Tingkat Kepuasan Pelanggan

Top PDF Tingkat Kepuasan Pelanggan:

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DENG

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DENG

Dalam rangka upaya untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan di bengkel resmi bajaj, maka dilakukanlah penelitian terhadap tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di Bengkel Resmi Bajaj Padang. Pelanggan akan menentukan, apakah Pelayanan service selama ini sudah mampu memberikan kepuasan dari kacamata pelanggan atau belum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan sebagai pengguna jasa pelayanan service, serta mengidentifikasi faktor-faktor pelayanan yang harus diperbaiki dan ditingkatkan lagi kualitasnya berdasarkan perbandingan antara Persepsi dan Harapan pelanggan. Dalam hal ini untuk mengukur kepuasan pelanggan digunakan metode Servqual (Sevice Quality). Pendekatan Fuzzy Servqual memungkinkan untuk merepresentasikan ketidakpastian yang berhubungan dengan kesamaran, seperti informasi mengenai elemen tertentu dari problem yang dihadapi, seperti kepuasan pelanggan, tingkat Persepsi, Harapan dan Kualitas Pelayanan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISA TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHA

ANALISA TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHA

pelanggan yang menggunakan produk tersebut, para calon pelanggan maupun pelanggan setialainnya, tidak berpindah ke merek lain, mereka bahkan tetap setia kepada H&M dan semakin menyukai produk buatan H&M. Oleh karena masalah tersebut, penulis ingin mencari tahu tingkat kepuasan pelanggan H&M terhadap kualitas celana jeans, kalung, dan sepatu. Karena terdapat 3 buah variabel, maka penulis menetapkan metode One Way Anova sebagai metode untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan H&M, karena data tersebut berdistribusi normal.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Pengaruh Bauran Pemasaran Online terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan (Kasus: Usaha Mikro Sold Out Stuff)

Pengaruh Bauran Pemasaran Online terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan (Kasus: Usaha Mikro Sold Out Stuff)

Usaha mikro adalah basis dari perkembangan usaha yang lebih besar. Dalam memasarkan produknya, digunakan bauran pemasaran online untuk menghasilkan respon yang diinginkan dari pasar sasaran yaitu keuntungan perusahaan dan kepuasan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pelanggan pada usaha mikro dan mengidentifikasi bauran pemasaran yang digunakan pada usaha mikro. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik pelanggan terhadap tingkat kepuasan pelanggan dan menganalisis pengaruh bauran pemasaran online terhadap tingkat kepuasan pelanggan pada usaha mikro. Penelitian ini menggunakan metode non- probability sampling dengan prosedur accidental. Usaha mikro yang diteliti adalah Sold Out Stuff. Usaha Sold Out Stuff merupakan usaha mikro yang terletak di Kecamatan Dramaga, bergerak di bidang aksesoris perempuan yang dibuat dengan menggunakan bahan baku lokal dan menggunakan internet sebagai media pemasaran. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh karakteristik pelanggan terhadap tingkat kepuasan pelanggan pada karakteristik tingkat pendidikan. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya pengaruh bauran pemasaran online usaha mikro terhadap tingkat kepuasan pelanggan pada bauran pemasaran personalisasi.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN WARTEL DI  KOTA YOGYAKARTA

TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN WARTEL DI KOTA YOGYAKARTA

Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kepuasan terendah yang diperoleh adalah 38 dari kemungkinan terendah adalah 16, sementara skor kepuasan pelanggan tertinggi yang diperoleh adalah 79 dari kemungkinan tertinggi adalah 80. Skor rata- rata adalah 3,58. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan belum mencapai sangat puas., tetapi baru tingkat puas. Jika perusahaan tidak berusaha untuk meningkatkan kepuasan pelanggan maka ada kemungkinan pelanggan tidak akan melakukan pembelian ulang, karena pelanggan akan setia kalau mereka merasa sangat puas. Pelanggan yang belum merasa sangat puas masih mudah untuk beralih pada perusahaan lain jika ada perusahaan yang menawarkan barang dengan harga yang lebih rendah. Disamping mereka tidak melakukan pembelian ulang ada kemungkinan menyampaikan hal-hal yang negatif pada pihak lain. Pelanggan yang merasa sangat puas sebesar 12,00 %, merasa puas sebanyak 55,50 %, yang kurang puas 31,00 %, merasa tidak puas sebesar 1,50 %, dan tidak ada pelanggan yang merasa sangat tidak puas. Jika diamati lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan yang meliputi lokasi, harga, fasilitas, pelayanan karyawan, dan jam pelayanan akan menunjukkan hal-hal berikut ini. Lokasi wartel di Kota Yogyakarta dirasakan oleh pelanggan strategis (skor rata-rata 4,01) yang berarti pelanggan merasa mudah menjangkau, waktu tempuhnya singkat, dan mudah terlihat dari tepi jalan
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERH

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERH

Skala Likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner, dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Nama skala ini diambil dari nama Rensis Likert, yang menerbitkan suatu laporan yang menjelaskan penggunaannya. Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala Likert, responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format seperti:

8 Baca lebih lajut

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERH (1)

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERH (1)

[3]. Kurniawati, Siti. 2015. Penerapan Metode Rough Set Pada Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Hotel (Studi Kasus Hotel Graha Buana Medan). Majalah Jurnal Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI), Volume: V, Nomor: 2, Januari 2015, ISSN: 2339-210X, hal 138- 142.

6 Baca lebih lajut

TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PENE

TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PENE

Penerapan tiket online oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan salah satu cara untuk memelihara hak dari pengguna layanan kereta api dengan harapan dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. Namun PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyadari masih adanya permasalahan terkait dengan penerapan tiket online yang dihadapi di berbagai stasiun yang ada di Indonesia, khususnya pada kereta api kelas ekonomi. Permasalahan tersebut diketahui melalui keluhan dari para pengguna kereta api seperti kesulitan dalam memperoleh tiket kereta api dan masih banyaknya penumpang yang tidak mendapat tempat duduk. Seperti halnya yang terjadi di Stasiun Jombang, dimana sering terdapat calon penumpang kereta api yang tidak mendapat tiket, kereta api yang penuh sesak, masih terdapat penumpang yang
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengukuran Customer Satisfaction Index Terhadap Pelayanan di Century Gym Measurement of Customer Satisfaction Index of Service in Century Gym

Pengukuran Customer Satisfaction Index Terhadap Pelayanan di Century Gym Measurement of Customer Satisfaction Index of Service in Century Gym

Kepuasan adalah penilaian terhadap suatu produk dengan membandingkan kenyataan dan harapan pada produk tersebut. Kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas dan kesetiaan pelanggan. Kepuasan Pelanggan memberikan dampak positif pada kelangsungan suatu organisasi dan dapat memberikan rekomendasi kepada calon pelanggan yang baru. Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan adalah salah satu cara dari century Gym untuk menjaga kualitas pelayanan terhadap pelanggan.Customer Satisfaction Index adalah metode untuk mengukur kepuasan pelanggan berdasarkan atribut yang akan diukur seperti keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan kinerja pelayanan, fasilitas dan penanganan keluhan pelanggan dari Century Gym. Hasil dari penelitian ini adalah perhitungan tingkat kepuasan pelanggan di Century Gym yang dinilai dari atribut bukti fisik (tangible) keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (emphaty). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah persetase tingkat kepuasan konsumen dari kelima atribut tersebut. Perhitungan ini bermanfaat bagi organisasi untuk mengetahui tingkat kepentingan pelanggan dan kinerja organisasi menurut persepsi pelanggan. Selain itu dengan adanya penelitian ini juga bisa diketahui kualitas pelayanan yang perlu ditingkatkan dan mendorong upaya peningkatan kualitas pelayanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan century gym.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Susi Mulyana BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Susi Mulyana BAB II

c. Menentukan apakah perubahan yang dilakukan mengarah ke perbaikan Salah satu cara untuk mengukur sikap pelanggan ialah dengan menggunakan suatu kuesioner. Kuesoner yang di desain harus tepat memerkirakan persepsi pelanggan terhadap suatu produk atau jasa. Hasil pengukuran tingkat kepuasan pelanggan dapat menunjukkan karakteristik dari produk atau jasa yang dirasakan oleh pelanggan, apakah pelanggan puas dengan pelayanan yang di berikan apa tidak. Untuk mendapatkan konsumen tidak sulit, tetapi yang lebih sulit ialah untuk mempertahankan konsumen agar konsumen dapat datang kembali untuk berobat (Supranto, 2011).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Peranan Pelayanan Customer Service Dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Pada PT. Bank SUMUT Kantor Cabang Pembantu Pasar Helvetia Medan

Peranan Pelayanan Customer Service Dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Pada PT. Bank SUMUT Kantor Cabang Pembantu Pasar Helvetia Medan

(Llyod Finch, 2004 : 59), Harapan atau kebutuhan pelanggan (nasabah) merupakan nilai yang diharapkan atau diperkirakan pelanggan (nasabah) serta merupakan tingkat kepuasan pelanggan (nasabah) terhadap pelayanan jasa yang diberikan oleh petugas pelayanan nasabah (customer service) kepada pelanggan

6 Baca lebih lajut

KEPUASAN PELANGGAN DALAM PENJUALAN (1)

KEPUASAN PELANGGAN DALAM PENJUALAN (1)

Menurut Philip Kotler (2002: 42) “Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan- harapannya”. Sedangkan menurut Zulian Yamit (2005: 78) “Kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli atau hasil evaluasi setelah membandingkan apa yang dirasakan dengan harapannya”. kepuasan berupa dari tingkat perasaan seseorang dan Konsumen yaitu seseorang yang membeli suatu barang atau jasa. Dapat disimpulkan bahwa kepuasan konsumen atau pelanggan merupakan seseorang atau lembaga yang biasanya membeli produk berupa barang atau jasa yang mereka butuhkan dan meraka akan kembali lagi untuk membeli kebutuhan mereka inginkan pada tempat perusahaan yang sama.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

B AB   I  Pengaruh Kualitas Pelayanan Customer Service terhadap Citra Perusahaan (Kasus Bank BNI’46 Semarang).

B AB I Pengaruh Kualitas Pelayanan Customer Service terhadap Citra Perusahaan (Kasus Bank BNI’46 Semarang).

Customer Service berasal dari dua kata yaitu Customer yang berarti pelanggan dan Service yang berarti pelayanan. Menurut Sofian (2003:33), Customer Service adalah seluruh kegiatan yang membuat pelanggan dapat secara mudah mencapai atau menemui bagian-bagian yang tepat didalam perusahaan untuk memenuhi kepentingannya, dan pemberian pelayanan secara cepat dan memuaskan, termasuk pemberian jawaban dan pemecahan masalah yang mereka hadapi dengan memuaskan. Customer Service merupakan segenap aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan. Customer Service merupakan serambi depan di sebuah perusahaan (Tjiptono,2005:13). Sedangkan pelayanan nasabah atau Customer Service Officer menurut Buku Operasional Bank Negara Indonesia’46 (Synergi,2009:23) adalah kelompok kerja pelayanan yang merupakan himpunan dari pegawai yang profesional dibidang pelayanan perbankan dan ditujukan untuk meningkatkan kepuasan kepada nasabah, dengan cara memenuhi harapan dan kebutuhan nasabah. Upaya memberikan kepuasan nasabah merupakan salah satu cara untuk menjalin hubungan lebih baik, sehingga nasabah menjadi loyal dan akhirnya memberikan dampak pada citra BNI’46 yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN NASABAH TERHADAP PRODUK TABUNGAN DI BMT AR-RAHMAH KARANGGEDE TUGAS AKHIR - ANALISIS KUALITAS PELAYANAN NASABAH TERHADAP PRODUK TABUNGAN DI BMT AR-RAHMAH KARANGGEDE - Test Repository

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN NASABAH TERHADAP PRODUK TABUNGAN DI BMT AR-RAHMAH KARANGGEDE TUGAS AKHIR - ANALISIS KUALITAS PELAYANAN NASABAH TERHADAP PRODUK TABUNGAN DI BMT AR-RAHMAH KARANGGEDE - Test Repository

Kepuasan pelanggan telah menjadi konsep sentral dalam wacana bisnis dan manajemen pelanggan pada umumnya mereka mengharapkan produk berupa barang atau jasa yang mereka konsumsi dapat diterima dan dinikmatinya dengan pelayanan yang baik atau memuaskan. Pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan kepada pelanggan. Kepuasan dapat membentuk persepsi dan hal ini dapat memposisikan produk perusahaan dimata pelanggannya. Hal tersebut penting sebagai acuan dalam pembenahan kualitas pelayanan, sehingga pelayanan yang diberikan bisa memberikan kepuasan pada tingkat yang optimal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN  Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Kepuasan Pelanggansebagai Variabel Moderating (Studi kasus pada Warung Makan Bebek Goreng Haji Slam

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Kepuasan Pelanggansebagai Variabel Moderating (Studi kasus pada Warung Makan Bebek Goreng Haji Slam

Dick & Basu (dalam Tjiptono, 2005) loyalitas pelanggan didefinisikan sebagai komitmen pelanggan terhadap suatu merek dan pemasok, berdasarkan sifat yang sangat positif dan tercermin dalam pembelian ulang yang konsisten. Menurut Fornell (dalam Tjiptono, 2005) loyalitas pelanggan merupakan fungsi dari kepuasan pelanggan, rintangan pengalihan dan keluhan pelanggan. Pelanggan yang puas akan dapat melakukan pembelian ulang pada waktu yang akan datang dan memberikan kepada orang lain atas produk atau jasa yang dirasakan. Loyalitas diartikan sebagai suatu perilaku yang diharapkan atas suatu produk atau layanan yang antara lain meliputi kemungkinan pembelian lebih lanjut atau perubahan perjanjian pelayanan atau sebaliknya seberapa besar kemungkinan pelanggan akan beralih kepada merk atau penyedia jasa lainnya (Aaker,1997).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan Kualitas Pelayanan dan Kepuasan

Hubungan Kualitas Pelayanan dan Kepuasan

Kepuasan merupakan tingkat perasaan Pelanggan yang diperoleh setelah Pelanggan melakukan/menikmati sesuatu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kepuasan Pelanggan merupakan perbedaan antara yang diharapkan Pelanggan (nilai harapan) dengan situasi yang diberikan perusahaan (perguruan tinggi) di dalam usaha memenuhi harapan Pelanggan.

13 Baca lebih lajut

Sistem Pelayanan Customer Service Terhadap Nasabah Di PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional(BTPN),TBK Cabang Putri Hijau Medan

Sistem Pelayanan Customer Service Terhadap Nasabah Di PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional(BTPN),TBK Cabang Putri Hijau Medan

Dapat diasumsikan bahwa kepuasan pelanggan (nasabah) merupakan hal yang harus diutamakan bagi seorang customer service guna memberikan keuntungan bagi bank agar dapat beroperasi,berkembang dan dapat bertahan hidup di tengah persaingan dunia perbankan saat ini. Customer service meliputi berbagai aktivitas di seluruh area bisnis yang berusaha mengkombinasikan mulai dari pemesanan,pemrosesan hinggan pemberian hasil jasa melalui komunikasi untuk mempererat kerja sama dengan pelanggan (nasabah).

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbaikan Kualitas Pelayanan Berdasarkan Bauran Pemasaran Di Assalaam Hypermarket.

PENDAHULUAN Perbaikan Kualitas Pelayanan Berdasarkan Bauran Pemasaran Di Assalaam Hypermarket.

Landasan teori memuat uraian sistematis tentang teori-teori yang ada hubungannya dengan judul penelitian yang dilakukan. Teori yang barkaitan yaitu mengenai perilaku konsumen, perubahan dan tantangan yang dihadapi perusahaan, kualitas jasa dan loyalitas konsumen,keputusan pembelian konsumen, komunikasi dengan konsumen,keluhan konsumen dan kepuasan konsumen. Pada landasan teori juga tercantum tinjauan pustaka untuk referensi penelitian terkait untuk memperkaya materi atau membandingan penelitian terkait dengan penelitian yang dilakukan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis kinerja perusahaan dengan menggunakan metode balance scorecard : studi kasus di PT. BPR Chandra Muktiartha.

Analisis kinerja perusahaan dengan menggunakan metode balance scorecard : studi kasus di PT. BPR Chandra Muktiartha.

a. Bertumbuh (Growth) adalah tahapan awal siklus kehidupan perusahaan dimana perusahaan memiliki produk atau jasa yang secara signifikan memiliki potensi pertumbuhan terbaik. Manajemen terikat dengan komitmen untuk mengembangkan suatu produk/jasa dan fasilitas produksi, menambah kemampuan operasi, mengembangkan sistem, infrastuktur, dan jaringan distribusi yang akan mendukung hubungan global, serta membina dan mengembangkan hubungan dengan pelanggan. Dalam tahap pertumbuhan, perusahaan biasanya beroperasi dengan arus kas yang negatif dengan tingkat pengembalian modal yang rendah. Tolok ukur kinerja yang cocok dalam tahap ini adalah, tingkat pertumbuhan pendapatan atau penjualan dalam segmen pasar yang telah ditargetkan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kualitas Jasa 2.1.1 Pengertian Jasa

8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kualitas Jasa 2.1.1 Pengertian Jasa

Kepuasan pelanggan tidak akan terbentuk apabila harapan pelanggan tidak terpenuhi. Harapan pelanggan akan mewarnai setiap tindakan keputusan berkunjung. Harapan pelanggan akan menjadi dasar keputusannya ketika dihadapkan pada berbagai alternatif produk jasa yang ditawarkan. Harapan itu sendiri merupakan manifestasi dari pengalaman masa lalu konsumen, pendapat teman, informasi dari saudara, informasi dari pemasar dan lain-lain. Oleh karena itu pengelola perlu untuk lebih memposisikan kepuasan pengunjung sebagai fokus utama dengan implementasi tindakan yang memiliki akses pada terciptanya alat pemuas dengan prestasi yang sesuai. Suatu perusahaan kadang-kadang mengalami kegagalan dalam memenuhi kepuasan pelanggan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN BAURAN PEMASARAN BISNIS MAKANAN DAN MINUMAN DI BEKASI TERHADAP PEMENUHAN KEPUASAN KONSUMEN

PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN BAURAN PEMASARAN BISNIS MAKANAN DAN MINUMAN DI BEKASI TERHADAP PEMENUHAN KEPUASAN KONSUMEN

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung/ pelanggan restoran dan cafe yang ada di Bekasi. Mengingat tidak semua restoran maupun cafe yang ada di Bekasi mau berpartisipasi dalam penelitian ini serta adanya keterbatasan dana dan waktu, maka penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik convenience sampling dan quota sampling. Sampel dari penelitian ini adalah para pengunjung dari setiap restoran dan cafe yang bersedia berpartisipasi, dimana untuk setiap restoran hanya disebarkan sebanyak 50 kuesioner. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan dengan menyebarkan 2017 kuesioner pada bulan Maret sampai dengan awal April 2017 untuk mengetahui nama-nama restoran/ cafe yang pertama kali diingat oleh pelanggan atau yang menjadi Top of Mind. Dengan tingkat response sebesar 99,8% diperoleh 50 nama restoran/cafe. Dari 50 restoran/cafe yang dihubungi hanya ada 28 restoran dan cafe yang bersedia diteliti kualitas layanannya dan bauran pemasaran.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...