total knee replacement

Top PDF total knee replacement:

ANALISIS LAPISAN TIN PADA PROTOTYPE TOTAL KNEE REPLACEMENT (TKR) DENGAN METODA PLASMA SPUTTERING

ANALISIS LAPISAN TIN PADA PROTOTYPE TOTAL KNEE REPLACEMENT (TKR) DENGAN METODA PLASMA SPUTTERING

Telah dilakukan pelapisan TiN dengan metoda plasma sputtering pada prototipe Total Knee Replacement (TKR). Pada penelitian ini TiN dilapiskan pada seluruh permukaan prototipe knee cap (tempurung lutut) dan komponen tibial yang berbahan CoCrMo. Hasil yang didapat pada pengujian kekerasan pada sampel sebelum dilapisi TiN adalah rata-rata 256.49 VHN. Setelah di lapis dengan TiN kekerasan rata – rata 339.66 VHN. Pengamatan strukturmikro dengan SEM tampak lapisan TiN yang solid dan ketebalan yang homogen dengan ketebalan rata-rata 1,9μm. Analisis fasa dengan XRD menunjukkan bahwa fasa dari sampel Total Knee Replacement (TKR) seluruhnya fasa paduan berbasis cobalt yang terdiri dari fasa γ (FCC) dan fasa ε (HCP). Tidak tampak fasa TiN karena sangat tipis, sehingga tidak terdeteksi oleh XRD.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI KETERBATASAN LUAS GERAK SENDI LUTUT POST TOTAL KNEE  Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Keterbatasan Luas Gerak Sendi Lutut Post Total Knee Replacement Dextra Di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI KETERBATASAN LUAS GERAK SENDI LUTUT POST TOTAL KNEE Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Keterbatasan Luas Gerak Sendi Lutut Post Total Knee Replacement Dextra Di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Seorang pasien usia 58 tahun dengan diagnosa Keterbatasan Luas Gerak Sendi Lutut Post Total Knee Replacement Dextra telah mendapatkan penanganan fisioterapi dengan menggunakan modalitas berupa Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan terapi latihan sebanyak enam kali terapi. Dari penatalaksanaan fisioterapi pada kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa:

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Keterbatasan Luas Gerak Sendi Lutut Post Total Knee Replacement Dextra Di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

PENDAHULUAN Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Keterbatasan Luas Gerak Sendi Lutut Post Total Knee Replacement Dextra Di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Total Knee Replacement atau yang disingkat dengan TKR adalah prosedur bedah yang dilakukan pada sendi lutut untuk mengganti bantalan tulang rawan pada sendi lutut dengan bantalan buatan yang terdapat dari besi. Tindakan TKR dilakukan ketika sendi lutut mengalami kerusakan yang amat berat akibat cedera ataupun radang sendi. Tindakan ini diambil ketika sudah dilakukan pengobatan ataupun penggunakan alat penyangga lutut namun sudah tidak efektif lagi.

5 Baca lebih lajut

PENGARUH EDUKASI DAN LATIHAN MOBILISASI DINI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DAN KEMANDIRIAN PASIEN POST TOTAL KNEE REPLACEMENT

PENGARUH EDUKASI DAN LATIHAN MOBILISASI DINI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DAN KEMANDIRIAN PASIEN POST TOTAL KNEE REPLACEMENT

Metode penelitian; Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pre dan post control group design, dengan 34 responden (22 kelompok eksperimen, 12 kontrol). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Variabel bebas adalah edukasi dan latihan mobilisasi dini, sementara variabel terikat adalah tingkat kemandirian dan tingkat kecemasan. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan post TKR di RSO Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta dan RSK Bedah Karima Utama Surakarta. Analisa data menggunakan independent t- test dan paired t-test. Hasil penelitian ; Terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kemandirian dan kecemasan pada pasien sebelum dan sesudah diberikan edukasi dan latihan mobilisasi dini. Hasil uji independent t-test pada tingkat kecemasan diperoleh p value (0,000) < 0,05, terdapat perbedaan signifikan kecemasan dan kemandirian pada pasien kelompok kontrol dan kelompok interensi. Kesimpulan; Terdapat peningkatan kemandirian dan penurunan kecemasan pada pasien yang dilakukan operasi Total Knee Replacement setelah dilakukan edukasi dan latihan mobilisasi dini, dan terdapat perbedaan tingkat kemandirian dan kecemasan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
Baca lebih lanjut

185 Baca lebih lajut

 BAB I PENDAHULUAN  Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Post Operasi Total Knee Replacement Et Causa Osteoarthritis Di Rumah Sakit Orthopedi DR. Soeharso Surakarta.

BAB I PENDAHULUAN Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Post Operasi Total Knee Replacement Et Causa Osteoarthritis Di Rumah Sakit Orthopedi DR. Soeharso Surakarta.

tidak memberikan satu penyakit pun melainkan Dia telah memberikan penawar (obat) kecuali penyakit pikun" (HR Bukhari). Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang berfungsi memelihara, memulihkan gerak dan fungsi tubuh dengan cara manual, peralatan maupun latihan (Depkes RI, 2013). Fisioterapi dapat membantu menyelesaikan masalah yang terjadi pasca operasi total knee replacement dengan berbagai teknik yang digunakan. Salah satu cara untuk membantu mengembalikan kemampuan fungsional dan fisik pasien post operasi TKR menggunakan terapi latihan atau exercise therapy. Exercise therapy memiliki keuntungan antara lain untuk meningkatkan kemampuan otot, untuk memberikan efek positif pada system kardiovaskuler dan kesembuhan tulang dan soft tissue (Derlene, 2006)
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI  Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Keterbatasan Luas Gerak Sendi Lutut Post Total Knee Replacement Dextra Di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Keterbatasan Luas Gerak Sendi Lutut Post Total Knee Replacement Dextra Di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Total Knee Replacement atau TKR adalah prosedur bedah untuk mengganti bantalan tulang rawan pada sendi lutut dengan bantalan buatan yang terdapat dari besi. Tindakan ini diambil ketika sendi lutut mengalami kerusakan yang amat berat dan sudah dilakukan pengobatan ataupun penggunakan alat penyangga lutut namun sudah tidak efektif lagi. Immobilisasi yang lama pasca operasi menyebabkan keterbatasan luas gerak sendi dimana sendi tidak dilakukan latihan untuk memulihkan gerakan. Penanganan guna memperoleh hasil yang efektif dan efisien dari kondisi tersebut maka penulis melakukan suatu metode pemeriksaan derajat nyeri dengan VDS, keterbatasan gerak dengan goneometri, oedema dengan antropometri, dan keterbatsan aktifitas fungsional dengan Skala Jette. Dalam kasus ini untuk membantu mengatasi permasalahn yang ada maka penulis menggunakan modalitas Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan terapi latihan berupa static contraction dan hold relax.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Upaya Penurunan Nyeri Pada Pasien Osteoartritis Post Total Knee Replacement Di Rsop Dr.Soeharso Surakarta.

Upaya Penurunan Nyeri Pada Pasien Osteoartritis Post Total Knee Replacement Di Rsop Dr.Soeharso Surakarta.

mmHg. Berdasarkan data yang didapat penulis hanya akan membahas dan mengangkat diagnosa yaitu nyeri akut berhubungan dengan penurunan fungsi tulang sebagai prioritas utama. Nyeri akut diakibatkan penderita osteoarthritis post total knee replacement sebagian akan mengalami kerusakan pada sendi dan kartilago (Muttaqin. 2012). Penulis menegakkan diagnosa nyeri akut berhubungan dengan penurunan fungsi tulang karena pada pasien Ny.S di temukan data-data pendukung yaitu data subjektif pasien mengatakan lutut sebelah kanan terasa nyeri, setelah dilakukan op nyeri bertambah, nyeri post total knee replacement seperti tertusuk-tusuk, nyeri pada bagian lutut kanan, nyeri dalam skala 8, nyeri terasa hilang timbul, pasien mengatakan nyeri saat menggerakkan kakinya, pasien mengatakan tidur terganggu karena nyeri sering hilang timbul. Data objektif pasien terlihat menahan nyeri saat menggerakka ektremitasnya, tekanan darah 140 / 90 mmHg.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERASI TOTAL KNEE REPLACEMENT ET CAUSA  Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Post Operasi Total Knee Replacement Et Causa Osteoarthritis Di Rumah Sakit Orthopedi DR. Soeharso Surakarta.

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERASI TOTAL KNEE REPLACEMENT ET CAUSA Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Post Operasi Total Knee Replacement Et Causa Osteoarthritis Di Rumah Sakit Orthopedi DR. Soeharso Surakarta.

Latar Belakang : Total knee replacement merupakan pengobatan untuk mengurangi rasa sakit dan memulihkan fungsi fisik pada pasien dengan kondisi osteoarthtritis yang tidak bisa dipelihara dengan terapi fisik saja. Pasca operasi pasien mengeluh nyeri dan keterbatasan aktivitas fungsional. Modalitas terapi latihan dapat membantu mengatasi keluhan tersebut.

17 Baca lebih lajut

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERASI TOTAL KNEE REPLACEMENT ET CAUSA  Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Post Operasi Total Knee Replacement Et Causa Osteoarthritis Di Rumah Sakit Orthopedi DR. Soeharso Surakarta.

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERASI TOTAL KNEE REPLACEMENT ET CAUSA Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Post Operasi Total Knee Replacement Et Causa Osteoarthritis Di Rumah Sakit Orthopedi DR. Soeharso Surakarta.

Setelah dilakukan penerapan terapi latihan pada kasus post operasi total knee replacement ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dicermati agar tercapai hasil maksimal sesuai yang diharapkan. Kerjasama antar fisioterapis pasien dan pegawai medis lainnya sangat perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan pada setiap pengobatan suatu penyakit setiap komponen harus saling berhubungan sehingga tercapai hasil yang maksimal. Fisioterapi hendaknya teliti dalam melakukan anamnesis sehingga didapatkan diagnosa yang sesuai dan dapat dilakukan intervensi yang benar dan sesuai kondisi pasien. Pasien juga harus bersikap kooperatif dan semangat mengikuti program yang diajarkan oleh fisioterapis
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN  PADA KONDISI PASCA OPERASI TOTAL KNEE REPLACEMANT SINISTRA  Penatalaksanaan Terapi Latihan pada Kondisi Pasca Operasi Total Knee Replacemant Sinistra ii RSAL. Ramelan Surabaya.

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI PASCA OPERASI TOTAL KNEE REPLACEMANT SINISTRA Penatalaksanaan Terapi Latihan pada Kondisi Pasca Operasi Total Knee Replacemant Sinistra ii RSAL. Ramelan Surabaya.

Results: After treatment for six times did showed a reduction in pain and tenderness of motion, while the remain silent pain, range of motion has been no change, hip flexor muscle strength increases, increased hip extensor, knee flexors also increased. Conclusion: With the modality of exercise therapy on condition of Post Total Knee Replacement Sinistra can reduce pain, improve muscle strength, increase range of motion and

17 Baca lebih lajut

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN  PADA KONDISI PASCA OPERASI TOTAL KNEE REPLACEMANT SINISTRA  Penatalaksanaan Terapi Latihan pada Kondisi Pasca Operasi Total Knee Replacemant Sinistra ii RSAL. Ramelan Surabaya.

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI PASCA OPERASI TOTAL KNEE REPLACEMANT SINISTRA Penatalaksanaan Terapi Latihan pada Kondisi Pasca Operasi Total Knee Replacemant Sinistra ii RSAL. Ramelan Surabaya.

Background: knee joint replacement surgery is called (Total Knee Replacement or TKR) is an orthopedic surgery is quite complicated, but more and more do. Patients who suffered damage to the joints (like osteoarthtritis) can now be overcome with Total Knee Replacement. Even since 2000, one of the hospitals in Indonesia, had surgery Total Knee Replacement highest in Southeast Asia. Comparison with the knee before knee surgery after surgery Total knee replacement is usually performed in patients with severe osteoarthritis. The majority of patients receiving artificial knees are over 50 years old, but it is not impossible that there are younger people because of a special case.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Protein C, protein S, antithrombin III, and hyperfibrinogenemia in deep vein thrombosis (DVT) among patients who underwent high risk orthopaedic surgery

Protein C, protein S, antithrombin III, and hyperfibrinogenemia in deep vein thrombosis (DVT) among patients who underwent high risk orthopaedic surgery

Post operative DVT is believed to be rare in Indonesia, and so is trombophilia. It is necessary to know the incidence of postoperative DVT in Indonesia and thrombophlia profile (protein C, S, AT III deficiency and hyperfibrinogenemia) in DVT and non DVT patient who underwent orthopedic surgery involving the hip and knee (high risk surgery). A cross sectional study was conducted in 20 patients who underwent surgery involving the hip (total hip replacement and fixation of proximal femoral fracture) and knee (total knee replacement and fixation of distal femoral fracture). Protein C, protein S, antithrombin III, and fibrinogen were examined in day 5 post operative, as well as with compression/Doppler USG between day 10 to 21 post operative, and confirmed by venography if USG findings was positive. Post operative DVT were found in 5 of 20 patients (25%). Deficiency of protein C (P= 0.46) protein S (P= 0.81), antithrombin III (P= 0.46), and hyperfibrinogenemia (P= 0.0547) did not correlate to post operative DVT. However, hyperfibrinogenemia was found to be a risk factor to post operative DVT (attributable risk= 1). Other confounding factor such as diabetes mellitus (P= 1.0), obesity (P= 0.28), hypertention (P= 1.0), hypertrigliseridemia, and hypercholesterolemia did not correlate to post operative DVT. The study suggested the existence of postoperative DVT cases in Indonesia. Hyperfibrinogenemia is a risk factor to promote post operative DVT. Deep vein thrombosis did not correlate to protein S, protein C, and antithrombin III deficiency. (Med J Indones 2004; 13: 24-30)
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Ade Pratama agung 22010112110027 Lap.KTI Bab0

Ade Pratama agung 22010112110027 Lap.KTI Bab0

Hasil : Distribusi jenis kelamin perempuan lebih banyak dari laki-laki sebanyak 20 (90%) pasien. Jenis TKA yang terbanyak di lakukan pada pasien osteoartritis lutut adalah Cruciate Retention (CR) 13 (65%) pasien. Kelompok usia tertinggi 60 – 69 tahun sebanyak 13 (65%) pasien. Lokasi osteoartritis terbanyak terjadi pada lutut kanan sebanyak 10 (50%). Hasil kuesioner SF-36 didapatkan rerata skor pasien 71,54 memiliki interpretasi kualitas hidup yang baik dan hasil kuesioner WOMAC memiliki rerata total skor 38,5 memiliki interpretasi pasien osteoartritis lutut tidak mengalami gangguan fungsional lutut.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Usulan Penentuan Waktu Penggantian Komponen KIT Pada Lokomotif CC 201 Dengan Menggunakan Metode Ade Replacement Di PT. Kereta Api Indonesia

Usulan Penentuan Waktu Penggantian Komponen KIT Pada Lokomotif CC 201 Dengan Menggunakan Metode Ade Replacement Di PT. Kereta Api Indonesia

Pada perhitungan dengan model age replacement didapatkan hasil penggantian waktu komponen KIT 3 bulan yang paling optimal dan tepat adalah pada hari ke 78. Karena pada saat penggantian hari ke 78 ongkos yang paling minimum yaitu Rp 56.384,19,-/hari dan total ongkosnya sebesarRp 4.397.966,82,-dibandingkan dengan interval waktu yang lainnya dimana ongkos yang dikeluarkan semakin naik ketika memasuki interval waktu penggantian pada hari 79 sampai ke hari 90.

22 Baca lebih lajut

Biomechanical Study Of Human Lumbar Spine With Total Disc Replacement Of Maverick Prothesis Using Fem.

Biomechanical Study Of Human Lumbar Spine With Total Disc Replacement Of Maverick Prothesis Using Fem.

I declare that this thesis entitle “Biomechanical Study of Human Lumbar Spine with Total Disc Replacement of Maverick® Prosthesis Using FEM” is the result of my own research except as cited in the references. The thesis has not been accepted for any degree and is not concurrently submitted in candidature of any other degree.

24 Baca lebih lajut

Vania 22010111120050 LapKTI BAB3

Vania 22010111120050 LapKTI BAB3

Kariadi Mitral Valve Replacement/ MVR Operasi Ganti Katup Mitral Aortic Valve Replacement/ AVR Operasi Ganti Katup Aorta Double Valve Replacement/ DVR 1.. Lama rawat di ICU [r]

2 Baca lebih lajut

 Biomechanical Systems Techniques and Applications Musculoskeletal Models & Techniques pdf

Biomechanical Systems Techniques and Applications Musculoskeletal Models & Techniques pdf

In this section, behavior of both tibio-femoral and patello-femoral contact forces during a kicking type of dynamic activity is presented by means of a two-dimensional, three-body segment dynamic model of the human knee joint. It is a well-established fact that in a class of activities such as stair climbing, rising from a seated position, or similar activities, large patello-femoral contact forces naturally accom- pany large knee-flexion angles. For these large knee-flexion angles, a rough estimate of the patello-femoral contact force can be easily obtained by considering a simple static equilibrium of the patella with patella tendon force and quadriceps femoris force. According to the static analysis, at full extension of the knee this force is practically zero; as the knee flexes during the above-mentioned activities, the patella-femoral force increases to very high values, e.g., at 135° knee flexion it can reach four to five times body weight. Results presented here indicate that the patella can be subjected to very large patello-femoral contact forces during a strenuous lower limb activity such as kicking even under conditions of small knee-flexion angles. Finally, under such dynamic conditions the patello-femoral contact force can be higher than the tibio-femoral contact force.
Baca lebih lanjut

206 Baca lebih lajut

Penerapan Age Replacment Model dalam menentukan Waktu Penggantian Komponen Acceleration Roll Pada mesin Winder Teijin Seiki Model AW-806-8A/6A.

Penerapan Age Replacment Model dalam menentukan Waktu Penggantian Komponen Acceleration Roll Pada mesin Winder Teijin Seiki Model AW-806-8A/6A.

PT. Indorama synthetics is a companies operating in the area of Textile industry with the main product of polyester yarn is Partialy Oriented Yarns (POY). One of the important things that support the work effectiveness and efficiency in using the production machinery is through the planning of maintenance scheduling. Winder Teijin Seiki model AW-806-8A/6A is a winder machine that used by PT. Indorama synthetics,in process of Revolving often occur failure, that resulted in average of loss amounts to Rp.11.774.834,7/day. One of the cause revolving failure is destruction of components Acceleration Roll and the company does not have a schedule for preventive replacement of such components . The purpose of this study was to determine the time schedule or replacement of components by using the Age Replacement model. From the results of the analysis, time between failures Acceleration Roll components follow Weibull distribution with  ˆ  1 , 052223739 and  ˆ  141 , 8735228 also MTTF=139.021 hours, which means the average Acceleration Roll component will operate over 139.021 hours until the occurrence of failure. Acceleration Roll component following the Homogeneous Poisson process with constant failure rate . Based on the data using the Age Replacement model the optimum replacement time of components Acceleration Roll can not be determined (no solution) because The Age Replacement model can only be used when the intensisity of failure is increasing, so that the replacement of these components when such components are defective .
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...