Total Electron Content (TEC)

Top PDF Total Electron Content (TEC):

Perhitungan Delay Propagasi Berdasarkan Data Total Electron Content (TEC) Sebagai Verifikasi Hasil Pengukuran Sistem Komunikasi High Frequency (HF) di Daerah Ekuator - ITS Repository

Perhitungan Delay Propagasi Berdasarkan Data Total Electron Content (TEC) Sebagai Verifikasi Hasil Pengukuran Sistem Komunikasi High Frequency (HF) di Daerah Ekuator - ITS Repository

Surabaya-Merauke memerlukan verifikasi delay propagasi. Delay propagasi tersebut dapat diperoleh dari pemodelan foF2. foF2 merupakan fungsi dari data Total Electron Content (TEC). TEC diperoleh dari data pengukuran stasiun Global Positioning System (GPS) yang tersebar di antara Surabaya dan Ternate ataupun Surabaya-Merauke. foF2 merupakan parameter yang penting dalam sistem komunikasi HF. Hal tersebut disebabkan karena layer F2 ada ketika siang dan malam sedangkan layer lainnya menghilang ketika malam. Hal tersebut mengakibatkan frekuensi kritis pada layer F2 yang tertinggi sehingga layer F2 menjadi layer paling penting dalam komunikai HF. Pemodelan foF2 akan dapat membantu verifikasi delay propagasi. Selanjutnya dapat dibandingkan delay pengukuran hasil pengamatan dengan delay pengukuran hasil pengolahan TEC dari GPS. Data GPS berupa slant TEC diubah ke Vertical TEC (VTEC) untuk mendapatkan foF2.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

PEMANTAUAN ANOMALI TOTAL ELECTRON CONTEN

PEMANTAUAN ANOMALI TOTAL ELECTRON CONTEN

Penelitian tentang prekursor gempabumi yang terintegrasi melalui pengamatan parameter seismik, elektromagnetik, geokimia, geoatmosferik serta parameter ionosfer telah dilakukan untuk mendapatkan tanda-tanda awal sebelum gempabumi kuat di Indonesia. Salah satu yang sedang dikembangkan saat ini adalah pemantauan parameter Total Electron Content (TEC) dari data Global Ionosphere Map (GIM). Makalah ini menyajikan hasil-hasil pemantauan anomali TEC yang berkaitan dengan gempabumi magnitude M > 5 di sekitar wilayah Jawa selama tahun 2015. Pemantauan TEC dilakukan dengan menerapkan metode korelasi data TEC GIM hingga diperoleh perbandingan simpangan koefisien korelasi (skk) dengan deviasi standar simpangan koefisien korelasi (dskk) di dekat episenter gempabumi. Ambang batas anomali TEC merujuk pada penelitian sebelumnya yaitu -1. Apabila nilai skk/dskk < -1 maka diklasifikasikan sebagai anomali TEC. Data Disturbance storm time index (Dst indeks) dipergunakan untuk mengevaluasi adanya kaitan aktivitas badai geomagnetik dengan anomali TEC. Hasil pemantauan menunjukkan munculnya anomali TEC pada sebagian besar kasus gempabumi yang menjadi obyek penelitian. Dengan hanya mempertimbangkan pengamatan parameter TEC dan indeks Dst, anomali-anomali tersebut dapat diklasifikan sebagai prekursor gempabumi terdeteksi dan prekursor gempabumi / efek badai geomagnet terdeteksi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Some effects of earthquakes at North Sumatra to the total electron content in the Ionosphere.

Some effects of earthquakes at North Sumatra to the total electron content in the Ionosphere.

Ho 3 1 Wireless and Radio Science Centre WARAS, Tun Hussein Onn University College of Technology, 86400 Parit Raja, Johor, Malaysia, 2 Department of Electrical, Electronic and Systems E[r]

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Jenis Pelarut dan Temperatur Terhadap Total Phenolic Content, Total Flavonoid Content, dan Aktivitas Antioksidan di Ekstrak Daun Nyamplung (Calophyllum inophyllum) - ITS Repository

Pengaruh Jenis Pelarut dan Temperatur Terhadap Total Phenolic Content, Total Flavonoid Content, dan Aktivitas Antioksidan di Ekstrak Daun Nyamplung (Calophyllum inophyllum) - ITS Repository

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan temperatur terhadap Total Phenolic Content (TPC), Total Flavonoid Content (TFC), dan aktivitas antioksidan di ekstrak daun nyamplung (Callophyllum inophyllum). Daun nyamplung yang digunakan terlebih dahulu dihilangkan senyawa non-polarnya (non-polar removal) menggunakan metode ekstraksi solid-liquid dengan pelarut N-Heksana. Selanjutnya, daun nyamplung diekstraksi dengan berbagai variasi pelarut dan suhu, sesuai dengan variabel, hingga didapatkan crude extract daun nyamplung. Analisa TPC dan TFC dilakukan untuk seluruh crude extract daun nyamplung hasil ekstraksi, sedangkan analisa aktivitas antioksidan dilakukan untuk crude extract daun nyamplung dengan hasil TPC tertinggi dan TFC tertinggi. Metode analisa yang digunakan pada penelitian ini antara lain metode Folin-Ciocaltau untuk analisa TPC, metode kalorimetrik aluminium klorida untuk analisa TFC, dan metode free radical scavenging dengan DPPH untuk analisa aktivitas antioksidan. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik menggunakan analysis of variance (ANOVA) untuk mengerti seberapa signifikan jenis pelarut dan temperatur mempengaruhi TPC, TFC, dan aktivitas antioksidan ekstrak daun nyamplung.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Directory UMM :Data Elmu:jurnal:A:Advances In Water Resources:Vol23.Issue3.1999:

Directory UMM :Data Elmu:jurnal:A:Advances In Water Resources:Vol23.Issue3.1999:

We consider the same one-dimensional bioremedia- tion model as Keijzer et al. [11]. A saturated and ho- mogeneous aquifer with steady-state ¯ow is assumed. The model includes three mass balance equations, one for the electron acceptor c, one for the organic con- taminant g and one for the microbial mass m. Several simplifying assumptions are made. We consider a mo- bile and non-adsorbing electron acceptor, e.g. oxygen or nitrate. The electron acceptor is injected to enhance biodegradation [3,15,16,24]. Although the contaminant is often considered mobile [3,15,16,24], we assume an immobile contaminant. This assumption re¯ects the situation where a contaminant is present at residual saturation, furthermore, the contaminant has a low solubility. We consider the e€ect of this assumption on the contaminant removal rate in the discussion and compare our ®ndings with Oya and Valocchi [15] who have considered a mobile and linear-adsorbing con- taminant. Moreover, we consider an immobile microbial mass that forms bio®lms around the soil particles [5,9,13]. The micro-organisms are assumed to utilize the residual contaminant for their metabolism. The micro- bial growth is modeled by Monod kinetics, [14±16,24] the micro-organisms grow until the contaminant or electron acceptor is completely consumed. Furthermore, we neglect the decay of micro-organisms, assuming that the speci®c growth rate is signi®cantly larger than the x(X) (Dimensionless) length (m)
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

SELF-EFFICACIES OF PROSPECTIVE MATHEMATIC TEACHERS’ TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK)

SELF-EFFICACIES OF PROSPECTIVE MATHEMATIC TEACHERS’ TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK)

Models of teachers knowledge have introduced by Shulman (1986), that is pedagogical content knowledge (PCK), intersection of content knowledge (CK) and pedagogy knowledge (PK). Every component of PCK affect each others. Teachers have be able to integrate the pedagogy knowledge for teach specific topics to realize the effective learning (Gess-Newsome, 1999). PCK is described in five component, learning orientation of science, knowledge of curriculum, student’s level of understanding about specific topic, assessment, and learning strategies (Magnusson, Krajcik, & Borko, 1999). Math teachers also must have that
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Sifat Unsur Periodik Ketiga docx

Sifat Unsur Periodik Ketiga docx

Dari kiri ke kanan, unsur-unsur periode ketiga memiliki harga ionisasi yang semakin besar sehingga semakin sukar melepas electron.. Penyebabnya electron Dari unsur tersebut akan kurang t[r]

7 Baca lebih lajut

PEMERIKSAAN STRUKTUR MIKRO MATERIAL (1)

PEMERIKSAAN STRUKTUR MIKRO MATERIAL (1)

Scanning Electron Microscope (SEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang didesain untuk mengamati permukaan objek solid secara langsung. SEM memiliki perbesaran 10 – 3.000.000 kali, depth of field 4 – 0.4 mm dan resolusi sebesar 1 – 10 nm. Kombinasi dari perbesaran yang tinggi, depth of field yang besar, resolusi yang baik, kemampuan untuk mengetahui komposisi dan informasi kristalografi membuat SEM banyak digunakan untuk keperluan penelitian dan industri. SEM memfokuskan sinar elektron (electron beam) di permukaan obyek dan mengambil gambarnya dengan mendeteksi elektron yang muncul dari permukaan obyek.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pembuatan Nanosilikon Dari Pasir Alam Secara Magnesiotermik Dengan Penambahan Kalium Klorida

Pembuatan Nanosilikon Dari Pasir Alam Secara Magnesiotermik Dengan Penambahan Kalium Klorida

Chemical Reduction of Three-Dimensional Silica Micro-assemblies into Microporous Silicon Replicas.. Electron Diffraction Using Transmission Electron Microscopy.[r]

4 Baca lebih lajut

Pembentukan Ikatan Ion

Pembentukan Ikatan Ion

Cl : “ Hey, nama saya klor. Saya punya 17 buah electron. Jumlah kulit saya juga 3 lho ( sambil memperlihatkan kartunya ). Saya punya 7 elektron valensi. Seperti halnya Natrium , saya juga ingin stabil. Tapi kalo saya harus membuang 7 elektron bisa-bisa energiku terkuras habis, maka sebaiknya saya ambil satu electron saja dari luar supaya electron valensiku menjadi 8. Nah, gimana kalo punyamu yang kamu buang tadi saya ambil saja, toh kamu nggak membutuhkan lagi, boleh nggak ?”

1 Baca lebih lajut

Influence of Inoculum Content on Performance of Anaerobic Reactors for Treating Cattle Manure using Rumen Fluid Inoculum - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Influence of Inoculum Content on Performance of Anaerobic Reactors for Treating Cattle Manure using Rumen Fluid Inoculum - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

The influence of rumen fluid content to biogas production was studied by performing a series laboratory biodigester in several rumen fluids in feed. A series of laboratory experiments using 400 ml biodigester were performed in batch operation mode. Given 100 grams of fresh cattle manure (M) was fed to each biodigester and mixed with rumen fluid (R) and tap water (W) in several ratio resulting six different M:W:R ratio contents i.e. 1:1:0; 1:0.75:0.25; 1:0.5:0.5; 1:0.25:0.75; and 1:0:1 (correspond to 0; 12.5; 25, 37.5; 50, and 100 % rumen, respectively). Composition of six manure samples used in the study as presented in Table 2. Operating temperature was at room temperature and 38.5 o C. The biodigester performance was measured with respect to cumulative volume of biogas produced after corrected to standard pressure (760 mm Hg) and temperature 0 o C. All of treatment was carried out by triplication.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

www.banksoal.web.id Soal Ujian Semester

www.banksoal.web.id Soal Ujian Semester

Sebuah electron bergerak disekitar kawat yang berarus listrik , seperti pada gambar dibawah , arah gaya lorent yang dialami oleh electron tersebut adalah …….. masuk menuju bidang kertas [r]

4 Baca lebih lajut

Free Electron Model for Metals

Free Electron Model for Metals

f  where  = chemical potential  E F for kT << E F Quantum mechanics showed that the occupation of electron states is governed by the Pauli exclusion principle, and that the probability of occupation of a state with energy E at temperature T is:

40 Baca lebih lajut

Directory UMM :Data Elmu:jurnal:B:Biochemical Systematics and Ecology:Vol28.Issue10.Dec2000:

Directory UMM :Data Elmu:jurnal:B:Biochemical Systematics and Ecology:Vol28.Issue10.Dec2000:

Plant samples for chemical analyses were taken weekly between June 17, 1998 and September 30, 1998, and twice a week during the #owering period (July 19 until September 4). Seven shoots from separate plants were cut each time, washed, weighed and pressed. The shoots were dried at 403C for 24 h. After drying the shoots were weighed and the water content determined in percent. Five of these shoots (the two extremes were discarded) were selected each sample day, and the leaves were pow- dered. During the drying process on July 22 and July 29 some of the plants were damaged and therefore excluded from the study. After September 9 fungi attacked the plants, and the experiment was terminated. The development of the plants was observed during the whole period.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Light Reactions • Non-cyclic Electron Flow.[r]

19 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata ex Poir) sebagai Peningkat Antioksidan pada Tempe

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata ex Poir) sebagai Peningkat Antioksidan pada Tempe

Pumpkin seeds contain phenolic useful as an antioxidant. Utilization of pumpkin seeds to increase antioxidant in tempe has not been studied in Indonesia. Therefore, this study aimed to determine the antioxidant activity, total phenolic content, water content in tempe with the addition of pumpkin seeds powder (Cucurbita moschata ex Poir), the IC 50 value in pumpkin seed

1 Baca lebih lajut

Supply of Avocado Starch (Persea Americana Mill) as Bioplastic Material

Supply of Avocado Starch (Persea Americana Mill) as Bioplastic Material

Procedure of analyzing water content from avocado seed starch applied standard of AOAC: Sampel [0] was scaled as much as 5 grams to be entered into porcelain dish. Dish filled with sample was fired on [0] flame of bunsen burner untill no haze appeared anymore. Then entered into furnace with temperature [0] 550 o C for ± 12 hours. Dish filled with sample was cooled in the dessicator then scaled until the weight [0]

8 Baca lebih lajut

rpp bilangan kuantum

rpp bilangan kuantum

Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar Indikator 3.3 Memahami cara penulisan konfigurasi electron dan pola konfigurasi electron terluar untuk setiap golongan dalam tabel p[r]

5 Baca lebih lajut

rpp konfigurasi elektron 2

rpp konfigurasi elektron 2

Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar Indikator 3.3 Memahami cara penulisan konfigurasi electron dan pola konfigurasi electron terluar untuk setiap golongan dalam tabel p[r]

5 Baca lebih lajut

rpp bilangan kuantum 2

rpp bilangan kuantum 2

Kompetensi Dasar dan Indikator Kompetensi Dasar Indikator 3.3 Memahami cara penulisan konfigurasi electron dan pola konfigurasi electron terluar untuk setiap golongan dalam tabel p[r]

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...