Systemic Lupus Erythematosus

Top PDF Systemic Lupus Erythematosus:

Pattern Picture Antinuclear antibodies (ANA) and Symptoms at the American College of Rheumatology (ACR) on Patients with Systemic Lupus Erythematosus at Hasan Sadikin Hospital (RSHS).

Pattern Picture Antinuclear antibodies (ANA) and Symptoms at the American College of Rheumatology (ACR) on Patients with Systemic Lupus Erythematosus at Hasan Sadikin Hospital (RSHS).

Systemic lupus erythematous (SLE) is an autoimmune disease involving multiple organs in the etiology and pathogenesis are not clear. Systemic Lupus Erythematosus pathogenesis is multifactorial involving environmental, genetic and hormonal. Lupus attacked young women with peak incidence at 15-40 years of age during the reproductive period the ratio of female and male 6 - 10:1. The aim of this study is the pattern that is often found in the ANA SLE in relation to symptoms in ACR in The Medicine Department, Hasan Sadikin Hospital in order to estimate the LES to see the alleged disease symptoms.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

KADAR SERUM LEPTIN TIDAK BERKORELASI DENGAN ATEROSKLEROSIS PADA PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS WANITA.

KADAR SERUM LEPTIN TIDAK BERKORELASI DENGAN ATEROSKLEROSIS PADA PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS WANITA.

Cardiovascular disease is the leading cause of death in the world. One of the diseases that cause the death of productive age due to cardiovascular events, namely systemic lupus erythematosus (SLE). Allegedly, SLE contribute to accelerate the onset of atherosclerosis. Changes in immune system function is recognized as a major explanation in the initiation and progression of atherosclerosis. The process of atherosclerosis begins in the endothelial lesions which cause endothelial lose function and leak. More recently, a lot of evidence was found in connection between atherosclerosis and the effects of hormones on the immune system, including its effect on autoimmune. One of the hormones associated with endothelial dysfunction is leptin. Leptin is known as hormone-like cytokine with pleiotropic action in modulating the immune response. Previous research carried out that obtain high leptin levels in SLE patients with atherosclerotic plaques, but the leptin levels weakly correlated with Carotid Intima Media Thickness (CIMT). Aim of this research to determine the correlation of serum leptin with
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT, PENGUKURAN AKTIVITAS PENYAKIT dan PEMBERIAN KONSELING PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE)

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT, PENGUKURAN AKTIVITAS PENYAKIT dan PEMBERIAN KONSELING PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE)

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah gangguan autoimun multisistem kronis yang ditandai dengan berkembangnya autoantibodi dan kompleks imun dalam berbagai manifestasi klinis dan kerusakan jaringan (Krishnamurthy and Mahadevan, 2011: 1). Menurut Yayasan Lupus Indonesia (YLI) dalam satu dasawarsa terakhir ini jumlah penderita SLE terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu diperlukan pengobatan yang tepat agar akibat yang ditimbulkan dari penyakit SLE tidak sampai berakibat fatal bagi penderitanya dan perlu dilakukan evaluasi penggunaan obat-obat pada pasien SLE.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KUAlITAS HIDUP PeNDeRITA SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) BeRDASARKAN LUPUSQOL

KUAlITAS HIDUP PeNDeRITA SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) BeRDASARKAN LUPUSQOL

Saat ini jumlah penderita Systemic Lupus Erythematosus (SLE) terus meningkat dari tahun ke tahun. Penyakit SLE ini diketahui banyak menyerang wanita dengan usia antara 15–45 tahun. Pengobatan untuk penderita SLE saat ini hanya berguna untuk meredakan atau menghilangkan gejala yang muncul, namun belum dapat menyembuhkan sepenuhnya, sehingga suatu saat gejala dapat kembali muncul. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kualitas hidup yang dimiliki oleh 13 penderita SLE ditinjau dari kesehatan fisik, kesehatan emosional, citra diri, rasa sakit, perencanaan, kelelahan, hubungan intim dan ketergantungan pada orang lain. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancang bangun studi kasus pada 13 orang penderita SLE yang bertempat tinggal di Surabaya dan merupakan anggota dari Yayasan Lupus Indonesia cabang Surabaya. Data primer diperoleh dari wawancara kepada responden dengan bantuan kuesioner LupusQol dan pengukuran berat badan dengan bantuan timbangan berat badan digital. Pada penelitian ini terdapat 13 orang penderita SLE dengan jenis kelamin wanita yang berusia antara 15–40 tahun, berpendidikan tinggi dengan status gizi yang normal, memiliki pekerjaan dan berpendapatan Rp > 1.740.000, telah menderita SLE > 5 tahun dan memiliki pengetahuan yang baik mengenai Lupus dan SLE. Kualitas hidup yang dimiliki oleh penderita SLE menunjukkan nilai yang baik di 3 aspek yakni pada aspek kesehatan fisik, kesehatan emosional, dan citra diri. Pada aspek kelelahan, rasa sakit dan ketergantungan pada orang lain masih ditemukan pasien yang memiliki kualitas buruk. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah responden yang merupakan penderita SLE mayoritas memiliki kualitas hidup yang cukup baik kecuali aspek rasa sakit, kelelahan dan ketergantungan pada orang lain.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis Jejaring Sosial untuk Orang dengan Penyakit Systemic Lupus Erythematosus Menggunakan R4 Framework

Analisis Jejaring Sosial untuk Orang dengan Penyakit Systemic Lupus Erythematosus Menggunakan R4 Framework

Choosing components of a social network for a specific and vague user target is a complex task. This study is focused on analyzing daily life components of people with Systemic Lupus Erythematosus (SLE). The aim of this study is to provide a guideline for developing a social network for people with SLE. This study uses Lean and Mean method complementing with R4 framework as a specific conceptual social web development framework. The guideline which has been made then compared to the popular social network, Facebook, to measure its implementation potential. It summarizes the potential with percentage of 78% for nine privacy and policy set, 33% for three unique user aspects, and 55% for ten objects with its 88 features. To accurate the estimations, the multi-criteria component object are analyzed using the Analytic Hierarchy Process by 9.38% of consistency ratio. It prioritizes the three most important objects needed by people with SLE such as medicine corner by 17.8%, spaces 15%, and medical history 13.7%.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Prevalensi Manifestasi Oral pada Pasien Systemic Lupus Erythematosus di Komunitas Lupus (Cinta Kupu) Sumatera Utara

Prevalensi Manifestasi Oral pada Pasien Systemic Lupus Erythematosus di Komunitas Lupus (Cinta Kupu) Sumatera Utara

Lupus erythematosus (LE) terdiri dari Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dan Discoid Lupus Erythematosus (DLE). Berbeda dengan DLE yang hanya akan menunjukkan manifestasi pada kulit, SLE merupakan tipe LE yang juga dapat menunjukkan manifestasi pada organ tertentu selain pada kulit. 13 Menurut para ahli reumatologi Indonesia, SLE adalah penyakit autoimun sistemik yang ditandai dengan adanya autoantibodi terhadap autoantigen, pembentukan kompleks imun, dan disregulasi sistem imun, sehingga terjadi kerusakan pada beberapa organ tubuh. Perjalanan penyakit SLE bersifat eksaserbasi yang diselingi periode sembuh. Pada setiap penderita, peradangan akan mengenai jaringan dan organ yang berbeda. Beratnya penyakit SLE dapat bervariasi, mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang menimbulkan kecacatan, tergantung dari jumlah dan jenis antibodi yang muncul dan organ yang terlibat. 14
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Systemic Lupus Erythematosus: Correlation between Sensory Knowledge, Self-efficacy, Preventive Action towards Trigger Factors, Self-care Practice and Quality of Life - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Systemic Lupus Erythematosus: Correlation between Sensory Knowledge, Self-efficacy, Preventive Action towards Trigger Factors, Self-care Practice and Quality of Life - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Introduction: Systemic Lupus Erythematosus (lupus) and its complications could lower individual’s health-related quality of life (HRQOL). Self-care is highly needed for sustaining self-involvement in lupus management. People with lupus need to have proper sensory knowledge and high self-efficacy for implementing preventive action towards trigger factors and self-care practice. This study aims to explain the correlation between sensory knowledge, self-efficacy, preventive action towards trigger factors, self-care practice and HRQOL in lupus patients. Method: This is a cross-sectional study mixing the model of Self-Care and Precede Proceed. Population was all lupus patients doing regular check up in Rheumatology Unit of Dr. Soetomo Hospital in October-December 2014. Sample size was 36 chosen by total sampling. Independent variables: sensory knowledge, self-efficacy, preventive action towards trigger factors and self-care practice; dependent variable: HRQOL. Instruments: ODAPUS-HEBI and LUPUSPRO. Data analysis: regression te st; α≤0.05. Result: 36 females respondents participated; suffered disease for 0.5 – 12 years.. Age range: 20-44 years old. Mostly were high school graduates, married and actively working. Most respondents have high sensory knowledge and self-efficacy; optimum preventive action and self-care practice, but HRQOL was not optimal. All data were normally distributed. Only sensory knowledge proved to be linear with HRQOL. There was a weak significant correlation identified between sensory knowledge and HRQOL (r=0.344, p=0.040); while self-efficacy, preventive action and self-care practice proved to have no correlation with HRQOL (p>α). Conclusion: Sensory knowledge is correlated with HRQOL in people with lupus. Self- efficacy, preventive action towards trigger factors and self-care practice were proved to have no correlation.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengobatan Imunologik Dengan Terapi Sel Target Terhadap Systemic Lupus Erythematosus (Studi Pustaka).

Pengobatan Imunologik Dengan Terapi Sel Target Terhadap Systemic Lupus Erythematosus (Studi Pustaka).

Sampai saat ini pengobatan untuk Systemic Lupus Erythematosus masih terus diteliti, tetapi dengan berkembangnya teknologi biologi molekuler tidak tertutup harapan ditemukannya terapi yang lebih efektif dan lebih aman untuk penyakit Systemic Lupus Erithematosus (SLE), walaupun penelitian masih dilakukan, hasil

13 Baca lebih lajut

KADAR SERUM LEPTIN TIDAK BERKORELASI DENGAN ATEROSKLEROSIS PADA PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS WANITA.

KADAR SERUM LEPTIN TIDAK BERKORELASI DENGAN ATEROSKLEROSIS PADA PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS WANITA.

Penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian tertinggi di dunia. Salah satu penyakit yang menyebabkan kematian pada usia produktif akibat kejadian kardiovaskular yaitu systemic lupus erythematosus (SLE). Diduga kuat, SLE berkontribusi mempercepat timbulnya aterosklerosis. Perubahan fungsi sistem imun disadari sebagai penyumbang utama dalam inisiasi dan progresi aterosklerosis. Proses aterosklerosis dimulai pada satu lesi endotel yang mulai kehilangan fungsinya dan mengalami kebocoran. Baru-baru ini, banyak bukti ditemukan berhubung dengan efek hormon pada sistem imun termasuk efeknya pada autoimun. Salah satu hormon yang berhubungan dengan disfungsi endotel ialah leptin. Leptin dikenal sebagai hormon yang menyerupai sitokin dengan aksi pleiotropik dalam memodulasi respon imun. Penelitian yang dilakukan sebelumnya mendapatkan level leptin yang tinggi pada pasien SLE dengan plak aterosklerosis namun berkorelasi lemah dengan carotid Intima Media Thickness (cIMT). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui korelasi serum leptin dengan aterosklerosis pada pasien SLE.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Strategi kopling pada wanita penyandang systemic lupus erythematosus (SLE) - USD Repository

Strategi kopling pada wanita penyandang systemic lupus erythematosus (SLE) - USD Repository

Banyak orang belum mengetahui bahkan tidak mengenal apa itu penyakit lupus atau yang biasa disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus disingkat SLE. Bisono (2003 : 5)) mengatakan saat kita mendengar atau membaca kata “lupus”, kita cenderung menghubungkan nama tersebut dengan salah seorang tokoh remaja yang cukup terkenal pada era 1980-an. Kala itu, lupus menjadi idola banyak anak baru gede (ABG) terutama para wanita karena selain berwajah tampan, lupus juga lincah mengunyah permen karet dengan gayanya yang gaul dan trendy. Lupus menjadi sosok yang luar biasa. Kenyataan berkata sebaliknya jika lupus ini terfokus pada jenis penyakit yang tergolong bandel jika sudah bersemayam dalam tubuh penderitanya. Lupus bukanlah tokoh pemuda tanggung rekaan Hilman Hariwijaya dalam novel dan sinetron seperti yang dikenal oleh kebanyakan orang pada umumnya (Lahita, 1998 : 2)). Lupus bukan pula sebutan bagi para lansia yang merupakan akronim dari “lupa usia” yang biasa kita kenal selama ini (Diro, 2004 : 10)).
Baca lebih lanjut

429 Baca lebih lajut

Evaluasi Drug Related Problems (DRPS) pada pasien Autoimmune Hemolytic anemia (AIHA) dengan komplikasi Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di instalasi rawat inap RSUP dr. Sardjito Yogyakarta periode tahun 2009-2014.

Evaluasi Drug Related Problems (DRPS) pada pasien Autoimmune Hemolytic anemia (AIHA) dengan komplikasi Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di instalasi rawat inap RSUP dr. Sardjito Yogyakarta periode tahun 2009-2014.

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit gangguan autoimun yang mempengaruhi beberapa sistemorgan termasuk kulit, ginjal, dan otak. Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang berpengaruhyaitu genetik, asal etnis, faktor lingkungan, dan obat-obatan(Sweet, Mahdavian, Singh, Ghazivini, McKinnon, and Jones, 2013).Systemic Lupus Erythematosus (SLE) ditandai dengan adanya peradangan, vaskulitis, deposisi kompleks imun, dan vasculopathy (Mok and Lau, 2003). Pengobatan pasien AIHA dengan komplikasi SLE harus efektif dan diperhatikan untuk mencegah faktor risiko yang dapat memperparah kondisi pasien sehingga diperlukan pemantauan salah satunya dengan evaluasi DRPs. Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu peristiwa atau keadaan yang melibatkan terapi obat, dimana dapat menghambat ataupun berpotensi mengganggu pasien dalam mencapai hasil optimum suatu terapi (Shareef and Shastry, 2014).
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Hubungan antara Daya Dukung Keluarga terhadap Depresi Pasien SLE (Systemic Lupus Erythematosus) di Surakarta SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Hubungan antara Daya Dukung Keluarga terhadap Depresi Pasien SLE (Systemic Lupus Erythematosus) di Surakarta SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Family support itself has a supporting component of Instrumental support and emotional support that can guide someone when getting a problem in life. This study aimed to find out whether there is a relationship between family support and depression in SLE (Systemic Lupus Erythematosus) patients in Surakarta.

12 Baca lebih lajut

Hubungan Kualitas Tidur dengan Tingkat Aktivitas Penyakit SLE (Systemic Lupus Erythematosus) di RSUD Dr.Moewardi SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Hubungan Kualitas Tidur dengan Tingkat Aktivitas Penyakit SLE (Systemic Lupus Erythematosus) di RSUD Dr.Moewardi SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

Latar Belakang: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit dimana terjadi kerusakan jaringan dan sel oleh autoantibodi. Penyebab penyakit ini belum diketahui. Penyakit ini lebih sering menyerang wanita. Belum ada pengobatan yang tepat untuk penyakit ini. Pengobatan hanya terfokus untuk menghentikan proses peradangan. Kualitas tidur yang buruk dapat juga mengacaukan sistem self tolerance yang akan berujung pada autoimun. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apakah ada hubungan kualitas tidur dengan tingkat aktivitas penyakit SLE di RSUD Dr.Moewardi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

this PDF file Early Detection of Suspected Systemic Lupus Erythematosus in CommunityDwellings in West Java Indonesia | Ghassani | Althea Medical Journal 1 PB

this PDF file Early Detection of Suspected Systemic Lupus Erythematosus in CommunityDwellings in West Java Indonesia | Ghassani | Althea Medical Journal 1 PB

Background: Prevalence of systemic lupus erythematosus (SLE) has been known in almost all countries around the world. Contrary to this, in Indonesia, neither a national epidemiologic study on SLE nor any direct study on SLE in the general population has been conducted. Early detection of SLE is needed as a first step to determine prevalence of SLE in Indonesia as well as to prevent further complications. This study aimed to obtain the prevalence of suspected SLE in community-dwellings.

5 Baca lebih lajut

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR DAN BACKWARD CHAINING SKRIPSI DWI SEPTIANA SARI 131421044

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR DAN BACKWARD CHAINING SKRIPSI DWI SEPTIANA SARI 131421044

Sistem pakar (expert system) adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Masalah yang dapat diselesaikan dengan menggunakan sistem pakar salah satunya adalah mendiagnosis penyakit systemic lupus erythematosus (SLE) pada diri seseorang dengan menggunakan metode certainty factor untuk menghitung derajat kepastian dari masing-masing gejala yang di dapat langsung dari pakar dan backward chaining sebagai mesin penalarannya yang digunakan user untuk mengasumsikan kemungkinan lupus yang mereka derita. Lupus disebut juga penyakit otoimun karena sistem imun tubuh kita akan menyerang sistem jaringan dan organ tubuh kita sendiri dan lupus memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit biasa pada umumnya dan banyak orang yang tidak tahu akan penyakit ini bahkan sebagian dari mereka hanya menduga- duga saja. Pada penelitian ini user memilih salah satu dari tiga jenis lupus sebagai asumsi mereka antara lain: systemic lupus erythematosus, discoid lupus erythematosus dan drug induced lupus erythematosus. Sistem akan memberikan pertanyaan- pertanyaan seputar gejala dari penyakit lupus. Nilai certainty factor terhadap ketiga jenis lupus berdasarkan input-an user adalah 97% terhadap systemic lupus erythematosus, 37% terhadap discoid lupus erythematosus dan 28% terhadap drug induced lupus erythematosus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan menunjukkan kemungkinan user menderita systemic lupus erythematosus sebesar 97%. Untuk selanjutnya sistem akan memberikan solusi penanganannya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Stevens Johnson Syndrome in a patient with systemic lupus erythematosus on tuberculostatic treatment

Stevens Johnson Syndrome in a patient with systemic lupus erythematosus on tuberculostatic treatment

A 22-year-old woman was admitted to the hospital because of 5-days history of redness and itch on her face. Additional complains were swelling on her feet, sore throat, and cough. Patient was on treatment for systemic lupus erythematosus and pulmonary tuberculosis (since 12 days). On physical examination, patient was alert, stable hemodynamic, anasarca edema, multiple purpuric macules lesion spread on her body, conjunctivitis of both eyes, multiple oral ulcers, erythema on genital mucosa. Laboratory results were anemia, leucopenia, hypoalbuminemia, proteinuria. We suspected this patient as Stevens Johnson syndrome due to tuberculostatic drugs. During treatment, we stopped the tuberculostatic drugs, and gave her parenteral methylprednisolone, with other supportive treatments. The patient was discharge after improvement of clinical condition and capable of self mobilization. (Med J Indones. 2012;21:235-9)
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Autoimmune Hemolytic Anemia in Systemic Lupus Erythematosus Patient

Autoimmune Hemolytic Anemia in Systemic Lupus Erythematosus Patient

It has been reported a case a young adult females who came with complaints of pallor, weakness, dizzines, and dyspnoe on exertion. After several laboratory tests and other supporting investigation we diagnosed the patient with Autoimmune Hemolytic Anemia in Systemic Lupus Erythematosus patient. We treated the pasien with transfusion washed red cells and glucocorticoid and immunosuppressive agent. After being hospitalized for 10 days patient got clinical improvement and than patient was discharged and we advised the patient to have medical control routinely.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) Menggunakan Metode Certainty Faktor dan Backward Chaining

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) Menggunakan Metode Certainty Faktor dan Backward Chaining

penyakit daya tahan tubuh atau disebut penyakit “autoimun” artinya kekebalan / perlindungan (<i>immune</i>) terhadap jaringan tubuh sendiri ( auto ). Lupus adalah nama umum untuk kelainan yang secara teknis disebut <i>lupus erythematosus</i>. Nama formal lain adalah <i>systemic lupus erythematosus</i>-dimana <i>sistemic</i> berarti berdampak di seuruh tubuh atau sistem internal.Pada manusia normal, sistem kekebalan tubuh akan membuat antibodi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai macam virus, kuman, atau bakteri dan benda – benda asing lainnya.Benda – benda asing ini disebut antigens. Pada penyakit autoimune seperti Lupus, sistem kekebalan kehilangan kemampuan untuk melihat perbedaan
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kontribusi Protective Factors Terhadap Resilience Wanita Dewasa Awal Penderita Systemic Lupus Erythematosus di Yayasan "X" Bandung.

Kontribusi Protective Factors Terhadap Resilience Wanita Dewasa Awal Penderita Systemic Lupus Erythematosus di Yayasan "X" Bandung.

Sampai saat ini penyebab SLE belum diketahui secara pasti, begitupun dengan pengobatannya. Biaya pengobatan yang dibutuhkan juga relatif besar dan harus dilakukan secara terus-menerus. Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi juga dapat menimbulkan berbagai efek samping pada penderita SLE, seperti mengalami gangguan penglihatan, kerapuhan dan kerusakan pada tulang, diabetes, ataupun infeksi. Selain itu, kehamilan pada wanita dengan lupus lebih berisiko mengalami keguguran atau kelahiran prematur (Penyakit Systemic Lupus Erythematosus, Panduan untuk Pasien, Keluarga dan Masyarakat Umum, Roche).
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dengan Anemia Aplastik

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dengan Anemia Aplastik

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah suatu penyakit inflamasi autoimun dengan manifestasi klinis, perjalanan penyakit, dan prognosis yang beragam, dan sulit diperkirakan awal manifestasi secara akut dan tersamar, dapat menyerang berbagai organ tubuh, serta dapat kambuh kembali.

10 Baca lebih lajut

Show all 444 documents...