Teka-Teki Silang dan Hasil Belajar

Top PDF Teka-Teki Silang dan Hasil Belajar:

(ABSTRAK) PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM HASIL BELAJAR YANG MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATERI STRUKTUR SOSIAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IS SMA N 1

(ABSTRAK) PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM HASIL BELAJAR YANG MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATERI STRUKTUR SOSIAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IS SMA N 1

Muzayanah. 2010. Perbedaan Tingkat Pemahaman Siswa Dalam Hasil Belajar Yang Menggunakan Media Pembelajaran Teka Teki Silang Dengan Yang Tidak Menggunakan Media Pembelajaran Teka Teki Silang Pada Materi Struktur Sosial Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI IS SMA N 1 Tanjung Kabuaten Brebes. Jurusan Sosiologi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Drs. Adang Syamsudin S, M.Si. dan Drs. Jayusman.

3 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MEDIA PETA KONSEP DAN TEKA-TEKI SILANG (TTS) POKOK MATERI DUNIA  Perbedaan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Media Peta Konsep Dan Teka-Teki Silang (TTS) Pokok Materi Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae) Pada Siswa

PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MEDIA PETA KONSEP DAN TEKA-TEKI SILANG (TTS) POKOK MATERI DUNIA Perbedaan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Media Peta Konsep Dan Teka-Teki Silang (TTS) Pokok Materi Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae) Pada Siswa

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar biologi antara siswa yang diberi perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran Peta Konsep dan media Teka-Teki Silang pada pokok materi Dunia Tumbuhan pada kelas X SMA Negeri 1 Mojolaban Sukoharjo tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang membandingkan antara dua media pembelajaran, yaitu media Peta Konsep dan media Teka-Teki Silang. Penelitian ini diukur dengan menggunakan ranah kognitif dan afektif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas yang diberi perlakuan menggunakan media pembelajaran Peta Konsep adalah 76,42 dan siswa yang diberi perlakuan menggunakan media pembelajaran Teka-Teki Silang adalah 71,00. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar Biologi antara siswa yang diberi perlakuan menggunakan media pembelajaran Peta Konsep dan siswa yang diberi perlakuan menggunakan media Teka-Teki Silang pada materi dunia tumbuhan pada kelas X SMA Negeri 1 Mojolaban Sukoharjo tahun ajaran 2012/2013, yaitu t hitung > t tabel (3,547 > 3,29) pada taraf signifikasi 5%.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) EFEKTIFITAS PENERAPAN TEKA-TEKI SILANG PADA HASIL BELAJAR SISWA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN MAKANAN DI SMP ISLAM 2 MONDOKAN.

(ABSTRAK) EFEKTIFITAS PENERAPAN TEKA-TEKI SILANG PADA HASIL BELAJAR SISWA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN MAKANAN DI SMP ISLAM 2 MONDOKAN.

Rata-rata hasil belajar untuk kelas eksperimen yaitu 77.62 dengan ketuntasan belajar 84.37% (27 siswa), sedangkan pada kelas tanpa penerapan teka-teki silang yaitu sebesar 66.26 dengan ketuntasan belajar 43.75% (14 siswa). Berdasarkan hasil uji t terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu rata-rata hasil belajar siswa dengan penerapan teka-teki silang lebih baik dari rata-rata hasil belajar siswa tanpa penerapan teka-teki silang dalam pembelajaran Biologi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN METODE TEKA-TEKI SILANG BERBASIS TEKS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 12 MEDAN T.P 2014/2015.

HUBUNGAN METODE TEKA-TEKI SILANG BERBASIS TEKS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 12 MEDAN T.P 2014/2015.

Berdasarkan masalah diatas perlu dicari solusi alternatif yang dapat meningkatkan hasil belajar dan mengaktifkan serta mengkreatifkan siswa dalam proses belajar-mengajar. Menurut Sifa (2014),terdapat beberapa metode yang dapat menjadi solusi mengaktifkan dan mengkreatifkan siswa, Diantaranya yaitu : a). Metode Time Token Arends yaitu metode yang menempatkan siswa sebagi subyek, b). Metode Kubus Pecah (Broken Square) yaitu metode penyususnan pecahan- pecahan bujur sangkar yang dilakukan berkelompok, c). Metode Sosiodrama, yaitu metode bermain peran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial, d) Metode Picture and Picture, yaitu metode praktik yang sifatnya mengembangkan keterampilan siswa, e). Metode Teka-Teki silang, yaitu metode permainan di mana kita harus mengisi ruang-ruang kososng (berbentuk kotak putih) dengan huruf-huruf yang membentuk sebuah kata berdasarkan petunjuk yang diberikan. Dari kelima metode tersebut, metode teka-teki silang merupakan metode yang paling tepat untuk digunakan untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada sistem pencernaan
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS PENERAPAN TEKA-TEKI SILANG PADA HASIL BELAJAR SISWA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN MAKANAN DI SMP ISLAM 2 MONDOKAN.

EFEKTIFITAS PENERAPAN TEKA-TEKI SILANG PADA HASIL BELAJAR SISWA MATERI POKOK SISTEM PENCERNAAN MAKANAN DI SMP ISLAM 2 MONDOKAN.

Salah satu faktor yang mempunyai pengaruh cukup besar dalam pencapaian hasil belajar adalah cara mengajar guru. Penerapan strategi yang tepat dapat menciptakan suasana yang menyenangkan selama proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pembelajaran. Pada penelitian ini penerapan teka-teki silang (TTS) digunakan untuk meninjau ulang pelajaran. Teka-teki silang ini melatih siswa untuk meningkatkan daya ingat terhadap pelajaran. Dengan teka-teki silang ini, siswa akan lebih mudah mengingat apa yang dipelajarinya dan memudahkan siswa memahami sistem dalam tubuhnya. Latihan mengingat membantu siswa menggunakan otak mereka untuk fokus dan menyimpan informasi. Teka-teki silang juga merupakan permainan yang menyenangkan dan siswa dapat terlibat langsung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas teka-teki silang pada hasil belajar siswa pokok bahasan sistem pencernaan makanan.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan Media Teka-teki Silang (TTS) terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Perkembangan Manusia di MTs Darul Ulum Palangka Raya - Dig

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan Media Teka-teki Silang (TTS) terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Perkembangan Manusia di MTs Darul Ulum Palangka Raya - Dig

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Saxena dan kawan-kawan dalam penelitiannya tentang penerapan Active Learning melalui media Crossword Puzzle menjelaskan bahwa penggunaan teka-teki silang (TTS) berguna dan berkontribusi dalam pembelajaran, khususnya dalam penguasaan konsep dan kosa kata. Penggunaan teka-teki silang (TTS) dalam sistem kelompok kecil dan diskusi dapat mendukung pemahaman di mana kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi dan interaksi belajar peserta didik, pemahaman lebih mendalam terhadap materi pelajaran, pemecahan masalah, tanggung jawab individu terhadap proses pembelajaran dan meningkatkan hubungan interpersonal dan kerjasama peserta didik. 5 Jadi, dengan kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournaments (TGT) yang di dalamnya terdapat permainan teka-teki silang (TTS) mampu menumbuhkan minat dan semangat peserta didik dalam belajar sehingga hasil belajar peserta didik dapat lebih baik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

     PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN  Perbedaan Hasil Belajar Biologi Antara Model Pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-Teki Silang) Dengan Model Pembelajaran Index Card Match (Mencari Pasangan) Materi Keanekaragaman Makhluk Hidup

PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN Perbedaan Hasil Belajar Biologi Antara Model Pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-Teki Silang) Dengan Model Pembelajaran Index Card Match (Mencari Pasangan) Materi Keanekaragaman Makhluk Hidup

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara model Crossword Puzzle (Teka-teki Silang) dengan model pembelajaran Index Card Match materi keanekaragaman makhluk hidup dan upaya pelestariannya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kartasura dilihat dari hasil belajar siswa ranah kognitif. Kelas yang digunakan dalam penelitian tiga kelas yang dipilih berdasarkan nilai Ulangan Harian dengan uji t- mathcing. Kelas yang digunakan penelitian diberi perlakuan yang berbeda dengan materi yang sama. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode post test. Analisa data Uji statistik menggunakan Anova yang digunakan yaitu anova satu jalur atau One Way Anova dengan dibantu oleh program SPSS 15.0 for Windows. Rata-rata hasil belajar ranah kognitif kelas dengan model Index Card Match sebesar 85,14 lebih tinggi dari pada kelas yang menggunakan model Crossword Puzzle sebesar 84,17 dan konvensional sebesar 80,19. Hasil Uji normalitas diperoleh hasil pembelajaran konvensional diperoleh nilai p = 0,174; Data pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran Index Card Match diperoleh nilai p = 0,120; Sedangkan data pada kelas eksperimen dengan Crossword Puzzle adalah diperoleh nilai p = 0,069. Sehingga dapat disimpulkan dari ketiga pembelajaran tersebut memiliki data normal. Hasil Uji One Way Anova diperoleh hasil F hitung sebesar 9,201 dengan
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

       PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN  Perbedaan Hasil Belajar Biologi Antara Model Pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-Teki Silang) Dengan Model Pembelajaran Index Card Match (Mencari Pasangan) Materi Keanekaragaman Makhluk Hid

PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN Perbedaan Hasil Belajar Biologi Antara Model Pembelajaran Crossword Puzzle (Teka-Teki Silang) Dengan Model Pembelajaran Index Card Match (Mencari Pasangan) Materi Keanekaragaman Makhluk Hid

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara model Crossword Puzzle (Teka-teki Silang) dengan model pembelajaran Index Card Match materi keanekaragaman makhluk hidup dan upaya pelestariannya siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kartasura dilihat dari hasil belajar siswa ranah kognitif. Kelas yang digunakan dalam penelitian tiga kelas yang dipilih berdasarkan nilai Ulangan Harian dengan uji t- mathcing. Kelas yang digunakan penelitian diberi perlakuan yang berbeda dengan materi yang sama. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode post test. Analisa data Uji statistik menggunakan Anova yang digunakan yaitu anova satu jalur atau One Way Anova dengan dibantu oleh program SPSS 15.0 for Windows. Rata-rata hasil belajar ranah kognitif kelas dengan model Index Card Match sebesar 85,14 lebih tinggi dari pada kelas yang menggunakan model Crossword Puzzle sebesar 84,17 dan konvensional sebesar 80,19. Hasil Uji normalitas diperoleh hasil pembelajaran konvensional diperoleh nilai p = 0,174; Data pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran Index Card Match diperoleh nilai p = 0,120; Sedangkan data pada kelas eksperimen dengan Crossword Puzzle adalah diperoleh nilai p = 0,069. Sehingga dapat disimpulkan dari ketiga pembelajaran tersebut memiliki data normal. Hasil Uji One Way Anova diperoleh hasil F hitung sebesar 9,201 dengan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED  Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization dengan Teka-Teki Silang Angka pada Siswa Kelas I

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization dengan Teka-Teki Silang Angka pada Siswa Kelas I

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD melalui model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization dengan teka-teki silang angka. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVA SD Muhammadiyah 3 Nusukan Surakarta yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan analisis model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: 1) ada peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization dengan teka-teki silang angka, hal ini dapat dilihat nilai siswa yang di atas KKM sama dengan 70 sebelum tindakan 45,83% meningkat menjadi 87,50% pada akhir tindakan. 2) ada peningkatan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization dengan teka-teki silang angka, hal ini dapat dilihat dari aspek a) perhatian terhadap penjelasan guru sebelum tindakan 29,17% meningkat menjadi 54,17% pada akhir tindakan, b) motivasi belajar sebelum tindakan 29,17% meningkat menjadi 41,67% pada akhir tindakan, c) mengerjakan soal-soal latihan di depan kelas sebelum tindakan 37,50% meningkat menjadi 75% pada akhir tindakan, d) kerjasama kelompok sebelum tindakan 16,67% meningkat menjadi 62,50% pada akhir tindakan, e) bertanya mengenai materi yang belum dipahami sebelum tindakan 12,50% meningkat menjadi 54,17% pada akhir tindakan, dan f) menjawab pertanyaan guru sebelum tindakan 41,67% meningkat menjadi 62,50% pada akhir tindakan. Kesimpulan penelitian ini adalah melalui penerapan model kooperatif tipe team assisted individualization dengan teka-teki silang angka dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IVA SD Muhammadiyah 3 Nusukan Surakarta tahun ajaran 2011/2012.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN MELALUI STRATEGICROSSWORD (TEKA-TEKI SILANG) DAN MEDIA PEMBELAJARAN GAMBAR PADA SISWA KELAS V MI MA’ARIF BLOTONGAN SALATIGA PELAJARAN 2017/2018 - Test Repository

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN MELALUI STRATEGICROSSWORD (TEKA-TEKI SILANG) DAN MEDIA PEMBELAJARAN GAMBAR PADA SISWA KELAS V MI MA’ARIF BLOTONGAN SALATIGA PELAJARAN 2017/2018 - Test Repository

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan strategi Crossword (Teka-teki Silang) dan media pembelajaran gambar dapat meningkatkan prestasi belajar IPS bagi siswa kelas V MI Ma’arif Blotongan Salatiga tahun p elajaran 2017/2018. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pra siklus sebelum menerapkan strategi crossword (Teka- teki Silang) dan Media Pembelajaran Gambarhanya 29,41% (5 siswa) yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan 70,59% (12 siswa) belum memenuhi KKM, meningkat pada siklus I yang mencapai KKM 10 siswa dari 17 siswa dengan nilai rata-rata 69,41. Pada siklus II yang mencapai KKM sebanyak 15 siswa dari 17 siswa atau 88,23% dengan nilai rata-rata 81,77.Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi crossword (Teka-teki Silang) dan Media Pembelajaran Gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPS materi Perjuangan Mempertahankan Kemerekaan pada siswa kelas V MI Ma’arif Blotongan Salatiga
Baca lebih lanjut

148 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MEDIA PETA KONSEP DAN TEKA-TEKI SILANG (TTS) POKOK MATERI DUNIA  Perbedaan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Media Peta Konsep Dan Teka-Teki Silang (TTS) Pokok Materi Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae) Pada Siswa

PERBEDAAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MEDIA PETA KONSEP DAN TEKA-TEKI SILANG (TTS) POKOK MATERI DUNIA Perbedaan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Media Peta Konsep Dan Teka-Teki Silang (TTS) Pokok Materi Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae) Pada Siswa

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar biologi antara siswa yang diberi perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran Peta Konsep dan media Teka-Teki Silang pada pokok materi Dunia Tumbuhan pada kelas X SMA Negeri 1 Mojolaban Sukoharjo tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang membandingkan antara dua media pembelajaran, yaitu media Peta Konsep dan media Teka-Teki Silang. Penelitian ini diukur dengan menggunakan ranah kognitif dan afektif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas yang diberi perlakuan menggunakan media pembelajaran Peta Konsep adalah 76,42 dan siswa yang diberi perlakuan menggunakan media pembelajaran Teka-Teki Silang adalah 71,00. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar Biologi antara siswa yang diberi perlakuan menggunakan media pembelajaran Peta Konsep dan siswa yang diberi perlakuan menggunakan media Teka-Teki Silang pada materi dunia tumbuhan pada kelas X SMA Negeri 1 Mojolaban Sukoharjo tahun ajaran 2012/2013, yaitu t hitung > t tabel (3,547 > 3,29) pada taraf signifikasi 5%.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH TEKA-TEKI SILANG TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS V SEKOLAH DASAR

PENGARUH TEKA-TEKI SILANG TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS V SEKOLAH DASAR

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa tinggi pengaruh teka- teki silang terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial kelas V sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Metode Eksperimen dengan bentuk Quasi Experimental Design dan desainnya Non Equivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri 03 Pontianak Kota berjumlah 55 peserta didik, terdiri 27 peserta didik pada kelas kontrol dan 28 peserta didik pada kelas eksperimen. Hasil analisis rata-rata post- test kelas kontrol adalah 68,83 dan rata-rata post-test kelas eksperimen adalah 78,35. Hasil uji hipotesis menggunakan t-test diperoleh = 2,144 untuk dk = 53 dan = 5% diperoleh = 2,007 , yang berarti (2,144) > (2,007), maka Ha diterima. Artinya penerapan teka-teki silang berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial murid kelas V Sekolah Dasar Negeri 03.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN PERJUANGAN MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI SD NEGERI BANJARSENGON 01 JEMBER TAHUN PELAJARAN 2011

ENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN PERJUANGAN MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI SD NEGERI BANJARSENGON 01 JEMBER TAHUN PELAJARAN 2011

Menyatakan dengan sesungguhnya karya ilmiah yang berjudul: “ Penerapan Pembelajaran Kooperatif dengan Media Teka-teki Silang untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pelajaran IPS Pokok Bahasan Perjuangan Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia di SD Negeri Banjarsengon 01 Jember Tahun Pelajaran 2011/2012 ” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi mana pun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggungjawab atas keabsahan isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI POKOK BAHASAN ORGANISASI KEHIDUPAN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN  PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI POKOK BAHASAN ORGANISASI KEHIDUPAN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN TIPE CROSSWORD PUZZLE (TEKA-TEKI SILANG) PADA SISWA KELA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI POKOK BAHASAN ORGANISASI KEHIDUPAN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI POKOK BAHASAN ORGANISASI KEHIDUPAN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN TIPE CROSSWORD PUZZLE (TEKA-TEKI SILANG) PADA SISWA KELA

Alhamdulillah, segala puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi dengan judul “ PENINGKATAN HASIL BELAJAR BIOLOGI POKOK BAHASAN ORGANISASI KEHIDUPAN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN TIPE CROSSWORD PUZZLE (TEKA-TEKI SILANG) PADA SISWA KELAS VII C SMP NEGERI 1 GATAK SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2010/2011 ”.

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG (TTS) MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN : Penelitian Tindakan Kelas Di Kelas II A SD Negeri Ciburial Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Semester 2 Tahun

PENERAPAN METODE PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG (TTS) MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN : Penelitian Tindakan Kelas Di Kelas II A SD Negeri Ciburial Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Semester 2 Tahun

2. Penerapan metode permainan Teka-Teki Silang (TTS) Matematika pada materi operasi hitung campuran dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada ranah kognitif di kelas II A SD Negeri Ciburial. Peningkatan hasil belajar tersebut dapat ditunjukkan oleh nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa pada siklus I adalah 95 dan siklus II adalah 96,67, nilai rata-rata meningkat sebesar 1,67 angka dengan ketuntasan belajar pada siklus I dan siklus II adalah 100% (30 siswa dinyatakan tuntas KKM). Dengan demikian ketuntasan belajar pada kelas tersebut berkriteria sangat tinggi. Selain itu, peningkatan gain siswa dari siklus I – siklus II adalah 2,78 dengan gain ternormalisasi siklus I – siklus II adalah 0,56 yang berarti efektivitas pembelajaran dalam kategori sedang.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI KOLOID MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DILENGKAPI DENGAN TEKA-TEKI SILANG BAGI SISWA KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 2 BOYOLALI PADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012.

UPAYA PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI KOLOID MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DILENGKAPI DENGAN TEKA-TEKI SILANG BAGI SISWA KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 2 BOYOLALI PADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil belajar pada materi koloid dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dilengkapi dengan Teka-Teki Silang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 2 Boyolali yang berjumlah 28 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan tes dan nontes (observasi, kajian dokumen dan angket). Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Penerapan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yang dilangkapi dengan TTS dapat meningkatkan kualitas proses belajar pada materi koloid. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa pada siklus I dan II. Presentase keaktifan siswa pada siklus I 60,72% dan 71,43% pada siklus II. (2) Penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yang dilangkapi dengan TTS dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi koloid. Dalam penelitian ini, hasil belajar yang dimaksud adalah ketuntasan belajar dan afektif siswa. Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar siswa 64,29% dengan rata-rata nilai 72,3 dan pada siklus II persentase ketuntasan belajar siswa menjadi 89,29% dengan rata-rata nilai 76,1. Sedangkan untuk aspek afektif, ketercapaian rata-rata indikator adalah 64,29% pada siklus I dan 75% pada siklus II.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN IPS EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI TEKA – TEKI SILANG (TTS) DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X SMA YADIKA KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PEMBELAJARAN IPS EKONOMI DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI TEKA – TEKI SILANG (TTS) DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X SMA YADIKA KABUPATEN CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Strategi pembelajaran Teka-Teki Silang merupakan permainan teka-teki yang digunakan sebagai strategi pembelajaran menyenangkan, tanpa menghilangkan esensi belajar yang sedang berlangsung. Strategi belajar Teka- Teki Silang, melibatkan partisipasi peserta didik aktif sejak kegiatan pembelajaran dimulai. Peserta didik diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik. Dengan ini peserta didik akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Selain itu, Teka-Teki Silang adalah strategi pembelajaran untuk meninjau ulang (review) materi-materi yang sudah disampaikan. Peninjauan ini berguna untuk memudahkan peserta didik dalam mengingat-ingat kembali materi apa yang telah disampaikan. Sehingga, peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik (Soepatno, 1000: 80)
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG (TTS) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOLOID KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 PONTIANAK SKRIPSI

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG (TTS) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOLOID KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 PONTIANAK SKRIPSI

SELVIANA SAFITRI. 131620292. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournament (TGT) Berbantuan Media Teka-Teki Silang (TTS) Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Koloid Kelas XI IPA SMA Negeri 9 Pontianak. Dibimbing oleh RIZMAHARDIAN A.K., M.Sc dan RAUDHATUL FADHILAH, S.Pd, M.Si

17 Baca lebih lajut

PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM HASIL BELAJAR YANG MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATERI STRUKTUR SOSIAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IS SMA N 1 KECAMATAN

PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN SISWA DALAM HASIL BELAJAR YANG MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKA TEKI SILANG PADA MATERI STRUKTUR SOSIAL MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IS SMA N 1 KECAMATAN

Hasil penelitian dan pembahasan pada bab ini merupakan studi lapangan untuk memperoleh data melalui teknik tes yang mencakup aspek pengetahuan dan pemahaman setelah dilakukan suatu proses pembelajaran dengan perlakuan yang berbeda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pemahaman siswa dalam hasil belajar yang menggunakan media pembelajaran teka-teki silang dengan yang tidak menggunakan media teka-teki silang pada materi Struktur Sosial mata pelajaran Sosiologi kelas XI IS SMA N 1 Tanjung Kabupaten Brebes.
Baca lebih lanjut

182 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA TEKA – TEKI SILANG (TTS) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR ZAT ADITIF MAKANAN PADA SISWA KELAS VIII.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN MEDIA TEKA – TEKI SILANG (TTS) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR ZAT ADITIF MAKANAN PADA SISWA KELAS VIII.

Pre-tes dan Post-tes yang berbentuk pilihan berganda yang berjumblah 20 soal. Dari hasil penelitian diperoleh rata – rata nilai pretes kelas eksperimen 53,235 dan nilai rata – rata nilai pretes kelas kontrol 45,833. Kemudian setelah dilakukan perlakuan yang berbeda yaitu dengan pembelajaran model NHT dengan media TTS dan model NHT tanpa TTS, diperoleh nilai rata – rata postes kelas eksperimen 80,588 dan nilai rata –rata postes kelaas kontrol 63,333. Ini berarti ada pengaruh yang ditimbulkan model pembelajaran model NHT dengan media TTS pada materi zat adtif makanan. Dari hasil uji t diperoleh t hitung = 5,170,
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...