supernatan kultur isolat bakteri (kode H4)

Top PDF supernatan kultur isolat bakteri (kode H4):

Kurva Pertumbuhan dan Daya Hambat Supernatan Kultur Isolat Bakteri (Kode H4) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli serta Kesertaraanya Terhadap Kloramfenikol - Ubaya Repository

Kurva Pertumbuhan dan Daya Hambat Supernatan Kultur Isolat Bakteri (Kode H4) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli serta Kesertaraanya Terhadap Kloramfenikol - Ubaya Repository

Penelitian untuk memperoleh antibiotik baru yang berasal dari sumber alam terus dilakukan sebagai usaha untuk mengatasi masalah resistensi bakteri terhadap antibiotik. Isolasi dan screening awal mikroorganisme penghasil antibiotik dari sumber alam (air terjun Kabupaten Probolinggo) telah dilakukan oleh Hendri Santoso (2006) dan didapatkan kultur isolat bakteri (kode H 4 ) dengan absorbansi

1 Baca lebih lajut

Daya Antibakteri Supernatan Kultur Isolat Bakteri (Kode F2) dari Tanah Pertanian Kacang Tanah di Lawang Malang Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus - Ubaya Repository

Daya Antibakteri Supernatan Kultur Isolat Bakteri (Kode F2) dari Tanah Pertanian Kacang Tanah di Lawang Malang Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus - Ubaya Repository

Banyaknya kasus resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong penemuan antibiotik baru dengan jalan mengisolasi dari sumber alam. Dari hasil isolasi mikroorganisme tanah pertanian kacang tanah di Lawang, Malang, didapatkan isolat bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, yang kemudian diberi kode isolat F2 (Rakhmawan, 2005). Pada penelitian ini dilakukan uji daya antibakteri supernatan kultur isolat F2 yang telah diinkubasi pada suhu 37 ºC selama 3 hari untuk mengetahui secara kuantitatif daya antibakteri supernatan kultur isolat F2 terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan mencari kesetaraaan daya antibakterinya dengan menggunakan kloramfenikol sebagai antibiotik pembanding. Metode uji yang digunakan adalah metode difusi agar dengan menggunakan cylinder cup. Daya antibakteri diukur berdasarkan besar diameter daerah hambatan pertumbuhan Staphylococcus aureus, kemudian disetarakan daya antibakterinya dengan antibiotik kloramfenikol. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa supernatan kultur isolat F2 yang telah diinkubasi pada suhu 37 ºC selama 3 hari dari inokulum dengan absorbansi 0,6 pada panjang gelombang 580 nm dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan rata-rata diameter daerah hambatan sebesar 0,724 cm dan kesetaraannya dengan kloramfenikol adalah 90,8 mg/L.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Waktu Panen Bakteriosin Produk Kultur Bakteri Asam Laktat Isolat No.7 - Ubaya Repository

Waktu Panen Bakteriosin Produk Kultur Bakteri Asam Laktat Isolat No.7 - Ubaya Repository

Isolat bakteri asam laktat no.7 telah terbukti memproduksi bakteriosin yang mempunyai daya antimikroba terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus sehingga berpeluang untuk digunakan sebagai pengawet. Produk bakteriosin dapat diperoleh dari kultur bakteri asam laktat dan untuk itu perlu diketahui waktu panen kultur. Bakteri asam laktat dikultur pada lima macam waktu kultur yaitu 24 jam, 36 jam, 48 jam, 72 jam, dan 84 jam. Jumlah kumulatif produk bakteriosin dari lima macam waktu kultur tersebut akan digunakan untuk membuat kurva pembentukan produk bakteriosin sehingga dapat ditentukan waktu panen kultur. Jumlah kumulatif produk bakteriosin diamati secara tidak langsung dari aktivitas antimikrobanya. Produk bakteriosin di dapat dengan presipitasi ammonium sulfat pada kadar 40% dari supernatan kultur bakteri asam laktat isolat no.7. Bakteriosin yang di dapat dilarutkan dalam NaCl 0,9% untuk selanjutnya diuji daya antimikrobanya terhadap Staphylococcus aureus. Uji daya antimikroba dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cylinder cup. Daya antimikroba yang diamati adalah sebanding dengan jumlah produk bakteriosin. Dari hasil penelitian didapatkan waktu panen adalah 48 jam.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Produksi hormon asam indol-3-asetat oleh bakteri diazotrof endofitik dan aplikasinya pada tanaman kentang

Produksi hormon asam indol-3-asetat oleh bakteri diazotrof endofitik dan aplikasinya pada tanaman kentang

Bakteri diazotrof endofitik adalah bakteri yang hidup di jaringan tanaman dan menambat nitrogen. Inokulasi bakteri diazotrof endofitik dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui hormon tumbuh yang dihasilkannya, seperti asam indol-3-asetat (AIA). Seleksi bakteri adalah dengan mengukur produksi AIA oleh 14 isolat bakteri diazotrof endofitik. Hasil seleksi didapat lima isolat dengan AIA tertinggi (BBd1, BCr1.2, BPr2.3, KACP13, dan RIFCB2) dan satu isolat unggul (APK2.4) yang kemudian diinokulasikan pada tanaman kentang (Solanum tuberosum L. cv. Granola). Inokulasi dibedakan menjadi empat perlakuan: kultur murni, supernatan, pelet, dan supernatan diotoklaf. Pembanding adalah AIA sintetis dan blanko.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Karakterisasi Bakteri Isolat Bacillus sp. NTT 3a dan Bacillus sp. NTT 3e.

Karakterisasi Bakteri Isolat Bacillus sp. NTT 3a dan Bacillus sp. NTT 3e.

Verifikasi produksi AHL-laktonase oleh kedua bakteri menggunakan bioindikator Chromobacterium violaceum menunjukkan terbentuknya zona tidak ungu disekeliling paper disc pada cawan uji. Difusi AHL- laktonase yang terkandung dalam supernatan kultur dari paper disc ke media disekitarnya menyebabkan degradasi senyawa AI yang diekskresikan oleh C. violaceum. Degradasi senyawa AI tersebut menyebabkan sel-sel C. violaceum yang tumbuh di sekitar paper disc tidak dapat berkomunikasi sehingga tidak memproduksi pigmen violacein. AHL- laktonase secara spesifik menghidrolisis cincin lakton pada molekul L-homoserine lacton. Aktivitas enzim ini stabil pada suhu di bawah 37 o tetapi tidak stabil pada suhu yang tinggi (Wang et al. 2004).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

B1J010154 7.

B1J010154 7.

Gambar 4.3 Histrogram Hasil Pengukuran Zona Hambat kultur Lac3V terhadap C.. supernatan tidak dinetralkan……….[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...