telur bebek tanpa pengasinan

Top PDF telur bebek tanpa pengasinan:

PERBANDINGAN KADAR PROTEIN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA TELUR ASIN HASIL PERENDAMAN SERBUK BATU BATA MERAH DENGAN TELUR BEBEK TANPA PENGASINAN.

PERBANDINGAN KADAR PROTEIN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA TELUR ASIN HASIL PERENDAMAN SERBUK BATU BATA MERAH DENGAN TELUR BEBEK TANPA PENGASINAN.

tidak seluas telur ayam, dan memiliki pori-pori yang lebih besar dibandingkan telur- telur yang lain, sehingga sangat tepat untuk pembuatan telur asin, dengan pengasinan telur bebek akan diperoleh citarasa yang khas, menghilangkan bau amis, dan memperbaiki daya simpan yang lebih lama, serta meningkatkan daya guna dan nilai ekonomis (Astawan 2004).

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Uji Kadar Protein dan Sifat Organoleptik Pada Telur Bebek dengan Perendaman Bekatul Padi.

PENDAHULUAN Uji Kadar Protein dan Sifat Organoleptik Pada Telur Bebek dengan Perendaman Bekatul Padi.

Berdasarkan penelitian Listyorini (2010) dengan judul “Perbandingan Kadar Protein Dan Sifat Organoleptik Pada Telur Asin Hasil Perendaman Serbuk Batu Bata Merah Dengan Telur Bebek Tanpa Pengasinan”, dengan hasil 11,78% untuk telur asin hasil perendaman serbuk bata merah dan 10,94% untuk telur bebek tanpa pengasinan, untuk uji telur hasil perendaman serbuk batu bata merah pada putih telurnya tekstur kenyal, warna putih, bau amis, rasa asin. Sedangkan pada telur bebek tanpa pengasinan pada putih telur tekstur kenyal, warna putihkecoklatan, bau amis, rasa biasa. Dapat disimpulkan bahwa pengasinan telur dengan serbuk bata merah tidak berpengaruh terhadap kandungan protein.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BRT-46, Alat Pengasin Telur Bebek Tanpa Media Pembungkus

BRT-46, Alat Pengasin Telur Bebek Tanpa Media Pembungkus

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan konsultasi rancangan, survei harga alat dan bahan di pasaran yang dilanjutkan dengan penyesuaian dana awal yang didapat. Kemudian dilakukan perancangan ulang menurut dana yang dimiliki pada saat itu (dalam hal ini, memanfaatkan daur ulang tabung stainless steel), pembuatan, dan pengujian alat. Pengujian yang dilaksanakan antara lain konsentrasi larutan garam, lama pengasinan, dan rasa output produk. Jadwal faktual pelaksanaan program dapat dilihat pada Tabel 1.

14 Baca lebih lajut

UJI KADAR PROTEIN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK  PADA TELUR BEBEK  DENGAN PERENDAMAN BEKATUL PADI  Uji Kadar Protein dan Sifat Organoleptik Pada Telur Bebek dengan Perendaman Bekatul Padi.

UJI KADAR PROTEIN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA TELUR BEBEK DENGAN PERENDAMAN BEKATUL PADI Uji Kadar Protein dan Sifat Organoleptik Pada Telur Bebek dengan Perendaman Bekatul Padi.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas telur asin yang dibuat dari pengasinan telur menggunakan bekatul padi selama 10 hari dan 15 hari dilakukan pengamatan dan membandingkan data dari uji kuantitatif protein dan uji sifat organolepitk telur. Sehingga analisis yang digunakan adalah deskripsi atau kesimpulan data hasil uji kualitatif organoleptik yang ditunjang data kuantitatif uji protein. Data kadar protein dianalisis dengan menggunakan deskriptif kuantitatif sedangkan data organoleptik dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Magnesium Pada Telur Ayam Kampung, Telur Ayam Ras Dan Telur Bebek Secara  Spektrofotometri Serapan Atom

Penetapan Kadar Magnesium Pada Telur Ayam Kampung, Telur Ayam Ras Dan Telur Bebek Secara Spektrofotometri Serapan Atom

Suhu optimum penyimpanan telur antara 12-15 C dan kelembapan 70- 80%. Di bawah atau di atas suhu tersebut akan berpengaruh kurang baik terhadap kualitas telur. Penyimpana telur dalam skala besar sebaiknya dilakukan di ruang yang berpendingin (ber-AC). Jika tidak terdapat AC, dalam ruang penyimpanan dapat diletakkan ember berisi air yang berfungsi untuk menjaga kelembapan ruang. Dengan cara ini penguapan cairan di dalam telur dapat dikurangi (Sudaryani, 2003).

80 Baca lebih lajut

Sintesis dan Pencirian Hidroksiapatit Berbahan Dasar Cangkang Telur Bebek

Sintesis dan Pencirian Hidroksiapatit Berbahan Dasar Cangkang Telur Bebek

Penelitian ini bertujuan menyintesis dan mencirikan biomaterial HAp dengan memanfaatkan limbah cangkang telur bebek sebagai sumber kalsium. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dihasilkan senyawa apatit yang dapat dimanfaatkan secara komersial pada bidang kesehatan dengan harga yang ekonomis. Penelitian diawali dengan kalsinasi cangkang telur bebek untuk mendapatkan CaO. Produk kalsinasi ini dicirikan dengan menggunakan difraktometer sinar-X (XRD) dan mikroskop elektron pemayaran (SEM). Setelah itu, HAp disintetis dengan mereaksikan serbuk CaO hasil pemanasan cangkang telur bebek sebagai sumber kalsium dan diamonium hidrogen fosfat [(NH 4 ) 2 HPO 4 ] sebagai sumber fosforus dengan metode kering dan menggunakan
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Potensi Putih Telur Bebek dalam Mengatasi Keracunan Timbal Subakut.

Potensi Putih Telur Bebek dalam Mengatasi Keracunan Timbal Subakut.

Putih telur yang mengandung protein tinggi dapat mencegah penyerapan timbal pada keracunan akut, namun potensinya mengatasi keracunan timbal subakut belum banyak diketahui. Potensi dievaluasi dari gambaran darah dan gejala klinis yang tampak. Pada penelitian digunakan 30 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok dan 5 pengulangan, diantaranya tikus kontrol, tikus yang hanya diberi timbal, tikus yang diberi timbal dan antidota masing-masing berupa EDTA, 50% putih telur bebek, 75% putih telur bebek, dan 100% putih telur bebek. Pencekokkan timbal dilakukan selama 15 hari dan pemberian antidota 15 hari setelahnya diikuti pemeriksaan parameter sel darah merah di akhir tiap perlakuan. Keracunan timbal subakut tidak mempengaruhi kadar hemoglobin namun menyebabkan penurunan eritrosit (p<0.05). Tikus yang diberi antidota putih telur bebek 75% dan 100% mengalami peningkatan jumlah eritrosit dan pulih lebih cepat. Potensi putih telur bebek dengan konsentrasi tinggi sangat baik dalam mengatasi efek keracunan timbal subakut.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

USAHA dan TELUR dan ASIN

USAHA dan TELUR dan ASIN

Pada strategi pemasaran mengenai packing yang menggunakan plastik mika putih dan kertas kecil didalamnya yang menginformasikan tanggal kadaluarsa sebagai ciri khas Telur Asin.Alasan memakai plastik mika, agar pembeli bisa mengetahui kebersihan telur, karena plastik mika sifatnya transparan dan mudah dilihat dari luar. Sedangkan kertas kecil yang memberikan tanggal kadaluarsa merupakan keunggulan Telur Asin yang membedakan dengan telur asin lainnya. Karena biasanya telur asin yang dijual tidak mencatumkan tanggal kadaluarsa. Sehingga itu merupakan faktor penting yang harus ada, agar konsumen tahu kapan waktu untuk mengkonsumsi telur tersebut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Membuat Telor Asin PRAKTIS docx

Membuat Telor Asin PRAKTIS docx

1. sebelumnya telur direndam dulu selama -/+ 2 menit ( jika telur melayang / mengapung berarti telur itu jelek dan jgn di pakai). Kemudian cuci bersih dg sabun satu persatu telur bebek ( gunanya biar tdk ada kotoran yg menempel pd kulit telur yg bisa mengakibatkan telur menjadi busuk), sambil digosok perlahan-lahan pada bagian permukaan kulitnya secara merata dengan menggunakan sisi kasar spons pencuci alat dapur, tp jangan telalu lama. Maksudnya, supaya pori2 kulit telur bebek agak sedikit terbuka.

5 Baca lebih lajut

Jumlah Total Mikroorganisme pada Telur Ayam dan Bebek yang Dijual di Pasar Tradisional di Wilayah Provinsi Jawa Barat

Jumlah Total Mikroorganisme pada Telur Ayam dan Bebek yang Dijual di Pasar Tradisional di Wilayah Provinsi Jawa Barat

Kontaminasi pada umumnya berasal dari jerami tempat bertelur, tanah dan kotoran unggas. Mikroorganisme yang sering mengontaminasi telur terutama adalah bakteri kokus Gram positif seperti Staphylococcus aureus, selain itu bakteri Gram negatif batang juga terdapat dalam jumlah kecil. Bakteri penyebab kebusukan telur terutama adalah bakteri Gram negatif seperti Pseudomonas, Serratia, Proteus, Alcaligenes, dan Citrobacter. Pertumbuhan bakteri Gram negatif lebih dirangsang karena adanya komponen-komponen pelindung dan antimikroba sehingga menyebabkan bakteri Gram positif lebih sukar tumbuh. Isi telur mudah terkontaminasi jika telur dicuci atau disimpan dengan cara yang salah. Mutu isi telur tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya kondisi dan mutu telur, cara pencucian dan sanitasi telur, sanitasi wadah, cara pemecahan telur dan suhu serta waktu penyimpanan isi telur (Fardiaz 1992).
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM KARAK TERISTIK TELUR

LAPORAN PRAKTIKUM KARAK TERISTIK TELUR

Telur merupakan bahan pangan dengan struktur fisik yang khas. Telur tersusun dari kulit , kantung udara dan isi yang terdiri putih telur dan kuning telur. Kulit telur mempunyai tekstur yang kaku dan cukup kuat untuk melindungi isi telur dari pengaruh luar. Putih telur dan kuning telur sebenarnya dipersiapkan sebagai makanan bagi pertumbuhan embrio.

19 Baca lebih lajut

UJI PROTEIN DAN ORGANOLEPTIK TELUR ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA DENGAN  Uji Protein Dan Organoleptik Telur Asin Hasil Pengasinan Menggunakan Abu Pelepah Kelapa Dengan Penambahan Sari Buah Nanas.

UJI PROTEIN DAN ORGANOLEPTIK TELUR ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA DENGAN Uji Protein Dan Organoleptik Telur Asin Hasil Pengasinan Menggunakan Abu Pelepah Kelapa Dengan Penambahan Sari Buah Nanas.

Telur merupakan produk pangan yang memberikan sumbangan besar bagi tercapainya kecukupan gizi masyarakat. Akan tetapi telur memiliki keterbatasan penggunaan karena telur memiliki sifat mudah rusak. Usaha untuk pengawetan telur sangat penting mengingat kandungan gizi yang dimiliki oleh telur sangat tinggi. Salah satu usaha pengawetan telur untuk meningkatkan kualitas dari telur adalah dengan proses pengasinan atau penggaraman. Proses pengasinan telur ini terdapat dua cara yaitu dengan proses perendaman dan proses pemeraman. Hasil terbaik dari kedua proses ini akan lebih asin dan kulit
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pembuatan Dan Karakterisasi Adsorben Cangkang Telur Bebek Yang Diaktivasi Secara Termal

Pembuatan Dan Karakterisasi Adsorben Cangkang Telur Bebek Yang Diaktivasi Secara Termal

Adsorben cangkang telur bebek dapat digunakan untuk menjerap logam berat. Kemampuan adsorpsi dari adsorben dapat ditingkatkan dengan proses aktivasi secara termal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan karakteristik adsorben cangkang telur bebek yang diaktivasi secara termal, pengaruh suhu aktivasi terhadap % berat sampel hilang, berat jenis dan luas permukaan adsorben serta mengetahui kemampuan adsorben dalam menjerap logam Cd(II). Bahan – bahan yang digunakan antara lain cangkang telur bebek, aquades, metilen biru, larutan logam Cd(II), asam klorida dan aquabides. Variabel – variabel yang diamati antara lain sifat fisik dan karakteristik adsorben, % berat sampel hilang pada proses aktivasi, berat jenis adsorben, luas permukaan adsorben, konsentrasi sisa ion logam Cd(II). Penelitian diawali dengan cangkang telur bebek dipanaskan pada suhu 110 0 C di oven, 600 0 C dan 800 0 C di furnace kemudian dilakukan karakterisasi dengan SEM-EDX dan pengukuran berat jenis dengan piknometer 10 ml. Pengukuran luas permukaan adsorben menggunakan metode metilen biru dengan Spektrofotometer UV-Vis. Selanjutnya, konsentrasi sisa logam Cd(II) diukur dengan Spektrofotometer AAS. Hasil penelitian memperlihatkan suhu aktivasi berbanding lurus terhadap % berat sampel hilang. Karakteristik adsorben berupa morfologi pori dengan jumlah banyak tidak beraturan dan adanya agglomerasi. Analisa komponen kimia adsorben mengandung kalsium (Ca), oksigen (O) dan C (karbon). Selain itu, berat jenis adsorben berbanding terbalik dengan suhu aktivasi. Berat jenis dan luas permukaan adsorben telah memenuhi standar adsorben komersial. Waktu kontak berbanding lurus terhadap jumlah logam Cd(II) yang diadsorpsi. Adsorben ini memiliki kemampuan untuk menjerap logam Cd(II).
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Uji Protein Dan Organoleptik Telur Asin Hasil Pengasinan Menggunakan Abu Pelepah Kelapa Dengan Penambahan Sari Buah Nanas.

PENDAHULUAN Uji Protein Dan Organoleptik Telur Asin Hasil Pengasinan Menggunakan Abu Pelepah Kelapa Dengan Penambahan Sari Buah Nanas.

Telur merupakan produk pangan yang memberikan sumbangan besar bagi tercapainya kecukupan gizi masyarakat. Akan tetapi telur memiliki keterbatasan penggunaan karena telur memiliki sifat mudah rusak. Usaha untuk pengawetan telur sangat penting mengingat kandungan gizi yang dimiliki oleh telur sangat tinggi. Salah satu usaha pengawetan telur untuk meningkatkan kualitas dari telur adalah dengan proses pengasinan atau penggaraman. Proses pengasinan telur ini terdapat dua cara yaitu dengan proses perendaman dan proses pemeraman. Hasil terbaik dari kedua proses
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Salmonella sp. dengan Variasi Konsentrasi Bawang Putih (Allium Sativum) pada Telur Asin - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pertumbuhan Salmonella sp. dengan Variasi Konsentrasi Bawang Putih (Allium Sativum) pada Telur Asin - Repositori UIN Alauddin Makassar

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang lezat dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya relatif murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial serta mineral seperti besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60% dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat. Untuk mengetahui kandungan gizi dari berbagai macam telur dapat dilihat pada Tabel 2.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Uji pengaruh jenis dan konsentrasi garam (1)

Uji pengaruh jenis dan konsentrasi garam (1)

Penambahan garam pada pengawetan berpengaruh terhadap protein telur. Penambahan garam yang berlebihan dapat mengakibatkan protein mengalami denaturasi. Protein yang ada di dalam telur mengalami denaturasi disebabkan adanya perubahan pada struktur sekunder dan tersier akibat terjadinya interaksi dengan garam (Novia dkk, 2011:72).

14 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN GARAM DAN LAMA SIMPAN TERHADAP MUTU TELUR BEBEK ASIN.

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN GARAM DAN LAMA SIMPAN TERHADAP MUTU TELUR BEBEK ASIN.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan 72 butir telur bebek yang di awetkan menggunakan larutan garam dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40% dan direndam selama 10 hari, kemudian dikukus dan disimpan pada suhu ruang selama 10, 12 dan 14 hari telur bebek asin masing- masing diambil 6 butir secara acak, kemudian dilakukan uji mikrobilogi dan organoleptik untuk melihat mutu telur bebek asin. Data dianalisis secara deskriptif dengan melihat keberadaan bakteri patogen yaitu bakteri Salmonella sp. dan bakteri Staphylococcus aureus serta melihat sifat organoleptik seperti warna, bau, tekstur dan rasa pada telur bebek asin untuk menentukan kualitas mutu telur bebek asin menurut standart SNI.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pembuatan Dan Karakterisasi Adsorben Cangkang Telur Bebek Yang Diaktivasi Secara Termal

Pembuatan Dan Karakterisasi Adsorben Cangkang Telur Bebek Yang Diaktivasi Secara Termal

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Tulisan ini merupakan skripsi dengan judul “Pembuatan dan Karakterisasi Adsorben Cangkang Telur Bebek yang Diaktivasi secara Termal”, berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana teknik.

22 Baca lebih lajut

UJI PROTEIN DAN ORGANOLEPTIK TELUR ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA DENGAN PENAMBAHAN  Uji Protein Dan Organoleptik Telur Asin Hasil Pengasinan Menggunakan Abu Pelepah Kelapa Dengan Penambahan Sari Buah Nanas.

UJI PROTEIN DAN ORGANOLEPTIK TELUR ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA DENGAN PENAMBAHAN Uji Protein Dan Organoleptik Telur Asin Hasil Pengasinan Menggunakan Abu Pelepah Kelapa Dengan Penambahan Sari Buah Nanas.

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan nikmat iman, islam dan ihsan sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “UJI PROTEIN DAN ORGANOLEPTIK TELUR ASIN HASIL PENGASINAN MENGGUNAKAN ABU PELEPAH KELAPA DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NANAS”. Dalam menyelesaikan skripsi ini banyak pihak yang telah memberikan perhatian, bantuan, bimbingan, motivasi dan arahan serta nasehat kepada penulis. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :

15 Baca lebih lajut

Show all 3429 documents...

Related subjects