Supervisi pembelajaran

Top PDF Supervisi pembelajaran:

04 modul sop supervisi pembelajaran

04 modul sop supervisi pembelajaran

Semenjak bertugas disebuah sekolah, seorang pengawas sekolah sering melaksanakan supervisi pembelajaran dengan melakukan kunjungan kelas. Selama kunjungan kelaspengawas tersebut mengisi format yang terdiri atasidentitas sekolah, nama guru, tanggal dan hari, aspek-aspek yang diamati, dan skornya. Setelah melaksanakan supervisi pembelajaran, pengawas sekolah menyimpan format isian pada map khusus. Para guru merasa sungkan menanyakan hasil supervisinya karena menjaga perasaan

48 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SD CANGKIRAN 2 SEMARANG  Pengelolaan Supervisi Pembelajaran di SD Cangkiran 2 Semarang.

PENGELOLAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SD CANGKIRAN 2 SEMARANG Pengelolaan Supervisi Pembelajaran di SD Cangkiran 2 Semarang.

Supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif (Herabudin, 2009:195). Salah satu jenis supervisi adalah supervisi pembelajaran, yang merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Teknik supervisi ialah cara-cara yang dilakukan supervisor dalam rangka usahanya untuk membantu atau meningkatkan guru-gurunya itu (Rifai, 1986: 130). Ada sejumlah teknik supervisi yang dipandang bermanfaat untuk merangsang dan mengarahkan perhatian guru-guru terhadap kurikulum dan pengajaran, untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang bertalian dengan mengajar dan belajar, dan untuk menganalisis kondisi-kondisi yang mengelilingi mengajar dan belajar. Menurut Purwanto (2006: 120-123) secara garis besar teknik yang digunakan dalam supervisi dibagi menjadi dua yaitu teknik perseorangan dan teknik kelompok
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SLB MUHAMMADIYAH SINDURJAN  PENGELOLAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SLB MUHAMMADIYAH SINDURJAN PURWOREJO.

PENGELOLAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SLB MUHAMMADIYAH SINDURJAN PENGELOLAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SLB MUHAMMADIYAH SINDURJAN PURWOREJO.

Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua jurusan dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik Pengumpulan data untuk memperoleh data empirik tentang pengelolaan supervisi pembelajaran di SLB Muhammadiyah Sindurjan Purworejo. Teknik analisis data menggunakan model analisis deskriptif yang tertata menurut situs.

17 Baca lebih lajut

07 silabus supervisi pembelajaran

07 silabus supervisi pembelajaran

4. Deskripsi Singkat : Supervisi pembelajaran merupakan materi pelatihan yang membahas bentuk bantuan professional kepada guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga guru dapat membantu siswa untuk belajar lebih aktif, kreatif,inofatif, efektif, efisien, dan menyenangkan melalui aktifitas mengamati, menanya, menalar, mencoba,dan mempresentasikan atau membentuk jejaring. Sedangkan, penilain berbasi kreativitas merupakan teknik dan bentuk penilaian yang dilakukan untuk meningkatkan potensi kreativitas siswa,yang meli[puti penilaian proses dan hasil pembelajaran peserta didik, misalnya dengan menggunkan penilain otentik dan portofolio. 5 .Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013, peserta mampu:
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

08 rp sap supervisi pembelajaran

08 rp sap supervisi pembelajaran

b. Penilaian berbasis kreativitas merupakan penilain untuk meningkatkan potensi siswa yang berbasisi penilain otentik dan meliputi penilian proses dan hasil pembelajaran peserta didik. 5. Tujuan Pembelajaran : a. Mampu m emberikan praktekkan model supervisi pembelajaran

4 Baca lebih lajut

SUPERVISI PEMBELAJARAN TEMATIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH

SUPERVISI PEMBELAJARAN TEMATIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH

Pelaksanaan supervisi dimulai dari berdiri dan di akuinya MI NU Baitul Mukminin yakni pada tahun 2002 yang mana yayasan Baitul Mukminin menjadi BPPM NU (Badan Pelaksana Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama) Baitul Mukminin, sesuai dengan akta notaries tahun 2002. Dari tahun ke tahun yang mengharuskan lembaga pendidikan mengikuti arus berjalannya pendidikan, kurikulumpun juga harus sesuai. Mulai dari KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang berlangsung sampai tahun 2006, kemudian dilanjutkan ke KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006, dan dilanjutkan kurikulum 2013 yang dikenal dengan K-13. Dari sinilah supervisi pembelajaranpun mengikuti kearah mana tujuan pendidikan akan dilaksanakan. Pada dasarnya supervisi pembelajaran tematik ini mulai dilaksanakan ketika kurikulum 2013 dijalankan yakni sekitar tahun ajaran 2014-2015 akan tetapi di MI NU Baitul Mukminin sendiri menerapkan hanya untuk mata pelajaran agama. Mulai dilaksanakan pembelajaran tematik untuk kelas I dan kelas IV baik mata pelajaran umum maupun mata pelajaran agama mulai tahun ajaran 2017-2018, dan pelaksanaan supervisi pembelajaran tematikpun dilaksanakan dengan sebaik mungkin demi menunjang kegiatan belajar mengajar. Pelaksanaan pembelajaran tematik ini dikarenakan adanya kewajiban bagi kabupaten Kudus tingkat Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah. Pada mulanya pembelajaran tematik ini sudah digunakan untuk semua mata pelajaran, namun ada beberapa kendala di madrasah kemudian hanya diwajibkan untuk mata pelajaran agama. Akan tetapi di tahun pelajaran 2017-2018 ini resmi mengunakan pembelajaran tematik secara keseluruhan untuk kelas I dan kelas IV sehingga supervisi pembelajaran temaktikpun berjalan lebih terstruktur.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di SMP Negeri Kecamatan Kaway Xvi Kabupaten Aceh Barat | Mujiam | Intelektualita 407 751 1 SM

Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Oleh Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di SMP Negeri Kecamatan Kaway Xvi Kabupaten Aceh Barat | Mujiam | Intelektualita 407 751 1 SM

Supervisi merupakan salah satu keharusan untuk menstimulir, mengkoordinasi dan membimbing guru-guru agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan profesional. Kepala sekolah sebagai top manager sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemampuan profesional guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: program supervisi, pelaksanaan supervisi, dan kendala yang ditemui kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan profesional guru di SMP Negeri Kecamatan Kaway XVI, dengan menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru-guru, dan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Program supervisi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru disusun oleh kepala sekolah dan terdokumentasi, yang meliputi program kerja tahunan dan semesteran. Hal ini berdampak positif terhadap keefektifan proses pembelajaran. Kepala sekolah sebagai supervisor tetap melaksanakan kegiatan supervisi, mengadakan pembinaan, membimbing, dan mengarahkan guru untuk peningkatan kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran. 2) Pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah mengarah pada upaya peningkatan kompetensi profesional guru. Kegiatan supervisi yang dilaksanakan meliputi bimbingan kelas, observasi kelas, dan kunjungan kelas. Kegiatan ini berdampak positif bagi guru karena mampu meningkatkan motivasi mereka untuk senantiasa mempersiapkan perangkat pembelajaran sebelum mengajar. 3) Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan supervisi adalah keterbatasan waktu bagi kepala sekolah untuk menentukan jadwal supervisi, masih ada sebagian kecil guru kurang mendukung kegiatan supervisi mengajar bila disupervisi oleh kepala sekolah untuk melihat proses pembelajaran yang dilakukannya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SD CANGKIRAN 2 SEMARANG  Pengelolaan Supervisi Pembelajaran di SD Cangkiran 2 Semarang.

PENGELOLAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN DI SD CANGKIRAN 2 SEMARANG Pengelolaan Supervisi Pembelajaran di SD Cangkiran 2 Semarang.

Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) perencanaan supervisi pembelajaran di SD Cangkiran 2 Semarang, (2) pelaksanaan supervisi pembelajaran di SD Cangkiran 2 Semarang, dan (3) pertemuan balikan supervisi pembelajaran di SD Cangkiran 2 Semarang. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dengan desain etnografi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Supervisi pembelajaran di SD Cangkiran 2 Semarang dilakukan dengan penuh perencanaan. Kepala sekolah mempersiapkan tiga instrumen supervisi yang meliputi instrumen administrasi, instrumen pelaksanaan pembelajaran, dan instrumen kelas. Guru yang disupervisi digilir sesuai dengan nomor urut kepegawaian (DUK). (2) Supervisi pembelajaran di SD Cangkiran 2 Semarang dilaksanakan dengan teknik observasi kelas. Kepala sekolah masuk kelas sesuai dengan jadwal yang ditentukan dengan membawa instrumen supervisi dan alat perekam yang sudah dipasang sebelumnya. Adapun hal yang dinilai oleh kepala sekolah meliputi administrasi guru, pelaksanaan pembelajaran dan juga pengelolaan kelas. (3) Pertemuan balikan supervisi pembelajaran SD Cangkiran 2 Semarang dilakukan satu hari setelah supervisi dilaksanakan. Pertemuan balikan tersebut membahas hasil supervisi terutama kelebihan dan kekurangan guru yang melibatkan guru yang disupervisi dan juga teman sejawat. Kepala sekolah menggunakan prinsip kontekstual dalam membahas hasil supervisi dan menayangkan hasil rekaman dari aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS SUPERVISI PEMBELAJARAN

ANALISIS SUPERVISI PEMBELAJARAN

ANALISIS SUPERVISI PEMBELAJARAN Slamet Trihartanto Widyaiswara LPMP Jawa Tengah... Instrumen Supervisi Pembelajaran Kurikulum 2013 Dikdas A.[r]

8 Baca lebih lajut

Draft Panduan Supervisi Pembelajaran di SD

Draft Panduan Supervisi Pembelajaran di SD

Model supervisi artistik menuntut seorang supervisor dalam melaksanakan tugasnya harus berpengetahuan, berketerampilan, dan memiliki sikap arif. Seperti diungkapkan oleh Jasmani dan Mustofa (2013; 31) model supervisi artistik mendasarkan diri pada bekerja untuk orang lain (working for the other), bekerja dengan orang lain (working with the other), dan bekerja melalui orang lain (working through the other). Oleh karena itu, pelaksanaan supervisi tentunya mengandung nilai seni (art). Menurut Sergiovanni model supervisi artistik memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Instrumen Supervisi Pembelajaran  Kur 2013

Instrumen Supervisi Pembelajaran Kur 2013

Memfasilitasi siswa dalam membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis secara individu maupun kelompok.. Memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja secara i[r]

3 Baca lebih lajut

Instrumen Supervisi Pembelajaran Kurikulum 2013

Instrumen Supervisi Pembelajaran Kurikulum 2013

Memfasilitasi siswa dalam membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis secara individu maupun kelompok.. Memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja secara i[r]

3 Baca lebih lajut

Intrumeb Supervisi Pembelajaran Kur 2006

Intrumeb Supervisi Pembelajaran Kur 2006

Melibatkan siswa dalam mencari informasi dan belajar dari aneka sumber dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru 3= Baik 2= Cukup 1= Kurang b.. Menggunakan beragam pendekatan[r]

4 Baca lebih lajut

Model Hasil Supervisi Pembelajaran

Model Hasil Supervisi Pembelajaran

Menyesuaikan materi dengan tujuan yang hendak dicapai x Penyajian materi kurang sistematis, aktivitas siswa kurang berkembang dalam membuka peluang Diskusi siswa sudah berjalan baik[r]

8 Baca lebih lajut

INSTRUMEN SUPERVISI PEMBELAJARAN DAN ADMINISTRASI GURU

INSTRUMEN SUPERVISI PEMBELAJARAN DAN ADMINISTRASI GURU

Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan,atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian remedial / pengayaan.. Kepala Sekolah Guru Kelas/ Mapel ....[r]

6 Baca lebih lajut

BAHAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SUPERVISI PEMBELAJARANPADA KURIKULUM 2013 TERHADAP GURU DANKEPALASEKOLAH

BAHAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SUPERVISI PEMBELAJARANPADA KURIKULUM 2013 TERHADAP GURU DANKEPALASEKOLAH

Selamat! Saudara telah mampu memahami salah satu modelsupervisi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan kurikulum 2013. Saudara pasti sudah siap untuk berlatih melaksanakan simulasi supervisi pembelajaran tersebut. Salah satu kegiatan pokok dalam simulasi ini adalah cara melakukan feed backatau balikan. Cara yang dipilih dalam melakukan balikan tersebut menggunakan teknik coaching dengan model GROW ME. Kegiatan ini sangat penting Saudara lakukan sebagai wahana untuk berbagi pengalaman,menemukan kekuatan dan kelemahan, dan melakukan perbaikan dalam melakukan simulasiuntuk pelaksanaan yang sesungguhnya di lapangan ketika melakukan supervisi pembelajaran kepada guru dan kepala sekolahbinaan masing-masing lebih sempurna.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

03. KUMPULAN LK PS Lembar Kerja

03. KUMPULAN LK PS Lembar Kerja

4. Tuliskan juga pendapat Saudara apakah contoh instrumen supervisi pembelajaran/PKG/PKKS dapat memotret proses pembelajaran peserta didik dalam kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mempresentasikannya dengan menggunakan pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau inkuiri dan disvovery dan/atau project based learning

55 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN SUPERVISI KELAS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD SWASTA MUHAMMADIYAH PANCURBATU KABUPATEN DELI SERDANG - Repository UIN Sumatera Utara

EFEKTIVITAS PELAKSANAAN SUPERVISI KELAS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD SWASTA MUHAMMADIYAH PANCURBATU KABUPATEN DELI SERDANG - Repository UIN Sumatera Utara

Berdasarkan observasi awal, bahwa pelaksanaan supervisi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Swasta Muhammadiyah Pancurbatu Kabupaten Deli Serdang, perencanaan telah dibuat dan disusun, hanya saja nampaknya masih kurang terencana dengan baik dan belum terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga untuk rencana mingguan tidak dapat di ukur, karena memang tidak pernah memenuhi sasaran. Apalagi bila diakumulasikan pada kegiatan bulanan, rata-rata belum pernah tercapai. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh pengawas yang ditemukan peneliti antara lain, tugas-tugas kedinasan di luar supervisi yang cukup padat, banyaknya sekolah binaan yang merupakan beban yang cukup memberatkan
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

6. Supervisi Akademik

6. Supervisi Akademik

Pak Djoko, Kepala Sekolah SMPN XX Kota K baru saja diangkat sebagai Kepala Sekolah. Memahami salah satu tugasnya sebagai supervisor, pak Djoko melaksanakan supervisi akademik. Dia secara tiba-tiba masuk kelas dimana saya mengajar, dan mengamati proses pembelajaran, dengan instrumen supervisi. Saya merasa salah tingkah di depan siswa. Saya melihat kepala sekolah asyik mencentangi dan menulis sesuatu yang ada diinstrumennya. Setelah pembelajaran selesai, ia ke luar kelas dan kembali ke ruangannya. Setelah disupervisi, saya merasa tidak nyaman, dan dalam hati saya pasti sebentar lagi saya dipanggil kepala sekolah. Saya menceritakan hal ini kepada guru lainnya, dan teman guru yang pernah disupervisi ternyata juga mengalami hal yang sama, dan tidak ada tindak lanjutnya. Berdasarkan pengalaman ini, sehingga saya berpikir bahwa supervisi akademik Sejak peristiwa itu, sampai sekarang tak terasa satu tahun ajaran telah berlalu, hingga saya memperoleh daftar penilaian kinerja berupa DP3, yang hasilnya rata-rata baik. Akhirnya saya bertanya dalam hati, bagaimana sebenarnya proses supervisi ini, dan apakah kekurangan saya serta tindaklanjutnya.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Koordinasi Komunikasi dan Supervisi MBS

Koordinasi Komunikasi dan Supervisi MBS

Pada dasarnya guru memiliki cukup tinggi untuk berkreasi dan berkinerja namun banyak factor yang menghambat mereka dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Oleh karena itu diperlukan pembinaan yang berlangsung secara berkesinambungan dan terus-menerus dengan program yang terarah dan sistematis. Hal ini lebih diperlukan lagi untuk implementasi paradigm pendidikan baru seperti MBS. Program pembinaan guru dan personil pendidikan dinamakan supervisi. Supervisi pendidikan dpat dimaknai sebagai kegiatan pemantauan oleh kepala sekolah dan Pembina terhadap implementasi MBS termasuk pelaksanaa kurikulum, penilaiankegian belajar mengajar di kelas, pelurusan penympangan, peningkatan keadaan, perbaikan program, dan pengembangan kemampuan professional gur.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...