terapi musik klasik Mozart

Top PDF terapi musik klasik Mozart:

Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Berat Badan Pada Bayi BBLR Di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Wangaya.

Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Berat Badan Pada Bayi BBLR Di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Wangaya.

Salah satu jenis terapi musik yang sering diberikan untuk bayi BBLR adalah terapi musik Klasik Mozart. Terapi musik Klasik Mozart ini dapat membuat keadaan bayi menjadi lebih rileks. Menurut Wahyuningsri & Eka (2014) rangsangan ritmis terapi musik mampu meningkatkan fungsi kerja otak manusia, membuat saraf otak bekerja, menciptakan rasa nyaman dan tenang. Musik yang diterima melalui pendengaran mempengaruhi sistem limbik (hipotalamus) yang berfungsi memberi efek pada emosional dan perilaku, maka pemberian terapi musik dapat mempengaruhi metabolisme dan kemampuan fisiologis otak pada reflek termasuk reflek hisap bayi.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PASIEN KANKER  Pengaruh Pemberian Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih Sadar Pasien Kanker Payudara Dengan Anestesi General Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta.

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PASIEN KANKER Pengaruh Pemberian Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih Sadar Pasien Kanker Payudara Dengan Anestesi General Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta.

Efek fisiologis yang ditimbulkan tubuh seseorang dalam menjalani pembedahan berbeda-beda tergantung dari kondisi umum pasien, jenis dan sifat bedah yang dilakukan, teknik anestesi yang digunakan, jenis dan dosis obat yang diberikan, semua hal itu sangat berpengaruh terhadap waktu pulih sadarnya pasien kanker payudara setelah menjalani operasi. Sebagai perawat kita dapat memberika terapi komplementer yaitu terapi musik klasik mozart sebagai salah satu modifikasi lingkungan dan suasana hati pasien agar pasien dalam kondisi tenang dan rileks. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap waktu pulih sadar pasien kanker payudara dengan anestesi general di RSUD Dr. Moewardi surakarta. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok perlakuan pasien kanker payudara dengan anestesi general dengan teknik accidental sampling . Sampel yang diperoleh diberikan terapi musik klasik mozart: Eine kleine nachtmusic- serenade no. 13 in G major selama 15 menit setelah itu diukur waktu pulih sadarnya menggunakan aldrete score. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan independent sample t-test. Hasil analisis penelitian memiliki nilai signifikan (p value ) 0,002 ( p< 0,005 ) sehingga terdapat pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap waktu pulih sadar pasien kanker payudara dengan anestesi general di RSUD Dr.Moewardi surakarta. Waktu pulih sadar pasien kanker payudara pada kelompok perlakuan adalah 5, 33 menit , waktu pulih sadar pasien kanker payudara pada kelompok perlakuan adalah 6,42 menit dan memiliki selisih 1,09 menit. Kesimpulan penelitian: Ada pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap waktu pulih sadar pasien kanker payudara dengan anestesi general di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Tingkat Dismenorea pada Siswi Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta Halaman Awal

Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Tingkat Dismenorea pada Siswi Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta Halaman Awal

Simpulan: Terdapat pengaruh terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat dismenorea pada siswi kelas X SMA Negeri 5 Surakarta dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000. Saran: Terapi musik klasik Mozart sebaiknya menjadi penanganan efektif yang digunakan oleh siswi ketika mengalami dismenorea sehingga tidak mengganggu konsentrasi dan prestasi belajar mereka.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT PANTIWILASA CITARUM SEMARANG

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT PANTIWILASA CITARUM SEMARANG

Analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis Univariat di mana hasil analisis untuk mengetahui karakteristik pasien stroke (umur, jenis kelamin, pekerjaan), kualitas tidur pasien stroke sebelum diberi terapi dan kualitas tidur pasien stroke setelah diberi terapi musik klasik Mozart. Pada analisis univariat, data yang diperoleh dari hasil pengumpulan dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, ukuran tendensi sentral atau grafik. nominal dan ordinal yaitu jenis kelamin, umur dan kategorik kualitas tidur. Ukuran tendensi sentral digunakan untuk menyajikan data yang bersifat interval dan rasio, dalam penelitian ini adalah kualitas tidur pasien stroke sebelum diberikan terapi musik klasik Mozart dan kualitas tidur pasien stroke setelah diberikan terapi musik klasik Mozart.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PASIEN KANKERn  Pengaruh Pemberian Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih Sadar Pasien Kanker Payudara Dengan Anestesi General Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta.

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PASIEN KANKERn Pengaruh Pemberian Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih Sadar Pasien Kanker Payudara Dengan Anestesi General Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta.

Efek fisiologis yang ditimbulkan tubuh seseorang dalam menjalani pembedahan berbeda-beda tergantung dari kondisi umum pasien, jenis dan sifat bedah yang dilakukan, teknik anestesi yang digunakan, jenis dan dosis obat yang diberikan, semua hal itu sangat berpengaruh terhadap waktu pulih sadarnya pasienkanker payudara setelah menjalani operasi. Sebagai perawat kita dapat memberika terapi komplementer yaitu terapi musik klasik mozart sebagai salah satu modifikasi lingkungan dan suasana hati pasien agar pasien dalam kondisi tenang dan rileks. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap waktu pulih sadar pasien kanker payudara dengan anestesi general di RSUD Dr. Moewardi surakarta. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok perlakuan pasien kanker payudara dengan anestesi general dengan teknik accidental sampling. Sampel yang diperoleh diberikan terapi musik klasik mozart: Eine kleine nachtmusic- serenade no. 13 in G major selama 15 menit setelah itu diukur waktu pulih sadarnya menggunakan aldrete score. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan independent sample t-test. Hasil analisis penelitian memiliki nilai signifikan (p value) 0,002 ( p < 0,005 ) sehingga terdapat pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap waktu pulih sadar pasien kanker payudara dengan anestesi general di RSUD Dr.Moewardi surakarta. Waktu pulih sadar pasien kanker payudara pada kelompok perlakuan adalah 5, 33 menit , waktu pulih sadar pasien kanker payudara pada kelompok perlakuan adalah 6,42 menit dan memiliki selisih 1,09 menit. Kesimpulan penelitian: Ada pengaruh terapi musik klasik mozart terhadap waktu pulih sadar pasien kanker payudara dengan anestesi general di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Tingkat Dismenorea Pada Siswi Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta.

Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Tingkat Dismenorea Pada Siswi Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta.

Simpulan: Terdapat pengaruh terapi musik klasik Mozart terhadap tingkat dismenorea pada siswi kelas X SMA Negeri 5 Surakarta dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000. Saran: Terapi musik klasik Mozart sebaiknya menjadi penanganan efektif yang digunakan oleh siswi ketika mengalami dismenorea sehingga tidak mengganggu konsentrasi dan prestasi belajar mereka.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERH

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERH

Hasil pengumpulan data yang telah dilakukan pada 11 orang lansia tekanan darah sistolik sebelum diberikan terapi musik (pretest), didapatkan hasil pengukuran 100% mengalami hipertensi. Menurut Darmojo, 2009 Karena seseorang jika sudah memasuki usia lebih dari 45 tahun keatas kebanyakan lansia mengalami hipertensi. Hal ini disebabkan karena elastisitas arteri akibat penuaan yang berhubungan dengan arterosklerosis (pengerasan dinding arteri) serta ketidak mampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti kerusakan jaringan sehingga organ tubuh tidak bisa lagi
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART DAN TERAPI MUSIK KESUKAAN TERHADAP TINGKAT DEPRESI MAHASISWA TUGAS  The Influence Of Mozart Classical Music Therapy With Favorite Music Therapy To The Level Of Depression Of The Final Assignment Sudents Of S-1 Fisiother

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART DAN TERAPI MUSIK KESUKAAN TERHADAP TINGKAT DEPRESI MAHASISWA TUGAS The Influence Of Mozart Classical Music Therapy With Favorite Music Therapy To The Level Of Depression Of The Final Assignment Sudents Of S-1 Fisiother

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Hidayah- Nya. Semoga keselamatan menyertai kita semua. Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas kemudahan dan kelancaran yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi sebagai tanda keberhasilan menempuh gelar sarjana (S1) jurusan Fisioterapi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Berikut adalah judul Skripsi : “PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART DENGAN TERAPI MUSIK KESUKAAN TERHADAP TINGKAT DEPRESI MAHASISWA TUGAS AKHIR FISIOTERAPI S1 DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA”
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA ANAK PENDERITA AUTISME DI SLB-A NEGERI DENPASAR.

EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA ANAK PENDERITA AUTISME DI SLB-A NEGERI DENPASAR.

Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian one group pre test-post test design. Hasil penelitian diketahui bahwa data pretest anak autisme yang tergolong dalam kategori agresif ringan sebanyak dua anak (22,2%), sedangkan sebanyak tujuh anak (77,8%) tergolong dalam kategori agresif sedang. Hasil postest didapatkan anak autisme tergolong dalam kategori agresif ringan sebanyak delapan anak (85%) dan kategori agresif sedang satu anak (15%). Berdasarkan analisa data t-paired test didapatkan data berdistribusi normal dan uji kolmogorov-smirnov didapatkan terapi musik klasik Mozart efektif terhadap perubahan perilaku agresif pada anak penderita autisme di SLB/A Negeri Denpasar, karena nilai p=0,000 yang lebih kecil dari α (0,05) yaitu 0,016 < 0,05 ,maka Ho ditolak.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Pemberian Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih Sadar Pasien Kanker Payudara Dengan Anestesi General Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta.

PENDAHULUAN Pengaruh Pemberian Musik Klasik Mozart Terhadap Waktu Pulih Sadar Pasien Kanker Payudara Dengan Anestesi General Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta.

Dalam ilmu keperawatan, untuk memberikan kenyamanan serta mempercepat pemulihan pasien kita dapat menerapkan terapi komlpementer yaitu terapi musik klasik mozart. Seperti dalampenelitian Park (2010) bahwa musik merupakan intervensi terhadap lingkungan pasien yang dapat mengurangi agitasi pada pasien cedera otak traumatis dengan menginduksi kenangan dan emosi positif. Menurut penelitian Rihiantoro, Nurachmah, dan Hariyati(2013) bahwa terdapat pengaruh yang bermakna terhadap terjadinya penurunan indikator status hemodinamika pada pasien koma dengan cidera kepala dan stroke yang akan membantu stabilitas hemodinamika pasien sekaligus membantu proses pemulihan pasien.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perbandingan Efek Musik Klasik Mozart dan Musik Tradisional Gamelan Jawa terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Nulipara | Oktavia | Majalah Kedokteran Bandung 174 723 1 PB

Perbandingan Efek Musik Klasik Mozart dan Musik Tradisional Gamelan Jawa terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Nulipara | Oktavia | Majalah Kedokteran Bandung 174 723 1 PB

Labor pain that may sometimes extreme in some pregnant women arises because of the physical relection and psychological response of the mother. Music is proven to increase concentration, create comfort, and distract the feeling of pain in patients. The aim of this study was to explore wether Mozart classical music and Javanese gamelan music can decrease the level of pain in the process of labor and whether Mozart is better than gamelan in reducing pain in nulipara during stage 1 active phase of labor. This study was conducted by using quasy experiment method with a total of 30 nullipara patients in stage 1 active phase in RSIA Arvita Bunda, Sleman Yogyakarta during the period of December 2010 to March 2011. The subjects were divided into three groups: Mozart (n=10), Javanese gamelan (n=10), and control (n=10). Pain assesment were conducted twice for each group using the numerical rating scale (NRS), which was performed during the beginning of stage I active phase of labor and the end of stage 1 active phase of labor. The data were analyzed using Wilcoxon Signed Ranks (Z) and Mann Whitney statistical tests. The results of this study showed a change in the median value from 7.5 with a range of 7–10 to median 6 (5–9) in Mozar group, from the median value of 7 (5–9) to 7.5 (5–10) in gamelan group and from median 7 (4–9) to 9.5 (6–10) in control group. There was a signiicant difference between Mozart and control groups (p=0.001), and between Javanese gamelan group and control group (p=0.022), and the comparison between Mozart classical music and Javanese gamelan music (p=0.124). It is concluded that Mozart classical music and Javanese gamelan relief pain in stage 1 active phase of nullipara and no differences are found between the two. [MKB. 2013;45(4):218–25]
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Efek Musik Klasik Mozart Sonata K.448 for Two Pianos in D Major 2nd Movement dalam Meningkatkan Waktu Toleransi Nyeri.

Efek Musik Klasik Mozart Sonata K.448 for Two Pianos in D Major 2nd Movement dalam Meningkatkan Waktu Toleransi Nyeri.

Hasil penelitian rata-rata dari waktu toleransi nyeri selama mendengarkan musik klasik Mozart sebesar 82,93 lebih lama secara signifikan (p<0,01) daripada rata-rata dari waktu toleransi nyeri sebelum mendengarkan musik klasik Mozart sebesar 58,80. Didapatkan bahwa musik klasik Mozart meningkatkan waktu toleransi nyeri.

Baca lebih lajut

Pengaruh Musik Klasik Mozart "Andante, Piano Concerto No.21 In C Major, KV.467" Terhadap Konsentrasi Pada Pria Dewasa Normal.

Pengaruh Musik Klasik Mozart "Andante, Piano Concerto No.21 In C Major, KV.467" Terhadap Konsentrasi Pada Pria Dewasa Normal.

Musik pada dasarnya merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan daripada kehidupan manusia. Hal ini didasarkan berbagai penelitian yang mengungkapkan bahwa musik dapat mempengaruhi kehidupan manusia baik dari segi fisik, emosi, dan mental. Musik tidak hanya bila kita memainkannya atau menggubahnya, tetapi cukup dengan mendengarkannya, menyenandungkannya, atau berayun mengikuti iramanya juga telah terbukti dapat mengaktifkan gelombang – gelombang otak untuk kegiatan berpikir, meningkatkan kemampuan membaca, daya ingat, konsentrasi, perbendaharaan kata, menciptakan kondisi mental yang positif, santai, dan kreativitas yang merupakan hal – hal ideal untuk belajar (Campbell, 2002).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  The Influence Of Mozart Classical Music Therapy With Favorite Music Therapy To The Level Of Depression Of The Final Assignment Sudents Of S-1 Fisiotherapy At Health Science Faculty Of University Muhammadiyah Surakarta.

PENDAHULUAN The Influence Of Mozart Classical Music Therapy With Favorite Music Therapy To The Level Of Depression Of The Final Assignment Sudents Of S-1 Fisiotherapy At Health Science Faculty Of University Muhammadiyah Surakarta.

mengubah suasana hati menjadi lebih rileks. Menurut Sloboda (dalam Djohan 2003), musik mampu meningkatkan intensitas emosi, dengan mempengaruhi mood, pengalaman, dan perasaan saat mendengar musik. Fungsi musik sebagai katalisator atau stimulus untuk pengalaman emosi.

Baca lebih lajut

Ayu Welly Jovita 22010112140035 Lap.Hasil BAB II

Ayu Welly Jovita 22010112140035 Lap.Hasil BAB II

Komplikasi dapat terjadi disaat atau setelah tindakan odontektomi. Angka kemungkinan terjadinya komplikasi dalam odontektomi meningkat terutama pada pasien dengan gigi impaksi totalis letak dalam. Dokter harus sudah dapat memperhitungkan risiko komplikasi yang akan terjadi berdasarkan foto panoramik atau foto dental yang telah dilakukan sejak awal. Apabila odontektomi dilakukan maka akan terjadi komplikasi seperti fraktur akar, gigi molar kedua goyah, trauma pada persendian temporo-mandibular, akar terdorong ke ruang submandibula, bahkan dapat terjadi fraktur angulus mandibula, namun fraktur mandibula jarang terjadi. 13 Komplikasi lain yang dapat terjadi setelah odontektomi adalah parestesi. Parestesi terjadi akibat trauma yang mengenai nervus alveolaris inferior, nervus lingualis atau nervus maxillaris. Adapun manifestasi klinis parestesi yaitu berupa hilangnya sensasi pada bagian tertentu dari wajah, biasanya pada bibir atau dagu. Penanganan yang dapat dilakukan pada parestesi salah satunya adalah dengan terapi obat- obat neurotropik. 14
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK (BEETHOVEN) TERHADAP TINGKAT NYERI HAID (DISMENOREA) PADA REMAJA PUTRI KELAS II DI MTS NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK (BEETHOVEN) TERHADAP TINGKAT NYERI HAID (DISMENOREA) PADA REMAJA PUTRI KELAS II DI MTS NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA

Penurunan skala nyeri yang mencapai separuh dari khasiat analgesik pada saat posttest ini sesuai dengan teori Muttaqin (2012) yang mengungkapkan bahwa manajemen nyeri independen atau teknik pengobatan non-farmakologis seperti terapi musik klasik pada dasarnya dapat dilakukan sebagai teknik pengobatan tunggal pada nyeri ringan. Sementara itu pada nyeri sedang dan berat, teknik manajemen nyeri independen dengan terapi musik klasik dapat dikolaborasikan dengan pemberian analgesik non-opioid menurut kondisi pasien. Penggunaan terapi alternatif seperti terapi musik klasik perlu diminimalkan selama masih dapat dilakukan untuk menghindari efek negatif dari analgesik kepada tubuh seperti gangguan asam lambung dan ketergantungan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Stres Pada Lansia Studi di Posyandu Lansia Desa Denanyar Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Stres Pada Lansia Studi di Posyandu Lansia Desa Denanyar Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

Seseorang mengalami stres dapat dipicu oleh hubungan sosial dengan orang lain di sekitarnya atau akibat situasi sosial lainnya. Contohnya seperti stres adaptasi lingkungan baru, beberapa teman yang sudah meninggal dunia, penurunan fungsi indera penglihatan menyebabkan sulit mengenal tempat, penurunan muskuloskeletal sehingga sulit berjalan dengan sebagainya. Lansia juga bisa terkena stres karena lingkungan tempat tinggalnya. Lingkungan yang padat, macet, dan bising bisa menjadi sumber stres. Selain itu, lingkungan yang kotor, buruk, penuh dengan pencemaran juga dapat membuat merasa tidak nyaman dan pikiran selalu was – was akan dampak buruk pencemaran pada kesehatannya, sehingga lama – kelamaan membuat lansia mengalami stres (Aryani A, 2008). 5.2.2 Tingkat stres pada Lansia usia 60 – 74 tahun setelah diberikan terapi musik klasik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK BEETOVEN

EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK BEETOVEN

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terapi musik efektif dalam menurunkan tekanan darah klien stroke yang disebabkan oleh hipertensi, terlihat dari hasil uji statistik paired t-test menunjukkan hasil yang signifikan dimana nilai p value < 0,05 (p<0,001) untuk 5 menit, 10 menit dan 15 menit setelah intervensi terapi musik klasik Beethoven Fur Elise.

Baca lebih lajut

PENGARUH MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP PEMUSATAN PERHATIAN PADA PROSES TERAPI ANAK AUTIS

PENGARUH MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP PEMUSATAN PERHATIAN PADA PROSES TERAPI ANAK AUTIS

Selama tahun 1980-an dan 1990-an, beberapa jurnal ilmiah di seluruh dunia mulai menerbitkan studi yang membuktikan bahwa musik benar-benar dapat mengubah struktur otak pada masa perkembangan janin, dimana mereka dapat mengenali dan memilih musik pertama terdengar di balik rahim ibu mereka; bahwa musik dapat meningkatkan skor IQ di kalangan anak-anak muda yang menerima instruksi musik secara teratur; bahwa setengah jam pelaksanaan terapi musik dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh anak-anak; dan bahwa musik dapat mengurangi stres, mendorong interaksi sosial, merangsang perkembangan bahasa, dan meningkatkan kemampuan motorik pada anak-anak (Campbell, 2009).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP WAKTU KEBERHASILAN INISIASI MENYUSU DINI DAN DURASI MENYUSU BAYI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP WAKTU KEBERHASILAN INISIASI MENYUSU DINI DAN DURASI MENYUSU BAYI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

9 dalam kandungan trimester III dan dilanjutkan atau diberikan kembali terapi musik yang sama pada bayi baru lahir saat proses IMD berlangsung, apakah terbukti lebih efektif untuk mempercepat waktu keberhasilan IMD serta menyebabkan bayi menyusu pada periode awal secara lebih adekuat. Dengan judul penelitian “Efektifitas Terapi Musik Klasik (Mozart) terhadap Waktu Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Durasi Menyusu Bayi ”.

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...