tata niaga

Top PDF tata niaga:

ANALISIS DISTRIBUSI TATA NIAGA DAN EFISIENSI PEMASARAN PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS DISTRIBUSI TATA NIAGA DAN EFISIENSI PEMASARAN PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN JEMBER

Judul penelitian ini adalah Analisis Distribusi Tata Niaga dan Efisiensi Pemasaran Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Jember, penelitian ini bertolak dari Surat Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 03/M-DAG/Per/II/2006 tentang Pengadaan Dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian, di Jawa Timur PT. Pupuk Kalimantan Timur Tbk diberikan tanggung jawab untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi jenis urea, sedangkan PT. Petrokimia Gresik diberi tanggung jawab mendistribusikan jenis pupuk bersubsidi nonurea.

6 Baca lebih lajut

Persepsi Petani Tentang Tata Niaga Tembakau di Kabupaten Temanggung

Persepsi Petani Tentang Tata Niaga Tembakau di Kabupaten Temanggung

Menurut Thomas Santoso (2001) hubungan antara gudang dan petani dalam tataniaga tembakau bersifat eksploitatif serta mengalami ketidak berdayaan. Ketidakberdayaan petani dalam tataniaga tembakau meliputi penentuan harga, penentuan kualitas, dan penentuan berat tembakau, karena penentunya adalah para juragan yang dengan mudah dapat mempermainkan harga. Pendapat tersebut juga didukung oleh sejumlah penelitian yang di antaranya adalah penelitian yang dilakukan Satriawan (2009). Menurutnya kualitas dan harga tembakau ditentukan oleh grader yang mewakili gudang. Selanjutnya temuan Handaka (2009) yang menyatakan bahwa kendala utama petani. tembakau adalah masalah penentuan kualitas dan harga tembakau. Seringkali terjadi perbedaan klaim kualitas tembakau antara petani dengan pihak pembeli. Ketidakpastian dan tidak adanya standar inilah yang menyebabkan para petani merugi, sehingga petani dinyatakan sebagai Penderita Tata Niaga
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perda No.8 Tentang Retribusi Tata Niaga Sarang Burung Walet.

Perda No.8 Tentang Retribusi Tata Niaga Sarang Burung Walet.

Subjek Retribusi adalah para pengusaha baik yang berbentuk Badan Hukum ataupun perorangan yang melakukan kegiatan pengumpulan dengan cara membeli Sarang Burung Walet dan/atau yang melakukan Tata Niaga Sarang Burung Walet yang beredar di daerah Kabupaten Murung Raya.

10 Baca lebih lajut

DISTRIBUSI TATA NIAGA DAN EFISIENSI PEMASARAN PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN JEMBER

DISTRIBUSI TATA NIAGA DAN EFISIENSI PEMASARAN PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN JEMBER

Judul penelitian ini adalah Analisis Distribusi Tata Niaga dan Efisiensi Pemasaran Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Jember, penelitian ini bertolak dari Surat Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 03/M-DAG/Per/II/2006 tentang Pengadaan Dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian, di Jawa Timur PT. Pupuk Kalimantan Timur Tbk diberikan tanggung jawab untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi jenis urea, sedangkan PT. Petrokimia Gresik diberi tanggung jawab mendistribusikan jenis pupuk bersubsidi nonurea.

6 Baca lebih lajut

KISI KISI USBN SMK Dasar dasar Tata Niaga

KISI KISI USBN SMK Dasar dasar Tata Niaga

1/2 KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN KURIKULUM 2013 TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Mata Uji : 76-Dasar-dasar Tata Niaga Level[r]

2 Baca lebih lajut

Analisis Tata Niaga Bawang Merah di Kabupaten Samosir

Analisis Tata Niaga Bawang Merah di Kabupaten Samosir

Penelitian dilaksanakan pada Agustus – September 2011 dengan metode penentuan daerah dilakukan secara purposive. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling dengan sampel petani sebanyak 75 sampel. Untuk lembaga tata niaga yang terlibat ditentukan dengan metode penelusuran dimana 5 sampel pedagang pengumpul, 5 sampel pedagang besar, dan 8 sampel pedagang pengecer. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menganalisis harga jual petani dan harga beli konsumen, analisis elastisitas transmisi harga,analisis margin tata niaga, dan analisis efisiensi tata niaga. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat tiga saluran tata niaga di daerah penelitian : petani – pedagang pengumpul – pedagang besar propinsi, petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, petani – konsumen. Struktur pasar di daerah penelitian adalah bukan pasar persaingan dengan nilai elastisitas transmisi harga sebesar 0,681 ( Etr < 1 ). Saluran tata niaga di daerah penelitian sudah efisien dimana nilai e yang diperoleh sebesar 1,275 dan 1,019 ( e > 1 ).
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

DINAMIKA TATA NIAGA KOPRA DI MINAHASA (1946-1958)

DINAMIKA TATA NIAGA KOPRA DI MINAHASA (1946-1958)

Pada 29 Desember 1954, Coprafonds sebagai lembaga tata niaga kopra secara resmi diganti oleh Yayasan Kopra yang dipusatkan di Jakarta. Sejak terpusatnya lembaga Yayasan Kopra mengakibatkan daerah Minahasa kehilangan haknya dalam menentukan tata niaga kopra. Masyarakat Minahasa menganggap bahwa keuntungan ekspor kopra dari Minahasa seharusnya diberikan untuk pembangunan daerah Minahasa, dan bukan lebih banyak dinikmati daerah- daerah yang bukan produsen kopra atau membiayai proyek-proyek besar di Jakarta. Masyarakat Minahasa menuntut agar diberi otonomi ekonomi yang luas dan 100 persen hasil ekspor kopra Minahasa harus dialokasikan ke daerah Minahasa. Ketidak- puasan kebijakan Pemerintah Pusat menyebabkan daerah Minahasa secara terang-terangan mengekspor kopra dengan menyelundup dan sistem barter tanpa diketahui Pemerintah Pusat (Arsip pribadi M. Saleh Lahade. No Reg. 325; De nieuwsgier, 28 Januari 1955: 2).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA TATA NIAGA GABAH/BERAS (STUDI KASUS: PETANI PADI DI DESA MARGODADI, KECAMATAN SEYEGAN, KABUPATEN SLEMAN) TAHUN 2012.

TINJAUAN PUSTAKA TATA NIAGA GABAH/BERAS (STUDI KASUS: PETANI PADI DI DESA MARGODADI, KECAMATAN SEYEGAN, KABUPATEN SLEMAN) TAHUN 2012.

Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang mendasari penelitian ini. Pembahasan ini menjadi panduan dalam memahami dan memecahkan permasalahan yang ada. Penelitian tentang tata niaga gabah/ beras ini berusaha menggambarkan rantai tata niaga gabah/ beras di Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, biaya-biaya tata niaga pada setiap pelaku pasar, serta permasalahan yang sering kali terjadi pada pelaku pasar dalam rantai tata niaga gabah/ beras di Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan.

10 Baca lebih lajut

KISI KISI USBN SMK Dasar dasar Tata Niaga

KISI KISI USBN SMK Dasar dasar Tata Niaga

1/2 KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN KURIKULUM 2006 TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Mata Uji : 76-Dasar-dasar Tata Niaga [r]

2 Baca lebih lajut

TATA NIAGA BAWANG MERAH   TATA NIAGA BAWANG MERAH Studi Kasus : Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY Tahun 2014.

TATA NIAGA BAWANG MERAH TATA NIAGA BAWANG MERAH Studi Kasus : Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY Tahun 2014.

Berdasarkan analisis deskriptif, distribusi marjin dan Farmer’s Share, rantai tata niaga yang diteliti relatif tidak efisien dengan persebaran biaya dan keuntungan tata niaga yang tidak merata. Farmer’s Share terendah berada pada rantai tata niaga I. Integrasi pasar vertikal tata niaga bawang merah terjadi dalam jangka panjang dan jangka pendek. Integrasi pasar vertikal jangka panjang terbentuk pada pasar tingkat petani dengan pasar tingkat grosir dengan harga yang dipengaruhi secara positif. Integrasi pasar jangka pendek terjadi di tingkat pasar grosir dengan harga yang dipengaruhi secara positif oleh harga di tingkat petani pada masa lampau.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

5. Ed. Yety R Tata Niaga GR

5. Ed. Yety R Tata Niaga GR

Berbicara tentang tata niaga garam rakyat tentu harus memperhatikan alur awal rantai pasar bergerak pascaproduksi. Fakta yang menarik adalah struktur pasar garam rakyat ini sangat spesifik, karena tidak bisa dipisahkan dari pola hubungan produksi ketika proses pembuatan garam (garam krosok atau garam bahan baku) berlangsung. Dalam proses produksi garam rakyat, terdapat kecenderungan adanya dominasi sistem bagi hasil dengan satuan kerja kelompok (rombong > 2 orang) meskipun di luar ini juga terdapat petani yang otonom (petani kecil yang membuat garam sendiri). Namun demikian terdapat banyak varian pelaku ekonomi pada komoditas garam rakyat ini baik yang berada di jalur produksi maupun distribusi atau pemasaran. Bahkan, terdapat kecenderungan para pemilik lahan “bermain ganda” di kedua jalur sekaligus. Di tingkat komunitas petani garam, struktur pasar yang terbangun tercermin dari pola hubungan antara petani produsen bahan baku dan pelaku pasar yang pada umumnya terdiri dari petani besar, makelar, tengkulak, penyetok, pengepul pabrikan, dan disributor. Faktanya, kekuatan ini menguasai jaringan dan akses pasar;
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

STRUKTUR KURIKULUM PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN TATA NIAGA

STRUKTUR KURIKULUM PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN TATA NIAGA

Pembahasan tentang metode ilmiah untuk memecahkan masalah dalam bidang pendididkan. memperkenalkan dasar-dasar penelitian ilmiah (scientific approach) yang menjadi landasan dilakukannya analisis yang berhubungan dengan penerapan ilmu tata niaga. Matakuliah ini membahas tentangg pendekatan kualitatif maupun kuantitatif serta kendala-kendala yang membatasinya dalam konteks penelitian sosial di masyarakat. organisasi serta ke jenjang perusahaan korporat. Matakuliah ini menekankan pada aspek perencanaan riset. pembentukan model permasalahan. pengumpulan data relevan. pengolahan data terkumpul. pengujian hipotesa. hingga ke pembentukan kesimpulan ilmiah yang menjadi tujuan dari riset itu pada mulanya. Perkuliahan dilaksanakan dengan sistem analisis studi kasus, presentasi dan diskusi,dan refleksi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KAJIAN KEBIJAKAN TATA NIAGA KOMODITAS ST

KAJIAN KEBIJAKAN TATA NIAGA KOMODITAS ST

Tujuan : • Mereviu kebijakan tata niaga komoditas strategis, dimulai dari daging sapi sebagai model; • Mengidentifikasi kelemahan dan permasalahan pada pelaksanaan kebijakan tersebu[r]

23 Baca lebih lajut

Tata Niaga Garam Rakyat Dalam Kajian Struktural | Rochwulaningsih | Citra Lekha 6877 14671 1 SM

Tata Niaga Garam Rakyat Dalam Kajian Struktural | Rochwulaningsih | Citra Lekha 6877 14671 1 SM

Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa tata niaga garam rakyat secara struktural telah menempatkan petani garam pada posisi yang lemah dan rentan, karena mereka tidak memiliki akses ke pasar secara langsung. Struktur pasar pada berbagai level di tingkat komunitas maupun suprakomunitas menunjukkan adanya hegemoni pemilik modal dengan mekanisme pasar yang monopolistik 14 , sehingga tercipta praktik kartel (segelintir pihak yang menguasai dan menentukan pasar) dalam tata niaga garam. Pelaku pasar cenderung tidak konsisten dan mempertahankan hegemo- ninya. Oleh karena itu, pada saat petani garam panen raya, yang terjadi adalah tampilan kesan over produksi, tidak ada aktivitas penyerapan pasar yang signifikan oleh pihak berkompeten baik dari unsur IT maupun IP. Padahal, sesuai dengan ketentuan, pihak-pihak itu mestinya harus menyerap garam rakyat separoh dari total impor untuk IT dan setara dengan total impor untuk IP serta larangan untuk tidak menggelontorkan garam impor.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MEMBONGKAR PERSOALAN STRUKTURAL TATA NIAGA GARAM RAKYAT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) Makalah Bu Yety R

MEMBONGKAR PERSOALAN STRUKTURAL TATA NIAGA GARAM RAKYAT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) Makalah Bu Yety R

Dalam struktur pasar garam yang cenderung hegemonik dan monopolistik tersebut, pemerintah sebagai pemegang otoritas kurang memiliki kemampuan untuk mengawal implementasi kebijakan yang dibuatnya, sehingga dirasakan oleh petani garam setengah hati dalam memproteksi dan memperjuangan kepentingan petani. Sebagai pemegang otoritas melalui kementerian terkait dengan tanpa vested interest bahkan dilandasi niat baik dan komitmen kuat tentu bukan hal yang terlalu sulit untuk mengatur dan mengendalikan tata niaga garam. Restrukturisasi tata niaga garam yang lebih berkeadilan dan berpihak pada kepentingan petani adalah sebuah kebutuhan dasar dan dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah dalam mengembangkan industri garam yang dapat memenuhi standar SNI dan sebagai bahan dasar industri, sehingga ke depan ada harapan untuk swasembada dan mengakhiri kebijakan impor garam.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tata Niaga Tembakau di Madura MAN01030202

Tata Niaga Tembakau di Madura MAN01030202

Tata niaga tembakau memiliki sifat fancy product artinya mutu menentukan harga. Ini berarti sekalipun produktivitas meningkat, namun apabila mutunya rendah, tidak akan memberikan manfaat yang memadai. Pada tahun 2000, tembakau mutu I bisa mencapai harga Rp 24.000,00/kg, mutu II Rp 18.500,00/kg, mutu III Rp 15.500,00/kg, dan mutu IV Rp 13.000,00/kg. Harga tembakau tahun 2000 sebenarnya masih lebih baik jika dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 1999 terjadi hujan salah mongso, sehingga harga tembakau turun dari Rp 20.600,00/kg menjadi Rp 4.100,00/kg. Pada minggu ke-1 dan ke-2, biasanya dipanen tembakau alang, yaitu tembakau yang kena hujan. Tembakau alang mutunya cukup, namun harganya relatif tidak terlalu mahal. Pihak pabrik rokok saat itu masih mencari patokan harga yang tepat. Pada minggu ke-3 dipanen tembakau gunung yang mutunya baik, sehingga harga tertinggi dapat dicapai. Setelah itu tembakau gunung berangsur-angsur habis, sedangkan tembakau sawah mulai dipanen. Tembakau sawah mutunya kurang baik jika dibanding tembakau gunung.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TATA NIAGA BAWANG MERAH Studi Kasus : Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY Tahun 2014.

TATA NIAGA BAWANG MERAH Studi Kasus : Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY Tahun 2014.

Produksi bawang merah yang tinggi dari Kabupaten Bantul tepatnya di Kecamatan Kretek menjadikan kabupaten tersebut sebagai salah satu sentra produksi bawang merah Indonesia, hal ini menjadi peluang bagi Kabupaten Bantul untuk meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah melalui proses tata niaga yang baik. Proses tata niaga bawang merah sangat penting untuk dicermati karena mempengaruhi kesejahteraan petani melalui pendapatan yang diterima dari harga jual produk pertanian. Pada proses tata niaga yang buruk seringkali petani mengalami kerugian karena harga yang diterima petani lebih kecil dibandingkan biaya yang dikeluarkan petani untuk melakukan usaha tani. Dibutuhkan proses tata niaga yang efisien agar dapat mensejahterkan petani melalui pendapatannya. Proses tata niaga yang efisien akan memberikan kelayakan harga yang diterima petani atas harga di tingkat eceran, salah satunya dapat disebabkan oleh jumlah pelaku tata niaga yang terlibat tidak terlalu banyak. Banyaknya pelaku tata niaga berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga di tingkat eceran karena terdapat keterpaduan harga antar pelaku tata niaga yang terlibat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS TATA NIAGA KOMODITI KACANG TANAH (Arachis Hypogea L) DI KECAMATAN KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN SKRIPSI

ANALISIS TATA NIAGA KOMODITI KACANG TANAH (Arachis Hypogea L) DI KECAMATAN KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN SKRIPSI

Salah satu faktor yang dapat memperlancar pengembangan komoditi kacang tanah karakteristik petani sebagai pelaku usaha tani dan pedagang sabagai penyalur di dalam lembaga tata niaga. Karakteristik petani terutama meliputi kelompok umur, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga. Karakteristik ini penting untuk diketahui, mengingat keadaan dari setiap responden berbeda-beda baik dari segi umur, pendidikan, pengalaman berusaha maupun tanggungan keluarga, keadaan – keadaan ini akan mempengaruhi kemampuan dan produktifitas kerja para petani dan pedagang dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Karakteristik sangat erat kaitannya dengan keahlian petani dalam memilih saluran tata niaga, Karena karakteristik ini akan mencerminkan kemampuan berfikir dan ketepatan dalam mengambil keputusan serta berhubungan dengan kemampuan petani dalam menerapkan teknik pembudidayaan tanaman kacang tanah untuk hasil yang baik.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Etika Bisnis Tata Niaga dan Manajemen Pe

Etika Bisnis Tata Niaga dan Manajemen Pe

Islam telah banyak menjelaskan mengenai berbagai hal yang ada dalam kehidupan manusia seluruhnya, berbagai bidang seperti bidang sosial, bidang budaya, bidang kesehatan termasuk dalam bidang ekonomi khususnya perdagangan. Dalam cakupan perdagangan terdapat banyak bab yang harus di mengerti dari segi agama islam. Contohnya saja mengenai etika berbisnis islam, tata niaga islam dan manajemen pemasaran islam khusunya. Dalam ketiga hal ini terdapat banyak aturan dan tata cara yang secara jelas telah di jelaskan dengan melalui konsep agama islam yang bersumber dari kitab suci Al-Qur’an.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

KAJIAN TATA NIAGA KARET ALAM: UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI

KAJIAN TATA NIAGA KARET ALAM: UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI

Salur-an pemasarSalur-an 09 ySalur-ang terdiri dari 2 pedagang perantara di Kabupaten Sarolangun sebagai misal memberi-kan rasio bagian harga yang diterima petani berbeda sangat nyata de[r]

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...