Tes Tuberkulin

Top PDF Tes Tuberkulin:

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Limfadenitis TB (Tuberkulosis) merupakan TB ekstraparu yang paling sering ditemukan. Standar baku emas untuk mendiagnosis limfadenitis TB adalah dengan pemeriksaan sitologi. Keterbatasan fasilitas dan jumlah patolog di daerah perifer membuat diagnosis penyakit ini sulit ditegakkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tes Tuberkulin sebagai substitusi pemeriksaan sitologi dalam mendiagnosis limfadenitis TB karena tes Tuberkulin tergolong efisien dan dapat dikerjakan oleh seluruh tenaga kesehatan.

2 Baca lebih lajut

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015 Chapter III VI

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015 Chapter III VI

Penelitian dilakukan dengan mengambil data sekunder, yaitu data yang dikategorikan dalam kasus pembesaran KGB anak-anak (0-19 tahun) dari 2012 sampai 2015. Jumlah kasus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah 27 kasus dan kasus yang termasuk limfadenitis TB berjumlah 22 kasus. Data yang diambil berupa usia, jenis kelamin, tahun kunjungan, dan hasil tes Tuberkulin.

14 Baca lebih lajut

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

memberikan reaksi positif pada orang yang terinfeksi TB, tetapi 25% pasien yang terinfeksi TB aktif akan mempunyai hasil tes Tuberkulin yang negatif. Jadi, bisa disimpulkan bahwa tes Tuberkulin yang negatif tidak selalu menandakan bahwa seorang pasien tidak mengidap penyakit TB. False positif juga dapat terjadi pada pasien yang terinfeksi Mycobacterium atipikal, pasien yang telah mendapatkan vaksinasi BCG, dan pasien yang sedang menjalani pengobatan Imunosupresan. 21,23

12 Baca lebih lajut

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diketahui rumusan masalah penelitian ini adalah : “ Apakah terdapat hubungan antara tes Tuberkulin dengan limfadenitis TB anak di RSUP HAM Medan tahun 2012-2015 dan bagaimanakah nilai uji diagnostik tes Tuberkulin dalam mendiagnosis limfadenitis TB ?”

3 Baca lebih lajut

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Dari total 27 sampel, didapatkan 22 pasien (81,4%) didiagnosis dengan limfadenitis TB dan 5 orang (18,6%) didiagnosis dengan pembesaran KGB (kelenjar getah bening) lainnya. Dari 22 pasien yang didiagnosis limfadenitis TB, 13 orang (59,1%) menunjukkan hasil tes Tuberkulin yang negatif dan 9 orang (40,9%) menunjukkan hasil tes Tuberkulin yang positif. Dari 5 pasien yang didiagnosis dengan pembesaran KGB lainnya, semua pasien menunjukan hasil tes Tuberkulin yang negatif. Hasil analisa data diperoleh nilai p=0,136 (p>0,05).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Gambaran Tes Tuberkulin Positif Pada Perawat Di Ruang Perawatan Kelas III Penyakit Dalam Di Salah Satu Rumah Sakit Swasta Di Bandung.

Gambaran Tes Tuberkulin Positif Pada Perawat Di Ruang Perawatan Kelas III Penyakit Dalam Di Salah Satu Rumah Sakit Swasta Di Bandung.

Tes tuberkulin dilakukan dengan menyuntikan 0,1 cc Purified Protein Derivate (PPD) intrakutan. Tes tuberkulin hanya menyatakan apakah seseorang individu sedang atau pernah mengalami infeksi Mycobacterium tuberkulosis, Mycobacterium bovis, Mycobacteria pathogen lainnya atau pernah vaksinasi BCG. Dasar tes tuberkulin ini adalah reaksi alergi tipe lambat. Setelah 48-72 jam tuberkulin disuntikan, akan timbul reaksi berupa indurasi kemerahan yang terdiri dari infiltrat limfosit yakni reaksi antara antibodi dan antigen tuberkulin (Zulkifli Amin dan Asril Bahar, 2006).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Distribusi frekuensi kejadian limfadenitis TB berdasarkan jenis kelamin JenisKelamin * LimfadenitisTB Crosstabulation Count Limfadenitis TB Total Positif Negatif JenisKelamin Laki-La[r]

7 Baca lebih lajut

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Hubungan Tes Tuberkulin Dengan Pasien Limfadenitis Tuberkulosis Anak Di Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2012-2015

Diagnosis of Pediatric Mycobacterial Lymphadenitis Using Fine Needle Aspiration Biopsy.. Pediatr Infect Dis J[Internet].[r]

4 Baca lebih lajut

Utilization of Interferon Gamma Release Assay: Pitfalls and Various Factors Affecting Its Result.

Utilization of Interferon Gamma Release Assay: Pitfalls and Various Factors Affecting Its Result.

Sebelum tahun 2001, tes tuberkulin merupakan satu-satunya pemeriksaan imunologis yang tersedia untuk mengetahui infeksi Mycobacterium tuberculosis. Adanya reaksi silang antara derivat protein pada tes tuberkulin dengan vaksinasi BCG dan mikobakteri non tuberkulosis menyebabkan timbulnya hasil positif palsu dan rendahnya spesifisitas pada tes tuberkulin. Tes tuberkulin memiliki sensitivitas yang rendah pada individu dengan sistem imun yang kompromis seperti pasien HIV dan anak. Ditemukannya peran penting interferon gamma pada regulasi respon imun seluler pada infeksi M.tb diikuti berkembangnya pemeriksaaninterferon gamma release assays (IGRA) untuk mendeteksi infeksi M. Tb. IGRA mendeteksi adanya sensitisasi M. Tb dengan mengukur pelepasan IFN-γ sebagai respon terhadap antigen M. Tb. Antigen ESAT-6, CFP-10 dan TB7.7 yang digunakan pada IGRA tidak ditemukan pada BCG dan mikobakteria di lingkungan (kecuali M. Kansasi, M. Marinum, M. Flavescens dan M. Gastrii), sehingga spesifisitas pada IGRA lebih baik dibandingkan tes tuberkulin. Antigen-antigen ini merupakan target utama sel limfosit pada infeksi M. Tb. Terdapat 2 jenis IGRA yang tersedia secara komersial saat ini, yaitu IGRA yang dibaca secara ELISA (Quantiferron) dan secara spot (ELIspot).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Prevalensi Tb Laten Pada Petugas Kesehatan  Di Rsup H. Adam Malik

Prevalensi Tb Laten Pada Petugas Kesehatan Di Rsup H. Adam Malik

bekerja di bidang medis lebih dari 5 tahun merupakan faktor risiko mendapatkan infeksi TB laten. Pai dkk. 38 menyatakan usia dan lama bekerja merupakan faktor risiko yang bermakna secara statistik tetapi vaksinasi BCG dimasa lalu tidak berhubungan dengan reaksi positif tes tuberkulin. Menurut Bailey (1995) 42 usia > 35 tahun prevalensi tes tuberkulin positif berbeda bermakna dengan usia ≤ 35 tahun. Masih menjadi perdebatan apakah riwayat vaksinasi BCG semasa kecil mempunyai pengaruh terhadap reaktivitas tes tuberkulin, tetapi bukti menyatakan bahwa hanya 25% orang yang divaksinasi setelah umur 5 tahun akan terjadi reaktifitas dalam interval waktu 10 sampai 25 tahun dan hanya 8% orang yang divaksinasi BCG pada masa bayi akan terjadi reaktifitas. 41 Rata – rata usia pada penelitan ini adalah 37 tahun maka reaktifitas tes tuberkulin akibat vaksinasi BCG tampaknya sedikit berpengaruh. Dimasa datang pemeriksaan kadar interferon gamma dalam darah akan menjadi pilihan untuk mengurangi positif palsu yang disebabkan oleh vaksinasi BCG.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Perbandingan Hasil Uji Tuberkulin pada Anak Kontak TB Paru Dewasa dengan Kecacingan dan Tidak Kecacingan

Perbandingan Hasil Uji Tuberkulin pada Anak Kontak TB Paru Dewasa dengan Kecacingan dan Tidak Kecacingan

Faktor risiko terjadinya infeksi TB pada anak adalah tinggal serumah (kontak erat) dengan penderita TB basil tahan asam (BTA) positif, tinggal di daerah endemis, tempat penampungan umum (panti asuhan, penjara, atau panti perawatan lain), lingkungan dengan kebersihan dan sanitasi yang tidak baik, serta faktor kemiskinan. 13 Sumber infeksi TB pada anak yang terpenting adalah pajanan terhadap orang dewasa yang infeksius, terutama dengan BTA positif. Tidak semua anak yang telah terinfeksi akan mengalami sakit TB. Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan berkembangnya infeksi menjadi sakit TB, diantaranya adalah anak usia kurang dari 5 tahun risikonya lebih besar mengalami progresi infeksi menjadi sakit karena imunitas selulernya belum berkembang sempurna (imatur), infeksi baru yang ditandai adanya konversi uji tuberkulin (dari negatif menjadi positif) dalam satu tahun terakhir, malnutrisi, keadaan imunokompromais (infeksi HIV, keganasan, transplantasi organ, dan pengobatan yang menyebabkan imunosupresi), status sosioekonomi orang tua rendah, kepadatan hunian, pendidikan orang tua yang rendah, virulensi dan jumlah kuman yang menginfeksi. 15
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru Pada Anak Umur 0-14 Tahun Yang Dirawat Di Rsud Dr. Pirngadi Medan Tahun 2011-2015

Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru Pada Anak Umur 0-14 Tahun Yang Dirawat Di Rsud Dr. Pirngadi Medan Tahun 2011-2015

Pada saat terbentuknya kompleks primer, TB primer dinyatakan telah terjadi. Setelah terjadi kompleks primer, imunitas selular tubuh terhadap TB terbentuk, yang dapat diketahui dengan adanya hipersensitivitas terhadap tuberkuloprotein, yaitu uji tuberkulin positif. Selama masa inkubasi, uji tuberkulin masih negatif. Pada sebagian besar individu dengan sistem imun yang berfungsi baik, pada saat sistem imun selular berkembang, proliferasi kuman TB terhenti. Akan tetapi, sejumlah kecil kuman TB dapat tetap hidup dalam granuloma. Bila imunitas selular telah terbentuk, kuman TB baru yang masuk ke dalam alveoli akan segera dimusnahkan oleh imunitas selular spesifik (cellular mediated immunity, CMI).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

TES PSIKOLOGIS TES EPPS

TES PSIKOLOGIS TES EPPS

INTRACEPTION Int/Intrasepsi  Menganalisis motif dan perasaan sendiri, mengamati orang lain untuk memahami bagaimana perasaan orang lain, menempatkan diri di tempat orang lain, menil[r]

24 Baca lebih lajut

TES PSIKOLOGIS TES KRAEPELIN

TES PSIKOLOGIS TES KRAEPELIN

6. Sebagai latihan, marilah kita kerjakan contoh yang terdiri dari dua lajur angka yang terdapat pada lembaran tes. Kita mulai dari lajur paling kiri. Mulai dari bawah, jumlahkan tiap angka dengan angka di atasnya. “Ya. Mulai !” (setelah 30 detik beri tanda ketukan). :stop! Pindah kolom berikutnya!”

21 Baca lebih lajut

Hubungan riwayat kontak tuberkulosis dengan hasil uji tuberkulin - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Hubungan riwayat kontak tuberkulosis dengan hasil uji tuberkulin - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mendeteksi TB adalah uji tuberkulin. Uji tuberkulin dilakukan dengan cara menyuntikkan PPD secara intradermal kemudian dilihat besar indurasi di kulit. Uji tuberkulin positif bila indurasi >10 mm. Uji tuberkulin menurun spesifisitasnya pada pasien dengan riwayat imunisasi BCG yang dapat meningkat reaksi hipersensitivitas terhadap tuberkulin dan menyebabkan hasil false positive.

22 Baca lebih lajut

GAMBARAN LIMFADENITIS TUBERKULOSIS PADA ANAK YANG DIDIAGNOSIS DENGAN FNAB DI BAGIAN PATOLOGI ANATOMI FK UNAND-RSUP DR.M. DJAMIL, PADANG.

GAMBARAN LIMFADENITIS TUBERKULOSIS PADA ANAK YANG DIDIAGNOSIS DENGAN FNAB DI BAGIAN PATOLOGI ANATOMI FK UNAND-RSUP DR.M. DJAMIL, PADANG.

Penelitian dilakukan pada bulan Juli - Agustus 2009, menggunakan data pada status pasien yang ada di bagian PA FK UNAND dan RSUP Dr. M. Djamil periode Januari sampai Desember 2008. Dari status tersebut ditelusuri riwayat penyakit pasien menggunakan data rekam medis di RSUP Dr. M. Djamil. Digunakan blanko isian sistem skoring yang ditetapkan Depkes untuk diagnosis klinis tuberkulosis guna pencatatan data pasien yang dibutuhkan. Sistem skoring meliputi delapan kriteria yaitu: data kemungkinan kontak dengan penderita tuberkulosis, hasil uji tuberkulin, keadaan gizi, riwayat demam tanpa sebab yang jelas, riwayat batuk, pembesaran kelenjar limfe, adanya pembengkakan tulang atau sendi, dan hasil foto Rontgen thoraks. Berdasarkan sistem skoring, anak didiagnosis TB jika jumlah skor ≥ 6 (skor ma ksimal 13). Pasien yang mempunyai data yang tidak lengkap menurut sistem skoring dikeluarkan dari sampel penelitian.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

instrumen tes instrumen tes matematika

instrumen tes instrumen tes matematika

1. Soal (tes hasil belajar) ini di edarkan kepada anda dengan maksud untuk mendapatkan informasi sehubungan dengan uji coba instrumen hasil beljar matematika siswa sekolah menengah pertama (SMP) dalam pelaksanaan kurikulum 2013.

21 Baca lebih lajut

7. tes klasikal&tes individual

7. tes klasikal&tes individual

1 Menguasai administrasi tes instruksi, pencatatan hasil/ jawaban, inquiry terhadap jawaban & skoring 2 Kemampuan membina hubungan yg baik good rapport dari mulai awal tes, pelaksanaa[r]

17 Baca lebih lajut

TES 1 Tes Pengetahuan Umum

TES 1 Tes Pengetahuan Umum

Cara mendapatkannya adalah dengan menggulingkannya ke kiri satu kali, sehingga dasarkubus yang tadinya tidak terlihat memunculkan tanda baru dalam hal ini dua segi empat hitam dan tanda [r]

15 Baca lebih lajut

Show all 8605 documents...