tanin dari buah maja

Top PDF tanin dari buah maja:

SKRIPSI PENGAMBILAN CRUDE TANIN DARI BUAH MAJA (Aegle marmelos) DENGAN METODE “MODIFIED MACERATION” DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BIO-COAGULANT

SKRIPSI PENGAMBILAN CRUDE TANIN DARI BUAH MAJA (Aegle marmelos) DENGAN METODE “MODIFIED MACERATION” DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BIO-COAGULANT

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengambilan Crude Tanin dari Buah Maja (Aegle marmelos) dengan Metode “Modified Maceration” dan Pemanfaatannya sebagai Bio- Coagulant ” tepat pada waktunya. Tujuan dari pembuatan skripsi ini adalah sebagai salah satu prasyarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik di Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universita Katolik Widya Mandala Surabaya.

18 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH MAJA (Aegle marmelos) TERHADAP MORTALITAS WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta) PADA TANAMAN PADI.

II. TINJAUAN PUSTAKA EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH MAJA (Aegle marmelos) TERHADAP MORTALITAS WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta) PADA TANAMAN PADI.

Buah maja mengandung saponin dan tanin yang mempunyai manfaat sebagai bahan pestisida nabati. Senyawa aktif pada tanaman ini memiliki sifat anti-eksudatif dan inflamatori yang menyebabkan buah maja berasa pahit sehingga rasanya yang pahit tersebut tidak disukai oleh serangga yang menjadi hama pada tanaman. Pestisida nabati dari buah maja ini juga memiliki bau yang menyengat dan mampu mengganggu fungsi pencernaan dari serangga apabila termakan (Rismayani, 2013).

7 Baca lebih lajut

Efektivitas Buah Maja (HJOH 0DUPHORV (L.) Corr.) sebagai Bahan Pembersih Logam Besi

Efektivitas Buah Maja (HJOH 0DUPHORV (L.) Corr.) sebagai Bahan Pembersih Logam Besi

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada sampel yang ditimbun dalam buah Maja muda dan tua menunjukkan hasil yang berbeda. Sampel yang ditimbun dalam buah Maja muda korosinya berkurang secara lambat dan hampir tidak terlihat perubahannya. Sedangkan sampel yang ditimbun dalam buah Maja tua WHUOLKDWSHUEHGDDQ\DQJVLJQLÀNDQGLVHWLDSSHUODNXDQQ\D dan perubahan ini tidak hanya terjadi pada satu sisi permukaan sampel namun kedua sisi menunjukkan hasil yang sama. Ini menandakan bahwa keefektivan antara buah Maja muda dan tua jelas berbeda. Buah Maja tua lebih efektif sebagai bahan pembersih korosi besi dibandingkan buah Maja muda. Perbedaan keefektivan ini kemungkinan dipengaruhi oleh senyawa kimia yang terdapat di dalam kedua jenis buah Maja tersebut. Secara umum, kandungan senyawa kimia yang terdapat di dalam buah Maja adalah marmelosin, minyak atsiri, pektin, saponin, tanin, dan 2-furocoumarins-psoralen. Meskipun
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH MAJA (Aegle marmelos) TERHADAP MORTALITAS WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta) PADA TANAMAN PADI.

EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH MAJA (Aegle marmelos) TERHADAP MORTALITAS WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta) PADA TANAMAN PADI.

yang digunakan dalam penelitian ini adalah yang telah berumur 30-35 hari setelah masa tanam. Serangga hama walang sangit diperoleh dari tanaman padi di daerah persawahan sekitar Magelang. 2. Pengolahan ekstrak buah maja, buah maja yang telah tua dibelah dan diambil isinya yang kemudian disimpan dalam wadah dan didiamkan selama 3 hari. Buah maja tersebut diperas dan disaring untuk mendapatkan ekstraknya (Ridwan dan Muliani, 2013). 3. Pelaksanaan uji fitokimia, a) senyawa saponin, sebanyak 1 ml ekstrak sampel dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan dipanaskan selama 2-3 menit, kemudian didinginkan dan dikocok selama 5 menit. Hasil positif ditunjukkan dengan terbentuknya buih atau busa putih yang stabil. b) senyawa tanin, sebanyak 1 ml ekstrak sampel dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 2-3 tetes larutan FeCl 3 1%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Senyawa tanin dapat dipisahkan dari senyawa – senyawa kimia yang terdapat dalam daun jambu biji melalui proses ekstraksi. Proses ekstraksi dapat dilakukukan pada suhu kamar menggunakan pelarut methanol. Proses ekstraksi tanin daun jambu biji pernah dilakukan dengan waktu proses ekstraksi selama 3 hari diperoleh kadar tanin 18% serta efisiensi inhibisi 96%.(Nababan,2015)

8 Baca lebih lajut

157043867.doc 535.81KB 2015-10-12 00:17:31

157043867.doc 535.81KB 2015-10-12 00:17:31

Anggur merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Buah ini biasanya digunakan untuk membuat jus anggur, jelly, minuman, minyak biji anggur, kismis, atau dikonsumsi langsung. Buah ini juga dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratrol yang berperan aktif dalam berbagai metabolism tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagi penyakit lainnya. Anggur memiliki beberapa varietas, yaitu, vitis vinifera, Vitis labrusca, Vitis risparia, Vitis rotundifolia, Vitis aestivalis, Vitis lincecumii, dan masih banyak lagi varietas hasil persilangan yang lain. (Prihatman K, 2000)
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Kakao - Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 1.500 Ton/Tahun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Kakao - Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 1.500 Ton/Tahun

Tanin merupakan zat organik yang sangat kompleks dan terdiri dari senyawa fenolik. Istilah tanin pertama sekali diaplikasikan pada tahun 1796 oleh Seguil. Tanin terdiri dari sekelompok zat-zat kompleks terdapat secara meluas dalam dunia tumbuh-tumbuhan, antara lain terdapat pada bagian kulit kayu, batang, daun dan buah -buahan. Ada beberapa jenis tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang dapat menghasilkan tanin, antara lain : tanaman pinang, tanaman akasia, bakau, pinus, gambir dan kulit kakao. Tanin juga yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan mempunyai ukuran partikel dengan range besar. Tanin ini disebut juga asam tanat, galotanin atau asam galotanat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MANFAAT BUAH MAJA

MANFAAT BUAH MAJA

Tahukan anda buah Maja? Kalo dilihat dari suku kata, kita akan ingat satu kerajaan namanya Majapahit. Majapahit konon cerita berasal dari salah satu prajurit yang memakan buah maja yang terasa pahit, maka jadilah Majapahit. Entahlah apakah benar begitu. Tapi apa benar maja terasa pahit? Di Indonesia buah maja dikenal sebangsa jeruk-jerukan bernama latin yang masih berkerabat dekat dengan kawista. Buah ini tidak pahit, justru buahnya beraroma harum dan berasa manis. Mungkin yang dimakan oleh prajurit Majapahit buah maja yang masih muda.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Bubuk kulit kakao kemudian dialirkan ke dalam tangki eksraktor (T-102) untuk diekstraksi dengan menambahkan etanol 96% yang berfungsi untuk mengikat tanin dengan perbandingan 1:3. Proses ekstraksi ini dilakukan pada suhu 30 o C selama

8 Baca lebih lajut

ANALISIS KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KOTA KEKERABATAN MAJA DI KABUPATEN LEBAK

ANALISIS KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KOTA KEKERABATAN MAJA DI KABUPATEN LEBAK

Kebijakan Pembangunan Kota Kekerabatan Maja yang dilakukan di Kabupaten Lebak merupakan sebuah kebijakan untuk membangun sebuah kawasan baru di sekitar DKI Jakarta yang bertujuan untuk mengatasi ledakan pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta yang menjadikan lahan di perkotaan semakin langka dan mahal serta Penurunan kapasitas daya dukung lingkungan kota Jakarta. untuk itu Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjuk Maja sebagai wilayah yang paling berpotensi untuk dikembangkan agar persoalan tersebut dapat diselesikan. Penelitian ini dilakukan di seluruh instansi yang terlibat dalam proses pelaksanaannya, seperti Kementrian, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten serta Pengembang. Hal itu dilakukan peneliti guna mendapatkan kejelasan dalam informasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam analisis kebijakan pembangunan Kota Kekerabatan Maja peneliti menggunakan model analisis kebijakan publik dengan indikator Dunn, meliputi perumusan masalah, peramalan, rekomendasi kebijakan, pemantauan kebijakan, dan evaluasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam proses kebijakan pembangunan Kota Kekerabatan Maja belum dilaksanakan secara maksimal. Hal tersebut dikarenakan masih banyak sekali persoalan yang belum dapat dimaksimalkan seperti; masih lemahnya kelembagaan yang dibentuk dalam proses pelaksanaan sehingga menghambat pada proses koordinasi serta monitoring dalam pelaksanaannya, kemudian masih lemahnya regulasi teknis untuk menunjang pelaksanan pembangunan Maja. berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran yaitu kepada seluruh instansi terkait untuk lebih serius dalam hal kelembagaan demi mewujudkan terbangunnya Kota Kekerabatan Maja, serta segera membentuk regulasi beserta sanksi yang diterapkan terhadap instansi yang tidak dapat melaksanakan kebijakan tersebut.
Baca lebih lanjut

268 Baca lebih lajut

Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L) Terhadap Porphyromonas Gingivalis Sebagai Bahan Alternatif Medikamen Saluran Akar  (In Vitro)

Daya Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L) Terhadap Porphyromonas Gingivalis Sebagai Bahan Alternatif Medikamen Saluran Akar (In Vitro)

Konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%,1,56%, 0,78%, 0,39%, 0,195% dan 0,0975% dapat membunuh bakteri P. gingivalis secara menyeluruh karena bahan aktif yang dimiliki oleh ekstrak kulit buah manggis yaitu saponin, tanin, alkaloid dan flavonoid berefek terhadap bakteri P.gingivalis sehingga tidak ditemukan adanya pertumbuhan bakteri tersebut (steril atau 0 CFU/ml). 14,32 Pada konsentrasi 100% - 0,0975% tidak dijumpai pertumbuhan bakteri (steril atau 0 CFU/ml) yang berarti pada konsentrasi 100% - 0,0975% bersifat bakterisid, sedangkan pada konsentrasi 0,0487% ditemukan jumlah bakteri dengan rata-rata 2,54.10 15 CFU/ml. Pada konsentrasi 0,02437% ditemukan jumlah bakteri >300 koloni sehingga termasuk dalam kategori TBUD (Tidak Bisa Untuk Dihitung). Data hasil penelitian ini tidak dapat dilakukan uji statistik dengan ANOVA dan LSD karena data yang tersaji ada yang termasuk dalam kategori TBUD.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 1.500 Ton/Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 1.500 Ton/Tahun

Tabel 1.1 Data statistik impor tannin di Indonesia ........................................ I-2 Tabel 2.1 Luas Areal Dan Produksi Tanaman Kakao di Indonesia .............. II-2 Tabel 2.2 Data Statistik Ekspor Kakao ......................................................... II-3 Tabel 2.3 Produksi Perkebunan Kakao di Sumatera Utara ........................... II-3 Tabel 2.4 Harga Tanin Berdasarkan Ukuran Kemasan Tanin ...................... II-5 Tabel 2.5 Spesifikasi Kimia Tanin di Pasaran Dunia ................................... II-5 Tabel 3.1 Neraca Massa pada Tangki Ekstraksi (T-102) .............................. III-2 Tabel 3.2 Neraca Massa pada Filter Press (FP-101) .................................... III-2 Tabel 3.3 Neraca Massa pada Tangki Pengendapan (T-103) ....................... III-2 Tabel 3.4 Neraca Massa pada Evaporator (E-101) ....................................... III-3 Tabel 3.5 Neraca Massa pada Kondensor (CR-101) ..................................... III-3 Tabel 3.6 Neraca Massa pada Destilasi (DE-101) ........................................ III-3 Tabel 3.7 Neraca Massa pada Kondensor (CR-102) ..................................... III-3 Tabel 3.8 Neraca Massa pada Rotar Dryer (RD-101) .................................. III-4 Tabel 3.9 Neraca Massa pada Rotary Cooler (RC-101) ............................... III-4 Tabel 3.10 Neraca Massa pada Ball Mill (BM-102) ..................................... III-4 Tabel 4.1 Neraca Energi pada Tangki Ekstraksi (T-102) ............................. IV-1 Tabel 4.2 Neraca Energi pada Filter Press (FP-101)..................................... IV-2 Tabel 4.3 Neraca Energi dalam Tangki Pengendapan (T-103) ..................... IV-2 Tabel 4.4 Neraca Energi dalam Evaporator (E-101) ..................................... IV-2 Tabel 4.5 Neraca Energi dalam Kondensor (CR-101) .................................. IV-3 Tabel 4.6 Neraca Energi pada Destilasi (DE-101) ........................................ IV-3 Tabel 4.7 Neraca Energi pada Kondensor (CR-102) .................................... IV-3 Tabel 4.8 Neraca Energi pada Rotary Dryer (RD-101) ................................ IV-3 Tabel 4.9 Neraca Energi dalam Rotary Cooler (RC-101)............................. IV-4 Tabel 4.10 Neraca Energi dalam Ball Mill (BM-102) .................................. IV-4 Tabel 6.1 Daftar penggunaan instrumentasi pada pra-rancangan
Baca lebih lanjut

251 Baca lebih lajut

Geomorfologi Daerah Maja dan Sekitarnya, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

Geomorfologi Daerah Maja dan Sekitarnya, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

Geomorfologi merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang membahas bentuk lahan dan proses yang mempengaruhi pembentukannya. Kajian mengenai geomorfologi dapat berperan dalam perencanaan suatu pembangunan pada suatu wilayah, sehingga dinilai penting untuk diteliti. Daerah penelitian seluas 100 km 2 secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan Maja, Majalengka, dan Bantarujeg, Provinsi Jawa Barat, tepatnya terletak di sebelah tenggara Gunung Ciremai. Dengan membahas tiga aspek geomorfologi meliputi morfografi, morfometri, serta morfogenetik, maka akan dihasilkan sebuah peta geomorfologi yang membagi daerah penelitian menjadi beberapa satuan geomorfologi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Saat ini, Indonesia masih mengimpor tanin dengan jumlah yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, perlu didirikan pabrik Tanin dengan kapasitas yang memadai. Pada tabel 1.1 menunjukkan data impor tanin dari tahun 2009-2013.

2 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Saat ini, Indonesia masih mengimpor tanin dengan jumlah yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, perlu didirikan pabrik Tanin dengan kapasitas yang memadai. Pada tabel 1.1 menunjukkan data impor tanin dari tahun 2009-2013.

2 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Pabrik tanin ini direncanakan akan berbahan baku 1.500 ton/tahun sehingga dapat menghasilkan tanin 208,3 kg/jam dan beroperasi selama 300 hari kerja dalam setahun. Lokasi pabrik yang direncanakan adalah di daerah Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. dengan luas tanah yang dibutuhkan sebesar 19.400 m 2 .

1 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kulit Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Tabel 1.1 Data statistik impor tannin di Indonesia ........................................ I-2 Tabel 2.1 Luas Areal Dan Produksi Tanaman Kakao di Indonesia .............. II-2 Tabel 2.2 Data Statistik Ekspor Kakao ......................................................... II-3 Tabel 2.3 Produksi Perkebunan Kakao di Sumatera Utara ........................... II-3 Tabel 2.4 Harga Tanin Berdasarkan Ukuran Kemasan Tanin ...................... II-5 Tabel 2.5 Spesifikasi Kimia Tanin di Pasaran Dunia ................................... II-5 Tabel 3.1 Neraca Massa pada Tangki Ekstraksi (T-102) .............................. III-2 Tabel 3.2 Neraca Massa pada Filter Press (FP-101) .................................... III-2 Tabel 3.3 Neraca Massa pada Tangki Pengendapan (T-103) ....................... III-2 Tabel 3.4 Neraca Massa pada Evaporator (E-101) ....................................... III-3 Tabel 3.5 Neraca Massa pada Kondensor (CR-101) ..................................... III-3 Tabel 3.6 Neraca Massa pada Destilasi (DE-101) ........................................ III-3 Tabel 3.7 Neraca Massa pada Kondensor (CR-102) ..................................... III-3 Tabel 3.8 Neraca Massa pada Rotar Dryer (RD-101) .................................. III-4 Tabel 3.9 Neraca Massa pada Rotary Cooler (RC-101) ............................... III-4 Tabel 3.10 Neraca Massa pada Ball Mill (BM-102) ..................................... III-4 Tabel 4.1 Neraca Energi pada Tangki Ekstraksi (T-102) ............................. IV-1 Tabel 4.2 Neraca Energi pada Filter Press (FP-101)..................................... IV-2 Tabel 4.3 Neraca Energi dalam Tangki Pengendapan (T-103) ..................... IV-2 Tabel 4.4 Neraca Energi dalam Evaporator (E-101) ..................................... IV-2 Tabel 4.5 Neraca Energi dalam Kondensor (CR-101) .................................. IV-3 Tabel 4.6 Neraca Energi pada Destilasi (DE-101) ........................................ IV-3 Tabel 4.7 Neraca Energi pada Kondensor (CR-102) .................................... IV-3 Tabel 4.8 Neraca Energi pada Rotary Dryer (RD-101) ................................ IV-3 Tabel 4.9 Neraca Energi dalam Rotary Cooler (RC-101)............................. IV-4 Tabel 4.10 Neraca Energi dalam Ball Mill (BM-102) .................................. IV-4 Tabel 6.1 Daftar penggunaan instrumentasi pada pra-rancangan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai berikut Rusjdi, 2004:  Yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan atas bangunan Pasal 2 ayat 1[r]

142 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Anonim, Produksi Perkebunan Kakao di Sumatera Utara, Badan Pusat Statistik, Medan, 20114 Anonim, Manfaat Tanaman Kakao.. Balai Penelitian Kimia, Departemen Penelitian LIPTAN, Banjar Bar[r]

3 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton Tahun

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, berkat dan karunianya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan judul ― Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Tanin dari Kuli Buah Kako dengan Kapasitas 2.000 Ton/Tahun.”

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects