total quality management

Top PDF total quality management:

IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP BUDAYA KUALITAS

IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP BUDAYA KUALITAS

Results of the research are (a) Simultaneously the variables in the implementation of TotalQuality Managementare able to describe the effects on the quality culture variable by 63,5%, meanwhile the remaining is described or influenced by other independent variables beyond the research model equation. Inter-variable correlation in the implementation of Total Quality Management on the quality culture is quite strong (b) There are significant effects between variables in the implementation of Total QualityManagementconsisting of focuses on employee, management commitment, training, employee empowering, and use of statistic devices partially on quality culture variable, meanwhile the sustainable improvement an d performance comparison do not influence significantly on quality culture variable. Thus, the second hypothesis of this research is rejected (c) The training variable provides dominant effects on the quality culture variable. Thus the third hypothesis of this research is rejected.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT  Pengaruh Penerapan Total Quality Management Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Indomaret Sekecamatan Kartasura Tahun 2016.

PENGARUH PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT Pengaruh Penerapan Total Quality Management Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Indomaret Sekecamatan Kartasura Tahun 2016.

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari penerapan Total Quality Management (TQM) yang terdiri dari variabel fokus pelanggan, obsesi kualitas, kerjasama tim, serta keterlibatan dan pemberdayaan karyawan terhadap kepuasan pelanggan pada indomaret sekecamatan kartasura. Populasi dalam penelitian ini pembeli pada indomaret di wilayah kecamatan kartasura. Sampel dipolih dengan menggunakan metode sampling non- probabilitas. Data penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis linier berganda yang terdiri dari variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen terdiri dari pelanggan, obsesi kualitas, kerjasama tim, serta keterlibatan dan pemberdayaan karyawan sedangkan kepuasan pelanggan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fokus pelanggan, kerjasama tim, keterlibatan karyawan total memiliki dampak yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan sementara obsesi kualitastidak memiliki dampak yang signifikan pada kepuasan pelanggan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PT UNTUNG BERSAMA SEJAHTERA  Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Untung Bersama Sejahtera.

PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PT UNTUNG BERSAMA SEJAHTERA Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Untung Bersama Sejahtera.

Tingkat persaingan yang ketat membuat perusahaan harus selalu berbenah agar tidak jauh tertinggal dengan para pesaingnya. Salah satu cara yang ditempuh oleh perusahaan-perusahaan manufaktur adalah dengan melakukan perbaikan terus menerus dalam penggunaan teknik-teknik Total Quality Management ( TQM ) atau Just-In-Time ( JIT ). Dalam penelitiannya, beberapa perusahaan yang telah menerapkan TQM , ada yang telah berhasil meningkatkan kinerjanya, tetapi ada juga yang belum mampu meningkatkan kinerjanya (Sim dan Killough, 1998).

15 Baca lebih lajut

6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Total Quality Management 2.1.1 Pengertian Total Quality Management

6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Total Quality Management 2.1.1 Pengertian Total Quality Management

Malcolm Balridge adalah orang yang menjabat United States Secretary of Commence dari tahun 1981 sampai beliau meninggal pada Juli 1987. Kriteria Baldrige merupakan salah satu metode dalam perbaikan manajemen kualitas yang diciptakan oleh beliau yang berfokus pada manajemen mutu terpadu (Total Quality Management). Sampai tahun 2007, Kriteria Baldrige telah diadopsi oleh puluhan ribu perusahaan di lebih dari 70-an Negara, termasuk Indonesia yang mengadopsinya menjadi Indonesia Quality Awards (IQA) for BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PT UNTUNG BERSAMA SEJAHTERA  Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Untung Bersama Sejahtera.

PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PT UNTUNG BERSAMA SEJAHTERA Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Manajerial Pada PT Untung Bersama Sejahtera.

Pelaksanaan bisnis suatu institusi akan sangat bergantung bagaimana cara perusahaan dapat bersaing pada tingkat persaingan yang semakin ketat. Tingkat persaingan yang ketat membuat perusahaan harus selalu berbenah agar tidak jauh tertinggal dengan para pesaingnya. Salah satu cara yang ditempuh oleh perusahaan-perusahaan manufaktur adalah dengan melakukan perbaikan terus menerus dalam penggunaan teknik-teknik Total Quality Management ( TQM ) atau Just-In-Time ( JIT ).

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Total Quality Management (TQM) Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Pada PT. Warna Agung .Jl. Pelita 3 No.B18 Kawasan Industri Medan Star Tanjung Morawa)

Pengaruh Penerapan Total Quality Management (TQM) Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Pada PT. Warna Agung .Jl. Pelita 3 No.B18 Kawasan Industri Medan Star Tanjung Morawa)

Russel dan Taylor (Wibowo, 2016:125)mempunyai prinsip bahwa total quality management memfokuskan pada customer, pelanggan eksternal, dan internal. Berkepentingan untuk continuous improvement, kualitas selalu dapat ditingkatkan; very good is not good enough. Perbaikan dalam kualitas dalam semua hal yang dilakukan organisasi tidak hanya menyangkut produk akhir, tetapi juga masalah delivery, kecepatan merespon keluhan, kesopanan menjawab telelpon, dan semacamnya; pengukuran secara akurat.Penggunaan teknik statistik untuk mengukur setiap variabel kinerja, membandingkan standar dengan benchmark; pemberdayaan pekerja; kelibatan pekerja dalam proses perbaikan, tim dipergunakan secara luas untuk menemukan dan mengatasi masalah; masalah kualitas diselesaikan melalui kerjasama; menggunakan statistical quality control; training dan education digunakan sebagai basis perbaikan kualitas.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Penerapan Total Quality Management in Ed

Penerapan Total Quality Management in Ed

Indonesia. Pengamatan penulis menunjukkan bahwa hal ini disebabkan oleh terjadinya kesenjangan persepsi antara pengelola perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusannya dan pengelola industri untuk menggunakan lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Penerapan TQM (total quality management) pada sistem pendidikan yang sering disebut sebagai: Total Quality Management in Education (TQME) diharapkan mampu menghilangkan atau mengurangi tingkat kesenjangan yang ada antara perguruan tinggi dan industri di Indonesia. Penerapan TQME pada perguruan tinggi di Indonesia harus
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EVALUASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP BIAYA KUALITAS

EVALUASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP BIAYA KUALITAS

This study was a case on a company, with PT Modrian as the subject of study. From this study, it could be concluded that: 1) PT Mondrian had fulfilled the implementation requirement of total quality management, which was shown with the answer that was more than 50% from the quality control, PPIC, Marketing, and Production manager. However, there were few things which were not yet done maximally such as its openness to its employees about the company’s problem, its absence of appreciation to employee getting good achievement and its absece of quality consultant. 2) Total quality management implement implementation had an impact on decreased quality cost percentage of sales. Quality cost percentage in 2005 was 5,65 from total sales. Quality cost percentage in 206 was 4,60 from sales. In 2007, quality cost percentage reached 3,82 from total sales, and3,67 in 2008. 3) Quality cost trend movement in 2005-2008. the preventive cost had increased in 2005 to 2006 and the next years. The valuation charge decreased from 2005 to 2006. in 2007, valuation charge decreased, while it increased in 2008. cost of failure, both internal and external, tended to decrease. A significant decrease happened on internal cost of failure, from 50% to 22% in 2008. The conclusion was quality cost management was already good, which could be provend with the graph movement trend to aim direction.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Organizational Culture and Total Quality Management (TQM)

Organizational Culture and Total Quality Management (TQM)

The clients are the most important pillars and bases of the TQM, as researchers unanimously agreed that the client (or customer) is the basic pivot of the activities related to the TQM. The term "client", in total quality management, included both the internal and external clients. By the external client it is meant the individual (consumer) upon whom all the activities and efforts are focused in order to realize his/her desires and stimulate him/her to purchase the product or produced commodities. On the other hand, the internal clients represent the people working in the different organizational units of the organization (work stations, units, divisions, departments).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1. Total Quality Management 1. Pengertian Total Quality Management - Pengaruh Total Quality Management terhadap Kinerja Keuangan pada Rumah Sakit Umum Imelda Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1. Total Quality Management 1. Pengertian Total Quality Management - Pengaruh Total Quality Management terhadap Kinerja Keuangan pada Rumah Sakit Umum Imelda Medan

Dasar pemikiran perlunya TQM sangat sederhana yakni bahwa cara yang terbaik agar dapat bersaing dan unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas produk atau jasa yang terbaik. Untuk menghasilkan kualitas terbaik diperlukan upaya perbaikan berkesinambungan terhadap kemampuan manusia, proses dan lingkungan. Cara terbaik agar dapat memperbaiki kemampuan komponen-komponen tersebut secara berkesinambungan adalah dengan menerapkan Total Quality Management (TQM).

22 Baca lebih lajut

TOTAL QUALITY MANAGEMENT SEBAGAI ALAT BA

TOTAL QUALITY MANAGEMENT SEBAGAI ALAT BA

Tujuan utama Total Quality Management adalah perbaikan mutu pelayanan secara terus-menerus. Dengan demikian, juga Quality Management sendiri yang harus dilaksanakan secara terus-menerus. Sejak tahun 1950-an pola pikir mengenai mutu terpadu atau TQM sudah muncul di daratan Amerika dan Jepang dan akhirnya Koji Kobayashi, salah satu CEO of NEC, diklaim sebagai orang pertama yang mempopulerkan TQM, yang dia lakukan pada saat memberikan pidato pada pemberian penghargaan Deming prize di tahun 1974 (Deming prize, established in December 1950 in honor of W. Edwards Deming, was originally designed to reward Japanese companies for major advances in quality improvement. Over the years it has grown, under the guidance of Japanese Union of Scientists and Engineers (JUSE) to where it is now also available to non-Japanese companies, albeit usually operating in Japan, and also to individuals recognised as having made major contributions to the advancement of quality.)
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN KEPUASAN KONSUMEN PENGARUH PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA HOTEL BERBINTANG DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN KEPUASAN KONSUMEN PENGARUH PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA HOTEL BERBINTANG DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Total Quality Management merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses, dan lingkungannya (Nasution, 2010:22). Penerapan TQM membutuhkan komitmen yang kuat dalam melakukan perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, tenaga kerja , proses dan lingkungannya. TQM juga dapat diartikan sebagai perpaduan semua fungsi manajemen, semua bagian dari suatu perusahaan dan semua orang ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan kepuasan konsumen (Ishikawa dalam Nasution, 2010:22).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN SISTEM PENGHARGAAAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PT. INDO LAUTAN MAKMUR SIDOARJO

PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN SISTEM PENGHARGAAAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PT. INDO LAUTAN MAKMUR SIDOARJO

Berlakunya Asean Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2003, menyebabkan perusahaan disetiap negara khususnya di wilayah Asean dihadapkan pada situasi persaingan global. Persaingan global memberikan banyak pilihan kepada konsumen, dimana mereka sadar biaya (cost conscious) dan sadar nilai (value conscious) dalam meminta produk dan jasa yang berkualitas tinggi. Kinerja manajerial adalah kinerja para individu (manajer) anggota organisasi dalam kegiatan-kegiatan manajerial, antara lain : perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan staff, negoisasi dan perwakilan. Total Quality Managemen adalah suatu sistem manajemen yang menyangkut kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan anggota organisasi. Sistem Penghargaan adalah segala sesuatu yang diberikan organisasi untuk memuaskan satu atau beberapa kebutuhan individu dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi karyawan dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Total Quality Management dan sistem penghargaan terhadap kinerja manajerial pada PT. Indo Lautan Makmur di Sidoarjo.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengaruh Total Quality Management (TQM) terhadap Kinerja Perusahaan.

Pengaruh Total Quality Management (TQM) terhadap Kinerja Perusahaan.

This study aims to determine the influence of Total Quality Management (TQM) to the Company's performance. The object of the research is PT. Bandung Djaya Textile Millis (Badjatex). The sample of the study is 70 respondents by using random sampling techniques. The hypothesis testing method used in this study is validity and reliability test, classic assumption test, simple linear regression, and hypothesis testing with SPSS version 19.0. The results of the study indicate that the Total Quality Management (TQM) significantly affect the Company's performance with a percentage effect of 83.2%, while the remaining 16.8% is influenced by other factors that are not observed.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

7 penerapan total quality management education tqme

7 penerapan total quality management education tqme

Penerapan total quality management in education (TQME) pada SMK harus dijalankan atas dasar pengertian dan tanggungjawab bersama untuk mengutamakan efisiensi dan peningkatan kualitas dari proses pendidikan di SMK.Melalui penerapan TQME dalam sistem pendidikan di SMK yang dijalankan secara terus menerus dan konsisten, maka SMK akan mampu memenangkan persaingan global yang amat sangat kompetitif dan memperoleh manfaat (ekonomis dan non ekonomis) yang dapat dipergunakan untuk pengembangan SMK dan sekaligus untuk peningkatan kesejahteraan personil yang terlibat di SMK.

10 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR TOTAL QUALITY MANAGEMENT

ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR TOTAL QUALITY MANAGEMENT

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Analisis Pengaruh Faktor–Faktor Total Quality Management (TQM) Terhadap Kinerja Manajerial” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi manapun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT MOTIVA

PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT MOTIVA

Total Quality Management. Pengertian Total Quality Management menurut Tjiptono (dalam jurnal Yuliana,dkk 2012): ” Total Quality Management (TQM) adalah suatu alat yang digunakan oleh manajemen suatu perusahaan yang melibatkan suatu personel dalam perusahaan dalam melakukan perbaikan secara terus-menerus atas produk, pelayanan, lingkungan yang berhubungan dengan produk perusahaan, dan manajemen perusahaan melalui metode ilmiah yang inovatif”. Dalam jurnal yang dibuat oleh Dauhan (2013) yang diungkapkan Yamit, “Total Quality Management adalah sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi”. Berdasarkan pengertian-pengertian yang diungkapkan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa Total Quality Management adalah suatu metode manajemen dalam menjalankan usaha yang lebih mengutamakan kualitas dengan cara memperbaiki terus-menerus produk, jasa, pelayanan dan lingkungan dan berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT.

PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT.

Keberhasilan di negara-negara maju banyak didorong oleh ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas daripada ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Seperti di Jepang yang sumber daya alamnya terbatas tetapi sumber daya manusianya potensinya tinggi, maka mampu mendongkrak kemajuan negara untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain. Agar organisasi memiliki daya saing yang tinggi dalam skala global, maka organisasi tersebut harus mampu melakukan pekerjaan secara lebih baik, efektif dan efisien dalam menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang bersaing, pada masa mendatang bukan lagi mengandalkan keunggulan komparatif saja tetapi harus meningkatkan keunggulan kompetitif. Pengelolaan sumber daya alam akan memiliki keunggulan kompetitif jika sumber daya manusia memiliki potensi yang tinggi untuk mengelolanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui penerapan Total Quality Management berpengaruh terhadap peningkatan kualitas SDM.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penetapan Total Quality Management Berpengaruh terhadap Peningkatan Penjualan Perusahaan ((Studi Kasus Pada PT. ”X”,Tasikmalaya).

Penetapan Total Quality Management Berpengaruh terhadap Peningkatan Penjualan Perusahaan ((Studi Kasus Pada PT. ”X”,Tasikmalaya).

Saat ini iklim usaha di Indonesia penuh dengan persaingan, tak terkecuali dalam bidang manufaktur. Dalam hal ini kualitas memegang peranan yang sangat penting. Agar perusahaan dapat menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas tinggi, memiliki competitive advantage, dan peningkatan produktivitas, perusahaan harus mempunyai suatu strategi yang tepat untuk permasalahan tersebut. Penerapan Total Quality Management diharapkan menjadi suatu solusi untuk permasalahan di atas.Peneliti melakukan penelitian pada salah satu perusahaan manufaktur sabun di Tasikmalaya yaitu PT.”X”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kememadaian penerapan Total Quality Management yang efektif berpengaruh terhadap peningkatan penjualan pada PT.”X”. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi survei di mana data yang diperoleh selama penelitian tersebut diolah, dianalisis, serta diproses lebih lanjut berdasarkan teori yang telah dipelajari. Setelah data diperoleh, dilakukan analisis untuk diambil suatu kesimpulan. Data yang dibutuhkan untuk penelitian diperoleh melalui wawancara, kuesioner dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan “Penerapan Total Quality Management yang efektif berpengaruh terhada p peningkatan penjualan.”
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

22SEKILAS TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALAM PENDIDIKAN

22SEKILAS TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALAM PENDIDIKAN

Total Quality Management (TQM) atau disebut Manajemen Mutu Terpadu (MMT) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan mutu tersebut. Suatu produk dan/atau jasa dibuat sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggannya. Titik temunya antara harapan dan kebutuhan pelanggaran dengan hasil produk dan/atau jasa itulah yang disebut “bermutu.” Jadi ukuran bermutu tidaknya suatu produk dan/atau jasa adalah pada terpenuhi tidaknya harapan dan kebutuhan pengguna/ pelanggan. Semakin tinggi tuntutan pengguna maka semakin tinggi kualitas mutu tersebut.

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...