SUDAN UTARA

Top PDF SUDAN UTARA:

PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI NON INTERVENSI CINA TERHADAP KONFLIK SUDAN SKRIPSI

PERUBAHAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI NON INTERVENSI CINA TERHADAP KONFLIK SUDAN SKRIPSI

3 Pertanyaan terhadap konsistensi Cina dalam menjalankan prinsip non – intervensi terjadi ketika banyak kalangan menilai adanya perubahan sikap Cina terhadap Sudan ketika negara itu sedang dalam konflik. 12 Konflik ini sendiri sudah berlangsung sejak tahun 1950an, yakni antara masyarakat yang berada di Sudan bagian utara dan bagian selatan lalu kemudian diakhiri dengan referendum yang memisahkan Sudan Utara dan Sudan Selatan pada Januari 2011. Selain itu konflik Darfur juga ikut menjadi perhatian Cina berkaitan dengan kebijakan luar negerinya. 13 Apa yang terjadi di Sudan awalnya dianggap Cina sebagai urusan internal dari negara tersebut yang tidak boleh dicampuri oleh pihak luar manapun. 14 Deputi Kementerian Luar Negeri Cina, Zhou Wenzhong, pada tahun 2005 sempat memberikan pernyataan bahwa “Business is business. We try to separate politics from business.. the internal situation in Sudan is an internal affair”. 15 Cina bahkan melakukan veto pada sidang Dewan Keamanan PBB tahun 2005 ketika akan dijatuhkan sanksi kepada Sudan atas tuduhan genosida. 16 Pemerintah Cina juga mendukung keputusan Presiden Sudan, Omar Al – Bashir, yang menolak masuknya pasukan asing ke wilayahnya. 17
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Konflik antara Sudan dan negara pecahann

Konflik antara Sudan dan negara pecahann

Untuk masa sekarang, nampaknya Sudan Selatan lebih memilih terbuka kepada Sudan Sebagai alternatif temporer disamping juga melakukan pemugaran sistem. Dalam hal ini Sudan Selatan mampu menunjukkan kepada Sudan Utara bahwa Selatan negara yang tangguh. Terbukti tidak sampai hancurnya sistem Sudan selatan selama konflik seperti yang diharapkan Sudan Utara, dan ekonomi yang merosot pun dapat dipulihkan meskipun Sudan selatan telah kehilangan 98% sumber nafkahnya. Padahal Ahli Siasat perang Sudan Utara sudah memprediksi Sudan Selatan tidak akan mampu bertahan lebih dari 6 bulan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Implikasi Pemilu Sudan Tahun 2010 terhadap Legitimasi Pemerintahan Omar Hassan Al-Bashir

Implikasi Pemilu Sudan Tahun 2010 terhadap Legitimasi Pemerintahan Omar Hassan Al-Bashir

Sudan merupakan negara dengan wilayah terbesar di Afrika Barat. Negara ini dalam sejarahnya telah mengalami konflik internal yang mengancam integrasi bangsa. Konflik yang terjadi antara pihak pemberontak Sudan People Liberation Movement (SPLM) di Selatan dengan Pemerintah Sudan telah menyulut perang saudara dan membawa Sudan kedalam konflik berkepanjangan. Gejolak konflik kembali terjadi saat konflik bergejolak di Darfur, Sudan Barat. Konflik yang terjadi di Sudan membuat Presiden Bashir mengalami krisis legitimasi. Pada tahun 2005, pihak SPLM dan Pemerintah Sudan dibawah komando Presiden Al-Bashir, mengadakan pertemuan di Naivasha, Kenya, untuk membahas perdamaian antara kedua pihak. Perjanjian tersebut menghasilkan kesepakatan bersama yakni Comprehensive Peace Agreement (CPA) yang mengakhiri konflik antara Sudan Utara dan Selatan. Dalam CPA terdapat dua poin utama yakni Pemilu dan Referendum bagi Sudan Selatan. Pemilu kali ini merupakan kesempatan bagi Presiden Bashir untuk mampu memperbaiki legitimasiya yang sempat melemah. Oleh karena itulah, Presiden Bashir serta NCP berupaya untuk menggunakan berbagai cara agar dapat terpilih kembali pada pemilu kali ini. Pemilu yang digelar mulai tanggal 11-15 April 2010 pada akhirnya dimenangkan oleh Presiden Bashir serta NCP ditingkatan parlemen Sudan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Implikasi Pemilu Sudan Tahun 2010 terhadap Legitimasi Pemerintahan Omar Hassan Al-Bashir

Implikasi Pemilu Sudan Tahun 2010 terhadap Legitimasi Pemerintahan Omar Hassan Al-Bashir

Sudan merupakan negara dengan wilayah terbesar di Afrika Barat. Negara ini dalam sejarahnya telah mengalami konflik internal yang mengancam integrasi bangsa. Konflik yang terjadi antara pihak pemberontak Sudan People Liberation Movement (SPLM) di Selatan dengan Pemerintah Sudan telah menyulut perang saudara dan membawa Sudan kedalam konflik berkepanjangan. Gejolak konflik kembali terjadi saat konflik bergejolak di Darfur, Sudan Barat. Konflik yang terjadi di Sudan membuat Presiden Bashir mengalami krisis legitimasi. Pada tahun 2005, pihak SPLM dan Pemerintah Sudan dibawah komando Presiden Al-Bashir, mengadakan pertemuan di Naivasha, Kenya, untuk membahas perdamaian antara kedua pihak. Perjanjian tersebut menghasilkan kesepakatan bersama yakni Comprehensive Peace Agreement (CPA) yang mengakhiri konflik antara Sudan Utara dan Selatan. Dalam CPA terdapat dua poin utama yakni Pemilu dan Referendum bagi Sudan Selatan. Pemilu kali ini merupakan kesempatan bagi Presiden Bashir untuk mampu memperbaiki legitimasiya yang sempat melemah. Oleh karena itulah, Presiden Bashir serta NCP berupaya untuk menggunakan berbagai cara agar dapat terpilih kembali pada pemilu kali ini. Pemilu yang digelar mulai tanggal 11-15 April 2010 pada akhirnya dimenangkan oleh Presiden Bashir serta NCP ditingkatan parlemen Sudan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Analisis Implikasi Hukum Suksesi Negara Republik Sudan Selatan Ditinjau dari Hukum Internasional

Analisis Implikasi Hukum Suksesi Negara Republik Sudan Selatan Ditinjau dari Hukum Internasional

Perjanjian CPA memberikan Otonomi kepada Sudan Selatan yang bersifat sementara, sebab masyarakat Sudan Selatan akan dengan sendirinya memilih, apakah mereka menginginkan otonomi daerah (tetap sebagai satu negara Sudan), atau mereka ingin merdeka dari Sudan itu sendiri, membentuk Republik Sudan Selatan. Selama 6 tahun tersebut, penghasilan dari industry minyak yang ada di Sudan Selatan, akan dibagi dua.Permasalahan yang paling utama dalam mendapatkan kesepakatan adalah masalah administratif, serta penerapan hukum di Sudan selama 6 tahun tersebut. Disepakati bahwa sistem administratif akan dibelah menjadi 70:30 (mayoritas untuk pemerintahan pusat selama pemerintahan transisi). Kepala negara akan diduduki oleh Omar Al-Bashiir, dengan John garang sebagai wakil dari kepala negara Sudan. Dalam perjanjian CPA, pasukan militer dari Sudan Selatan dan utara tetap menjadi unit militer yang terpisah satu sama lain. Langkah pertama adalah penarikan 91.000 pasukan pemerintahan dari Sudan Selatan selama 2 setengah tahun, sedangkan pihak SPLA punya waktu 8 bulan untuk menarik pasukannya dari wilayah Sudan Utara. Dalam perjanjian 2005, masing-masing pihak tidak diberikan obligasi untuk menghilangkan pasukan militernya hal ini ditujukan apabila suatu saat jika perang kembali pecah, setiap pihaknya mampu untuk melindungi diri mereka masing-masing (CNN, http://articles.cnn.com/2005-01-09/world/ Sudan.signing1rebel-group- spla-darfur?s=PM:WORLD. [Diakses tanggal 6 Juli 2011]).
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

PEMERINTAHAN NEGARA SOUTH SUDAN negara-negara budaya negara-negara budaya

PEMERINTAHAN NEGARA SOUTH SUDAN negara-negara budaya negara-negara budaya

Sehingga dikatakan bahwa konflik internal yang terjadi di Sudan juga merupakan konflik antar agama, sekaligus ras. Dari segi agama, daerah Sudan Utara memiliki mayoritas penduduk beragamaIslam, dan merupakan ras Arab. Sedangkan di Sudan Selatan, mayoritas penduduk beragama Kristen, dan ras kulit hitam. Pemerintahan pusat yang berpegang teguh pada ideologi Islam, kerap menganggap bahwa penduduk Arab Islam lebih superior dibandingkan mereka yang berkulit hitam dan beragam Kristen. Diskriminasi inilah yang menjadi salah satu sebab terjadinya konflik yang paling lama, di negara Afrika yang paling besar saat ini. Namun untuk menganalisa sumber konflik antar Sudan Utara dan Selatan, perlu dianalisa sejak masa penjajahan Inggris dan Mesir. Dari Segi historis, pada saat penjajahan Inggris, telah terjadi eksploitasi, serta ketidak setaraan perkembangan yang diperkenalkan oleh penjajahan Inggris sebelum kemerdekaan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

ENSIKLOPEDIA NEGARA SUDAN negara-negara budaya negara-negara budaya

ENSIKLOPEDIA NEGARA SUDAN negara-negara budaya negara-negara budaya

Sa lafisme”. Doktrin Wahabbi adalah Tauhid; Keesaan dan kesatuan Allah. 14 Tokoh ulama Wahabbi Salafi Sudan antara lain; Muhammad Hasyim Al-Hadiyah, Muhammad Hamzah, Khalid Abdurrahman Al-Latif Muhammad Nur, Hasan Al-Hawari, Muhammad Sayyid Muhammad Hajj, Muhammad Musthafa Abdul Qadir dan Muhammad Al-Amin Ismail. 15 Di sisi lain, Sudan memiliki problema dalam lingkup domestik terfokus mengenai terklasifikasinya masyarakat Sudan ke dalam empat kasta; 16 Kelas pertama ditempati warga Arab-Muslim-Sunni yang kebanyakan tinggal di ibukota Sudan, Khartoum. Kelompok yang jumlahnya sekitar 39% inilah yang mengontrol sistem politik dan ekonomi Sudan sejak merdeka dari pemerintahan Inggris pada tahun 1956. Hal inilah yang mengakibatkan mereka mendapatkan fasilitas, privileges dan kekuasaan. Kelas kedua ditempati warga Muslim non- Arab terutama keturunan Afrika dan tinggal di Khartoum (Sudan Utara). Kelas ketiga diduduki non-Muslim, tetapi tinggal di Sudan Utara. Dan Kelas keempat diduduki non-
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERANAN UNAMID DALAM MENGATASI KONFLIK BERSENJATA ANTARA KELOMPOK PEMBERONTAK DI DARFUR DENGAN PEMERINTAHAN SUDAN.

PENDAHULUAN PERANAN UNAMID DALAM MENGATASI KONFLIK BERSENJATA ANTARA KELOMPOK PEMBERONTAK DI DARFUR DENGAN PEMERINTAHAN SUDAN.

Salah satu latar belakang belakang konflik di Darfur juga diakibatkan oleh perebutan wilayah Abyei. Wilayah Abyei seluas 10.460 km² di Sudan diperkirakan akan menjadi pusaran konflik baru setelah Darfur. Pasalnya, referendum untuk menentukan masa depan daerah kaya minyak itu tidak jadi digelar serempak dengan Sudan selatan sehingga bisa menjadi sengketa utara dan selatan. Abyei adalah daerah penghasil minyak terbesar di Sudan tengah. Selama ini utara dan selatan masing-masing mengklaim wilayah Abyei dan kandungan minyak di dalamnya. Abyei terbelah, sebagian berada di teritori Sudan utara dan sebagian lainnya menghampar di Sudan selatan. Mayoritas kaum Missirya (Missiri) hidup di utara dan memeluk Islam. Ngok Dinka hidup di selatan dan menganut Kristen. Abyei lalu dijuluki ”titian sejarah” antara utara yang mayoritas Muslim dan selatan
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

ANALISIS PERANG SIPIL DI SUDAN SELATAN P

ANALISIS PERANG SIPIL DI SUDAN SELATAN P

Pada tahun 1924, masa kolonialisasi Inggris sejarah Sudan Selatan sudah ditelusuri. Dimana Inggris menjalankan politik isolasi dalam kebijakan pemisahan pemerintahan Sudan menjadi dua, yaitu Sudan Utara dan Sudan Selatan dimana Sudan Utara wilayah penduduknya didominasi oleh etnis arab yang memeluk agama islam. Dan Sudan Selatan wilayah penduduknya merupakan mayoritas etnis kulit hitam Afrika yang menganut paham kristen dan animisme. Dengan adanya kebijakan Inggris yaitu larangan berpergian karena untuk mencegah penyebaran penyakit malaria, justru membuat dampak di wilayah Sudan Utara dan Sudan Selatan yang semakin terisolasi satu sama lain. Akibatnya sikap saling tidak percaya antar dua wilayah itu semakin meningkat. 14
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Titik Temu Pemikiran Mahmoud Mohamed Tha

Titik Temu Pemikiran Mahmoud Mohamed Tha

Namun demikian, bukan berarti tidak ada perbedaan antara an- Na‘im dan T{aha. Pemikiran T{aha dalam hal ibadah dan tasawuf sangat dan lebih berkembang dari pada dalam hal hukum publik dan pemerintahan. Inilah yang membedakan T{aha dengan an-Na‘im, muridnya, yang sama sekali tidak menyinggung ibadah dan tasawuf, kecuali tentang pernikahan, itupun kalau iqh nikah dimasukkan dalam kita>b al-‘iba>dah. Memang diketahui bahwa meskipun sebagai seorang pemimpin partai kecil, the Islamic Republican Party, yang gagal dalam pemilihan umum Sudan selama tahun 1950-an, T{aha juga masih sempat meletakkan dasar pendekatan baru dalam pemikiran Islam tentang hukum publik dan perkembangan sosial (Omdurman: tnp, 1974). Hal ini menunjukkan bahwa an-Na‘im dan T{aha berbeda perhatian dalam hal ibadah, tasawuf, dan satu lagi yang tidak kalah menarik dan dengan yakin T{aha mengikutinya, yaitu sosialisme. Ide-ide T{aha memang sebuah sintesis yang komplek dari teori-teori evolusioner Barat (seperti Hegel dan Marx), mistisisme sui, dan sumber-sumber hukum Islam, (al-Qur`an dan al-Sunnah). Tidak bisa dipungkiri bahwa T{aha terpengaruh oleh ide-ide evolusioner dialektis dalam beberapa hal (Avineri Shlomo dan Marx,1978). Ayat-ayat makiyyah yang menjunjung kesetaraan laki-laki dan perempuan dan kebebasan sipil dianggap T{aha sebagai versi dari evolusionisme sebagaimana dalam sosialisme (al- Marxiyyah: 18).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

RESPON MASYARAKAT -  INTERNASIONAL TERHADAP

RESPON MASYARAKAT - INTERNASIONAL TERHADAP

The conflict in South Sudan began on December 2013 when president Salva Kiir Mauardit sacked his entire cabinet and accused vice president Riek Machar of instigating a failed coup. The conflict resulted in serious human rights violations so that caused a reaction from the international society. Human Right, Human Security concept and English School Theory as conceptual framework are used to answer the reseach question. The results showed that since the conflict between the president and former vice president of South Sudan, about 1.6 million people continued to be displaced from their homes within the country, and some 600,000 sought refuge in neighbouring countries. The conflict also makes Human Rights abuses such as: Attacks against civilians, Rape and sexual harassment, Mass murder, Torture, mutilation and cannibalism, Abduction and recruitment of childrens as armed forces. Human Rights violations in South Sudan makes a response from International Society including the UN Security Council members such as the United States and China. United States sanctioned arms embargo and threatened to revoke its aid funding to the South Sudan, meanwhile China has sent 700 military troops to South Sudan to help the UN peacekeeping force in order to stop Human Rights violations in South Sudan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

this  file 1746 4645 1 PB

this file 1746 4645 1 PB

Facing the Arabs. edua buku tersebut diterbitkan tahun 1967. T{aha amat menentang nasionalisme Arab di bawah kepemimpinan Gamal Abdul Nasser. Sama seperti ia menentang penerapan shari>‘ah secara primitif di Saudi Arabia, dan gerakan al-Ikhwa>n al-Muslimu>n di berbagai negara Arab. Partai tradisionalis sektarian bersama-sama dengan gerakan al- Ikhwa>n al-Muslimu>n berkoalisi untuk mengesahkan pasal 5 ayat 2 di dalam konstitusi yang melarang kelompok komunis masuk ke dalam parlemen pada tahun 1965. T{aha menentang pembubaran Sudanese Communist Party sebab ia menganggap keberadaan partai itu di dalam parlemen merupakan langkah awal penegakan demokratisasi di Sudan. Pada bulan Nopember 1968, ia dituduh murtad dan dituntut hukuman mati. T{aha menolak untuk datang di persidangan sesuai dengan prinsip hak konstitusionalnya untuk berekspresi dan mengemukakan pendapat. Namun Pengadilan Tinggi Shari>‘ah di hartoum memutuskan tetap menyidangkan perkaranya. Selain dituduh murtad, partai Republik, T{ahaisme beserta gerakannya dianggap sebagai partai terlarang ( halid Duran, 2009: 417).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kebijakan Amerika Serikat dalam mendukung kemerdekaan Sudan Selatan Tahun 2011

Kebijakan Amerika Serikat dalam mendukung kemerdekaan Sudan Selatan Tahun 2011

Akibat kebijakan Presiden Nimery tersebut membuat masyarakat Sudan bagian Selatan geram hingga Sudan kembali terjatuh dalam penyebab konflik dengan pola yang sama. Perang Kedua pecah pada tahun 1983 ketika pemerintah Sudan mencabut otonomi Selatan dan berusaha untuk menerapkan Hukum Syariah Islam di seluruh negeri. 54 Tidak lama berlangsung, kekuasaan Presiden Nimeiry digulingkan hingga wilayah Utara mengalami ketidakstabilan. Konflik semakin menjadi dengan adanya kudeta tahun 1993 oleh pemerintahan sipil di bawah aliansi kekuasaan Omar Al- Bashir sebagai pemimpin militer dan kelompok Islam ekstrimis. 55
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

STRATEGI CHINA DALAM PERSAINGAN DENGAN AMERIKA SERIKAT UNTUK MEMPEREBUTKAN HAK EKSPLORASI MINYAK DI SUDAN

STRATEGI CHINA DALAM PERSAINGAN DENGAN AMERIKA SERIKAT UNTUK MEMPEREBUTKAN HAK EKSPLORASI MINYAK DI SUDAN

Telah banyak referensi di Indonesia yang membahas studi tentang peningkatan kebingkatan ekonomi China dan imbasnya terhadap energy security-nya. Namun tidak banyak yang membahas secara spesifik persaingan yang terjadi antara China dan Amerika Serikat terkait persoalan perebutan minyak di berbagai belahan dunia ini khususnya di negara Sudan. Terkait hal tersebut, penulis tertarik pada kabijakan China dalam menerapkan strategi balancing untuk mengimbangi dominasi Amerika Serikat di wilayah tersebut yang kemudian penulis jadikan sebagai kajian dari skripsi ini.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

TAP.COM -   HUBUNGAN ANTARA TAJAM PENGLIHATAN DENGAN DERAJAT NON ... 12673 25291 1 SM

TAP.COM - HUBUNGAN ANTARA TAJAM PENGLIHATAN DENGAN DERAJAT NON ... 12673 25291 1 SM

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin terbanyak ialah jenis kelamin perempuan (55,1%). Proporsi ini sesuai dengan proporsi data penderita DMT2 dari Quintiles Electronic Medical Record Database pada Juli 2014 hingga Juni 2015. Data tersebut menunjukkan bahwa dari 1.389.016 pasien DMT2, sebanyak 53% berjenis kelamin perempuan. 8 Proporsi ini juga didukung oleh temuan di Sudan dimana proporsi jenis kelamin perempuan lebih banyak daripada jenis kelamin laki-laki, 9 namun hal ini tidak sesuai dengan temuan di Irlandia dimana 57% pasien retinopati diabetik berjenis kelamin laki-laki. 10
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

GERAKAN SEPARATIS SUDAN'S PEOPLE LIBERATION ARMY

GERAKAN SEPARATIS SUDAN'S PEOPLE LIBERATION ARMY

Faktor yang kedua adalah diskriminasi terhadap Negro-Kristen dan Animis di Sudan. Diskriminasi oleh pemerintah pusat terhadap Negro-Kristen dan Animis telah menjadi salah satu sebab terjadinya konflik yang paling lama di negara Afrika terbesar saat itu (sebelum referendum Sudan bagian selatan 2011). Munculnya pernyataan bahwa Arab-Muslim lebih superior juga telah membuat banyak warga Negro-Kristen dan Animis yang mendukung gerakan separatis Sudan People’s Liberation Army (SPLA) pimpinan John Garang untuk mendirikan sebuah negara baru dan lepas dari Pemerintah Sudan. Hal ini sekaligus menunjukkan pada warga Arab-Muslim di Sudan bagian utara bahwa warga Negro-Kristen di Sudan bagian selatan bisa hidup mandiri tanpa campur tangan dari pemerintah pusat Sudan di Khartoum. Semangat persatuan antarsuku yang tinggi menjadi modal berharga pergerakan suku-suku di Sudan bagian selatan untuk segera terbebas dari belenggu Pemerintahan Arab di Khartoum. Kaum Negro yang berada di Sudan bagian selatan bahkan ikut ambil bagian dalam mendukung berdirinya SPLA dengan ikut masuk sebagai sukarelawan dalam militer.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

SKRIPSIPERANAN UNAMID DALAM MENGATASI KONFLIK PERANAN UNAMID DALAM MENGATASI KONFLIK BERSENJATA ANTARA KELOMPOK PEMBERONTAK DI DARFUR DENGAN PEMERINTAHAN SUDAN.

SKRIPSIPERANAN UNAMID DALAM MENGATASI KONFLIK PERANAN UNAMID DALAM MENGATASI KONFLIK BERSENJATA ANTARA KELOMPOK PEMBERONTAK DI DARFUR DENGAN PEMERINTAHAN SUDAN.

Darfur armed conflict, began in February 2003. In 1983, the South led by the movement of the People's Liberation Sudan or (SPLM) Sudan People's Liberation Movement, and has been armed, Liberation Army of South Sudan (SPLA) Sudan People's Liberation Army, joined the uprising when the Sudanese government cancel the agreement autonomy arrangements. At least 1.5 million people have lost their homes and more than 4 million people have been displaced for 22 years due to guerrilla warfare. In this legal writing, the researcher tries to examine and analyze the issue of how the role of UNAMID in resolving the armed conflict between rebel groups in Darfur by the Sudanese government. The data used is the primary legal materials consisting of Charter of the United Nations, Charter of The Organization of African Unity, Constitutive act of the African Union, United Nations Security Council 1769. as well as secondary data which consists of books, journals, articles, theses, and internet-related research topics. United Nations / African Union Hybrid Operation Mission in Darfur (UNAMID), was formed on July 31, 2007, and acting under Chapter VII of the Charter of the United Nations decided by the UN Security Council resolution number 1769. Based on the results of research and analysis, the researcher concluded that the formation of a specialized agency of UN and African Union that UNAMID United Nations Mission In Darfur has been going according to the mandate given even though there are many obstacles both for external and internal factors.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...