TERAPI OKSIGEN

Top PDF TERAPI OKSIGEN:

REFERAT HUBUNGAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PENYAKIT TUBERKULOSIS

REFERAT HUBUNGAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PENYAKIT TUBERKULOSIS

Terapi oksigen hiperbarik pada beberapa penyakit dapat sebagai terapi utama maupun terapi tambahan. Namun tidak boleh dilupakan, meskipun banyak keuntungan yang diperoleh penderita, cara ini juga mengandung resiko. Sebab itu, terapi oksigen hiperbarik harus dilaksanakan secara hati-hati sesuai dengan prosedur yang berlaku, sehingga mencapai hasil yang maksimal dengan resiko minimal. [3] Prinsip dari terapi oksigen hiperbarik ini adalah memberikan asupan oksigen tingkat tinggi agar kerja dari setiap sel yang ada di tubuh semakin baik dan optimal, diharapkan dapat membantu penyakit-penyakit yang tergolong berbahaya dan mengancam jiwa dengan fungsi dari oksigen tingkat tinggi tersebut dan dengan efek samping yang minimal termasuk untuk penyakit tuberkulosis.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KAJIAN TEKANAN PARSIAL PADA RUANG TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK INSTALASI RUMAH SAKIT PARU JEMBER

KAJIAN TEKANAN PARSIAL PADA RUANG TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK INSTALASI RUMAH SAKIT PARU JEMBER

Pada umumnya manusia bernafas dengan komposisi unsur udara yang mengandung 78% nitrogen, 20% oksigen, 0,93% argon, 0,03% karbondioksida dan sisanya terdiri dari neon, helium, metan dan hidrogen (Iskandar, 2010). Apabila komposisi unsur udara dalam tubuh manusia tidak seimbang dan sesuai standar, maka akan mengakibatkan keracunan oksigen. Selain alasan tersebut keracunan oksigen dapat juga terjadi tergantung pada besarnya tekanan parsial dan lamanya waktu terapi. Oleh karena itu, diperlukan pengkajian untuk mengetahui kesesuaian nilai tekanan parsial oksigen dan karbondioksida berdasarkan jumlah pasien dan kedalaman yang berbeda pada ruang terapi oksigen hiperbarik RS Paru Jember agar keracunan oksigen tidak terjadi.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

REFERAT PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PENYAKIT BUERGER

REFERAT PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP PENYAKIT BUERGER

Terapi hiperbarik di negara-negara maju telah berkembang dengan pesat. Terapi ini digunakan untuk menangani berbagai macam penyakit, baik penyakit akibat penyelaman maupun penyakit bukan penyelaman. Di Indonesia, kesehatan hiperbarik telah mulai dikembangkan oleh kesehatan TNI AL pada tahun 1960 dan terus berkembang sampai saat ini. Kesehatan TNI AL mempunyai ruang udara bertekanan tinggi di 4 lokasi, yaitu Tanjung Pinang, Jakarta, Surabaya, dan Ambon. Terapi oksigen hiperbarik pada beberapa penyakit dapat sebagai terapi utama maupun terapi tambahan. Namun tidak boleh dilupakan, meskipun banyak keuntungan yang dperoleh penderita, cara ini juga mengandung risiko. Sebab itu terapi oksigen hiperbarik harus dilaksanakan secara hati-hati sesuai prosedur yang telah ditetapkan, sehingga mencapai hasil yang maksimal dengan risiko yang minimal.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

REFERAT PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK  TERHADAP CEPHALGIA DAN VERTIGO

REFERAT PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP CEPHALGIA DAN VERTIGO

Kebanyakan dokter tidak dapat menemukan penyebab yang mendasari untuk migrain, sehingga satu-satunya pengobatan yang mereka dapat meresepkan adalah nyeri farmasi. Obat sakit memiliki efek samping, termasuk kelelahan, kecanduan, dan sembelit.10 Studi lain menemukan bahwa terapi oksigen hiperbarik bekerja sangat baik untuk menghilangkan migrain. Penelitian yang sama juga menguji HBOT bagi mereka yang menderita sakit kepala cluster, atau sakit kepala lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HBOT signifikan dalam mengakhiri sakit kepala cluster dan migrain.10

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Terapi Oksigen Menggunakan Non

Pengaruh Terapi Oksigen Menggunakan Non

tekanan parsial oksigen dalam alveoli adalah 104 mmHg (13,6%) dari tekanan total gas campuran, sedangkan karbondioksida 27 mmHg. Terapi oksigen mengunakan NRM dapat meningkatkan fraksi inspirasi oksigen lebih dari 90% sehingga pengaruh penggunaan NRM ini juga akan menurunkan tekanan parsial gas dalam alveoli. Tingginya pO 2 dalam alveoli

4 Baca lebih lajut

2016 3 22 GANTI TERAPI OKSIGEN DENGAN FITT

2016 3 22 GANTI TERAPI OKSIGEN DENGAN FITT

PUBLIKASI PERS JUDUL : GANTI TERAPI OKSIGEN DENGAN FITT MEDIA : TRIBUN JOGJA.[r]

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Terapi Oksigen Hiperbarik Pada Proses Penyembuhan Luka

Pengaruh Terapi Oksigen Hiperbarik Pada Proses Penyembuhan Luka

Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) adalah terapi medis dimana pasien dalam suatu ruangan menghisap oksigen tekanan tinggi (100%) atau pada tekanan barometer tinggi (hyperbaric chamber). Kondisi lingkungan dalam HBOT bertekanan udara yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan di dalam jaringan tubuh (1 ATA). Keadaan ini dapat dialami oleh seseorang pada waktu menyelam atau di dalam ruang udara yang bertekanan tinggi (RUBT) yang dirancang baik untuk kasus penyelaman maupun pengobatan penyakit klinis (LAKESLA, 2009).

2 Baca lebih lajut

TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK SEBAGAI TERAPI PENUNJANG PADA PENYEMBUHAN LUKA

TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK SEBAGAI TERAPI PENUNJANG PADA PENYEMBUHAN LUKA

Oksigen diperlukan oleh mitokondria untuk fosforilasi oksidatif dan pembentukan ATP dimana lebih dari sembilan puluh persen dari ATP yang dihasilkan ini dipergunakan untuk metabolisme seluler. (5)Pada awal penyembuhan luka, fibroblas mulai bermigrasi dan menghasilkan kolagen yang merupakan matrik penting dalam prose penyembuhan luka sebagai sumber energi pada proses perbaikan, juga diperlukan dalam metabolisme dan proses pemeliharaan jaringan.Oksigen HiperbarikKetika oksigen dihirup pada konsentransi yang lebih tinggi dari yang ditemukan dalam atosfir, udara pada keadaan ini pertimbangkan sebagai obat. Berdasarkan definisi ini oksigen hiperbarik kemudian dipastikan sebagai obat dan dapat dipergunakan dalam suatu terapi. (1)Terapi oksige hiperbarik merupakan bentuk pengobatan, penderita harus berada dalam ruangan bertekanan dan bernafas dengan oksigen murni (100%) pada tekanan udara lebih besar daripada udara atmosfir normal, yaitu sebesar 1 atm (760 mmHg). Keadaan ini dapat dialami oleh seseorang pada waktu menyelam atau berada dalam ruangan udara bertekanan tinggi (hyperbaric chamber) yaitu suatu ruang kedap udara terbuat dari perangkat keras yang mampu diberikan tekanan lebih besar dari 1 atm (ruang kompresi) beserta sumber oksigen dan sistem penyalurannya ke dalam ruang rekompresi tersebut.Dua efek penting yang mendasar pada terapi oksigen hiperbarik adalah: (11) Efek mekanik meningkatnya tekanan lingkungan atau ambient yang memberikan manfaat penurunan volume gelembung gas atau udara seperti pada terapi penderita dekompresi akibat kecelakaan kerja penyelaman dan gas emboli yang terjadi pada beberapa tindakan medis rumah sakit. Efek peningkatan tekanan parsial oksigen dalam darah dan jaringan yang memberikan manfaat terapeutik: bakteriostatik pada infeksi kuman anaerob, detoksikasi pada keracunan karbon monoksida, sianida dan hidrogensulfida, reoksigenasi pada kasus iskemia akut, crush injury, compartment syndrome maupun kasus iskemia kronis, luka yang tidak sembuh, nekrosis radiasi, skin graft preparation dan luka bakar.PembahasanTerapi oksigen hiperbarik untuk pertama kalinya digunakan pada penyakit dekompresi (DeCompression Ilnes), yaitu suatu penyakit yang dialami oleh penyelam dan pekerja tambang bawah tanah akibat penurunan tekanan saat naik ke permukaan secara mendadak. Dari berbagai penelitian terungkap bahwa oksigen hiperbarik mempunyai manfaat lebih, tidak terbatas pada kasus-kasus penyelaman saja. Satu contoh terapi oksigen
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Genap II   Terapi Oksigen

Genap II Terapi Oksigen

Pada kegawatan napas trauma diberikan oksigen 6L/menit dengan sungkup muka. Pada penderita kritis berikan 100% oksigen, meskipun secara umum terapi oksigen memberikan manfaat yang bermakna pada bentuk hipoksik hipoksemia dan anemi hipoksemia. Efek samping yang sering dikhawatirkan adalah keracunan oksigen, tetapi hal tersebut terjadi setelah 24-48 jam terapi oksigen dengan fraksi inspirasi oksigen (Fi02)>60%. Oleh karena itu sedapat mungkin setelah masa kritis, terapi oksigen diturunkan bertahap sampai Fi02<60% dengan target untuk mendapatkan minimal saturasi oksigen (Sa02) 90%.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Terapi Oksigen Dan Toksisitas

Terapi Oksigen Dan Toksisitas

Terapi oksigen telah digunakan secara luas, bahkan pada saat ini oksigen merupakan salah satu obat yang paling sering digunakan di rumah sakit. Indikasi terapi oksigen yang paling utama adalah pada pasien yang mengalami hipoksemia. Indikasi lainnya adalah trauma berat, infark miokard akut, syok, sesak nafas, keracunan gas CO, pasca anestesi, dan keadaan-keadaan akut yang diduga terjadi hipoksemia. Tujuan utama terapi oksigen adalah mempertahankan PaO 2

24 Baca lebih lajut

Terapi Oksigen Hiperbarik

Terapi Oksigen Hiperbarik

Terapi oksigen hiperbarik ditetapkan oleh Undersea and Hyperbaric Medical society (UHMS) sebagai sebuah terapi dimana pasien bernapas menggunakan oksigen 100% di dalam suatu chamber dengan tekanan lebih besar daripada tekanan laut ( 1 atmosfer absolut, ATA). Peningkatan tekanan ini bersifat sistemik dan dapat diaplikasikan di dalam suatu monoplace chamber (untuk 1 orang) atau multiplace chamber. Di dalam multiplace chamber, tekanan udara yang diberikan berupa udara biasa, dengan oksigen diberikan melalui masker oksigen, hood tent, atau endotracheal tube. Sedangkan untuk monoplace chamber, tekanan udara yang diberikan berasal dari oksigen murni. (Bell, 2004).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

REFERAT PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP CEPHALGIA DAN VERTIGO | Karya Tulis Ilmiah

REFERAT PENGARUH TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK TERHADAP CEPHALGIA DAN VERTIGO | Karya Tulis Ilmiah

Sejak tahun 1662 dokter Henshaw (inggris) menciptakan Domocilium, suatu prptotipe dari Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT), untuk meneliti kegunaan tekanan tinggi pada penyembuhan penyakit-penyakit klinis, yang kemudian ternyata gagal karena tidak ditemukannya dasar ilmiah yang tepat. Lalu pada tahun 1771 Joseph Priestley (inggris) menemukan oksigen dan tahun 1780 dokter Thomas Beddoes (inggris) menggabungkan keduanya dengan menyatakan / mendemonstrasikan bahwa pernafasan dengan udara yang kaya oksigen akan dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan meminta tolong kepada James Watt (inggris) penemu mesin uap untuk merancang suatu RUBT baginya. 6
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Terapi Oksigen Dalam Asuhan Keperawatan

Terapi Oksigen Dalam Asuhan Keperawatan

Hal ini pent ing diper hat ikan oleh kar ena udar a yang nor m al dihir up t elah m engalam i hum idfikasi sedangkan O2 yang diper oleh dar i sum ber O2 Tabung m er upakan udar a ker i[r]

6 Baca lebih lajut

TERAPI OKSIGEN DOKES

TERAPI OKSIGEN DOKES

Aliran yang diberikan 6-10 liter/menit dengan konsentrasi oksigen mencapai 80%. Udara inspirasi sebagian bercampur dengan udara ekspirasi sepertiga bagian volume ekshalasi masuk ke kantong, dua pertiga bagian bagian volume ekshalasi melewati lubang-lubang pada bagian samping.

6 Baca lebih lajut

Gambaran Pelaksanaan Cuci Tangan Perawat dalam Melaksanakan Tindakan Keperawatan di Rumah Sakit Tingkat II Putri Hijau Medan

Gambaran Pelaksanaan Cuci Tangan Perawat dalam Melaksanakan Tindakan Keperawatan di Rumah Sakit Tingkat II Putri Hijau Medan

2 Saya mencuci tangan sebelum memberikan terapi oksigen melalui nasal kanul 3 Saya mencuci tangan sesudah memberikan terapi oksigen melalui nasal kanul 4 Saya mencuci tangan sebelum [r]

20 Baca lebih lajut

Ventilasi Mekanik Noninvasif pada Neonatus

Ventilasi Mekanik Noninvasif pada Neonatus

Terapi oksigen digunakan untuk memberikan konsentrasi oksigen melebihi dari konsentrasi udara ruangan, mencegah hipoksemia, dan meningkatkan kemampuan transpor oksigen ke jaringan. Terdapat dua komponen yang perlu diperhatikan pada dukungan terapi oksigen yaitu sumber oksigen (oksigen kompresi, oksigen cair, oksigen konsentrat) dan perangkat oksigen (nasal kanul, sungkup, transtrakeal). 1

1 Baca lebih lajut

Referat Hubungan Terapi Hiperbarik Oksigen dengan Kejadian Barotrauma Paru

Referat Hubungan Terapi Hiperbarik Oksigen dengan Kejadian Barotrauma Paru

Terapi hiperbarik pertama kali dicatat pada tahun 1662, ketika Dr. Henshaw dari Inggris membuat RUBT untuk pertama kalinya. Sejak itu, penggunaan RUBT ini banyak menghasilkan manfaat dalam mengobati penyakit. Pada tahun 1879, penggunaan terapi hiperbarik dalam operasi mulai dilakukan. Pada tahun 1921 Dr. J. Cunningham mulai mengemukakan teori dasar tentang penggunaan oksigen hiperbarik untuk mengobati keadaan hipoksia. Tetapi usahanya mengalami kegagalan. Tahun 1930 penelitian tentang penggunaan oksigen hiperbarik mulai terarah dan mendalam. Sekitar tahun 1960an Dr. Borrema memaparkan hasil penelitiannya tentang penggunaan oksigen hiperbarik yang larut secara fisik di dalam cairan darah sehingga dapat memberi hidup pada keadaan tanpa Hb yang disebut life without blood. Hasil penelitiannya tentang pengobatan gas gangren dengan oksigen hiperbarik membuat Dr. Borrema dikenal sebagai Bapak RUBT. Sejak saat itu, terapi oksigen hiperbarik berkembang pesat dan terus berlanjut sampai sekarang (Riyadi, 2013).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Refret HBO trhdp Emboli Paru 1

Refret HBO trhdp Emboli Paru 1

Terapi oksigen hiperbarik (HBOT) merupakan terapi dengan bernafas menghirup oksigen 100% didalam ruang perawatan atau hyperbaric chamber yang diberi tekanan yang lebih besar dari permukaan laut (1 atmosfer absolut, ATA). HBOT dapat diterapkan dalam monoplace (satu orang) atau multiplace chamber. Pada multiplace chamber diberikan tekanan dengan udara, kemudian oksigen di berikan melalui face-mask, hood tent atau endotracheal tube , sedangkan pada monoplace chamber diberikan tekanan dengan menggunakan oksigen (Gill dan Bell, 2004).
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

REFERAT HUBUNGAN ANTARA TERAPI HIPERBARIK OKSIGEN DENGAN KEJADIAN BAROTRAUMA PARU

REFERAT HUBUNGAN ANTARA TERAPI HIPERBARIK OKSIGEN DENGAN KEJADIAN BAROTRAUMA PARU

Pada pneumothorax terjadi penurunan efisiensi pulmonal dan oksigenasi, juga penurunan aliran vena akibat dari peningkatan tekanan intra thoracal (Unsworth, 1973). Terapi untuk pasien dengan pneumothorax adalah dengan pemberian oksigen secara intermittent tanpa tekanan positif, analgesic, bed rest, dan fisioterapi. Pneumothorax tidak memerlukan terapi rekompresi / oksigen hiperbarik, karena dengan terapi rekompresi, pneumothorax akan cepat hilang gejalanya tetapi pada saat dekompresi, gejala tersebut akan muncul bahkan memburuk menjadi tension pneumothorax. Apabila indikasi terapi oksigen hiperbarik mutlak diperlukan, maka boleh dilakukan terapi HBO setelah pneumothorax nya diterapi terlebih dahulu dengan thoracocentesis (Riyadi, 2013).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 6686 documents...