Tari Serampang Dua Belas

Top PDF Tari Serampang Dua Belas:

EKSISTENSI TARI SERAMPANG DUA BELAS PADA SUKU MELAYU DI KAMPUNG JUANI KELURAHAN SIMPANG TIGA PEKAN, KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

EKSISTENSI TARI SERAMPANG DUA BELAS PADA SUKU MELAYU DI KAMPUNG JUANI KELURAHAN SIMPANG TIGA PEKAN, KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

Pengaruh kemajuan tekhnologi dengan masuknya tari modern menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi budaya daerah, seperti penurunan rasa cinta terhadap budaya sendiri, erosi nilai-nilai budaya, serta terjadinya akulturasi budaya yang kemudian bertransformasi menjadi budaya massa yang menyebabkan budaya lokal terkikis dan dilupakan keasliannya karena berbagai persepsi, sehingga warisan budaya yang merupakan wujud dari identitas budaya menjadi tergerus dan disangsikan punah. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk menga ngkat tentang “ E ksistensi Tari Serampang Dua Belas pada Suku Melayu di Kampung Juani Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kabupaten Serdang Bedagai.”
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Tari Serampang Dua Belas Warisan Asli Budaya Melayu Sebagai Salah Satu Atraksi Wisata Di Sumatera Utara

Tari Serampang Dua Belas Warisan Asli Budaya Melayu Sebagai Salah Satu Atraksi Wisata Di Sumatera Utara

Perkembangan ini tentunya membawa dampak positif bagi pemerintah Indonesia khususnya daerah untuk terus mengembangkan, mendayagunakan serta melestarikan segala hal yang dapat dijadikan sebagai daya tarik dan atraksi wisata bagi Indonesia. Salah satunya melalui pentas seni budaya yang disajikan sedemikian rupa untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Untuk itu, pembinaan seni budaya mutlak dilakukan agar seni budaya tersebut dapat berkembang sekaligus dapat menjadi aset berhaga bagi dunia pariwisata Indonesia. Key word : Seni tari Melayu, Tari Serampang Dua Belas, Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas

Nama Tari Serampang Dua Belas diambil dari dua belas ragam gerakan tari yang bercerita tentang tahapan-tahapan pencarian jodoh hingga memasuki tahap perkawinan. Tari Serampang dua belas memiliki beberapa ciri yang khas, diantaranya ialah para penarinya menggunakan sapu tangan sebagai simbol pengikat. Para penari lelaki menggunakan pakaian dengan istilah Teluk Belanga atau Baju Koko, sedangkan untuk penari wanitanya menggunakan Baju Kebaya panjang dengan Kain Songket. Adapun dalam bentuk gerakannya, tarian ini banyak menggunakan gerak kaki yang berpindah tempat, dan loncat-loncat kecil, selain itu para penarinya selalu beriringan dengan gerak tangan yang melenggang secara mengalun.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Nama nama Tarian Tradisional di Indonesi

Nama nama Tarian Tradisional di Indonesi

Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara seperti Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor dan yang lainnya.. Tarian yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat seperti Tari Piring, T[r]

3 Baca lebih lajut

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas Chapter III V

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas Chapter III V

sebelah tangan sehingga mereka berdua bisa mulai merajut cinta hingga memasuki jenjang pernikahan. Gerakan tari langkah tiga adalah gerakan yang menggambarkan perasaan tidak percaya dan usaha meyakinkan diri bahwa cinta muda-mudi itu menemui jalannya. Gerakan ini dilakukan dengan melonjak atau melompat tiga kali kedepan dan ke belakang atau maju mundur. Gerak tari melonjak adalah gerakan tari yang menceritakan upaya si pemuda dan si gadis dalam meminta restu orang tua. Gerakan yang dilakukan sebagai simbol penantian jawaban ini dilakukan dengan melonjak-lonjak. Gerak tari datang mendatangi adalah gerakan yang menggambarkan proses peminangan pihak keluarga si bujang terhadap keluarga si gadis. Gerakan ini dilakukan dengan gerakan datang mendatangi antara 2 kelompok penari. Gerak tari rupa-rupa adalah gerakan yang menceritakan prosesi mengantar pengantin ke pelaminan. Gerakan tari ini dilakukan dengan suasana dan nuansa keceriaan Gerak tari sapu tangan adalah gerakan penutup dari tari serampang dua belas. Gerakan tari ini menceritakan tentang penyatuan dua hati yang saling mencintai satu sama lain dalam sebuah ikatan pernikahan. Gerakan ini dilakukan dengan menyilangkan sapu tangan sebagai tanda kedua pasangan tidak bisa dipisahkan.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

KLIPING KEANEKARAGAMAN BUDAYA ADAT INDON

KLIPING KEANEKARAGAMAN BUDAYA ADAT INDON

Provinsi Sumatera Utara SUMUT Ibukota nya adalah Medan Tarian Tradisional : Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor Rumah Adat : Rumah Bolon Senjata Tradisonal : Piso Surit Lagu Daera[r]

2 Baca lebih lajut

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas

Sumatera Utara, terdiri dari daerah – daerah dengan aneka ragam kebudayaan. Keaneka-ragaman kebudaya itu, merupakan salah satu kekayaan propinsi ini di samping kekayaan yang lain. Kebudayaan melayu di Sumatera yang tersebar di berbagai daerah seperti, Langkat, Deli Serdang, Asahan dan Labuhan Batu (atau di sebut dahulunya Sumatera Timur), kemudian Medan, Binjai, Tj Balai, Tebing, Langkat, Deli Serdang, Sergai Bedagai, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Batubara, Dan Asahan. Tari Serampang Dua Belas adalah salah satu dari sekian banyak tarian yang berkembang di bawah Kesultanan Serdang di Kabupaten Serdang Bedagai (dahulu Kabupaten Deli Serdang). Tari ini merupakan jenis tari tradisional yang dimainkan sebagai tari pergaulan yang mengandung pesan tentang perjalanan kisah anak muda dalam mencari jodoh, mulai dari perkenalan sampai memasuki tahap pernikahan. Inilah salah satu cara masyarakat Melayu Deli dalam mengajarkan tata cara pencarian jodoh kepada generasi muda. Sehingga Tari Serampang Dua Belas menjadi kegemaran bagi generasi muda untuk mempelajari proses yang akan dilalui nantinya jika ingin membangun mahligai rumah tangga.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

Tari Tunggal 2

Tari Tunggal 2

Tari Payung asal Sumatera Barat Tari payung yang berasal dari Sumatera Barat juga merupakan salah satu contoh tari berpasangan. Sama seperti tari serampang dua belas, tarian yang menggunakan payung sebagai properti utamanya ini juga mengisahkan perjalanan cinta sepasang muda mudi hingga keduanya dipertemukan dalam ikatan pernikahan. Dalam satu panggung, tarian ini kerap dimainkan oleh 3 sampai 4 pasang penari (6 sd 8 orang). Setiap pasangan penari harus memperagakan gerakan yang sama seiring dengan irama tabuhan alat musik dan syair yang dinyanyikan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII : Suatu Tinjauan Sosiologi Tari

Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII : Suatu Tinjauan Sosiologi Tari

Lebih jauh lagi, orang Melayu dalam menentukan jodoh harus juga mengetahui atau mengenal pasangannya, yang secara adat telah diatur dengan sistem kesopanan Melayu. Saling mengenal antara pasangan ini misalnya dilakukan dalam masa panen padi, dalam masa perayaan pernikahan, dan lainnya. Memang di dalam ajaran Islam tidak dibenarkan berpacaran, tetapi mengenal calon suami atau istri tentu saja diperbolehkan, dan dilandasi pula oleh adat. Ini yang tampak ingin dikemukakan oleh Guru Sauti. Tari berpasangan antara jenis kelamin ini juga mengadopsi nilai-nilai Islam, seperti dalam gerak, busana, tidak bersentuhan, dengan menggunakan sapu tangan di ragam terakhir, dan hal-hal lain. Lebih lanjut lagi penulis membahas Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu ini dalam deskripsi gerak dari ragam 1 (satu) sampai ragam 12 (dua belas):
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas

Penelitian ini berjudul Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas). Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemakanaan gerakan tarian Serampang Dua Belas yang dibawakan oleh para penari dalam melakukan pagelaran tari maupun acara penting di sebuah acara sermonial khusus. Teori yang dianggap relevan dalam penelitian ini adalah Komunikasi Nonverbal dalam pemaknaan gerakan tersebut. Tarian merupakan sebuah gerakan yang indah dalam menarikannya dan enak dipandang. Penelitian ini menggunakan metode secara berparadigmatik konstruktivis sebagai pendekatan. Sedangkan pisau analisis data, peneliti menggunakan tehnik analisis leksia dari lima kode pembacaan yang dikemukakan oleh Roland Barthes. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha meneliti bagaimana komunikasi nonverbal yang ditarikan oleh penari yang di produksi GNP Production dari youtube.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas

Salah satu contoh komunikasi non verbal yaitu kesenian. Kesenian merupakan salah satu dari 7 unsur kebudayaan universal. Kesenian senantiasa mempunyai peranan tertentu dalam masyarakat yang menjadi pendukungnya. Kesenian dapat ditinjau baik dalam aspek kebudayaan maupun masyarakat. Kebudayaan merupakan keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus di biasakan dengan belajar dari hasil budi dan karya tersebut. Seni adalah sesuatu yang indah yang dihasilkan manusia, melalui penglihatan, pendengaran dan perasaan. Seni dapat dilihat dalam konteks komunikasi yang diartikan dalam jiwa seseorang yang dapat didengar, maupun dilihat dalam alunan alat musik dan tarian. Seni termasuk di dalamnya seperti : musik, lukisan, dan tari, untuk memenuhi kebutuhan tertentu baik dalam kebutuhan umum yang mencangkup kawasan luas masyarakat yang menikmati seni itu. Namun beberapa seniman menikmati seni itu hanya untuk kepuasan pribadinya sendiri.   Sumber : www://staff.uny.ac.id/./KOMUNIKASI-KOMUNIKASI%20NON%20VERBAL.pdf)
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas

Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas

Penelitian ini berjudul Komunikasi Nonverbal Tarian Serampang Dua Belas (Studi Semiotika Mengenai Komunikasi Nonverbal Dalam Tarian Serampang Dua Belas). Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemakanaan gerakan tarian Serampang Dua Belas yang dibawakan oleh para penari dalam melakukan pagelaran tari maupun acara penting di sebuah acara sermonial khusus. Teori yang dianggap relevan dalam penelitian ini adalah Komunikasi Nonverbal dalam pemaknaan gerakan tersebut. Tarian merupakan sebuah gerakan yang indah dalam menarikannya dan enak dipandang. Penelitian ini menggunakan metode secara berparadigmatik konstruktivis sebagai pendekatan. Sedangkan pisau analisis data, peneliti menggunakan tehnik analisis leksia dari lima kode pembacaan yang dikemukakan oleh Roland Barthes. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha meneliti bagaimana komunikasi nonverbal yang ditarikan oleh penari yang di produksi GNP Production dari youtube.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII : Suatu Tinjauan Sosiologi Tari

Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII : Suatu Tinjauan Sosiologi Tari

khas tersendiri dalam seni tari, demikian pula dengan ekspresi simboliknya. Hal yang membedakan satu daerah dengan daerah lainnya terlihat dari gerak tari yang ditampilkan oleh penarinya, dan setiap gerak bertujuan untuk menyampaikan makna tertentu kepada penonton yang menikmatinya.

5 Baca lebih lajut

Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII : Suatu Tinjauan Sosiologi Tari

Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII : Suatu Tinjauan Sosiologi Tari

Penelitian ini mengenai etika pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu yang terkandung di dalam tarian Serampang XII serta melihat bagaimana nilai-nilai estetika (keindahan) di dalamnya, dan mengetahui bagaimana sikap masyarakat Melayu terhadap Tarian Serampang XII tersebut. Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah etika pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII, nilai-nilai estetika, serta bagaimana sikap masyarakat Melayu terhadap Tarian Serampang XII. Adapun metode dasar yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode kualitatif dengan melakukan penelitian di Taman Budaya Sumatera Utara dan di desa Pantai Cermin Kanan kecamatan Pantai Cermin. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori Sosiologi dan teori etika utilitarianisme yang berasal dari kata Latin utilis, kemudian menjadi kata Inggris utility yang berarti bermanfaat (Bertens, 2000). Menurut teori ini, suatu tindakan dapat dikatan baik jika membawa manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat, atau dengan istilah yang sangat terkenal “the greatest happiness of the greatest numbers”. Setelah penulis menguraikan dan menganalisis data, maka hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Serampang XII mengandung nilai-nilai etika di dalam pergaulan antara Pemuda dan Pemudi Melayu. Selain itu juga terdapat nilai-nilai estetika (keindahan) tersendiri yang terkandung baik di dalam gerak, musik, maupun busananya. Hasil penelitian ini sebagai referensi kepustakaan khususnya mengenai etika pergaulan Pemuda dan Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII, memberikan wawasan baru tentang kebudayaan nasional khususnya Tarian Serampang XII, dan untuk menginventarisasi khazanah budaya Melayu.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII : Suatu Tinjauan Sosiologi Tari

Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII : Suatu Tinjauan Sosiologi Tari

Penelitian ini mengenai etika pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu yang terkandung di dalam tarian Serampang XII serta melihat bagaimana nilai-nilai estetika (keindahan) di dalamnya, dan mengetahui bagaimana sikap masyarakat Melayu terhadap Tarian Serampang XII tersebut. Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah etika pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII, nilai-nilai estetika, serta bagaimana sikap masyarakat Melayu terhadap Tarian Serampang XII. Adapun metode dasar yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode kualitatif dengan melakukan penelitian di Taman Budaya Sumatera Utara dan di desa Pantai Cermin Kanan kecamatan Pantai Cermin. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori Sosiologi dan teori etika utilitarianisme yang berasal dari kata Latin utilis, kemudian menjadi kata Inggris utility yang berarti bermanfaat (Bertens, 2000). Menurut teori ini, suatu tindakan dapat dikatan baik jika membawa manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat, atau dengan istilah yang sangat terkenal “the greatest happiness of the greatest numbers”. Setelah penulis menguraikan dan menganalisis data, maka hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Serampang XII mengandung nilai-nilai etika di dalam pergaulan antara Pemuda dan Pemudi Melayu. Selain itu juga terdapat nilai-nilai estetika (keindahan) tersendiri yang terkandung baik di dalam gerak, musik, maupun busananya. Hasil penelitian ini sebagai referensi kepustakaan khususnya mengenai etika pergaulan Pemuda dan Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII, memberikan wawasan baru tentang kebudayaan nasional khususnya Tarian Serampang XII, dan untuk menginventarisasi khazanah budaya Melayu.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII : Suatu Tinjauan Sosiologi Tari

Etika Pergaulan Pemuda-Pemudi Melayu dalam Tarian Serampang XII : Suatu Tinjauan Sosiologi Tari

bermakna atau dapat diresapkan, apabila dalam tarian itu terkandung kekuatan pesan yang komunikatif.Tinggi rendahnya mutu estetik ditentukan pada tahap yang paling awal oleh kemampuan komunikatif, dan oleh sebab itu pula, seni sering berfungsi sebagai perangkul makna umum masyarakat.Poin ini menjadi sangat penting pada penelitian ini karena tujuan dari seorang pencipta tari adalah untuk menyampaikan pesan kepada penikmatnya melalui karya yang dibuatnya. Begitu juga pencipta Tari Serampang XII ini yang sudah pasti ada pesan yang ingin disampaikannya melalui karyanya, hal inilah yang nantinya akan diteliti oleh penulis lewat penelitian ini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Gangguan Berbahasa Gagap pada Anak Usia Dua Belas Sampai Delapan Belas di Kecamatan Medan Helvetia

Gangguan Berbahasa Gagap pada Anak Usia Dua Belas Sampai Delapan Belas di Kecamatan Medan Helvetia

Psikolinguistik kognitif adalah penggabungan antara dua kata “psikologi” dan “linguistik”. Psikolinguistik mempelajari faktor-faktor psikologis yang dapat manusia dapatkan, menggunakan dan memahami bahasa yang bersifat filosofis, karena masih sedikitnya pemahaman tentang bagaimana otak manusia berfungsi. Psikolinguistik meliputi proses kognitif yang dapat menghasilkan kalimat yang memunyai arti dan benar secara tata bahasa dari perbendaharaan kata dan struktur tata bahasa, termasuk juga proses yang membuat dapat dipahaminya ungkapan, kata, tulisan, dan sebagainnya. Hal tersebut berhubungan dengan fonologi karena setiap pemikiran akan diungkapan melalui bahasa dan bahasa tersebut berpengaruh kepada fonologi.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

REVITALISASI TARI LANGKAH DUA BELAS DI DESA SUNGAI BUNGKOK KECAMATAN KAPUAS KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT ARTIKEL PENELITIAN

REVITALISASI TARI LANGKAH DUA BELAS DI DESA SUNGAI BUNGKOK KECAMATAN KAPUAS KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT ARTIKEL PENELITIAN

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan disimpulkan bahwa bentuk kegiatan revitalisasi tari Langkah Dua Belas dilakukan dengan beberapa kegiatan. Strukturnya dimulai dari observasi awal, proses latihan, hingga penampilan pembuatan video dan tutorial. Berbagai pihak juga banyak ikut terlibat dan membantu terlaksananya kegiatan revitalisasi tari Langkah Dua Belas ini. Tahap-tahap proses kegiatan revitalisasi tari Langkah Dua Belas di Desa Sungai Bungkok Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau telah cukup banyak memberikan hasil yangg meksimal dalam usaha merevitalisasi tari Langkah Dua Belas dapat menarik perhatian masyarakat sekitar Kabupaten Sanggau dengan bentuk penyajiannya yang masih terasa tradisi karena selama ini masyarakat lebih mengenal tari tradisi kreasi yang beragam dalam bentuk penyajiannya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KECEMASAN SEBELUM UJIAN AKHIR BLOK DUA BELAS TERHADAP NILAI UJIAN AKHIR BLOK DUA BELAS MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER ANGKATAN 2006

HUBUNGAN KECEMASAN SEBELUM UJIAN AKHIR BLOK DUA BELAS TERHADAP NILAI UJIAN AKHIR BLOK DUA BELAS MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER ANGKATAN 2006

Menyatakan sesungguhnya karya tulis ilmiah yang berjudul : “Hubungan Kecemasan Sebelum Ujian Akhir Blok Dua Belas Terhadap Nilai Ujian Akhir Blok Dua Belas Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember Angkatan 2006” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

30 Baca lebih lajut

KAJIAN KEMUNDURAN BENIH JAGUNG MANIS YANG TELAH DISIMPAN DUA BELAS BULAN DAN PEMULIHANNYA DENGAN PENAMBAHAN NUTRISI

KAJIAN KEMUNDURAN BENIH JAGUNG MANIS YANG TELAH DISIMPAN DUA BELAS BULAN DAN PEMULIHANNYA DENGAN PENAMBAHAN NUTRISI

KAJIAN KEMUNDURAN BENIH JAGUNG MANIS YANG TELAH DISIMPAN DUA BELAS BULAN DAN PEMULIHANNYA DENGAN PENAMBAHAN NUTRISI Oleh JULIA AGUSTINA Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk[r]

38 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects