Tes Penjurusan

Top PDF Tes Penjurusan:

PENGARUH MINAT BELAJAR DAN TES PENJURUSAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK KATOLIK ST. LOUIS” RANDUBLATUNG TAHUN PELAJARAN 2007/2008.

PENGARUH MINAT BELAJAR DAN TES PENJURUSAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK KATOLIK ST. LOUIS” RANDUBLATUNG TAHUN PELAJARAN 2007/2008.

Pada bab ini diuraikan teori-teori tentang pengertian minat belajar, aspek-aspek minat, maca m-macam minat, faktor-faktor yang mempengaruhi minat, pengertian tes penjurusan, macam-macam tes , bentuk-bentuk tes, pengertian prestasi belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, pengaruh minat belajar dan tes penjurusan terhadap prestasi belajar siswa, kerangka pemikiran dan hipotesis.

8 Baca lebih lajut

PERAN HASIL TES PENJURUSAN STUDI TERHADAP PEMILIHAN JURUSAN PADA SISWA SMA

PERAN HASIL TES PENJURUSAN STUDI TERHADAP PEMILIHAN JURUSAN PADA SISWA SMA

Jurnal SPIRITS, Vol.5, No.1, November 2014. ISSN: 2087-7641 45 pada hakekatnya memiliki kedudukan yang sama sehingga tidak perlu terpengaruh dengan anggapan bahwa salah satu jurusan lebih baik daripada jurusan yang lain. Hal terpenting dalam memilih jurusan adalah kesesuaian antara potensi dan minat, sehingga tidak terjadi penyesalan di kemudian hari karena salah memilih jurusan. Hasil tes penjurusan dapat menjadi cermin untuk mengetahui potensi yang dimiliki serta karir yang diminati. Komunikasi dengan orang tua juga perlu dibangun, sehingga ada kesepahaman antara anak dengan orangtua dalam pemilihan jurusan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Evaluasi kualitas psikometrik pada tes penjurusan SMA pusat pelayanan tes dan konsultasi psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository

Evaluasi kualitas psikometrik pada tes penjurusan SMA pusat pelayanan tes dan konsultasi psikologi Universitas Sanata Dharma - USD Repository

Pusat Pelayan Tes dan Konsultasi Psikologi (P2TKP) Universitas Sanata Dharma memiliki rangkaian Differential Aptitude Test (DAT) yang diadaptasikan menjadi rangkaian tes penjurusan untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas psikometrik dari tes penjurusan. Tes penjurusan terdiri dari enam subtes yaitu Analogi Verbal ( Verbal Reasoning), Vokabuler (Language Usage), Kemampuan Numerik (Numerical Reasoning), Penalaran Mekanik (Mechanical Reasoning), Berpikir Abstrak (Abstract Reasoning), Hubungan Ruang (Space Relations). Evaluasi ini perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana alat tes ini memenuhi standar yang berlaku dan dapat terpercaya dalam menjalankan fungsinya. Penelitian ini menggunakan data dokumentasi sebanyak 204 siswa-siswi yang pernah memakai jasa P2TKP. Analisis kualitas item menggunakan taraf kesukaran item, korelasi item total dan efektifitas distraktor. Analisis Validitas menggunakan program Lisrel 8.80 untuk mengetahui tingkat validitas subtes penjurusan. Data dianalisis reliabilitasnya menggunakan formula alpha dalam SPSS 17.0. Peneliti juga memberikan acuan untuk memperbaharui norma dengan mengikuti aturan norma lama P2TKP. Hasil penelitian menyatakan bahwa setiap subtes penjurusan memilikiitem-item yang perlu direvisi untuk meningkatkan kualitas item dan reliabilitas tes. Koefisien reliabilitas yang didapat berkisar antara 0.641 sampai dengan 0.933. Validitas yang dihasilkan ke empat tes dikatakan baik karena item-item yang menyusun subtes tersebut dapat mengungkap suatu konstruk teori. Namun untuk subtes Penalaran Mekanik dan Tanggap Ruang ditemukan memiliki validitas yang kurang menyakinkan. Pembuatan norma dilakukan dengan menggunakan aturan yang berlaku di P2TKP. Peneliti membuat norma umum, norma untuk kelompok laki-laki dan norma untuk kelompok perempuan dengan 16 klasifikasi. Namun terdapat beberapa kelompok norma yang hanya memiliki 15 dan 14 klasifikasi saja.
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

Aplikasi Tes Potensi Akademik untuk penjurusan siswa SMA kelas X : studi kasus pusat pelayanan dan konsultasi Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Aplikasi Tes Potensi Akademik untuk penjurusan siswa SMA kelas X : studi kasus pusat pelayanan dan konsultasi Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Pada proses tes penjurusan saat ini, tes dan penghitungan masih dilakukan secara manual. Psikolog menghitung jumlah benar dari setiap soal, mencocokan norma kemudian menghitung menggunakan rumus yang akan menghasilkan grafik dan dapat ditarik kesimpulan. Jenis tes terdiri dari Tanggapan Ruang (TR), Berpikir Abstrak (BA), Penalaran Mekanik (PM), Kemampuan Numerik (KN), Berpikir Verbal Analogi (BVA), Perbendaharaan Kata (VOK). Cara manual dinilai kurang efisien karena memerlukan ketepatan dan waktu yang cukup lama untuk menghitung dan menyimpulkan hasil dari tes dari beberapa jenis tes.
Baca lebih lanjut

251 Baca lebih lajut

APLIKASI PENJURUSAN SISWA SESUAI BAKAT DAN MINAT DI SMA NEGERI 1 KARANGANYAR KABUPATEN DEMAK  Aplikasi Penjurusan Siswa Sesuai Bakat Dan Minat Di Sma Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Demak.

APLIKASI PENJURUSAN SISWA SESUAI BAKAT DAN MINAT DI SMA NEGERI 1 KARANGANYAR KABUPATEN DEMAK Aplikasi Penjurusan Siswa Sesuai Bakat Dan Minat Di Sma Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Demak.

Proses tes penjurusan saat ini masih dilakukan dengan cara manual yang di maksud manual yaitu siswa masih menggunakan kertas untuk mengerjakan soal psikotes dan untuk mengetaui hasil tes tersebut cukup lama. Maka dari itu dibuatlah sistem aplikasi tes penjurusan untuk SMA ini diharapkan dapat membantu siswa dan pihak sekolah dalam menentukan jurusan dengan waktu yang lebih singkat.

14 Baca lebih lajut

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENJURUSAN SMA MENGGUNAKAN METODE AHP.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENJURUSAN SMA MENGGUNAKAN METODE AHP.

Penelitian ini dirancang dan dikembangkan dengan metode deskriptif analitik dengan menyajikan rangkuman hasil survey dan wawancara yang berupa kuisioner. Dengan metode ini akan digambarkan kondisi saat ini serta akan dilakukan analisis penjurusan SMA. Selanjutnya dilakukan pencarian data sekunder yang ada di lapangan melalui berbagai media seperti internet, buku literature, jurnal, dan artikel sehingga didapatkan informasi yang akurat mengenai penjurusan SMA. Selain itu juga dilakukan identifikasi system dengan mempertimbangkan variable-variabel pendukung penerapan hasil keputusan dengan cara melakukan wawancara dan pemberian kuesioner kepada pakar. Hal ini merupakan tahapan yang penting karena model yang dibuat harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS DISKRIMINAN PADA PENJURUSAN SISWA MAN 2 MODEL MEDAN.

ANALISIS DISKRIMINAN PADA PENJURUSAN SISWA MAN 2 MODEL MEDAN.

Analisis diskriminan adalah metode statistika yang digunakan untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan sejumlah objek ke dalam beberapa kelompok, berdasarkan beberapa variabel terikat, sedemikian sehingga setiap objek menjadi anggota dari salah satu kelompok dan tidak ada objek yang menjadi anggota lebih dari satu kelompok. Tujuan dari penulisan ini adalah menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penjurusan siswa serta mengetahui tingkat keakuratan metode.

12 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Informasi Penjurusan Siswa SMA Pasundan Rancaekek

Perancangan Sistem Informasi Penjurusan Siswa SMA Pasundan Rancaekek

Perancangan Sistem Informasi Penjurusan siswa di rancang untuk memudahkan siswa dan panitia penerimaan siswa baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa baru kelas X terhadap pilihan jurusan yang di inginkan, supaya hasil belajar yang dihasilkan nilainya benar-benar sesuai dengan kompetensi masing-masing siswa. Penelitian ini guna untuk memudahkan panitia penerimaan siswa baru dalam mendata akan masuk kelas apa siswa tersebut, selama ini penjurusan siswa masih diolah secara manual dalam bentuk hardcopy. Maka dari itu, diperlukan adanya sebuah sistem informasi untuk membantu menentukan di jurusan apa siswa tersebut terpilih.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

TES PSIKOLOGI Tes Inteligensi dan Tes Ba

TES PSIKOLOGI Tes Inteligensi dan Tes Ba

Serangan terhadap testing kerapkali gagal membedakan antara sumbangan yang positif dari testing terhadap keadilan (kejujuran) dalam pengambilan keputusan serta penyalahgunaan tes sebagai jalan pintas untuk keputusan yang dipertimbangkan secara cermat. Memandang testing dalam konteks sosialnya, Committe on Ability Testing mendesak agar tes dipandang bukan sebagai obat mujarab atau sebagai kambing hitam bagi masalah-masalah masyarakat dan agar sasaran-sasaran masyarakat untuk meningkatkan kesempatan bagi anggota kelompok minoritas yang bersangkutan seharusnya tidak dicampuradukan dengan validitas proses testing, dalam per- nya taan yang penting, komisi menyatakan, ”Usaha untuk mencari masyarakat yang lebih pantas telah menempatkan kemampuan tes- ting pada pusat kontroversi dan memberi reputasi yang berlebihan untuk yang buruk dan yang baik”. Kenyataan ini masih berlaku dan dalam konteks kurangnnya alternatif yang tepat akan terus berlaku untuk wilayah yang cukup lama
Baca lebih lanjut

177 Baca lebih lajut

TES PSIKOLOGIS TES KRAEPELIN

TES PSIKOLOGIS TES KRAEPELIN

6. Sebagai latihan, marilah kita kerjakan contoh yang terdiri dari dua lajur angka yang terdapat pada lembaran tes. Kita mulai dari lajur paling kiri. Mulai dari bawah, jumlahkan tiap angka dengan angka di atasnya. “Ya. Mulai !” (setelah 30 detik beri tanda ketukan). :stop! Pindah kolom berikutnya!”

21 Baca lebih lajut

Pelaksanaan penjurusan mahasiswa Di program studi pendidikan ekonomi Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas sebelas maret surakarta Tahun ajaran 2009 2010

Pelaksanaan penjurusan mahasiswa Di program studi pendidikan ekonomi Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas sebelas maret surakarta Tahun ajaran 2009 2010

prasyarat untuk mengampu beberapa kelas. (2) Ketidakseimbangan peminat antar masing-masing BKK. Upaya yang dilakukan pihak panitia untuk mengatasi hambatan ini adalah dengan menetapkan toleransi perbedaan jumlah mahasiswa antar BKK sebesar 10%. Hambatan yang datang dari pihak mahasiswa, antara lain : (1) Ketidakmampuan dalam menentukan pilihan berdasarkan minat. Upaya yang dilakukan pihak panitia untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memberikan sosialisasi kepada mahasiswa bahwa memilih bidang keahlian khusus harus sesuai minat dan hati nurani. (2) Adanya rasa tidak puas mahasiswa terhadap hasil penjurusan. Upaya yang dilakukan pihak panitia untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan tetap melihat nilai apakah mahasiswa tersebut memenuhi persyaratan untuk memindahkannya ke BKK yang diminati dan panitia melakukan pendekatan serta pengarahan secara khusus kepada mahasiswa tersebut.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

TES PSIKOLOGIS TES EPPS

TES PSIKOLOGIS TES EPPS

INTRACEPTION Int/Intrasepsi  Menganalisis motif dan perasaan sendiri, mengamati orang lain untuk memahami bagaimana perasaan orang lain, menempatkan diri di tempat orang lain, menil[r]

24 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN 3 METODE DALAM DATA MINING UNTUK PENJURUSAN SISWA DI SMA N 3 BOYOLALI  Perbandingan 3 Metode Dalam Data Mining Untuk Penjurusan Siswa Di Sma N 3 Boyolali.

PERBANDINGAN 3 METODE DALAM DATA MINING UNTUK PENJURUSAN SISWA DI SMA N 3 BOYOLALI Perbandingan 3 Metode Dalam Data Mining Untuk Penjurusan Siswa Di Sma N 3 Boyolali.

SMA N 3 Boyolali merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas di kota Boyolali yang terdapat 2 jurusan yaitu IPA dan IPS. Penjurusan siswa ini mengarahkan peserta didik agar lebih focus mengembangkan kemampuan dan minat yang dimiliki. Jurusan yang tidak tepat bisa sangat merugikan siswa dan masa depannya. Dengan penjurusan tersebut diharapkan dapat memaksimalkan potensi, bakat atau talenta individu, sehingga juga akan memaksimalkan nilai akademisnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara menerapkan proses data mining.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbandingan 3 Metode Dalam Data Mining Untuk Penjurusan Siswa Di Sma N 3 Boyolali.

PENDAHULUAN Perbandingan 3 Metode Dalam Data Mining Untuk Penjurusan Siswa Di Sma N 3 Boyolali.

Sepanjang perkembangan Pendidikan formal di Indonesia teramati bahwa penjurusan di SMA telah dilaksanakan sejak awal tahun 1945 sampai sekarang, yang dipilah menjadi Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa. Pergantian kurikulum dari tahun ke tahun, mulai dari kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, 1994, sampai dengan kurikulum 2013, tetap memberlakukan penjurusan sebagai bagian integral untuk mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan kemampuan. (Lasan,2009)

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Orientasi Minat Kejuruan Pada Siswa SMA.

PENDAHULUAN Orientasi Minat Kejuruan Pada Siswa SMA.

Apabila siswa mengalami kesalahan dalam penjurusan maka prestasi belajar siswa akan rendah dan menyebabkan terjadinya kegamangan dalam aktualisasi diri. Siswa tidak mengerti alasan pemilihan jurusan tersebut, hendak kemana setelah tamat sekolah dan apa cita- citanya (Wicaksono, 2009). Penjurusan siswa di sekolah menengah tidak saja ditentukan oleh kemampuan akademik tetapi juga harus didukung oleh faktor minat, karena karakteristik suatu ilmu menuntut karakteristik yang sama dari orang yang mempelajarinya.

9 Baca lebih lajut

7. tes klasikal&tes individual

7. tes klasikal&tes individual

1 Menguasai administrasi tes instruksi, pencatatan hasil/ jawaban, inquiry terhadap jawaban & skoring 2 Kemampuan membina hubungan yg baik good rapport dari mulai awal tes, pelaksanaa[r]

17 Baca lebih lajut

TES 1 Tes Pengetahuan Umum

TES 1 Tes Pengetahuan Umum

Cara mendapatkannya adalah dengan menggulingkannya ke kiri satu kali, sehingga dasarkubus yang tadinya tidak terlihat memunculkan tanda baru dalam hal ini dua segi empat hitam dan tanda [r]

15 Baca lebih lajut

instrumen tes instrumen tes matematika

instrumen tes instrumen tes matematika

1. Soal (tes hasil belajar) ini di edarkan kepada anda dengan maksud untuk mendapatkan informasi sehubungan dengan uji coba instrumen hasil beljar matematika siswa sekolah menengah pertama (SMP) dalam pelaksanaan kurikulum 2013.

21 Baca lebih lajut

Show all 8689 documents...