teori relativitas khusus

Top PDF teori relativitas khusus:

teori relativitas khusus

teori relativitas khusus

m adalah massa yang teramati oleh pengamat yang bergerak dengan kecepatan v terhadap tanah dan m0 massa yang teramati oleh pengamat yang tidak bergerak terhadap benda.. Didalam mekanika[r]

3 Baca lebih lajut

Bab 9 Teori Relativitas Khusus

Bab 9 Teori Relativitas Khusus

Hendrik Antoon Lorentz (1853– 1928) adalah seorang fisikawan Belanda yang kali pertama me- ngemukakan tentang pemantulan dan pembiasan cahaya, ditinjau dari teori bahwa cahaya termasuk gelombang elektromagnetik. Teori ini dikembangkan oleh James Clerk Maxwell yang menyatakan bahwa cahaya terdiri atas gelombang listrik dan gelombang magnetik dengan sudut yang berbeda. Lorentz juga memprediksi keberadaan elektron. Beliau menerima hadiah Nobel tahun 1902 dalam bidang fisika atas penelitiannya mengenai medan magnet. Dalam bab teori relativitas, Lorentz berjasa dalam teorinya mengenai "Transformasi Lorentz".
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

fis 15 teori relativitas khusus

fis 15 teori relativitas khusus

Karena benda bergerak dengan laju v mendekati c maka berlaku teori relativitas, yaitu: 1. Massa benda bergerak lebih besar dari massa diamnya (massa relativitas) → Benar 2. Panjang benda bergerak lebih kecil dari panjang diamnya (kontraksi panjang) → Benar 3. Energi diam benda = m o c² → Benar

3 Baca lebih lajut

TEORI RELATIVITAS DAN KOSMOLOGI

TEORI RELATIVITAS DAN KOSMOLOGI

1.4 Transformasi Lorentz Vektor −−−− 4 melalui Transformasi Koordinat −−−− 4 Berikut ini akan dijabarkan kaedah alih bentuk Lorentz untuk komponen vektor − 4, baik dalam bentuk kovarian maupun kontravarian melalui transformasi koordinat − 4 (1.3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu) di ruang − waktu Minkowski. Mula − mula diberikan aturan transformasi koordinat untuk vektor dalam ruang sembarang berdimensi N. Selanjutnya diberikan deskripsi ruang − waktu Minkowski yang menjadi wahana teori relativitas khusus Einstein. Diberikan kaitan transformasi koordinat di dalam ruang − waktu tersebut bagi dua kerangka inersial yang salah satunya bergerak dengan kecepatan konstan V terhadap lainnya. Dengan kaitan tersebut selanjutnya melalui kaedah transformasi untuk vektor, nilai − nilai komponen beberapa vektor − 4 dihitung dan diperoleh relasi yang mengaitkan besaran − besaran pada kedua kerangka tersebut. Vektor − 4 yang dipilih di sini berkaitan berkaitan dengan masalah dalam dinamika relativistik dan elektrodinamika, seperti vektor kecepatan − 4, vektor momentum − 4, vektor gaya − 4, vektor potensial − 4 dan vektor kerapatan − 4.
Baca lebih lanjut

217 Baca lebih lajut

pemetaan sk kd fisika kelas xii semester 2

pemetaan sk kd fisika kelas xii semester 2

Memformulasi kan teori relativitas khusus untuk waktu, panjang, dan massa, serta kesetaraan massa dengan energi yang diterapkan dalam teknologi..  Memformula sikan relativitas khusus un[r]

6 Baca lebih lajut

Fisika2015 01 Media Hartatiek

Fisika2015 01 Media Hartatiek

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan sebelumnya (Hartatiek, dkk., 2014) yakni paket tutorial materi Teori Relativitas Khusus menunjukkan respon yang sangat baik dari mahasiswa dengan nilai rerata 87,5 dan dapat melatih kemampuan problem solving dengan nilai rerata 88 serta prediksi dampak keseluruhan isi paket tutorial berpeluang meningkatkan kemampuan problem solving mahasiswa memperoleh penilaian sangat setuju dari dosen. Hasil pengembangan paket tutorial materi Teori Kuantum Cahaya memper- oleh respon sangat baik dari mahasiswa dengan nilai rerata 85,5 dan mampu melatih kemampuan problem solving dengan nilai rerata 85, serta prediksi dampak keseluruhan isi paket tutorial berpeluang meningkatkan kemampuan problem solving memperoleh penilaian sangat setuju dari dosen. Sedangkan hasil pengembangan pada paket tutorial Perilaku Gelombang Materi memperoleh respon sangat baik dari mahasiswa de- ngan nilai rerata 83,3 dan mampu melatih kemampuan problem solving dengan nilai rerata 90, serta prediksi dampak keselu- ruhan isi paket tutorial berpeluang meningkatkan kemampuan problem sol- ving memperoleh penilaian sangat setuju dari dosen. Dari tiga paket tutorial yang telah dikembangkan lebih dahulu ini masing-masing dapat melatih kemampuan problem solving mahasiswa mahasiswa dengan nilai rata-rata 88, 85 dan 91,8.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kesalahan Kesalahan dalam Relativitas Kh

Kesalahan Kesalahan dalam Relativitas Kh

Pada pendekatan ini massa dari benda yang ditinjau (dalam hal ini massa penumpang pesawat) dikatakan konstan. Masalah yang ditimbulkan oleh pendekatan ini tentu adalah pelanggaran terhadap postulat pertama dari relativitas khusus, bahwa semua kerangka acuan itu bersifat setara, sehingga kita tidak mungkin membedakan antara kerangka acuan yang satu dengan yang lain dalam meninjau hukum fisika. Jadi bagaimana mungkin kita menggunakan besaran jarak di satu kerangka acuan dan membaginya dengan waktu di kerangka acuan lainnya. Jika hal ini kita bandingkan dengan kasus partikel moun yang jatuh ke permukaan bumi (yang konon sudah terbukti secara eksperimen) maka akan menimbulkan kesimpangsiuran dalam pemahaman kita terhadap teori relativitas khusus. Dalam kasus partikel moun tersebut, jarak juga diukur dari kerangka acuan partikel terse- but (sehingga memungkinkan baginya sampai di permukaan bumi sebelum meluruh), se- mentara waktu yang digunakan adalah waktu paruh partikel tersebut dalam keadaan diam (tentu nilainya juga sama jika ditinjau oleh pengamat yang bergerak bersama moun). Pada kasus penumpang di pesawat ini, entah dengan alasan apa, jarak yang digunakan diambil
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Umur Alam Semesta The Age o the Universe

Umur Alam Semesta The Age o the Universe

Teori medan kuantum (quantum field theory) yang merupakan gabungan dari teori kuantum dengan teori relativitas khusus telah berhasil menjelaskan banyak sekali proses yang melibatkan partikel elementer. Teori ini, yang dirumuskan sebagai sebuah teori medan gauge (gauge field theory) memungkinkan para ilmuwan fisika untuk memahami ke tiga interaksi fundamental yang menentukan perilaku partikel-partikel elementer yakni, interaksi elektromagnetik (electromagnetic interaction), interaksi lemah (weak interaction) dan interaksi kuat (strong interaction).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KKMFisikaSMAKelasXII

KKMFisikaSMAKelasXII

2.3 Memformulasikan teori relativitas khusus untuk waktu, panjang, dan massa, serta kesetaraan massa dengan energi yang diterapkan dalam teknologi..  Memformulasikan relativitas k[r]

6 Baca lebih lajut

Analisis Lintasan Foton Dalam Ruang Wakt

Analisis Lintasan Foton Dalam Ruang Wakt

Dengan konsep yang baru, teori relativitas umum memberikan pandangan yang baru mengenai ruang-waktu. Konsep bahwa ruang- waktu dapat melengkung jika di dalamnya terdapat materi massif memberikan beberapa implikasi baru. Diantaranya, jika cahaya bintang melewati sebuah benda langit massif seperti matahari, maka ramalan teori relativitas umum adalah cahaya bintang tersebut akan mengalami pembelokan. Membeloknya cahaya bintang tersebut bukan disebabkan oleh tertariknya cahaya bintang karena pengaruh gaya gravitasi bumi melainkan karena ruang-waktu di sekitar matahari tersebut melengkung. Jika yang digunakan adalah konsep teori relativitas khusus dan teori gravitasi Newton, yang dalam hal ini cahaya bintang dianggap memiliki massa yang sebanding dengan energinya, memang dari penghitungan menunjukkan adanya pembelokan, namun nilai ramalannya hanya setengah dari ramalan teori relativitas umum. Pengamatan astronomi menunjukkan bahwa
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

kkm fisika kelas xii

kkm fisika kelas xii

2.3 Memformulasikan teori relativitas khusus untuk waktu, panjang, dan massa, serta kesetaraan massa dengan energi yang diterapkan dalam teknologi..  Memformulasikan relativitas k[r]

8 Baca lebih lajut

UNIVERSALITAS DAN RELATIVITAS HAM pdf

UNIVERSALITAS DAN RELATIVITAS HAM pdf

Respons umat Islam terhadap Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR) dapat dijadikan contoh kasus. Ketika deklarasi tersebut, yang notabene berkiblat kepada persepsi Barat, ingin diterapkan di negara-negara Muslim, timbul resistensi dan polemik di kalangan Muslim. Dalam konteks ini, secara umum lahir tiga macam sikap negara dan komunitas Muslim terhadap UDHR. Pertama, penolakan total terhadap Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia seperti yang disikapi oleh Arab Saudi dan Iran. Di antara alasan penolakan yang mereka kemukakan adalah bahwa di antara pasal-pasal Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia ada yang bertentangan dengan syariat Islam yang merupakan sistem nilai dan hukum dalam ajaran Islam. Misalnya, hak kebebasan menikah (pasal 16 UDHR) yang meliputi hak menikah antar pemeluk agama dan hak kebebasan beragama (pasal 18 UDHR) yang meliputi hak berpindah agama. Kedua pasal ini tidak sejalan dengan aturan pembatasan menikah dan larangan murtad di dalam hukum Islam. Kedua, penerimaan penuh terhadap Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia sebagaimana sikap yang diambil Pakistan dan Tunisia. Ketiga, penerimaan tidak penuh terhadap Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang umumnya menjadi sikap mayoritas negara-negara Muslim. Menurut pandangan yang terakhir, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia masih memiliki cacat filosofis pada pandangan sekulernya dan memuat beberapa aturan yang tidak sesuai dengan rumusan hak asasi manusia menurut Islam. Oleh sebab itu, mereka dapat menerima sebagaian besar ketentuan dalam UDHR dengan cacatan khusus terhadap pasal-pasal yang memiliki cacat filosofis dan bertentangan dengan ajaran Islam. 12
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Contoh Proposal Penelitian

Contoh Proposal Penelitian

Landasan teori menguraikan kerangka teori yang merujuk pada referensi berbagai ahli tertentu maupun berbagai teori-teori yang ada yang nantinya akan mendasari hasil dan pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan tema atau masalah yang diteliti. Teori-teori yang dirujuk harus mengacu pada variabel-variabel yang diteliti. Dimulai dari penjelasan tema, variabel independen dan variabel dependennya atau faktor-faktor yang diteliti serta dijelaskan teori- teori tersebut untuk mendukung hipotesis yang akan diajukan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

relativitas newton dan transformasi gali

relativitas newton dan transformasi gali

Pada pembahasan relativitas ini akan ditinjau konsep kejadian, pengamat, dan kerangka acuan. Kejadian adalah suatu peristiwa fisika yang terjadi dalam suatu ruang pada suatu waktu sesaat yang tertentu. Contoh kejadian adalah: kilat di langit, tumbukkan antara dua mobil, dan sebagainya. Seseorang yang mengamati suatu kejadian dan melakukan pengukuran, misalnya pengukuran koordinat dan waktu disebut pengamat. Untuk menentukan letak sebuah titik dalam ruang kita memerlukan suatu system koordinat atau kerangka acuan. Misalnya, untuk menyatakan buah sebelum jatuh dari pohonnya, seorang pengamat memerlukan suatu kerangka acuan dengan koordinat (x, y, z). Jadi, kerangka acuan adalah suatu system koordinat.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

« RAT-SAT Tutorial Pendas (S1-PGPAUD) PAUD4104_SAT_3

« RAT-SAT Tutorial Pendas (S1-PGPAUD) PAUD4104_SAT_3

Kompetensi Khusus : Mahasiswa dapat menjelaskan tentang :Teori-teori perkembangan yang berkaitan dengan aspek perkembangan Kognitif Pokok Bahasan : Teori Psikologi perkembangan Kognit[r]

3 Baca lebih lajut

Perangkat Pembelajaran FISIKA SMA Kelas X,XI,XII Semester 2 DOC Fisika 12

Perangkat Pembelajaran FISIKA SMA Kelas X,XI,XII Semester 2 DOC Fisika 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Bab 3 Teori Relativitas Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Fisika Kelas/Semester : XII/2 Standar Kompetensi : - Menganalisis berbagai besaran fi[r]

31 Baca lebih lajut

BAB. 7 (Relativitas Gerak Klasik)

BAB. 7 (Relativitas Gerak Klasik)

Pada saat yang bersamaan pesawat lain B terbang dengan sudut 60o arah ke timur laut, dengan kelajuan 200 m s-1 terhadap tanah... dan dalam perjalanan tersebut terjadi gerakan angin den[r]

28 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ADOBE CAPTIVATE PADA MATERI RELATIVITAS KHUSUS DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG - Raden Intan Repository

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ADOBE CAPTIVATE PADA MATERI RELATIVITAS KHUSUS DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG - Raden Intan Repository

Penelitian ini merupakan penelitian R&D yang menggunakan model pengembangan Borg and Gall. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket yang diberikan kepada ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa untuk menguji kualitas kelayakan media pembelajaran berbasis adobe captivate pada materi relativitas khusus di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dan angket respon mahasiswa untuk menguji media pembelajaran berbasis adobe captivate pada materi relativitas khusus di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jenis data yang diperoleh dari hasil penelitian adalah data kualitatif dianalisis menggunakan data kuantitatif, yang berupa data angka dan di interpretasikan dalam bentuk kata-kata untuk menentukan kualitas produk.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

Mekanisme penulisan proposal skripsi. doc

Mekanisme penulisan proposal skripsi. doc

Tinjauan pustaka merupakan penelusuran kepustakaan untuk mengidentifikasi makalah dan buku yang bermanfaat dan ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan serta merujuk pada semua hasil penelitian terdahulu pada bidang tersebut. Tinjauan pustaka disusun berdasarkan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian dan masalah yang akan dipecahkan. Sumber yang dipakai dalam tinjauan pustaka harus disebutkan dengan mencantumkan nama penulis dan tahun terbit dengan model Vancouver. Format penyajiannya dimulai tinjuan teori untuk variabel independen, variabel dependen dan keterkaitan antar variabel yang diteliti dengan mengacu pada penelitian sebelumnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...