tegangan dan frekuensi

Top PDF tegangan dan frekuensi:

PENGATURAN TEGANGAN DAN FREKUENSI PADA MOTOR INDUKSI SEBAGAI GENERATOR

PENGATURAN TEGANGAN DAN FREKUENSI PADA MOTOR INDUKSI SEBAGAI GENERATOR

Motor induksi yang bila digunakan secara terbalik dapat digunakan sebagai generator (MISG). Motor induksi tiga fase dapat digunakan sebagai generator induksi satu fase dengan penambahan 3 kapasitor dengan konfigurasi delta. Pada kondisi tanpa pengaturan, perubahan beban yang terpasang pada MISG dapat mengakibatkan perubahan tegangan dan frekuensi yang dihasilkan dari 185VAC sampai 220VAC. Dengan pengaturan tegangan dan frekuensi MISG menggunakan rangkaian elektronika diprediksi dapat meningkatkan kestabilannya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan rangkaian elektronika untuk pengaturan tegangan dan frekuensi MISG telah berhasil meningkatkan kestabilan tegangan yang dihasilkan. Pengujian pada motor induksi 4KW 3fase yang digunakan sebagai generator 1fase digunakan kapasitor 75μF400VAC dengan mikrokontroler sebagai pengontrol MISG dengan beban resistif berupa lampu 500W sampai 3KW dihasilkan luaran tegangan 1fase 220Volt 50Hertz yang bervariasi dari 205VAC sampai 222VAC sehingga dapat digunakan pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI GENERATOR LISTRIK.

PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI GENERATOR LISTRIK.

Telah diuji, dipertahankan dan dipertanggungjawabkan di hadapan Dewan Penguji Tugas Akhir (Skripsi) dengan judul “PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI GENERATOR LISTRIK”, Untuk melengkapi persyaratan guna memperoleh gelar sarjana Strata 1 pada Jurusan Elektro Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.

18 Baca lebih lajut

PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI  PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI.

PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI.

Telah diterima dan disetujui baik oleh pembimbing utama dan pembimbing kedua Tugas Akhir (Skripsi) dengan judul “PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI”, Untuk diuji, dipertahankan dan dipertanggungjawabkan di hadapan Dewan Penguji Tugas Akhir (Skripsi) Jurusan Elektro Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.

17 Baca lebih lajut

Karakteristik Tegangan dan Frekuensi Generator Induksi Satu Fase Tereksitasi Diri Berdaya Kecil

Karakteristik Tegangan dan Frekuensi Generator Induksi Satu Fase Tereksitasi Diri Berdaya Kecil

Generator yang digunakan di daerah terpencil seringkali harus didatangkan dari tempat yang sangat jauh sehingga biaya pengadaannnya menjadi lebih mahal. Salah satu alternatif solusinya adalah dengan memodifikasi motor induksi yang tersedia di pasar menjadi generator induksi. Oleh karena itu perlu diamati kinerja generator induksi hasil dari modifikasi motor induksi tersebut. Dalam penelitian ini, sebuah motor induksi jenis kapasitor telah dimodifikasi menjadi generator satu fase berdaya kecil yang digunakan untuk memasok beban listrik berupa lampu hemat energi. Kapasitor eksitasi dihubungkan pada belitan bantunya. Serangkaian pengujian dilakukan untuk mengamati tegangan dan frekuensi generator induksi satu fase ketika kecepatan putar dan bebannya diubah – ubah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Pembebanan Terhadap Tegangan Dan Frekuensi Pada Generator 3 Fasa

Pengaruh Pembebanan Terhadap Tegangan Dan Frekuensi Pada Generator 3 Fasa

Abstrak - Generator adalah alat yang mengubah energi mekanik (gerak) menjadi energi listrik. Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran terhadap motor generator 3 fasa yang dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh pembebanan terhadap keluaran generator yang dibatasi hanya sebagai simulasi saja, dimana komponen beban dengan nilai yang bervariatif dapat menimbulkan ketidaksetimbangan terhadap nilai yang dihasilkan oleh generator. Adapun hasil pengukurannya dianalisa dengan beberapa metode penelitian, diantaranya dengan menggunakan teknik analisis data regresi linear sederhana dan analisis anava. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pembebanan terhadap motor generator 3 fasa mempengaruhi tegangan dan frekuensi keluarannya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI.

PENDAHULUAN PENGARUH KECEPATAN PUTAR ROTOR TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI.

Capallaz (1992) juga mengungkapkan bahwa bila menggunakan mesin induksi sebagai generator maka unjuk kerjanya akan mengalami penurunan frekuensi, tegangan, faktor daya bila beban yang dipasang bertambah dan sebaliknya akan mengalami peningkatan bila beban yang dipasang berkurang. Beberapa beban listrik modern seperti lampu penerangan dan peralatan elektronika seperti radio, televisi, komputer, mesin pendingin, sekarang dapat dioperasikan dalam variasi tegangan listrik tidak kurang dari 15 % dan tidak lebih dari 10 % dari tegangan normal, begitu juga frekuensi 50 dan 60 Hz tanpa ada efek samping. Beban yang berupa motor dan transformator lebih sensitif karena dapat menyebabkan kerusakan pada lilitan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI GENERATOR LISTRIK.

PENDAHULUAN PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP TEGANGAN DAN FREKUENSI MESIN INDUKSI SEBAGAI GENERATOR LISTRIK.

Capallaz (1992) juga mengungkapkan bahwa bila menggunakan mesin induksi sebagai generator maka unjuk kerjanya akan mengalami penurunan frekuensi, tegangan, faktor daya bila beban yang dipasang bertambah dan sebaliknya akan mengalami peningkatan bila beban yang dipasang berkurang. Beberapa beban listrik modern seperti lampu penerangan dan peralatan elektronika seperti radio, televisi, komputer, mesin pendingin, sekarang dapat dioperasikan dalam variasi tegangan listrik tidak kurang dari 15 % dan tidak lebih dari 10 % dari tegangan normal, begitu juga frekuensi 50 dan 60 Hz tanpa ada efek samping. Beban yang berupa motor dan transformator lebih sensitif karena dapat menyebabkan kerusakan pada lilitan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH KECEPATAN PUTAR TERHADAP KELUARAN TEGANGAN DAN FREKUENSI PADA GENERATOR  Pengaruh Kecepatan Putar Terhadap Keluaran Tegangan Dan Frekuensi Pada Generator Induksi 1 Fasa.

PENGARUH KECEPATAN PUTAR TERHADAP KELUARAN TEGANGAN DAN FREKUENSI PADA GENERATOR Pengaruh Kecepatan Putar Terhadap Keluaran Tegangan Dan Frekuensi Pada Generator Induksi 1 Fasa.

Hasil penelitian pada generator induksi pembebanan resistif, induktif dan kombinasi resistif dan induktif menggunakan beban 40 sampai 80 Watt dengan kecepatan putar antara 1300 sampai dengan 1600 RPM diperoleh tegangan sebesar 118,7 sampai 245,9 Volt dan frekuensi sebesar 39,9 sampai 51,6 Hz.

16 Baca lebih lajut

Percobaan 3 Penguat gandengan RC 1 tingkat

Percobaan 3 Penguat gandengan RC 1 tingkat

Jika dibuat tanggapan amplitudo penguat tersebut, maka pada daerah frekuensi rendah dan frekueni tinggi, penguatan tegangan berubah terhadap perubahan frekuensi. Hanya pada daerah frekuensi tengah, penguatan tegangan tidak tergantung frekuensi. Pada frekuensi rendah penguat berlaku sebagai tapis lolos tinggi, hal ini disebabkan pengaruh kapasitor C 1 , C 2 , C E

Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikum Phase Locked Loop Diskret

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Modul Praktikum Phase Locked Loop Diskret

Gambar 4.26. Grafik Diagram Keluaran VCO. ............................. Error! Bookmark not defined. Gambar 4.27. Untai Tapis Lolos Bawah Orde 1. ........................... Error! Bookmark not defined. Gambar 4.30. Nilai ripple keluaran LPF orde 1. ........................... Error! Bookmark not defined. Gambar 4.32. Nilai ripple LPF dengan frekuensi cut-off 1061 Hz. ............. Error! Bookmark not defined.

Baca lebih lajut

OPERASI DASAR OSILOSKOP Program Studi Te

OPERASI DASAR OSILOSKOP Program Studi Te

Pada saat elektron menumbuk layar, maka pada layar akan terlihat cahaya berpendar. Bagian plat pembelok berfungsi untuk mengontrol arah berkas elektron., jika berkas elektron melalui celah antara kedua plat pembelok, maka elektron tersebut akan dibelokkan. Kemana arah elektron dibelokkan tergantung pada arah dan besar tegangan yang diberikan pada plat tersebut.

Baca lebih lajut

75   PENGARUH TEGANGAN SISA TERHADAP

75 PENGARUH TEGANGAN SISA TERHADAP

Sementara Aoki, dkk (2005) mencoba mengaplikasikan metode getaran untuk mereduksi tegangan sisa pada sambungan las dengan pemberian frekuensi acak. Sumber frekuensi acak terdiri dari dua jenis, yaitu white noise yang memberikan eksitasi seluruhnya acak, dan filtered white noise, yang memberikan eksitasi acak dengan diberikan filter yang menghasilkan konsentrasi di sekitar frekuensi pribadi sistem. Hasilnya menunjukkan penurunan tegangan sisa tarik di sekitar lasan.

Baca lebih lajut

DASAR SISTEM KOMUNIKASI Jobsheet 4 BENTU

DASAR SISTEM KOMUNIKASI Jobsheet 4 BENTU

Foster - Seeley Demodulator (diskriminator) adalah jenis umum dari rangkaian detektor FM, diciptakan pada tahun 1936 oleh Dudley E. Foster dan Stuart William Seeley . Rangkaian direncanakan untuk kontrol frekuensi otomatis reciever , tetapi juga menemukan aplikasi dalam demodulasi sinyal FM . Menggunakan transformator RF disetel untuk mengubah perubahan frekuensi ke perubahan amplitudo . Sebuah transformator , disetel ke frekuensi pembawa, terhubung ke dua dioda penyearah . Rangkaian menyerupai gelombang penuh jembatan penyearah . Jika input sama dengan frekuensi pembawa , dua bagian dari rangkaian transformator disetel menghasilkan tegangan dikoreksi sama dan output adalah nol . Sebagai frekuensi perubahan pembawa , keseimbangan antara kedua bagian perubahan sekunder transformator, dan hasilnya adalah tegangan sebanding dengan deviasi frekuensi pembawa .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Dari tugas akhir yang dibuat, alat tersebut mampu melakukan monitoring tegangan, arus, frekuensi, dan power

Dari tugas akhir yang dibuat, alat tersebut mampu melakukan monitoring tegangan, arus, frekuensi, dan power

Pada tahap studi literatur akan dipelajari mengenai kualitas daya, sag/swell, overvoltage/undervoltage, power factor dan frekuensi., studi tentang mikrokontroler dan karakteristik baik secara hardware dan software, mengindetifikasi modul wiznet Wiz110SR, studi tentang pengiriman data dari mikrokontroler ke PC server, mempelajari mengintegrasikan wiznet Wiz110SR dengan mikrokontroler dan modul wifi. Pada tahap perancangan sistem dan perancangan alat, sensor tegangan dan arus yang telah dibuat dikalibrasi agar dapat dibaca oleh mikrokontroler. Lalu data tersebut dikirim oleh mikrokontroler ke modul wiznet dan selanjutnya dikirim ke modul wifi dan ke PC server. Setelah itu data yang telah dikirim akan ditampilkan pada PC server. Data percobaan yang telah diperoleh selanjutnya akan disimpan pada database.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum DAn Elektronika ELKA

Laporan Praktikum DAn Elektronika ELKA

Transistor merupakan komponen dasar untuk sistem penguat. Untuk bekerja sebagai penguat, transistor harus berada di daerah kerja aktif. Hasil bagi antara sinyal output dengan sinyal input inilah yang disebut faktor penguatan, yang sering diberi notasi A atau C. Ada 3 macam konfigurasi dari rangkaian penguat transistor yaitu : Common-Base (CB), Common Emitter (CE) dan Common-Collector (CC). Konfigurasi yang paling banyak dipakai sebagai penguat adalah Common-Emitter, karena mempunyai penguat arus (AI) dan penguatan tegangan (AV) yang tinggi. [1]
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI FREKUENSI LISTRIK 50-60 Hz TEGANGAN 220VAC PADA PERANGKAT TELEKOMUNIKASI

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI FREKUENSI LISTRIK 50-60 Hz TEGANGAN 220VAC PADA PERANGKAT TELEKOMUNIKASI

Probe akan menangkap sinyal jala 220V AC, kemudian masuk ke pin 10 IC LM324, kemudian melalui R47k, c10n, r 1k dan elco 10uf sinyal ini akan difilter sehingga hanya frekuensi sekitar 50/60 hz yang akan lewat pada keluaran pin8, kmudian sinyal ini akan melalui filter kedua setelah masuk pada pin 8 dan juga melalui R47k,C10n, R1K dan elco 10uf, agar frekuensi yang dilewati lebih baik, kemudian pada keluaran pin 14, jika frekuensi filter terlewati, maka pada pin 14 akan menjadi low, sehingga LED akan menyala,kemudian keluaran op-amp pada pin 1 akan high, dan akan mentrigger TRC1815 dan menyalakan buzzer.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengujian Nondestruktif Kayu

Pengujian Nondestruktif Kayu

Terdapat beberapa merk dagang (komersial) alat yang digunakan dalam mengukur gelombang tegangan ultrasonik pada pengujian nondestruktif, khususnya yang digunakan dalam beberapa penelitian. Di antaranya adalah Metriguard Model 239A Stress-Wave Timer, Sylvatest Duo, Fakopp Microsecond Timer dan IML Electronic Hammer (Brashaw et. al. 2005) dan PUNDIT (Kang and Booker, 2002)

Baca lebih lajut

ANALISIS TEGANGAN TEMBUS MINYAK SAWIT (PALM OIL) PADA TEGANGAN TINGGI BOLAK-BALIK FREKUENSI TENAGA 5O Hz.

ANALISIS TEGANGAN TEMBUS MINYAK SAWIT (PALM OIL) PADA TEGANGAN TINGGI BOLAK-BALIK FREKUENSI TENAGA 5O Hz.

3. Tegangan tembus minyak sawit (palm oil) hasil pengujian yaitu : 22,56 kV/2,5 mm, maka dapat disimpulkan bahwa minyak sawit (palm oil) belum layak dijadikan sebagai minyak isolasi secara umum. Sedangkan sebagai minyak transformator minyak sawit dapat dimanfaatkan karena telah melebihi nilai standar.

23 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR - Modul aplikasi telemetri - USD Repository

TUGAS AKHIR - Modul aplikasi telemetri - USD Repository

Data pada Tabel 4.6 dan Gambar 4.7 menunjukkan kinerja rangkaian pengkondisi sinyal dengan galat rata – rata sebesar 2,13 %. Galat disebabkan kesulitan penulis dalam mengkalibrasi rangkaian menggunakan 2 buah trimpot, sehingga nilai resistansi rangkaian tidak sesuai dengan perancangan. Akan tetapi, pergeseran nilai tegangan keluaran yang terjadi pada rangkaian pengkondisi sinyal tidak banyak mempengaruhi timbulnya error pada kinerja sistem, karena nilai hasil pengukuran lebih kecil dari nilai teoritis. Dengan adanya error yang terjadi pada rangkaian pengkondisi sinyal dan rangkaian pengubah tegangan di perangkat pengirim menyebabkan LED menyala sebelum waktunya. Pergeseran yang terjadi pada rangkaian ini justru memperkecil terjadinya error pada sistem, karena seperti memperlambat LED untuk menyala sebelum waktunya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LS-AUDIO (1)

LS-AUDIO (1)

9. Berikan variasi nilai frekuensi input sesuai tabel 2! Atur Oscilloscope agar dapat menampilkan sinyal pada TP1 dan TP2 untuk gambar 2 dan gambar 3, sedangkan TP1, TP2 dan TP3 untuk gambar 3! Bagaimana bentuk sinyal yang terlihat pada oscilloscope? dokumentasikan!

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...