Tingkat Kecemasan Ibu

Top PDF Tingkat Kecemasan Ibu:

HUBUNGAN DUKUNGAN INFORMATIF BIDAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN KALA I DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA TAHUN 2010 NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN DUKUNGAN INFORMATIF BIDAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN KALA I DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAK

HUBUNGAN DUKUNGAN INFORMATIF BIDAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN KALA I DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA TAHUN 2010 NASKAH PUBLIKASI - HUBUNGAN DUKUNGAN INFORMATIF BIDAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN KALA I DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAK

Berdasarkan hasil analisis dengan Product Moment dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0.416 antara dukungan informatif Bidan dengan tingkat kecemasan ibu bersalin di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta Tahun 2010 dengan nilai signifikansi 0.001. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki memiliki kecemasan ringan dengan dukungan baik sebanyak 28 responden (48.3%) sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik responden mendapatkan dukungan informatif dari Bidan maka tingkat kecemasan ibu bersalin akan semakin ringan. Hal tersebut menggambarkan bahwa kecemasan yang dialami oleh responden dipengaruhi oleh dukungan informatif yang diperoleh responden dari Bidan. Hal ini seperti diungkapkan oleh Brojonegoro, (2000) yang menyatakan bahwa pemberian dukungan informatif yang tepat oleh Bidan sangat dibutuhkan oleh ibu bersalin pada keadaan tersebut. Dukungan informatif yang diberikan oleh bidan diharapkan dapat meringankan dengan demikian dapat mengurangi pengaruh dari krisis dan stress yang dialami ibu bersalin.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRA

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRA

Data di RB Ngudi Saras Jaten Karang- anyar pada tahun 2011 ada 200 persalinan, 50 dirujuk (dengan diagnosa; Kala I Lama 5 %; Kala II Lama dan BBLR masing-masing 5 %; KPD dan Retensio Placenta masing- masing 8 %; perdarahan 4 %; presentase bo- kong, kejang dan as Þ ksia 3 %). Berdasarkan pengamatan penulis, hampir semua ibu yang akan melahirkan mengalami kecemasan baik tingkat ringan, sedang maupun berat. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui lebih la- njut perbedaan tingkat kecemasan ibu yang mengalami proses kehamilan yang pertama (primigravida) dengan tingkat kecemasan ibu yang mengalami proses kehamilan lebih dari satu kali (multigravida) dalam menghadapi proses persalinan kala I!.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Cover Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Terhadap Persalinan Di Klinik Raskita  2015

Cover Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Terhadap Persalinan Di Klinik Raskita 2015

Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan dapat dikategorikan sebanyak3 responden (9,7%) menalami keemasan ringan, 11 responden (35,5%) mengalami kecemasan sedang, dan sebanyak 17 responden (54,8%) mengalami kecemasan berat.

8 Baca lebih lajut

53 EFEKTIVITAS ENDORPHINE MASSAGE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN PRIMIPARA

53 EFEKTIVITAS ENDORPHINE MASSAGE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN PRIMIPARA

ABSTRAK: EFEKTIVITAS ENDORPHINE MASSAGE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN PRIMIPARA. Teknik massage membantu ibu merasa lebih segar, rileks, dan nyaman selama persalinan. Hal itu terjadi karena massage merangsang tubuh melepaskan senyawa endorphine yang merupakan pereda sakit alami. Endhorphine juga dapat menciptakan perasaan nyaman dan enak sehingga mengurangi kecemasan yang ibu rasakan. Dari wawancara yang dilakukan kepada 10 ibu bersalin didapatkan 6 ibu hamil mengatakan merasa takut jika terjadi sesuatu pada bayinya, dan dari 7 ibu bersalin yang dilakukan massage mengatakan lebih siap dan tenang dalam menghadapi proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas endorphin massage terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin primiparaoleh keluarga. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 30 respoden, analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian: pelaksanaan endorphine massage dilakukan oleh keluarga masing-masing dilakukan dan tidak dilakukan sebanyak 15 responden (50%), sebagian besar tingkat kecemasa responden yang tidak dilakukan endorphine massage adalah sebanyak 7 responden (45,7%) dan sebagian besar tingkat kecemasan responden yang dilakukan endorphine massage adalah ringan sebanyak 7 responden (46,7%). Kesimpulan: responden dengan endorphine massage sebagian besar adalah ringan sedangkan responden tanpa endorphine massage sebagian besar adalah berat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN TERHADAP SKOR INDONESIAN VERSION OF PRENATAL ATTACHMENT INVENTORY (IPAI) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN TERHADAP SKOR INDONESIAN VERSION OF PRENATAL ATTACHMENT INVENTORY (IPAI) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA

Latar Belakang: Jika ibu sudah memiliki attachment yang baik atau pelekatan dengan bayi sudah menyatu, secara psikologis ada perubahan tingkah laku seperti ibu sudah mempersiapkan persalinan. Perilaku positif selama hamil yang dilakukan ibu Sedangkan salah satu faktor penyebab kecemasan yaitu kurangnya dukungan dari orang terdeket, ketidak pastian tempat bersalin, dana, transportasi dan usia ibu. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Persalinan terhadap Indonesian Skor Prenatal Attachment Inventory (IPAI) Pada Ibu Hamil Trimester III.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

View of EFEKTIFITAS SENAM HAMIL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER 2 DAN 3 DI DESA MARGALUYU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASEMEN

View of EFEKTIFITAS SENAM HAMIL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER 2 DAN 3 DI DESA MARGALUYU WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASEMEN

Senam hamil merupakan suatu gerakan yang disarankan untuk ibu hamil untuk mempersiapkan fisik, dan mental ibu hamil selama kehamilan dan meningkatkan kesehatan ibu hamil. Masalah kehamilan yang biasanya terjadi ialah kecemasan ibu hamil trimester 2 dan 3. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas senam hamil terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester 2 dan 3 di Desa Margaluyu Wilayah Kerja Puskesmas Kasemen. Jenis Penelitian menggunakan design quasi experiment pre post without control. Sampel yang digunakan 14 ibu hamil di ambil dengan menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Hasil uji t dependent diperoleh nilai signifikan p = 0.000. Kesimpulannnya menunjukkan bahwa ada pengaruh tingkat kecemasan sebelum dan setelah pemberian senam hamil. Sarannya untuk tenaga kesehatan dapat meningkatkan motivasi kepada ibu hamil tentang pentingnya senam hamil untuk kesehatan ibu hamil.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Hubungan antara Tingkat Kecemasan Ibu de

Hubungan antara Tingkat Kecemasan Ibu de

Proses persalinan selain dipengaruhi oleh faktor passage, passanger, power dan penolong, faktor psikis juga sangat menentukan keberhasilan persalinan. Di mana kecemasan atau ketegangan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang timbul karena dirasakan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan tapi sumbernya sebagian besar tidak diketahui dan berasal dari dalam (intra psikis) yang dapat mengakibatkan ketegangan pada otot-otot jalan lahir sehingga persalinan menjadi lama/ kala II memanjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan ibu dengan lama persalinan kala II di BPS Kabupaten Tuban. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analitik dengan desain penelitian kohort yaitu mengelompokkan atau mengklasifi kasikan kelompok terpapar, kemudian diamati sampai waktu tertentu untuk melihat ada tidaknya fenomena tersebut. Yang pengambilan sampelnya dilakukan secara konsekutif sampling, yaitu dilakukan sampai kurun waktu tertentu sampai semua sampel terpenuhi dengan memilih sample sesuai kriteria inklusi. Dengan menggunakan lembar observasi dan lembar kuesioner yang mengacu pada skala TMAS. Hasil penelitian dari 30 responden yang dilakukan pada bulan Mei–Juni 2011 didapatkan responden 50% memiliki tingkat kecemasan sedang dan 86,7% mengalami lama persalinan kala II cepat. Hasil uji Chi Square χ 2 hitung =
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Abstract Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Terhadap Persalinan Di Klinik Raskita  2015

Abstract Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Terhadap Persalinan Di Klinik Raskita 2015

Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dalam menghadapi persalinan dapat dikategorikan sebanyak3 responden (9,7%) menalami keemasan ringan, 11 responden (35,5%) mengalami kecemasan sedang, dan sebanyak 17 responden (54,8%) mengalami kecemasan berat.

2 Baca lebih lajut

TINGKAT KECEMASAN IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTIS USIA 6-7 TAHUN DI SEKOLAH LUAR BIASA SEMESTA MOJOKERTO

TINGKAT KECEMASAN IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTIS USIA 6-7 TAHUN DI SEKOLAH LUAR BIASA SEMESTA MOJOKERTO

Penelitian yang pernah dilakukan oleh Susirah Soetardjo (dalam Soenardi, 2007,) menyatakan bahwa 70% dari orang tua yang mempunyai anak yang menderita autisme mengatakan merasa cemas terhadap kesembuhan anak,. Sedangkan berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh penulis di Sekolah Luar Biasa Semesta Kota Mojokerto pada tanggal 02 April 2015 dengan jumlah sempel 5 orang tua dari anak autis usia 6-7 tahun diperoleh kesimpulan sementara yang menyatakan cemas berat sebesar 60% dan yang menyatakan cemas ringan sebesar 40%. Dampak dari kecemasan tersebut dapat mengakibatkan terlambatnya penanganan dini yang seharusnya dapat dilakukan oleh orang tua. Penanganan yang lambat pada anak yang mengalami autisme dapat mengakibatkan lamanya proses penyembuhan pada anak. Fenomena semakin meningkatnya jumlah prevalensi autisme maka,akan semakin banyak pula orang tua yang mengalami konflik batin dalam menerima keberadaan anaknya yang autis. Konflik ini dapat terjadi karena adanya kesenjangan, karena adanya keinginan dan harapan orang tua yang tidak terpenuhi untuk memiliki anak yang dapat dibanggakan dalam keluarga, sehingga dapat mempengaruhi penerimaan orang tua yang memiliki anak autis khususnya Ibu.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida dan Multigravida Menjelang Persalinan di Klinik Hj. Hamidah Nasution

Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida dan Multigravida Menjelang Persalinan di Klinik Hj. Hamidah Nasution

Menurut (PPDGJ–II, Rev. 1983) diperkirakan jumlah mereka yang menderita gangguan kecemasan baik akut maupun kronik mencapai 5 % dari jumlah penduduk, dengan perbandingan wanita dan pria 2 banding 1, diperkirakan 2% - 4% diantara penduduk dalam kehidupannya mengalami gangguan cemas (Hawari, 2006, Hlm. 63). Berdasarkan penelitian dari Iis Riawati Simamora dari beberapa rumah bersalin di medan tahun 2008 lebih dari 50 % ibu bersalin mengalami kecemasan dengan hasil penelitian pada ibu primigravida mengalami kecemasan sedang yaitu sebesar 65,6% dan multigravida kecemasan ringan 81,3%.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG MENOPAUSE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU MENGHADAPI MENOPAUSE DI PEDUKUHAN DAGARAN PALBAPANG BANTUL KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Penyuluhan tentang Menopause terhadap Tingkat Kecemasan Ibu

PENGARUH PENYULUHAN TENTANG MENOPAUSE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU MENGHADAPI MENOPAUSE DI PEDUKUHAN DAGARAN PALBAPANG BANTUL KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2015 NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Penyuluhan tentang Menopause terhadap Tingkat Kecemasan Ibu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sudah dilakukan pendidikan kesehatan mengenai menopause tetapi masih terdapat ibu yang mengalami tingkat kecemasan berat sebanyak 2 orang (6,1 %) dan tingkat kecemasan sedang sebanyak 7 orang (21,2 %). Menurut asumsi peneliti, hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan dari responden penelitian. Hal ini didukung oleh pendapat Nursalam (2010), tingkat kecemasan seseorang dipengaruhi oleh pendidikan, dimana makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin mudah seseorang tersebut dalam menerima informasi, sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya tingkat pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai yang diperkenalkan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Terhadap Persalinan Di Klinik Raskita SanbirejoTahun 2015

Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Terhadap Persalinan Di Klinik Raskita SanbirejoTahun 2015

Latar Belakang :Proses persalinan selain dipengaruhi oleh faktor jalan lahir (pasage), faktor janin (passanger) dan faktor kekuatan (power), faktor psikologis ibu hamil juga dapat mempengaruhi keberhasilan persalinan. Kecemasan adalah perasaan yang tidak jelas tentang keprihatinan dan khawatir karena ancaman pada sistem nilai atau pola keamanan seseorang.Kecemasan pada masa kehamilan sangat merugikan ibu hamil.Millennium Development Goal’s mencakup delapan tujuan salah satunya yaitu meningkatkan kesehatan ibu. Pernyataan tersebut terkait dengan Angka Kematian Ibu(AKI) menurut World Health Organization (WHO) di dunia mencapai 586.000jiwa setiap tahun(Ronald,2011). Dan salah satu penyebab meningkatnya angka kematian ibu adalah kecemasan dalam menghadapi persalinan.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Terhadap Persalinan Di Klinik Raskita SanbirejoTahun 2015

Tingkat Kecemasan Ibu Primigravida Terhadap Persalinan Di Klinik Raskita SanbirejoTahun 2015

Pengumpulan data dilakukan setelah peneliti menerima surat izin peneliti dari Program Pendidikan D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatra Utara dan telah mendapat izin dari Klinik Raskita Sambirejo Kabupaten Langkat. Setelah mendapat izin, peneliti melaksanakan pengumpulan data pada ibu primigravida sesuai criteria peneliti.Selanjutnya peneliti menjumpai responden dan menjelaskan tujuan dan manfaat penelitian. Peneliti meminta persetujuan responden untuk menjadi responden dengan menandatangani informed consent.Setelah itu, peneliti membagikan kuesioner kepada responden.Kemudian peneliti menghitung benar dan salah pada kuesioner yang telah diisi oleh responden.Setelah semua kuesioner diperiksa maka peneliti melakukan pengolahan dan analisa data.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

KUESIONER TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA Petunjuk

KUESIONER TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA Petunjuk

Saya mengharapkan partisipasi ibu dalam memberikan jawaban atas kuesioner ini sesuai dengan fakta ibu tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Saya akan menjamin kerahasiaan identitas dan jawaban ibu, informasi yang ibu berikan hanya akan digunakan untuk proses penelitian.

22 Baca lebih lajut

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingakat Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Persalinan Di Klinik Niar Medan Tahun 2015

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingakat Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Persalinan Di Klinik Niar Medan Tahun 2015

Metedologi penelitian: Desain penelitian ini menggunakan Deskriptif kolerasi. Penelitian ini dilakukan di klinik Niar Medan Tahun 2015 pada tanggal 10 April 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 responden menggunakan total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner terdiri dari 16 pernyataan dukungan dan 14 pertanyaan kecemasan HARS dengan skala Ordinal dan penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu dukungan keluarga dan tingkat kecemasan ibu. Analisa menggunakan bivariat dengan uji person chi square.

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN  ANTARA  TINGKAT  PENGETAHUAN  TENTANG MENOPAUSE DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI  Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Menopause Pada Ibu-Ibu Di Kelurahan Bulan Kecamatan Wonosari Kabupaten Kla

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENOPAUSE DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Menopause Pada Ibu-Ibu Di Kelurahan Bulan Kecamatan Wonosari Kabupaten Kla

Menopause merupakan hal alami yang terjadi pada setiap wanita. Sebagian orang beranggapan bahwa menopause merupakan hal yang menyenangkan, dan sebagian lagi menganggap bahwa menopause adalah kesedihan karena kehilangan masa produktif. Istilah menopause berarti masa berhentinya menstruasi. Bagi wanita yang menilai atau menganggap menopause itu sebagai peristiwa yang menakutkan (stressor) dan berusaha untuk menghindarinya, maka strespun sulit dihindari. Ia akan merasa sangat menderita karena kehilangan tanda-tanda kewanitaan yang selama ini dibanggakannya. Pengetahuan wanita tentang menopause membantu mereka dalam memahami proses-proses terjadinya menopause, serta dampak yang akan dialami ketika menopause. Semakin paham mereka tentang menopause, maka mereka akan tahu bagaimana bersikap terhadap keadaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang menopause dengan kecemasan dalam menghadapi menopause di Kelurahan Bulan Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah adalah wanita pada usia 45-50 tahun yang belum memasuki masa menopause, yang berada di Kelurahan Bulan Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten dan sampel penelitian sebanyak 62 orang. Instrumen penelitian adalah kuesioner, sedangkan teknik analisis data adalah chi square. Kesimpulan penelitian adalah : (1) Tingkat pengetahuan ibu tentang menopause menunjukkan paling banyak berpengetahuan sedang, (2) tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi menopause menunjukkan paling banyak mengalami kecemasan ringan, dan (3) terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang menopause dengan tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi menopause di Kelurahan Bulan Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten, yaitu semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang menopause maka tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi menopause semakin ringan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

fullpapers mogc69c965210full

fullpapers mogc69c965210full

Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi salah satu masalah kesehatan. Konseling antenatal meningkatkan pengetahuan ibu hamil agar mampu memahami kehamilan, persalinan, nifas, dan risikonya. Peningkatan konseling antenatal dilakukan melalui berbagai edukasi, termasuk melalui media cetak berupa pamflet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pamflet persalinan terhadap tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode experimental pre test and post test design. Data dikumpulkan dengan cara self administred questionnaire. Sebanyak 60 ibu hamil dengan usia kehamilan 28 minggu yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Halmahera dan Puskesmas Ngesrep selama April-Juni 2011 serta memenuhi kriteria inklusi menjadi sampel dalam penelitian ini. Sampel dibagi dalam kelompok kontrol (n = 30) dan kelompok perlakuan (n = 30). Kelompok kontrol tidak diberi pamflet persalinan, sedangkan kelompok perlakuan diberi pamflet persalinan. Semua sampel mengisi dua kuesioner yaitu kuesioner pre test dan kuesioner post testsatu minggu setelahnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil Ada perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna pada ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian pamflet persalinan (p < 0,0001), namun tidak ada perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna antara ibu hamil yang diberi dan tidak diberi pamflet persalinan (p = 0,413). Ada perbedaan tingkat kecemasan yang bermakna pada ibu hamil yang diberi pamflet persalinan (p = 0,001). Terdapat perbedaan tingkat kecemasan yang bermakna pada ibu hamil yang diberi dan tidak diberi pamflet persalinan (p = 0,014). Sebagai kesimpulan, pamflet persalinan meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan ibu hamil (MOG 2012;20:111-116)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Makalah Virus -  Makalah

Makalah Virus - Makalah

Ibu yang mempunyai kecemasan rendah pasca imunisasi polio sebanyak 21 orang dari 37 (56,8%), yang mempunyai kecemasan sedang pasca imunisasi polio sebanyak 15 orang dari 37 (40,5%) dan yang mempunyai kecemasan tinggi sebanyak 1 orang dari 37 (2,7%) (tabel 3). Data tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar ibu mempunyai tingkat kecemasan yang rendah pasca imunisasi polio pada anaknya. Rendahnya tingkat kecemasan ibu pasca imunisasi polio ulang di Posyandu Margasari karena keaktifan responden dalan mengikuti penyuluhan tentang imunisasi polio yang dilakukan oleh kader posyandu tersebut. Selain aktif mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan, tingkat kecemasan ibu pasca imunisasi polio ulang di Posyandu Margasari rendah juga dikarenakan adanya sweeping yang dilakukan oleh kader kesehatan dalam memberikan imunisasi polio kepada ibu yang mempunyai balita sehingga dengan adanya sweeping serta penjelasan dari kader posyandu tentang pentingnya imunisasi polio maka ibu mau mengimunisasi polio anaknya kemudian setelah ibu memberi imunisasi polio anaknya dan tidak mendapatkan efek samping yang berarti pasca imunisasi polio maka ibu tersebut mau melakukan imunisasi polio ulang berikutnya sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingakat Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Persalinan Di Klinik Niar Medan Tahun 2015 Chapter III VI

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingakat Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Persalinan Di Klinik Niar Medan Tahun 2015 Chapter III VI

Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data, yang terdiri dari pertanyaan tentang data demografi responden, pernyataan dukungan keluarga dan pertanyaan tentang tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan. Bentuk kuesioner yang digunakan adalah bentuk pertanyaan tertutup (closed ended) dengan variasi pertanyaan berupa checlist, yang mana dari beberapa jawaban yang disediakan responden hanya memilih satu diantaranya yang sesuai dengan pendapatnya.

28 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENOPAUSE DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE PADA WANITA PERIMENOPAUSE DI NGEPOH BADRAN KRANGGAN TEMANGGUNG JAWA TENGAH - DIGILIB UNISAYOGYA

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENOPAUSE DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE PADA WANITA PERIMENOPAUSE DI NGEPOH BADRAN KRANGGAN TEMANGGUNG JAWA TENGAH - DIGILIB UNISAYOGYA

Hasil uji statistik Kendal Tau didapatkan nilai sebesar 0,405 dengan taraf signifikansi 0.010. Untuk menentukan hipotesis diterima atau ditolak dengan membandingkan taraf signifikans (p) dengan tingkat kesalahan 5 % (0,05). Jika signifikan (p) lebih besar dari 0,5 maka hipotesis ditolak dan jika signifikan lebih kecil dari 0,5 maka hipotesis diterima. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,010 lebih kecil dari 0,05 (0,010 0,05) sehingga dapat disimpulkan ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Tingkat Kecemasan Ibu Menghadapi Menopause di Ngepoh Badran Kranggan Temanggung Jawa Tengah. Dari hasil penghitungan berdasarkan rumus Z didapatkan koefisien pembanding 0,5548. Jika koefisien korelasinya yaitu 0,405 maka keeratan hubungan tingkat pengetahuan tentang menopause
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects