tegangan dan frekuensi

Top PDF tegangan dan frekuensi:

Pengaruh Kecepatan Putar Terhadap Tegangan Dan Frekuensi Generator Induksi 1 Fase 6 Kutub.

Pengaruh Kecepatan Putar Terhadap Tegangan Dan Frekuensi Generator Induksi 1 Fase 6 Kutub.

Gambar 8 menunjukkan pembebanan resistif juga berpengaruh terhadap frekuensi akan tetapi ada tren yang sedikit berbeda. Pada awal pengujian kecepatan putar dipertahankan tetap konstan 1050 rpm, sesuai gambar 8 kecepatan putar juga mengalami penurunan. Beban resistif mulai 40 watt menghasilkan frekuensi 51,5 Hz dan beban yang ditingkatkan secara bertahap. Ketika beban mencapai 160 watt menghasilkan frekuensi 50,3 Hz, sesuai data bahwa pembebanan resistif berpengaruh terhadap frekuensi yang dihasilkan akan semakin menurun. Menurunnya frekuensi ini dipengaruhi oleh kecepatan putar yang semakin menurun, karena memikul beban resistif yang meningkat. Namun untuk beban 200 watt frekuensi kembali naik menjadi 50,6 Hz begitu juga kecepatan putar meningkat menjadi 1038,7 rpm akan tetapi tegangan tetap turun karena pengaruh beban tersebut.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Pembebanan Terhadap Tegangan Dan Frekuensi Pada Generator 3 Fasa

Pengaruh Pembebanan Terhadap Tegangan Dan Frekuensi Pada Generator 3 Fasa

Abstrak - Generator adalah alat yang mengubah energi mekanik (gerak) menjadi energi listrik. Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran terhadap motor generator 3 fasa yang dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh pembebanan terhadap keluaran generator yang dibatasi hanya sebagai simulasi saja, dimana komponen beban dengan nilai yang bervariatif dapat menimbulkan ketidaksetimbangan terhadap nilai yang dihasilkan oleh generator. Adapun hasil pengukurannya dianalisa dengan beberapa metode penelitian, diantaranya dengan menggunakan teknik analisis data regresi linear sederhana dan analisis anava. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pembebanan terhadap motor generator 3 fasa mempengaruhi tegangan dan frekuensi keluarannya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH KECEPATAN PUTAR TERHADAP KELUARAN TEGANGAN DAN FREKUENSI PADA GENERATOR  Pengaruh Kecepatan Putar Terhadap Keluaran Tegangan Dan Frekuensi Pada Generator Induksi 1 Fasa.

PENGARUH KECEPATAN PUTAR TERHADAP KELUARAN TEGANGAN DAN FREKUENSI PADA GENERATOR Pengaruh Kecepatan Putar Terhadap Keluaran Tegangan Dan Frekuensi Pada Generator Induksi 1 Fasa.

Hasil penelitian pada generator induksi pembebanan resistif, induktif dan kombinasi resistif dan induktif menggunakan beban 40 sampai 80 Watt dengan kecepatan putar antara 1300 sampai dengan 1600 RPM diperoleh tegangan sebesar 118,7 sampai 245,9 Volt dan frekuensi sebesar 39,9 sampai 51,6 Hz.

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI GENERATOR LISTRIK.

PENDAHULUAN PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI GENERATOR LISTRIK.

Capallaz (1992) juga mengungkapkan bahwa bila menggunakan mesin induksi sebagai generator maka unjuk kerjanya akan mengalami penurunan frekuensi, tegangan, faktor daya bila beban yang dipasang bertambah dan sebaliknya akan mengalami peningkatan bila beban yang dipasang berkurang. Beberapa beban listrik modern seperti lampu penerangan dan peralatan elektronika seperti radio, televisi, komputer, mesin pendingin, sekarang dapat dioperasikan dalam variasi tegangan listrik tidak kurang dari 15 % dan tidak lebih dari 10 % dari tegangan normal, begitu juga frekuensi 50 dan 60 Hz tanpa ada efek samping. Beban yang berupa motor dan transformator lebih sensitif karena dapat menyebabkan kerusakan pada lilitan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI  PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI.

PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI.

Pertama kali mendapatkan ide penelitian ini dari dosen Bp Aris Budiman, ST, MT Teknik Elektro UMS dalam rangka research grant dan bekerja sama dengan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan mahasiswa bertindak sebagai pelaksana di lapangan. Dari penelitian itu dosen menawarkan beberapa judul diantaranya adalah Pengaruh Kecepetan Putar Rotor Terhadap Tegangan dan Frekuensi Generator Induksi.

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI GENERATOR LISTRIK.

PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI GENERATOR LISTRIK.

Pertama kali mendapatkan ide penelitian ini dari dosen Bp Aris Budiman, ST, MT Teknik Elektro UMS dalam rangka research grant dan bekerja sama dengan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan mahasiswa bertindak sebagai pelaksana di lapangan. Dari penelitian itu dosen menawarkan beberapa judul diantaranya adalah Pengaruh Perubahan Beban Terhadap Tegangan Dan Frekuensi Motor Induksi sebagai Generator Listrik.

18 Baca lebih lajut

Karakteristik Tegangan dan Frekuensi Generator Induksi Satu Fase Tereksitasi Diri Berdaya Kecil

Karakteristik Tegangan dan Frekuensi Generator Induksi Satu Fase Tereksitasi Diri Berdaya Kecil

Gambar 2 menunjukkan hubungan antara kecepatan putar dan tegangan generator induksi dalam kondisi tanpa beban. Tegangan generator akan berbanding lurus dengan kecepatan putarnya dimana semakin tinggi kecepatan putarnya maka semakin tinggi tegangannya. Dalam pengujian ini, ukuran kapasitor yang dihubungkan pada belitan bantu generator induksi dipertahankan tetap sehingga arus eksitasinya juga akan tetap. Dengan demikian medan magnet yang dihasilkannya juga akan tetap. Sesuai dengan teori, tegangan generator akhirnya hanya dipengaruhi oleh kecepatan putarnya. Dalam pengujian ini, generator induksi yang dipakai adalah mesin induksi 1 fase 220 volt 6 kutub slip 10% sehingga kecepatan sinkron dari medan magnet stator adalah sebesar 1000 rpm untuk frekuensi sebesar 50 Hz. Dengan demikian bila mesin difungsikan sebagai generator induksi maka rotornya seharusnya diputar pada kecepatan 10% lebih tinggi dari kecepatan sinkronnya atau sebesar 1100 rpm. Hasil pengujian menunjukkan variasi kecepatan putar dari 1000 – 1200 rpm mengakibatkan variasi tegangan dari 146,2 – 217,5 volt.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGATURAN TEGANGAN DAN FREKUENSI PADA MOTOR INDUKSI SEBAGAI GENERATOR

PENGATURAN TEGANGAN DAN FREKUENSI PADA MOTOR INDUKSI SEBAGAI GENERATOR

Peningkatan pelestarian lingkungan dan pengaturan pengairan telah meningkatkan peluang untuk mengembangkan pemakaian energi aliran irigasi/sungai. Aliran irigasi/sungai dapat dipakai sebagai sumber energi terbarukan dengan pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang menghasilkan listrik dibawah 10KWatt biasanya menggunakan generator induksi. Kelebihan generator induksi diantaranya adalah konstruksinya yang membuatnya lebih handal dibandingkan dengan generator sinkron. Namun demikian memiliki kelemahan dalam hal regulasi tegangan dan frekuensi[1].
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI.

PENDAHULUAN PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI.

Capallaz (1992) juga mengungkapkan bahwa bila menggunakan mesin induksi sebagai generator maka unjuk kerjanya akan mengalami penurunan frekuensi, tegangan, faktor daya bila beban yang dipasang bertambah dan sebaliknya akan mengalami peningkatan bila beban yang dipasang berkurang. Beberapa beban listrik modern seperti lampu penerangan dan peralatan elektronika seperti radio, televisi, komputer, mesin pendingin, sekarang dapat dioperasikan dalam variasi tegangan listrik tidak kurang dari 15 % dan tidak lebih dari 10 % dari tegangan normal, begitu juga frekuensi 50 dan 60 Hz tanpa ada efek samping. Beban yang berupa motor dan transformator lebih sensitif karena dapat menyebabkan kerusakan pada lilitan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Dari tugas akhir yang dibuat, alat tersebut mampu melakukan monitoring tegangan, arus, frekuensi, dan power

Dari tugas akhir yang dibuat, alat tersebut mampu melakukan monitoring tegangan, arus, frekuensi, dan power

Penyaluran tenaga listrik di jaringan distribusi tepatnya pada sisi sekunder trafo yang disalurkan ke pelanggan perlu dijaga kualitas dayanya. Caranya dengan melakukan monitoring daya output pada trafo distribusi setiap saat. Tetapi, monitoring dengan cara turun ke lapangan tidaklah praktis. Jika terjadi penurunan kualitas daya, akan lambat untuk ditangani oleh PLN. Akibatnya, para pelanggan yang loyal terhadap PLN yang dengan rutin membayar tiap bulan tanpa telat dapat protes terhadap pihak PLN. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kredibilitas dan keuntungan perusahaan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dirancang sebuah sistem monitoring kualitas daya output pada sisi sekunder trafo distribusi. Data dari mikrokontroler yang terhubung dengan sensor, seperti sensor arus, sensor tegangan dan rangkaian zero crossing detector untuk mengukur power factor. Data dari mikrokontroler tersebut dikirimkan ke komputer server dengan memanfaatkan jaringan wifi . Dari tugas akhir yang dibuat, alat tersebut mampu melakukan monitoring tegangan, arus, frekuensi, dan power factor , serta mampu mendeteksi gangguan sag/ swell dan undervolt/ overvolt . Tetapi, karena keterbatasan alat, tegangan sag yang dapat dideteksi mulai 22-198 Volt dan tegangan swell yang mampu dideteksi mulai 242-250 Volt. Selain itu, butuh waktu minimal 1 detik untuk mendeteksi gangguan sag/ swell.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI FREKUENSI LISTRIK 50-60 Hz TEGANGAN 220VAC PADA PERANGKAT TELEKOMUNIKASI

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI FREKUENSI LISTRIK 50-60 Hz TEGANGAN 220VAC PADA PERANGKAT TELEKOMUNIKASI

Semua alat modern berbasiskan listrik sebagai pencatu daya, baik sumber listrik AC maupun baterai. Akan tetapi kebanyakan sumber utamanya adalah dari jala-jala listrik arus AC 220v, yang biasa kita pergunakan. Namun dengan tidak stabilnya listrik dari sumber PLN, yang terkadang sering hidup dan mati karena pasokan listrik sedang tidak stabil. Hal ini dapat merusak perangkat-perangkat yang membutuhkan tegangan listrik dari PLN seperti perangkat-perangkat telekomunikasi. Untuk itu penulis termotivasi untuk merancang bangun ” RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI FREKUENSI LISTRIK 50 – 60 Hz TEGANGAN 220 VAC PADA PERANGKAT TELEKOMUNIKASI ”. Alat ini digunakan sebagai pendeteksi kabel yang bermuatan arus listrik 220V / 50 – 60 Hz pada alat telekomunikasi tanpa perlu kontak langsung dengan sumber tegangan karena berbahaya jika keadaan listrik sedang normal. Sehingga alat ini dapat mendeteksi, juga
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Kestabilan Transien Dan Koordinasiproteksi Pada PT. Kaltim Methanol Industri Akibat Integrasi Dengan Sistem 11 kV PT. Kaltim Daya Mandiri. - ITS Repository

Analisis Kestabilan Transien Dan Koordinasiproteksi Pada PT. Kaltim Methanol Industri Akibat Integrasi Dengan Sistem 11 kV PT. Kaltim Daya Mandiri. - ITS Repository

Pelepasan beban secara manual dilakukan dengan cara membuka circuit breaker secara manual dan dipakai dalam keadaan tidak begitu darurat seperti pertambahan beban yang melebihi suplai daya dari tenaga pembangkit atau segala gangguan yang menyebabkan turunnya frekuensi dan tegangan sistem. Jika turunnya tegangan dan frekuensi ini dianggap berbahaya, maka secara manual akan mengambil inisiatif untuk melepaskan sebagian beban agar kestabilan sistem tetap terjaga. Dengan adanya pelepasan beban tersebut diharapkan perubahan tegangan atau frekuensi tidak berakibat fatal terhadap beban-beban yang sensitif terhadap perubahan tegangan atau frekuensi.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

ANALISIS TEGANGAN TEMBUS MINYAK SAWIT (PALM OIL) PADA TEGANGAN TINGGI BOLAK-BALIK FREKUENSI TENAGA 5O Hz.

ANALISIS TEGANGAN TEMBUS MINYAK SAWIT (PALM OIL) PADA TEGANGAN TINGGI BOLAK-BALIK FREKUENSI TENAGA 5O Hz.

3. Semakin menipisnya minyak bumi maka harga minyak isolasi yang berasal dari minyak bumi akan semakin melambung. Berbeda halnya dengan minyak nabati yang melimpah jumlahnya apalagi dengan melakukan pengolahan di negeri sendiri, maka akan jauh lebih murah. Berdasarkan pertimbangan di atas maka dilakukan observasi terhadap minyak nabati yang dalam hal ini dipilih minyak sawit (palm oil), untuk mengetahui kelayakan minyak sawit sebagai alternatif isolasi cair dilakukan pengujian untuk mengetahui tegangan tembus minyak tersebut.

23 Baca lebih lajut

PENGONTROLAN (POSISI) MOTOR SERVO AC DENGAN METODA PENGATURAN “VOLT/HERTZ”.

PENGONTROLAN (POSISI) MOTOR SERVO AC DENGAN METODA PENGATURAN “VOLT/HERTZ”.

Salah satu aplikasi Motor Servo Ac adalah untuk mengontrol posisi beban. Pengontrolan posisi beban dapat dilakukan dengan menerapkan konsep pengaturan kecepatan menurut metoda “Volt/Hertz”. Dengan metoda ini, kita dapat mengatur kecepatan motor untuk setiap posisi yang diinginkan. Kecepatan motor dapat divariasikan dengan mengatur frekuensi dari power suplay. Agar motor dapat menghasilkan torka yang sama untuk setiap perubahan nilai kecepatan maka tagangan suplay motor juga perlu diatur mengikuti perubahan frekuensi tersebut. Suatu rangkaian penggerak (driver), yang terdiri dari PWM Driver dan Inverter 3-fasa dengan tegangan dan frekuensi dapat diatur (VVVF- Inverter), diperlukan sebagai penyuplay daya motor. Motor dan rangkaian driver dikendalikan oleh suatu unit kontroler (komputer) yang memproses variabel- variabel kontrol (kecepatan, tegangan dan frekuensi). Objek pengontrolan dalam penelitian ini adalah Motor Sinkron Magnet Permanen (type RS-14B-6002C, produksi Harmonic drives,Inc.). Komputer (dengan aplikasi bahasa pemograman Turbo C) digunakan sebagai kontroler yang mengendalikan aksi pengontrolan terhadap rangkaian driver dan motor. Aksi pengontrolan terhadap motor dilakukan dengan teknik kontrol dua posisi (On-Off Control) dan “Proportional plus Integral Control” (P.I Control)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pratikum 4 Pengaruh Frekuensi terhadap

Pratikum 4 Pengaruh Frekuensi terhadap

Hasil Analisa yang kami peroleh, berdasarkan besar Arus yang terbaca yang terukur.dengan parameter frekuensi dan tegangan yang konstan.jika masukkan nilai frekuensi yang semakin besar,maka arus yang terbaca akan semakin kecil dalam orde miliampere.namun,jika kita urutkan data dari frekuensi 5 Hz,10 Hz,15 Hz,20 Hz, dan 25 Hz,berdasarkan arus yang terukur,maka makin kecil frekuensinya,maka makin besar arus yang terbaca dalam orde miliampere bahakan sampai orde Ampere.lalu,kita analisa pengaruh arus dan tegangan pada inductor yang telah kita peroleh.maka besar nilai Impedansinya akan ikut berpengaruh.semakin besar arus yang terbaca,maka nilai Impedansi pada inductor tersebut akan semakin kecil berdasarkan persamaaan impedansi yang telah kita ketahui.begitupun sebaliknya.jika arus yang terukur kecil,maka besar impedansi yang ada pada inductor tersebut semakin besar.berbanding terbalik satu sama.jika kita lihat data tegangan tabel pertama, Impedansi yang terhitung sangat besar dari data data lain.hal ini kami perkirakan bahwa ada pengaruh nilai arus pada saat titik puncak saat pengukuran.yang kita ketahui,arus bolak balik (AC) bentuk gelombang yang dihasilkan adalah sinusoidal,maka dapat kami perkirakan hasil perhitungan impedansi data table pertama di sub data ke dua lebih besar dari sub data yang lain.oleh karena pada saat tegangan berada pada titik puncak minimum gelombang.selain itu,pada saat pengukuran arus,dalam keadaan acak.sehingga terkadang diperoleh nilai arus yang tidak pas dalam perhitungan.Kemudian pada bagian gelombang pengukuran jika kita naikkan frekuensi yang dipakai,maka bentuk gelombang yang terbaca akan semakin rapat dan membesar.hal ini karena frekuensi dapat mempercepat osilasi rambat gelombang yang dihasilkan pada inductor tersebut serta memperbesar nilai tegangan yang dihasilkan inductor.bisa dibuktikan dengan persamaan frekuensi terhadap reaktansi induktif (X L ).
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Pengetahuan komponen pasif Elektronika I

Pengetahuan komponen pasif Elektronika I

Elektroda dari kapasitor ini terbuat dari alumunium yang menggunakan membran oksidasi yang tipis. Karakteristik utama dari Electrolytic Capacitor adalah perbedaan polaritas pada kedua kakinya. Dari karakteristik tersebut kita harus berhati – hati di dalam pemasangannya pada rangkaian, jangan sampai terbalik. Bila polaritasnya terbalik maka akan menjadi rusak bahkan “MELEDAK”. Biasanya jenis kapasitor ini digunakan pada rangkaian power supply, low pass filter , rangkaian pewaktu. Kapasitor ini tidak bisa digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi. Biasanya tegangan kerja dari kapasitor dihitung dengan cara mengalikan tegangan catu daya dengan 2. Misalnya kapasitor akan diberikan catu daya dengan tegangan 5 Volt, berarti kapasitor yang dipilih harus memiliki tegangan kerja minimum 2 x 5 = 10 Volt.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Windbelt Sebagai Generator Listrik

Windbelt Sebagai Generator Listrik

(12) Luas sapuan windbelt berbanding lurus dengan amlitudo dan panjang pita, untuk memperbesar amplitudo dapat ditempuh dengan memperkecil tegangan pita, namun di lain pihak tegangan pita rendah menyebabkan frekuensi rendah. Frekuensi rendah berarti energi atau daya windbelt rendah. Jadi tegangan pita harus dioptimasi untuk mendapatkan daya windbelt maksimum. Menurut D. Pimentel [7] pada kecepatan angin 3,6m/s, tegangan pita yang optimal adalah 8,4N, sedangkan pada kecepatan angin 7m/s tegangan pita optimum adalah 36N.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum DAn Elektronika ELKA

Laporan Praktikum DAn Elektronika ELKA

Band pass filter digunakan terutama di nirkabel pemancar dan penerima. Fungsi utama filter seperti di pemancar adalah untuk membatasi bandwidth sinyal output minimum yang diperlukanuntuk menyampaikan data pada kecepatan yang diinginkan dan dalam bentuk yang diinginkan. Pada receiver Sebuah band pass filter memungkinkan sinyal dalam rentang frekuensi yang dipilih untuk didengarkan, sementara mencegah sinyal pada frekuensi yang tidak diinginkan. Suatu filter lolos pita dapat disusun dengan menggunakan dua tahap, pertama adalah filter lolos atas dan kedua adalah filter lolos bawah seperti pada gambar berikut: Penguatan tegangan untuk pita lolos adalah: Av = (-R2 / R1) (-R4 / R3) Besarnya frekuensicut off atas didapat dari: fCH = 1 / (2.R1C1) Besarnya frekuensi cut off bawah didapat dari: fCL =1 / (2.R4C2). [1]
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

PERANCANGAN DAN REALISASI RECTENNA MIKROSTRIP RECTANGULAR PATCH ARRAY PADA FREKUENSI 470 MHz - 2400 MHz SEBAGAI ENERGI PENGGERAK JAM DESIGN AND REALIZATION RECTENNA MICROSTRIP RECTANGULAR PATCH ARRAY OF FREQUENCY 470 MHz -2400 MHz FOR CLOCK RESOURCES

PERANCANGAN DAN REALISASI RECTENNA MIKROSTRIP RECTANGULAR PATCH ARRAY PADA FREKUENSI 470 MHz - 2400 MHz SEBAGAI ENERGI PENGGERAK JAM DESIGN AND REALIZATION RECTENNA MICROSTRIP RECTANGULAR PATCH ARRAY OF FREQUENCY 470 MHz -2400 MHz FOR CLOCK RESOURCES

Pada tugas akhir ini dilakukan proses perancangan dan realisasi Rectenna. Antena yang realisasikan adalah antena array mikrostrip. Antena ini ditujukan untuk menyerap gelombang pancar pada rentang frekuensi tertentu pada 470 MHz - 2400 MHz. Frekuensi kerja berdasarkan pengukuran yaitu 900 MHz dan 1800 MHz dengan gain > 3 dBi pada VSWR < 2. Rectifier yang digunakan dalam penelitian ini rectifier yang menggunakan dioda Schottky tipe BAT17 yang rentang kerjanya pada frekuensi UHF (300 MHz - 3000 MHz). Hasil pengukuran menunjukkan nilai tegangan tertinggi dari rangkaian rectenna ini mencapai 1,358 Volt pada jarak 30 cm dari antena horn sebagai pemancar GSM di ruang chamber. Sedangkan pada ruang terbuka, didapatkan tegangan rata-rata 200 mVolt. Rectenna masih belum bisa menggerakkan jam yang memiliki spesifikasi tegangan DC 1,5 Volt.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...