Sunnah Wal Jamaah

Top PDF Sunnah Wal Jamaah:

AHLI SUNNAH WAL JAMAAH DAN PEMAKAIANNYA

AHLI SUNNAH WAL JAMAAH DAN PEMAKAIANNYA

Umat Islam di Malaysia sejak turun temurun mengamalkan akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah atau lebih khususnya aliran Asya‟irah. Ini jelas boleh dilihat dalam pengamalan, pendidikan dan penguatkuasaan undang-undang yang lebih cenderung kepada aliran Ahli Sunnah Wal Jamaah. Keadaan umat Islam Malaysia yang telah selesa beramal secara tradisi menyebabkan berlaku keresahan dan perpecahan bila mana timbul aliran lain yang jelas bertentangan mahupun yang dianggap bertentangan. Situasi ini berpotensi untuk merosakkan keharmonian umat dalam berakidah seterusnya menggugat maslahah yang lebih utama iaitu perpaduan antara umat Islam. Oleh itu pendekatan yang sewajarnya antaranya pengamalan konsep w ○ asatiyyah perlu diperkasakan dan diamalkan untuk menangani masalah ini.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Aqidah ahlus sunnah wal jamaah tentang sahabat

Aqidah ahlus sunnah wal jamaah tentang sahabat

Madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengenai Sahabat berada di pertengahan antara yang berlebih-lebihan dan yang meremehkan. Ia adalah pertengahan dari fanatik esktrim yang menaikkan derajat orang yang mulia di antara mereka pada derajat yang hanya patut bagi Allah atau bagi Rasul-Nya, dan pertengahan dari orang-orang yang melalaikan dan orang-orang yang bersikap keras yang merendahkan dan mencela mereka. Maka mereka berada di tengah-tengah antara kedua golongan yang berlebih-lebihan dan yang melalaikan – mereka mencintai semua Sahabat dan menempatkan masing-masing dari mereka di tempat yang semestinya dengan keadilan. Sehingga mereka tidak menaikkan derajatnya pada tingkat yang mereka tidak berhak atasnya dan mereka juga tidak merendahkan mereka, mengambil apa yang seharusnya menjadi hak mereka. Lisan mereka basah karena menyebut kebaikan-kebaikan mereka, menurut apa yang pantas bagi mereka. Dan hati mereka dipenuhi cinta oleh para Sahabat.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

general precepts of ahlus sunnah wal jamaah fixed

general precepts of ahlus sunnah wal jamaah fixed

are open to a number of opinions, open to ijtihaad, open to the possibility of being applied to any of the opinions; for which the one holding a view has some justification to do so, or due to the possibility of a lack of knowledge, coercion or mistaken interpretation. So all of this is in matters of ijtihaad and subsidiary issues (furoo). Differing can also occur in certain subsidiary matters that are connected to the actual fundamentals themselves, for which the holder of such a view can be excused due to a justified excuse, as determined by the reliable scholars of the Religion. These subsidiary issues may even be in matters of beliefs ('aqeedah), about which there is an agreement upon its fundamentals, but in which there is a difference of opinion in some of its details; such as the consensus of the scholars concerning the occurrence of the Night Journey and Ascension (al-israa wal-miraaj), but their differing about whether the Prophet sallallaahu alayhi wa sallam saw His Lord with his eyes or his heart.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

petunjuk dari masalah yang mereka hadapi. Mereka bisa langsung bertanya kepada Nabi Saw tanpa melalui pihak lain. Ini terjadi ketika komunitas kaum muslim relatif masih sedikit. Tetapi ketika Islam sudah mulai meluas ke beberapa wilayah, Nabi Saw tidak dapat langsung memberi pelajaran kepada semua orang. Beliau mulai memberi kepercayaan dan mendelegasikan beberapa kewenangan agama dan politik kepada para shahabatnya. Misalnya, Nabi sering menunjuk shahabat untuk mengajarkan berbagai persoalan agama kepada masyarakat dan memimpin pasukan melawan musuh. Setelah Nabi Saw wafat, peran shahabat dalam penyebaran Islam lebih besar lagi. Semua fungsi Nabi Saw. kecuali dalam hal menerima wahyu, diambil alih mereka. Mereka menjadi figur sangat penting dalam masyarakat muslim, menjalankan otoritas politik dan agama. 24 Oleh karena itulah, sunnah shahabat ataupun yang sering disebut dengan qaul ash-shahabi/ madzhab ash- shahabi/ ijma‟ ash-shahabi ini sering dijadikan sebagai petunjuk atau sumber hukum,meski terdapat berbagai pendapat tentang kehujjahannya.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Istilah sunnah Shahabat ini pertama kali muncul pada permusyawaratan di antara enam anggota dewan syura yang ditunjuk „Umar. Ketika „Umar ditusuk sebelum kematiannya, orang memi nta dia untuk menunjuk penggantinya. Akhirnya, „Umar memutuskan untuk menunjuk dewan syura “’imarat al-syu>ra ” yang terdiri dari enam penghuni surga yakni „Ali, „Utsman, „Abd al - Rahman, Sa‟d, Zubair, dan Thalhah. Baik „Ali maupun „Utsman ditawari apakah me reka akan mengikut Sunnah Abu Bakr dan „Umar atau tidak. „Ali menyatakan tidak, akhirnya „Utsman terpilih.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

shahabat ini, Nur Al- Din „Itr mengutip pendapat Abu „„Umar bin „Abd Al - Bar dalam kitabnya al-Isti’ab, katanya, “ Kita cukupkan (sampai di sini) dalam membahas mereka (para shahabat) karena ahli haq dari kalangan kaum Muslimin telah sepakat bahwa mereka itu Ahlussunnah Wal Jama‟ah yang seluruhnya adil”. Ibnu Shalah berkata: “Sesungguhnya umat ini telah ijma‟ dalam menjadikan seluruh shahabat itu adil... 54

32 Baca lebih lajut

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Tidak hanya itu, setelah Nabi Saw wafat, peran shahabat dalam penyebaran Islam lebih besar lagi. Semua fungsi Nabi Saw. kecuali dalam hal menerima wahyu shahabat mengembannya, sehingga terwujudlah sunnah shahabat tersebut. Hal ini terjadi karena, sepeninggal Rasulullah SAW. para shahabat sering dihadapkan pada berbagai kasus dan persoalan agama yang rumit, yang jawabannya secara terperinci sering kali tidak dijumpai dalam al- Qur’an. Untuk mengatasinya, khalifah dengan para shahabat lainnya

3 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN HADIS KH. M. HASYIM ASY ARI DA

PEMIKIRAN HADIS KH. M. HASYIM ASY ARI DA

c. Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan Bid’ah Pasca kepulangannya ke tanah air, Hasyim Asy’ari me lihat berbagai pemikiran dan praktek keagamaan Muslim Indonesia khususnya Jawa telah bergeser. Sebelumnya, Muslim Jawa dikenal sebagai penganut agama yang taat terhadap mazhab Imam Syafi’i dalam bidang fikih. Sementara dalam bidang teologi mengikuti mazhab Imam Abu H{asan al-Ash’ari>, serta Imam Ghazali dan Abu al- H{asan al-Shadhali> dalam bidang tasawuf. Disamping itu, Hasyim Asy’ari juga banyak melihat fenomena-fenomena di masyarakat yang sudah menyimpang dan tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam, seperti menyebarnya aliran Syi’ah yang dianggap sebagai aliran sesat, zindiq bahkan kufr, munculnya faham al-ibahiyu>n (liberalisme dan hedonisme) dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Arah Baru Politik Islam di Indonesia Dar

Arah Baru Politik Islam di Indonesia Dar

Ketidakmampuan dalam membedakan Syariah (nilai universal agama) dengan fikih (hukum yang diambil dari prinsip Syariah) memicu “kontestasi” dan perebutan otoritas di kalangan para pengusung Negara Syariah sendiri. Ketika penerapan Syariah Islam diajukan oleh sebuah organisasi pro-Syariah tertentu, maka organisasi pro-Syariah lainnya akan menawarkan formula Syariah yang berbeda. Tidak heran, produk Syariah Islam akan ‘mati’ sesaat setelah ditetapkan, karena kerapuhan dan kontestasi di kalangan Islam Politik sendiri. Muhammad As Sewed, tokoh berpengaruh Forum Komunikasi Ahlus Sunah Wal Jamaah/ Laskar Jihad menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin yang didirikan Hasan Al-Banna yang memperjuangkan syariat melalui jalur politik sebagai ahli bid’ah yang dikutuk Islam. 20 Abu Bakar Ba’asyir, sebagai
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

RINGKASAN MATERI KE NU AN

RINGKASAN MATERI KE NU AN

Menurut NU pengertian ahlussunnah wal jamaah adalah golongan yang dalam bidang akidah mengikuti imam Abu Hasan al Asy’ari serta Imam Abu Mansur almaturidi, dalam bidang fikih mengikuti salah satu madzab 4 yaitu Imam Hanafi, imam maliki , imam syafii serta imam hambali dan dalam bidang tasawuf mengikuti imam Ghozali dan imam Junaid al Baghdadi.

13 Baca lebih lajut

Sunnah sunnah Yang Ditinggalkan Pada Bul

Sunnah sunnah Yang Ditinggalkan Pada Bul

Saya telah ditanya beberapa kali, maka saya tidak akan memberikan kesempatan untuk menanyakan perkara yang sama, sebaliknya saya akan memberikan jawapan, dengan mengatakan hadis ini dapat ditemukan dalam sebahagian kitab-kitab sunnah yang paling masyhur. Diantaranya dari Sunan Abu Daud, kitab ketiga dari enam kitab yang terkenal. Yang pertama adalah Sahih Bukhari, yang kedua Sahih Muslim dan yang ketiga adalah Sunan Abu Daud.

32 Baca lebih lajut

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

b. Sumber Data Sekunder; yaitu data-data yang digunakan sebagai pendukung untuk membantu dalam menelaah serta menggali sumber data-data primer. Selain itu data-data tersebut juga digunakan penulis guna sebagai pembanding dari data-data yang telah diteliti. Data ini dilacak dari berbagai literatur baik berupa buku, website, maupun aplikasi sofware yang relevan dengan materi yang diteliti. Sumber data tersebut meliputi: Ulum Hadits karya Nuruddin „Itr , Sunnah dan Peranannya dalam Penetapan Hukum Islam karya Musthafa as- Siba‟i , Otentisitas Hadits Menurut Ahli Hadits dan Kaum Sufi karya Usman Sya‟roni , Studi Hadits karya TIM Penyusun MKD IAIN Sunan Ampel,
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

2006humanikanu n kebangsaan

2006humanikanu n kebangsaan

Nahdlatul Ulama: Mencari Kompromi Islam dan Kebangsaan (Saefur Rochmat) 61 Komite Khilafah yang dibentuk untuk mengirimkan wakil Indonesia ke Mekkah dianggap tidak dapat mewakili suara pihak pesantren, sehingga para ulama membentuk Komite Hijaz. Tujuan dibentuknya Komite Hijaz dalam sidang tanggal 31 Januari 1926 adalah untuk mengirimkan wakil ke Mekkah. Dalam sidang itu didirikan NU yang akan memberi mandat pada Komite Hijaz ini, ditetapkan para wakil yang akan dikirim ke Mekkah; dan kemudian dibubarkannya Komite Hijaz ini. Dengan demikian, tujuan didirikannya NU adalah untuk membela pemahaman agama yang berkembang di lingkungan pesantren dan sekaligus mensosialisasikan paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PRINSIP AQIDAH 2018  Kelas 3

PRINSIP AQIDAH 2018 Kelas 3

Ketiga: Sebarang ajaran, fahaman, pegangan atau ideologi yang bercanggah dan menyeleweng daripada akidah Ahli sunnah Wal Jamaah hendaklah dicegah dan dijauhi sebagaimana yang difatwakan oleh Majlis Agama Islam atau Jabatan Mufti negeri-negeri seluruh Malaysia.

34 Baca lebih lajut

AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH

AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH

Dan sebagian dari aqidah ahli sunnah wal jama‟ah adalah mereka tidak berani mengkafirkan seseorang muslim hanya karena satu dosa meskipun yang dilakukan orang tersebut termasuk dalam dosa besar, kecuali orang tersebut mengingkari terhadap sesuatu yang telah diketahui dalam urusan agama karena darurat dan sesuatu telah ditetapkan hukumnya dalam kitab Allah swt, sunnah Rasulullah saw dan ijma para Ulama salaf (sahabat). Dan bahwasannya mereka hanya menghukumi orang tersebut hanya sebatas fasiq dan kurang iman. Dan aqidah ini pertengahan antara aqidah khawarij yang menyatakan kufur bagi orang yang melakukan dosa besar selama dosa tersebut bukan syirik. Dan aqidah murji‟ah yang menyatakan bahwa dia adalah yang sempurna dalam iman , mereka mengatakan : bahwa maksiat tidak akan memberi madharat terhadap iman dan tidak bermanfaat pula ta‟at terhadap kekufuran.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Living Sunnah Jamaah Syahadatain Living

Living Sunnah Jamaah Syahadatain Living

Adapun penelitian terdahulu yang baru ditemui oleh penulis melalui penelusurannya ialah Skripsi Vika Fikrotul Uyun yang berjudul, Ritual Dzikir Setelah Shalat Bagi Jamaah al- Syahadatain (Studi Kasus di Desa Danawarih Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal), tahun 2012. (Vika Fikrotul Uyun, 2012). Secara umum Skripsi ini berisi tentang makna dan nilai filosofis aqidah dari ritual dzikir yang dilakukan oleh jamaah al-Syahadatain, serta mengetahui formasi pemikiran yang menjadi rujukan dalam ritual yang dilakukan oleh jamaah al-syahadatain dengan pemahaman tasawuf dan pemahaman lokal. Keterkaitan dengan tulisan yang dilakukan penulis dengan tulisan Vika Fikrotul Uyun terletak pada rutinitas dzikir yang dilakukan jamaah al-Syahadatain. Sedangkan letak perbedaan tulisan yang akan dibahas oleh penulis ini lebih terfokus pada bacaan wiridan membaca dua kalimat syahadat, shalawat, istighfar dan pakaian putih yang digunakan jamaah syahadatain ketika melaksanakan shalat dalam rangka menghidupkan sunah atau Living sunah di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PRINSIP-PRINSIP AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL-JAMA'AH

PRINSIP-PRINSIP AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL-JAMA'AH

Setelah berlalunya abad-abad yang dipuji ini bercampurlah kaum muslimin dengan pemeluk beberapa agama-agama yang bertentangan. Diterjemahkannya kitab ilmu ajaran-ajaran kuffar dan para raja Islam-pun mengambil beberapa kaki tangan pemeluk ajaran kafir untuk dijadikan menteri dan penasihat kerajaan, maka semakin dahsyatlah perselisihan di kalangan umat dan bercampurlah berbagai ragam golongan dan ajaran. Begitupun madzhab-madzhab yang batilpun ikut bergabung dalam rangka merusak persatuan umat. Hal itu terus berlangsung hingga zaman kita sekarang dan sampai masa yang dikehendaki Allah. Walaupun demikian kita tetap bersyukur kepada Allah karena Al-Firqatun Najiyah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah masih tetap berada dalam keadaan berpegang teguh dengan ajaran Islam yang benar berjalan diatasnya, dan menyeru kepadanya ; bahkan akan tetap berada dalam keadaan demikian sebagaimana diberitakan dalam hadits Rasulullah tentang keabadiannya, keberlangsungannya dan ketegarannya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah demi langgenggnya Din ini dan tegaknya hujjah atas para penentangnya. Sesungguhnya kelompok kecil yang diberkahi ini berada di atas apa-apa yang pernah ada semasa sahabat Radhiyallahu 'anhum bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam baik dalam perkataan perbuatan maupun keyakinannya seperti yang disabdakan oleh beliau.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

POSISI SUNNAH SHAHABAT DALAM TASYRI’MENURUT MADZHAB AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta sejarah yang menerangkan bahwa setelah Rasulullah wafat, keperluan kepada ijtihad semakin meningkat. Shahabat menjadi penjembatan antara Nabi dan generasi berikutnya. Merekalah yang secara langsung melihat dan mengalami bagaimana Nabi mengaplikasikan wahyu. Sehingga, setelah rasulullah wafat, apabila dalam menghadapi suatu masalah yang tidak ada solusinya dalam al- Qur‟an maupun as -Sunnah, mereka berijtihad untuk menyelesaikan persoalan tersebut, yang di era saat ini, ijtihad mereka disebut dengan sunnah shahabat. Meskipun p ara ulama‟ berbeda pendapat terkait tentang kehujjahan dari sunnah shahabat (qaul ash-shaha>bi) tersebut.Namun, sebaliknya bagi ulama Ahlussunnah Wal Jama>’ah memperbolehkannya untuk menjadi hujjah. Oleh karena itu, hal inilah yang menjadi motivasi penulis untuk mengkaji lebih dalam serta merunut apa saja yang menjadikan aliran madzhab Ahlussunnah ini menerima sunnah shahabat sebagai sumber hukum Islam.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Wasiat Emas Bagi Pengikut Manhaj Salaf – Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi.doc

Wasiat Emas Bagi Pengikut Manhaj Salaf – Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi.doc

Lihatlah Zubeid bin Harits Al-Yami pada saat muncul Murji’ah pada waktunya, dia melihat bahwa penyimpangan mereka terhadap pokok-pokok Ahlus Sunnah wal jam’ah mengharuskan mereka keluar dari golongan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, tapi beliau tidak cepat-cepat menghukuminya tapi dia pergi kepada ahli ilmu dan fatwa yang merupakan tempat rujukan yang pernah menimba ilmu dari pembesar shahabat yaitu Abu Wail Syaqiq bin Salamah Al-Asadi Al-Kufi, maka beliaupun menceritakan apa yang terjadi lalu Abu Wail berfatwa dengan hadits Rasulillah –shallallahu alaihi wa sallam- tentang kebatilan syubhat murjiah, dan penyimpangan mereka dari jalan Ahlus Sunnah, Zubeid berkata : ketika muncul Murjiah aku mendatangi Aba Wail lalu aku ceritakan hal ini kepada beliau lalu beliau berkata : menceritakan kepadaku Abdullah bahwa Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- pernah bersabda : (Mencela orang muslim adalah kefasikan dan memerangiya adalah kekufuran). 15 [15]
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama

Perbandingan aliran Ahmadiyah dengan ahli sunnah wal-jama'ah dari segi teologi dan fiqh : studi kasus komunitas ahmadiyah di masjid al-hidayah kebayoran lama

Sedangkan dalam hal khotbah jum’at Ahmadiyah ada persamaan dengan aliran Islam lainnya terutama dengan NU, Muhammadiyah, dan lain-lain, seperti adanya mengucap pujian kepada Allah, ada sholawat kepada nabi Muhammad SAW, adanya ayat al-qur’an, adanya hadist nabi Muhammad SAW, adanya wasiat untuk mengajak bertaqwa kepada Allah, do’a untuk kaum Muslim wal muslimat. 54 Pendek kata khotbah jum’at Ahmadiyah memenuhi rukun yang tujuh dalm khotbah jum’at. Namun itu semua harus berdasar penjelasan Mirza Gluman Ahmad As, atau khalifah yang sudah di pilih oleh jemaat Ahmadiyah. Sebagai contoh teks yang di pakai dalam khotbah jum’at dari ayat al-qur’an yang di jelaskan oleh para khalifah Ahmadiyah seperti Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda :
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Show all 1288 documents...