Tablet Tambah Darah (Fe)

Top PDF Tablet Tambah Darah (Fe):

Pengetahuan Gizi, Pola Makan, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Remaja Putri

Pengetahuan Gizi, Pola Makan, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Remaja Putri

Abstrak: Pengetahuan Gizi, Pola Makan, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia Remaja Putri. Anemia adalah masalah gizi utama di Indonesia khususnya anemia defisiensi besi. Pemerintah telah menjalankan upaya pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk menanggulangi anemia. Diketahui hubungan pengetahuan gizi, pola makan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe di MTsN 02 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilakukan di MTsN 02 Kota Bengkulu. Populasi yang diambil remaja putri kelas I dan II. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling, diperoleh 100 remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37% responden mengalami anemia, hasil statistik menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan gizi dengan status anemia p=0,018 (p<0,05), tidak ada hubungan pola makan dengan status anemia dengan hasil sumber protein p=0,625, sumber zat besi p=0,708, dan sumber vitamin C p=1,000 (p>0,05). Ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan status anemia p=0,0005 (p<0,05). Hasil multivariat variabel yang dominan yaitu kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan peluang 61,55 kali. Ada hubungan pengetahuan gizi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan tidak ada hubungan pola makan dengan status anemia pada remaja putri. Sebaiknya pihak sekolah membuat kebijakan penyediaan waktu untuk mengonsumsi tablet Fe agar kepatuhan dapat meningkat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UJI COBA KARTU PEMANTAUAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH (Fe) TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI IBU HAMIL

UJI COBA KARTU PEMANTAUAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH (Fe) TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI IBU HAMIL

Efek lain dari kartu pemantauan minum tablet Fe adalah merupakan suatu media, yang dapat digu- nakan sebagai pengingat agar responden tidak lupa mengkonsumsi tablet Fe sesuai dengan anjuran dan ini perkuat dengan pesan yang tertera pada kartu ”su- dahkan ibu hari ini, minum tablet tambah darah” dan ’ingat minum sehari sekali 1 tablet. Agar untuk men - guatkan responden semakin yakin apa yang dikon- sumsinya sesuai dengan anjuran, maka setiap kali responden mengkonsumsi tablet Fe pada kartu terse- but, responden akan memberikan tanda berdasarkan konsumsi harian. Sebagaimana menurut Purnamawati dan Eldarni 2001, media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat seseorang sedemikian rupa sehingga terjadi suatu proses. Den- gan adanya media pengingat yang digunakan dapat membantu mengingat hal penting yang harus dilaku- kan oleh responden.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe) Terhadap Produktivitas Kerja Wanita Pensortir Daun Tembakau Di Pt. X Kabupaten Deli Serdang

Pengaruh Pemberian Tablet Tambah Darah (Fe) Terhadap Produktivitas Kerja Wanita Pensortir Daun Tembakau Di Pt. X Kabupaten Deli Serdang

Tenaga kerja wanita dibagian pensortiran daun tembakau terpapar dengan debu, panas, tidak pernah mendapat makanan tambahan maupun minuman. Keluhan seperti lemah, lemas, gampang lelah, kurang konsentrasi, pusing, pening, pegal-pegal, jenuh sehingga sering tidak dapat memenuhi sesuai target dari perusahaan. Hal ini sering dialami oleh tenaga kerja juga penyakit batuk kering tanpa demam, demam tanpa batuk, penyakit alergi, dan pemeriksaan Hemoglobin belum pernah dilakukan, hasil skrining Hemoglobin dari 136 tenaga kerja terdapat 66 orang (48.5%) yang mempunyai Hemoglobin <12 gr/dl. Berdasarkan hal ini peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh pemberian tablet tambah darah (Fe) terhadap produktivitas kerja wanita pensortir daun tembakau di PT. X Kabupaten Deli Serdang.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

PENGENDALIAN PERSEDIAAN TABLET TAMBAH DARAH DI UPT FARMASI DAN ALAT KESEHATAN KOTA YOGYAKARTA

PENGENDALIAN PERSEDIAAN TABLET TAMBAH DARAH DI UPT FARMASI DAN ALAT KESEHATAN KOTA YOGYAKARTA

Untuk meramalkan jumlah kebutuhan tablet tambah darah tahun 2015 dilakukan analisis peramalan berdasarkan data historis, yaitu data distribusi bulanan tablet tambah darah selama tahun 2013 dan 2014. Penerapan garis trend dilakukan dengan metode matematis kuadrat terkecil dengan indek musiman bulanan. Data dasar yang digunakan adalah data distribusi antara Bulan Desember 2013 dan Januari 2014. Persamaan trend yang diperoleh dalam bentuk Y=a+bX digunakan untuk memperkirakan jumlah distribusi masing-masing puskesmas, yang apabila dikompilasi akan menjadi perkiraan distribusi UPT Farmasi dan Alat Kesehatan tahun 2015. Perkiraan jumlah tablet tambah darah yang harus diadakan, dihitung dengan mempertimbangkan persediaan awal, rencana persediaan akhir, serta waktu daluarsa tablet tambah darah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah

Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah

Fe3 terendah terdapat di Provinsi Papua Barat (38,3%), Papua (49,1%), dan Banten (61,4%). (Propil kesehatan Indonesia, 2014). Berdasarkan studi pendahuluan di puskesmas Kalanganyar dari 10 ibu Nifas yang dilakukan wawancara terdapat 6 ibu Nifas yang mengatakan tidak rutin meminum tablet tambah darah karena dan belum mengetahui manfaat dari tablet tambah darah hal tersebut disebabkan dikarenakan dengan alasan malas dan ibu merasa mual- mual juga tinja yang berwarna hitam selain itu ibu belum paham betul manfaat tablet tambah darah.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENDAMPINGAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH (TTD) DAPAT MENINGKATKAN KEPATUHAN KONSUMSI TTD PADA IBU HAMIL ANEMIA

PENDAMPINGAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH (TTD) DAPAT MENINGKATKAN KEPATUHAN KONSUMSI TTD PADA IBU HAMIL ANEMIA

Anemia memberikan kontribusi hingga 20 persen terhadap semua kematian pada kehamilan. Salah satu penyebab tingginya prevalensi anemia adalah rendahnya asupan zat besi. Salah satu sumber asupan zat besi berasal dari tablet tambah darah (TTD), namun kepatuhan mengonsumsinya masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pengaruh peran pendamping terhadap kepatuhan konsumsi TTD dan hubungannya dengan kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil anemia. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen. Responden adalah ibu hamil anemia, yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 29 pada kelompok intervensi dan 32 pada kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di Kecamatan Cibungbulang dan Pamijahan Kabupaten Bogor. Pengukuran kepatuhan menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Intervensi berupa penyuluhan tentang anemia pada pendamping dan pentingnya konsumsi TTD pada keluarga (suami/orang tua/mertua/kader/keluarga dekat lainnya) yang tinggal serumah atau berdekatan. Kepatuhan konsumsi TTD dikategorikan menjadi rendah, sedang dan tinggi. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan uji beda t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian penyuluhan pada ibu hamil dengan anemia dapat meningkatkan kepatuhan minum tablet tambah darah (p<0,05). [Penel Gizi Makan 2015, 38(1): 71-78]
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Diharapkan tersedianya sarana dan prasarana yang lebih lengkap dalam menunjang pemberianinformasiyang lebih baik dan lengkap tentang anemia, meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) selama hamil, serta efek samping

Diharapkan tersedianya sarana dan prasarana yang lebih lengkap dalam menunjang pemberianinformasiyang lebih baik dan lengkap tentang anemia, meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) selama hamil, serta efek samping

3. Dari hasil uji hubungan tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil menggunakan uji chi square, didapatkan nilai p sebesar 0,025 < di bandingkan dengan nilai α 0,05 HO di tolak,artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kayu TangiBanjarmasin Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2014. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) akan terkena anemia.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penetapan pemenang LPSE Tablet Tambah Darah 2016

Penetapan pemenang LPSE Tablet Tambah Darah 2016

Berdasarkan Berita Acara Penilaian Administrasi, Teknis dan Harga Nomor 16T. TTD.10.00.07 tanggal 20 Oktober 2016 dan Berita Acara Negosiasi Nomor 16T. TTD.10.00.08 tanggal 20 Oktober 2016, dengan ini kami menetapkan Pemenang Pengadaan Obat Gizi Tahun 2016 (Tablet Tambah Darah) adalah sebagai berikut :

1 Baca lebih lajut

EVEKTIFITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KADAR HB SISWI SLTPN 1 DONOROJO  Evektifitas Pemberian Tablet Tambah Darah Terhadap Kadar HB Siswi SLTPN 1 Donorojo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan.

EVEKTIFITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KADAR HB SISWI SLTPN 1 DONOROJO Evektifitas Pemberian Tablet Tambah Darah Terhadap Kadar HB Siswi SLTPN 1 Donorojo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan.

siswi SLTP N I Donorojo terdapat 379 responden terdapat 40 responden(10,55%) mengalami anemia.Dari data UPT Puskesmas Donorojo, angka kejadian anemia pada siswi SLTP N I Donorojo pada tahun 2012 yang didapatkan dari pengamatan tahun 2010 dan 2011 diperoleh hasil bahwa pada tahun 2010 sebanyak 60%, pada tahun 2011 sebanyak 64% dan pada tahun 2012 peskesmas mulai memberikan tablet tambah darah dan tahun 2012 menjadi sebanyak 56,4%. Karena alasan tersebut pada tahun 2013 peneliti memberikan tablet tambah darah kembali dengan tujuan apakah angka kejadian anemia mengalami penurunan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Tampilan HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH ( Fe ) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TERMINAL BANJARMASIN TAHUN 2016

Tampilan HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH ( Fe ) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TERMINAL BANJARMASIN TAHUN 2016

Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat Survei analitik dan menggunakan rancangan Cross sectional, Tehnik pengambilan sampel dengan cara Accidental sampling, dengan jenis Sampling Jenuh yaitu semua ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Terminal pada bulan Oktober 2016 berjumlah 40 orang. Variabel penelitian Tingkat Kepatuhan, dan kejadian anemia dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe).

6 Baca lebih lajut

EVEKTIFITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KADAR HB SISWI SLTPN 1 DONOROJO  Evektifitas Pemberian Tablet Tambah Darah Terhadap Kadar HB Siswi SLTPN 1 Donorojo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan.

EVEKTIFITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KADAR HB SISWI SLTPN 1 DONOROJO Evektifitas Pemberian Tablet Tambah Darah Terhadap Kadar HB Siswi SLTPN 1 Donorojo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan.

Berdasarkan studi pendahuluan di Wilayah Kecamatan Donorojo Pacitan didapatkan 158 responden mengalami anemia. Hal ini ternyata berpengaruh menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar, menghambat pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak, meningkatkan resiko menderita infeksi, menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah sakit menurunkan semangat, konsentrasi dan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tablet tambah darah terhadap kadar Hb siswi SLTP N I Donorojo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental. Sampel diambil dengan proportionate random sampling pada bulan Desember 2013 – Januari 2014 di SLTP N I Donorojo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan sebanyak 158 responden. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengecekan kadar Hb sebelum dan sesudah pemberian tablet tambah darah 200mg. Analisis data penelitian ini menggunakan uji paired t test. Hasil penelitian diketahui mayoritas siswi sebelum diberi tablet tambah darah mengalami anemia ringan sebanyak 102 siswi (64,56%) dan setelah diberi tablet tambah darah mengalami anemia ringan 70 siswi (44,30%). Hasil uji diketahui pemberian tablet tambah darah efektif terhadap kadar Hb siswi, yang ditunjukkan nilai p = 0,026 (p < 0,05). Kesimpulannya adalah pemberian tablet tambah darah efektif terhadap kadar Hb siswi SLTP N I Donorojo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN SUMBER ZAT BESI, ENHANCER, DAN INHIBITOR, SERTA KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember)

HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN SUMBER ZAT BESI, ENHANCER, DAN INHIBITOR, SERTA KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Panti Kabupaten Jember)

Anemic pregnancy is a health problem especially in the third period of pregnancy. The effect of anemia for mother’s pregnancy could be happened bleeding during childbirth which is the main cause of pregnant mothers’ death, and low body weight for the babies. The increasing need in result of growth not followed by enough consumption especially iron is one of the causes of anemia. Although iron supplementation distribution program has been implemented to prevent anemic pregnancies, but the result is not satisfying yet because the obedience of pregnant mothers in consuming it is still low. Even though the range of Fe 3 has met the target
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

analisis faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil di Puskesmas prambanan sleman yogyakarta.

analisis faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil di Puskesmas prambanan sleman yogyakarta.

dan wanita hamil. Tablet tambah darah sesuai standar mengandung zat besi setara 60 mg besi (Ferro Sulfat) dan asam folat 0,400 mg. Zat besi dan asam folat banyak terdapat di daging, ikan, dan hati yang harganya relatif mahal, dan belum tentu terjangkau oleh seluruh masyarakat. Ibu hamil yang patuh mengonsumsi TTD tidak anemia sebanyak 54 responden (45%) dan anemia sebanyak 53 responden (44,1%). Masih adanya ibu hamil yang anemia meskipun mengonsumsi TTD dikarenakan tidak hanya TTD saja yang memengaruhi status anemia tetapi pola konsumsi ibu hamil (Fatimah, 2011). Program pemerintah dalam penanggulangan anemia gizi besi pada ibu hamil melalui suplementasi zat besi sudah dilaksanakan di Puskesmas Prambanan. Cakupan pemberian TTD yang tinggi (92,34%) dan ibu hamil masih anemia menunjukkan program sudah berjalan tetapi belum dapat mengatasi masalah anemia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya faktor-faktor lain yang memengaruhi anemia. Faktor yang memengaruhi diantaranya daya beli terhadap makanan yang mengandung zat besi dan asam folat karena sebagian besar responden memunyai pendapatan <UMR. Bidan, petugas gizi, dan ibu hamil yang diwawancarai menyatakan bahwa penyebab tingginya angka anemia adalah kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi pada ibu hamil. Bidan sudah memberikan suplementasi TTD pada seluruh ibu hamil dan petugas gizi sudah melakukan konseling kepada ibu hamil yang anemia. Petugas gizi hanya melakukan konseling pada ibu hamil yang menderita anemia karena ibu tersebut dirujuk oleh bidan untuk diberikan konseling di bagian gizi. Pemberian konseling petugas gizi yang tidak menyeluruh pada semua ibu hamil mengakibatkan beberapa ibu hamil tidak mengetahui asupan makanan yang mengandung Fe untuk pencegahan anemia. Edukasi mengenai anemia oleh bidan dan konseling gizi oleh petugas gizi yang sudah dilaksanakan perlu ditingkatkan dalam upaya mencegah anemia pada semua ibu hamil.
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PRAKTIK ANTENATAL CARE PADA KEHAMILAN REMAJA DENGAN ANEMIA DI BOGOR (The association between antenatal care practice on adolescencts pregnancy and anaemia in Bogor)

HUBUNGAN ANTARA PRAKTIK ANTENATAL CARE PADA KEHAMILAN REMAJA DENGAN ANEMIA DI BOGOR (The association between antenatal care practice on adolescencts pregnancy and anaemia in Bogor)

Kunjungan antenatal care pertama kali dikategorikan menjadi tiga yaitu pada trimester satu, trimester dua, dan trimester tiga. Konsumsi tablet tambah darah dikategorikan menjadi ya atau tidak. Kepatuhan konsumsi tablet tambah da- rah dinilai dengan membandingkan jumlah tablet tambah darah yang dikonsumsi dalam tujuh hari terakhir dengan jumlah tablet tambah darah yang seharusnya dikonsumsi dalam tujuh hari terakhir dikalikan 100%. Subjek dikatakan patuh dalam mengonsumsi suplemen besi bila nilai tersebut ≥80%. Konsumsi zat gizi dari pangan diketahui berdasarkan hasil wawancara menggunakan kue- sioner food recall 1x24 jam. Tingkat konsumsi energi dikategorikan menjadi kurang (<70%) dan cukup (≥70%), protein dikategorikan menjadi kurang (<80%) dan cukup (≥80%), serta Fe dan vitamin C dikategorikan menjadi kurang (<77%) dan cukup (≥77%). Status anemia ditentukan berdasarkan hasil pengukuran kadar hemoglo- bin, yang dikategorikan menjadi anemia (kadar hemoglobin <11 g/dl) dan tidak anemia (kadar hemoglobin ≥11 g/dl) (Kemenkes RI 2013).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Makalah Hb -  Makalah

Makalah Hb - Makalah

Intervensi yang dilakukan adalah: 1. Pemberian obat cacing dosis tunggal, 2. Pemberian Tablet Tambah Darah /TTD (200 mg ferro sulfat dan 0.25 mg asam folat) dengan dan tanpa 100 mg vitamin C, 1 kapsul perminggu dan 1 kapsul selama 10 hari (waktu haid), dalam jangka waktu 16 minggu. Pengawasan dilakukan dengan ketat dan mencatat efek dari pemberian suplemen tersebut. Evaluasi hasil intervensi, dilakukan dengan cara membandingkan perubahan dari kadar hemoglobin, serum ferritin, dan indeks masa tubuh, sebelum dan sesudah intervensi.

Baca lebih lajut

Faktor Risiko Kebiasaan Sarapan Pagi, Status Gizi, Dan Kualitas Kunjungan ANC Dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil Pekerja Di Wilayah UPT Puskesmas Dersalam Kabupaten Kudus - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Faktor Risiko Kebiasaan Sarapan Pagi, Status Gizi, Dan Kualitas Kunjungan ANC Dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil Pekerja Di Wilayah UPT Puskesmas Dersalam Kabupaten Kudus - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Kepatuhan ibu dalam mengonsumsi tablet tambah darah sangat berperan dalam meningkatkan kada Hb. Kepatuhan tersebut meliputi ketepatan jumlah tablet yang dikonsumsi, ketepatan cara mengonsumsi, dan keteraturan frekuensi mengonsumsi tablet tambah darah (Hidayah dan Anasari, 2002). Penelitian yang dilakukan untuk melihat hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia dengan ibu hamil sebesar 82,4% pada kelompok bumil yang kurang mengkonsumsi tablet tambah darah (Rahmatilah, 2005)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pedoman Program Pemberian dan Pemantauan

Pedoman Program Pemberian dan Pemantauan

Menurut Riskesdas 2013, hanya ada 33.3% ibu hamil yang mengkonsumsi minimal 90 TTD selama kehamilan. Sebuah studi formatif yang dilakukan di wilayah Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) pada tahun 2014 menunjukkan bahwa hanya 54.5% ibu hamil mengkonsumsi 90 TTD yang diberikan kepada mereka 5 . Rata-rata TTD yang diterima dan dikonsumsi oleh ibu hamil pada trimester I adalah 32 dan 25, pada trimester II adalah 39 dan 30, dan pada trimester III adalah 37 dan 26. Alasan yang paling umum dikemukakan oleh ibu hamil untuk tidak mengonsumsi penuh dosis TTD yang dianjurkan adalah efek samping. Untuk meningkatkan konsumsi penuh TTD diperlukan penyuluhan kesehatan dengan didukung materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang tepat untuk tenaga kesehatan. Hal tersebut mempunyai peran penting dalam memberikan informasi yang tepat tentang konsumsi TTD dan risiko terkait anemia pada ibu hamil. Hal ini selanjutnya dapat berdampak pada peningkatan pengetahuan dan meningkatkan perilaku konsumsi TTD. TTD yang akan digunakan dalam PKGBM di 11 provinsi dan 64 kabupaten dengan mengikuti persyaratan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI terbaru No. 88/2014 tentang standar Tablet Tambah Darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil. Untuk memastikan keseluruhan proses manajemen TTD mulai dari penerimaan barang ke penyimpanan, distribusi ke sasaran, pemantauan mutu, dan penanganan paska - konsumsi, diperlukan manajemen TTD yang berkualitas. Buku Pedoman ini dibuat untuk wilayah kerja Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) dengan mengacu pada Buku Pedoman Penatalaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2015.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN 7T PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GONDOKUSUMAN I YOGYAKARTA TAHUN 2012 - DIGILIB UNISAYOGYA

PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN 7T PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GONDOKUSUMAN I YOGYAKARTA TAHUN 2012 - DIGILIB UNISAYOGYA

Sejak tahun 1999 Pemerintah telah menetapkan asuhan standar minimal untuk pelayanan antenatal yaitu standar 7T yang dahulunya hanya 5T. Standar minimal ibu hamil 7T tersebut adalah timbang badan, ukur tekanan darah, ukur Tinggi Fundus Uteri, pemberian imunisasi TT, pemberian tablet Fe minimal 90 tablet selama hamil, tes penyakit menular seksual dan temu wicara. Apabila ada salah satu dari 7T tersebut tidak dilaksanakan maka ibu hamil tidak dapat dideteksi dini apakah ada komplikasi atau tidak sehingga bisa menyebabkan kemungkinan kesakitan bahkan kematian ibu karena terlambat mengenali bahaya, terlambat di rujuk dan terlambat mendapatkan pertolongan yang memadai (Hani et al, 2010: 12). Studi pendahuluan yang dilakukan penulis di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta pada 26 Januari 2012, didapatkan data bahwa Dari 18 Puskesmas yang terdapat di Kota Yogyakarta, Puskesmas Gondokusuman I adalah Puskesmas dengan cakupan K4 paling rendah yaitu 70 % (PWS KIA Kota Yogyakarta, 2011). Puskesmas Gondokusuman I merupakan tempat pelayanan kesehatan untuk masyarakat termasuk pelayanan ibu dan anak yang berada di tengah kota. Pelayanan asuhan antenatal di Puskesmas Gondokusuman I dilakukan setiap hari Senin dan Rabu. Untuk kunjungan ibu hamil di Puskesmas Gondokusuman I setiap bulannya rata-rata 77 ibu hamil yang berkunjung untuk memeriksakan kehamilannya. Dari hasil wawancara 7 orang ibu hamil, seluruhnya tidak mendapatkan pelayanan 7T yang lengkap.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Gambaran Pola Kebiasaan Cara Minum Tablet Fe Pada Ibu Hamil Anemia Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Kartasura.

PENDAHULUAN Gambaran Pola Kebiasaan Cara Minum Tablet Fe Pada Ibu Hamil Anemia Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Kartasura.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita anemia kehamilan terbanyak. Program pemberian tablet Fe pada setiap ibu hamil yang berkunjung ke pelayanan kesehatan nyatanya masih belum mampu menurunkan jumlah penderita anemia kehamilan secara signifikan. Ketidakberhasilan program ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya cara mengkonsumsi tablet Fe yang sesuai, baik dari segi waktu maupun cara mengkonsumsinya (Admin, 2012).

Baca lebih lajut

TAP.COM -   ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANEMIA PADA KEHAMILAN USIA ... 2101 4792 1 SM

TAP.COM - ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANEMIA PADA KEHAMILAN USIA ... 2101 4792 1 SM

Hasil penelitian ini sama halnya dengan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel jumlah kunjungan ANC berpengaruh terhadap kejadian anemia pada usia remaja di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. 7 Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Darmawan (2003) juga menyatakan bahwa Frekuensi Antenatal Care berhubungan dengan anemia pada ibu hamil. 8 Sedangkan Amiruddin dkk (2004) pada pe- nelitiannya menyatakan bahwa frekuensi ANC tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. 9 Pemeriksaan kehamilan dianjurkan minimal 4 kali dalam kondisi kehamilan normal. Standar ANC dikenal dengan 7T yaitu Timbang berat badan dan ukur tinggi badan,ukur Tekanan darah, periksa Tinggi fundus uteri, berikan Tetanus toxoid, Tablet tambah darah, Tes penyakit kelamin dan Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. Pemeriksaan kehamilan secara teratur merupakan upaya untuk mendeteksi lebih dini bahaya atau komplikasi yang bisa terjadi dalam kehamilan seperti anemia defisiensi besi pada ibu hamil. Pola makan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...