teman sejawat

Top PDF teman sejawat:

Tutor Teman Sejawat Tutor Teman Sejawat

Tutor Teman Sejawat Tutor Teman Sejawat

Berdasarkan hasil implementasi model pembelajaran tutor teman sejawat di atas juga dapat disimpulkan bahwa dampak langsung dari penerapan model pembelajaran tutor teman sejawat berbasis internet adalah terjadinya peningkatan aktivitas belajar mahasiswa yaitu dari yang awalnya kurang termotivasi menjadi lebih bermotivasi, yang dikondisikan oleh adanya tugas-tugas kelompok. Pada kelompok- kelompok yang solid karena masing-masing anggota kelompok menemukan kecocokan dengan anggota kelompok lainnya, kerjasama antar anggota kelompok juga makin baik, dan setiap anggota kelompok merasa ikut bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang diberikan. Namun sebaliknya, bagi kelompok-kelompok yang kurang solid yang diakibatkan oleh adanya ketidak-cocokan antar anggota kelompok untuk bekerjasama, maka peningkatan aktivitas belajar yang diharapkan justru tidak terjadi. Oleh karena itu, kunci utama dalam pembentukan kelompok adalah adanya rasa kecocokan antar anggota kelompok, dan bukannya tingkat kepandaian dari masing-masing anggota kelompok.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KIAT BEROLEH KEMAMPUAN MENULIS: KOREKSI KARANGAN OLEH TEMAN SEJAWAT

KIAT BEROLEH KEMAMPUAN MENULIS: KOREKSI KARANGAN OLEH TEMAN SEJAWAT

Berdasarkan hasil penelitian, salah satu cara peningkatkan kemampuan menulis dapat dilakukan melalui koreksi karangan mahasiswa, baik oleh dosen maupun oleh mahasiswa. Koreksi karangan oleh dosen yang disertai komentar- komentar terhadap bentuk kesalahaan yang dilakukan mahasiswa mampu memperbaiki dan meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa (Suroso, 1995). Koreksi karangan dapat pula dilakukan oleh para mahasiswa, baik oleh mahasiswa yang bersangkutan maupun oleh teman sejawat. Cara ini terbukti mampu memberi perbaikan kemampuaan menulis. Berdasarkaan hasil penelitian “balikan sesama kawan” (peer feedback) terhadap penyempurnakan paragraf mampu memperbaiki dan meningkatkan kemampuan menulis (Halimi, 2004).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL ASSESSMENT FOR LEARNING (AfL) MELALUI PENILAIAN TEMAN SEJAWAT UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS DI MADRASAH TSANAWIYAH PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM SUKOHARJO.

PENGEMBANGAN MODEL ASSESSMENT FOR LEARNING (AfL) MELALUI PENILAIAN TEMAN SEJAWAT UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS DI MADRASAH TSANAWIYAH PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM SUKOHARJO.

Dari analisis variansi dua jalan diperoleh keputusan tidak terdapat interakasi antara metode pembelajaran dengan kemampuan bekerja sama. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran yang menerapan AfL melalui penilaian teman sejawat ditinjau dari masing- masing tingkat kemampuan bekerja sama dapat dilihat dari keputusan efek utama metode pembelajaran. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pada tingkat kemampuan bekerja sama rendah, sedang maupun tinggi, siswa dengan pembelajaran yang menerapkan AfL melalui penilaian teman sejawat mempunya prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan pembelajaran langsung.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

INTERAKSI TEMAN SEJAWAT DAN AKTIVITAS BERORGANISASI TERHADAP SIKAP BERWIRAUSAHA PADA HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI  Interaksi Teman Sejawat Dan Aktivitas Berorganisasi Terhadap Sikap Berwirausaha Pada Himpunan Mahasiswa Program Studi Fakultas Keguruan

INTERAKSI TEMAN SEJAWAT DAN AKTIVITAS BERORGANISASI TERHADAP SIKAP BERWIRAUSAHA PADA HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI Interaksi Teman Sejawat Dan Aktivitas Berorganisasi Terhadap Sikap Berwirausaha Pada Himpunan Mahasiswa Program Studi Fakultas Keguruan

oleh interaksi teman sejawat dan aktivitas berorganisasi. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Ada pengaruh signifikan yang ditimbulkan oleh interaksi teman sejawat terhadap sikap berwirausaha pada mahasiswa anggota organisasi HMP di FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2013, dengan Sumbangan Efektif 49,5%; 2) Ada pengaruh signifikan yang ditimbulkan oleh aktivitas berorganisasi Ada sikap berwirausaha pada mahasiswa anggota organisasi HMP di FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2013, dengan Sumbangan Efektif 4,7%; 3) Ada pengaruh signifikan yang ditimbulkan dari interaksi teman sejawat dan aktivitas berorganisasi secara bersama-sama terhadap sikap berwirausaha pada mahasiswa anggota organisasi HMP di FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2013. Berdasarkan analisis data diperoleh F R hitung R sebesar 95,671, Selanjutnya dari hasil analisis data diperoleh nilai koefisien
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

INTERAKSI TEMAN SEJAWAT DAN AKTIVITAS BERORGANISASI TERHADAP SIKAP BERWIRAUSAHA PADA HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI  Interaksi Teman Sejawat Dan Aktivitas Berorganisasi Terhadap Sikap Berwirausaha Pada Himpunan Mahasiswa Program Studi Fakultas Keguruan

INTERAKSI TEMAN SEJAWAT DAN AKTIVITAS BERORGANISASI TERHADAP SIKAP BERWIRAUSAHA PADA HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI Interaksi Teman Sejawat Dan Aktivitas Berorganisasi Terhadap Sikap Berwirausaha Pada Himpunan Mahasiswa Program Studi Fakultas Keguruan

Berdasarkan uji F diketahui nilai Fhitung > Ftabel, yaitu 95,671 > 3,050 dan nilai probabilitas signifikansi < 0,05, yaitu 0,000, artinya interaksi teman sejawat dan aktivitas berorganiasi secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap sikap berwirausaha. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peningkatan interaksi teman sejawat dan aktivitas berorganiasi akan diikuti oleh semakin tingginya sikap berwirausaha, sebaliknya penurunan interaksi dengan teman sejawat dan aktivitas berorganisasi akan diikuti penurunan sikap berwirausaha.

15 Baca lebih lajut

DUKUNGAN ATASAN DAN TEMAN SEJAWAT MEMENGARUHI EKSPEKTASI PERAWAT DALAM PENERAPAN JENJANG KARIR

DUKUNGAN ATASAN DAN TEMAN SEJAWAT MEMENGARUHI EKSPEKTASI PERAWAT DALAM PENERAPAN JENJANG KARIR

Masalah utama yang dihadapi perawat di Indonesia adalah masalah kualitas sumber daya manusia. Sistem jenjang karir merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dukungan atasan dan teman sejawat ekspektasi perawat dalam penerapan jenjang karir di rumah sakit. Desain penelitian menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 145 perawat di salah satu rumah sakit Kabupaten Bogor Jawa Barat dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Terdapat hubungan dukungan atasan (p= 0,000) dan dukungan teman sejawat (p= 0,023) dengan ekpektasi perawat terhadap penerapan jenjang karir di rumah sakit. Dukungan atasan (OR= 3,806) dan jenis kelamin (OR= 2,278) merupakan faktor yang paling dominan dengan ekspektasi perawat. Penelitian ini merekomendasikan agar pimpinan rumah sakit mendukung sistem jenjang karir dan memotivasi perawat meningkatkan kompetensi melalui sistem jenjang karir sehingga ekspektasi perawat meningkat terhadap manfaat dari sistem ini.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ASESMEN TEMAN SEJAWAT PADA PEMBELAJARAN KOLABORATIF PEMECAHAN MASALAH AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

ASESMEN TEMAN SEJAWAT PADA PEMBELAJARAN KOLABORATIF PEMECAHAN MASALAH AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptabilitas dan keefektifan model Asesmen Teman Sejawat (ATS) untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah bidang Akuntansi Perusahaan Jasa. Subjek coba adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unlam. Instrumen pengumpulan data terdiri atas: (1) tiga macam tes kemampuan pemecahan masalah, (2) angket skala lajuan kemampuan kerjasama kolaboratif, (3) rubrik penilaian analitik dan (4) log dan jurnal belajar. Data dianalisis dengan GLM Repeated Measures dan statistik non-parametrik. Kesimpulan menunjukkan bahwa ATS: (1) secara signifikan lebih baik daripada model asesmen konvensional. (2) tidak selalu tepat untuk mengungkap penguasaan kemampuan pemecahan masalah yang bersifat novelty, (3) memiliki kelayakan, adaptabilitas dan keberfungsian sebagai asesmen pelengkap untuk mengubah kultur belajar- mengajar konvensional, (5) yang ideal memiliki bobot proporsi untuk dosen berkisar antara 50% - 75% dan untuk mahasiswa berkisar antara 50% - 90%, dan (6) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan kerjasama individu dan kelompok dalam belajar.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

28. Format Penilaian Sikap Guru  oleh Teman Sejawat

28. Format Penilaian Sikap Guru oleh Teman Sejawat

PENILAIAN SIKAP GURU OLEH TEMAN SEJAWAT Petunjuk Pengisian Berdasarkan pengamatan Anda terhadap guru tersebut, berilah penilaian yang berkisar antara 1 - 4 dengan cara memberi tanda si[r]

1 Baca lebih lajut

s pgsd 0802657 chapter3

s pgsd 0802657 chapter3

Tahap perencanaan ini diwali dengan menentukan waktu penelitian bersama dengan para observer yaitu guru kelas dan teman sejawat. Langkah berikutnya mengkaji materi yang akan disampaikan oleh peneliti. Peneliti kemudian mempersiapkan RPP yang akan digunakan dalam pelaksanaan yang dilengkapi dengan naskah, pembuatan naskah dilakukan karena peneliti menggunakan metode bermain peran ( Role Playing ). Lembar observasi disiapkan juga oleh peneliti agar pada saat penelitian berlangsung observer dapat langsung melakukan observasi. Persiapan terakhir adalah menyiapkan lembar soal yang akan digunakan pada saat pelaksanaan siklus.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian - PENINGKATAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA MATERI KEGIATAN EKONOMI DALAM MEMANFAATKAN SUMBER DAYA ALAM MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF SNOWBALL THROWING DI KELAS IV SD NEGERI 1 ADIARSA -

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian - PENINGKATAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR IPS PADA MATERI KEGIATAN EKONOMI DALAM MEMANFAATKAN SUMBER DAYA ALAM MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF SNOWBALL THROWING DI KELAS IV SD NEGERI 1 ADIARSA -

Tahap tindakan merupakan tahap apa yang akan di lakukan oleh guru atau peneliti sebagai upaya perbaikan, peningkatan atau perubahan yang di inginkan. Pelaksanaan tindakan di lakukan berdasarkan rencana tindakan yang telah di buat. Pelaksanaan tindakan ini di lakukan oleh guru sebagai guru kelas, tetapi dalam proses observasi di lakukan oleh observer yang di bantu oleh teman sejawat dengan menggunakan beberapa alat instrument penelitian yaitu lembar observasi guru dan siswa, lembar wawancara dan angket motivasi serta tes prestasi belajar siswa. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus disajikan dalam dua pertemuan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengelolaan Pembelajaran IPA Kelas V di SDN Gambirsari Surakarta.

PENDAHULUAN Pengelolaan Pembelajaran IPA Kelas V di SDN Gambirsari Surakarta.

Peneliti berharap dengan penelitian ini dapat memberikan wawasan kepada teman sejawat terutama kepada peneliti sendiri untuk selalu mengembangkan pengelolaan pembelajaran IPA di kelas, sehingga suasana pembelajaran yang menyenangkan, menumbuhkan motivasi, kreatif, inovatif, berpikir kritis terhadap peserta didik dapat tercapai. B. Rumusan Masalah

5 Baca lebih lajut

 Formulir PKG, SKP, DUPAK, ED PKB dan lainya

Formulir PKG, SKP, DUPAK, ED PKB dan lainya

Butir 7 diisi dengan pendapat guru tentang upaya yang dilakukannya untuk mensosialisasikan hasil berbagai kegiatan pengembangan diri tersebut kepada teman sejawat di dalam dan/atau di l[r]

11 Baca lebih lajut

 Contoh PTK SD Lengkap (PAI, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia) || kurikulumsekolahku contoh ptk ips sd

Contoh PTK SD Lengkap (PAI, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia) || kurikulumsekolahku contoh ptk ips sd

Rumusan Masalah Berdasarkan diskusi dengan teman sejawat dan supervisor penyebab siswa tidak dapat menceritakan pengalaman menggunakan transportasi masa lalu dan masa kini serta menjel[r]

45 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ BERBASIS CD PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS IV SDN 3 KARANGSARI KENDAL

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ BERBASIS CD PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS IV SDN 3 KARANGSARI KENDAL

Berdasarkan diskusi dengan teman kolaborator pembelajaran PKn di SDN 3 Karangsari Kendal ditemukan masalah pembelajaran yaitu siswa kurang termotivasi saat pembelajaran PKn berlangsung yang disebabkan guru belum melakukan model pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa kurang aktif, merasa bosan dan media pembelajaran yang disajikan kurang menarik bagi siswa. Hal tersebut berdasarkan pengalaman peneliti mengajar di kelas IV tahun ajaran 2011/2012. Peneliti sudah melakukan upaya yaitu bekerjasama dengan kolaborator ( dalam hal ini teman sejawat) untuk mencari beberapa metode maupun model pembelajaran PKn yang sesuai dengan materi tetapi belum mencapai hasil yang diharapkan, selain itu didukung pula perolehan data dari hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn kelas IV semester 2 tahun ajaran 2011/2012 (sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Quiz berbasis CD pembelajaran) masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 65, dengan nilai tertinggi = 90, nilai terendah = 30, rata-rata kelas = 58,12 jumlah siswa = 16.
Baca lebih lanjut

237 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN   Pengembangan kemampuan berbahasa melalui metode bercerita tentang hasil amatan ketika tamasya pada anak kelompok a semester ii tk sinar kasih sangup, musuk, boyolali Tahun ajaran 2013/2014.

PENDAHULUAN Pengembangan kemampuan berbahasa melalui metode bercerita tentang hasil amatan ketika tamasya pada anak kelompok a semester ii tk sinar kasih sangup, musuk, boyolali Tahun ajaran 2013/2014.

Berdasarkan identifikasi masalah yang terjadi saat berlangsungnya proses pembelajaran maka peneliti berdiskusi dengan teman sejawat dalam menganalisis masalah penyebab masalah tersebut bisa dirubah dengan proses pembelajaran yang bervariasi yaitu pengembangan kemampuan bercerita bahasa melalui metode bercerita tentang hasil amatan ketika tamasya akan memecahkan masalah rendahnya kemampuan berbahasa.

4 Baca lebih lajut

PTK IPS IV-(Perkemb Teknologi-Media Gambar)

PTK IPS IV-(Perkemb Teknologi-Media Gambar)

Berdasarkan temuan pada pelaksanaan tindakan tersebut, peneliti mengadakan diskusi dengan teman sejawat untuk mengetahui penyebab yang terjadi pada siklus 1. Dalam diskusi ditemukan bahwa siswa tidak memahami materi. Untuk meningkatkan penguasaan siswa dalam memahami materi pada siklus 1, peneliti akan memberikan beberapa pertanyaan sebagai pancingan agar siswa lebih teliti.

45 Baca lebih lajut

 Post  PTK_IPS

Post PTK_IPS

Berdasarkan temuan pada pelaksanaan tindakan tersebut, peneliti mengadakan diskusi dengan teman sejawat untuk mengetahui penyebab yang terjadi pada siklus 1. Dalam diskusi ditemukan bahwa siswa tidak memahami materi. Untuk meningkatkan penguasaan siswa dalam memahami materi pada siklus 1, peneliti akan memberikan beberapa pertanyaan sebagai pancingan agar siswa lebih teliti.

45 Baca lebih lajut

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISULDANDEMONSTRASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI RAWAT LUKA PADA PRAKTIKUM KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

PENERAPAN MEDIA AUDIO VISULDANDEMONSTRASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI RAWAT LUKA PADA PRAKTIKUM KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Hasil wawancara pada teman sejawat terhadap proses belajar yang telah dilakukan dosen pada siklus 2, menunjukkan mereka mendukung terhadap pelaksanaan praktikum yang menggunakan metode demonstrasi dan media VCD, karena menurut mereka mahasiswa lebih dapat memahami jika keterangan dosen kurang jelas dalam menjelaskan praktikum rawat luka. Pada tindakan siklus 2 ini dosen tampak lebih siap dan media VCD yang digunakan sudah diperbaiki sehingga tampak lebih sempurna. Berdasarkan kelebihan dan kelemahan metode demonstrasi dan media VCD pada tindakan siklus 2 mereka menyarankan pembuatan VCD untuk seluruh kompetensi pada praktikum Kebutuhan Dasar Manusia, dan lebih memperhatikan waktu penayangan VCD sehingga waktu tidak tersita hanya untuk melihat VCD saja. Untuk mengetahui gambaran perubahan peningkatan dari siklus 1 dan siklus 2 dapat digambarkan dalam grafik sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Kreativitas Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN Ngantru Tahun Ajaran 2015/ 2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung BAB IV fix

Kreativitas Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN Ngantru Tahun Ajaran 2015/ 2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung BAB IV fix

Meskipun MTs Negeri Ngantru berada di daerah pinggiran bukan berarti guru malas-malasan untuk mengembangkan kreativitasnya, terbukti dengan hasil observasi peneliti pada tanggal 18 Januari - 04 Februari 2016. Media yang dipakai dalam proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam meliputi media kartu, menggunakan LCD proyektor pada beberapa pertemuan, media alam sekitar, media gambar, media teman sejawat, kegiatan siswa sebagai media aplikasi pengetahuan seperti ekstrakurikuler PAI, dan lain-lain yang dalam hal ini juga ada yang dibuat sendiri oleh guru sesuai dengan materi yang diajarkan.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Show all 5355 documents...