Sultan Muhammad Salahuddin

Top PDF Sultan Muhammad Salahuddin:

PERANAN SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI BIMA

PERANAN SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI BIMA

Pada tanggal 30 Maret 1942 M, hadir dua orang pilot Hindia Belanda yang mampir di Bima dalam perjalanannya dari Kendari menuju Australia, menambah panas situasi. Dua pilot itu menembak secara membabi buta terhadap perahu Madura dan jawa yang menolak permintaan mereka untuk mengantarkanya ke Australia. Tindakan pilot ini ditolerir oleh para penguasa Hindia Belanda. 68 Akibat dari tindakan semena-mena dari kedua pilot itu, maka pada tanggal 5 April 1942 M, para pemuda dibantu oleh beberapa orang dari tentara KNIL dan polisi menyerang obyek- obyek penting Belanda mereka menyerang tangsi polisi dan berhasil menagkap penghuninya, penyerangan yang dipimpin oleh Aritonang, Mahmud Kashmir, dan kawan-kawan, berhasil menguasai pemancar radio dan sentral telepon. Gerakan itu mendapat dukungan dari seluruh rakyat. Karena, rahasia penyerangan sempat diketahui oleh sebagian orang Belanda, maka ada diantara mereka yang sempat melarikan diri ke Lombok Timur, seperti Asisten Residen H. E. Haak, Controleur M. Hachman, Direktur A.V.B. (Bank Rakyat) Pons dan lain-lainya. Berhasilnya para pemuda menahan orang Belanda, dan menguasai obyek-obyek fital Belanda seperti radio dan dan sentral telepon, merupakan peristiwa yang mengakhiri kekuasaan Belanda di Bima. Sejak tanggal 5 april 1942 M, kekuasaan pemerintah dipegang sepenuhnya oleh Sultan. Dengan demikian Kesultanan Bima sudah berdaulat kembali.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

Memori Kolektif Kota Bima Dalam Bangunan Kuno Pada Masa Kesultanan Bima : Sebuah Studi sebagai Langkah Awal Pelestarian Sejarah

Memori Kolektif Kota Bima Dalam Bangunan Kuno Pada Masa Kesultanan Bima : Sebuah Studi sebagai Langkah Awal Pelestarian Sejarah

Luas kawasan Istana Kesultanan Bima tidak seluas seperti sekarang bahkan lebih luas dari yang sekarang. Perubahan luasan kawasan istana tersebut diakibatkan adanya intervensi politik oleh para pejabat pada saat itu setelah wafatnya Sultan Muhammad Salahuddin dan pemerintahan Kesultanan Bima berakhir. Tepat pada tahun 1963, pada saat Kabupaten Bima dipimpin oleh Bupati Suharmadji, Aset-aset termasuk tanah Istana Kesultanan Bima diperjualbelikan kepada masyarakat untuk pengembangan rumah-rumah pribadi. Istana Kesultanan Bima seolah-olah harus sirna karena kerakusan segelintir orang yang memainkan peran politik pada saat itu .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Memori Kolektif Kota Bima Dalam Bangunan

Memori Kolektif Kota Bima Dalam Bangunan

Luas kawasan Istana Kesultanan Bima tidak seluas seperti sekarang bahkan lebih luas dari yang sekarang. Perubahan luasan kawasan istana tersebut diakibatkan adanya intervensi politik oleh para pejabat pada saat itu setelah wafatnya Sultan Muhammad Salahuddin dan pemerintahan Kesultanan Bima berakhir. Tepat pada tahun 1963, pada saat Kabupaten Bima dipimpin oleh Bupati Suharmadji, Aset-aset termasuk tanah Istana Kesultanan Bima diperjualbelikan kepada masyarakat untuk pengembangan rumah-rumah pribadi. Istana Kesultanan Bima seolah-olah harus sirna karena kerakusan segelintir orang yang memainkan peran politik pada saat itu .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KEMBALINYA KAUM BANGSAWAN KE TAMPUK KEKUASAAN (Studi Kasus Terpilihnya Kaum Bangsawan sebagai Bupati di Kabupaten Bima)

KEMBALINYA KAUM BANGSAWAN KE TAMPUK KEKUASAAN (Studi Kasus Terpilihnya Kaum Bangsawan sebagai Bupati di Kabupaten Bima)

Dari hasil penelitian dapat diketahui oleh penulis yang terjdi di daerah kabupaten Bima bahwa Kembalinya Kaum Bangsawan ke Tampuk Kekuasaan daerah kabupaten Bima dikarenakan kaum bangsawan di kesultanan Bima terdahulu yang telah berkecimpung di kancah politik sejak dideklarasikannya kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga salah seorang kuturunan bangsawan H. Ferry Zulkarnain, ST sebagai Bupati Bima periode 2005-2010 meneruskan cita-cita sultan-sultan terdahulu, dan memperhatikan Maklumat yang dikeluarkan oleh Sultan Muhammad Salahuddin pada tanggal 22 November 1945, sehingga eksistensi atau keberadaan Kaum Bangsawan Bima dalam politik lokal dan masyarakat lokal memberikan pengaruh yang cukup besar dikarenakan kahrismatik dan karakteristik Bupati Bima yang dianggap sebagai seorang tokoh muda dan pemimpin masa depan bagi masyarakat Bima.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Koordinasi sumber daya manusia oleh Sultan Muhammad Al-Fatih dalam tinjauan George R. Terry.

Koordinasi sumber daya manusia oleh Sultan Muhammad Al-Fatih dalam tinjauan George R. Terry.

Pada pertempuran yang terjadi di gerbang St. Romanus, 30 pasukan Utsmani berhasil memasuki pertahanan musuh yang dikomandoi oleh prajurit bernama Hasan Ulubat. Kesatria Utsmani yang memiliki badan besar seperti raksasa ini membawa bendera Utsmani untuk dikibarkan di atas puncak gerbang St. Romanus. Pasukan bertahan bersikeras meencegah Hasan Ulubat agar tidak berhasil melaksanakan tujuannya. Namun, pasukan Yeniseri yang memiliki daya tempur yang tinggi juga berhasil menghalangi pasukan bertahan dalam mencegah rekannya. Sedikit demi sedikit pasukan Utsmani dapat dikalahkan oleh pasukan bertahan musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak. Pada saat musuh sibuk menyerang pasukan Utsmani, Hasan Ulubat berhasil menancapkan dan mengibarkan bendera bulan sabit pasukan Utsmani. Dengan kondisinya yang terluka akibat sayatan pedang dan anak panah yang menancap di tubuhnya, ia tetap bertahan dan berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Namun, takdir berkata lain, kesatria pemberani dari Utsmani bernama Hasan Ulubat dapat dibunuh oleh pasukan bertahan. Ia gugur dalam peperangan dengan predikat kesatria pemberani yang berhasil membuat pasukan Utsmani termotivasi dengan bendera yang telah ia kibarkan. Sultan yang menyaksikan kejadian itu dan melihat bendera telah berkibar meneriakkan kepada para pasukannya bahwa kota itu telah menjadi milik Utsmani.
Baca lebih lanjut

216 Baca lebih lajut

DIKTIS | Website Resmi Direktorat Pendidikan Tinggi Islam - Ditjen Pendis Kemenag RI

DIKTIS | Website Resmi Direktorat Pendidikan Tinggi Islam - Ditjen Pendis Kemenag RI

699 MOKHAMAD FADHIL MASYKURI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Bahasa dan Sastra Arab Rp. 5,000,000 700 FAHRIZAL UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Bahasa dan Sastra Arab Rp. 5,000,000 701 AWWALIA RIZQY RAHMAWATI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Bahasa dan Sastra Arab Rp. 5,000,000 702 FATAH AMIN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 703 MUHAMMAD FAIZAL AHSAN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 704 IRMA NUR HIDAYAH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 705 IHSANUDDIN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 706 HALIK MARWAN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 707 HILMY ABDAN KAMAL UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 708 SA'ADATUL ABADIYAH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 709 YUSTINA SYARIFAH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 710 ELMA FU'ADAH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 711 ARINA HIDAYATI NOVIARINI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 712 WINDI LAILATUL ROHMAH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 713 MOCH FAHMI MAHFUDZI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 714 USWATUN NISA' UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 715 NI'MATUL IZZA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 716 R FIKRI ABDILLAH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 717 FAIRUZ AIMMATIL UMAM ALHANIIFY UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 718 AHMAD SIROJUL MUNIR UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 719 ABDULLAH FAQIH SUYUTHI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 720 BINTI ARUM MAHMUDAH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 721 DEWI MUFTI NABILLA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 722 AHMAD NAHIDL MASHURY UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 723 SITI MUNADLIROH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 724 YUSTINA SYARIFAH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 725 NADIA HAFIDHOH ELMAWARDA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Pendidikan Bahasa Arab Rp. 5,000,000 726 UTIYA SOVIATI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Teknik Arsitektur Rp. 5,000,000
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN MILITER SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL (1453M)

KEBIJAKAN MILITER SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL (1453M)

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat, memberikan hidayah serta keberkahan kepada saya begitu pula kepada seluruh umat di muka bumi ini. Shalawat serta salam tak luput senantiasa saya haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan hadirnya Beliau terang gemilanglah masa ini dengan peradaban yang mulia. Setelah melalui proses lika-liku akademik di Sastra Arab, dari awal masuk, sempat berhenti dan pada akhirnya saya kembali lagi pada Sastra Arab UNS, inilah persembahan dalam upaya menjemput gelar sarjana. Ilmu, kawan, wawasan dan pengalaman saya peroleh dalam proses penempaan sebagai mahasiswa. Serta saya bersyukur mampu memperoleh hidayah melalui perjalanan panjang ini.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

STRATEGI DAKWAH SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM MENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL - Raden Intan Repository

STRATEGI DAKWAH SULTAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM MENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL - Raden Intan Repository

Strategi Dakwah adalah perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan dakwah tertentu, dengan memanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan, dengan demikian strategi dakwah adalah proses penyusunan rencana kerja, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Sultan Muhammad Al-Fatih adalah panglima Islam keturunan ke sembilan dari Daulah Utsmaniyah, yang telah berhasil menaklukan kota Konstantinopel dengan usia muda yaitu 22 tahun lebih 2 bulan. Kota Konstantinopel adalah kota yang telah dijanjikan oleh Rasulullah Saw bahwa hanya panglima dan pasukan terbaik yang akan mampu menaklukannya, juga kota yang termahsyur karena terletak ditengah- tengah Dunia, kota ini juga sebagai pintu gerbang masuknya Islam di Benua Eropa, atas dasar itu dan desakan oleh pemerintahan Islam yang semakin meluas, serta pengaruh guru-guru dan kepercayaan keluarga disekitarnya membuat Sultan Muhammad Al-Fatih berkeyakinan untuk menaklukan pusat peradaban Kristen pada masanya yaitu Kota Konstantinopel.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Pertukaran Hidup Salahuddin al Ayubi

Pertukaran Hidup Salahuddin al Ayubi

Mem ang pada m alam it u t elah nam pak t anda- t anda berakhirnya hayat Salahuddin. Syeikh Abu Jaafar t elah duduk di t epi kat ilnya sem enj ak 3 hari yang lepas m em bacakan Qur'an. Dalam m asa ini Salahuddin selalu pingsan dan sedar sebent ar. Apabila Syeikh Au Jaafar m em bacakan ayat , " Dialah Allah, t iada t uhan m elainkan Dia, Yang m enget ahui yang ghaib dan yang nyat a" ( Al- Hasyr : 22) , Salahuddin m em buka m at anya sam bil senyum , m ukanya berseri dan denga nada yang gem bira ia berkat a, " Mem ang benar" . Selepas ia m engucapkan kat a- kat a it u rohnya pun kem bali ke rahm at ullah. Masa ini ialah sebelum subuh, 27 Safar.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

NEO-RESOLUSI JIHAD : JIHAD KONTEKSTUAL KH. SALAHUDDIN WAHID.

NEO-RESOLUSI JIHAD : JIHAD KONTEKSTUAL KH. SALAHUDDIN WAHID.

nahwu, sorof, dan tarikh kepada alumni Pesantren Tebuireng yang tinggal di Jakarta. Hingga Usia 15 tahun (1957), ia sudah aktif di Kepanduan Ansor. Pada tahun 1961, ia bersekolah di SMAN 1 Budi Utomo Jakarta dan menjabat sebagai Wakil Ketua Osis. Setelah lulus SMA, ia kembali melanjutkan pendidikan akademiknya ke Program Strata satu di ITB (Institut Teknologi Bandung). Meski ia menimba ilmu dalam bidang umum, namun dasar tauhid yang ia peroleh dari didikan kedua orang tua serta kakeknya telah mampu menggiringnya untuk tetap berdedikasi tinggi pada agama khususnya pada Organisasi NU. Hal ini terlihat dari padatnya kegiatan yang ia jalani selama kuliah di ITB. Dimana pada tahun 1963, KH. Salahuddin Wahid aktif sebagai anggota pengurus Senat Mahasiswa (SEMA ITB). Dan pada tahun 1964, ia juga aktif di Komisariat PMII ITB serta menjabat sebagi wakil ketua PMII cabang Bandung hingga tahun 1966. Sedangkan di tahun 1966-1967, Ia menjabat sebagai Dewan Pengurus Pendaki Gunung Wanadri. Dari aktifnya kegiatan keorganisasian tersebut, tidak heran jika lantas kemudian di tahun 1967 ia dipercaya untuk memegang amanat keuangan PMII dengan status jabatan sebagai Bendahara Dewan Mahasiswa. Sejak tahun 1967 aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan tahun 1977 membentuk ―Kelompok G‖ yang pada akh irnya menjadi cikal bakal tim yang mempersiapkan materi kembalinya NU ke Khittah 1926. 70
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - FILE 4 BAB I

BAB I PENDAHULUAN - FILE 4 BAB I

Bahasa yang ia gunakan memang bahasa untuk mengingatkan diri sendiri, sehingga yang membaca kitab tersebut tidak akan merasa digurui. Meskipun begitu, kitab yang ia karang dikemudian hari dijadikan sebagai pedoman masyarakat Buton. Oleh karena itu, adalah menarik untuk mengkaji kembali isi kitab kabanti bula malino ditengah kondisi generasi muda yang sudah kehilangan landasan dalam menyaring dan menyeleksi berbagai pemikiran yang ada, khususnya pemikiran yang datang dari barat. Mengingat kajian mengenai historiografi Islam di Indonesia sudah banyak dilakukan, terutama di daerah Jawa, Sementara studi sejarah Islam di luar Jawa masih minim apalagi di daerah Sulawesi, khususnya di daerah Sulawesi Tenggara. Atas dasar hal tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Kontribusi Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin di bidang adab Islam di Buton (Kajian Karya Sastra Kabanti Bula Malino).”
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara

Arab untuk tanda-tanda bunyi harakat. Baris atas disebut Jabar, bawah disebut Ajer, dan depan disebut Pes, sedang dalam bahasa Arab ejaan itu disebut Fathah, Kasrah dan Dhommah. Didalam tulisan Arab, Sin bergigi sedangkan dalam tulisan Persia tidak bergigi sementara itu, Oemar Amir Hoesin mengatakan bahwa di Persia terdapat suku bangsa ”Leren”. Beliau inilah yang dahulu datang ke tanah Jawa sebab di Giri terdapat Kampung Leran, dan nisan Maulana Malik Ibrahim (1419) di Gresik.Pendukung teori Persia adalah P.A. Hoesein Djajadiningrat, Haji Muhammad Said, J.C. Van Leur, M. Dahlan Mansur dan Haji Abu Bakar Aceh.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

7. SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA - SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM

7. SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA - SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM

Berdiri pada awal abad 16 M (tahun 1524 M), pendirinya Sultan Ibrahim yang dikenal dengan Sultan Ali Mughayat Syah, terletak di ujung utara Pulau Sumatera. Pada awalnya daerah kekuasaannya meliputi Aceh Besar dan Daya di utara Sumatera. Kesultanan Aceh disebut Aceh Darussalam. Pada masa raja ini dapat mempersatukan beberapa kerajaan lain seperti Daya, Pidie, Lingga, Perlak, Tamiang, Samudera Pasai, Lamuri.

10 Baca lebih lajut

Keunggulan Ketenteraan Uthmaniyyah seleksi Pener

Keunggulan Ketenteraan Uthmaniyyah seleksi Pener

Stanford J. Shaw dalam bukunya History Of The Ottoman Empire Modern Turkey , Empire of The Gazis: The Rise and Decline of The Ottoman Empire, 1280-1808 (Volume I) (1976) menerangkan secara terperinci mengenai pelbagai aspek sejarah yang berkaitan dengan Dawlah ‘ Uthmaniyyah pada kurun ke-18M dan awal kurun ke-19M. Selain itu, Shaw juga menjelaskan secara ringkas mengenai proses pembaharuan di era Sultan Selim III khususnya bidang ketenteraan. Beliau juga menjelaskan bahawa kegagalan pembaharuan Sultan Selim III yang akhirnya membawa pembunuhannya adalah disebabkan oleh tentangan hebat daripada tentera janissari, golongan ulama dan masyarakat tempatan Dawlah ‘ Uthmaniyyah. Golongan ini sudah memulakan penentangan semenjak Sultan Selim III menaiki takhta lagi. Hal ini kerana pembaharuan atau tranformasi yang dibawa oleh sultan Selim III itu adalah terlalu cepat dan drastik yang membuka ruang kepada kemasukan pengaruh Eropah. Oleh itu, selain takut kedudukan mereka dalam Dawlah ‘ Uthmaniyyah tergugat, mereka juga mengkritik dasar kewangan kerajaan yang menyebabkan inflasi yang begitu hebat. Di samping itu, Shaw juga menerangkan serba sedikit pembaharuan dalam bidang pentadbiran, ekonomi dan sosial. Seterusnya pembaharuan pada zaman berikutnya juga disentuh secara terperinci. Penulisan dalam buku Shaw ini memang meluas dan terperinci tentang Dawlah ‘ Uthmaniyyah. Namun begitu, penulisan ini agak kurang menyentuh persoalan keberkesanan pembaharuan tersebut khususnya terhadap umat Islam ‘ Uthmaniyyah. Ini kerana setiap pemabaharuan atau tranforamsi pastinya akan meninggalkan kesan samaada kesan positif atau negatif.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Dengan jatuhnya konstantinopel ke tangan

Dengan jatuhnya konstantinopel ke tangan

Konstantinopel akhirnya dapat dikepung dari segala penjuru oleh pasukan Sultan Muhammad II yang berjumlah kira-kira 250.000 di bawah pimpinan Sultan sendiri. Kaisar Bizantium meminta bantuan kepada Paus di Roma dan raja-raja Kristen di Eropa, tetapi tanpa hasil, bahkan ia dicemooh oleh rakyatnya sendiri karena merendahkan martabatnya. Raja-raja Eropa juga tidak ingin membantunya karena mereka ada perselisihan yang belum terselesaikan. Hanya pasukan Vinicia yang ingin membantu karena memiliki kepentingan dagang di wilayah Usmani. Tentara Vinicia merintangi kapal-kapal Usmani dengan merentangkan rantai besar di selat Busporus. Sultan tidak kehilangan akal, dinaikkanlah kapal-kapal itu di daratan dengan menggunakan balok-balok kayu untuk landasannya, dan berhasil memindahkannya ke sisi barat kota. Maka terperanjatlah pasukan Bizantium dengan srategi Sultan yang telah mengepung kota selama 53 hari. Dalam masa itu meriam-meriam Turki dimuntahkan ke arah kota dan menghancurkan benteng-benteng dan dinding-dindingnya sehingga menyerahlah Konstantinopel pada tanggal 28 Mei 1453. Dalam pertempuran itu Kaisar mati terbunuh, dan Konstantinopel jatuh ke tangan Usmani. Sultan Muhammad II memasuki kota, kemudian menggati nama Konstantinopel menjadi Istambul, dan menjadikannya sebagai ibu kota. Sultan mengubah gereja Aya Shopia menjadi masjid, dan di samping itu ia membangun masjid dengan nama Masjid Muhammad sebagai peringatan bagi keberhasilannya dalam menundukkan kota itu
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 7748 documents...