Suku Bunga Riil

Top PDF Suku Bunga Riil:

ANALISIS DAMPAK INFLASI, SUKU BUNGA RIIL, PDB RIIL TERHADAP PROFITABILITAS BANK PERSERO DI INDONESIA Repository - UNAIR REPOSITORY

ANALISIS DAMPAK INFLASI, SUKU BUNGA RIIL, PDB RIIL TERHADAP PROFITABILITAS BANK PERSERO DI INDONESIA Repository - UNAIR REPOSITORY

Bank persero merupakan bank yang memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan perekonomian negara sehingga penting untuk mengetahui variabel- variabel yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan bank persero. Salah satu indikator kesehatan bank adalah tingkat profitabilitas. Profitabilitas dapat diukur melalui Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Penelitian ini menganalisis dampak variabel makroekonomi terhadap profitabilitas empat bank persero yaitu Bank Mandiri, BNI, BTN dan BRI periode 2001-2012. Variabel makroekonomi yang digunakan adalah inflasi, suku bunga riil dan PDB riil. Penelitian ini menggunakan regresi data panel dan model terbaik untuk penelitian ini adalah PLS. Hasil dari penelitian ini inflasi mempunyai dampak tidak signifikan terhadap ROA, namun mempunyai dampak positif signifikan terhadap ROE bank persero. Baik suku bunga riil dan PDB riil mempunyai dampak positif signifikan baik pada ROA dan ROE bank persero di Indonesia.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, KURS, CADANGAN DEVISA, TINGKAT SUKU BUNGA RIIL, DAN VOLATILITAS KURS TERHADAP  PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, KURS, CADANGAN DEVISA, TINGKAT SUKU BUNGA RIIL, DAN VOLATILITAS KURS TERHADAP PERMINTAAN IMPOR DI INDONESIA TAHU

PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, KURS, CADANGAN DEVISA, TINGKAT SUKU BUNGA RIIL, DAN VOLATILITAS KURS TERHADAP PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, KURS, CADANGAN DEVISA, TINGKAT SUKU BUNGA RIIL, DAN VOLATILITAS KURS TERHADAP PERMINTAAN IMPOR DI INDONESIA TAHU

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas kasih dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penelitian ini. Penelitian dengan topik “Pengaruh Produk Domestik Bruto, Kurs, Cadangan Devisa, Tingkat Suku Bunga Riil, Dan Volatilitas Kurs Terhadap Permintaan Impor di Indonesia tahun 1990-2008 Pendekatan Partial Adjusment Model (PAM)“, yang merupakan sebagian persyaratan dalam pencapaian Derajat Sarjana Ekonomi Pada Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PDB, SUKU BUNGA RIIL DAN UPAH RIIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN  Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

ANALISIS PENGARUH PDB, SUKU BUNGA RIIL DAN UPAH RIIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

Segala puji kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul “ ANALISIS PENGARUH PDB, SUKU BUNGA RIIL DAN UPAH RIIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN 2000-2011 ” .

13 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PDB, SUKU BUNGA RIIL DAN UPAH RIIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN  Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

ANALISIS PENGARUH PDB, SUKU BUNGA RIIL DAN UPAH RIIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

8 menurut Sunariyah (2004) adalah harga dari pinjaman. Suku bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu. Bunga merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang digunakan oleh debitur yang harus dibayarkan kepada kreditur. Suku bunga dapat dibedakan menjadi dua yaitu suku bunga nominal dan suku bunga riil. Dimana suku bunga nominal adalah rasio antara jumlah uang yang dibayarkan kembali dengan jumlah uang yang dipinjam. Sedang suku bunga riil lebih menekankan pada rasio daya beli uang yang dibayarkan kembali terhadap daya beli uang yang dipinjam. Suku bunga riil adalah selisih antara suku bunga nominal dengan laju inflasi. Dalam teori ekonomi, upah dapat diartikan sebagai pembayaran atas jasa-jasa fisik maupun mental yang disediakan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha (Sukirno, 2005). Berdasarkan UU no 13. Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pengertian dari upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

PENDAHULUAN Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

Tujuan membangunan ekonomi setiap negara adalah tercapainya pembangunan ekonomi yang adil dan merata. Pembangunan ekonomi adalah sebuah usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang diukur melalui tinggi rendahnya pendapatan riil per kapita (Suparmoko, 1992). Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses multidimensi yang melibatkan perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, dan kelembagaan nasional, seperti halnya percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakmerataan dan pemberantasan kemiskinan absolut (Todaro, 2004).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

02 publikasi Euis Eti Sumiyati revisi

02 publikasi Euis Eti Sumiyati revisi

Abstrak : Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis hubungan dinamis antara cadangan devisa (reserve), selisih suku bunga riil (real interest rate differential) dan nilai tukar riil (real exchange rate) dengan menggunakan data time series selama periode waktu 1986-2010. Ketiga variabel tersebut sangat penting untuk dikaji dalam perekonomian Indonesia yang menganut sistem ekonomi terbuka (open economy). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Vector Autoregressive (VAR) melalui instrumen impulse respon function (IRF) yaitu untuk melihat respon yang disebabkan oleh goncangan (shock) dari variabel-variabel yang diteliti. Instrumen VAR lainnya adalah variance decomposition (VD) yaitu untuk melihat besarnya kontribusi dari shock variabel-variabel yang diteliti. Hasil analisis dari impulse respon function adalah bahwa nilai tukar riil merespon secara negatif terhadap guncangan (shock) cadangan devisa dan merespon positif terhadap shock selisih suku bunga riil. Adapun cadangan devisa merespon negatif terhadap shock nilai tukar riil dan selisih suku bunga riil dengan nilai respon yang relatif stabil. Sementara itu variabel selisih suku bunga riil merespon secara positif terhadap shock nilai tukar riil dan merespon negatif terhadap shock cadangan devisa dengan nilai respon yang relatif stabil. Hasil analisis variance decomposition menunjukkan bahwa pergerakan nilai tukar riil banyak dipengaruhi oleh shock nilai tukar riil itu sendiri dimana sampai dengan periode akhir pengamatan (periode ke-24) kontribusinya mencapai 83,10% sedangkan kontribusi shock cadangan devisa dan selisih suku bunga riil masing- masing hanya sebesar 10,98% dan sebesar 5,91%. Pada periode yang sama, pergerakan nilai cadangan devisa juga banyak dipengaruhi oleh shock cadangan devisa itu sendiri yaitu sebesar 95,56%, diikuti oleh pengaruh shock nilai tukar riil 2,59% dan selisih suku bunga riil 1,85%. Sedangkan pergerakan selisih suku bunga riil lebih banyak dipengaruhi oleh shock nilai tukar riil yaitu sebesar 60,92%, diikuti oleh pengaruh shock variabel selisih suku bunga riil itu sendiri sebesar 32,60% dan shock cadangan devisa 6,47%.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

JURNAL REZAL WICAKSONO C2B006060

JURNAL REZAL WICAKSONO C2B006060

Suku bunga riil di Indonesia berubah dan fluktuatif dari dari tahun 1990- 2008 dengan tren yang menurun. Pada tahun 1998, 2000, 2005 dan 2008, suku bunga riil di Indonesia bernilai negatif. Dalam kurun waktu tersebut suku bunga yang paling rendah terjadi pada tahun 1998 suku bunga riil di Indonesia -24,60%. Koefisien yang negatif menunjukkan nilai inflasi yang terjadi di Indonesia lebih tinggi daripada tingkat suku bunga. Jika pendapatan tetap, masyarakat pada tahun tersebut lebih memilih untuk menggunakan pendapatannya untuk konsumsi Jumlah Unit Usaha Pada Industri Pengolahan Sedang dan Besar
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Realisasi Investasi Nasional di Sektor Primer, Sekunder dan Tersier

Analisis Perbandingan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Realisasi Investasi Nasional di Sektor Primer, Sekunder dan Tersier

Krisis ekonomi tahun 1997 merupakan shock dalam sejarah perekonomian di Indonesia. Shock tersebut telah menyebabkan tidak terkendalinya laju inflasi, yang pada akhirnya mendorong tingkat harga mengalami peningkatan secara umum serta penurunan pendapatan riil masyarakat sehingga daya beli masyarakat menurun. Peningkatan harga serta penurunan daya beli masyarakat ini merupakan alasan mendasar dari penurunan nilai total realisasi investasi nasional di sektor primer dan sektor tersier pada tahun 1997 bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sektor primer menurun dari 6,18 persen pada tahun 1996 menjadi 5,83 persen pada tahun 1997. Sedangkan sektor tersier menurun dari 27,19 persen pada tahun 1996 menjadi 23,08 persen pada tahun 1997. Akan tetapi, sektor sekunder justru mengalami peningkatan dari 66,63 persen pada tahun 1996 menjadi 71,09 persen pada tahun 1997. Hal ini didukung dengan argumen yang berkembang selama ini bahwa sektor sekunder yang pada umumnya didukung oleh sektor industri makanan dan industri pengolahan akan lebih tahan terhadap krisis bila dibandingkan sektor perbankan, perdagangan maupun pembangunan real estate yang aktifitasnya memilki keterkaitan relatif erat dengan pergerakan laju inflasi serta suku bunga riil. Pada tahun 2006, sektor primer mencapai nilai total realisasi investasi nasional tertinggi di sepanjang tahun 1993-2008 yaitu sebesar 11,26 persen.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ANALISIS PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, SUKU BUNGA, DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP INVESTASI DI INDONESIA TAHUN 1992-2012.

PENDAHULUAN ANALISIS PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, SUKU BUNGA, DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP INVESTASI DI INDONESIA TAHUN 1992-2012.

Data pada Tabel 1.3 menunjukkan bahwa suku bunga riil pada tahun 1992 sampai tahun 1998 mengalami fluktuasi hingga minus 35,2% karena pada tahun tersebut Indonesia mengalami krisis ekonomi. Pada tahun-tahun selanjutnya hingga tahun 2012 suku bunga berfluktuasi yang disebabkan oleh belum pulihnya kondisi perekonomian domestik dari krisis keuangan global.

12 Baca lebih lajut

Fiscal Deficit, Trade Deficit and Growth in ASEAN+3.

Fiscal Deficit, Trade Deficit and Growth in ASEAN+3.

Pengujian stasioneritas data merupakan salah satu tahap yang penting dalam menganalisis data panel untuk melihat ada tidaknya panel unit root yang terkandung diantara variabel, sehingga hubungan diantara variabel menjadi valid. Pengujian panel unit root yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan pada tingkat level dan first differencing dan didasarkan pada beberapa statistik uji seperti Levin, Lin & Chu (LLC), Breitung t-stat, Im, Pesaran &Shin W-stat (IPS), ADF-Fisher Chi-square, dan PP-Fisher Chi-square seperti yang terlihat pada Tabel 8. Pengujian panel unit root dilakukan pada semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang dinyatakan dalam persentase: defisit fiskal (FD), defisit perdagangan (TD), suku bunga riil (RIR), nilai tukar riil (RER), keterbukaan perdagangan (TO). Sedangkan variabel-variabel lainnya dinyatakan dalam bentuk logaritma natural: PDB riil (GDP), PDB riil negara lain (GDP*) dan indeks harga konsumen (CPI).
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Ja

Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Ja

Dimana M ↑ menunjukkan kebijakan moneter yang ekspansif, sebagai contoh bank sentral menggunakan atau menerapkan instrumen moneter berupa pembelian SBI. Dengan adanya pembelian SBI, maka JUB akan bertambah. kebijakan moneter yang ekspansif ini menyebabkan penurunan suku bunga riil (i↑) , karena uang di Bank-bank maupun masyarakat bertambah. Bagi pengusaha hal ini akan menurunkan biaya modal, sehingga menyebabkan peningkatan pengeluaran untuk investasi (I ↓) , yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan permintaan agregat dan peningkatan output (Y ↓) .
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENUTUP  FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG KARTAL DI INDONESIA TAHUN 2000.Q1 – 2013.Q4.

PENUTUP FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN UANG KARTAL DI INDONESIA TAHUN 2000.Q1 – 2013.Q4.

2) Suku bunga riil ( ) tidak berpengaruh terhadap permintaan uang riil. Fluktuasi suku bunga juga menjadi perhatian khusus, karena tinggi- rendahnya suku bunga menjadi alat ukur dalam pengambilan keputusan masyarakat untuk melakukan motif transaksi atau motif spekulasi.

15 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR   FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INVESTASI SEKTOR PROPERTI DI JAWA TENGAH TAHUN 1982 2001

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INVESTASI SEKTOR PROPERTI DI JAWA TENGAH TAHUN 1982 2001

Dalam penelitian ini digunakan alat analisis Model regresi logaritma natural berganda double log. Model ini digunakan untuk menganalisis pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga Riil, Produk Domestik Regional Bruto terhadap Penanaman Modal atau Nilai Investasi sektor properti. Penelitian ini menggunakan data tahunan (time series) selama kurun waktu 1982-2001 yang diperoleh dari berbagai sumber yaitu Biro Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) serta instansi lain yang berkaitan dengan masalah penelitian.

97 Baca lebih lajut

Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Kinerja Sektor Riil Di Indonesia

Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Kinerja Sektor Riil Di Indonesia

Suku bunga Sertifikat Bank Indonesia menjadi fokus perhatian saat ini terkait dengan perubahan target operasional yang diberlakukan Bank Indoesia sejak Juni 2005 dari sebelumnya menggunakan uang primer (base money) menjadi suku bunga. Pertimbangannya adalah Suku bunga Sertifikat Indonesia lebih memudahkan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi dan mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi. Keuntungan lain menggunakan suku bunga adalah biasa dipakai sebagai rujukan di pasar modal dan mempengaruhi alokasi aset masyarakat karena masyarakat bisa menganalisis dananya akan ditempatkan di deposito atau surat berharga. Disamping itu, dalam prakteknya, penggunaan uang primer sebagai target operasional menjadi sulit karena sebagian besar uang primer merupakan uang kartal yang beredar di masyarakat (Halim, 2005). Sebagai contoh, setiap akhir tahun permintaan uang kartal pasti naik akibat adanya hari raya, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru dan di saat seperti itu sangat sulit bagi BI mengendalikan inflasi karena berapa pun BI menaikkan suku bunga untuk menyerap uang kartal tetap tidak akan berhasil berhubung masyarakat sangat membutuhkannya untuk transaksi.
Baca lebih lanjut

270 Baca lebih lajut

PENGARUH EFISIENSI PEREKONOMIAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI 32 PROVINSI DI INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH EFISIENSI PEREKONOMIAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI 32 PROVINSI DI INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum krisis nampaknya perubahan suku bunga mempengaruhi efisiensi ekonomi makro meskipun dalam intensitas yang tidak terlalu tinggi, sedangkan pertumbuhan ekonomi mempengaruhi efisiensi, artinya jika kondisi perekonomian stabil maka proses produksi nasionalpun akan lebih efisien. Hal ini dibuktikan hasil model dimana terdapat hubungan negatif korelasi ICOR dengan pertumbuhan ekonomi, semakin tinggi pertumbuhan ekonomi berarti semakin kecil ICOR (semakin efisien). Adapun kelemahan dalam penelitian Muhamad Farid Mahmud (2008) yaitu penelitian ini menjelaskan bahwa efisiensi dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi sedangkan seharusnya efisiensi yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Menurut teori Solow Swan kemajuan teknologi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kemajuan teknologi dapat diketahui dari adanya efisiensi input yang dihasilkan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

LIABILITAS JANGKA PANJANG utang jangka

LIABILITAS JANGKA PANJANG utang jangka

• PT. ABG menerbitkan wesel bayar tidak berbunga berjangka waktu 3 tahun dengan nilai nominal Rp. 200.000.000,- kepada PT. GAMA. PT ABG menerima kas sebesar Rp. 200.000.000,- dari penerbitan tersebut. Tingkat bunga pasar untuk wesel sejenis 8%. PT. ABG setuju untuk menjual barang

9 Baca lebih lajut

Faktor faktor yang Menyebabkan Melemahny

Faktor faktor yang Menyebabkan Melemahny

paragraf pendukung: - Peran tingkat suku bunga - Tujuan peningkatan suku bunga - Pengaruh kenaikan tingkat suku bunga - konsekuensi kenaikan tingkat suku bunga Paragraf 13: Ketergan[r]

35 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH CAPITAL INFLOW, NERACA PERDAGANGAN, INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP STABILITAS NILAI TUKAR RIIL DI INDONESIA

ANALISIS PENGARUH CAPITAL INFLOW, NERACA PERDAGANGAN, INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP STABILITAS NILAI TUKAR RIIL DI INDONESIA

Tujuan dari penelitian ini adalah melihat dampak dari pergerakan capital inflow, neraca perdagangan, inflasi dan suku bunga terhadap kondisi stabilitas nilai tukar riil di Indonesia serta pengaruh yang ditimbulkan dari pergerakan aliran modal masuk (capital inflow) dan posisi neraca perdagangan serta variabel instrument yakni inflasi dan tingkat suku bunga terhadap gejolak perubahan nilai tukar rupiah di Indonesia. Oleh karena itu, variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tukar rupiah riil, capital inflow, neraca perdagangan, inflasi, dan tingkat suku bunga dengan data sekunder periode tahun 1980-2012 yang diunduh dari situs resmi Bank Dunia, Bank Indonesia dan BPS, November 2013. Metode analisis yang digunakan berfokus pada analisis deskriptif dan kuantitatif, analisis kuantitatif yaitu analisis regresi dengan model statis yaitu Ordinary Least Square (OLS).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Sistem ekonomi kapitalis asia tenggara

Sistem ekonomi kapitalis asia tenggara

Sementara itu, utang luar negeri oleh para penjajah dijadikan sebagai salah satu alat penjajahan baru. Dengan utang, negara-negara berkembang terjebak dalam perangkap utang atau Debt Trape. Mereka terus dieksploitasi dan kebijakannya dikendalikan. Negeri ini, dari tahun 2000- 2011, telah membayar pokok dan bunga utang yang totalnya lebih dari 1800 triliun rupiah. Namun nyatanya, total utang negeri ini tidak pernah berkurang, bahkan terus meningkat hingga lebih dari 2000 triliun rupiah pada saat ini. Ketika banyak utang luar negeri yang jatuh tempo secara

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...