Tarekat Naqsabandiyah

Top PDF Tarekat Naqsabandiyah:

PENGARUH PEMIKIRAN DR. SYEKH SALMAN DA’IM TERHADAP PERKEMBANGAN TAREKAT NAQSABANDIYAH DI DESA BANDAR TINGGI.

PENGARUH PEMIKIRAN DR. SYEKH SALMAN DA’IM TERHADAP PERKEMBANGAN TAREKAT NAQSABANDIYAH DI DESA BANDAR TINGGI.

Tarekat merupakan bagian dari ilmu Islam yang di dalamnya memiliki bentuk kelembagaan atau organisasi. Tarekat memiliki bebagai jenis di antaranya Tarekat Naqsabandiyah. Tarekat Naqsabandiyah didirikan oleh Syekh Bahaudin An Naqsabandi yang berasal dari Bukhara. Di Indonesia pengenalan Tarekat Naqsabandiyah berasal dari Sumatera Barat oleh Prof. Dr. Syekh H Djalaludin. Di Desa Bandar Tinggi Tarekat Naqsabandiyah di pimpin oleh DR. Syekh Salman Da’im. Pemikiran beliau tersebut yaitu memperbolehkan para jamaah untuk tetap beraktifitas walaupun sedang suluk, memiliki keseimbangan antara spiritual dan intelektual, metode dakwah dengan dialog interaktif, dan cara berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Tarekat Naqsabandiyah di Kabupaten Lima Puluh Kota: Studi Atas Dinamikanya Melalui Teks dan Konteks Naskah-naskah Karya Janius Ahmad Datuk Mali Puti Alam.

Tarekat Naqsabandiyah di Kabupaten Lima Puluh Kota: Studi Atas Dinamikanya Melalui Teks dan Konteks Naskah-naskah Karya Janius Ahmad Datuk Mali Puti Alam.

Surau sebagai tempat penulisan dan penyalinan naskah merupakan fenomena yang menarik sebagai gambaran tradisi pernaskahan dan tradisi intelektual di Minangkabau. Lebih menarik lagi, tradisi penulisan naskah masih bertahan hingga sekarang. Dalam hal ini misalnya, dikenal Janius Ahmad Datuk Mali Puti Alam (w. 12 Oktober 2008), sebagai penulis naskah-naskah Islam, khususnya tentang ajaran tarekat Naqsabandiyah di Surau Suluk, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Naskah-naskah itu ditulis dengan aksara Arab Melayu (Jawi) yang berisi informasi dan pengetahuan berharga yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui corak ajaran, dinamika, dan perkembangan tarekat Naqsabandiyah, khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota. Naskah-naskah tersebut merupakan khasanah budaya yang penting baik secara akademis maupun sosial budaya. Secara akademis melalui naskah-naskah itu dapat diungkap nilai-nilai yang bermanfaat bagi pengungkapan sejarah, dinamika dan perkembangan tarekat Naqsabandiyah. Secara sosial budaya, naskah-naskah itu merupakan identitas, kebanggaan dan warisan yang berharga. Naskah merupakan hasil kegiatan intelektual dalam masyarakat tradisional (local genius). Naskah merupakan warisan budaya yang berisi beraneka ragam teks karya cipta masyarakat yang dapat digunakan untuk penelitian keagamaan, falsafah, kesejarahan, kesusastraan, kebahasaan, persoalan adat-istiadat, perundang-undangan, dan kajian-kajian dengan sudut pandang yang lain (Yusuf [Peny.], 2006: 3).
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN TAREKAT DI MANDAILING NATAL

PERKEMBANGAN TAREKAT DI MANDAILING NATAL

penulis untuk menelitinya yaitu tarekat yang ada di desa Ampung Julu, Aek Nabara dan Hatupangan. Kemudian berdasarkan hasil wawancara guru tarekat yang bernama Bapak Ali Mukmin selaku warga Tombang Kaluang tarekat yang dijalankanya yaitu tarekat naqsabandiyah yang mana tempat tarekat ini dilaksanakan di desa Tombang Kaluang, Hatupangan dan di Banjar Maga. Tarekat ini dimulai pada 1982 gurunya Khalifah Muhammad Yusuf selaku warga Hatupangan, setelah beliau meninggal maka dilanjutkan oleh muridnya yang bernama Ali Mukmin. Ali Mukmin sudah mengajarkan tarekat ini selama 10 tahun. Untuk tarekat ini sama saja dengan tarekat yang biasa yakni mengagungkan Allah dengan berdiam di mesjid semata- mata karena Allah dan berzikir menyebut asma Allah dengan khusyuk. Adapun untuk bacaannya yaitu menyebut asma Allah kemudian untuk ajaran yang lain yaitu sangat rahasia karena tidak diajarkan kepada orang yang belum mengikuti tarekat seperti penulis. Untuk syarat mengikuti tarekat ini cukup dengan mendaftar kemudian melaksanakan mandi taubat, untuk pelaksanaan mandi taubat ini dilaksanakan pada malam hari yaitu sekitar pukul 11.00 malam kemudian setelah mandi shalat hajat dan berzikir kepada Allah kemudian tidur seperti biasanya hingga menjelang waktu subuh. Kemudian untuk hari selanjutnya tarekat tersebut dilaksanakan yang mana cara duduknya melingkar dan seperti shalat tahiyat akhir namun kakinya sebelah kiri, peserta tarekat berdiam dan berzikir di masing- masing kelambu yang mana perempuan sama perempuan dan laki-laki sama laki-laki. Sebelum tarekat dilaksanakan gurunya memandu bagaimana cara untuk pelaksanaannya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Amalan Tarekat Qadiriyah Wa Naqsabandiyah Sebagai Proses Pendidikan Jiwa Di Masjid Babul Muttaqin Desa Kradenan Jetis Ponorogo

Amalan Tarekat Qadiriyah Wa Naqsabandiyah Sebagai Proses Pendidikan Jiwa Di Masjid Babul Muttaqin Desa Kradenan Jetis Ponorogo

Sebelum membahas tentang metode dan materi amalan tarekat sebagai sarana pendidikan jiwa, perlu di sini dipaparkan secara singkat tentang tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Tarekat ini didirikan oleh seorang sufi besar Masjid al-Haram Makkah al-Mukarramah bernama Ahmad Khathib ibn Abd. Ghaffar al-Sambasi al-Jawi, wafat di Makkah pada tahun 1878 M. Beliau adalah seorang mursyid Tarekat Qadiriyah, tetapi ada yang menyebutkan bahwa beliau juga mursyid dalam Tarekat Naqsabandiyah. Namun beliau hanya menyebutkan silsilah tarekatnya dari sanad Tarekat Qadiriyah. Sampai sekarang belum diketemukan, dari sanad mana beliau menerima bai’at Tarekat Naqsabandiyah (Martin Van Bruinessen, 1998:90). Sebagai seorang mursyid yang sangat ‘alim dan ‘arif billah, beliau memiliki otoritas untuk membuat modifikasi tersendiri dari tarekat yang dipimpinnya, karena dalam Tarekat Qadiriyah memang ada kebebasan untuk itu, bagi yang telah mencapai derajat mursyid. Untuk itu beliau menggabungkan inti ajaran kedua tarekat, yaitu Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dan mengajarkan pada murid-muridnya, khusus yang berasal dari Indonesia (Martin Van Bruinessen, 1998, hal. 91).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

this PDF file SEJARAH TAREKAT QODIRIYAH WAN NAQSABANDIYAH PIJI KUDUS | Mu'min | FIKRAH 1 PB

this PDF file SEJARAH TAREKAT QODIRIYAH WAN NAQSABANDIYAH PIJI KUDUS | Mu'min | FIKRAH 1 PB

Van Bruinessen nampaknya merujuk pada satu fakta bahwa kebanyakan pengikut Tarekat Naqsabandiyah Mujaddidiyah menelusuri keturunan awal mereka melalui Ghulam Ali atau Syekh Abdullah al-Dihlavi (1824), karena pada awal abad ke- 19 India menjadi pusat organisasi dan intelektual utama dari tarekat ini. Khanaqah (pondok) Ghulam Ali di Delhi tidak hanya didatangi para pengikut asal dari India, tetapi juga dari Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Tenggara. Walaupun pada tahun 1857 khanaqah ini sempat fakum akibat Delhi dirampas Inggris, namun sampai sekarang khanaqah ini masih tetap eksis sebagai pusat pengembangan tarekat ini. 33
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Key Words: Tarekat Akmaliyah as-Sholihiyah, sanad, dan

Key Words: Tarekat Akmaliyah as-Sholihiyah, sanad, dan

menjadi dua, yakni tarekat yang mu’tabaroh dan ghoir al- mu’tabaroh. Tarekat mu’tabaroh adalah tarekat-tarekat yang telah terkenal serta memiliki banyak pengikut di seluruh belahan dunia muslim, dan biasanya yang diklaim sanad-nya muttasil hingga ke Rasulullah Saw. Tarekat yang digolongkan kedalam kelompok ini di Indonesia antara lain adalah Tarekat Naqsabandiyah, Naqsabandiyah Khalidiyah al-Mujaddidiyah, Sattariyah, Sadziliyah, Qadiriyah, Qadiriyah wa an- Naqsahandiyah, Kubrawiyah, Maulawiyah, Khalwatiyah, Tijaniyah dan lain sebagainya yang menurut Nahdlatul Ulama ada lebih dari 30 Tarekat. Sedangkan tarekat ghoir al- mu’tabaroh adalah tarekat yang memiliki karakter sebaliknya. Diantara tarekat di Indonesia yang dimasukkan kedalam kelompok ini adalah Tarekat Siddiqiyah, Wahidiyah, Miladiyah, dan juga Akmaliyah. Karena dikelompokkan kedalam tarekat ghoir al-mu’tabaroh, tarekat-tarekat yang disebutkan terakhir ini sering mendapat cibiran dan pernyataan miring, sehingga perkembangannya agak sedikit terhambat dan kurang begitu pesat dibanding dengan tarekat yang masuk kategori mu’tabaroh. Namun demikian, bukan berarti tarekat-tarekat ini mati tak punya pengikut, bahkan lambat tapi pasti mereka terus berkembang dan mendapat simpati dari masyarakat. 4
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

BISNIS DALAM PANDANGAN TAREKAT (Study Kasus Jam’iyyah Tharekat Qodiriyyah An-Naqsabandiyah Di Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau).

BISNIS DALAM PANDANGAN TAREKAT (Study Kasus Jam’iyyah Tharekat Qodiriyyah An-Naqsabandiyah Di Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau).

Baroh (UNU:1998), dalam skripsinya ”Tinjauan hukum Islam terhadap aktivitas suluk tarekat Naqsabandiyah Doktren Al-Mansyur Popongan Delanggu Klaten” dalam karya ini membahas tentang posisi aktivitas Suluk dalam hukum Islam, dalam artian bertentangan atau tidak aktivitas suluk tersebut. Menurut tinjauan hukum Islam tidak ada yang menyimpang dari ajaran syariah bahkan memang bersumber dari Al-Quran, Alhadist, atsar sahabat maupun fatwa dari para alim ulama.

15 Baca lebih lajut

Tarekat Syâdziliyah Dan Hizbnya

Tarekat Syâdziliyah Dan Hizbnya

Athâillâh al-Iskandari, sehingga khazanah Tarekat Syâdziliyah tetap terpelihara. 13 Meskipun begitu, al-Syâdzilî menyusun rangkaian doa yang berasal dari pengalaman mistis (hizb) yang memuat formula ayat al- Qur‟an dan juga inspirasi khas tasawuf. Kumpulan doa ini dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru Dunia Islam. Sejak saat itu, karya beliau menjadi rangkaian doa yang sangat luas pemakaiannya dalam Dunia Islam dan dianggap memiliki keberkatan khusus. Rangkaian doa ini memiliki nama yang diberikan olehnya sendiri (Abû Hasan Al- Syâdzilî) ataupun oleh orang lain, seperti hizb al-bahr, hizb al-nashr, hizb al-barr atau al-kabir dan lain-lain. Saat ini dapat dijumpai bahwa di banyak pesantren di Indonesia diajarkan hizb al-Syâdzilî itu. Dikatakan bahwa doa-doa tersebut sangat makbul dan Syaikh Abû Hasan Al-Syâdzilî mengakui bahwa dirinya menerima langsung dari lisan Nabi dalam penglihatan spiritual. 14
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

M., “Ajaran dan Dampak Spiritualitas Tarekat Shādhiliyah bagi Para Pengikut Tarekat di Pondok PETA Kauman Tulungagung” dalam http://lib.uin-malang.ac.id/?mod=th_detail&id=09750021 diak[r]

4 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Adapun yang menjadi fokus penelitian pada penelitian ini adalah (1) Apa motivasi remaja mengikuti ajaran tarekat Syadziliyah? (2) Apa manfaat yang diperoleh pada remaja dalam mengikuti ajaran tarekat Syadziliyah? (3) Bagaimanakah remaja mengaplikasikan ajaran tarekat Syadziliyah dalam kehidupan sehari-hari?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui motivasi remaja mengikuti ajaran tarekat Syadziliyah. (2) Untuk mengetahui manfaat yang diperoleh pada remaja dalam mengikuti ajaran tarekat syadziliyah. (3) Untuk mengetahui aplikasi ajaran tarekat Syadziliyah pada remaja dalam kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Kekuasaan Spiritual dalam Kerajaan Tuhan

Kekuasaan Spiritual dalam Kerajaan Tuhan

Artikel ini menjelaskan tentang Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah Babussalam (TNKB) sebagai sebuah organisasi sufi yang diikat dalam struktur sosial yang mapan dan kuat. Struktur sosial yang ada pada TNKB ini terbangun berdasarkan adanya sistem nilai yang dianut, terutama dalam memposisikan siapa yang menjadi pemimpin dan siapa yang dipimpin dalam aktifitas spritual, maka tentu secara organisatoris TNKB yang merupakan organisasi persaudaraan (brotherhood) sufi dibangun atas adanya hubungan atas ke bawah bersifat satu arah (top-down). Struktur sosial ini terdiri atas mursyid, khalifah, zuriat, khadim dan jamaah yang berjalan secara kaku karena mursyid sebagai pimpinan yang memiliki otoritas penuh dalam menjalankan fungsinya dibantu para khalifah sebagai “pendamping” dalam mengatur keberlangsungan tarekat. Mursyid ini dalam pengalaman TNKB merupakan pimpinan tertinggi yang memiliki otoritas penuh dalam menentukan dan mengambil kebijakan terhadap setiap kegiatan yang dilakukan di TNKB, terutama yang berkaitan dengan praktek ritual atau tradisi yang sampai saat ini masih tetap dijaga dan dipraktekkan. Otoritas kepemimpinan mursyid ini diperkuat dengan sistem norma bersifat tertulis tentang kepatuhan kepada mursyid sebagai bagian dari “adab tarekat” yang dianggap berkaitan dengan prestasi spiritual jamaah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan Religiusitas dengan Pengendalian Diri (self regulation) pada Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Babussalam Langkat Sumatera Utara

Hubungan Religiusitas dengan Pengendalian Diri (self regulation) pada Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Babussalam Langkat Sumatera Utara

Tarekat Sebagai Model Pendidikan Agama Islam Pada Lanjut Usia Studi Metode dan Materi Tarekat Qodiriyyah Wa Naqsabandiyyah.Skripsi.Yogyakarta:Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.. Ta[r]

4 Baca lebih lajut

Tarekat syadziliyah dan hizbnya

Tarekat syadziliyah dan hizbnya

Tarekat Syâdziliyah memulai keberadaannya di bawah salah satu dinasti al-Muwahhidûn, yakni Hafsiyyah di Tunisia. Tarekat ini kemudian berkembang di Mesir dan Timur Dekat di bawah kekuasaan dinasti Mamluk. Dalam hal ini yang menarik, sebagaimana dicatat Victor Danner, peneliti Tarekat Syâdziliyah, meskipun terekat ini berkembang pesat di daerah Timur (Mesir), namun awal perkembangannya adalah dari Barat (Tunisia). Dengan demikian, peran daerah Maghribi dalam kehidupan spiritual tidak sedikit. Menurut Danner, perannya sejak abad ke-7H/13M sangatlah jelas. Banyak tokoh sufi yang sezaman dengan al-Syâdzilî menetap di Barat, misalnya Abû Madyan Syu’aib al-Maghribi (w. 594 H/1197M), Ibn al- Άrabi (w. 638H/1240M), Άbd. Al -Salâm ibn Masyîsy (w. 625H/1228M), Ibn Sab’in (w. 669H/1271M) dan al -Syusyturî (w. 688H/1270M). Walaupun dasar-dasar tasawuf Maghribi itu berasal dari Timur sebagai asal muasal Islam itu sendiri, namun kecerdasan Muslim daerah Barat, gaya hidupnya, seni kaligrafinya, arsitektur masjidnya, juga mazhab Malikinya, telah ada sejak generasi Islam awal. Ciri umum ini mendapat penguatan bersamaan dengan berdirinya dinasti Abbasiyah pada abad ke-2H/8M dan mulai mengembangkan
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

NILAI-NILAI PERILAKU SOSIAL PADA AKTIVITAS JAMA’AH TAREKAT QODIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN NURUL ALI SEMPU, SECANG, MAGELANG TAHUN 2017 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

NILAI-NILAI PERILAKU SOSIAL PADA AKTIVITAS JAMA’AH TAREKAT QODIRIYAH WA NAQSYABANDIYAH DI PONDOK PESANTREN NURUL ALI SEMPU, SECANG, MAGELANG TAHUN 2017 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Tarekat qodiriyah wa naqsabandiyah merupakan salah satu tarekat di Indonesia. Secara umum tarekat dipahami sebagai upaya secara kusus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan tertentu. Sehingga tarekat kerap sekali diassosiasikan dengan upaya memperbaiki hubungan secara vertikal kepada Allah. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui adanya nilai-nilai perilaku sosial (secara horisontal) dalam aktivitas tarekat tersebut. Pokok masalah penelitian ini sebagai berikut: (1) Apa motivasi jama‟ah mengikuti tarekat qodiriyah wa naqsabandiyah di Pondok Pesantren Nurul Ali Sempu, Secang, Magelang?. (2) Bagaimana d eskriptif aktivitas jama‟ah tarekat qodiriyah wa naqsbandiyah di Pondok Pesantren Nurul Ali Sempu, Secang, Magelang. Adakah nilai-nilai perilaku sosial dalam kegiatan tersebut?.
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

Prinsip prinsip Dasar Tarekat Muktabarah

Prinsip prinsip Dasar Tarekat Muktabarah

Silsilah merupakan salah satu yang menjadi tolak ukur sebuah tarekat tersebut muktabaroh atau tidak. Organisasi tarekat muktabaroh di Indonesia didirikan di Tegalrejo, Magelang pada 10 Oktober 1957 dengan nama Jam'iyah Thariqah Muktabaroh oleh para ulama sufi di Jawa. Organisasi ini bertujuan untuk mengusahakan berlakunya syari'at Islam lahir maupun batin dengan berhaluan ahlus sunnah wal jamaah, yang berdasarkan salah satu dari madzhab empat dan mempergiat amal saleh lahir batin menurut ajaran ulama salihin, termasuk zikir kalimah tayyibah dengan baiat salihah. 11 Berikut prinsip-prinsip
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

MEKANISME PERTAHANAN DIRI KAUM TAREKAT

MEKANISME PERTAHANAN DIRI KAUM TAREKAT

Tarekat ini memiliki keunikan, bahwa di satu sisi, ia berorientasi konservatif karena didominasi oleh ideologi Morbout yang mempertahankan posisi pemimpin mereka sebagai guru suci yang harus ditaati secara total, namun di sisi berbeda, toleran dalam praktik-praktik keagamaan, serta sangat pro- aktif dalam kehidupan modern sembari gigih dalam mempertahankan tradisi-tradisi lama. Atas keunikannya itu, tarekat tersebut tampaknya mendapatkan penentangan keras dari kalangan muslim terpelajar modern yang cenderung berideologi fundamentalis. Namun demikian, tarekat ini dapat bertahan, survive, karena dapat membangun pondasi ideologis-visioner berupa semangat dan vitalitas melakukan transformasi institusional dan kultural tarekat. Betapa tidak, tarekat ini sanggup beradaptasi dengan perubahan-perubahan situasi, yaitu menghadapi represi Prancis, merespon secara adaptionik terhadap gerakan nasionalisme Sinegal, dan menyesuaikan diri dengan modernisasi ekonomi Sinegal. Bahkan, dapat mengambil peluang-peluang aktif-adaptif pada proses perubahan situasi dari negeri jajahan menjadi negara merdeka. 4 2 D engan demikian, layak dicatat, bahwa Muridi> yah
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

TASAWUF DAN TAREKAT: Komparasi dan Relasi

TASAWUF DAN TAREKAT: Komparasi dan Relasi

Demikian telah diurai berkaitan dengan beberapa hal di seputar tasawuf dan tarekat. Tasawuf merupakan tradisi keberagamaan yang lebih mengedepankan pada dimensi esoterik, yaitu berupa olah rasa menuju kedekatan dan atau bertemu dengan Tuhan. Pemunculannya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal, seperti: ajaran-ajaran dalam al-Qur’an maupun contoh dari kesalehan Nabi Muhammad, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, yakni sebagai reaksi atau kritik terhadap masyarakat beragama yang lebih menomorsatukan kehidupan dunianya dari pada akhiratnya. Sedangkan tarekat adalah jalan sufi. Dia menjelma menjadi semacam pelembagaan tasawuf. Tasawuf yang semula gerakan individual-spontan, dengan adanya tarekat maka bertasawuf bergerak menjadi gerakan komunal yang terencana dan teroganisir. Di sana ada guru, murid, institusi, metode, dan ajaran. Wa Alla>h a’lam.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Bagaimana Asal-Usul Tarekat Sufi?

Bagaimana Asal-Usul Tarekat Sufi?

Sebagai bentuk organisasi sufi, tarekat ialah sebuah perkumpulan yang menjalankan kegiatan latihan rohani menggunakan metode tertentu. Biasanya metode itu disusun oleh seorang guru tasawuf yang juga ahli psikologi. Tarekat kadang disebut madzab, ri`aya dan suluk. Dalam tarekat seorang guru sufi (pir) membimbing seorang murid (talib) dalam cara berpikir dan berzikir; merasakan pengalaman keagamaan dan berbuat di jalan agama; serta bagaimana mencapai maqam (peringkat rohani) tertinggi seperti makrifat, fana dan baqa`, serta faqir.

4 Baca lebih lajut

Show all 222 documents...