Tawuran pelajar

Top PDF Tawuran pelajar:

PENDAHULUAN  UPAYA POLRI DALAM PENANGGULANGAN KASUS TAWURAN PELAJAR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN UPAYA POLRI DALAM PENANGGULANGAN KASUS TAWURAN PELAJAR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Penegakan hukum terhadap tindak pidana dengan kekerasan yang dilakukan oleh pelajar sekolah harus dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, walaupun dalam kenyataannya Undang-undang yang mengatur tentang tawuran pelajar belum ada dan diatur secara khusus. Seringkali aparat kepolisian dalam menangani tindak pidana tawuran mengalami kendala dan masalah terhadap para pelaku tawuran pelajar.

15 Baca lebih lajut

Studi Kasus Motif Tawuran Pelajar di Boyolali.

Studi Kasus Motif Tawuran Pelajar di Boyolali.

Kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan terhadap ketiga subjek penelitian yaitu: 1). Terdapat berbagai macam motif tawuran pelajar di Boyolali seperti, tradisi, balas dendam, harga diri, kekuasaan. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi ada faktor internal dan eksternal, internal yaitu adanya kebiasaan tawuran menjadikan pelajar merasa tawuran adalah bagian dari aktifitasnya sedangkan eksternal yaitu adanya lingkungan yang memungkinkan terjadi tawuran setiap saat. Alternatif layanan bimbingan dan konseling yang dapat diberikan untuk pada pelajar adalah pendekatan yang lebih mendalam dengan pelajar yang melakukan tawuran melalui bimbingan kelompok, mediasi antara sekolah-sekolah yang sering tawuran, kerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memantau aktifitas pelajar diluar jam sekolah.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

STRATEGI KOMUNIKASI PENANGGULANGAN TAWURAN PELAJAR.

STRATEGI KOMUNIKASI PENANGGULANGAN TAWURAN PELAJAR.

Dhewi Teri Ratnaningsih, 210111100038. 2012. Jurusan Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi. Judul penelitian yaitu “ Strategi Komunikasi Penanggulangan Tawuran Pelajar ” . Penelitian kualitatif menggunakan metode studi kasus mengenai strategi komunikasi Satgas Pelajar Kota Bogor dalam menanggulangi tawuran pelajar sekolah menengah. Proses penelitian dibimbing oleh Pembimbing Utama H.Hadi Suprapto Arifin, Drs.,M.Si dan Pembimbing Pendamping Nindi Aristi, S.Sos.,M.Comm.

2 Baca lebih lajut

Analisis Kritis Masalah Tawuran Pelajar

Analisis Kritis Masalah Tawuran Pelajar

Tawuran pelajar. Kata-kata ini sudah ada sejak dulu kala hingga kini. Bila kita melihat atau memperhatikan di berita-berita media elektronik atau media cetak baru-baru ini ataupun secara langsung dilingkungan sekitar kita lebih khususnya di wilayah perkotaan. Tentu kita akan mendapati sebuah berita atau fenomena yang dapat dikatakan klasik tentang perkelahian remaja sekolah yang melibatkan banyak remaja yaitu tawuran pelajar. Mengapa saya katakan klasik karena peristiwa tersebut sudah kerap sekali terjadi. Dari perkelahian tersebut banyak memakan korban baik luka ringan sampai pada kematian. Akibat dari hal tersebut sudah tentu sangat menghawatirkan segenap lapisan masyarakat bahkan sampai ke tingkat yang lebih tinggi, mengancam masa depan bangsa dan Negara Indonesia karena menyangkut masa depan generasi muda yang moralnya kian merosot.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Representasi Tawuran Pelajar SMA di Jakarta dalam HAI.

Representasi Tawuran Pelajar SMA di Jakarta dalam HAI.

Muhammad Iqbal WSP, 210110080173, 2013. Skripsi ini berjudul Representasi Tawuran Pelajar SMA di Jakarta dalam HAI . Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough Terhadap Rerpresentasi Tawuran Pelajar SMA di Jakarta dalam Laporan Khusus Majalah Mingguan HAI Jakarta Edisi 8-14 Oktober 2012 dan 15-21 Oktober 2012: Dr. Herlina Agustin, MT, sebagai pembimbing utama dan Drs. Sahat Sahala Tua Saragih, M.I.Kom, sebagai pembimbing pendamping. Jurusan Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Bandung. Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis terhadap dua berita dalam laporan khusus majalah HAI edisi 8-14 Oktober 2012 dan 15-21 Oktober 2012 dengan menggunakan metode analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana tawuran pelajar SMA di Jakarta direpresentasikan oleh majalah HAI dalam dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Intervensi Sosial Tawuran Pelajar

Intervensi Sosial Tawuran Pelajar

“Perkelahian Pelajar” bahwa: “di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tawuran ini sering terjadi. Data Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas.” Sedangkan menurut data Bimas Mabes POLRI antara tahun 1995 – 1999 terjadi sejumlah 1316 kasus tawuran se-Indonesia. Untuk di pulau Jawa terjadi sejumlah sebesar 933 kasus. Untuk di Polda Metro Jaya terjadi sejumlah 810 kasus tawuran pelajar. Sedangkan untuk tawuran di luar pulau Jawa paling banyak terjadi di Polda Sumsel, sebanyak 253 kasus. Dengan tingkat radikalisasi pelajar – yang sudah menjurus kepada kriminalitas – makin kuat (Denny Noviansyah: 2001).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Studi Kasus Motif Tawuran Pelajar di Boyolali 1. Halaman Awal

Studi Kasus Motif Tawuran Pelajar di Boyolali 1. Halaman Awal

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui, mengungkap, dan mendeskripsikan motif-motif tawuran pelajar di Boyolali, 2) Mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi tawuran pelajar di Boyolali, 3) Menemukan alternatif layanan bimbingan dan konseling yang sesuai untuk para pelajar yang melakukan tawuran di Boyolali.

17 Baca lebih lajut

PERKELAHIAN ATAU TAWURAN PELAJAR

PERKELAHIAN ATAU TAWURAN PELAJAR

Dengan adanya PGRI ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan pelajar yang ada di seluruh Indonesia.Dan sekaligus dapat menanggulangi permasalahan yang di hadapi siswa atau guru seperti menanggulangi permasalahan tawuran antar pelajar yang sedang marak saat ini di mana peran guru sangat penting.Mengingat bahwa pendidikan itu sangat lah penting dimana pendidikan merupakan tiang suatu bangsa atau Negara,hancur tidaknya suatu Negara berdasarkan pendidikan di Negara itu. Pendidikan di tujukan untuk memperbaiki perilaku yang tidak sesuai dimana pendidikan mengarah pada perubahan yang tentunya perubahan yang lebih baik.Dengan membudayakan hidup damai maka peluang untuk melakukan aksi perkelahian atau tawuran sangatlah kecil.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Tawuran Pelajar di Indonesia

Analisis Tawuran Pelajar di Indonesia

Ada dua faktor penyebab terjadinya tawuran antar pelajar yaitu factor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud dengan faktor internal disini adalah faktor yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi miliu di sekitarnya dan semua pengaruh dari luar. Perilaku merupakan reaksi ketidakmampuan dalam melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitar. Dalam pandangan psikologis, setiap perilaku merupakan interaksi antara kecenderungan di dalam diri individu (internal), yang sering disebut dengan kepribadian, walau tidak selalu tepat. Sedangkan kondisi di luar (eksternal) adalah factor yang terjadi pada diri individu itu sendiri.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

UPAYA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TAWURAN ANTAR PELAJAR (Study Kasus Wilayah Hukum Kota Bandar Lampung)

UPAYA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TAWURAN ANTAR PELAJAR (Study Kasus Wilayah Hukum Kota Bandar Lampung)

Tawuran pelajar merupakan salah satu perbuatan anak yang dapat dikategorikan sebagai kenakalan remaja (juvenile deliquency), yang menjadi tradisi mengakar di kalangan pelajar. Meningkatnya aksi tawuran pelajar sendiri dapat meningkatkan angka tindakan kriminal. Di Bandar Lampung khususnya, tidak sedikit aksi tawuran terjadi baik yang melibatkan sekolah-sekolah swasta maupun negeri. Upaya penegakan hukum terhadap pelaku tawuran antar pelajar, adalah upaya yang penulis lakukan untuk menjelaskan sejauh mana penegakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum terutama kepolisian dalam penegakan hukum terhadap aksi tawuran yang di lakukan oleh pelajar. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Sumber dan jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari studi lapangan yaitu hasil wawancara dengan informan. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat di simpulkan bahwa: upaya penegakan hukum terhadap pelaku tawuran antar pelajar dilakukan melalui upaya non-penal (preventif) dengan melalukan mediasi sebagai bentuk upaya kepolisian dalam menerapkan restorative justice. Namun, jika pelaku sudah berulang kali melakukan aksi tawuran maka dapat di berikan upaya penal (represif) dengan dikenakan Pasal 170 KUHP atau Pasal 351 KUHP yang mengacu pada undang-undang sistem peradilan pidana anak. Karena mengingat usia rata-rata pelajar masih tergolong dalam usia anak, sehingga kasus tersebut hanya dapat diproses melalui sistem peradilan pidana anak. Penulis menyaranan melalui penelitian ini agar pemerintah hendaknya membuat peraturan khusus yang mengatur tentang aksi tawuran, serta aparat penegak hukum, keluarga, sekolah dan masyarakat hendaknya menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERSEPSI ANGGOTA RESIMEN MAHASISWA UNIVERSITAS LAMPUNG TERHADAP FENOMENA TAWURAN ANTAR PELAJAR

PERSEPSI ANGGOTA RESIMEN MAHASISWA UNIVERSITAS LAMPUNG TERHADAP FENOMENA TAWURAN ANTAR PELAJAR

6 Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa tawuran pelajar Di Bandar Lampung selama bulan September 2014 sampai dengan maret 2015 dapat diakumulasikan bahwa hambir setiap bulan terjadi tawuran baik sekala kecil maupun besar,bahkan pada bulan januari terjadi tawuran sebanyak 3 kali dari berbagai SMA maupun SMK Di Bandar Lampung antara lain: SMK Penerbangan tawuran dengan SMK 2 Mei, dan SMA Bhakti Utama dengan SMA Surya Darma, serta SMAN 12 dengan SMK 2 Mei, sehingga kepolisian dari Polda Lampung harus turun tangan untuk menyelesaikan tawuran tersebut.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

BAB 1 pengaruh program unggulan sekolah

BAB 1 pengaruh program unggulan sekolah

sering terjadi di indonesia, baik itu masalah didunia pendidikan itu sendiri maupun di ranah lain, seperti maraknya kasus kriminalitas, korupsi, tawuran pelajar, kemiskinan, secara tidak langsung masalah-masalah yang timbul ini merupakan akibat dari rendahnya kualitas pendidikan, karena kualitas pendidikan yang baik akan mampu menjadikan individu terpola dan teratur dalam bertingkah laku dan malu melakukan kesalahan, akan tetapi hasil pendidikan indonesia memberikan hasil yang sebaliknya, tentunya hal ini tidak terlepas dari kurangnya pendidikan akhlak, pendidikan akhlak merupakan komponen penting dari terbentuknya pola tingkah laku oleh sebab itu dalam penyusunan program Unggulan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Khoiru Ummah hal pertama yang dipertimbangkan adalah aspek rohaniah dan pembentukan akhlak, karena jika akhlak dari peserta sudah terbentuk mereka akan mudah untuk menguasai bidang ilmu lain, akan tetapi belum dapat kita ketahui sejauh mana pendidikan akhlak akan mampu mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar, maka untuk menjawab hal itu dibentuk juga program unggulan lain yaitu “sempoa” dengan tujuan akan memudahkan siswa dalam melakukan operasi hitung.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Upaya Kepolisian dalam Penanganan Tindak Pidana Kekerasan yang dilakukan oleh Pelajar Secara Berkelompok - Repositori UIN Alauddin Makassar

Upaya Kepolisian dalam Penanganan Tindak Pidana Kekerasan yang dilakukan oleh Pelajar Secara Berkelompok - Repositori UIN Alauddin Makassar

Fenomena tawuran yang terjadi di Indonesia beberapa pecan terakhir membuka mata kita kembali akan maraknya kekerasan dalam pergaulan sosial remaja pelajar Indonesia yang sempat tenggelam di tengah hirup pikuk carut marut pendidikan nasional. Bila di cermati, respon masyarakat awam maupun kalangan pendidikan terhadap fenomena tawuran selalu saja mengkambing hitamkan problem-problem sosial di luar sekolah yang mempengruhi pembentukan perilaku negatif pelajar. Di sinilah penyimpangan inteprestasi sosial yang terkadang mewujudkan kepada penanganan yang selama ini terbukti tidak efektif mengurangi angka kejadian tawuran pelajar di Indonesia. Seorang pisikolog tersohor, Maslow, mengkategorikan beberapa motif perilaku kepada bangunan piramida motivasi manusia. Dalam teori motivasinya, Maslow menyebutkan bahwa salah satu motivasi tindakan manusia adalah untuk memperoleh pengakuan eksistensial dari sesamanya. Di sinilah titik penting yang sering terlepas dari kesadaran kritis kita dalam menyoroti fenomena tawuran antar pelajar selama ini.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENGATASI TAWURAN ANTAR PELAJAR DI SMA NEGERI 2 NGAGLIK.

KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MENGATASI TAWURAN ANTAR PELAJAR DI SMA NEGERI 2 NGAGLIK.

bekerja sama dalam rangka menegakkan peraturan sekolah. Selain itu, dalam rangka mengatasi terjadinya tawuran pelajar maka pihak sekolah juga melibatkan pihak-pihak yang berwenang serta masyarakat sekitar agar indikasi terjadinya tawuran pelajar dapat dikurangi. Tentunya kondisi ini memerlukan tindakan tegas dari sekolah agar memberikan efek jera agar tidak terulang lagi perbuatan tersebut. Dalam rangka menciptakan suatu tindakan yang tepat guna maka seluruh kebijakan di SMA Negeri 2 Ngaglik dirumuskan dengan berdasarkan pada kebutuhan dan kondisi di sekolah. Agar sesuai tepat guna dan sasaran, sekolah melibatkan seluruh warga sekolah antara lain: kepala sekolah berikut wakil-wakilnya, guru dan karywan, komite sekolah, orangtua wali dan perwakilan siswa. Pada awalnya perumusan kebijakan sekolah dalam rangka mengatasi kasus tawuran pelajar hanya diwakilkan oleh pihak-pihak yang berwenang namun kini kebijakan akan dibuat dengan melibatkan peran pihak-pihak yang terkait dengan permasalahanyang hendak ditangani . Pernyataan ini juga didukung oleh pak YMN selaku Wakasiswa, sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

209 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN INTEGRAL TERHADAP PENANGGULANGAN TAWURAN ANTAR PELAJAR (Studi Kasus Pada Wilayah Hukum Kota Bandar Lampung)

KEBIJAKAN INTEGRAL TERHADAP PENANGGULANGAN TAWURAN ANTAR PELAJAR (Studi Kasus Pada Wilayah Hukum Kota Bandar Lampung)

Sanksi yang diberikan oleh polisi ini sifatnya hanya menimbulkan efek jera sementara dan pelaku tidak memahami manfaat dari pemberian sanksi tersebut. Menurut pelaku, hukuman fisik sifatanya hanya mengakibatkan lelah secara fisik. Sehingga seharusnya, diharapkan sanksi yang diberikan oleh pihak kepolisian memang bersifat mendidik dan dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku tawuran. Koordinasi dari kepolisian dengan pihak sekolah baru terjadi apabila polisi menghubungi sekolah dari pelaku tawuran, namun hal ini jarang dilakukan jika tawuran dilakukan tanpa identitas sekolah, koordinasi yang dilakukan hanya antara orang tua dan polisi, tidak ada pemberian informasi kepada sekolah. 9 Bentuk koordinasi antara sekolah dan kepolisian dilakukan dalam bentuk pengiringan pelajar hingga sampai di rumah setelah kegiatan belajar mengajar telah usai, perwakilan dari sekolah dan perwakilan dari polisi biasanya akan melakukan pengawalan terhadap kelompok pelajar yang merupakan geng pelaku tawuran pelajar. Meskipun hal ini dilakukan, namun lagi-lagi pelaku tawuran pelajar dapat menyiasatinya, karena seperti yang penulis singgung sebelumnya, tawuran masih dapat dilakukan diluar jadwal sekolah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Contoh kasus pelanggaran HAM dilingkunga

Contoh kasus pelanggaran HAM dilingkunga

Siswa melakukan tawuran pelajar dengan teman sekolahnya ataupun dengan siswa dari sekolah yang lain.. Contoh kasus pelanggaran HAM di masyarakat antara lain : 1.[r]

1 Baca lebih lajut

UPAYA PENANGGULANGAN TERJADINYA TAWURAN ANTAR PELAJAR (Studi Kasus Di Wilayah Kota Bandar Lampung)

UPAYA PENANGGULANGAN TERJADINYA TAWURAN ANTAR PELAJAR (Studi Kasus Di Wilayah Kota Bandar Lampung)

Tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang sedang belajar. Pelaku tawuran antar pelajar kebanyakan dilakukan oleh anak-anak. Data dari website pemerintah yaitu dari tahun 2014-2016 menunjukan bahwa anak pelaku tawuran pada tahun 2014 sebanyak 46 kasus, dan pada tahun 2015 sebanyak 126 kasus serta tahun 2016 sebanyak 41 kasus. Permasalahan yaitu: bagaimanakah upaya penanggulangan terjadinya tawuran antar pelajar dan apakah yang menjadi faktor penghambat dalam menanggulangi tawuran antar pelajar. metode Penelitian yang digunakan adalah Pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. sumber dan jenis data penelitian ini adalah data primer yaitu dari studi lapangan dengan wawancara dan data sekunder. hasil penelitian dan pembahasan maka upaya penanggulangan terjadinya tawuran antar pelajar dilakuakan dengan menggunakan sarana penal dan non penal. Penanggulangan sarana penal yaitu dengan menindak pelaku tawuran sesuai dengan perbuatan perbuatan yang dilakukan. upaya preventif yaitu tindakan tersebut berupa mengadakan penyuluhan ke sekolah-sekolah yang rawan melakukan tawuran dan mendirikan pos keamanan siswa. upaya represif yaitu penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Saran penelitian ini adalah Pemerintah hendaknya berkoordinasi dan bekerja sama dengan dinas sosial, pihak sekolah, masyarakat dan aparat penegak hukum untuk menimimalisir terjadinya tawuran antar pelajar. kemudian aparat penegak hukum khususnya kepolisian dalam melakukan pencegahan tawuran antar pelajar lebih giat melakukan sosialisasi mencegah terjadinya tawuran dan pemerintah perlu merumuskan aturan mengenai tawuran antar pelajar supaya kedepanya aparat penegak hukum tidak melakukan tebang pilih dalam penanganan tawuran antar pelajar.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Contoh kasus pelanggaran HAM dilingkunga (1)

Contoh kasus pelanggaran HAM dilingkunga (1)

Siswa melakukan tawuran pelajar dengan teman sekolahnya ataupun dengan siswa dari sekolah yang lain.. Contoh kasus pelanggaran HAM di masyarakat antara lain : 1.[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 2734 documents...