Suku Laut

Top PDF Suku Laut:

Joget, Komodifikasi Budaya Suku Laut

Joget, Komodifikasi Budaya Suku Laut

Suku Laut di Pulau Bertam adalah bangsa maju (neolithicum), bagian dari kelompok etnis (indigenous people). Sebagai penduduk asli yang menempati wilayah Perairan Batam, mereka mampu bertahan hidup selama berabad-abad dengan nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan melekat pada kehidupan sehari-hari.

2 Baca lebih lajut

Peran Dari Persepsi Ancaman Terhadap Perilaku Menghindari Suku Laut Oleh Suku Melayu Di Kepulauan Riau

Peran Dari Persepsi Ancaman Terhadap Perilaku Menghindari Suku Laut Oleh Suku Melayu Di Kepulauan Riau

Masalah etnisitas di Indonesia tampak pada relasi antar etnis dalam kehidupan sehari-hari maupun antara kelompok minoritas dan mayoritas di wilayah tertentu. Pada relasi antar etnis suku laut dan suku melayu, penyebab utama isu etnisitas antar kelompok ini lebih mengacu pada perbedaan yang sangat mencolok pada kepercayaan dan cara hidup antara suku laut dan suku melayu. Masyarakat melayu yang secara historis maupun secara sosiologis memiliki nilai adat yang sangat lekat dengan warna islami memiliki kepercayaan yang sangat bertolak belakang dengan kepercayaan suku laut yang sebagian besar masih menganut kepercayaan animisme-shamanisme (Chou, 2003). Perbedaan kepercayaan inilah yang kemudian membentuk kesadaran diantara orang melayu dan orang laut untuk membagi dunia sosial mereka menjadi dua kategori yang jelas yaitu ‘orang kita’ (kita/insider) dan ‘orang lain’ (mereka/outsider), yang kemudian mempengaruhi pola -pola relasi
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG - Peran Dari Persepsi Ancaman Terhadap Perilaku Menghindari Suku Laut Oleh Suku Melayu Di Kepulauan Riau

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG - Peran Dari Persepsi Ancaman Terhadap Perilaku Menghindari Suku Laut Oleh Suku Melayu Di Kepulauan Riau

Asumsi bahwa orang suku laut memiliki ilmu hitam berakar dari kepercayaan yang dianut oleh suku laut. Dalam kepercayaan mereka, masyarakat suku laut masih menganut animisme-shamanisme. Walaupun beberapa diantara mereka sudah ada yang memeluk agama islam, islam yang dianut oleh mereka masih bercampur dengan kepercayaan nenek moyang mereka. Sebagian besar dari mereka juga bahkan masih mempercayai tentang kekuatan supernatural yang diturunkan dari nenek moyang mereka kepada penghulu-penghulu (pemimpin) mereka. Selain itu, mereka sangat mempercayai takhayul tentang keramatnya suatu benda atau daerah sehingga upacara tradisional yang bersifat ritual masih sering mereka lakukan (Chou, 2003). Kepercayaan inilah yang seringkali dikaitkan oleh orang melayu sebagai ilmu hitam. Paham animisme dan shamanisme yang dianut oleh masyarakat suku laut ini dianggap berbahaya bagi mereka sehingga orang melayu cenderung takut lalu menjauhi dan menghindari mereka.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peran Dari Persepsi Ancaman Terhadap Perilaku Menghindari Suku Laut Oleh Suku Melayu Di Kepulauan Riau

Peran Dari Persepsi Ancaman Terhadap Perilaku Menghindari Suku Laut Oleh Suku Melayu Di Kepulauan Riau

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 107 orang partisipan yang berasal dari suku melayu di Kepulauan Riau. Partisipan dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik insidental sampling. Hasil analisa penelitian yang diperoleh mendukung hipotesa penelitian bahwa persepsi ancaman memiliki peranan dalam perilaku menghindar yang dilakukan terhadap suku laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi ancaman ancaman memiliki peranan yang sangat signifikan terhadap munculnya perilaku menghindar pada individu. Kecemasan antar kelompok adalah variabel yang paling mempengaruhi perilaku menghindar, diikuti oleh ancaman simbolik dan ancaman realistik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Peran Dari Persepsi Ancaman Terhadap Perilaku Menghindari Suku Laut Oleh Suku Melayu Di Kepulauan Riau

Peran Dari Persepsi Ancaman Terhadap Perilaku Menghindari Suku Laut Oleh Suku Melayu Di Kepulauan Riau

Asumsi bahwa orang suku laut memiliki ilmu hitam berakar dari kepercayaan yang dianut oleh suku laut. Dalam kepercayaan mereka, masyarakat suku laut masih menganut animisme-shamanisme. Walaupun beberapa diantara mereka sudah ada yang memeluk agama islam, islam yang dianut oleh mereka masih bercampur dengan kepercayaan nenek moyang mereka. Sebagian besar dari mereka juga bahkan masih mempercayai tentang kekuatan supernatural yang diturunkan dari nenek moyang mereka kepada penghulu-penghulu (pemimpin) mereka. Selain itu, mereka sangat mempercayai takhayul tentang keramatnya suatu benda atau daerah sehingga upacara tradisional yang bersifat ritual masih sering mereka lakukan (Chou, 2003). Kepercayaan inilah yang seringkali dikaitkan oleh orang melayu sebagai ilmu hitam. Paham animisme dan shamanisme yang dianut oleh masyarakat suku laut ini dianggap berbahaya bagi mereka sehingga orang melayu cenderung takut lalu menjauhi dan menghindari mereka.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

NDIKA 018 IKAN SEJA ENGETAHU ILMU PEND A DHARMA TA

NDIKA 018 IKAN SEJA ENGETAHU ILMU PEND A DHARMA TA

Nanam Oang Mati adalah proses pemakaman yang dilakukan oleh masyarakat Suku Laut terhadap orang yang meninggal. Pada tahun 1960-an, proses penguburan jenazah yang dilakukan oleh masyarakat Suku Laut memiliki kesamaan dengan proses penguburan yang dilakukan oleh umat yang beragama Islam 49 . Menurut Bapak Senik, pada saat akan dimakamkan jenazah dimandikan terlebih dahulu, setelah selasai dimandikan, jenazah hanya dibungkus dengan kain kafan yang dalam bahasa setempat disebut dengan Ikat Lime. Pada saat akan menuju ke tempat pemakaman, jenazah dibawa dengan menggunakan sebuah papan. Pada saat akan dikuburkan, jenazah diletakkan ke dalam liang dengan melepaskan seluruh ikat limenya.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

S SEJ 1200757 Chapter5

S SEJ 1200757 Chapter5

Sekali lagi bahwa perubahan adalah sesuatu yang wajar, namun yang menjadi bertanyaan utamanya adalah apakah perubahan yang terjadi tersebut terjadi secara positif ataukah negatif. Suku Sawang dan kebudayaan maritim yang telah terbangun puluhan bahkan ratusan tahun semestinya menjadi aset bangsa Indonesia sebagai negara mairitim yang patut di pertahankan. Memang ada beberapa aspek kehidupan Orang laut yang harus disesuaikan dengan di masa sekarang di bidang pendidikan, agama, kesehatan, ekonomi dan mata pencahariannya. Namun Budaya yang dimaksud disini adalah segala kearifan lokal seperti kesenian, bahasa Orang Laut yang kaya kan nilai-nilai kemaritiman yang positif. Perlu adanya kerjasama dan sinergitas dari beberapa pihak untuk melestarikan kebudayaan maritim Suku Sawang tersebut dan meningkatkan kesejahteraannya. Dengan begitu akan muncul rasa kebanggaan dari bangsa kita sendiri akan budaya maritimnya, utamanya rasa bangga Orang Sawang sendiri akan jati dirinya sebagai Suku Laut dengan kebudayaan mairitmnya. Untuk itu berikut adalah saran atau rekomenasi yang penulis tujukan kepada beberapa pihak yakni:
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

S SEJ 1200757 Bibliography

S SEJ 1200757 Bibliography

Saputra, J. (2015). Perubahan Kolektif Komunitas Suku Laut di Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. (Skripsi). Program Studi Sosiologi, FISIP, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjung Pinang. Saragih. (Tt). Evaluasi Program Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Adat

6 Baca lebih lajut

Suku asmat dan suku dani

Suku asmat dan suku dani

Dalam mitologi orang Asmat yang berdiam di Teluk Flaminggo misalnya, dewa itu namanya Fumeripitsy. Ketika ia berjalan dari hulu sungau ke arah laut, ia diserang oleh seekor buaya raksasa. Perahu lesung yang ditumpanginya tenggelam. Sehingga terjadi perkelahian yang akhirnya ia dapat membunuh buaya tersebut, tetapi ia sendiri luka parah. Ia kemudian terbawa arus dan terdampar di tepi sungai Asewetsy, desa Syuru sekarang.

6 Baca lebih lajut

Suku Melayu dengan suku bangsa

Suku Melayu dengan suku bangsa

Kehadiran Suku Melayu di kawasan selatan Thailand telah ada sebelum perpindahan Suku Thai ke Semenanjung Malaya melalui penaklukan Kerajaan Sukhothai, yang diikuti oleh Kerajaan Ayutthaya, pada awal abad ke-16. Hal ini dapat dilihat pada nama-nama daerah di kawasan selatan Thailand yang berasal dari bahasa Melayu atau nama lain dalam logat Melayu, misalnya "Phuket/ ภภูเกก็ต " dalam bahasa Melayu "Bukit/تيكوب", "Thalang" ("Talang/ڠلت"), "Trang" ("Terang/ڠارت"), Narathiwat/ นราธธิวาส ("Menara"), "Pattani/ ปปัตตานน " ("Patani/ ينتڤ"), "Krabi/ กระบนบ " ("Gerabi"), "Songkla/ สงขลา " ("Singgora/ اروڬڠيس"), "Surat Thani/ สสุราษฎรร์ธานน " ("Lingga"), "Satun/ สตภูล " ("Mukim Setul/ لوتس ميقم"), "Ranong/ ระนอง " ("Rundung/ڠودنور"), "Nakhon Si Thammarat/ นครศรนธรรมราช " ("Ligor"), "Chaiya/ ไชยา " (Cahaya),
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Suku bangsa melayu dengan suku

Suku bangsa melayu dengan suku

MACAN TUTUL JAWA Macan Tutul Jawa Panthera pardus melas atau Javan Leopard; Disebut juga Macan Kumbang dengan jumlah populasinya diperkirakan di bawah 250 ekor KURA-KURA HUTAN SULAWESI[r]

15 Baca lebih lajut

Antar suku pertikaian suku da

Antar suku pertikaian suku da

Stereotipe itu sendiri adalah pendapat atau prasangka mengenai orang-orang dari kelompok tertentu, dimana pendapat tersebut hanya didasarkan bahwa orang-orang tersebut termasuk dalam kelompok tertentu tersebut. Stereotipe dapat berupa prasangka positif dan negatif, dan kadang-kadang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif. Sebagian orang menganggap segala bentuk stereotipe negatif. Stereotipe jarang sekali akurat, biasanya hanya memiliki sedikit dasar yang benar, atau bahkan sepenuhnya dikarang-karang. Setiap suku tentu memiliki adat-istiadat dan kebiasaan tertentu yang beragam. Keanekaragaman tersebut tentu memabawa dampak dan kosekuensi sosial yang beragam pula. Jika hal ini tidak dapat disikapi dengan baik maka perbedaan tersebut justru akan terus manjadi faktor utama penyebab terjadi perang antar suku.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

SUKU ASMAT DAN SUKU DANI

SUKU ASMAT DAN SUKU DANI

agama Kristen, akibat pengaruh misionaris Eropa yang pernah datang ke lokasi tersebut sekitar tahun 1935. Meskipun sebagian telah menganut agama Kristen, namun suku yang tinggal di hutan-hutan dengan iklim tropis yang sangat kaya akan flora dan fauna ini masih melakukan serangkaian upacara adat, salah satunya adalah Rekwasi. Rekwasi adalah sebuah upacara

54 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PERILAKU PROSOSIAL TERHADAP SUKU LAIN ANTARA SUKU JAWA DAN SUKU BUGIS

PERBEDAAN PERILAKU PROSOSIAL TERHADAP SUKU LAIN ANTARA SUKU JAWA DAN SUKU BUGIS

Suku Jawa dan Bugis merupakan suku yang besar yang ada di indonesia, nilai-nilai budayanya pun bebeda dimana nilai-nilai budaya pada suku jawa memegang dua nilai dasar yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa yaitu (Geertz,1983); 1. Nilai rukun budaya Jawa adalah bertujuan untuk mempertahankan masyarakat yang harmonis, selaras, tentram dan tenang tanpa perselisihan. Untuk itu semua individu diharapkan untuk berlaku rukun agar tidak menimbulkan ketegangan dalam masyarakat. Cita-cita masyarakat Jawa pada hakekatnya adalah masyarakat yang harmonis. Secara individual orang Jawa tidak diakui terlalu penting, bahkan bila perlu orang Jawa harus mau mengorbankan dirinya untuk kepentingan umum. Semua individu diharapkan 10 selalu “low profile” , tidak menonjolkan diri, tidak saling bersaing, harus mau selalu berbagi, patuh dan tergantung serta kooperatif. Orang Jawa harus bisa “ngeli” tidak boleh mengacaukan keseimbangan sosial untuk kepentingan dan ambisi pribadi.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

ARUS LAUT ARUS LAUT ARUS LAUT

ARUS LAUT ARUS LAUT ARUS LAUT

Arah arus lautan tidak sama dengan arah angin, ini disebabkan karena adanya gaya Coriolis yang membelokkan arah aliran air. Di belahan utara, angin berputar berlawanan dengan arah jarum jam, lalu arah arus membentuk lingkaran yang berputar searah dengan jarum jam. Sebaliknya pada belahan selatan, angin berputar searah jarum jam, dan arus berlawanan dengan arah jarum jam. Arus ini disebut gyre yang terdapat di daerah subtropis. Gaya Coriolis juga menyebabkan pembelokan massa air di permukaan, sehingga terjadi gerakan perubahan arah dan kecepatan arus dari permukaan ke bawah. Gerakan tersebut disebut spiral Ekman. Spiral Ekman dikembangkan oleh V. W. Ekman, ia menyatakan bahwa hembusan angin melalui laut pada kedalaman dan lebar yang tak terbatas. Misalnya, permukaan laut horizontal , sehingga tekanan ke dalamnya akan konstan. Laut terbagi menjadi lapisan-lapisan, lapisan atas memberikan gesekan terhadap lapisan dibawah lapisan atas, dan begitu seterusnya. Kemudian, Ekman menarik kesimpulan bahwa arah arus yang disebabkan angin akan berkurang secara ekponensial terhadap kedalaman. Arah arus menyimpang 450 dari arah angin dan sudut penyimpangan bertambah sesuai bertambahnya kedalaman.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENCEMARAN LAUT PENCEMARAN LAUT PENCEMARAN LAUT

PENCEMARAN LAUT PENCEMARAN LAUT PENCEMARAN LAUT

Dewasa ini sangat banyak kegiatan manusia yang menyebabkan polusi udara, tanah dan air, yang disebabkan oleh limbah pabrik, industri, asap kendaraan, dan banyak lagi. Salah satu contoh adalah semakin banyak karbon dioksida memasuki atmosfer bumi, maka karbondioksida yang kita hasilkan sehari-hari dapat menyebabkan hujan asam dan juga meningkatkan kadar keasaman laut menjadi lebih asam. Potensi peningkatan keasaman laut dapat mempengaruhi kemampuan karang dan hewan bercangkang lainnya untuk membentuk cangkang atau rangka. Perubahan iklim juga akan berdampak buruk pada ekosistem di lautan . Jika air laut semakin memanas, maka akan terjadi peningkatan keasaman laut, dan terumbu karang adalah yang paling rentan menghadapi peningkatan keasaman ini .
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Kadaster Laut Kadaster Laut Kadaster Laut

Kadaster Laut Kadaster Laut Kadaster Laut

Konsep kadaster darat dapat diterapkan atas permukaan laut juga atas permukaan dasar laut,seperti pertambangan pasir peletakan kabel dasar laut . Dengan demikian atas penggunaan muka laut, dasar laut dan di bawah dasar laut tentunya ada hak-hak perdata yang dapat dimiliki oleh pengusaha atau untuk publik, seperti hak pakai, hak guna usaha, dan hak guna bangunan. Hanya hak milik tidak diberikan di wilayah laut berdasarkan adagium di abad ke- 17 bahwa “the ocean space as a commons, available to all, but owned by non”, diartikan sebagai “ruang laut adalah milik bersama, tersedia untu k semua tetapi tidak dimiliki”, sebagai amanat bahwa laut adalah,titipan warisan umat manusia.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

JENIS JENIS LAUT | Karya Tulis Ilmiah JENIS JENIS LAUT

JENIS JENIS LAUT | Karya Tulis Ilmiah JENIS JENIS LAUT

Menurutsuhu nya kita meng enal adanya arus panas dan arus dingin. Arus panas adalah arus yang bila suhu nya lebih panas dari daerah yang dilalui. Sedang kan arus dingin adalah arus yang suhunya lebih dingin dari daerah yang dilaluinya. Gelombang Laut Gelombang laut atau ombak merupakan gerakan air laut yang paling umum dan mudah kita amati. Helmholts menerangkan prinsip dasar terjadinya gelombang laut sebagai berikut: Jika ada dua massa benda yang berbeda kerapatannya

3 Baca lebih lajut

TUGAS SUKU SUKU bangsa di

TUGAS SUKU SUKU bangsa di

PROVINSI SULAWESI UTARA SUKU MINAHASA 26.PROVINSI SULAWESI BARAT SUKU TORAJA... PROVINSI SULAWESI TENGGARA SUKU BUTON 29.[r]

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...