAN SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN SAMPANG MELALUI KONSEP AGRIBISNIS

KOMODITAS UNGGULAN SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN SAMPANG MELALUI KONSEP AGRIBISNIS

Pengembangan wilayah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat (Triutomo, 2001). Pengembangan wilayah dalam jangka panjang lebih ditekankan pada pengenalan potensi sumber daya alam dan pengembangan lokal wilayah yang mampu mendukung (menghasilkan) pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat, termasuk pengentasan kemiskinan. Pengembangan wilayah lebih ditekankan pada penyusunan paket pengembangan wilayah terpadu dengan mengenali sektor strategis (potensial) yang perlu dikembangkan di suatu wilayah (Friedmann & Allonso, 1986).Hal tersebut didukung oleh pernyataan Riyadi dalam Ambardi dan Socia (2002) bahwapengembangan wilayah harus disesuaikan dengan kondisi, potensi dan permasalahan wilayah. Salah satu kegagalan dalam pengembangan wilayah adalah pertumbuhan ekonomi yang rendah (Hastanto, 2013). Pertanian mempunyai peranan dalam pengembangan wilayah khususnya dipedasaan. Karena mayoritas pendapatan wilayah berasal dari sektor pertanian. Salah satu subsektor pada sektor pertanian yang memiliki peran penting adalah subsektor tanaman pangan.Subsektor tanaman pangan berperan dalam pemenuhan kebutuhan pokok penduduk (Yusuf, 2007).Hal tersebut dikarenakan subsektor tanaman pangan terdiri dari beberapa komoditas pokok.10 komoditas subsektor tanaman pangan yang ada di Kabupaten Sampang adalah padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, sorgum dan bentul.
Baca lebih lanjut

233 Baca lebih lajut

Republik Indonesia. SURVEI HARGA PERDESAAN ( Subsektor Tanaman Pangan ) PERHATIAN

Republik Indonesia. SURVEI HARGA PERDESAAN ( Subsektor Tanaman Pangan ) PERHATIAN

Subsektor Tanaman Pangan, juga untuk menyusun Indeks Harga yang Diterima Petani serta Nilai Tukar Petani. 2. Pencacahan dilakukan pada tanggal 15 tiap bulan, dengan menanyakan kepada petani harga per unit dari hasil produksi yang dijualnya dari tanggal 1 s/d 15 bulan pencacahan. 3. Hasil pencacahan HD-1 ini harus sudah sampai di BPS paling lambat pada tanggal 20

12 Baca lebih lajut

Strategi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Di Kabupaten Ngawi.

Strategi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Subsektor Tanaman Pangan Di Kabupaten Ngawi.

Dalam subsektor tanaman pangan dan holtikultura tercakup komoditi tanaman pangan seperti padi, palawija. Tanaman pangan penting dalam pembangunan pertanian karena termasuk dalam kebutuhan dasar manusia yaitu menyangkut ketersediaan pangan. Subsektor tanaman pangan di Kabupaten Ngawi memberi sumbangan terbesar terhadap PDRB sektor pertanian dibanding subsektor pertanian yang lain. Hal ini juga didukung dengan potensi sumber daya lahan sawah yang luas, yaitu 50.476 hektar atau 38,95% dr luas areal Kabupaten Ngawi. Selain itu secara geografis Kabupaten Ngawi termasuk dalam DAS Bengawan Solo dan memiliki
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

Adapun judul skripsi ini adalah : “ ANALISIS KOMODITI UNGGULAN SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN DI SUMATERA UTARA TAHUN 2010 – 2014” . Skripsi ini adalah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Pada kesempatan ini pertama penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua yaitu Bapak Ramli Sinaga dan Ibu Rosita Ginting yang telah membesarkan penulis, memberikan didikan dan nasihat, telah memberikan pengorbanan dan dukungan baik secara materi maupun doa sehingga penulis dapat menyelesaikan studi. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada abang dan kakak serta adik penulis atas semangat dan motivasi yang telah diberikan kepada penulis selama ini.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

Terry Praganda Sinaga (090304061): Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan Di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Meneth Ginting, M.A.D.E dan Ibu Ir. Lily Fauzia, M.Si. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan produksi komoditi tanaman pangan selama periode tersebut sehingga dapat menganalisis komoditi subsektor tanaman pangan yang menjadi unggulan di Sumatera Utara. Komoditi unggulan tersebut juga dijabarkan untuk setiap kabupatem/kota yang ada di Sumatera Utara. Metode yang digunakan yaitu secara Convenience Sampling, dan metode analisis data dengan menggunakan analisis Location Quotient.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

Terry Praganda Sinaga (090304061): Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan Di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Meneth Ginting, M.A.D.E dan Ibu Ir. Lily Fauzia, M.Si. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan produksi komoditi tanaman pangan selama periode tersebut sehingga dapat menganalisis komoditi subsektor tanaman pangan yang menjadi unggulan di Sumatera Utara. Komoditi unggulan tersebut juga dijabarkan untuk setiap kabupatem/kota yang ada di Sumatera Utara. Metode yang digunakan yaitu secara Convenience Sampling, dan metode analisis data dengan menggunakan analisis Location Quotient.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

Penelitian Hasibuan (2014) berjudul “Analisis Pola Konsumsi Pangan Non Beras Sumber Karbohidrat Di Kecamatan Medan Tuntungan” mengungkapakan data untuk mendorong seluruh pihak terkait di Sumatera Utara harus segera melakukan pembangunan pertanian di subsektor tanaman pangan. Data yang dipublikasikan oleh Susenas pada tahun 2008 mengenai pola konsumsi pangan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara masih belum memenuhi kaidah gizi seimbang. Dalam penelitiannya menyatakan pola konsumsi masyarakat Sumatera Utara masih belum beragam, bergizi dan seimbang dan hanya didominasi oleh padi-padian. Salah satu faktor yang menjadi penghalang dalam pemenuhan gizi seimbang tersebut adalah ketersediaan pangan. Ketersediaan pangan dapat dipenuhi dengan pembangunan pertanian di subsektor tanaman pangan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

Analisis Komoditi Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Sumatera Utara Tahun 2010 – 2014

Pembangunan pertanian berkelanjutan dalam sektor pertanian dapat diartikan bahwa pembanguan dengan memanfaatan sumber daya alam yang tepat dalam kegiatan pertanian dengan memperhatikan kelestarian ekosistem guna tercapainya kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan baik untuk masa kini dan masa datang. Berkaitan dengan penjabaran manfaat pembangunan berkelanjutan maka untuk subsektor tanaman pangan memiliki pengertian memanfaatkan sumber daya alam yang tepat dalam produksi subsektor tanaman pangan dengan tujuan menjaga ketersediaan bahan pangan untuk kesejahteraan rakyat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KOMODITAS UNGGULAN SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN BERBASIS POTENSI WILAYAH KERUANGAN DI PROVINSI BALI

KOMODITAS UNGGULAN SUBSEKTOR TANAMAN PANGAN BERBASIS POTENSI WILAYAH KERUANGAN DI PROVINSI BALI

Keywords: food crops, superior commodities, comparative advantage, competitive advantage ABSTRAK Komoditas tanaman pangan di Bali yang cukup potensial, sehingga menjadikan komoditas tersebut cukup krusial dalam berbagai bahasan. Jika dilihat hasil Sensus Pertanian 2013 di Bali terdapat 408.233 rumah tangga usaha pertanian dan 53 persen diantaranya rumah tangga usaha tanaman pangan. PDRB Bali menurut lapangan usaha, subsektor tanaman pangan memberikan kontribusi sebesar 14,57 persen dari nilai kontribusi PDRB untuk sektor pertanian tahun 2016. Berkembangnya pariwisata dan pertumbuhan jumlah penduduk ditengarai menjadi penyebab konversi lahan pertanian ke non pertanian. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kajian ilmiah guna memetakan potensi subsektor tanaman pangan di Bali. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi apa sajakah komoditas tanaman pangan yang menjadi unggulan komparatif, (2) menganalisis pertumbuhan komoditas tanaman pangan menurut kabupaten/kota, (3) menganalisis potensi wilayah keruangan komoditas unggulan tanaman pangan wilayah Bali. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Bali. Pemilihan lokasi penelitian dengan metode
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Prioritas Pengembangan Potensi Ekonomi Subsektor Tanaman Pangan di Kabupaten Tulungagung Bagian Selatan

Prioritas Pengembangan Potensi Ekonomi Subsektor Tanaman Pangan di Kabupaten Tulungagung Bagian Selatan

Abstrak—Terdapat kekayaan sumber daya alam yang dimiliki wilayah selatan Jawa Timur, namun belum bisa tergarap secara optimal karena aksesibilitas yang terbatas. Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi disparitas yang terjadi pada wilayah utara-selatan provinsi tersebut. Salah satu wilayah yang dilewati oleh infrastruktur ini adalah Kabupaten Tulungagung yang merupakan salah satu dari lima kabupaten andalan lumbung pangan Provinsi Jawa Timur. Dengan dibangunnya JLS akan membuka akses wilayah-wilayah yang dilewatinya dan berdampak pada pengembangan wilayah tersebut. Namun, upaya pembangunan tidak hanya berhenti di penyediaan infrastruktur saja. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi komoditas unggulan prioritas guna mengoptimalkan pembangunan ekonomi wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi pada subsektor tanaman pangan dalam skala komoditas yang terdapat di daerah pembangunan JLS di Kabupaten Tulungagung, yakni Kecamatan Besuki, Tanggunggunung, Kalidawir, dan Pucanglaban, serta menentukan prioritas dan arahan pengembangan guna mengoptimalkan tujuan dari pembangunan. Terdapat tiga tahapan untuk mencapai tujuan tersebut, tahap 1 yaitu menentukan bobot dari kriteria-kriteria pengembangan ekonomi wilayah dengan analisis AHP, selanjutnya tahap 2 adalah menetapkan prioritas pengembangan potensi ekonomi wilayah dengan analisis TOPSIS, dan tahap 3 merumuskan arahan pengembangan prioritas potensi ekonomi wilayah dengan analisis Triangulasi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Sentra Produksi  Subsektor Tanaman Pangan di Provinsi Sumatera Barat

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Sentra Produksi Subsektor Tanaman Pangan di Provinsi Sumatera Barat

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi kawasan sentra produksi komoditas unggulan subsektor tanaman pangan di Provinsi Sumatera Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan alat analisis deskriptif dengan membandingkan pertumbuhan ekonomi baik PDRB, sektor pertanian maupun subsektor pangan di Provinsi Sumatera Barat sebelum dan setelah ditetapkannya kawasan sentra produksi komoditas unggulan pangan. Dilihat dari tingkat produktivitas, komoditas unggulan di tiap kawasan yang telah ditentukan cendrung fluktuatif dan tidak selalu mengalami peningkatan. Begitu juga halnya dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tergambar dari laju PDRB subsektor tanaman pangan yang malah mengalami penurunan secara signifikan dari tahun 2014 hingga 2016. Hal ini menggambarkan bahwa penetapan kawasan sentra produksi belum sepenuhnya mampu meningkatkan produktivitas kawasan sentra produksi maupun peningkatan laju pertumbuhan ekonomi subsektor tanaman pangan, sektor pertanian dan laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di Provinsi Sumatera Barat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Sistem Informasi Promosi Komoditas Unggulan Subsektor Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur

Rancang Bangun Sistem Informasi Promosi Komoditas Unggulan Subsektor Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur

Pendokumentasian SIPKU menggunakan DFD secara garis besar dapat dilihat pada Gambar 13. Pada gambar tersebut terdapat 1 proses sistem dan 9 entitas eksternal sebagai pengguna sistem (end user). Jika diamati sekilas, entitas pengguna sistem pada SIPKU hampir sama dengan entitas eksternal pada sistem yang sudah ada. Perbedaan entitas pengguna pada sistem awal dengan SIPKU berada pada target end user yang sudah diperjelas. Pemilihan entitas SIPKU didasarkan pada ketersediaan data dan informasi pada masing-masing entitas serta tujuan untuk memperbaiki saluran tataniaga dari komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan hortikultura Kabupaten Cianjur. Berdasarkan penelitian tataniaga Gandhi (2008), Nurbayuto (2011), dan Kusumah (2011), dapat diketahui bahwa kelompok tani maupun gabungan kelompok tani belum berperan secara maksimal dalam membangun posisi tawar petani. Hal serupa juga terjadi terjadi di dalam sistem agribisnis di Kabupaten Cianjur. Kelompok tani seharusnya dapat menjadi lembaga pemasar komoditas yang dihasilkan oleh petani sehingga hal ini dapat mengurangi peran tengkulak. Oleh karena itu, SIPKU berusaha menggerakan peran kelompok tani agar dapat menjadi lembaga pemasar bagi komoditas yang dihasilkan oleh petani anggotanya.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Perubahan Kesempatan Kerja Pertanian dan Perkembangan Subsektor Tanaman Pangan (Studi Kasus Kabupaten Dati II Bekasi, Jawa Barat)

Perubahan Kesempatan Kerja Pertanian dan Perkembangan Subsektor Tanaman Pangan (Studi Kasus Kabupaten Dati II Bekasi, Jawa Barat)

Subsektor Tanaman Pangan (Studi Kasus Kabupaten Dati II Bekasi, Jawa Barat).. Di bawah bimbingan Umar A.S.[r]

115 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pembangunan Pertanian Subsektor Tanaman Pangan 1. Peranan dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pembangunan Pertanian Subsektor Tanaman Pangan 1. Peranan dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pembangunan Pertanian Subsektor Tanaman Pangan Keberhasilan suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra kondisi yang berbeda-beda untuk setiap daerah atau negara. Pra kondisi tersebut meliputi bidang-bidang teknis, ekonomis, sosial-budaya dan lain-lain. Menurut AT. Mosher, 1991, ada lima syarat yang harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. Kalau satu syarat saja dari syarat-syarat tersebut tidak ada maka akan terhentilah pembangunan pertanian, pertanian dapat berjalan terus tetapi statis. Syarat-syarat tersebut adalah:
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Republik Indonesia BADAN PUSAT STATISTIK. SURVEI PENYEMPURNAAN DIAGRAM TIMBANG NILAI TUKAR PETANI 2012 Subsektor Tanaman Pangan PERHATIAN

Republik Indonesia BADAN PUSAT STATISTIK. SURVEI PENYEMPURNAAN DIAGRAM TIMBANG NILAI TUKAR PETANI 2012 Subsektor Tanaman Pangan PERHATIAN

Rumah tanggga pertanian yang menjadi responden minimal salah satu anggota rumah tangga berusaha pada Subsektor Tanaman Pangan.. PERHATIAN.[r]

11 Baca lebih lajut

Survei Harga Perdesaan (Subsektor Tanaman Pangan)

Survei Harga Perdesaan (Subsektor Tanaman Pangan)

Pencacahan dilakukan pada tanggal 15 tiap bulan, dengan menanyakan kepada p harga per unit dari hasil produksi yang dijualnya dari tanggal 1 s/d 15 bulan pencac 3.. Daftar HD-1 i[r]

12 Baca lebih lajut

Survei Harga Pedesaan Subsektor Tanaman Pangan

Survei Harga Pedesaan Subsektor Tanaman Pangan

Pencacahan dilakukan pada tanggal 15 tiap caturwulan, dengan menanyakan nilai & volume produksi yang dijual petani setiap bulan Hasil pencacahan NP-1 ini harus sudah sampai di BPS [r]

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...