Tanggung Jawab Koperasi

Top PDF Tanggung Jawab Koperasi:

TANGGUNG JAWAB KOPERASI TERHADAP MITRA USAHA YANG MELAKUKAN KERJASAMA INVESTASI PADA KOPERASI BERDASARKAN UU PERKOPERASIAN DAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 33 TAHUn 1998.

TANGGUNG JAWAB KOPERASI TERHADAP MITRA USAHA YANG MELAKUKAN KERJASAMA INVESTASI PADA KOPERASI BERDASARKAN UU PERKOPERASIAN DAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 33 TAHUn 1998.

Untuk mengembangkan dan memperluas kegiatan usaha koperasi diperlukan sumber permodalan yang layak dan kuat, salah satu caranya adalah dengan menyertakan pihak lain untuk menanamkan modalnya di dalam kegiatan penyertaan modal pada koperasi. Tetapi di dalam keberlangsungan kegiatan tersebut masih terdapat permasalahan pelik mengenai pertanggungjawaban koperasi apabila mitra usaha mengalami kerugian akibat kegiatan usaha koperasi yang dibiayai oleh modal penyertaan. Penelitian yang mengambil tema tanggung jawab koperasi terhadap mitra usaha yang melakukan kerjasama investasi pada koperasi ini akan mengungkapkan mengenai kesesuaian antara kegiatan penyertaan modal pada koperasi dan pertanggungjawaban koperasi atas kerugian yang diderita oleh mitra usaha berdasarkan ketentuan Undang- Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian dan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1998 Tentang Modal Penyertaan Pada Koperasi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

KAJIAN HUKUM PADA PRAKTIK PENITIPAN DANA (DEPOSITO) PADA KOPERASI INDEPENDENT MARKET (INKET) KAB.INDRAMAYU DIHUBUNGKAN DENGAN TANGGUNG JAWAB KOPERASI DAN PENGURUS.

KAJIAN HUKUM PADA PRAKTIK PENITIPAN DANA (DEPOSITO) PADA KOPERASI INDEPENDENT MARKET (INKET) KAB.INDRAMAYU DIHUBUNGKAN DENGAN TANGGUNG JAWAB KOPERASI DAN PENGURUS.

Praktik penghimpunan dana (“ D eposito”) pada koperasi Indepe- ndent Market (inket) kab. Indramayu dihubungkan dengan tanggung jawab koperasi dan pengurus menjadi latar belakang tugas akhir ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami Praktik perjanjian penghimpunan dana (“Deposito”) masyarakat (pihak ke -3) pada koperasi Independent Market (InKet) Kab. Indaramayu ditinjau berdasarkan Hukum Koperasi dan KUHPerdata dan untuk mengetahui tanggung jawab koperasi dan pengurus koperasi Serba Usaha (KSU) Independent Market (InKet), terhadap kewajiban pengembalian penghimpunan dana (“Deposito”) masyarakat ditinjau dari Hukum Koperasi dan KUHPerdata.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Tanggung jawab mahasiswa

Tanggung jawab mahasiswa

Mahasiswa yang kurang tinggi tanggung jawabnya disebabkan oleh faktor internal dalam diri orang yang bersangkutan, dan faktor eksternal seperti keluarga, sekolah, lingkungan sosial. Faktor internal: kurangnya kebiasaan untuk 1) berani menanggung resiko atau konsekuensi, 2) mengendalikan diri, 3) merencanakan langkah-langkah mencapai tujuan, 4) menentukan tujuan hidup, 5) melakukan kewajiban, 6) selalu mandiri, 7) berusaha mencapai hasil yang baik, 8) proaktif, 9) bersikap positif dalam mengerjakan tugas, dan 10) merenung atau refleksi (Josephson, Peter, & Dowd, 2003: 104-123). Faktor eksternal yaitu: 1) orang tua yang overprotektif, 2) selalu memanjakan anaknya sejak kecil sehingga menjadi orang yang kurang memiliki tanggung jawab, dan 3) kurang belajar mandiri sehingga bergantung pada orang lain seperti orang tua, saudara, pada orang yang lebih dewasa, dan pada temannya.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Manusia dan Tanggung Jawab dan

Manusia dan Tanggung Jawab dan

manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.

5 Baca lebih lajut

BAB II - Tanggung Jawab Pengurus Koperasi terhadap Kepailitan Koperasi Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian

BAB II - Tanggung Jawab Pengurus Koperasi terhadap Kepailitan Koperasi Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian

Suatu koperasi yang sudah merupakan suatu badan hukum, maka dia juga berpredikat sebagai subjek hukum, karena hukum telah mengatakan demikian; karena itu ia dapat bertindak dan berwenang untuk melakukan perikatan atau tindakan hukum lainnya sebagaimana layaknya orang pribadi atau badan hukum pribadi dan dapat pula dituntut atau dikenakan sanksi dan hukuman. Oleh sebab itu, bagi orang perorangan atau badan hukum lainnya yang hendak membuat hubungan hukum dengan badan usaha koperasi tersebut menjadi jelas untuk mendudukkan posisinya atau kepentingan dalam berhubungan dengan badan usaha koperasi tersebut. Namun, demikian sangat baik dan menjadi lebih tegas jika dalam ketentuan perundang-undangan tentang koperasi berisi ketentuan yang mengatur mengenai prinsip-prinsip umum hukum perusahaan dalam koperasi sebagaimana yang terdapat didalam ketentuan perundang-undangan Perseroan Terbatas; seperti mengenai tingkat dan bentuk tanggung jawab dari para pendiri,
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

BAB VI : ORGANISASI KOPERASI OLEH ; LILIS SOLEHATI Y - BAB VI ORGANISASI KOPERASI

BAB VI : ORGANISASI KOPERASI OLEH ; LILIS SOLEHATI Y - BAB VI ORGANISASI KOPERASI

– Manajer yang diberi tugas dan diperbolehkan melaksanakan beberapa kegiatan perusahaan Koperasi atas tanggung jawab sendiri, walaupun bidang usaha yang berada dalam jangkauan keputusan[r]

26 Baca lebih lajut

TKB7351   PERTEMUAN 4 tanggung jawab personel

TKB7351 PERTEMUAN 4 tanggung jawab personel

Tanggung Jawab Personel  Secara umum:  Tanggung jawab karyawan  Tanggung jawab manajer  Tanggung jawab karyawan = mengetahui secara sadar untuk bertindak sesuai aturan, melaporka[r]

5 Baca lebih lajut

DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB

DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB

MENGAPA PERLU DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM KEGIATAN SOSIAL Kegiatan:  Mencari contoh kasus apabila disiplin dan tanggung jawab dalam kegiatan sosial dilaksanakan dan tidak dila[r]

12 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Pertanggungjawaban Koperasi Simpan Pinjam Berbadan Hukum T2 322010008 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Sistem Pertanggungjawaban Koperasi Simpan Pinjam Berbadan Hukum T2 322010008 BAB IV

1. Tanggung jawab Organ Koperasi terletak pada batas tanggung jawab masing-masing organ koperasi adalah : (1) Tanggung jawab terbatas bagi rapat anggota; (2) Tanggung jawab kewenangan bagi rapat anggota; (3) Tanggung jawab sesuai kewenangan bagi anggota koperasi. Pada prinsipnya masing-masing organ koperasi bertindak sesuai dengan batas tanggung jawabnya (intravires).

2 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB HUKUM TERHADAP PELAKSANAAN SEWA BELI ARMADA TAKSI   Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pelaksanaan Sewa Beli Armada Taksi (Studi Pada Koperasi Sopir Transportasi (Kosti) Solo).

TANGGUNG JAWAB HUKUM TERHADAP PELAKSANAAN SEWA BELI ARMADA TAKSI Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pelaksanaan Sewa Beli Armada Taksi (Studi Pada Koperasi Sopir Transportasi (Kosti) Solo).

Transportasi merupakan sarana yang dibutuhkan orang sejak jaman dahulu dalam melaksanakan kegiatannya yang diwujudkan dalam bentuk transportasi, salah satunya adalah transportasi darat, khususnya pada transportasi perkotaan yang merupakan bagian pembangunan dalam menjawab pertumbuhan perkotaan yang sangat pesat seperti kota Solo. Dimana kota Solo sebagai kota budaya dan pariwisata diupayakan penyediaan pelayanan yang baik dalam bidang jasa armada umum, salah satunya kendaraan taksi. Sistem transportasi nasional ditata dan terus disempurnakan dengan didukung peningkatan sumber daya manusia sehingga terwujud pelayanan yang baik, serta disesuaikan dengan perkembangan ekonomi, tingkat kemajuan teknologi, kebijaksanaan tata ruang dan pelestarian lingkungan. Teknologi sangat berjasa meringankan beban manusia dalam memperpendek jarak tempuh, satu diantaranya adalah teknologi yang mencoba menjawab kebutuhan manusia menghadapi keterbatasan waktu yaitu alat angkut yang dalam hal ini alat angkut kendaraan roda empat yaitu taksi. Demikian halnya dengan Koperasi Sopir Transportasi Solo (KOSTI Solo) alat angkut kendaraan roda empat yaitu taksi yang berpusat di Mojosongo Surakarta telah membuka cakrawala baru bagi lapangan pekerjaan di bidang jasa armada taksi. Dimana dalam bidang jasa armada taksi ada pihak yang saling terkait dalam menjalankan jasa armada. Adapun pihak yang saling terkait tersebut adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

ANGGARAN RUMAH TANGGA perseroan  (1)

ANGGARAN RUMAH TANGGA perseroan (1)

yang mencemarkan nama baik dan merugikan Koperasi serta tidak mengindahkan kewajibannya sebagai anggota/melalaikan kewajibannya dalam membayar simpanan dan piutangnya sesuai dengan keputusan Rapat Anggota, maka kepada anggota yang bersangkutan diberikan peringatan / teguran.

8 Baca lebih lajut

Index of /enm/images/dokumen

Index of /enm/images/dokumen

Komite ini akan mengusulkan kebijakan dan formula tertentu untuk kemudian ditelaah oleh dewan komisaris dan dimintakan persetujuan kepada RUPS. Proses penentuan formula ini tentu harus transparan. Agar efektif wewenang dan tugas serta tanggung jawab komite remunerasi harus dibuat dengan jelas dalam sebuah piagam (charter).

2 Baca lebih lajut

Teori Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Teori Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Pengungkapan mengenai pertanggungjawaban sosial perusahaan mencerminkan suatu pendekatan perusahaan dalam melakukan adaptasi dengan lingkungan yang dinamis dan bersifat multidimensi. Hubungan antara pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dan profitabilitas perusahaan telah diyakini mencerminkan pandangan bahwa reaksi sosial memerlukan gaya manajerial yang sama dengan gaya manajerial yang dilakukan pihak manajemen untuk membuat suatu perusahaan memperoleh keuntungan.[6] Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan cerminan suatu pendekatan manajemen dalam menghadapi lingkungan yang dinamis dan multidimensional serta kemampuan untuk mempertemukan tekanan sosial dengan reaksi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, ketrampilan manajemen perlu dipertimbangkan untuk survive dalam lingkungan perusahaan masa kini
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Tanggung Jawab Pengurus Koperasi terhadap Kepailitan Koperasi Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian

BAB I PENDAHULUAN - Tanggung Jawab Pengurus Koperasi terhadap Kepailitan Koperasi Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian

Koperasi menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong dan meningkatkan pembangunan serta perekonomian nasional. Pada awal kemerdekaan Indonesia, koperasi diatur oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1965 tentang Perkoperasian. Setelah itu, terjadi beberapa peraturan mengenai koperasi tersebut mengalami beberapa pergantian, mulai dari dihapusnya undang- undang tersebut dan digantikan oleh Undang-Undang No. 12 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian, kemudian oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan yang paling terbaru adalah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian(selanjutnya disebut dengan UU Koperasi). Pergantian undang-undang perkoperasian Indonesia yang dilakukan dari masa ke masa tersebut semata-mata dilakukan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan peranan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. 1
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...