TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA

Top PDF TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA:

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS PADA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 4 BOYOLALI

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS PADA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 4 BOYOLALI

Jumlah penduduk yang terus meningkat dan rendahnya pengetahuan tentang Human Immuno Virus atau Acquired Immuno Deficiency Syndrom (HIV/AIDS) merupakan masalah besar bagi Negara-negara di dunia. Menurut laporan dari World Health Organization (WHO) dan Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS), tahun 2012 sekitar 34 juta orang di dunia saat ini menderita HIV/AIDS dan angka ini menunjukan kenaikan dibandingkan dengan angka di tahun 2007 yaitu 33,2 juta yang diakibatkan oleh infeksi tingkat tinggi. Studi pendahuluan yang dilakukan dengan wawancara pada 5 siswa, 2 siswa belum mengetahui tentang HIV/AIDS dan 3 siswa hanya mengetahui tentang HIV/AIDS merupakan penyakit menular dan menurunkan kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS pada siswa kelas IX di SMP Negeri 4 Boyolali.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Kecamatan Gunungsitoli

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Kecamatan Gunungsitoli

Pola asuh orang tua merupakan interaksi orang tua dan remaja dalam mendidik, membimbing, dan mendisplinkan serta melindungi remaja untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja adalah segala sesuatu yang diketahui remaja mengenai kesehatan reproduksinya. Peran orang tua dalam menerapkan pola asuh diperlukan dalam mengembangkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja di Kecamatan Gunungsitoli dengan jumlah remaja 100 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskripsi korelasi dengan pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner data demografi, kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Hasil penelitian diuji dengan Chi Square dan menunjukkan hasil bahwa orang tua remaja mayoritas menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 74 remaja (74%) dan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi mayoritas pada tingkat sedang sebanyak 60 remaja (60%). Hasil uji Chi Square didapat nilai p sebesar 0,000 yang menujukkan terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini memberikan implikasi kepada orang tua agar mampu bertukar pikiran dan melakukan interaksi yang baik kepada remaja untuk mengembangkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA AWAL 11-13 TAHUN TENTANG PUBERTAS PADA SISWA-SISWI KELAS 5 DAN KELAS 6 DI SDN NGOTO SEWON BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2011 Retno Wulandari

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA AWAL 11-13 TAHUN TENTANG PUBERTAS PADA SISWA-SISWI KELAS 5 DAN KELAS 6 DI SDN NGOTO SEWON BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2011 Retno Wulandari

Setelah kuisioner dikumpulkan dan diolah, kemudian dimasukkan dalam rumus SPSS 16, maka didapat data yang disajikan dalam bentuk tabel yang menggambarkan tingkat pengetahuan remaja awal (11-13 tahun) tentang pengertian dan perubahan fisik pubertas di SDN NGOTO Sewon Bantul Yogyakarta sesuai dengan pertanyaan, maka hasil penelitian ini termasuk dalam satu variabel yaitu:

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS PADA SISWA KELAS II DI SMK PGRI 1 SENTOLO KULON PROGO YOGYAKARTA TAHUN 2009

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS PADA SISWA KELAS II DI SMK PGRI 1 SENTOLO KULON PROGO YOGYAKARTA TAHUN 2009

Peran adalah seperangkat pola perilaku yang diharapkan untuk ditampilkan seseorang sesuai dengan posisi. Definisi lain tentang peran adalah tingkah laku yang diharapkan oleh individu atau orang lain terhadap seseorang sesuai dengan kedudukan dalam sebuah sistem. Peran orang tua adalah persepsi subyek penelitian terhadap harapan orang tua dalam memberikan pendidikan peran seks yang dilakukan dengan cara bertindak sebagai sumber informasi, sebagai teladan, sebagai penyaring dan pengendali perilaku, motivator, sebagai pembantu memecahkan masalah, serta sebagai penyedia sarana dan prasarana supaya anak bertingkah laku sesuai dengan harapan masyarakat sebagai seorang wanita. Peran orang tua meliputi peran sebagai pendidik, pendorong, pengawas, panutan, teman, konselor, dan komunikator. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan peran orang tua dengan tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas pada siswa kelas II di SMK PGRI I Sentolo Kulon Progo Yogyakarta tahun 2009.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Kecamatan Gunungsitoli

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Kecamatan Gunungsitoli

Pola asuh orang tua merupakan interaksi orang tua dan remaja dalam mendidik, membimbing, dan mendisplinkan serta melindungi remaja untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pengetahuan remaja tentangkesehatanreproduksiremaja adalah segala sesuatuyang diketahui remaja mengenai kesehatan reproduksinya. Peran orang tua dalam menerapkan pola asuh diperlukan dalam mengembangkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja di Kecamatan Gunungsitoli dengan jumlah remaja 100 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskripsi korelasi dengan pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner data demografi, kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Hasil penelitian diuji dengan Chi Square dan menunjukkan hasil bahwa orang tua remaja mayoritas menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 74 remaja (74%) dan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi mayoritas pada tingkat sedang sebanyak 60 remaja (60%). Hasil uji Chi Square didapat nilai p sebesar 0,000 yang menujukkan terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini memberikan implikasi kepada orang tua agar mampu bertukar pikiran dan melakukan interaksi yang baik kepada remaja untuk mengembangkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG MEROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK DI SMP  Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Merokok Dengan Perilaku Merokok Di SMPMuhammadiyah 1 Kartasura.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG MEROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK DI SMP Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Merokok Dengan Perilaku Merokok Di SMPMuhammadiyah 1 Kartasura.

Alhamdulillahirobbil’alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang selalu penulis panjatkan atas nikmat, taufik dan hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan usulan penelitian ini yang berjudul “HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG MEROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK DI SMP MUHAMMADIYAH I KARTASURA”. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan orang-orang yang selalu teguh di jalan Nya.

14 Baca lebih lajut

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Kecamatan Gunungsitoli Chapter III VI

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Kecamatan Gunungsitoli Chapter III VI

Menurut Aguma, dkk (2014) pola asuh orang tua demokratis dapat mengurangi perilaku seksual remaja. Orang tua dengan pola asuh demokrasi bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran- pemikiran. Orang tua pada tipe ini juga bersifat realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak. Orang tua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan dan pendekatan kepada anaknya bersikap hangat. Karakteristik anak-anak dengan pola asuh demokrasi akan menghasilkan anak dengan karakteristik mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman, mampu menghadap stress, mempunyai minat terhadap hal-hal baru dan dapat kooperatif terhadap orang lain
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA 1 PUNDONG BANTUL YOGYAKARTA

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA PUTRI DI SMA 1 PUNDONG BANTUL YOGYAKARTA

Anggapan masyarakat yang masih menganggap hubungan seksual di luar pernikahan yang dilakukan sekali tidak akan menyebabkan kehamilan. Hal ini meluas di masyarakat khususnya remaja sehingga mereka mencoba-coba dan dengan semakin dini usia menarche menyebabkan keinginan seksual remaja meningkat (PKBI, 2015). Upaya pemerintah dalam menangani permasalahan kesehatan reproduksi remaja diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 61 tahun 2014 pasal 11 dan 12 dengan memberikan pelayanan kesehatan

10 Baca lebih lajut

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA MADYA TENTANG KONJUNGTIVITIS DI MAN 1 YOGYAKARTA

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA MADYA TENTANG KONJUNGTIVITIS DI MAN 1 YOGYAKARTA

diperoleh remaja adalah keluarga sebanyak 120 orang (47.8%). Budiman dan Riyanto (2013) mengatakan bahwa sumber informasi juga menjadi faktor yang mempengaruhi pengetahuan. Informasi ini berupa data, teks, gambar, suara, kode, program komputer, dan basis data yang dapat memerikan pengaruh jangka pendek (immediate impact). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2015), yaitu meningkatkan pengetahuan pendidikan kesehatan melalui layanan informasi pada siswa menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persentase pada tingkat pengetahuan siswa sebelum dan setelah subjek penelitian diberikan informasi, yaitu dari kategori rendah dengan jumlah 39% menjadi kategori baik dengan jumlah 75%. Oleh karena itu, sumber informasi dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang berupa perubahan atau peningkatan pengetahuan
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA SURABAYA TERHADAP IKLAN LAYANAN MASYARAKAT BKKBN DI TELEVISI (Studi Deskriptif Kuantitatif Tentang Tingkat Pengetahuan Remaja Surabaya Terhadap Iklan BKKBN “Generasi Berencana” di Televisi).

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA SURABAYA TERHADAP IKLAN LAYANAN MASYARAKAT BKKBN DI TELEVISI (Studi Deskriptif Kuantitatif Tentang Tingkat Pengetahuan Remaja Surabaya Terhadap Iklan BKKBN “Generasi Berencana” di Televisi).

Seiring dengan perkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam memperoleh informasi tidak hanya komunikasi secara langsung (tatap muka), tetapi juga dapat melalui media massa untuk membantu komunikator berhubungan dengan khalayaknya. Media massa dapat menjadi jembatan untuk menghubungkan komunikator dengan komunikan yang melintasi jarak, waktu, bahkan pelapisan sosial dalam suatu masyarakat. Media massa mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan respon dan kepercayaan masyarakat. Dalam penyampaian informasi sebagai tugas pokok media massa membawa pula pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan respon seseorang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal yang dapat memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP PERILAKU SEKS BEBAS DI SMA I TERAS BOYOLALI

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP PERILAKU SEKS BEBAS DI SMA I TERAS BOYOLALI

Pengetahuan remaja tentang seks bebas diukur dengan kuesioner yang terdiri atas 30 butir pertanyaan. Dengan skala Guttman (0 dan 1) maka kemungkinan skor tertinggi adalah 30 dan skor terendah adalah 0. Dari 45 responden terdapat 43 siswa (95,6%) yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan 2 siswa (4,4%) yang memiliki tingkat pengetahuan sedang. Tidak ada siswa yang memiliki tingkat pengetahuan rendah. dari 45 responden terdapat 34 siswa (75,6%) yang memiliki perilaku baik dan 11 siswa (24,4%) yang memiliki perilaku cukup baik. Tidak ada siswa yang memiliki perilaku kurang baik. Dari distribusi ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa-siswi kelas XI SMA I Teras Boyolali memiliki perilaku seks pranikah yang baik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAY

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAY

Hampir 50% remaja di dunia merokok. Perilaku merokok pada remaja umumnya semakin meningkat sesuai dengan tahap perkembangan yang ditandai meningkatnya frekuensi dan intensitas merokok yang akhirnya membuat kecanduan nikotin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang bahaya merokok di Desa Mambulilling Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa. Penelitian ini merupakan penelituan kualitatif dengan rancangan studi fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah remaja di desa Mambulilling sebanyak sembilan orang, yang dipilih berdasarkan definisi konseptual penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tingkat tahu, remaja memahami pengertian merokok dari kegiatan berdasarkan pengalaman yang dirasakan pada saat merokok. Adapun zat-zat yang terkandung dalam rokok, remaja mampu menyebutkan beberapa zat seperti tar, nikotin, karbon monoksida. Pada tingkat paham, umumnya para informan menyimpulkan dampak ini berdasarkan pengalaman mereka setelah mengkonsumsi rokok, seperti ketagihan dan penyakit yang sering dijumpai dalam lingkungan.Tingkat pengetahuan informan hanya berada pada tingkat paham karena Informan mengetahui bahwa terdapat dampak negatif dari kebiasaan merokok. Namun, informan belum memahami secara mendalam, hal ini diperkuat dengan rendahnya minat untuk berhenti merokok pada remaja.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTR

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTR

Remaja dalam bahasa Latin adalah adolescence, yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”. Istilah adolescence sesungguhnya mempunyai arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, social, dan fisik. Pandangan ini didukung oleh Piaget (Hurlock, 1991) yang mangatakan bahwa secara psikologis remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Memasuki masyarakat dewasa ini mengandung banyak aspek afektif, lebih atau kurang dari usia pubertas (Icha, 2010).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRA TENTANG

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRA TENTANG

Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran akan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan- dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Pada umumnya dimulai pada usia 10-13 tahun. Remaja mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis, dan mudah terangsang secara erotis. Dengan dipegang bahunya saja oleh lawan jenis remaja sudah berfantasi erotik. Kepekaan yang berlebih-lebihan ini ditambah dengan berkurangnya kendali terhadap ego menyebabkan para remaja awal ini sulit di mengerti dan di mengerti orang dewasa.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Menurut Notoatmodjo (2010), penelitian deskriptif kuantitatif adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau diskripsi suatu keadaan secara objektif. Kuantitaf yaitu data yang dipaparkan dalam bentuk angka- angka (Riwidikdo, 2010). Metode ini digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang. Penelitian ini menggambarkan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Bahaya Aborsi di kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Sragen.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA SURABAYA TENTANG ISI PESAN IKLAN BKKBN (Studi Deskriptif Tingkat Pengetahuan Remaja Surabaya Tentang Isi pesan Iklan BKKBN Di Televisi Versi “Shiren Sungkar Dan Teuku Wisnu)

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA SURABAYA TENTANG ISI PESAN IKLAN BKKBN (Studi Deskriptif Tingkat Pengetahuan Remaja Surabaya Tentang Isi pesan Iklan BKKBN Di Televisi Versi “Shiren Sungkar Dan Teuku Wisnu)

Iklan berdasarkan tujuannya terbagi atas iklan komersial dan iklan layanan masyarakat. Iklan komersial sering disebut iklan bisnis, sebab berdasarkan tujuannya iklan tersebut bertujuan mendapatkan keuntungan ekonomi, utamanya adalah peningkatan penjualan. Sedangkan iklan layanan masyarakat digunakan untuk menyampaikan informasi, mempersuasi atau mendidik khalayak dimana tujuan akhir bukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi melainkan keuntungan sosial. Keuntungan sosial yang dimaksud adalah munculnya penambahan pengetahuan, kesadaran sikap dan perubahan perilaku masyarakat terhadap masalah yang diiklankan serta mendapatkan citra baik di mata masyarakat (Widyatama, 2007:104).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PERSEPSI REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI DENGAN PERILAKU REMAJA PUTRI SAAT MENSTRUASI PADA SISWA KELAS XI SMK YPPM BOJA

PERSEPSI REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI DENGAN PERILAKU REMAJA PUTRI SAAT MENSTRUASI PADA SISWA KELAS XI SMK YPPM BOJA

Latar Belakang; Kebiasaan menjaga kebersihan, termasuk kebersihan organ-organ reproduksi, merupakan awal dari usaha menjaga kesehatan tubuh secara umum. Salah satu perubahan fisik yang dialami remaja putri adalah menstruasi, yang menuntut harus mampu merawat genetalia dengan baik dalam hal personal hygiene menstruasi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene menstruasi dengan perilaku remaja putri saat menstruasi pada siswa kelas X di SMK YPPM BOJA. Metode; Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan populasi 85 remaja putri. pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel 66 remaja putri yang sudah menstruasi. Pengumpulan data dilakukan bulan juni 2017. Instrument penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku remaja putri dalam perawatan kebersihan genetalia saat menstruasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Nyeri Haid dengan Pelaksanaan untuk Periksa ke Pelayanan Kesehatan di SMA Dharma Pancasila Tahun 2013

Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Nyeri Haid dengan Pelaksanaan untuk Periksa ke Pelayanan Kesehatan di SMA Dharma Pancasila Tahun 2013

Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Nyeri Haid untuk Periksa ke Pelayanan Kesehatan.tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang Nyeri Haid untuk periksa ke pelayanan kesehatan, untuk keperluan tersebut saya mohon bersedia/bersedia *) saudari untuk menjadi Responden dalam penelitian ini, selanjutnya kami mohon bersedia/tidak bersedia *) saudari untuk mengisi kuesioner yang saya sediakan dengan kejujuran dan apa adanya. Jawaban saudara di jamin kerahasiaannya.

18 Baca lebih lajut

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI KELAS XI SMA YADIKA CICALENGKA.

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI KELAS XI SMA YADIKA CICALENGKA.

Pengetahuan akan HIV/AIDS itu sangat penting bagi remaja, pada tahun 2012 terdapat 6.315 kasus HIV/AIDS di Jawa Barat. Fenomena remaja yang terungkap belakangan ini dengan kenyataan ada remaja yang hamil diluar nikah, aborsi, prostitusi dan penyebaran video porno dan penggunaan obat-obatan terlarang. Sementara sarana tentang informasi kesehatan pada umumnya dan penyakit menular seksual khususnya HIV/AIDS dibeberapa sekolah menengah atas masih kurang , baik itu berupa bacaan mendidik maupun penyuluhan dari pihak-pihak yang terkait. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di kelas XI SMA Yadika Cicalengka. Jenis metode penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatiif, populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas XI SMA Yadika Cicalengka, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 orang, dan cara pengambilan sampel ini secara Cluster Random Sampling yang merupakan tehnik pengambilan sampel secara kelompok atau gugus. Hasil penelitian untuk pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS ini didapatkan bahwa yang paling banyak itu ada pada tingkat pengetahuan cukup, yaitu sebanyak 38 responden atau 41%, kemudian pada tingkat pengetahuan baik sebanyak 31 responden atau 33% dan pada tingkat pengetahuan kurang adalah sebanyak 24 responden atau 26%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah didapatkan bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di kelas XI SMA Yadika Cicalengka ini secara umum adalah cukup yaitu sebanyak 38 responden atau 41%. Kata Kunci : Pengetahuan, Remaja, HIV/AIDS.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Dan Remaja Putus Sekolah Terhadap Bahaya Merokok

Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Dan Remaja Putus Sekolah Terhadap Bahaya Merokok

Beberapa motivasi yang melatarbelakangi seseorang merokok adalah untuk mendapat pengakuan (anticipatory beliefs), untuk menghilangkan kekecewaan (reliefing beliefs), dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma (permissive beliefs/ fasilitative) (Joewana, 2004). Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan didepan orang lain, terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepada kelompok sebayanya atau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi perilaku merokok pada remaja. Secara umum menurut Kurt Lewin, bahwa perilaku merokok merupakan fungsi dari lingkungan dan individu. Artinya perilaku merokok selain disebabkan faktor-faktor dari dalam diri, juga disebabkan faktor lingkungan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...