Suku Bunga Riil

Top PDF Suku Bunga Riil:

ANALISIS PENGARUH PDB, SUKU BUNGA RIIL DAN UPAH RIIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN  Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

ANALISIS PENGARUH PDB, SUKU BUNGA RIIL DAN UPAH RIIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

Penyerapan Tenaga Kerja adalah jumlah tenaga kerja yang bekerja pada masing-masing sektor ekonomi di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah PDB, Suku Bunga Riil, dan Upah Riil berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja dan untuk mengetahui Mengetahui seberapa besar pengaruh PDB, Suku Bunga Riil, dan Upah Riil terhadap penyerapan tenaga kerja berdasarka koefisien elastisitasnya. Data yg digunakan adalah data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan persamaan tunggal regresi berganda dengan fungsi Double Natural Logaritma atau Logaritma Natural Ganda (Ln) dengan menggunakan teknik estimasi Ordinary Least Square (OLS). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa varibel Upah riil tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Variabel PDB b erpengaruh signifikan pada tingkat α = 0,05, Suku Bunga riil berpengaruh signifikan pada tingkat α = 0,10 . Berdasarkan koefisien elastisitasnya variabel PDB, Suku Bunga riil memiliki pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 0.096% dan 0.006%.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PDB, SUKU BUNGA RIIL DAN UPAH RIIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN  Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

ANALISIS PENGARUH PDB, SUKU BUNGA RIIL DAN UPAH RIIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

8 menurut Sunariyah (2004) adalah harga dari pinjaman. Suku bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu. Bunga merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang digunakan oleh debitur yang harus dibayarkan kepada kreditur. Suku bunga dapat dibedakan menjadi dua yaitu suku bunga nominal dan suku bunga riil. Dimana suku bunga nominal adalah rasio antara jumlah uang yang dibayarkan kembali dengan jumlah uang yang dipinjam. Sedang suku bunga riil lebih menekankan pada rasio daya beli uang yang dibayarkan kembali terhadap daya beli uang yang dipinjam. Suku bunga riil adalah selisih antara suku bunga nominal dengan laju inflasi. Dalam teori ekonomi, upah dapat diartikan sebagai pembayaran atas jasa-jasa fisik maupun mental yang disediakan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha (Sukirno, 2005). Berdasarkan UU no 13. Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pengertian dari upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, KURS, CADANGAN DEVISA, TINGKAT SUKU BUNGA RIIL, DAN VOLATILITAS KURS TERHADAP  PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, KURS, CADANGAN DEVISA, TINGKAT SUKU BUNGA RIIL, DAN VOLATILITAS KURS TERHADAP PERMINTAAN IMPOR DI INDONESIA TAHU

PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, KURS, CADANGAN DEVISA, TINGKAT SUKU BUNGA RIIL, DAN VOLATILITAS KURS TERHADAP PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, KURS, CADANGAN DEVISA, TINGKAT SUKU BUNGA RIIL, DAN VOLATILITAS KURS TERHADAP PERMINTAAN IMPOR DI INDONESIA TAHU

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas kasih dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penelitian ini. Penelitian dengan topik “Pengaruh Produk Domestik Bruto, Kurs, Cadangan Devisa, Tingkat Suku Bunga Riil, Dan Volatilitas Kurs Terhadap Permintaan Impor di Indonesia tahun 1990-2008 Pendekatan Partial Adjusment Model (PAM)“, yang merupakan sebagian persyaratan dalam pencapaian Derajat Sarjana Ekonomi Pada Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

PENDAHULUAN Analisis Pengaruh Pdb, Suku Bunga Riil Dan Upah Riil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia Tahun 2000-2011.

Tujuan membangunan ekonomi setiap negara adalah tercapainya pembangunan ekonomi yang adil dan merata. Pembangunan ekonomi adalah sebuah usaha untuk meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang diukur melalui tinggi rendahnya pendapatan riil per kapita (Suparmoko, 1992). Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses multidimensi yang melibatkan perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, dan kelembagaan nasional, seperti halnya percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakmerataan dan pemberantasan kemiskinan absolut (Todaro, 2004).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Fiscal Deficit, Trade Deficit and Growth in ASEAN+3.

Fiscal Deficit, Trade Deficit and Growth in ASEAN+3.

Pengujian stasioneritas data merupakan salah satu tahap yang penting dalam menganalisis data panel untuk melihat ada tidaknya panel unit root yang terkandung diantara variabel, sehingga hubungan diantara variabel menjadi valid. Pengujian panel unit root yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan pada tingkat level dan first differencing dan didasarkan pada beberapa statistik uji seperti Levin, Lin & Chu (LLC), Breitung t-stat, Im, Pesaran &Shin W-stat (IPS), ADF-Fisher Chi-square, dan PP-Fisher Chi-square seperti yang terlihat pada Tabel 8. Pengujian panel unit root dilakukan pada semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang dinyatakan dalam persentase: defisit fiskal (FD), defisit perdagangan (TD), suku bunga riil (RIR), nilai tukar riil (RER), keterbukaan perdagangan (TO). Sedangkan variabel-variabel lainnya dinyatakan dalam bentuk logaritma natural: PDB riil (GDP), PDB riil negara lain (GDP*) dan indeks harga konsumen (CPI).
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

02 publikasi Euis Eti Sumiyati revisi

02 publikasi Euis Eti Sumiyati revisi

Perekonomian Indonesia sejak era 1980-an mulai menganut sistem perekonomian terbuka. Keterbukaan ekonomi Indonesia ditandai oleh masuknya Indonesia menjadi anggota WTO (World Trade Organization), APEC (Asia Pacific Economic Cooperation), AFTA (Asean Free Trade Area), ACFTA (Asean China free Trade Area). Seiring dengan terbukanya perekonomian Indonesia, sangat diperlukan untuk mengamati keadaaan fundamental yang penting bagi perekonomian Indonesia. Variabel-variabel yang penting untuk dilihat dengan semakin terbukanya perekonomian Indonesia antara lain adalah cadangan devisa (reserve), nilai tukar riil (real exchange rate), dan selisih suku bunga riil (real interest rate differential).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR   FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INVESTASI SEKTOR PROPERTI DI JAWA TENGAH TAHUN 1982 2001

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INVESTASI SEKTOR PROPERTI DI JAWA TENGAH TAHUN 1982 2001

Dalam penelitian ini digunakan alat analisis Model regresi logaritma natural berganda double log. Model ini digunakan untuk menganalisis pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga Riil, Produk Domestik Regional Bruto terhadap Penanaman Modal atau Nilai Investasi sektor properti. Penelitian ini menggunakan data tahunan (time series) selama kurun waktu 1982-2001 yang diperoleh dari berbagai sumber yaitu Biro Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) serta instansi lain yang berkaitan dengan masalah penelitian.

97 Baca lebih lajut

Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Ja

Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Ja

Jalur suku bunga pada dasarnya merupakan pandangan Keynesian dimana suku bunga riil jangka panjang paling berpengaruh dalam perekonomian dan dapat dijelaskan dengan skema IS- LM. Pandangan tradisional IS-LM Keynesian tentang mekanisme transmisi moneter dapat ditandai dengan skema berikut ini yang menunjukkan efek dari kontraksi moneter:

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ANALISIS PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, SUKU BUNGA, DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP INVESTASI DI INDONESIA TAHUN 1992-2012.

PENDAHULUAN ANALISIS PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO, SUKU BUNGA, DAN PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP INVESTASI DI INDONESIA TAHUN 1992-2012.

Data pada Tabel 1.3 menunjukkan bahwa suku bunga riil pada tahun 1992 sampai tahun 1998 mengalami fluktuasi hingga minus 35,2% karena pada tahun tersebut Indonesia mengalami krisis ekonomi. Pada tahun-tahun selanjutnya hingga tahun 2012 suku bunga berfluktuasi yang disebabkan oleh belum pulihnya kondisi perekonomian domestik dari krisis keuangan global.

12 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN JUMLAH INDUSTRI BESAR DAN SEDANG DI PROVINSI SUMATERA UTARA.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN JUMLAH INDUSTRI BESAR DAN SEDANG DI PROVINSI SUMATERA UTARA.

baru. Kenyataannya adalah UMR riil di Provinsi Sumatera Utara kian tahun kian meningkat hanya perkembangan peningkatannya yang berfluktuasi. Namun, apakah kenaikan UMR ini selalu diikuti dengan menurunnya jumlah industri, mungkin itulah yang perlu diketahui sesungguhnya. Secara umum kenyataannya naiknya UMR cenderung diikuti dengan turunnya jumlah industri besar dan sedang. Berdasarkan data BPS Prov. Sumut (2011) pada tahun 1997 s.d. 2003 dan 2007 s.d. 2010 dimana pada tahun tersebut UMR riil meningkat dan diikuti dengan menurunnya perkembangan jumlah industri. Namun ternyata tidak semua naiknya UMR riil diikuti dengan turunnya jumlah industri. Hal ini bisa diamati misalnya pada tahun 2006, naiknya UMR riil pada tahun tersebut sebesar 33,78 persen justru diikuti dengan naiknya jumlah IBS sebesar 32,1 persen atau meningkat sebesar 296 industri. Hal ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan UMR dengan kenyataan perkembangan jumlah IBS.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KURS, TINGKAT SUKU BUNGA, DAN INFLASI TERHADAP PERGERAKKAN INDEKS  Analisis Pengaruh Kurs, Tingkat Suku Bunga, Dan Inflasi Terhadap Pergerakkan Indeks Harga Saham (Studi Kasus Pada Pt Bank Mandiri (Persero) Tbk Periode 2013-2015).

ANALISIS PENGARUH KURS, TINGKAT SUKU BUNGA, DAN INFLASI TERHADAP PERGERAKKAN INDEKS Analisis Pengaruh Kurs, Tingkat Suku Bunga, Dan Inflasi Terhadap Pergerakkan Indeks Harga Saham (Studi Kasus Pada Pt Bank Mandiri (Persero) Tbk Periode 2013-2015).

signifikan antara variabel nilai tukar/kurs terhadap indeks harga saham. Menurunnya kurs Dollar terhadap rupiah berpengaruh positif terhadap ekonomidan pasar modal, sebaliknya kurs dollar terhadap rupiah berpengaruh negatif (Harianto, 2000). Melemahnya rupiah akan menyebabkan pasar modal dalam negeri kurang menarik karena adanya resiko nilai tukar yang menyebabkan penurunan nilai investasi dan mempunyai hubungan negatif terhadap return saham. Sebaliknya,hubungan antara nilai tukar dollar terhadap rupiah bisa saja berpengaruh positif bilainvestor berasal dari luar negeri dan menggunakan mata uang asing sehingga semakinterdepresiasinya mata uang rupiah akan menyebabkan investor luar cenderung melepas mata uang asingnya untuk membeli saham yang harganya turun karena pengaruh kursmata uang. 2) Pengaruh Tingkat Suku Bunga terhadap Pergerakkan IHS
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Kinerja Sektor Riil Di Indonesia

Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Kinerja Sektor Riil Di Indonesia

Suku bunga Sertifikat Bank Indonesia menjadi fokus perhatian saat ini terkait dengan perubahan target operasional yang diberlakukan Bank Indoesia sejak Juni 2005 dari sebelumnya menggunakan uang primer (base money) menjadi suku bunga. Pertimbangannya adalah Suku bunga Sertifikat Indonesia lebih memudahkan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi dan mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi. Keuntungan lain menggunakan suku bunga adalah biasa dipakai sebagai rujukan di pasar modal dan mempengaruhi alokasi aset masyarakat karena masyarakat bisa menganalisis dananya akan ditempatkan di deposito atau surat berharga. Disamping itu, dalam prakteknya, penggunaan uang primer sebagai target operasional menjadi sulit karena sebagian besar uang primer merupakan uang kartal yang beredar di masyarakat (Halim, 2005). Sebagai contoh, setiap akhir tahun permintaan uang kartal pasti naik akibat adanya hari raya, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru dan di saat seperti itu sangat sulit bagi BI mengendalikan inflasi karena berapa pun BI menaikkan suku bunga untuk menyerap uang kartal tetap tidak akan berhasil berhubung masyarakat sangat membutuhkannya untuk transaksi.
Baca lebih lanjut

270 Baca lebih lajut

Modul Pengantar Ilmu Ekonomi

Modul Pengantar Ilmu Ekonomi

RDG bulanan dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi perkembangan infasi, nilai tukar, moneter, dan perbankan. Lebih diarahkan utk memantau pencapaian target infasi & arah kebijakan satu bulan berikutnya. Dibahas jg pencapaian target operasional (uang primer & suku bunga) utk diputuskan langkah pengendalian moneter satu bulan yang akan datang, seperti OPT, sterilisasi/intervensi di pasar valas, dan arah suku bunga yg wajar. Keputusan kebijakan moneter dalam RDG bulanan ini disampaikan ke masyarakat melalui siaran pers.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER SALURAN HARGA SAHAM, OBLIGASI DAN EMAS DI INDONESIA (Periode 2005:07-2009:12)

ANALISIS TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER SALURAN HARGA SAHAM, OBLIGASI DAN EMAS DI INDONESIA (Periode 2005:07-2009:12)

Gambar 1.1 Menunjukkan bagaima pergerakan BI-Rate sebagai stance kebijakan moneter mempengaruhi suku bunga deposito, selanjutnya perubahan GDP riil dan inflasi selama pasca penerapan ITF untuk periode 2005:7 hingga 2009:12. Terlihat pergerakan yang cenderung searah meski pada periode tertentu perubahan GDP riil yang tidak searah dengan perubahan inflasi. Timbulnya lack dalam perubahan Bi-Rate sebagai stance kebijakan moneter terhadap suku bunga deposito, perubahan GDP riil dan inflasi tersebut menimbulkan pertanyaan seberapa besar saluran alternatif yang dalam hal ini adalah saluran harga aset berupa saham, obligasi dan emas dapat mempengaruhi perubahan GDP riil dan inflasi tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH EFISIENSI PEREKONOMIAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI 32 PROVINSI DI INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH EFISIENSI PEREKONOMIAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI 32 PROVINSI DI INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum krisis nampaknya perubahan suku bunga mempengaruhi efisiensi ekonomi makro meskipun dalam intensitas yang tidak terlalu tinggi, sedangkan pertumbuhan ekonomi mempengaruhi efisiensi, artinya jika kondisi perekonomian stabil maka proses produksi nasionalpun akan lebih efisien. Hal ini dibuktikan hasil model dimana terdapat hubungan negatif korelasi ICOR dengan pertumbuhan ekonomi, semakin tinggi pertumbuhan ekonomi berarti semakin kecil ICOR (semakin efisien). Adapun kelemahan dalam penelitian Muhamad Farid Mahmud (2008) yaitu penelitian ini menjelaskan bahwa efisiensi dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi sedangkan seharusnya efisiensi yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Menurut teori Solow Swan kemajuan teknologi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kemajuan teknologi dapat diketahui dari adanya efisiensi input yang dihasilkan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

LIABILITAS JANGKA PANJANG utang jangka

LIABILITAS JANGKA PANJANG utang jangka

• PT. ABG menerbitkan wesel bayar tidak berbunga berjangka waktu 3 tahun dengan nilai nominal Rp. 200.000.000,- kepada PT. GAMA. PT ABG menerima kas sebesar Rp. 200.000.000,- dari penerbitan tersebut. Tingkat bunga pasar untuk wesel sejenis 8%. PT. ABG setuju untuk menjual barang

9 Baca lebih lajut

Sistem ekonomi kapitalis asia tenggara

Sistem ekonomi kapitalis asia tenggara

Di sektor non riil diperdagangkan mata uang dan surat berharga termasuk surat utang, saham, dan lainnya. Sektor ini terus membesar dan segala transaksinya tidak berpengaruh langsung pada sektor riil (sektor barang dan jasa). Pertumbuhan yang ditopang sektor ini akhirnya menjadi pertumbuhan semu. Secara angka ekonomi tumbuh tapi tidak berdampak pada perekonomian secara riil dan perbaikan taraf ekonomi masyarakat.

6 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH CAPITAL INFLOW, NERACA PERDAGANGAN, INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP STABILITAS NILAI TUKAR RIIL DI INDONESIA

ANALISIS PENGARUH CAPITAL INFLOW, NERACA PERDAGANGAN, INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP STABILITAS NILAI TUKAR RIIL DI INDONESIA

Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul: ” Analisis Pengaruh Capital inflow, Neraca Perdagangan, Inflasi dan Suku Bunga terhadap Stabilitas Nilai Tukar Riil di Indonesia” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

23 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Peranan Jalur Suku Bunga Dan Jalur Nilai Tukar Pada Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Di Indonesia

Analisis Perbandingan Peranan Jalur Suku Bunga Dan Jalur Nilai Tukar Pada Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter Di Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan jalur suku bunga dan jalur nilai tukar dalam mekanisme transmisi kebijakan moneter di Indonesia. Variabel dalam penelitian ini adalah suku bunga SBI, suku bunga PUAB, suku bunga deposito, suku bunga kredit, investasi, interest rate differentials, capital inflows, nilai tukar, ekspor neto, output gap, dan inflasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model Vector Auto Regression (VAR), yaitu Impulse Response Function dan Varians Decomposition dengan program Eviews 6. Dalam aplikasi model VAR mensyaratkan beberapa pengujian, yaitu uji stationeritas, uji kointegrasi, uji kausalitas Granger, dan penentuan Lag Optimal. Penelitian ini dimulai dari periode tahun 2004 kuartal I hingga tahun 2011 kuartal IV.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Makro Ekonomi terhadap Return LQ 45 dan Dampaknya terhadap IHSG

Analisis Makro Ekonomi terhadap Return LQ 45 dan Dampaknya terhadap IHSG

pemberian fasilitas perpajakan, baik kepada perusahaan-perusahan yang go public maupun para investor serta lembaga-lembaga penunjang yang terkait termasuk broker dan dealer. Fasilitas perpajakan kemudian dihapuskan setelah diberlakukan peraturan perpajakan baru pada tahun 1983, sedangkan pajak penghasilan atas bunga deposito dan tabungan berjangka lainnya ditunda pemungutannya. Keadaan ini sudah tentu mengakibatkan iklim investasi dipasar modal kurang menarik. Oleh karena itu, pemerintah berusaha mendorong kembali pertumbuhan pasar modal dengan mengeluarkan paket-paket deregulasi, seperti paket Desember 1987, paket Oktober 1988, dan paket Desember 1988.Salah satu paket tersebut yang terpenting adalah dinaikannya pajak penghasilan dan bunga deposito dan tabungan berjangka lainnya sebear 15% final. Kebijaksanaan pengenaan pajak final atas tabungan dimaksud berdampak sangat positif terhadap pasar modal. Karena pendapatan masyarakat pemodal menjadi berkurang, sehingga mereka cenderung mencari alternatif lain dalam menginvestasikan uangnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...