Teka-teki

Top PDF Teka-teki:

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG UNTUK PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI.

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG UNTUK PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI.

Berdasarkan tahap-tahap penilitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan, serta berdasarkan pengolahan dan analisis terhadap data yang diperoleh dari lapangan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Multimedia pembelajaran interaktif permainan teka-teki silang ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari Munir (2012) dan Mardika yang memiliki tahapan yaitu : Analisis meliputi analisis umum, analisis pengguna, analisis kebutuhan perangkat keras; Desain meliputi diagram alir atau flowchart, storyboard, dan rancangan antarmuka atau interface; Pengembangan meliputi pembuatan antarmuka, coding atau pengkodean, movie testing, publishing, packaging, validasi ahli dan revisi multimedia; Implementasi meliputi pretest, pemasangan multimedia, uji produk, postest dan angket penilaian siswa terhadap multimedia; Penilaian meliputi penilaian kelayakan multimedia pembelajaran interaktif permainan teka-teki silang oleh para ahli, penilaian siswa terhadap multimedia, kekurangan, kelebihan, kendala, dan rekomendasi multimedia. 2. Ditinjau dari aspek umum, rekayasa perangkat lunak, komunikasi visual, sebstansi materi dan pembelajaran, maka multimedia pembelajaran interaktif permainan teka-teki silang yang dihasilkan dikategorikan sangat baik oleh ahli media maupun ahli materi dan layak untuk diimplemetasikan.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

Efektivitas Penggunaan Media Teka Teki Silang dalam Pembelajaran Katakana

Efektivitas Penggunaan Media Teka Teki Silang dalam Pembelajaran Katakana

Katakana merupakan salah satu unsur terpenting yang tidak dapat diabaikan dan wajib dikuasai oleh pembelajar bahasa Jepang karena dengan menguasai Katakana akan sangat membantu pembelajar dalam mempelajari bahasa Jepang terutama dalam menuliskan kata-kata asing, nama orang, tempat, dan lain-lain. namun banyak pembelajar yang merasa kesulitan dalam mengingat dan menulis katakana. Maka untuk mengatasi kesulitan itu salah satunya dengan cara mempelajari secara khusus mengenai huruf katakana.yaitu dengan mengunakan media teka teki silang sebagai media pembelajaran katakana.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN APLIKASI TES TEKA-TEKI SILANG (TTS) BERBASIS WEB.

RANCANG BANGUN APLIKASI TES TEKA-TEKI SILANG (TTS) BERBASIS WEB.

Adanya potensi kesalahan pembuatan tes objektif terutama saat menangani tujuan pembelajaran integratif yang lebih tinggi, pembuatan item uji coba yang memakan waktu, dan dibutuhkannya banyak waktu dan ketelitian untuk melakukan penilaian tes objektif adalah latar belakang pembangunan aplikasi ini. Aplikasi ini dirancang dan dibangun menggunakan metode Unified Software Development Process (USDP) dengan empat fase. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang disebut dengan Teka-Teki Silang Edukatif (TTSE). Untuk membuat papan teka-teki silang, aplikasi TTSE memerlukan soal dan jawaban yang dimasukkan terlebih dahulu ke dalam aplikasi oleh guru. Aplikasi TTSE kemudian dapat membuat papan teka-teki silang secara otomatis dari data soal yang telah dipilih guru. Aplikasi TTSE telah divalidasi oleh dua orang ahli dan menghasilkan skor angket dengan persentase 82,30% yang berarti aplikasi berada pada kriteria baik sekaligus menunjukkan bahwa aplikasi TTSE ini layak digunakan. Kemudian aplikasi TTSE ini juga diujicobakan kepada siswa kelas XI RPL SMK Puragabaya tahun ajaran 2015/2016. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan diperoleh persentase skor sebesar 78,08%. Dengan persentase skor tersebut menunjukkan bahwa aplikasi berada pada kategori baik menurut siswa. Selain itu aplikasi TTSE ini juga diujicobakan kepada guru. Dari hasil uji coba kepada empat orang guru diperoleh persentase skor sebesar 77,22%. Persentase tersebut menunjukkan aplikasi TSE berada pada kategori baik menurut guru.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN TEKA TEKI SILANG DALAM PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 14 PADANG

PENGARUH PENERAPAN TEKA TEKI SILANG DALAM PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 14 PADANG

ranah psikomotor memperoleh rata- rata 90,55 predikat Amat Baik. Sedang dikelas XI MIPA 3 pada ranah kognitif memperoleh rata-rata 74,48, ranah afektif memperoleh rata-rata nilai 76,38 predikat Baik dan pada ranah psikomotor memperoleh rata-rata 84,95 predikat Baik. Sesuai dengan hasil perhitungan effect size penggunaan teka-teki silang memiliki nilai efek (d) sebesar 0,69 yang dapat dikategorikan memiliki pengaruh yang sedang, sehingga dapat diketahui bahwa penggunaan teka- teki silang dalam pembelajaran discovery learning memberikan pengaruh yang sedang terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI MIPA SMAN 14 Padang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Teka Teki Ikan dan Dongeng Dongeng Nusantara Lainnya (Esti Asmalia)

Teka Teki Ikan dan Dongeng Dongeng Nusantara Lainnya (Esti Asmalia)

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat-Nya buku cerita ini dapat di selesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Buku berjudul “Teka-Teki Ikan dan Dongeng-Dongeng Kuliner Nusantara Lainnya” terdiri dari lima cerita dengan tema kuliner nusantara. Cerita-cerita tersebut diharapkan mampu menambah pengetahuan tentang kekayaan cita rasa nusantara sekaligus menumbuhkan sikap-sikap positif kepada para pembaca.

57 Baca lebih lajut

Efektivitas Penggunaan Media Teka Teki Silang dalam Pembelajaran Katakana

Efektivitas Penggunaan Media Teka Teki Silang dalam Pembelajaran Katakana

Katakana merupakan salah satu unsur terpenting yang tidak dapat diabaikan dan wajib dikuasai oleh pembelajar bahasa Jepang karena dengan menguasai Katakana akan sangat membantu pembelajar dalam mempelajari bahasa Jepang terutama dalam menuliskan kata-kata asing, nama orang, tempat, dan lain-lain. namun banyak pembelajar yang merasa kesulitan dalam mengingat dan menulis katakana. Maka untuk mengatasi kesulitan itu salah satunya dengan cara mempelajari secara khusus mengenai huruf katakana.yaitu dengan mengunakan media teka teki silang sebagai media pembelajaran katakana.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Pembangunan Aplikasi Mobile Permainan Teka-Teki Berbasis Prinsip Pemantulan  Pembangunan Aplikasi Mobile Permainan Teka-Teki Berbasis Prinsip Pemantulan Cahaya.

Pembangunan Aplikasi Mobile Permainan Teka-Teki Berbasis Prinsip Pemantulan Pembangunan Aplikasi Mobile Permainan Teka-Teki Berbasis Prinsip Pemantulan Cahaya.

Kendala yang ditemui saat membangun game dengan unsur edukasi dapat diatasi dengan memilih materi yang menarik. Aplikasi permainan teka-teki yang akan dibangun, menggunakan fisika pemantulan cahaya sebagai materi teka-teki. Untuk mengatasi aplikasi yang harus diunduh ulang saat ada konten tambahan, dapat digunakan arsitektur client-server. Data level ada di server dan dapat diakses oleh aplikasi saat ada level baru.

13 Baca lebih lajut

 Soal Teka-teki MOS Unik dilengkapi Jawabannya

Soal Teka-teki MOS Unik dilengkapi Jawabannya

Teka teki MOS dan Jawaban UNTUK SMA & SMP Pertanyaan ke 2: Ada Empat pasangan suami istri yang ingin menyeberangi sungai dengan menggunakan perahu.. Perahu yang akan mereka gunakan ter[r]

2 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan Media Teka-teki Silang (TTS) terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Perkembangan Manusia di MTs Darul Ulum Palangka Raya - Dig

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan Media Teka-teki Silang (TTS) terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Perkembangan Manusia di MTs Darul Ulum Palangka Raya - Dig

Pembelajaran dengan model kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) dan dipadukan dengan media teka-teki silang (TTS) ini menuntut peserta didik untuk lebih aktif baik diskusi, permainan maupun turnamen dan harus mempunyai bekal materi yang diperoleh dari membaca dan mencari sumber belajar dalam pelajaran karena peserta didik bertanggung jawab atas dirinya dan kelompoknya dalam memperoleh skor pada saat turnamen berlangsung.

8 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI KOLOID MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DILENGKAPI DENGAN TEKA-TEKI SILANG BAGI SISWA KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 2 BOYOLALI PADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012.

UPAYA PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI KOLOID MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DILENGKAPI DENGAN TEKA-TEKI SILANG BAGI SISWA KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 2 BOYOLALI PADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012.

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa secara keseluruhan penelitian penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dilengkapi dengan Teka-Teki Silang pada materi koloid siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 2 Boyolali tahun ajaran 2011/2012 dapat dikatakan berhasil karena pada akhir penelitian, kriteria keberhasilan yang ditetapkan dapat terpenuhi yakni dapat meningkatkan kualitas proses belajar yaitu keaktifan siswa dan hasil belajar siswa yaitu prestasi belajar siswa.

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI  STRATEGI PEMBELAJARAN CROSSWORD PUZZLE (TEKA-TEKI SILANG) PADA  Peningkatan Hasil Belajar Ipa Melalui Strategi Pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-Teki Silang) Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Sawahan Juwirin Klaten T

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN CROSSWORD PUZZLE (TEKA-TEKI SILANG) PADA Peningkatan Hasil Belajar Ipa Melalui Strategi Pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-Teki Silang) Pada Siswa Kelas Iv Sd Negeri 1 Sawahan Juwirin Klaten T

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA melalui strategi pembelajaran Crossword Puzzle teka-teki silang pada s[r]

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Penggunaan Metode Teka Teki Silang Terhadap Penguasaan kosakata Bahasa Arab.

Pengaruh Penggunaan Metode Teka Teki Silang Terhadap Penguasaan kosakata Bahasa Arab.

/ PENGARUH PENGGUNAAN METODE TEKA TEKI SILANG TERHADAP PENINGKATKAN PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA ARAB Studi Eksperimen Kuasi pada Siswa Kelas X SMK Daarut Tauhiid Boarding School Band[r]

17 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN TEKA-TEKI SILANG BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI ALAT EVALUASI MATERI

PENGEMBANGAN TEKA-TEKI SILANG BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI ALAT EVALUASI MATERI

Sub variabel pertama yaitu kognitif atau indikator pengetahuan terdiri dari 7 pernyataan, yaitu 5 pernyataan positif dan 2 pernyataan negatif. Berdasarkan pernyataan sub variabel kognitif atau indikator pengetahuan pada teka- teki silang berbasis multimedia interaktif sebagai alat evaluasi diperoleh nilai rata-rata 75,40% dikategorikan sebagai respon positif. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian soal evaluasi berbentuk teka-teki silang berbasis multimedia interaktif bisa diterima dan memberi respon pengetahuan yang baik kepada siswa dalam menjawab soal, dari 36 siswa, 24 siswa memperoleh nilai yang baik dan 12 siswa mempunyai nilai di bawah KKM yang sudah ditentukan dari sekolah. Kegagalan 12 siswa dalam mengerjakan soal ini dapat dikarenkan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi ataupun bentuk soal yang diberikan masih terbilang baru. Menurut Ratnawulan dan Rusdiana (2015: 58), aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan yang lebih sederhana yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN MEDIA TEKA-TEKI UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK BIPA TINGKAT DASAR.

PENERAPAN MEDIA TEKA-TEKI UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK BIPA TINGKAT DASAR.

Metode penelitian yang dipilih dalam pelaksanaan penelitian ini adalah eksperimen subjek tunggal.Penelitian subjek tunggal adalah sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengarahkan seseorang/individu kepada perubahan setelah diberi perlakuan.Menurut Herlina (dalam Endah 2012, hlm. 43) mengatakan bahwa eksperimen subjek tunggal merupakan suatu desain eksperimen sederhana yang dapat menggambarkan dan mendeskripsikan perbedaan yang terjadi pada indivisi diseertau dengan data kualitatif yang disajikan secara sederhana dan terinci.Tujuan penggunaan metode penilitian eksperimen subjek tunggal adalah untuk menguji media teka-teki yang sudah dimodifikasi sebagai media menyimak BIPA tingkat dasar.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

 Soal Teka-teki MOS Unik dilengkapi Jawabannya

Soal Teka-teki MOS Unik dilengkapi Jawabannya

Teka teki MOS & Jawaban 1 UNTUK SMA & SMP Pertanyaan ke-1: Ada seekor katak yang sedang mencari air.. Ketika mencari, katak itu jatuh ke sumur.[r]

1 Baca lebih lajut

CECIMPEDAN: TEKA-TEKI DALAM BAHASA BALI Cecimpedan: Balinese Riddles I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja Ilmu Linguistik, Universitas Gadjah Mada Pos-el: wisnubtgmail.com Abstrak - Cecimpedan: teka-teki dalam bahasa Bali - Repositori Institusi Kementerian Pend

CECIMPEDAN: TEKA-TEKI DALAM BAHASA BALI Cecimpedan: Balinese Riddles I Gede Bagus Wisnu Bayu Temaja Ilmu Linguistik, Universitas Gadjah Mada Pos-el: wisnubtgmail.com Abstrak - Cecimpedan: teka-teki dalam bahasa Bali - Repositori Institusi Kementerian Pend

Penelitian terkait teka-teki tradisional bahasa Bali atau ‘cecimpedan’ hanya sampai pada tahap pendokumentasian ragam contoh-contohnya saja. Kajian mendalamnya secara linguistik sampai saat ini belum mendapat perhatian. Karenanya, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi struktur, tema, dan permainan bahasa teka-teki bahasa Bali. Adapun pelaksanaan penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu penyediaan data, analisis data, dan penyajian data. Tahapan penyediaan data dilaksanakan dengan menerapkan metode dokumentasi data. Data diperoleh dari beberapa pustaka yang mengandung teka-teki bahasa Bali. Penganalisisan data dilaksanakan dengan mengidentifikasi aspek berupa struktur teka-teki, tema teka-teki beserta persentasenya, dan permainan bahasa teka-teki. Data disajikan secara deskriptif dan dengan tabel guna menampilkan data berupa persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) struktur teka-teki bahasa Bali terdiri atas elemen persoalan dan solusi; 2) terdapat sembilan dari sebelas tema teka-teki dengan persentase tertinggi bertema ‘hasil bumi dan makanan lainnya’ (26,66%) dan terendah yaitu ‘rumah dan bagiannya’ (3,33%), sedangkan tema yang berhubungan dengan ‘ide abstrak’ dan ‘tindakan gegabah dan mustahil’ tidak ditemukan. 3) Analogi menjadi permainan bahasa tertinggi yang dipergunakan, sedangkan permainan bahasa lainnya yang dipergunakan meliputi polisemi, personifikasi dan perbandingan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teka-teki bahasa Bali memiliki kesamaan struktur seperti teka-teki umumnya, dan temanya lebih berhubungan pada hasil bumi dan makanan, serta teka-tekinya sebagian besar merupakan permainan analogi. Kata-kata kunci: teka-teki, struktur, tema, permainan bahasa
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM HASIL BELAJAR YANG MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATERI STRUKTUR SOSIAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IS SMA N 1

(ABSTRAK) PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM HASIL BELAJAR YANG MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATERI STRUKTUR SOSIAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IS SMA N 1

yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik uji t dan analisis deskriptif presentase. Kemudian hasil post test tersebut di akumulasikan dengan nilai LKS sosiologi menjadi nilai hasil belajar. Penerapan media pembelajaran teka teki silang dikatakan efektif apabila hasil belajar siswa rata-rata ≥ 70 dengan persentase 70%. Berdasarkan hasil analisis rata-rata nilai untuk kelas eksperimen yaitu sebesar 77.96 dengan ketuntasan belajar 91.12% (41 siswa), sedangkan persentase siswa yang tidak tuntas sebesar 8.88% (4 siswa). Pada kelas kontrol rata-rata nilainya sebesar 73.02 dengan ketuntasan belajar 69.05% (29 siswa), sedangkan persentase siswa yang tidak tuntas sebesar 30.95% (13 siswa). Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji perbedaan rata-rata dengan pihak kanan diperoleh t hitung
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

 Kumpulan Teka Teki Logika untuk Guru di Sekolah.

Kumpulan Teka Teki Logika untuk Guru di Sekolah.

Karena itu, yang lebih tua adalah yang perempuan yang berkata “aku yang lebih muda.” Teka-Teki Logika Sederhana Jawaban #16 Pertanyaan: Bagaimana mengukur waktu 9 menit dengan menggu[r]

9 Baca lebih lajut

PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM HASIL BELAJAR YANG MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATERI STRUKTUR SOSIAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IS SMA N 1 KECAMATAN

PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM HASIL BELAJAR YANG MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATERI STRUKTUR SOSIAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IS SMA N 1 KECAMATAN

Pengetahuan merupakan aspek yang paling dasar yang terangkum dalam Taksonomi Bloom. Kemudian seperti dalam tingkatan Taksonomi Bloom, setelah pengetahuan berikutnya adalah pemahaman, berbekal dari pengetahuan akan konsep-konsep, fakta dan istilah-istilah dalam materi struktur sosial yang diperoleh dari mengerjaka teka-teki silang menjadi bekal siswa untuk memahami penjelasan yang diberikan guru. Pengaruh dari teka- teki silang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan, mempermudah siswa dalam memahami materi yang diberikan dalam proses pembelajaran. Karena teka-teki silang juga melatih siswa untuk meningkatkan daya ingat terhadap pelajaran dan salah satu cara untuk menjadikan belajar menyenangkan adalah menyertakan waktu untuk meninjau apa yang telah dipelajari (Silberman 2001). Yaitu dengan menghubungkan materi pelajaran yang diberikan dengan pengetahuan yang didapat dari teka-teki silang tersebut. Interaksi yang terjadi dalam kelompok mengerjakan teka-teki silang pun membantu siswa dalam pembelajaran.
Baca lebih lanjut

182 Baca lebih lajut

Terampil Berhitung dengan Teka-teki Matematika

Terampil Berhitung dengan Teka-teki Matematika

Tidak semua cabang matematika yang terkait dengan kalender memusingkan, seperti mencari tanggal Hari Paska di atas. Memang benar bahwa dengan sebuah kalender Anda dapat melakukan teka-teki yang sederhana. Misalnya sediakanlah sebuah kalender mintalah seorang teman memilih 7 hari dalam seminggu yang penuh bilangan tanggal.

16 Baca lebih lajut

Show all 428 documents...