teknik Begg tahap III

Top PDF teknik Begg tahap III:

Perawatan Maloklusi Kelas I Bimaksiler Protrusi disertai Gigi Berdesakan dan Pergeseran Midline menggunakan Teknik Begg | Rahmawati | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8164 14481 1 PB

Perawatan Maloklusi Kelas I Bimaksiler Protrusi disertai Gigi Berdesakan dan Pergeseran Midline menggunakan Teknik Begg | Rahmawati | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8164 14481 1 PB

Tahap III perawatan teknik Begg dilakukan untuk memperbaiki inklinasi aksial (root paralelling) gigi rahang atas dan rahang bawah menggunakan plain archwire 0,020” dengan anchor bend 15° di mesial molar pertama, circle hook pada mesial braket kaninus, uprighting spring untuk koreksi gigi yang tilting, palatal/ lingual root torque untuk root paralleling gigi anterior rahang atas dan rahang bawah, serta elastik intermaksiler kelas II 5/16” 2 oz untuk mempertahankan overbite dan overjet.

7 Baca lebih lajut

Penggunaan Vertical Loop pada Perawatan Gigi Berjejal Parah dan Crossbite Anterior dengan Teknik Begg | Nainggolan | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8192 14482 1 PB

Penggunaan Vertical Loop pada Perawatan Gigi Berjejal Parah dan Crossbite Anterior dengan Teknik Begg | Nainggolan | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8192 14482 1 PB

Gigi berjejal dapat terjadi pada semua klasiikasi maloklusi. Perawatan gigi berjejal berat dengan teknik Begg menggunakan vertical loop untuk meningkatkan kelentingan busur labial supaya dapat terpasang pada gigi berjejal sehingga levelling dan unravelling gigi anterior dapat tercapai. Tujuan artikel ini untuk menerangkan manfaat dari vertical loop pada kasus gigi berjejal berat. Pada artikel ini disajikan dua kasus gigi berjejal parah dan crossbite. Kasus pertama: laki-laki 17 tahun tidak percaya diri karena berjejal dan gingsul. Diagnosis: maloklusi Angle klas III subdivisi tipe skeletal klas III dengan maksila retrusif dan mandibula prognatik, gigi berjejal parah dan crossbite anterior. Kasus kedua: perempuan 18 tahun, mengeluhkan gigi berjejal, sulit dibersihkan dan gusi sering berdarah. Diagnosis: Maloklusi Angle klas I tipe skeletal klas I dengan bimaksiler retrusif dan bidental protrusif gigi berjejal berat dan crossbite anterior. Pada kedua kasus dilakukan perawatan dengan alat ortodontik cekat teknik Begg, pada tahap pertama digunakan archwire diameter 0,014” dengan vertical loop untuk koreksi gigi malposisi berupa gigi berjejal, membuka dan menutup ruang gigi anterior dengan menggerakkan gigi ke arah mesiolabial dan labiolingual sehingga gigi berjejal dan crossbite anterior dapat terkoreksi. Hasil: Koreksi inklinasi gigi-gigi rahang atas dan bawah, overjet dan overbite dipertahankan, penutupan sisa ruang, koreksi aksial gigi-gigi dan perbaikan interdigitasi sesuai dengan oklusi normal. Kesimpulan dari penggunaan vertical loop pada perawatan ortodontik cekat dengan teknik Begg menunjukkan sangat efektif dalam mengoreksi gigi berjejal berat dan crossbite anterior.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perawatan Maloklusi Klas III dengan Reverse Overjet Menggunakan Alat Ortodontik Cekat Teknik Begg | Purwaningsih | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8389 14939 1 SM

Perawatan Maloklusi Klas III dengan Reverse Overjet Menggunakan Alat Ortodontik Cekat Teknik Begg | Purwaningsih | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8389 14939 1 SM

Koreksi reverse overjet dilakukan dengan alat cekat teknik Begg yang terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah koreksi reverse overjet, crossbite, dan edge to edge. Kawat yang digunakan diameter 0,016” untuk ekspansi anteroposterior dengan stopper di mesial tube molar. Elastik yang digunakan adalah elastik klas III ukuran 5/16” 2 oz. Tahap kedua penutupan ruang bekas pencabutan, kawat yang digunakan adalah plain archwire diameter 0,018” dengan circle hook tepat pada mesial braket gigi kaninus. Anchor bend yang digunakan sebesar 15°. Mesialisasi gigi posterior dilakukan dengan cara ligasi gigi anterior sebagai reverse anchorage untuk menarik gigi posterior ke depan satu per satu sehingga terjadi hubungan gigi molar yang baik. Elastik intramaksilar yang digunakan ukuran ¼” 4 oz. Tahap ketiga adalah root paralleling. Kawat yang digunakan plain archwire ukuran 0,020” dengan circle hook tepat di mesial braket gigi kaninus serta anchor bend sebesar 15° untuk stabilisasi. Lingual root torque dan palatal root torque digunakan untuk menghasilkan overjet sesuai rencana perawatan sebesar 2 mm. Cinch back digunakan untuk mempertahankan lengkung gigi. Elastik intemaksiler yang digunakan pada perawatan tahap III adalah elastik intermaksiler klas III ukuran 5/16” 2 oz. 8,9
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perawatan Kamuflase Maloklusi Klas III Dentoskeletal menggunakan Teknik Begg pada Pasien Dewasa | Agustina | MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM 11979 23419 1 SM

Perawatan Kamuflase Maloklusi Klas III Dentoskeletal menggunakan Teknik Begg pada Pasien Dewasa | Agustina | MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM 11979 23419 1 SM

Koreksi dalam perawatan kamuflase dapat berupa pencabutan, ekspansi lengkung, atau kombinasi keduanya. Perawatan dengan teknik Begg menggunakan prinsip light force, sehingga memungkinkan pergerakan seluruh gigi anterior secara bersamaan, elastik kelas III digunakan pada awal tahap pertama untuk mengayunkan rahang bawah kebelakang dan juga mendorong rahang atas ke depan sehingga didapatkan relasi molar pertama yang semula kelas III menjadi kelas I. 6

6 Baca lebih lajut

Perawatan Maloklusi Kelas III dengan Hubungan Skeletal Kelas III disertai Makroglosia Menggunakan Alat Ortodontik Cekat Teknik Begg | Setyowati | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 7963 14427 1 PB

Perawatan Maloklusi Kelas III dengan Hubungan Skeletal Kelas III disertai Makroglosia Menggunakan Alat Ortodontik Cekat Teknik Begg | Setyowati | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 7963 14427 1 PB

Mencapai keteraturan letak gigi-gigi (unraveling), (2) Memperbaiki ketidakteraturan dalam arah vertikal (levelling), (3) Memperbaiki rotasi gigi anterior, (4) Memperbaiki overjet menjadi edge to edge, (5) Memperbaiki deep overbite dengan bite opening, (6) Memperbaiki crossbite, (7) Memperbaiki rotasi gigi molar dan premolar, (8) Memperbaiki diskrepansi midline. Tujuan tahap kedua adalah (1) Penutupan sisa ruang bekas pencabutan (space closing) dengan melanjutkan retraksi gigi anterior dan menarik gigi posterior ke depan, (2) Memperbaiki rotasi premolar, (3) Mempertahankan hasil yang telah dicapai pada tahap pertama. Tujuan tahap ketiga adalah (1) Mempertahankan hasil yang telah dicapai pada tahap pertama dan kedua, (2) pengaturan inklinasi aksial gigi-gigi Perawatan ortodontik teknik Begg paling sesuai untuk maloklusi klas II divisi 1, namun dapat juga untuk merawat maloklusi Angle klas I, dan klas III. 8,9 Tujuan dari artikel ini adalah
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pergerakan Gigi dan Remodeling Tulang Maksila Regio Anterior di Akhir Perawatan Ortodontik Teknik Begg Maloklusi Angle Klas I dengan Insisivus Maksila Protusif : Penelitian Deskriptif Observasional | Utari | Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan

Pergerakan Gigi dan Remodeling Tulang Maksila Regio Anterior di Akhir Perawatan Ortodontik Teknik Begg Maloklusi Angle Klas I dengan Insisivus Maksila Protusif : Penelitian Deskriptif Observasional | Utari | Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan

Aksioma dasar perawatan ortodontik adalah “bone trace tooth movement”, artinya pergerakan gigi ortodontik yang baik adalah pergerakan gigi yang diikuti remodeling tulang alveolus dengan derajat yang sama besar (Rasio BT 1:1). Penelitian ini mendiskripsikan pergerakan gigi dan remodeling tulang maksila regio anterior di akhir tahap III perawatan ortodontik teknik Begg maloklusi Angle klas I dengan insisivus maksila protusif pada pasien dewasa yang dirawat di Klinik Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada dari tahun 1997 sampai 2005.

4 Baca lebih lajut

Perawatan Maloklusi Klas III Skeletal disertai Open Bite dengan Teknik Begg | Anggaraeni | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 7974 14428 1 PB

Perawatan Maloklusi Klas III Skeletal disertai Open Bite dengan Teknik Begg | Anggaraeni | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 7974 14428 1 PB

Profil pasien saat ini terlihat lebih baik karena terdapat perubahan pada profil bibir bawah terhadap garis S. Evaluasi jaringan lunak menunjukkan perubahan posisi bibir bawah menjadi 3,5 mm di depan garis S (posisi awal 6 mm di depan garis S). Perubahan posisi bibir bawah ini kemungkinan berhubungan dengan adanya retraksi gigi-gigi anterior mandibula. Evaluasi radiografi sefalometri menunjukkan perubahan inklinasi gigi anterior mandibula dengan adanya retraksi (inter I awal 114° menjadi 134°; IMPA awal 90° menjadi 74°; I-NB 12 mm menjadi 5 mm). Saat ini tahapan perawatan yang sedang dilakukan adalah tahap 3 untuk koreksi interdigitasi gigi-gigi rahang atas dan bawah. Koreksi interdigitasi dilakukan menggunakan elastik vertikal untuk mempertahankan oklusi gigi-gigi atas dan bawah terutama pada regio yang awalnya terdapat open bite serta uprighting spring untuk memperbaiki mesial/distal tilting gigi-gigi. Selama perawatan pasien kooperatif dalam pemakaian elastik dan saat ini merasa puas dengan keadaan gigi geliginya sehingga menambah kepercayaan dirinya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

RENCANA UMUM TAHAP III

RENCANA UMUM TAHAP III

: 0341-575816 PENGUMUMAN RENCANA PENGADAAN BARANG/ JASA TAHAP III TAHUN ANGGARAN 2 0 1 1 Nom or : 3550- 4/ UN10.16/ PD/ 2011 Kem ent erian Pendidikan Nasional Universit as Brawijay[r]

1 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN Tahap III 1

PENGUMUMAN Tahap III 1

0748 323616 SUNGAI PENUH 37112 Nomor : 01 /PAN-PBJ/PL-PASCA/Thp2/DPU-KOTA/2011 Pemerintah Kota Sungai Penuh c/q Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2011, akan melaks[r]

1 Baca lebih lajut

Pengumuman PLPG Tahap III

Pengumuman PLPG Tahap III

Humbang Hasundutan Bahasa Indonesia L PENGUMUMAN KELULUSAN PLPG TAHAP III, PELAKSANAAN TANGGAL 16 SEPTEMBER - 25 SEPTEMBER 2013... Humbang Hasundutan Bahasa Inggeris M MENGULANG UTN 55 1[r]

5 Baca lebih lajut

Perawatan Maloklusi Angle Klas I dengan Gigi Depan Crowding Berat dan Cross Bite Menggunakan Teknik Begg pada Pasien dengan Kebersihan Mulut Buruk | Wahyuningsih | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8758 15781 1 PB

Perawatan Maloklusi Angle Klas I dengan Gigi Depan Crowding Berat dan Cross Bite Menggunakan Teknik Begg pada Pasien dengan Kebersihan Mulut Buruk | Wahyuningsih | Majalah Kedokteran Gigi Indonesia 8758 15781 1 PB

tujuan untuk intrusi gigi anterior dan menghasilkan efek laring gigi depan rahang atas sehingga cross bite dapat terkoreksi. Elastik intermaksiler klas II 5/16” 2 oz dikaitkan pada circle hook archwire rahang atas ke bukal tube gigi 36 dan 46. Setelah levelling dan unraveling tercapai, archwire diganti dengan menggunakan kawat berdiameter 0,018”. Tahap levelling dan unraveling ini selesai dalam waktu 6 bulan, dimana gigi 12, 21 dan 22 yang awalnya berada di palatal sudah masuk ke dalam lengkung gigi dan cross bite telah terkoreksi, kemudian dilakukan koreksi pergeseran median line rahang atas.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

pengumuman lelang tahap III

pengumuman lelang tahap III

Veteran Nomor 2 Kebumen PENGUMUMAN PEMILIHAN LANGSUNG DAN LELANG UMUM Nomor :027/275 Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan Pokja ULPII KabupatenKebumen TahunAnggaran 2017 akan melaksa[r]

1 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN TAHAP III

PENGUMUMAN TAHAP III

- Unt uk Pelelangan Umum Tahap III t anggal 11 Juni 2012 s.d 22 Juni 2012 (set iap har i ker ja). - Unt uk Pemilihan Langsung Tahap III t anggal 11 Juni 2012 s.d 18 Juni 2012 (set iap har i ker ja). - Unt uk Pelelangan Seder hana Tahap III t anggal 11 Juni 2012 s.d 18 Juni Juni 2012 (set iap har i ker ja). - Tempat : Sekr et ar iat ULP Lt . 3 Kant or Set dakab Simeulue.

2 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN PEMENANG TAHAP III

PENGUMUMAN PEMENANG TAHAP III

M V X YVZ[ R\W ] RS ]V\VS\^RS _ RU RX P VZ YZV` N a XaZ 54 T R[ ^S 2010 bV` VZ\R R\^Z RS \ ^Z ^S RSSc R , ` VZ\ R bVZ _ R` RZ] RS B VZW \ R A d RZ R H R` W U P VST R_RRS L RST`^ST cRST \VU R[ _W \V\ R Y]RS _RU R X YVSV\ R Y RS YVSc V_W R Sa XaZ : 027/18.14-III/17.10/403.104/2015, \RSTTRU 20 M VW 2015, bVZ`R XR W SW _ W^X^X] RS YV XVS RST YVST R_ R RS U RS T` ^ST YVScV_ W R e R`R ]aS` ^U \ R` W ^S\^]f

5 Baca lebih lajut

UND KLARIFIKASI tahap III

UND KLARIFIKASI tahap III

0725 26949 Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dengan ini kami mengundang Perusahaan Saudara untuk dapat mengikuti Klarifikasi dan Negosiasi 7HNQLVGDQ%LD\D, bertempat di Kantor Sekre[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...