Tingkat Depresi

Top PDF Tingkat Depresi:

 HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS  HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA YANG TINGGAL DI LINGKUNGAN KOS.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA YANG TINGGAL DI LINGKUNGAN KOS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat religiusitas mahasiswi UMS yang tinggal di lingkungan kos sebagian besar adalah tinggi, (2) tingkat depresi mahasiswi mahasiswi UMS yang tinggal di lingkungan kos sebagian besar adalah depresi ringan, dan (3) semakin tinggi tingkat religiusitas maka semakin rendah tingkat depresi pada mahasiswi UMS yang tinggal di lingkungan kos

18 Baca lebih lajut

Hubungan antara Gejala Positif dan Negatif Skizofrenia dengan Tingkat Depresi pada Caregiver Pasien Skizofrenia (The Correlation between Schizophrenia Positive and Negative Symptoms and Depression Level of Schizophrenia Caregiver)

Hubungan antara Gejala Positif dan Negatif Skizofrenia dengan Tingkat Depresi pada Caregiver Pasien Skizofrenia (The Correlation between Schizophrenia Positive and Negative Symptoms and Depression Level of Schizophrenia Caregiver)

Distribusi tingkat depresi menurut tingkat pendidikanmenunjukkan bahwa responden dengan tingkat pendidikan SMA mengalami depresi sebesar 43,4%. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa tingkat pendidikan berhubungan dengan depresi, yaitu gangguan depresi lebih sering terjadi pada orang yang berpendidikan rendah yang mana didapatkan pada penelitian ini, pada depresi berat paling banyak didapatkan pada responden dengan tingkat pendidikan SMP 16,7%, sedangkan depresi sedang didapatkan pada tingkat pendidikan SMA sebesar 23,3%. Penelitian tersebut mengasumsikan, hal ini dapat terjadi karena jumlah responden dengan tingkat pendidikan SMP yang kurang representatif, sehingga tidak dapat dilihat perbedaan tingkat stres yang signifikan antara responden tingkat pendidikan SMP dan SMA.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Tingkat Depresi Pada Pasien Kanker Serviks Di RSUP H. Adam Malik  Medan Tahun 2009

Tingkat Depresi Pada Pasien Kanker Serviks Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2009

Berdasarkan umur, responden yang paling banyak mengalami depresi baik ringan, sedang, dan berat berusia antara 40-49 tahun (Tabel 5.10). Hal ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian Aldiansyah (2008), dimana karakteristik pasien serta depresi sedang dan berat yang terbanyak pada kelompok usia lebih dari 40 tahun. Hal yang sama juga terjadi pada distribusi menurut tingkat pendidikan dimana tingkat depresi ringan, berat dan tidak depresi didominasi oleh pendidikan SD, dan hanya depresi sedang yang didominasi oleh pendidikan SMP dan SMA (Tabel 5.14). Hasil ini tidak jauh berbeda dengan penelitian terdahulu dimana pendidikan terbanyak adalah SD. Berdasarkan stadium, mayoritas responden dan responden yang paling banyak mengalami depresi ringan berada pada stadium IIb, sedangkan yang tidak mengalami depresi paling banyak berada pada stadium IIIb (Tabel 5.17). Hal ini sedikit berbeda dengan penelitian terdahulu dimana mayoritas responden yang mengalami depresi sedang dan berat berada pada stadium IIIb.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PERAWATAN LANSIA DENGAN TINGKAT DEPRESI LANSIA DI DESA PADASUKA KECAMATAN LUNYUK

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PERAWATAN LANSIA DENGAN TINGKAT DEPRESI LANSIA DI DESA PADASUKA KECAMATAN LUNYUK

Lanjut usia merupakan proses menua pada manusia yang tidak dapat dihindarkan. Salah satu tanda penurunan fungsi tubuh untuk beradaptasi dengan stress lingkungan dan merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan manusia, sering ditandai dengan kondisi kehidupan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini merupakan beban berat bagi lansia yang dapat menimbulkan depresi (Depsos 2006). Stress sangat rentan terjadi pada lanjut usia karena faktor kehilangan, penurunan kesehatan fisik, dan kurangnya pengetahuan keluarga. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang perawatan lansia, akan mempengaruhi koping pada lansia tidak adekuat. Koping yang tidak adekuat dalam mengahadapi masalah, akan menyebabkan krisis yang bertumpuk dan berkepanjangan yang akhirnya dapat menimbulkan depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan tingkat depresi lansia
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan Lamanya Hemodialisis dengan Tingkat Depresi pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis

Hubungan Lamanya Hemodialisis dengan Tingkat Depresi pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis

Depresi adalah komplikasi psikologi yang paling sering terjadi pada hemodialisis dan berhubungan dengan perubahan kualitas hidup. Semakin bertambah umur pasien hemodialisis, tingkat depresi juga semakin meningkat dan kualitas hidup pasien menurun. Depresi pada hemodialisis disebabkan oleh perubahan gaya hidup, ketergantungan akan hemodialisis, kehilangan pekerjaan dan posisi sosial, penurunan status keuangan, perubahan pola makan, disfungsi seksual, dan kecemasan akan kematian. Depresi dapat menurunkan kualitas hidup dan dapat menimbulkan keinginan untuk bunuh diri (Cengic dan Resic, 2010).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN USAHA KESEHATAN JIWA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT DEPRESI SISWA SMP KELAS IX DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL DI KECAMATAN GAMPING NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Pemberian Usaha Kesehatan Jiwa Sekolah terhadap Tingkat Depresi Siswa SMP Kelas IX

PENGARUH PEMBERIAN USAHA KESEHATAN JIWA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT DEPRESI SISWA SMP KELAS IX DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL DI KECAMATAN GAMPING NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Pemberian Usaha Kesehatan Jiwa Sekolah terhadap Tingkat Depresi Siswa SMP Kelas IX

Pada tabel 4.4 menunjukkan setelah dilakukan intervensi UKJS didapatkan nilai rata-rata sebelum pemberian UKJS pada kelompok intervensi sebesar 13.98 dan setelahnya menjadi 10.06, ini menunujukkan penurunan nilai sebesar 3.92. Sehingga ini menunjukkan bahwa diberikannya UKJS dapat membantu menurunkan skor tingkat depresi siswa SMP kelas IX. Jika dilihat dari perubahan tingkat depresi dan nilai rerata perolehan skor depresi pada posttest, hal ini terjadi karena pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pemberian UKJS. Menurut penelitian Goldney et al. (2002) dalam studi awalnya pada tahun 1998, bahwa pendidikan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat dalam masa pertumbuhan di Australia dan perkiraan terjadi peningkatan kesadaran kesehatan mental dari waktu ke waktu dengan harapan bahwa secara khusus dapat mempengaruhi perilaku untuk mencari bantuan bagi orang-orang yang depresi dan bunuh diri. Sehingga sadar akan kesehatan mental pada orang-orang yang depresi dan bunuh diri, lebih siap dari gejala depresi dan akan segera mencari bantuan (Chamberlain, 2012).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA PONGGALAN UMBULHARJO YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Terhadap Penurunan Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Wr

PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA PONGGALAN UMBULHARJO YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Terhadap Penurunan Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Wr

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pretest-post test one group design tanpa kelompok pembanding atau kontrol, sebelum dilakukan perlakuan peneliti melakukan observasi pertama (pretest) untuk mengetahui tingkat depresi sehingga memungkinkan peneliti mengetahui perbedaan tingkat depresi lansia setelah dilakukan post test. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional yaitu suatu metode pengambilan data yang dilaksanakan pada suatu waktu yang sama dengan subjek yang berbeda, metode ini bertujuan agar diperoleh data yang lengkap dalam waktu yang relatif cepat (Arikunto, 2006).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Gambaran Tingkat Depresi pada Lansia di Unit Pelayanan Terpadu Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita wilayah Binjai dan Medan

Gambaran Tingkat Depresi pada Lansia di Unit Pelayanan Terpadu Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Anak Balita wilayah Binjai dan Medan

Angka usia harapan hidup semakin tinggi dalam beberapa tahun terakhir, kemungkinan akan terjadi peningkatan lansia yang akan semakin besar. Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang sering ditemui pada lanjut usia (lansia). Depresi merupakan masa terganggunya fungsi perasaan pada manusia yang sedih dan murung dan disertai dengan beberapa gejala. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat depresi pada lansia di Unit Pelayanan Terpadu Pelayanan Sosial Lajut Usia dan Anak Balita wilayah Binjai dan Medan. Design yang digunakan adalah deskriptif. Metode pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah Geriatric Depression Scale (GDS) dengan 15-item. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia yang tidak mengalami depresi 35% (43 orang) dan yang mengalami depresi 65% (70 orang). Dilihat dari tingkatannya ditemukan yaitu depresi normal 35% (43 orang), ringan 30,9% (38 orang), sedang 25,2% (31 orang) dan depresi berat 8,9% (11 orang). Hasil penelitian menyarankan agar pihak panti memberikan bekal ilmu kapada para petugas dipanti untuk menangani depresi lansia dipanti.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Hubungan Inkontinensia Urin dengan Tingkat Depresi pada Usia Lanjut di Yayasan Guna Budi Bakti Medan Chapter III VI

Hubungan Inkontinensia Urin dengan Tingkat Depresi pada Usia Lanjut di Yayasan Guna Budi Bakti Medan Chapter III VI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden paling banyak mengalami tingkat depresi sedang. Dalam tingkat kejadian depresi sedang, inkontinensia urin yang paling banyak terjadi pada responden adalah inkontinensia urin rendah. Hal ini terjadi karena di Yayasan Guna Budi Bakti Medan usia lanjut dilakukan pemeriksaan kesehatan yang terjadwal. Pelayanan kesehatan yang baik dapat membuat rendahnya tingkat kejadian inkontinensia pada usia lanjut. Berdasarkan penelitian, terdapat responden yang mengalami inkontinensia urin tetapi tidak mengalami depresi. Hal ini dapat dijelaskan bahwa usia lanjut masih memiliki koping dan pengetahuan yang cukup baik untuk dirinya. Sehingga disaat usia bertambah dan terjadi perubahan pada tubuhnya, usia lanjut dapat memahami keadaannya bahwa proses yang terjadi adalah normal pada pertumbuhan yang dialami sesuai dengan peningkatan usia. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme koping juga turut berpengaruh terhadap tingkat kejadian depresi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan antara Tingkat Depresi dengan K

Hubungan antara Tingkat Depresi dengan K

Depresi adalah salah satu gangguan psikologis yang sering ditemui pada pasien hemodialisis kronik dan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dan kualitas hidup pada pasien hemodialisis kronik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dalam bentuk cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien hemodialisis kronik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel berjumlah 72 orang yang diambil melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Data tingkat depresi didapatkan melalui hasil wawancara dengan kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Data kualitas hidup didapatkan melalui hasil wawancara dengan kuesioner Short Form-12 (SF-12). Data diolah menggunakan uji Chi Square, Spearman Rho dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang sangat kuat antara tingkat depresi dan kualitas hidup komponen fisik (p=0,000 dan r=-0,684) dan komponen mental (p=0,000 dan r=-0,589). Pada penelitian ini, tingkat depresi dan kualitas hidup memiliki korelasi negatif yang berarti semakin tinggi tingkat depresi maka akan diikuti dengan penurunan kualitas hidup. Ada korelasi negatif antara tingkat depresi dan kualitas hidup pada pasien hemodialisis kronik.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Gambaran Tingkat Depresi pada Pasien Kanker Paru yang menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2015

Gambaran Tingkat Depresi pada Pasien Kanker Paru yang menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2015

Saya Kristian Gerry Raymond Sinarta Bangun yang sedang menjalani pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Saya mengadakan penelitian dengan judul ‘Gambaran Tingkat Depresi pada Pasien Kanker Paru yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2015’. Saya mengikutsertakan Bapak/Ibu dalam penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan daripada kemoterapi kanker paru dengan tingkat depresi pada pasien kanker paru. Manfaat dari penelitian ini adalah memberi pengetahuan kepada Bapak/Ibu bahwa adanya hubungan antara kemoterapi kanker paru dengan tingkat depresi serta membantu Institusi dalam mencanangkan pengobatan yang mengikutsertakan depresi sebagai salah satu efek daripada kemoterapi.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

HUBUNGAN FAKTOR PSIKOLOGIS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SD NEGERI 3 SEDAYU BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN FAKTOR PSIKOLOGIS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA ANAK USIA 10 - 12 TAHUN DI SD NEGERI 3 SEDAYU BANTUL YOGYAKARTA

HUBUNGAN FAKTOR PSIKOLOGIS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SD NEGERI 3 SEDAYU BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN FAKTOR PSIKOLOGIS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA ANAK USIA 10 - 12 TAHUN DI SD NEGERI 3 SEDAYU BANTUL YOGYAKARTA

tingkat depresi ringan. Sedangkan nilai untuk kondisi tingkat depresi yang berat dengan faktor psikologis yang buruk hanya 2 responden (6,45%), hal ini ditandai dengan kurangnya perhatian dari orang tua, tidak ada waktu yang diluangkan oleh orang tua karena kesibukan, sikap orang tua yang otoriter kepada anaknya, dan pola asuh orang tua yang salah dengan suatu kondisi anak pernah memiliki gagasan untuk melakukan bunuh diri.

23 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Tingkat Kehilangan dengan Tingkat Depresi pada Pengungsi Merapi dari Kecamatan Cangkringan di Pengungsian Sleman Yogyakarta - DIGILIB UNISAYOGYA

Hubungan Antara Tingkat Kehilangan dengan Tingkat Depresi pada Pengungsi Merapi dari Kecamatan Cangkringan di Pengungsian Sleman Yogyakarta - DIGILIB UNISAYOGYA

Melihat dari hasil penelitian yaitu ada hubungan antara kehilangan dengan tingkat depresi pada pengungsi, diharapkan dari pihak kesehatan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan. Pemerikasaan yang dilakukan tidak hanya pemeriksaan fisik tetapi juga pemeriksaan psikis yang dilakukan minimal dua kali sebulan guna mengetahui tingkat depresi pengungsi. 3. Bagi pengungsi Merapi

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER

Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 34 responden. Pada penelitian ini dinilai tingkat depresi dan kualitas hidup pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSD dr. Soebandi jember. Akan tetapi, empat responden harus dieksklusikan karena dua responden diantaranya mengalami ketidakmampuan berbicara, sedangkan dua responden lainnya memiliki skor HDRS kurang dari delapan belas yang berarti tidak depresi, sehingga jumlah sampel inklusi dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel. Selanjutnya, dari hasil tingkat depresi dan kualitas hidup tersebut akan dilakukan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidupnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

66 PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI UPTD GRIYA WREDA SURABAYA

66 PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI UPTD GRIYA WREDA SURABAYA

Abstrak: Pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada lansia di panti UPTD Griya Wreda Surabaya. Salah satu masalah psikologis yang dialami para lansia adalah rentan terhadap terjadinya depresi, namun hal ini dapat dicegah dengan terapi tertawa. Tetapi pada kenyataannya masih terdapat lansia yang terlihat sedih, murung, menyendiri, ada berbagai macam penyebab misalnya tidak pernah dijenguk, memikirkan anak dan keluarganya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada lansia di UPTD Panti Griya Wreda Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan Pra Experiment dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design, populasi seluruh lansia yang mulai berusia 60-69 tahun sebesar 30 orang, sampel sebagian lansia sebesar 28 diambil dengan metode simple random sampling. Variabel independen terapi tertawa, variabel dependen adalah tingkat depresi. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner dan SOP. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan terapi tertawa hampir setengahnya 35,7% mengalami depresi sedang dan setelah diberikan terapi didapatkan hampir setengah dari responden 35,7% normal/tidak depresi. Hasil uji wilcoxon pada terapi tertawa didapatkan nilai ρ = 0,000 dan nilai α = 0,05 berarti ρ < α maka H 0 ditolak,
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN KAN

GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN KAN

Sebuah instrument yang digunakan untuk menilai manifestasi tingkat keparahan depresi adalah Beck Depression Inventory (BDI) yang merupakan sebuah kuisioner yang digunakan untuk mempelajari psikologi dan psikiatri klinis. Instrument tersebut juga valid menjadi standar untuk pasien non psikiatris termasuk pasien kanker.

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT DEPRESI POSTPARTUM PADA PRIMIPARA  Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Depresi Postpartum Pada Primipara Di Rsud Banjarsari.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT DEPRESI POSTPARTUM PADA PRIMIPARA Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Depresi Postpartum Pada Primipara Di Rsud Banjarsari.

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis berhasil menyelesaikan skripsi yang berjudul : Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Depresi Postpartum Pada Primipara Di RSUD Banjarsari. Adapun skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan studi pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

12 Baca lebih lajut

TINGKAT DEPRESI NARAPIDANA WANITA PENGHUNI RUTAN MEDAENG SURABAYA

TINGKAT DEPRESI NARAPIDANA WANITA PENGHUNI RUTAN MEDAENG SURABAYA

Menurut WHO (World Health Organization) dalam penelitian Irawan (2013) depresi merupakan suatu gangguan mental umum yang ditandai dengan mood tertekan, kehilangan kesenangan atau minat, perasaan bersalah atau harga diri rendah, gangguan makan atau tidur, kurang energi, dan konsentrasi yang rendah. Masalah ini dapat akut atau kronik dan menyebabkan gangguan kemampuan individu untuk beraktivitas sehari- hari. Menurut Kartono dan Gulo (Setiawan dan Sukamto, 2000) mendefinisikan depresi sebagai keadaan patah hati atau putus asa yang disertai dengan melemahnya kepekaan terhadap stimulus tertentu, pengurangan aktivitas fisik ataupun mental dan kesukaran dalam berpikir.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI STATUS PSIKOLOGIS SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN MODEL REHABILITASI KLIEN HIV/AIDS BERBASIS KOMUNITAS

IDENTIFIKASI STATUS PSIKOLOGIS SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN MODEL REHABILITASI KLIEN HIV/AIDS BERBASIS KOMUNITAS

Penilaian dukungan keluarga dilakukan dengan menggunakan kuesioner penelitian Darwin (2014) yang terdiri dari 20 item pertanyaan dengan pilihan jawaban tidak pernah, kadang-kadang, sering, dan selalu. Dukungan keluarga dikatakan kurang jika skor < mean dan dikatakan baik jika skor >= mean. Pengukuran depresi dilakukan dengan menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI) II yang digunakan pada penelitian Darwin (2014) dan Widyarsono (2013). Kuesioner terdiri dari 21 pertanyaan dengan empat pilihan jawaban yang menggambarkan tingkat intensitas gejala yaitu 0 = tidak ada gejala; 1 = ada gejala ringan; 2 = ada gejala sedang, dan 3 = ada gejala berat. Nilai total berkisar antara 0-63. Tingkat depresi dikategorikan normal/ minimal jika nilai 0-13, depresi ringan jika nilai 14- 19, depresi sedang jika nilai 20-28, dan depresi berat jika nilai 29-63. Kualitas hidup dikaji dengan kuesioner WHO QOL-BREF yang terdiri dari 4 do- main yaitu kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Rentang nilai untuk domain fisik dan psikis adalah 0-24. Rentang nilai untuk do- main hubungan sosial adalah 0-16, dan rentang nilai untuk domain lingkungan adalah 0-32. Rentang nilai total untuk seluruh domain adalah 0-96. Analisa data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk persentase untuk variabel dukungan keluarga, tingkat depresi, dan karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, dan status tinggal. Variabel usia dan durasi sakit disajikan dalam bentuk rerata. Variabel kualitas hidup disajikan dalam bentuk persentase dan rerata.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PELATIHAN BERPIKIR POSITIF TERHADAP DEPRESI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS ipi345742

PENGARUH PELATIHAN BERPIKIR POSITIF TERHADAP DEPRESI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS ipi345742

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa ada pengaruh pelatihan berpikir positif terhadap depresi dapat diterima. Hal ini dibuktikan dari tingkat depresi pada subjek 1 dan 2 pada saat baseline kedua lebih rendah daripada tingkat depresi pada saat baseline awal, sehingga membuktikan bahwa pelatihan berpikir positif berpengaruh dalam menurunkan tingkat depresi yang dalam penelitian ini dikhususkan pada penderita Diabetes Mellitus (DM).

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...