sumber daya genetik

Top PDF sumber daya genetik:

Pengelolaan Sumber Daya Genetik Tanaman Obat Spesifik Kalimantan Tengah

Pengelolaan Sumber Daya Genetik Tanaman Obat Spesifik Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah memiliki luas wilayah 15,38 juta ha yang terdiri dari 61,1 ribu ha daerah pantai, 1,53 juta ha daerah per- airan umum, dan 17,79 juta ha daratan. Wilayah daratan yang luas ini terdiri atas berbagai tipologi lahan seperti lahan sulfat masam, gambut, dan lahan kering. Untuk menggali potensi dan melestarikan plasma nutfah tanaman obat spesifik Kalimantan Tengah telah dilaksanakan kegiatan eksplorasi dan karakteri- sasi. Dari kegiatan ini dapat disusun deskripsi berbagai jenis tanaman tersebut untuk inventarisasi, karakterisasi, dan koleksi tanaman obat secara ex situ dalam bentuk kebun pembibitan. Metode kegiatan meliputi (1) eksplorasi, (2) konservasi ex situ, (3) karakterisasi, dan (4) dokumentasi. Hasil kegiatan adalah koleksi secara ex situ tanaman obat sebanyak 15 aksesi. Kata kunci: Sumber daya genetik tanaman, eksplorasi, karak-
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Masyarakat Iktiologi Indonesia (Valenciennes, 1842) dalam mendukung konservasi sumber daya genetik

Masyarakat Iktiologi Indonesia (Valenciennes, 1842) dalam mendukung konservasi sumber daya genetik

Melihat terjadinya kenaikan keragaman genetik pada populasi 3 dapat dijelaskan ke da- lam dua hal. Pertama, pemerintah daerah me- lalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tenggara telah menetapkan zonasi wilayah tangkapan dan pelestarian, larangan penangkapan induk dan pembinaan terhadap masyarakat se- tempat untuk tidak menggunakan alat tangkap yang berbahaya bagi lingkungan perairan sebagai upaya konservasi melalui antisipasi memperta- hankan sumber daya genetik ikan semah yang ada. Hal kedua adalah terkait ukuran ikan yang diukur, di mana populasi 1 dan 2 relatif berukur- an besar sedangkan populasi ke 3 berukuran ke- cil, ada kemungkinan bahwa populasi 3 belum memiliki ukuran yang definitif untuk dilakukan pengukuran.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

UU 4 2006 perngesahan sumber daya genetik untuk tanaman

UU 4 2006 perngesahan sumber daya genetik untuk tanaman

Sebagai kelengkapan dari Revolusi Hijau ini, pada awal tahun 1970-an diluncurkan program Pembangunan Daerah Pedesaan Terpadu (Integrated Rural Development - IRD) dengan menerapkan masukan lengkap yang berupa benih, bahan kimia, irigasi, mekanisasi, kredit, dan disertai penyuluhan. Akan tetapi dalam program pengembangan ini, sumber daya genetik dan keanekaragaman hayati tidak menjadi simpul penting. Akibatnya ialah terjadinya penggeseran varietas lama oleh varietas baru. Hal ini terjadi terus-menerus, sehingga keanekaragaman sumber daya genetik menyusut dan terancam kelestariannya. Secara umum telah diidentifikasi bahwa penyebab hilangnya keanekaragaman genetik ialah meluasnya pertanian modern. Introduksi varietas baru telah menggeser keberadaan varietas lokal dan ras temurun. Kekhawatiran makin banyaknya sumber daya genetik tanaman yang hilang juga mendorong berbagai negara untuk mengembangkan pusat penelitian yang mengoleksi sumber daya genetik tertentu. Koleksi yang dikembangkan di pusat penelitian tersebut menyimpan aksesi yang cukup besar. Pengembangan sumber daya genetik untuk menghasilkan varietas baru yang lebih unggul dan ancaman kepunahan berbagai varietas dan kerabat liarnya cenderung mendorong terjadinya penguasaan sumber daya genetik secara sepihak dan bahkan monopoli.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Identifikasi dan Karakterisasi Sumber Daya Genetik Buah- Buahan di Kabupaten Karangasem.

Identifikasi dan Karakterisasi Sumber Daya Genetik Buah- Buahan di Kabupaten Karangasem.

Sumber daya genetik buah-buahan yang tumbuh dan dikembangkan di Bali merupakan salah satu potensi besar yang semestinya digarap dalam rangka mewujudkan pembangunan daerah. Salah satu kabupaten di Bali, yaitu Kabupaten Karangasem ditengarai kaya akan sumber daya genetik buah-buahan, baik buah yang telah ada sejak lama (lokal) maupun tanaman buah hasil introduksi dari daerah lain maupun dari luar negeri. Buahan-buahan di Bali tidak hanya bernilai ekonomi untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga bernilai sosial budaya untuk kegiatan ritual keagamaan, untuk bahan SPA (massage), perdagangan antar pulau dan ekspor.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

TESIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

TESIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

Puji dan syukur kepada Allah Tritunggal Maha Kudus yang selama ini melimpahkan berkat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tesis yang berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Pemanfaatan Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional, sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Magister Humaniora pada Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

sebagaimana mestinya, dengan tujuan untuk memastikan bahwa persetujuan atas dasar informasi awal atau persetujuan dan keterlibatan masyarakat hukum adat dan komunitas lokal yang didapat untuk akses terhadap sumber daya genetik di mana mereka memiliki hak yang ditetapkan untuk memberikan akses terhadap sumber daya tersebut. Pasal tersebut memperlihatkan bahwa negara sebagai pemilik SDG, memiliki peran dan posisi yang kuat dalam pemanfaatan SDG tersebut. Apabila terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan yang diatur dalam Protokol Nagoya tersebut, maka negara pemilik SDG wajib mengambil tindakan hukum nasional sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pembentukan Core Collection untuk Sumber Daya Genetik Padi Toleran Kekeringan

Pembentukan Core Collection untuk Sumber Daya Genetik Padi Toleran Kekeringan

Pembentukan core collection untuk sumber daya genetik padi toleran kekeringan. Penelitian dilaksanakan pada musim kemarau, Juli-September 2009 di Kebun Penelitian Balai Pene- litian Lingkungan Pertanian Jakenan, Jawa Tengah, dengan rancangan acak kelompok, tiga ulangan, menggunakan 150 aksesi yang ditanam pada petak berukuran 5 m x 1 m. Tanaman disiram setiap tiga hari sekali sampai tumbuh baik dan setelah berumur 25 hari tanaman mulai dikeringkan. Sebagai petak pembanding adalah tanaman padi gogo biasa yang disiram setiap dua seminggu sekali sampai panen. Pertanaman pembanding ditanam dengan jarak 25 cm x 20 cm. Dari penelitian ini terpilih 26 varietas toleran kekeringan dengan skor 1-5. Di antara aksesi ini terdapat varietas yang berumur genjah dan sedang (115-135 hari), sehingga waktu panennya agak berbeda. Varietas Jatiluhur dan galur B.9645- E-Mr-89 mempunyai potensi hasil paling tinggi, masing- masing 3,88 dan 3,77 t/ha dan toleran terhadap kekeringan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji: (1) perlindungan hukum terhadap pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional, (2) kedudukan masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perbandingan hukum. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder berupa bahan hukum primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini diolah secara sistematis dengan membuat klasifikasi terhadap data yang dikumpulkan baik data primer maupun data sekunder. Proses analisis bahan sekunder (hukum primer dan sekunder) dilakukan secara deskriptif, interpretasi hukum, analisis kualitatif, dan penarikan kesimpulan. Bahan hukum sekunder dideskripsikan yang mendukung analisis permasalahan penelitian dipaparkan dengan mengemukakan dasar argumentasinya. Hasil analisis memperlihatkan bahwa perlindungan hukum terhadap pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional dalam Protokol Nagoya adalah berupa pemberian landasan pengakuan atas pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional bagi para pihak. Pemberian landasan ini terkait dengan izin akses dan pembagian keuntungan yang adil terhadap pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional. Pembagian keuntungan yang adil kemudian diimplementasikan dalam Kesepakatan Bersama (Mutually Agreed Terms). Protokol Nagoya mengakui kedudukan masyarakat adat dalam pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional yaitu turut serta di dalam pemberian izin untuk akses pemanfaatan sumber daya genetiik dan pengetahuan tradisional (PADIA/Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal) dan memiliki hak terkait pembagian keuntungan yang adil. Protokol Nagoya tidak secara eksplisit memberikan pengaturan tentang cara-cara bagi masyarakat untuk mempertahankan hak. Pembagian keuntungan yang adil didasarkan pada hubungan kontraktual, sehingga dalam hal ini peran pemerintah sebagai subjek hukum perjanjian internasional menjadi sangat penting untuk menjamin hak-hak dari masyarakat adat dalam hal pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Identifikasi Dan Karakterisasi Sumber Daya Genetik Buah-buahan Lokal Di Kabupaten Bangli.

Identifikasi Dan Karakterisasi Sumber Daya Genetik Buah-buahan Lokal Di Kabupaten Bangli.

Identifikasi dan karakterisasi terhadap buah lokal yang ada di Kabupaten Bangli dilakukan secara eksplorasi. Eksplorasi adalah penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan), terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu. Data yang terkumpul diharapkan menjadi data base awal untuk perlindungan sumber daya genetik buah-buahan di Bali, khususnya di Kabupaten Bangli. Setelah terkumpulnya data buah-buahan lokal di lapangan dilakukan pemetaan geografis sumber daya genetik sebagai dasar untuk perlindungan, pelestarian, dan pengembangan buah-buahan lokal di Kabupaten Bangli.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

KESIMPULAN DAN SARAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

1. Perlindungan hukum terhadap pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional berdasarkan Protokol Nagoya adalah berupa pemberian landasan pengakuan atas pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional bagi para pihak. Pemberian landasan ini terkait dengan izin akses dan pembagian keuntungan yang adil terhadap pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional. Pembagian keuntungan yang adil kemudian diimplementasikan dalam Kesepakatan Bersama (Mutually Agreed Terms).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Setelah rapat APAARI, Simpo- sium Pengembangan Pertanian Ber- kelanjutan dan Pemanfaatan Agro- biodiversity di seluruh Regional Asia Pasifik dibuka oleh Administrator Rural Development Administration (RDA) Dr. Seung-Kyu Min. Pada kesempatan ini dinyatakan bahwa simposium ini juga sebagai ajang perayaan “Tahun Biodiversity” di mana expert di dunia berbagi ilmu dan pengalaman untuk mendapat- kan cara yang lebih baik dalam pemanfaatan biodiversity untuk pengembangan pertanian. Juga disampaikan bahwa RDA yang telah membangun Bank Gen mampu menampung dan melestarikan 500.000 aksesi untuk jangka pan- jang 100 tahun dan telah menanda- tangani MoU dengan GCDT dan Bioversity International sebagai “World Seed Vault” dan “Center of Excellence” untuk kerja sama internasional dan training sumber daya genetik.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Identifikasi Ketahanan Sumber Daya Genetik Kedelai terhadap Hama Pengisap Polong

Identifikasi Ketahanan Sumber Daya Genetik Kedelai terhadap Hama Pengisap Polong

Hama pengisap polong merupakan hama penting yang dapat mengakibatkan penurunan hasil kedelai secara signifikan. Ada tiga jenis hama pengisap polong yang sering ditemukan menyerang pertanaman kedelai, yaitu Riptortus linearis (F), Nezara viridula (L), dan Piezodorus rubrofasciatus. Hama ter- sebut menyerang pertanaman kedelai selama stadia pengisian biji hingga menjelang polong masak. Serangan hama pengisap polong dapat menurunkan hasil kedelai hingga 79%. Sumber daya genetik (plasma nufah) kedelai tahan hama pengisap po- long sangat diperlukan sebagai bahan dasar pemuliaan. Se- banyak 100 aksesi plasma nutfah kedelai telah diuji ketahanan- nya di Kebun Percobaan Cikeumeuh, Bogor, pada MH 2003. Setiap aksesi ditanam pada petakan berukuran 2 m x 3 m de- ngan jarak 40 cm x 15 cm. Mulai dari stadia pembungaan hingga polong masak tidak dilakukan penyemprotan hama.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Identifikasi dan Karakterisasi Sumber Daya Genetik Buah-buahan Lokal di Kabupaten Klungkung.

Identifikasi dan Karakterisasi Sumber Daya Genetik Buah-buahan Lokal di Kabupaten Klungkung.

Buah lokal adalah semua jenis buah-buahan yang dikembangkan dan dibudidayakan di Bali, sedangkan produk buah lokal adalah semua hasil dan turunan hasil yang berasal dari tanaman buah lokal yang masih segar atau yang telah diolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sumber daya genetik buah-buahan lokal yang ada di Kabupaten Klungkung, menyusun profil sumber daya genetik buah-buahan lokal menyangkut karakter morfologis, pemanfaatan, buah unggulan, musim panen, dan peta geografis sebaran keanekaragaman buah-buah lokal. Penelitian ini dilaksanakan di seluruh Kabupaten Klungkung yakni : Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan, dan Nusa Penida, dari bulan Januari-Oktober 2015. Terdapat tiga tahap penelitian yaitu, (1) pengumpulan data sekunder, (2) survei jenis-jenis sumber daya genetik dan sebarannya, (3) identifikasi karakter morfologi, pemanfaatan, buah unggulan, musim panen dan peta geografisi. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 26 jenis dan 39 sub-jenis buah-buahan lokal yang tersebar di empat kecamatan, serta 2 komoditi unggulan berdasarkan nilai LQ yang dimiliki Kabupaten Klungkung yakni, jambu biji terdapat di Desa Dawan, Kecamatan Dawan, dan sawo di Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

TINJAUAN PUSTAKA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK DAN PENGETAHUAN TRADISIONAL.

Meskipun relatif hanya sedikit spesies yang dikonsumsi sebagai bahan pangan, namun keanekaragaman genetik ini dapat menjadi bahan baku bagi pemuliaan tanaman, yang menyumbangkan peningkatan produktivitas pertanian secara signifikan dalam sistem pertanian modern (National Research Council, 1999: 45). Sumber daya genetik sebagai sumber utama bahan pangan sampai saat ini berlangsung. Ikan misalnya berkontribusi bagi protein dunia khususnya bagi sejumlah negara seperti Jepang, Filipina, atau Ghana berkontribusi sebesar 20%. Hal yang sama juga terjadi pada hewan, di negara Botswana 50 spesies hewan liar berkontribusi sebagai sumber protein sebesar 40% dan di Nigeria sebesar 20% di Negeria khususnya bagi masyarakat yang ada di pedesaan. Di Alaska sebesar 90 % hasil perburuan binatang liar digunakan untuk pangan dan pakaian, dan juga menjadi sumber pendapatan bagi penduduk setempat (National Research Council, 1999: 46).
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Perlindungan Sumber Daya Genetik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten

Perlindungan Sumber Daya Genetik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten

Perkembangan di dunia menunjukkan sinyal positif bagi mekanisme perlindungan dan pemanfaatan sumber daya genetik. Sinyal positif tersebut adalah adanya pengaturan internasional yang mengatur tata kelola sumber daya genetik yaitu Nagoya Protocol on Access to Genetic Resourcesand the Fair and Equitable Sharing of Benefits Arising from Their Utilization to the Convention on Biological Diversity (Protokol Nagoya tentang Aksespada Sumber Daya Genetik dan Pembagian Keuntungan yang Adil dan Seimbang yang Timbul dari Pemanfaatannya atas Konvensi Keanekaragaman Hayati). 8
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perlindungan Sumber Daya Genetik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten

Perlindungan Sumber Daya Genetik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten

Hasil penelitian ataupun kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Paten sebagai bentuk perlindungan Hukum Kekayaan Intelektual (HKI) erat kaitannya dengan pemanfaat Sumber Daya Genetik (SDG). Paten diberikan untuk setiap invensi, baik produk maupun proses dalam semua bidang teknologi sepanjang invensi tersebut baru dan mempunyai langkah inventif dan dapat diterapkan dalam industri.

7 Baca lebih lajut

Identifikasi dan Karakterisasi Sumber daya Genetik Tanaman Buah-buahan Lokal di Kabupaten Tabanan.

Identifikasi dan Karakterisasi Sumber daya Genetik Tanaman Buah-buahan Lokal di Kabupaten Tabanan.

Buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral yang menjamin berlangsungnya proses metabolisme dalam tubuh manusia. Beberapa di antaranya juga dapat digunakan sebagai bahan obat, kosmetik, bahan kecantikan kulit dan pada bidang sosial dan budaya seperti bahan pembuatan sarana upakara/banten. Kabupatem Tabanan mempunyai beraneka ragam jenis tanaman buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sumber daya genetik buah- buahan yang ada di Kabupaten Tabanan, menyusun profil sumber daya genetik buah- buahan menyangkut karakter morfologi dan agronomi, serta menyusun peta geografis sebaran keanekaragaman buah-buahan. Identifikasi dan karakterisasi serta peta geografis sebaran tersebut sangat penting untuk pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan sumber daya genetik buah-buahan yang ada di Kabupaten Tabanan. Hasil penelitian yang dilakukan di Kabupaten Tabanan ditemukan 31 jenis dan 52 subjenis tanaman buah lokal, dengan 6 jenis buah unggulan, 15 jenis buah langka,12 jenis buah upakara dan 4 jenis buah yang digunakan sebagai obat. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan di Kabupaten Tabanan dapat disususn 34 peta geografis buah lokal.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Identifikasi dan Karakterisasi Sumber Daya Genetik Buah- buahan Lokal di Kabupaten Badung.

Identifikasi dan Karakterisasi Sumber Daya Genetik Buah- buahan Lokal di Kabupaten Badung.

Buah lokal adalah semua spesies buah-buahan yang dikembangkan dan dibudidayakan di Bali, sedangkan produk buah lokal adalah semua hasil dan turunan hasil yang berasal dari tanaman buah lokal yang masih segar atau yang telah diolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies sumber daya genetik buah- buahan lokal yang ada di Kabupaten Badung, menyusun profil sumber daya genetik buah-buahan lokal menyangkut karakter morfologi, kegunaan, gambar sumber daya genetik, buah unggulan, musim panen, dan menyusun peta geografis sebaran sumber daya genetik buah-buahan lokal. Penelitian ini dilakukan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Badung yakni; Kecamatan Petang, Mengwi, Abiansemal, Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Pebruari sampai September 2015. Pelaksanaan penelitian terdiri atas enam tahap yaitu, pengumpulan data sekunder, pengumpulan data primer, survei spesies sumber daya genetik dan sebarannya, identifikasi karakter morfologi spesies sumber daya genetik, penentuan buah unggulan, dan menyusun peta geografis. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 34 spesies dan 51 sub-spesies buah-buahan lokal yang tersebar di enam kecamatan. Berdasarkan nilai LQ (Location Quotient) Kabupaten Badung memiliki 8 komoditas buah unggulan yaitu alpukat, durian, jambu biji, nangka, nenas, pisang, sawo, dan semangka.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Sumber Daya Genetik di Luar Wilayah Jurisdiksi Nasional ditinjau dari Perspektif Hukum Internasional.

Pemanfaatan Sumber Daya Genetik di Luar Wilayah Jurisdiksi Nasional ditinjau dari Perspektif Hukum Internasional.

Penulisan ini menggunakan metode pendekatan juridis normatif. Metode analisis data yang digunakan adalah penafsiran futuristik yakni membandingkan pengaturan terkait pemanfaatan sumber daya genetik laut yang ada saat ini. Analisis juga dilakukan terkait perkembangan hukum internasional untuk mengidentifikasi instrumen hukum internasional mana yang dapat diterapkan dalam menangani isu terkait pemanfaatan sumber daya genetik laut di luar jurisdiksi nasional.

2 Baca lebih lajut

Perlindungan Sumber Daya Genetik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten Chapter III V

Perlindungan Sumber Daya Genetik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten Chapter III V

Mengingat wilayah Indonesia yang begitu luas secara geografis dan dilimpahi oleh sumber daya genetik yang tinggi, keunggulan ini seyogianya dapat dijadikan aset pembangunan. Daerah yang luas dengan keunggulan dan potensi spesifik seharusnya diisi oleh sumber daya genetik yang sesuai dengan potensi lahan yang mendukung dan budaya lokal. Hanya lahan yang cocok dengan sumber daya genetik yang dapat memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu, besar sekali peranan sumber daya genetik sebagai bahan baku pemuliaan untuk menghasilkan bibit-bibit/varietas unggul melalui program seleksi, hibridisasi dan DNA rekombinan bagi keberhasilan pemuliaan dan pembangunan nasional. Langkah- langkah di atas dapat meningkatkan keanekaragaman bahan pangan perikanan yang tersedia bagi konsumen dan mencegah membanjirnya keaneka ragaman ikan introduksi/impor.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...