Tanjung Sarang Elang

Top PDF Tanjung Sarang Elang:

Studi Kinerja dan Tarif  Moda Angkutan Penyeberangan Sungai (Studi kasus : Tanjung Sarang Elang – Labuhan Bilik)

Studi Kinerja dan Tarif Moda Angkutan Penyeberangan Sungai (Studi kasus : Tanjung Sarang Elang – Labuhan Bilik)

Di Kabupaten Labuhan Batu terdapat 2 kecamatan yang dipisahkan oleh perairan, kedua kecamatan ini masih mengandalkan transportasi air untuk melancarkan kegiatan mereka sehari-hari. Labuhan Bilik yang berada di Kecamatan Panai Hulu dan Sei berombang yang berada di Kecamatan Panai Hilir, kedua kecamatan ini merupakan bagian dari Kabupaten Labuhan Batu yang jaraknya cukup jauh dari ibu kota kabupaten. Namun kecamatan Panai Hilir sedikit lebih beruntung dikarenakan telah adanya akses jembatan yang menghubungkannya dengan kecamatan lain, sementara itu Kecamatan Panai Hulu yang ber ibu kota Labuhan Bilik masih mengandalkan angkutan penyeberangan sungai untuk dapat menuju kecamatan tersebut. Hal ini dikarenakan Kecamatan Panai Hulu ini dipisahkan oleh muara sungai barumun dan sungai bilah, belum tersedianya akses jembatan yang menghubungkan dengan kecamatan ini mengaharuskan menggunakan angkutan penyeberangan dari Tanjung Sarang Elang yang berada di Kecamatan Panai Tengah. Adapun angkutan penyeberangan yang digunakan merupakan kapal motor kayu berjenis long boat yang berkapasitas 20 orang penumpang.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN I.1 Umum - Studi Kinerja dan Tarif Moda Angkutan Penyeberangan Sungai (Studi kasus : Tanjung Sarang Elang – Labuhan Bilik)

BAB I PENDAHULUAN I.1 Umum - Studi Kinerja dan Tarif Moda Angkutan Penyeberangan Sungai (Studi kasus : Tanjung Sarang Elang – Labuhan Bilik)

Di Kabupaten Labuhan Batu terdapat 2 kecamatan yang dipisahkan oleh perairan, kedua kecamatan ini masih mengandalkan transportasi air untuk melancarkan kegiatan mereka sehari-hari. Labuhan Bilik yang berada di Kecamatan Panai Hulu dan Sei berombang yang berada di Kecamatan Panai Hilir, kedua kecamatan ini merupakan bagian dari Kabupaten Labuhan Batu yang jaraknya cukup jauh dari ibu kota kabupaten. Namun kecamatan Panai Hilir sedikit lebih beruntung dikarenakan telah adanya akses jembatan yang menghubungkannya dengan kecamatan lain, sementara itu Kecamatan Panai Hulu yang ber ibu kota Labuhan Bilik masih mengandalkan angkutan penyeberangan sungai untuk dapat menuju kecamatan tersebut. Hal ini dikarenakan Kecamatan Panai Hulu ini dipisahkan oleh muara sungai barumun dan sungai bilah, belum tersedianya akses jembatan yang menghubungkan dengan kecamatan ini mengaharuskan menggunakan angkutan penyeberangan dari Tanjung Sarang Elang yang berada di Kecamatan Panai Tengah. Adapun angkutan penyeberangan yang digunakan merupakan kapal motor kayu berjenis long boat yang berkapasitas 20 orang penumpang.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STUDI KINERJA DAN TARIF MODA ANGKUTAN PENYEBERANGAN SUNGAI (Studi kasus Tanjung Sarang Elang – Labuhan Bilik)

STUDI KINERJA DAN TARIF MODA ANGKUTAN PENYEBERANGAN SUNGAI (Studi kasus Tanjung Sarang Elang – Labuhan Bilik)

Alhamdulillah, puji dan syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul “Studi Kinerja dan Tarif Moda Angkutan Penyeberangan Sungai (Studi kasus : Tanjung Sarang Elang – Labuhan Bilik)”

9 Baca lebih lajut

Beberapa Jenis Bahan Sarang dan Perilaku Bersarang Burung Seriti (Collocalia esculenta) di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara

Beberapa Jenis Bahan Sarang dan Perilaku Bersarang Burung Seriti (Collocalia esculenta) di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara

Burung seriti mempunyai warna bulu bagian atas berwarna gelap atau hitam kehijau-hijauan atau kebiru-biruan dan bagian perut berwarna putih, bentuk ekor sedikit bercelah tidak dalam dan pendek, terbangnya cepat hingga mencapai 150 km/jam dengan ukuran tubuh sedang/kecil sekitar 9-15 cm sedangkan ukuran dewasa hanya berkisar 10-16 cm dan ukuran paruh kecil agak melengkung berwarna gelap, serta sayap berbentuk sabit yang sempit dan runcing sangat kuat (Coates dan Bishop 2000; Mackinnon et al., 1993). Menurut Holmes dan Phillips (1999) bentuk mata seriti bulat dan cekung pita- tunggir lebih pucat tidak jelas dan warnanya abu-abu agak gelap. Burung ini memiliki kaki yang kecil dan lemah, serta berkuku kecil dan runcing digunakan untuk hinggap pada waktu burung seriti istirahat dalam posisi menggantung di sarang (BPRSB 1979). Seriti memiliki 2 butir telur berwarna putih dan bulat pendek agak lonjong (Abeng 2004).
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Beberapa Jenis Bahan Sarang dan Perilaku Bersarang Burung Seriti (Collocalia esculenta) di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara

Beberapa Jenis Bahan Sarang dan Perilaku Bersarang Burung Seriti (Collocalia esculenta) di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa di lokasi jembatan burung seriti meletakkan sarang pada sirip-sirip kayu sedangkan pada lokasi gua sarang diletakkan pada dinding gua. Jumlah sarang seriti pada jembatan I (121 sarang), jembatan II (130 sarang), gua I (212 sarang) dan gua II (206 sarang). Struktur fisik sarang burung seriti pada lokasi jembatan dan gua terdiri atas sarang mangkok dan sarang pojok dengan ukuran yang berbeda. Jenis bahan sarang yang terdapat di jembatan dan gua lebih banyak tersusun atas lumut, serta lumut dan rumput yang direkatkan dengan air liur. Jenis bahan sarang yang teridentifikasi terdapat pada lumut dengan jumlah spesies lebih banyak dibandingkan dengan bahan sarang lainnya. Aktivitas perilaku bersarang burung seriti adalah keluar dan masuk sarang, menyambut dan mengoper bahan sarang, menyusun bahan sarang, merekatkan bahan sarang dengan air liur. Terdapat perbedaan jumlah sarang, ukuran dan bentuk sarang, serta jenis bahan sarang diantara lokasi jembatan dan gua di Kabupaten Halmahera Selatan adalah jumlah sarang di J II lebih banyak dibandingkan di lokasi J I, sedangkan G I lebih banyak dibandingkan G II, ukuran dan bentuk sarang seriti pada lokasi gua sarang mangkok berukuran besar, sedangkan di jembatan sarang seriti sarang mangkok dan sarang pojok berbentuk segitiga yang berukuran kecil, jenis bahan sarang di 4 lokasi dapat dibedakan atas beberapa jenis bahan (lumut, rumput, dan serpihan daun).
Baca lebih lanjut

196 Baca lebih lajut

cerita tentang ayam dan elang

cerita tentang ayam dan elang

Berhari-hari telur Elang itu dierami bersama telur-telur ayam yang lain, hingga akhirnya tibalah saat telur-telur itu menetas. Sang elangpun ikut menetas bersama anak-anak ayam yang lain tanpa ia tahu siapa identitas dirinya sebenarnya. Yang ia tahu adalah ia hanyalah seekor anak ayam karena menetas bersama dengan anak-anak ayam lainnya dan dirawat juga oleh induk ayam.

2 Baca lebih lajut

KEBERHASILAN BERSARANG BURUNG REMETUK RA

KEBERHASILAN BERSARANG BURUNG REMETUK RA

Pemangsaan terhadap sarang banyak dijumpai pada burung-burung di Australia (Robinson 1990). Mulyani (2004) melaporkan beberapa jenis satwa yang potensial sebagai predator sarang di lokasi penelitian, yang terdiri atas jenis-jenis burung, mamalia, dan reptil. Percobaan yang dilakukan dengan sarang dan telur buatan menunjukkan bahwa kebanyakan predator di habitat mangrove di Darwin terdiri atas kelompok rodentia dan burung, sedangkan pemangsaan oleh kelompok reptil lebih sulit untuk diidentifikasi (Fischer 2000; Mulyani 2004).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KATA PENGANTAR - Manfaat dan Khasiat Burung Wallet

KATA PENGANTAR - Manfaat dan Khasiat Burung Wallet

Burung walet yang membuat sarangnya di atap rumah tua biasanya telah dibudidayakan oleh keluarga atau perusahaan yang menjalankan bisnis seperti ini sejak lama. Karena sifatnya yang alami dan langka (Banyak pemanen sarang burung walet yang menemui ajalnya setiap tahun saat memanen di gua) harga jual sarang burung walet gua jauh lebih mahal dibandingkan sarang walet rumahan. Di pasaran juga dikenal istilah sarang burung walet bersih dan kotor. Yang bersih adalah sarang burung walet yang sudah dicuci dan dibersihkan serta siap untuk dimasak.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Estimasi Kepadatan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Berdasarkan Jumlah Sarang Di Marike Dan Sikundur Kecil Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara

Estimasi Kepadatan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Berdasarkan Jumlah Sarang Di Marike Dan Sikundur Kecil Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara

Ketika seekor orangutan menemukan posisi yang sesuai untuk membangun sebuah sarang dalam sebuah pohon, maka orangutan bergerak menuju batang-batang pohon kecil disekitarnya, lalu memegang dahan ke bawah dengan kaki. Kemudian ia memilin, melekukkan atau melipatnya ke bagian cabang yang lentur dengan tangannya. Tangan juga dipergunakannya untuk mendorong dahan-dahan tersebut ke bawah supaya rapat untuk membentuk suatu bidang datar. Pembuatan sebuah sarang biasanya membutuhkan waktu 2-3 menit, namun dapat dilanjutkan dengan perbaikan- perbaikan ringan (Mac Kinnon, 1974). Konstuksi sebuah sarang orangutan dapat bervariasi dari suatu bidang datar kecil yang sederhana sampai sebuah sarang yang besar dan kokoh, yang bahkan mampu untuk menahan seorang manusia dewasa dengan sangat nyaman (Rijksen, 1978).
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Perancangan Buku ILustrasi Elang Jawa

Perancangan Buku ILustrasi Elang Jawa

Strategi didefinisikan sebagai metode ataupun cara yang digunakan untuk mencapai sebuah solusi disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Salah satu permasalahan yang ditemukan mengenai Elang Jawa adalah kurangnya media Informasi yang tertulis maupun visual yang ada dimasyarakat. Dari hal tersebut maka dibutuhkan sebuah solusi, diantaranya melalui pendekatan visual yang didalamnya bermuatan nilai informasi, yaitu buku informasi bergambar atau ilustrasi yang berfungsi sebagai bahan pengetahuan sekaligus hiburan yang bertujuan menanamkan rasa cinta untuk melestarikan Elang Jawa sekaligus pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan satwa-satwa hampir punah di Indonesia.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

Beberapa jenis bahan sarang dan perilaku bersarang burung seriti (Collocalia esculenta) di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara

Beberapa jenis bahan sarang dan perilaku bersarang burung seriti (Collocalia esculenta) di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara

Burung seriti mempunyai warna bulu bagian atas berwarna gelap atau hitam kehijau-hijauan atau kebiru-biruan dan bagian perut berwarna putih, bentuk ekor sedikit bercelah tidak dalam dan pendek, terbangnya cepat hingga mencapai 150 km/jam dengan ukuran tubuh sedang/kecil sekitar 9-15 cm sedangkan ukuran dewasa hanya berkisar 10-16 cm dan ukuran paruh kecil agak melengkung berwarna gelap, serta sayap berbentuk sabit yang sempit dan runcing sangat kuat (Coates dan Bishop 2000; Mackinnon et al., 1993). Menurut Holmes dan Phillips (1999) bentuk mata seriti bulat dan cekung pita- tunggir lebih pucat tidak jelas dan warnanya abu-abu agak gelap. Burung ini memiliki kaki yang kecil dan lemah, serta berkuku kecil dan runcing digunakan untuk hinggap pada waktu burung seriti istirahat dalam posisi menggantung di sarang (BPRSB 1979). Seriti memiliki 2 butir telur berwarna putih dan bulat pendek agak lonjong (Abeng 2004).
Baca lebih lanjut

174 Baca lebih lajut

ANALISIS KESTABILAN MODEL PREY PREDATOR DENGAN ADANYA PEMANENAN PADA PREDATOR - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS KESTABILAN MODEL PREY PREDATOR DENGAN ADANYA PEMANENAN PADA PREDATOR - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kajian matematis mengenai interaksi dua populasi prey predator telah ditemukan oleh Lotka Volterra dipertengahan tahun1926. Pada perkembangannya, model ini telah banyak mengalami modifikasi seperti menambahkan variabel variabel baru : stocking, diffusion, delay dan harvesting atau pemanenan. Dalam tugas akhir ini akan menganalisis kestabilan model prey predator dengan adanya pemanenan pada predatornya. Dengan menyelidiki titik kesetimbangannya, kestabilan menggunakan Lyapunov. Salah satu contoh sederhana hubungan prey predator dalam kehidupan sehari hari adalah hubungan antara tikus di sawah dan ular atau elang. Dimana tikus berperan sebagai prey dan ular atau elang bertindak sebagai predatornya, tidak bisa dipungkiri bahwa hubungan ular atau elang bisa dijadikan sebagai pengendali jumlah populasi tikus disawah, apa yang terjadi bila elang atau ular sebagai predator tikus mengalami pemanenan seperti adanya penangkapan dalam jumlah yang signifikan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

2015 Burung Pemangsa di Pulau Rambut

2015 Burung Pemangsa di Pulau Rambut

Elang-laut perut-putih merupakan salah satu anggota suku accipiteridae (elang). Jenis ini memiliki panjang tubuh sekitar 70-85 cm dengan kombinasi warna bulu yaitu putih, abu-abu dan hitam. Individu dewasa berwarna putih pada leher, kepala dan bagian bawah tubuh, bagian atas berwarna abu-abu kebiruan. Pada sayap, punggung dan ekor berwarna abu-abu, bulu primernya hitam. Memiliki warna iris mata coklat. Kuku, paruh dan sera berwarna abu-abu. Tungkai tanpa bulu dan kaki berwarna abu-abu. Rentang sayap pada individu dewasa berkisar antara 178-218 cm sesuai untuk terbang melayang karena elang laut perut putih sering menghabiskan waktunya untuk terbang melayang mencari mangsa. Berat tubuh jantan 1,8 - 2,9 kg dan betina 2,5 – 3,9 kg. Perbedaan jenis kelamin jantan dan betina sulit dibedakan. Ummnya ukuran tubuh dewasa di alam rata-rata jantan relatih lebih kecil dari betina (sekitar 70- 75 cm) sedangkan betina rata-rata diatas 85 cm (Beehler et. al., 2001; MacKinnon et al. 1998; Prawiradilaga et al. 2003).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK SARANG BURUNG GOSONG KAKI MERAH (Megapodius reinwartdt) DI JALUR TELUK UJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TUNAK NEST CHARACTERSISTICS OF ORANGE–FOOTED SCRUBFOWL (Megapodius reinwartdt) AT TELUK UJUNG TRACK, GUNUNG TUNAK ECOTOURISM PARK Zahra Hus

KARAKTERISTIK SARANG BURUNG GOSONG KAKI MERAH (Megapodius reinwartdt) DI JALUR TELUK UJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TUNAK NEST CHARACTERSISTICS OF ORANGE–FOOTED SCRUBFOWL (Megapodius reinwartdt) AT TELUK UJUNG TRACK, GUNUNG TUNAK ECOTOURISM PARK Zahra Hus

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pada kelima sarang, jenis yang memiliki INP tertinggi, masuk kedalam katagori tinggi. Pada sarang S01 INP tertinggi pada tingkat pohon dan semai yaitu jenis Berora (Kleinhovia hospita L), pada tingkat tiang INP tertinggi pada jenis Preh (Ficus ribens), dan pada tingkat pancang Kepuh (Sterculia foetida). Pada sarang S02 INP tertinggi pada tingkat pohon, tiang dan semai adalah jenis Berora (Kleinhovia hospita L), sedangkan pada tingkat pancang INP tertinggi pada jenis Jambu Hutan (Eugenia polyantha). Pada sarang S03 INP tertinggi pada tingkat pohon yaitu jenis Berora (Kleinhovia hospita L), pada tingkat tiang yaitu jenis Kepuh (Sterculia foetida), pada tingkat pancang yaitu jenis Kandal (Cordia dichotoma), dan pada tingkat semai INP tertinggi pada jenis Walikukun (Schoutenia ouata). Pada sarang S04 INP tertinggi pada tingkat pohon, tiang, pancang dan semai berturut-turut pada jenis Berora (Kleinhovia hospita L), Kandal (Cordia dichotoma), Kepuh (Sterculia foetida), Preh (Ficus ribens). Dan pada sarang S05 INP tertinggi pada tingkat pohon dan tiang yaitu pada jenis Kepuh (Sterculia foetida), sedangkan pada tingkat pancang dan semai INP tertinggi pada jenisBerora (Kleinhovia hospita L). Menurut Setiawan et al, (2006), menyatakan setiap jenis pohon dalam suatu komunitas dapat menciptakan berbagai kondisi lingkungan dan ketersediaan makanan yang spesifik bagi jenis-jenis burung tertentu, semakin banyak jenis pohon akan tercipta semakin banyak relung ekologi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

JENIS JENIS TARIAN DAERAH JAMBI

JENIS JENIS TARIAN DAERAH JAMBI

Tari Inai ditarikan oleh 5 atau 7 pasang penari yang tampil secara bergiliran dengan menggunakan property kembang lilin. 5 atau 7 pasang penari tersebut masing-masing menggambarkan tokoh-tokoh nenek moyang masyarakat Melayu Timur yang terdapat di Tanjung Jabung Timur, yaitu Hang Tuah, Hang Jebat, Hang Lekir atau Lekiu, Hang Kasturi, Dewa Safri, Dandan Setia dan Sidang Budiman sebagai tokoh yang diwakili oleh penari pria. Sedangkan penari wanita mewakili tokoh Putri Siti Zubaidah, Putri Suri Maknikam, Putri Intan Baiduri, Putri Intan Terpilih, Putri Intan Gemale, Putri Intan Teserlah dan Putri Begubang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERDA KABUPATEN OKU NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PERAUBAHAN STATUS 3 DESA MENJADI KELURAHAN DALAM K

PERDA KABUPATEN OKU NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PERAUBAHAN STATUS 3 DESA MENJADI KELURAHAN DALAM K

a. SEBELAH UTARA berbatasan dengan Kelurahan Sekar Jaya Kecamatan Baturaja Timur dengan tanda batas mulai dari Pilar I (Satu) yang terletak di Perumahan Sarang Elang mengikuti Jalan Imam Bonjol sampai Pilar II (Dua) kemudian memotong Jalan Imam Bonjol mengikuti jalan Lekis Lama sampai Pilar III (Tiga) kemudian ke Pilar IV (Empat) di Jalan Lekis terus mengikuti Jalan Lekis sampai Pilar V (lima);

14 Baca lebih lajut

Jenis Elang di Indonesia dan Dunia (1)

Jenis Elang di Indonesia dan Dunia (1)

berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah. Sebagai burung, elang berkembang biak dengan cara bertelur yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuat dari dedaunan sampai ranting pohon. Dari semua jenis elang ada satu jenis elang yang memangsa jenis serangga dan sarangnya hingga buah – buahan yakni elang sikep madu. Namun, untuk ukuran elang terbesar tidak terdapat di indonesia karena elang terbesar yang ada di indonesia adalah elang papua yang memiliki panjang tubuh 75 – 90 cm.

6 Baca lebih lajut

Pemodelan Spasial Habitat Elang Jawa (Spizaetus bartelsi Stresemann, 1924), Elang Hitam (Ictinaetus malayanus Temminck, 1822), dan Elang-Ular Bido (Spilornis cheela Latham, 1790) dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Ciamis Bagian Uta

Pemodelan Spasial Habitat Elang Jawa (Spizaetus bartelsi Stresemann, 1924), Elang Hitam (Ictinaetus malayanus Temminck, 1822), dan Elang-Ular Bido (Spilornis cheela Latham, 1790) dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Ciamis Bagian Uta

Elang Jawa menyukai pohon yang tinggi menjulang yang dapat digunakan untuk mengincar mangsa ataupun sebagai sarang, tercatat bahwa Elang Jawa membangun sarang di pohon Rasamala (Altingia excelsa), Lithocarpus dan Quercus, Pinus (Pinus merkusii), Puspa (Schima wallichii), Kitambaga (Eugenia cuprea). Jenis pohon tersebut juga banyak dijumpai di Gn Sawal. Jenis-jenis dominan antara lain Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanopsis agentea), Hantap (Sterculia sp), Jamuju (Podocarpus imbricatus), Ipis kulit (Acmena acuminatissima), Manglid (Magnolia blumeii). Umumnya sarang ditemukan di pohon yang tumbuh di lereng dengan kemiringan sedang sampai curam pada ketinggian tempat diatas 800 mdpl, dengan dasar lembah memiliki anak sungai. Hal ini berhubungan dengan kesempatan memperoleh mangsa dan pemeliharaan keselamatan anak (Andono, 2004).
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN TB PARU STIKES YATSI

ASUHAN KEPERAWATAN TB PARU STIKES YATSI

Kuman yang bersarang di jaringan paru akan berbentuk sarang tuberculosis pneumonia kecil dan disebut sarang primer atau efek primer atau sarang ghon ( focus ) sarang primer ini dapat trejadi pada semua jaringan paru, bila menjalar sampai pleura maka terjadi efusi pleura. Kuman dapat juga masuk ke dalam saluran gastrointestinal, jaringan limpe, orofaring, dan kulit. Kemudian bakteri masuk ke dalam vena dan menjalar keseluruh organ, seperti otak, ginjal, tulang,. Bila masuk ke dalam arteri pulmonalis maka terjadi penjalaran keseluruh bagian paru dan menjadi TB milier.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Nesting Success of Large-billed Gerygone magnirostris and Mangrove G. levigaster in the Mangroves of Darwin, Northern Territory, Australia

Nesting Success of Large-billed Gerygone magnirostris and Mangrove G. levigaster in the Mangroves of Darwin, Northern Territory, Australia

Pemangsaan terhadap sarang banyak dijumpai pada burung-burung di Australia (Robinson 1990). Mulyani (2004) melaporkan beberapa jenis satwa yang potensial sebagai predator sarang di lokasi penelitian, yang terdiri atas jenis-jenis burung, mamalia, dan reptil. Percobaan yang dilakukan dengan sarang dan telur buatan menunjukkan bahwa kebanyakan predator di habitat mangrove di Darwin terdiri atas kelompok rodentia dan burung, sedangkan pemangsaan oleh kelompok reptil lebih sulit untuk diidentifikasi (Fischer 2000; Mulyani 2004).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 7948 documents...