Terhadap Penumpang

Top PDF Terhadap Penumpang:

Standar P.T. Garuda Indonesia Terhadap Penumpang di Bandara DR. Ferdinand Lumban Tobing Sibolga

Standar P.T. Garuda Indonesia Terhadap Penumpang di Bandara DR. Ferdinand Lumban Tobing Sibolga

Penelitian ini membahas bagaimana standar P.T. Garuda Indonesia terhadap penumpang yang ada di Bandara Ferdinand Lumban Tobing Sibolga. Standar yang dimiliki oleh Garuda Indonesia memiliki standarisasi tersendiri untuk melayani penumpang. Cara pelayanan yang sudah terstandar dalam menghadapi para penumpang dan calon penumpang yang dimiliki perusahaan ini menjadi ujung tombak mereka dalam idenditas pelayanan. Oleh karena itu, standar yang dimiliki oleh Garuda Indonesia kelak menjadi barometer pelayanan dalam industri penerbangan.

1 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab PT. Eric Dirgantara Tour & Travel Terhadap Penumpang Pesawat Udara Ditinjau Dari Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 Dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999

Tanggung Jawab PT. Eric Dirgantara Tour & Travel Terhadap Penumpang Pesawat Udara Ditinjau Dari Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 Dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999

Hak dari pihak travel dalam penjualan tiket penumpang yaitu tidak bertanggung jawab atas penundaan jam berangkat (delay), gangguan dan kegagalan keberangkatan yang diberikan kepada pihak maskapai penerbangan sehingga menyebabkan penumpang tidak berangkat atau tiba tepat waktu di tempat tujuan pada hari dan waktu yang sudah ditentukan. Ini dapat terjadi kemungkinan karena banyaknya jam penerbangan dengan maskapai lain sehingga menyebabkan maskapai tersebut harus bersabar untuk terbang, adanya kerusakan pada mesin pesawat mungkin disebabkan mesin yang sudah aus atau akibat dari bencana alam, awak pesawat yang belum lengkap atau mengalami penyakit mendadak yang menyebabkan pesawat tidak dioperasikan, dll. Ini menjadi hal yang utama yang menyebabkan para penumpang emosi, mengeluh dan marah juga menyalahkan pihak travel karena disebut-sebut memberikan tiket pesawat yang jam terbangnya ditunda. Sebenarnya yang salah adalah pihak maskapai penerbangan bukan pihak travel karena pihak travel hanya sebagai perantara untuk menjualkan tiket tersebut, tetapi pihak maskapai penerbangan menundanya dan terkadang tidak memberikan konsumsi kepada penumpang yang ditunda jam keberangkatannya itu. Lantas karena merasa dirugikan, maka penumpang mengamuk kepada pihak travel sementara travel tidak bisa sama sekali mengganti jam penerbangan penumpang. Untuk itu, penumpang seharusnya harus lebih bijak dalam berpikir siapa yang harusnya bertanggung jawab ketika jam penerbangan ditunda. 67
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Akibat Hukum Wanprestasi Atas Pembatalan Penerbangan Secara Sepihak Oleh Maskapai Penerbangan Lion Air Terhadap Pelayanan Konsumen (Studi Kasus Putusan No. 441/PDT.G/2013/PN.JKT.PST.) - Ubharajaya Repository

BAB I PENDAHULUAN - Akibat Hukum Wanprestasi Atas Pembatalan Penerbangan Secara Sepihak Oleh Maskapai Penerbangan Lion Air Terhadap Pelayanan Konsumen (Studi Kasus Putusan No. 441/PDT.G/2013/PN.JKT.PST.) - Ubharajaya Repository

tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing), dan pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan atau menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak ada moda transportasi selain angkutan udara; b. dalam hal dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class) atau apabila terjadi penurunan kelas atau sub kelas pelayanan, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISIS KEPUASAN PENUMPANG PEMEGANG KARTU GARUDA FREQUENT FLYER (GFF) PLATINUM (DI BANDAR UDARA INTERNASIOAL ADISUTJIPTO YOGYAKARTA)

ANALISIS KEPUASAN PENUMPANG PEMEGANG KARTU GARUDA FREQUENT FLYER (GFF) PLATINUM (DI BANDAR UDARA INTERNASIOAL ADISUTJIPTO YOGYAKARTA)

terhadap penumpang Bisnis Class dan pemegang kartu Garuda Frequent Flyer (GFF) Platinum Garuda Indonesia yaitu Passenger Service Assist (PSA). Yang mana dalam hal ini diberikan oleh Garuda Indonesia untuk meningkatkan mutu pelayanan dan memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang. Penumpang bisnis class di Garuda Indonesia adalah seperti yang diketahui adalah orang-orang yang berani membayar mahal terhadap tiket tersebut untuk sekali penerbangan di atas harga tiket ekonomi normal, sedangkan GFF Platinum adalah orang-orang yang sering terbang menggunakan Garuda Indonesia, biasanya dalam sebulan orang-orang tersebut bisa terbang menggunakan Garuda Indonesia sebanyak 15-20 kali dalam sebulan, maka maksud dan tujuan dalam layanan itu adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan dan memberikan kenyamanan terhadap penumpang tersebut maka Garuda Indonesia memberikan layanan tambahan khusus terhadap mereka yaitu Passenger Service Assist ( PSA )
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Aspek Perlindungan Hukum Pengguna Jasa (Penumpang) Transportasi Online Berbasis Aplikasi Ditinjau Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Angkutan Jalan (Studi Pada Dinas Perhubungan Kota Medan)

Aspek Perlindungan Hukum Pengguna Jasa (Penumpang) Transportasi Online Berbasis Aplikasi Ditinjau Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Angkutan Jalan (Studi Pada Dinas Perhubungan Kota Medan)

Setiap kecelakaan transportasi darat selalu menimbulkan kerugian bagi penumpang baik moril maupun materill yang tentu saja melahirkan permasalahan hukum yang berkepanjangan, khususnya berkenaan dengan tanggung jawab hukum perusahaan penyedia jasa transportasi darat online atau pengangkut (carrier) terhadap penumpang dan pemilik barang baik sebagai para pihak dalam perjanjian pengangkutan maupun sebagai konsumen dalam hal terjadi kecelakaan transportasi. Melihat gambaran di atas, sangat diperlukan tanggung jawab penyedia jasa transportasi darat online terhadap keselamatan dan keamanan penumpang, khususnya jika terjadi kecelakaan transportasi darat. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini diberi judul “Aspek Perlindungan Hukum Pengguna Jasa (Penumpang) Transportasi Online Berbasis Aplikasi Di Tinjau Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan(Studi Pada Dinas Perhubungan Kota Medan).”
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

9 SOP barang penumpang tiba

9 SOP barang penumpang tiba

7. Terhadap penumpang yang tidak memenuhi ketentuan impor barang penumpang wajib membayar bea masuk yang terutang dan dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar paling sedikit 100% dari bea masuk yang seharusnya dibayar dan paling banyak 500% dari bea masuk yang seharusnya dibayar.

2 Baca lebih lajut

Evaluasi Kelengkapan Terminal Penumpang Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah di Kota Tanjungpinang.

Evaluasi Kelengkapan Terminal Penumpang Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah di Kota Tanjungpinang.

Kebutuhan akan transportasi udara di Indonesia mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir. Peningkatan tersebut mempengaruhi jumlah sarana dan prasarana. Hal ini mengakibatkan terjadinya pengembangan bandar udara di Indonesia. Salah satunya Bandar Udara Raja Haji Fisabillah di Kota Tanjungpinang. Pengembangan diperlukan untuk menyeimbangkan kapasitas terminal penumpang terhadap peningkatan kebutuhan.

17 Baca lebih lajut

STUDI ANALISA PERGERAKAN PENUMPANG DAN KENDARAAN PADA TERMINAL PENUMPANG BUNGURASIH SURABAYA

STUDI ANALISA PERGERAKAN PENUMPANG DAN KENDARAAN PADA TERMINAL PENUMPANG BUNGURASIH SURABAYA

Dari hasil analisa pergerakan kendaraan maupun penumpang pada tahun 2005 didapat jumlah penumpang adalah = 37296165 jiwa, kendaraan = 3173199 unit kendaraan. Prediksi untuk tahun 2015 jumlah jiwa meningkat menjadi 39472514 jiwa dan kendaraan menjadi 3598062 unit kendaraan. Kapasitas parkir kendaraan roda 4 maupun kendaraan roda tahun 2015 adalah : MPU = 1830 m2, Mobil Pribadi = 1110 m2, Taxi = 1350 m2 dan Angguna = 495 m2. Dari ke empat jenis kendaraan roda 4 tersebut yang tidak memerlukan perluasan areal parkir hanya Angguna saja.Kapasitas areal parkir kendaraan roda 6 sampai dengan tahun 2015 adalah 8804.96 m2, berarti untuk kendaraan roda 6 tidak memerlukan penambahan areal parkir karena luas parkir yang tersedia = 20212 m2. Dengan penambahan jumlah chanel untuk tahun 2015 di loket karcis penumpang menjadi 6 channel, maka jumlah orang dalam system berkurang menjadi 3 jiwa dan waktu menunggu menjadi 5.148 detik. Sedangkan antrian kendaraan pada loket karcis adalah sebagai berikut : Untuk MPU channel pelayanan menjadi 2 channel sehingga panjang antrian rata-rata menjadi 0.334 unit dengan waktu menunggu rata-rata dalam antrian = 0.13 detik. Untuk Mobil Pribadi tetap menggunakan 1 channel pelayanan sampai dengan tahun 2015. Untuk Taxi sampai dengan tahun 2015 masih tetap menggunakan 1 channel, dan untuk Angguna juga masih tetap menggunakan 1 channel pelayanan sampai dengan tahun 2015. Untuk Bis Kota dan Bus Antar Kota masih tetap menggunakan 1 channel pelayanan. Antrian Bus Antar Kota pada jalur pemberangkatan untuk tahun 2015 menjadi 22 channel, dan untuk Bus Kota masih tetap menggunakan 8 channel pelayanan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S GEO 1202829 Appendix3

S GEO 1202829 Appendix3

No Indikator Kriteria Keterangan √ 5 Load factor Penumpang melebihi kapasitas tempat duduk Penumpang kurang dari kapasitas tempat duduk Penumpang sesuai dengan kapasitas tempat d[r]

2 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  RENCANA STUDI PENGEMBANGAN BANDAR UDARA WAI OTI, MAUMERE.

TINJAUAN PUSTAKA RENCANA STUDI PENGEMBANGAN BANDAR UDARA WAI OTI, MAUMERE.

Menurut Horronjeff, R. (1993) daerah terminal adalah daerah pertemuan utama antara lapangan udara (airfield) dan bagian bandar udara lainnya. Daerah ini meliputi fasilitas – fasilitas untuk pemrosesan penumpang dan bagasi, penanganan barang angkutan (cargo) dan kegiatan – kegiatan administrasi, operasi dan pemeliharaan bandar udara. Sistem terminal penumpang terdiri dari tiga bagian utama yaitu:

9 Baca lebih lajut

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan Mengenai (2)

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan Mengenai (2)

9.0 NASIHAT KEPADA PENUMPANG PENERBANGAN INTERNASIONAL MENGENAI BAT ASAN TANGGUNG JAW AB: Penumpang perjalanan jauh atau yang harus transit di negara selain negara asal penerbangan sebaiknya mengetahui bahwa Konvensi W arsawa berlaku untuk perjalanan ini. Bagi Penumpang yang berangkat dari atau menuju atau transit di AS, Konvensi dan kontrak khusus pengangkutan menyatakan bahwa adalah tanggung jawab dari pihak-pihak pengangkut tertentu untuk menyediakan kontrak kematian atau cidera kepada penumpang yang jumlahnya biasanya tidak melebihi AS$75.000 per penumpang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN TEKNOLGI WIRELESS APPLICATION PROTOCOL UNTUK PEMESANAN TIKET TAXI BERBASIS MOBILE (STUDI KASUS : BORNOE TAXI)

PENERAPAN TEKNOLGI WIRELESS APPLICATION PROTOCOL UNTUK PEMESANAN TIKET TAXI BERBASIS MOBILE (STUDI KASUS : BORNOE TAXI)

Strategi dalam tahapan perancangan sistem berbasis mobile mengacu pada perancangan berbasis obyek. Strategi ini dalam istilah aslinya disebut sebagai OOD (Object Oriented Design) dan dianggap menjadi strategi perancangan paling modern. Use case diagram sistem pemesanan tiket berbasis WAP terdiri dari admin dan penumpang. Actor admin bertugas untuk memanajemen aplikasi secara keseluruhan dan penumpang mencari informasi, jadwal dan memesan tiket. Berikut ini adalah use case diagram sistem wireless Application Protocol untuk pemesanan tiket taxi berbasis mobile (lihat gambar 2).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pelabuhan Penyeberangan dengan Pendekatan Arsitektur Metafora di Kecamatan Pulomerak.

Pelabuhan Penyeberangan dengan Pendekatan Arsitektur Metafora di Kecamatan Pulomerak.

Skema Pola Keberangkatan Penumpang Pelabuhan Penyeberangan .... Skema Pola Kedatangan Penumpang Pelabuhan ...[r]

10 Baca lebih lajut

Perancangan Dan Implementasi Kotak Penitipan Barang Berbayar Berbasis Coin Acceptor

Perancangan Dan Implementasi Kotak Penitipan Barang Berbayar Berbasis Coin Acceptor

Kemudian pada stasiun kereta api, pelabuhan atau terminal bus biasanya tidak ada fasilitas yang disediakan untuk menitipkan barang. Ketika penumpang sedang menunggu waktu keberangkatan, biasanya barang bawaan hanya diletakan dibawah tempat duduk atau disebelah tempat duduk, secara tidak langsung ini dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain dan seharusnya dapat digunakan oleh penumpang lain ketika sedang menunggu keberangkatan bus atau kereta juga. Selain itu ketika penumpang yang sedang menunggu ingin pergi makan atau pergi ke kamar mandi, barang bawaan ini dapat merepotkan penumpang tersebut.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Latihan Soal UTS Matematika Kelas 7 Semester 1

Latihan Soal UTS Matematika Kelas 7 Semester 1

Berapa rupiah sisa tabungan Andi adalah…… sedangkan sisanya penumpang perempuan.. Berapakah bagian banyak penumpang perempuan dari seluruh penumpang.[r]

3 Baca lebih lajut

Soal ini didownload dari w

Soal ini didownload dari w

Jika 395 orang itu adalah penumpang laki-laki, maka jumlah penumpang wanita adalah … orang.. Bayu naik sepeda sejauh 435 meter.[r]

4 Baca lebih lajut

Soal ini didownload dari w

Soal ini didownload dari w

Jika 395 orang itu adalah penumpang laki-laki, maka jumlah penumpang wanita adalah … orang.. Bayu naik sepeda sejauh 435 meter.[r]

4 Baca lebih lajut

Soal ini didownload dari w

Soal ini didownload dari w

Jika 395 orang itu adalah penumpang laki-laki, maka jumlah penumpang wanita adalah … orang.. Bayu naik sepeda sejauh 435 meter.[r]

4 Baca lebih lajut

Soal ini didownload dari w

Soal ini didownload dari w

Jika 395 orang itu adalah penumpang laki-laki, maka jumlah penumpang wanita adalah … orang.. Bayu naik sepeda sejauh 435 meter.[r]

4 Baca lebih lajut

Soal ini didownload dari w

Soal ini didownload dari w

Jika 395 orang itu adalah penumpang laki-laki, maka jumlah penumpang wanita adalah … orang.. Bayu naik sepeda sejauh 435 meter.[r]

4 Baca lebih lajut

Show all 3910 documents...