Teknik communication games berbantuan media film

Top PDF Teknik communication games berbantuan media film:

KEEFEKTIFAN TEKNIK COMMUNICATION GAMES BERBANTUAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN UNSUR INTRINSIK CERITA DAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI.

KEEFEKTIFAN TEKNIK COMMUNICATION GAMES BERBANTUAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN UNSUR INTRINSIK CERITA DAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa sekolah dasar dalam memahami unsur intrinsik cerita tokoh, watak, latar, amanat, dan tema serta permasalahan siswa sekolah dasar dalam keterampilan menulis teks narasi baik dari aspek kualitas isi, kebahasaan, ketepatan ejaan dan tanda baca, perbuatan, penokohan, latar, sudut pandang, dan alur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran hasil pemahaman unsur intrinsik cerita dan keterampilan menulis teks narasi siswa sebagai dampak penerapan teknik communication games berbantuan media film. Masalah penelitian i ni adalah “ apakah teknik communication games berbantuan media film efektif untuk meningkatan pemahaman unsur intrinsik cerita dan keterampilan menulis teks narasi pada siswa kelas IVB SD Interaktif Gemilang Mutafannin Padalarang Bandung Barat ”. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain nonequivalent control group design. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas IV SD. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar penilaian pemahaman unsur intrinsik cerita berbentuk tes pilihan ganda dan lembar penilaian keterampilan menulis teks narasi. Pemahaman unsur intrinsik cerita dan keterampilan menulis teks narasi siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan penerapan teknik communication games berbantuan media film. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata kemampuan awal siswa dalam pemahaman unsur intrinsik cerita sebelum perlakuan (pretest) memperoleh nilai rata-rata 6,50, sedangkan setelah perlakuan (posttest) sebesar 8,75. Berdasarkan perhitungan statistik, nilai t hitung diperoleh 3,678 dan t tabel diperoleh 2,179. Jadi, t hitung (3,678) >
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN TEKNIK COMMUNICATION GAMES BERBANTUAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN UNSUR INTRINSIK CERITA DAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI - repository UPI T PD 1201698 Title

KEEFEKTIFAN TEKNIK COMMUNICATION GAMES BERBANTUAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN UNSUR INTRINSIK CERITA DAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI - repository UPI T PD 1201698 Title

Penelitian ini merupakan suatu upaya untuk merealisasikan paradigma pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered) dan pengembangan model pembelajaran untuk memicu sebanyak mungkin keaktifan siswa dalam proses pembelajarannya. Tesis ini memaparkan bagaimana peningkatan pemahaman unsur intrinsik cerita dan keterampilan menulis teks narasi siswa setelah diterapkan teknik communication games berbantuan media film dengan membandingkan nilai rata-rata gain yang dinormalisasi pada kelas eksperimen. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan dari penerapan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar melalui teknik communication games berbantuan media film terhadap peningkatan pemahaman unsur intrinsik cerita dan keterampilan menulis teks narasi siswa.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

T PD 1201698 Chapter3

T PD 1201698 Chapter3

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh- perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono, 2012, hlm. 114). Adapun bentuk desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi atau eksperimen semu dengan bentuk nonequivalent control group design . Desain ini hampir sama dengan pretest-posttest control group design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. (Sugiyono, 2012, hlm. 116). Penelitian ini digunakan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran bahasa Indonesia melalui teknik communication games berbantuan media film terhadap keterampilan menulis teks narasi dan pemahaman unsur intrinsik cerita.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

T PD 1201698 Bibliography

T PD 1201698 Bibliography

92 Arifin Ahmad, 2014 KEEFEKTIFAN TEKNIK COMMUNICATION GAMES BERBANTUAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN UNSUR INTRINSIK CERITA DAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI Univers[r]

3 Baca lebih lajut

T PD 1201698 Abstract

T PD 1201698 Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa sekolah dasar dalam memahami unsur intrinsik cerita tokoh, watak, latar, amanat, dan tema serta permasalahan siswa sekolah dasar dalam keterampilan menulis teks narasi baik dari aspek kualitas isi, kebahasaan, ketepatan ejaan dan tanda baca, perbuatan, penokohan, latar, sudut pandang, dan alur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran hasil pemahaman unsur intrinsik cerita dan keterampilan menulis teks narasi siswa sebagai dampak penerapan teknik communication games berbantuan media film. Masalah penelitian i ni adalah “ apakah teknik communication games berbantuan media film efektif untuk meningkatan pemahaman unsur intrinsik cerita dan keterampilan menulis teks narasi pada siswa kelas IVB SD Interaktif Gemilang Mutafannin Padalarang Bandung Barat ”. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain nonequivalent control group design. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas IV SD. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar penilaian pemahaman unsur intrinsik cerita berbentuk tes pilihan ganda dan lembar penilaian keterampilan menulis teks narasi. Pemahaman unsur intrinsik cerita dan keterampilan menulis teks narasi siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan penerapan teknik communication games berbantuan media film. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata kemampuan awal siswa dalam pemahaman unsur intrinsik cerita sebelum perlakuan (pretest) memperoleh nilai rata-rata 6,50, sedangkan setelah perlakuan (posttest) sebesar 8,75. Berdasarkan perhitungan statistik, nilai t hitung diperoleh 3,678 dan t tabel diperoleh 2,179. Jadi, t hitung (3,678) >
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

T PD 1201698 Table Of Content

T PD 1201698 Table Of Content

ix Arifin Ahmad, 2014 KEEFEKTIFAN TEKNIK COMMUNICATION GAMES BERBANTUAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN UNSUR INTRINSIK CERITA DAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI Univers[r]

7 Baca lebih lajut

T PD 1201698 Chapter1

T PD 1201698 Chapter1

pembelajaran berbahasa Indonesia juga masih bersifat pengetahuan. Sehingga pembelajaran bahasa Indonesi a lebih cenderung berorientasi pada ‘angka’ ( score) dan hanya pengembangan otak kiri (kognitif) saja bukan pada peningkatan keterampilan berbahasanya. Jika kondisi pembelajaran tersebut dibiarkan berlarut- larut, maka pemahaman unsur intrinsik cerita dan keterampilan berbahasa terutama keterampilan menulis teks narasi siswa di kelas IVB SD Interaktif Gemilang Mutafannin Padalarang Bandung Barat tidak akan tumbuh dan berkembang secara maksimal dan akan jauh dari yang diharapkan, hal ini akan tidak baik untuk masa depanya nanti. Dalam konteks yang demikian, diperlukan suatu pembelajaran yang mampu mengajarkan siswa pandai dalam memahami unsur intrinsik sebuah cerita dan terampil menulis teks narasi. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan suatu pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dengan menggunakan media pembelajaran yang membuat siswa mudah belajar memahami unsur intrinsik sebuah cerita dan mudah belajar menulis teks narasi. Salah satu pembelajaran yang dapat membuat siswa mudah belajar memahami unsur intrinsik sebuah cerita dan mudah belajar menulis teks narasi adalah pembelajaran teknik communication games berbantuan media film.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

T PD 1201698 Chapter5

T PD 1201698 Chapter5

2. Teknik communication games berbantuan media film dapat juga digunakan untuk memberikan materi pelajaran Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan keterampilan menulis yang lain, misalnya, menulis teks laporan pengamatan, puisi, dan pantun. Penelitian ini hanya mengambil materi unsur intrisik cerita dan menulis teks narasi, peneliti tidak mencobakan materi-materi yang lain. Oleh sebab itu, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengujicobakan teknik ini pada materi-materi yang lain.

2 Baca lebih lajut

Representatif kapitalisme dalam film the hunger games :(analisis semiotika John Fiske mengenai kapitalisme dalam film The Hunger Games)

Representatif kapitalisme dalam film the hunger games :(analisis semiotika John Fiske mengenai kapitalisme dalam film The Hunger Games)

Film The Hunger Games bercerita tentang konflik dan kekuasaan yang terjadi dalam negara yang bernama Panem. Panem sendiri merupakan sebuah negara yang dulunya Amerika utara pernah berada, setelah bencana besar di Bumi menjadi satu-satunya wilayah yang selamat. Capitol adalah ibu kota Panem yang berkuasa dari distrik-distrik negara ini, Panem memiliki tradisi disetiap tahunnya yaitu kopetisi yang diberi nama The Hunger Games. Kompetisi ini diharuskan ada yang membunuh atau dibunuh dari setiap distriknya. Hal tersebut diadakan untuk kepentingan-kepentingan pihak pemilik modal yang dinamakan sponsor. Perolehan sponsor ini bergantung pada kemampuan masing-masing kontestan untuk bertahan hidup dan berfungsi untuk menyelamatkan diri dari beberapa kejadian maut. Tujuan diadakan kompetisi ini adalah untuk merekatkan hubungan antar distrik, sekaligus menyegarkan ingatan tentang mereka yang terbunuh akibat pemberontakan yang pernah terjadi di negara Panem dan mengingatkan seluruh penduduk betapa berkuasanya pemerintahan Panem yang dipimpin oleh President Snow.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Pengetahuan Radiografer Tentang Kesalahan dalam Pembuatan Radiografi Intraoral di Instalasi Kesehatan pada Beberapa Kota di Sumatera Utara

Pengetahuan Radiografer Tentang Kesalahan dalam Pembuatan Radiografi Intraoral di Instalasi Kesehatan pada Beberapa Kota di Sumatera Utara

Pada pengetahuan radiografer tentang penyebab terjadinya backward receptor film juga memiliki persentase kesalahan yang tidak terlalu besar yaitu sebesar 29,3% (Tabel 3). Pada penelitian yang dilakukan oleh Haghnegahdar,dkk (2011) yang meneliti tentang kesalahan dalam pembuatan radiografi intraoral yang mengalami backward positioning sebesar 2,2%. 5 Backward image receptor disebabkan karena penempatan film yang salah atau terbalik sehingga menimbulkan gambaran seperti adanya diamond efek yaitu bayangan dari thin foil. 13 Terjadinya perbedaan yang sangat signifikan dari hasil penelitian ini dan Haghnegahdar disebabkan karena perbedaan responden Pada penelitian ini respondennya adalah radiografer yang kebanyakan bukan lulusan dari sekolah khusus radiografi, sedangkan pada penelitian Haghnegahdar respondennya adalah mahasiswa kedokteran gigi yang memiliki pengetahuan mengenai pembuatan radiografi.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SISWA KELAS IV SDN 01 PEKALONGAN KECAMATAN BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA

PENERAPAN PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SISWA KELAS IV SDN 01 PEKALONGAN KECAMATAN BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA

Silberman (2013:156) juga menjelaskan bahwa pemetaan pikiran merupakan cara kreatif bagi murid perseorangan untuk memancing ide, mencatat hal-hal yang dipelajari, atau merencanakan proyek baru. Mind map dipilih sebagai alternatif solusi karena metode ini dapat membantu siswa dalam mempresentasikan kata-kata, ide-ide (pikiran), tugas-tugas atau hal-hal lain yang dihubungkan dari ide pokok otak. Peta pikiran juga digunakan untuk menggeneralisasikan, memvisualisasikan serta mengklasifikasikan ide-ide dan sebagai bantuan dalam belajar, berorganisasi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan serta dalam menulis. Langkah-langkah penggunaan mind map sebagai media menurut Dananjaya (2010:74-75) adalah sebagai berikut: (1) siswa diberi teks bacaan; (2) pilih pusat atau topik, ditulis di tengah lingkaran; (3) tangkap cabang dan ranting isi bahasan, masukkan ke dalam peta pikiran; (4) beri waktu untuk masing-masing siswa membaca dan membuat peta pikiran; (5) presentasikan di depan kelas.
Baca lebih lanjut

330 Baca lebih lajut

TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER

TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER

01 Tujuan dan lingkup keseluruhan suatu audit tidak berubah bila audit dilaksanakan dalam suatu lingkungan sistem informasi komputer. Namun, penerapan prosedur audit mungkin mengharuskan auditor untuk mempertimbangkan teknik-teknik yang menggunakan komputer sebagai suatu alat audit. Berbagai macam penggunaan komputer dalam audit disebut dengan istilah Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) atau Computer Assisted Audit Techniques (CAATs).

6 Baca lebih lajut

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Penerapan Teknik Tutorial dengan Media Film Pendek pada Siswa Kelas X.1 SMA Negeri 1 Majenang, Kabupaten Cilacap.

Peningkatan Keterampilan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Penerapan Teknik Tutorial dengan Media Film Pendek pada Siswa Kelas X.1 SMA Negeri 1 Majenang, Kabupaten Cilacap.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Tiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf argumentasi siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Majenang. Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel keterampilan menulis argumentasi dan variabel penerapan teknik tutorial dengan media film pendek. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Tes dilaksanakan dalam bentuk uraian berupa tes menulis argumentasi, sedangkan teknik nontes diterapkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi foto. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis secara kuantitatif dan kualitatif.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Pengetahuan Radiografer Tentang Kesalahan dalam Pembuatan Radiografi Intraoral di Instalasi Kesehatan pada Beberapa Kota di Sumatera Utara

Pengetahuan Radiografer Tentang Kesalahan dalam Pembuatan Radiografi Intraoral di Instalasi Kesehatan pada Beberapa Kota di Sumatera Utara

Untuk memastikan pengalaman pasien cepat dan halus, mempersiapkan semua peralatan sebelum film tersebut ditempatkan di dalam mulut. Pengaturan pengambilan radiografi harus ditetapkan terlebih dahulu, dan cone harus ditempatkan di daerah perkiraan paparan. Ini dapat membantu untuk mendorong pasien untuk menelan sekali sebelum penempatan film. Pasien dapat diinstruksikan untuk melepaskan tekanan menggigit atau mengeluarkan film secepat mungkin setelah paparan selesai. Prosedur lain yang direkomendasikan untuk mengendalikan rasa mual termasuk pernapasan melalui hidung atau mulut,melakukan anastesi mulut dengan lozenges, obat kumur, anestesi topikal, atau memfokuskan kembali perhatian pasien. 13
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

this PDF file PENINGKATAN KOMPETENSI  KOMPUTER AKUNTANSI MELALUI PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF BAGI PESERTA DIDIK KELAS XII AK B SMKN 3 SUKOHARJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 20152016 | Widayati | Tata Arta 1 SM

this PDF file PENINGKATAN KOMPETENSI KOMPUTER AKUNTANSI MELALUI PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF BAGI PESERTA DIDIK KELAS XII AK B SMKN 3 SUKOHARJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 20152016 | Widayati | Tata Arta 1 SM

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa penggunaan model kuantum learning berbantuan media interaktif dapat meningkatkan kompetensi mengaplikasikan computer akuntansi pada peserta didik kelas XII Akuntansi B SMK Negeri 3 Sukoharjo Semester GenapTahunAjaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus di mana masing-masing siklus dilalui dengan empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi tindakan; dan (4) refleksi tindakan. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XIIAK B SMK Negeri 3 Sukoharjo Semester GenapTahunAjaran 2015/2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan tes.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Quantum Learning berbantuan media interaktif dapat meningkatkan kompetensi mengaplikasikan computer kelasXII AK B semester genapTahunAjaran2015/2016 dengan fakta - fakta sebagai berikut: (1) sikap dan perilaku siswa pra siklus sebesar45,51% menjadi 73,57% pada siklus I dan pada siklus II sebesar 85,95% .Kompetensi mengaplikasikan computer akuntansi peserta didik setelah mengikuti kegiatan inti pembelajaran juga mengalami peningkatan dari 44,12 % (18 siswa) yang belum kompeten pada pra siklus menjadi 79,41 ( 7 siswa) yang belum kompeten pada siklusI dan siklus II meningkat menjadi 97,06% (1 siswa) yang belum kompeten.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

T1  Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Gambar pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

T1 Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Gambar pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan karunia- Nya, sehingga Tugas Akhir yang berjudul Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Gambar Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Salatiga 12 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Semester II Tahun Ajaran 2016/2017 dapat di selesaikan dengan baik. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar IPS dapat di upayakan melalui Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Gambar Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Salatiga 12 Semester II Tahun Ajaran 2016/2017.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Media berbantuan komputer

Media berbantuan komputer

Berdasarkan hasil ujicoba terhadap siswa, anggota tim melakukan diskusi apakah ada hal-hal yang perlu diperbaiki agar program ini layak untuk digunakan sebagai media pengajaran. Kelemahan-kelemahan berdasarakan pengamatan maupun penilaian siswa dalam ujicoba dijadikan bahan untuk perbaikan agar dapat digunakan sesuai rencana. Dari uji empirik terbatas yang telah dilakukan sebelumnya, revisi yang dilakukan adalah pada tampilan huruf di tombol navigasi, karena belum ada perbedaan yang mencolok antara teks pada tombol navigasi dengan teks materi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Hiperrealitas dalam Trilogi Film Huner Games (Analisis Semiotika Hiperrealitas Simbol Pemberontakan Salam Tiga Jari Dalam Trilogi Film Hunger Games)

Hiperrealitas dalam Trilogi Film Huner Games (Analisis Semiotika Hiperrealitas Simbol Pemberontakan Salam Tiga Jari Dalam Trilogi Film Hunger Games)

Skripsi ini disusun untuk menambah kajian ilmu komunikasi di bidang semiotika khususnya Hiperrealitas dan untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana (S1) di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini berjudul “Hiperrealitas Dalam Trilogi Film Hunger Games (Analisis Semiotika Hiperrealitas Simbol Pemberontakan Salam Tiga Jari Dalam Trilogi Film Hunger Games).

15 Baca lebih lajut

Hiperrealitas dalam Trilogi Film Huner Games   (Analisis Semiotika Hiperrealitas Simbol Pemberontakan Salam Tiga Jari Dalam Trilogi Film Hunger Games)

Hiperrealitas dalam Trilogi Film Huner Games (Analisis Semiotika Hiperrealitas Simbol Pemberontakan Salam Tiga Jari Dalam Trilogi Film Hunger Games)

Perkembangan film memiliki perjalanan cukup panjang hingga pada akhirnya menjadi seperti film di masa kini yang kaya dengan efek, dan sangat mudah didapatkan sebagai media hiburan. Perkembangan film dimulai ketika digunakannya alat kinetoskop temuan Thomas Alfa Edison yang pada masa itu digunakan oleh penonton individual. Film awal masih bisu dan tidak berwarna. Pemutaran film di bioskop untuk pertama kalinya dilakukan pada awal abad 20, hingga industri film Hollywood yang pertama kali, bahkan hingga saat ini merajai industri perfilman populer secara global. Pada tahun 1927 teknologi sudah cukup mumpuni untuk memproduksi film bicara yang dialognya dapat didengar secara langsung, namun masih hitam-putih. Hingga pada 1937 teknologi film sudah mampu memproduksi film berwarna yang lebih menarik dan diikuti dengan alur cerita yang mulai populer. Pada tahun 1970-an, film sudah bisa direkam dalam jumlah massal dengan menggunakan videotapeyang kemudian dijual. Tahun 1980-an ditemukan teknologi laser disc, lalu VCD dan kemudian menyusul teknologi DVD. Hingga saat ini digital movie yang lebih praktis banyak digemari sehingga semakin menjadikan popularitas film meningkat dan film menjadi semakin dekat dengan keserarian masyarakat modern.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...