Surakarta Hadiningrat

Top PDF Surakarta Hadiningrat:

ISTILAH-ISTILAH SESAJI WILUJENGAN NAGARI DI SASANA HANDRAWINA KERATON SURAKARTA HADININGRAT (Suatu Kajian Etnolinguistik)

ISTILAH-ISTILAH SESAJI WILUJENGAN NAGARI DI SASANA HANDRAWINA KERATON SURAKARTA HADININGRAT (Suatu Kajian Etnolinguistik)

KSH merupakan pusat dan sumber kebudayaan Jawa. KSH disebut Keraton Kasunanan Surakarta, didirikan oleh Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono II pada tanggal 17 Sura tahun Je 1670 atau bertepatan 17 Februari 1745, hari Rabu. Adapun tanggal berdirinya Keraton Surakarta Hadiningrat ini diambil dari ”kepindahan” Keraton Kart asura ke Desa Sala pada hari Rabu tanggal 17 bulan Sura tahun Je 1670, sinengkalan ”KOMBUL ING PUDYA KAPYARSI ING NATA” (tahun 1670 Jawa) atau tanggal 17 Pebruari 1745 (Sri Winarti, 2002: 23). KSH sampai saat ini masih dihormati keberadaannya oleh masyarakat Jawa.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Tradisi Tingalan Dalem Jumenengan di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Tradisi Tingalan Dalem Jumenengan di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Karaton berfungsi sebagai ekspresi mikrokosmos dari bentuk makrokosmos yang dapat ditiru oleh masyarakat. Raja menjadi obyek paling utama dan suci, dan dari dirinyalah seluruh sistem berputar. Karena raja sebagai pusat pemerintahan, maka akhirnya karaton pun menjadi pusat budaya, acuan nilai, adat, aturan, dan sumber ilmu bagi masyarakat dan lingkungannya baik secara fisik dan non fisik. Dalam konsep orang Jawa tentang organisme negara, raja atau ratulah yang menjadi eksponen mikrokosmos negara. Pandangan tentang alam yang terbagi dalam mikrokosmos dan makrokosmos adalah sesuatu yang pokok bagi pandangan dunia orang Jawa (Soemarsaid Moertono, 1985: 32). Sampai saat ini Karaton Surakarta Hadiningrat masih sangat dihormati keberadaannya oleh masyarakat Jawa. Masyarakat Jawa menganggap bahwa Karaton Surakarta Hadiningrat merupakan pusat dan sumber kebudayaan Jawa. Warisan budaya Karaton Surakarta Hadiningrat kaya akan makna dan ajaran hidup bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu warisan budaya Krataon bisa menjadi salah satu alternatif bagi orientasi perjalanan hidup manusia.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

KAJIAN BATIK LARANGAN POLA PARANG BARONG DI KERATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT

KAJIAN BATIK LARANGAN POLA PARANG BARONG DI KERATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT

This research aimed to find out: (1) parang barong design in Kasunanan Surakarta Hadiningrat Palace, (2) the philosophy underlying the creation of parang barong design of batik larangan (prohibited batik) in Kasunanan Surakarta Hadiningrat Palace, (3) the process of producing parang barong design of batik larangan in Kasunanan Surakarta Hadiningrat Palace, and (4) the function of parang barong design of batik larangan in Kasunanan Surakarta Hadiningrat Palace.

23 Baca lebih lajut

Proses Produksi Wacana Rekonsiliasi Keraton (Studi Fenomenologi pada Berita Rekonsiliasi Keraton Surakarta Hadiningrat di  Proses Produksi Wacana Rekonsiliasi Keraton Studi Fenomenologi pada Berita Rekonsiliasi Keraton Surakarta Hadiningrat di Harian Umum

Proses Produksi Wacana Rekonsiliasi Keraton (Studi Fenomenologi pada Berita Rekonsiliasi Keraton Surakarta Hadiningrat di Proses Produksi Wacana Rekonsiliasi Keraton Studi Fenomenologi pada Berita Rekonsiliasi Keraton Surakarta Hadiningrat di Harian Umum

Alhamdulillahi robbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah berkenan melimpahkan segala rahmat, nikmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul: Konflik Budaya Dalam Bingkai Media (Studi Proses Produksi Media pada Kasus Berita Rekonsiliasi Keraton Surakarta Hadiningrat di Harian Umum SOLOPOS bulan Mei- Juni 2012). Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi persyaratan guna mencapai gelar sarjana ilmu komunikasi pada Fakultas Komunikasi dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ISTILAH PERLENGKAPAN SESAJI JAMASAN NYAI SETOMIDI SITI HINGGIL KERATON SURAKARTA HADININGRAT

ISTILAH PERLENGKAPAN SESAJI JAMASAN NYAI SETOMIDI SITI HINGGIL KERATON SURAKARTA HADININGRAT

Alhamdulillah, segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah mengizinkan penulis menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Istilah Perlengkapan Sesaji Jamasan Nyai Setomi di Sitihinggil Keraton Surakarta Hadiningrat (Suatu Tinjauan Etnolinguistik)”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan guna mencapai gelar Sarjana Sastra jurusan Sastra Daerah FSSR UNS Surakarta.

62 Baca lebih lajut

ANALISIS RESEPSI MASYARAKAT SURAKARTA TERHADAP KONFLIK KERATON SURAKARTA MENGENAI PENGUKUHAN K.G.P.H  Analisis Resepsi Masyarakat Surakarta Terhadap Konflik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Mengenai Pengukuhan K.G.P.H Panembahan Agung Tedjowulan Se

ANALISIS RESEPSI MASYARAKAT SURAKARTA TERHADAP KONFLIK KERATON SURAKARTA MENGENAI PENGUKUHAN K.G.P.H Analisis Resepsi Masyarakat Surakarta Terhadap Konflik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Mengenai Pengukuhan K.G.P.H Panembahan Agung Tedjowulan Se

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat adalah simbol Kota Surakarta yang juga sebagai salah satu tempat wisata. Keraton Kasunanan Surakarta selalu menjaga dan mempertahankan budaya dan tradisi yang telah ada dari jaman dulu hingga sekarang. Pertengahan tahun 2013, Keraton Kasunanan Surakarta mengalami konflik internal yang berujung pada kisruhnya Keraton. Konflik internal yang terjadi antara kubu Dwitunggal dan kubu Lembaga Dewan Adat tersebut juga membuat warga di lingkungan Keraton resah.

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ASPEK PENDIDIKAN NILAI RELIGIUS DALAM UPACARA ADAT KIRAB PUSAKA MALAM I SURA ( Studi Kasus di Kraton Surakarta Hadiningrat ).

PENDAHULUAN ASPEK PENDIDIKAN NILAI RELIGIUS DALAM UPACARA ADAT KIRAB PUSAKA MALAM I SURA ( Studi Kasus di Kraton Surakarta Hadiningrat ).

Kraton Surakarta merupakan bekas istana kerajaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Kraton Kartasura yang porak-poranda akibat geger pacinan tahun 1743. Istana terakhir Kerajaan Mataram didirikan di desa Sala. Setelah resmi istana kerajaan Mataram selesai dibangun, nama desa itu diubah menjadi Surakarta Hadiningrat. Istana ini pula menjadi saksi bisu penyerahan kedaulatan Kerajaan Mataram oleh Sunan Pakubuwono II kepada VOC di tahun 1749. Setelah perjanjian Giyanti resmi bagi Kasunan Surakarta sampai dengan resmi menghapus Kasunanan Surakarta dan menjadikannya sebuah Karesidenan langsung dibawah Presiden Indonesia.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pemodelan Benda Budaya Di Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Menggunakan Teknik Sub Object Modeling

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pemodelan Benda Budaya Di Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Menggunakan Teknik Sub Object Modeling

Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat adalah museum yang terletak di Solo menyimpan banyak benda-benda warisan kebudayaan Jawa. Namun keterbatasan waktu, biaya dan lokasi menyebabkan tidak semua orang dapat melihat secara langsung benda-benda tersebut sehingga akses terhadap benda-benda tersebut menjadi terbatas. Dengan adanya virtual museum berbasis web yang mencangkup isi content pemodelan benda budaya di museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diharapkan aksesbilitas terhadap benda budaya tersebut menjadi lebih mudah dan membantu dalam pelestariannya. Penerapan modeling 3D dalam virtual museum tersebut menunjang penyajian berbagai informasi dan pengetahuan tentang benda bersejarah kebudayaan Jawa yang ada di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dengan lebih menarik dan interaktif.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

EKSISTENSI TATA RUANG KERATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT TAHUN 2008

EKSISTENSI TATA RUANG KERATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT TAHUN 2008

pintu. Halaman Sasono Pabasuyasa dialasi dengan pasir hitam dari pantai selatan dan ditumbuhi oleh berbagai pohon langka antara lain 76 batang pohon Sawo Kecik (Manilkara kauki; Famili Sapotaceae). Selain itu halaman ini juga dihiasi dengan patung-patung bergaya eropa. Kompleks ini memiliki bangunan utama diantaranya adalah Sasana Sewaka, Dalem Ageng Prabasuyasa, Sasana Handrawina, dan Panggung Sangga Buwana. Sasana Sewaka merupakan bangunan peninggalan pendapa istana Kartasura. Sasana Sewaka pernah mengalami kebakaran di tahun 1985. Di bangunan ini pula Susuhunan bertahta dalam upacara-upacara kebesaran kerajaan seperti garebeg dan ulang tahun raja. Di sebelah barat Sasana ini terdapat Sasana Parasdya, sebuah peringgitan. Di sebelah barat Sasana Parasdya terdapat Dalem Ageng Prabasuyasa. Dalem Ageng Prabasuyasa merupakan bangunan inti dan terpenting dari seluruh Keraton Surakarta Hadiningrat. Di tempat inilah disemayamkan pusaka-pusaka dan juga tahta raja yang menjadi simbol kerajaan.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Orientasi Kerja Pada Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

PENDAHULUAN Orientasi Kerja Pada Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Salah satu elemen Keraton adalah terdapat orang-orang yang bekerja di keraton yang sering disebut Abdi Dalem. Menurut sebuah pustaka keraton, Sasono Pustoko (dalam Alimin, dkk, 2007) Abdi Dalem adalah orang-orang yang bekerja di keraton atau mengabdi pada raja. Abdi Dalem sebagai pegawai keraton melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab, kedisiplinan, totalitas, serta menjunjung tinggi budaya dan tradisi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Animo Abdi Dalem untuk mengabdi didasari motivasi, semangat pengabdian, loyalitas, dan dedikasi tinggi untuk ngurip-urip keraton (Suara Merdeka, 28 Februari 2004). Abdi Dalem sendiri beranggapan menjadi abdi dalem merupakan suatu pengabdian sebagai abdining kanjeng sinuwun , dalam bahasa Indonesia adalah abdinya Sultan atau Raja, atau dapat diartikan lagi kesetiaan kepada Sultan dan penguasa alam ini (Tuhan YME), setia terhadap yang menguasai keadaan alam ini dan setia dengan penguasa yang dapat diartikan sebagai Sultan atau Raja. Menurut Lombart (dalam Alimin, 2007), seorang Abdi Dalem harus memiliki “tiga ciri utama”, yait u berupa kesetiaan (setya) , kerendahan hati (sadu) , dan
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Dakwah Kultural KGPH Puger dalam Mengatasi Radikalisme Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Dakwah Kultural KGPH Puger dalam Mengatasi Radikalisme Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Dalam konteks ruang historis-kultural semacam itu, serta dalam kepungan realitas modern, apa yang kemudian KGPH Puger pikirkan adalah jawaban solutif. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki warisan-warisan intelektual dan khazanah kebudayaan yang toleran. Sementara di sisi yang berseberangan, masyarakat hidup dalam kungkungan perbedaan ormas yang sangat variatif. KGPH Puger berpikir bahwa datangnya seorang sosok raja yang bijaksana ( wicaksono ) adalah satu-satunya harapan yang tersisa. Bijaksana yang dimaksud adalah karakter atau kemampuan untuk menembus batas-batas perbedaan, dan meraih titik temu yang mampu mempersatukan, sehingga Bhinneka Tunggal Ika bukan prinsip omong kosong tanpa contoh konkrit yang aplikatif.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Upacara Selikuran Keraton Surakarta Hadiningrat

Upacara Selikuran Keraton Surakarta Hadiningrat

Maksud penyelenggaraan kegiatan Upacara Selikuran di Keraton Surakarta Hadiningrat ialah untuk mendapatkan keselamatan baik lahir maupun batin. Disamping itu juga untuk melestarikan kebudayaan dan untuk mengingat peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW pada waktu mendapatkan wahyu di gua Hira. Wahyu tersebut kemudian dikumpulkan sampai sekarang terkenal dengan nama Kitab Al Qur’an di turunkan didunia sebagai petunjuk dan sebagai pedoman bagi umat manusia di dunia untuk mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat.

15 Baca lebih lajut

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI, SESAJI MAHESA LAWUNG DALAM TRADISI RITUAL DI KERATON SURAKARTA HADININGRAT

BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI, SESAJI MAHESA LAWUNG DALAM TRADISI RITUAL DI KERATON SURAKARTA HADININGRAT

Dumugi jaman karaton ing nagari Kartasura jumeneng dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Paku Buwana Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Kalih miyosipun wilujengan nagari Mahesa Lawung taksih lestari manggen wonten wulan wiwitaning tahun. Hamaremgi ing dinten Rebo Pahing 17 Sura Je tahun 1670, Ingkang Sinuhun Paku Buwana Kaping Kalih pindhah kadhaton saking Kartasura ngedhaton ing nagari Surakarta Hadiningrat. Dumugining satus dinten ing dinten kemis legi 26 Rabungul Akir Je tahun 1670 lestari wilujeng boten wonten alangan setunggal punapa, mila lajeng dhawuh dalem nindakaken wilujengan. Kaparenging karsa dalem Mahesa Lawung kapindhah wonten ing wulan Bakda Mulud utawi Rabingul Akir kadhawahaken ing dinten pasowanan ingkang pungkasan inggih menika menawi boten Senan utawi Kemis. Pasowanan ing bangsal Pancaniti menika saben dinten Senen utawi dinten Kemis. Dene kangge tahun menika dhawah dinten Kemis Wage 19 Februari 2015, dene 17 Sura kala emben dhawahipun tanggal 10 November 2014 ngantos dinten menika pas 100 dinten. Mekaten sejarah ringkes wontenipun tata cara sesaji Mahesa Lawung.
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

The potentials of karaton surakarta hadiningrat as tourist attraction in solo, central java ummul

The potentials of karaton surakarta hadiningrat as tourist attraction in solo, central java ummul

In accordance with R. Ay. Sri Winarti P. (2004, p. 15) and the citation from the official website of Karaton Surakarta Hadiningrat, www.karatonsurakarta.com, in 16 century before Dutch colonized Dutch East Indies, Indonesia, which used to be called Nusantara (Archipelago) consists of several kingdoms competing each other to have an authority of Java island. The last kingdom is known as Mataram II, which was founded by Prince Senopati in 1587. In his golden age, the influence of the kingdom is not only extended to Java Island but also to the state, which is today called Malaysia. Still under the administration of King Hamangkurat II, Mataram Kingdom, which used to be situated in Kota Gede, had moved for several times during 1587-1680. He is the king who founded palace in Kartasura, near Solo city, too. However, in the ages of his government, the relation between the Kingdom and Dutch was getting worse. When Hamangkurat III to ok over his father’s position, Dutch allied with his competitive prince, Sunan Paku Bunowo I, to help him to be the new king.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

ANALISIS RESEPSI MASYARAKAT SURAKARTA TERHADAP KONFLIK KERATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT MENGENAI  Analisis Resepsi Masyarakat Surakarta Terhadap Konflik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Mengenai Pengukuhan K.G.P.H Panembahan Agung Tedjowulan

ANALISIS RESEPSI MASYARAKAT SURAKARTA TERHADAP KONFLIK KERATON KASUNANAN SURAKARTA HADININGRAT MENGENAI Analisis Resepsi Masyarakat Surakarta Terhadap Konflik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Mengenai Pengukuhan K.G.P.H Panembahan Agung Tedjowulan

Tiffany Renatasari, L100100012, Analisis Resepsi Masyarakat Surakarta Terhadap Konflik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Mengenai Pengukuhan K.G.P.H. Panembahan Agung Tedjowulan Sebagai Maha Menteri Di Surat Kabar Solopos Edisi 26 – 31 Agustus 2013, Skripsi, Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2010.

13 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Visualisasi Bangunan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Media Informasi Berbasis Animasi 3D

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Visualisasi Bangunan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Media Informasi Berbasis Animasi 3D

Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan Karaton tertua di Indonesia yang memiliki nilai budaya tinggi dan berbudi luhur baik berbentuk fisik maupun non fisik. Salah satu yang berbentuk fisik adalah bangunan di Karaton Surakarta. Bangunan di Karaton Surakarta memiliki filosofi untuk mencapai kesempurnaan hidup antara manusia dengan Tuhan. Belum adanya media yang menjelaskan mengenai hal tersebut, membuat masyarakat mulai melupakan budi luhur yang diajarkan dalam budaya Jawa. Perancangan Visualisasi Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai media Informasi dengan 3D ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai fungsi dan filosofi Karaton Surakarta, agar masyarakat mengetahui dan lebih menghargai kebudayaan Jawa, sehingga budaya yang sudah turun temurun tidak hilang dan diganti dengan budaya baru. Hasilnya adalah visualisasi media informasi dengan 3D yang menarik minat dan antusias masyarakat. Bahasa yang digunakan jelas dan mudah dimengerti, sehingga masyarakat mudah memahami informasi yang ingin disampaikan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG PERTUNJUKAN KESENIAN PADA TAMAN BUDAYA VASTERNBURG DI SURAKARTA HADININGRAT.

LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG PERTUNJUKAN KESENIAN PADA TAMAN BUDAYA VASTERNBURG DI SURAKARTA HADININGRAT.

haturkan kepada Tuhan Yesus Kristus di surg ala rahmat, karunia, dan perlindungan-Nya, maka iah penulisan Tugas Akhir yang berjudul Gedun udaya Vasternburg di Surakarta Hadiningrat ini de miah penulisan Tugas Akhir ini merupakan sala wa strata satu (S1) pada Program Studi Arsite

24 Baca lebih lajut

ASPEK PENDIDIKAN NILAI RELIGIUS  DALAM UPACARA ADAT KIRAB PUSAKA MALAM I SURA   ASPEK PENDIDIKAN NILAI RELIGIUS DALAM UPACARA ADAT KIRAB PUSAKA MALAM I SURA ( Studi Kasus di Kraton Surakarta Hadiningrat ).

ASPEK PENDIDIKAN NILAI RELIGIUS DALAM UPACARA ADAT KIRAB PUSAKA MALAM I SURA ASPEK PENDIDIKAN NILAI RELIGIUS DALAM UPACARA ADAT KIRAB PUSAKA MALAM I SURA ( Studi Kasus di Kraton Surakarta Hadiningrat ).

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek pendidikan nilai religius dalam upacara adat Kirab Pusaka Malam 1 Sura di Kraton Surakarta Hadiningrat. Kirab pusaka adalah upacara adat yang dilaksanakan oleh Kraton Surakarta Hadiningrat, yang merupakan cabang budaya berupa tatacara kraton. Upacara adat Kirab Pusaka Malam 1 Sura tidak hanya sebagai sarana memanjatkan doa dan mencari berkah saja tetapi juga sebagai bentuk penyampaian nilai religius kepada masyarakat disekitarnya. Penelitian ini bertujuan: 1)Menggambarkan latar belakang upacara adat Kirab Pusaka Malam 1 Sura di Kraton Surakarta Hadiningrat, 2)Mendeskripsikan prosesi pelaksanaan upacara adat Kirab Pusaka 1 Sura di Kraton Surakarta Hadiningrat, 3)Mendeskripsikan aspek pendidikan nilai religius yang terdapat dalam upacara adat Kirab Pusaka Malam 1 Sura di Kraton Surakarta Hadiningrat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey yang digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data.Subyek penelitiannya adalah Kepala Museum dan pariwisata, Pengageng sasana pusataka dan abdidalem Kraton Surakarta Hadiningrat. Sumber data diperoleh dari beberapa sumber yaitu informan, tempat dan peristiwa serta arsip maupun dokumen. Adapun tahapan pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Istilah istilah bangunan dalam lingkup siti hinggil karaton surakarta hadiningrat (suatu tinjauan etnolinguistik)

Istilah istilah bangunan dalam lingkup siti hinggil karaton surakarta hadiningrat (suatu tinjauan etnolinguistik)

Istilah-istilah bangunan Siti Hinggil Karaton Surakarta Hadiningrat banyak mengandung makna-makna kultural yang mencerminkan struktur pemikiran orang-orang Jawa, misalnya saja istilah bangunan yang bernama “kori mangu” [kɔri ma ŋu] yang oleh masyarakat Jawa digambarkan sebagai ketidak pastian di dalam aktifitas manusia, bahwa di dunia ini sebenarnya hanya keputusan yang pasti dan tepat dalam mengambil tindakan apapun yang dibutuhkan. Oleh karena itu, dalam makna kori mangu itu penggambaran keragu- raguan dalam bertindak, sehingga haruslah dipahami bahwa aturan-aturan dalam hidup ini dan segala sesuatunya akan kembali kepada Allah swt.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

The professionalism of the guiding technique in karaton surakarta hadiningrat triana

The professionalism of the guiding technique in karaton surakarta hadiningrat triana

Pemandu wisata di Karaton Surakarta Hadiningrat tidak hanya menjelaskan tentang informasi dari objek wisata tetapi membuatnya menarik dan tidak terlupakan oleh pengunjung dengan menggunakan strategi untuk menarik pengunjung seperti membuat hubungan yang baik dengan pengunjung, menarik rasa keingintahuan dari pengunjung, memasukkan lelucon selama memandu, dan menceritakan tentang daya tarik objek wisata atau menceritakan tentang kejadian mistis di objek wisata. Selain itu, pemandu wisata Karaton Surakarta Hadiningrat dapat menangani masalah dari pengunjung seperti pengunjung yang kehilangan barang mereka dan keluhan dari pengunjung.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...